Anda di halaman 1dari 7

Percobaaan 7

Pengaruh pH Pada Pemisahan ION Logam dengan Metode Ekstraksi


Pelarut

I. Tujuan
Untuk dapat mengekstraksi ion kobalt dengan metode ditizon

Untuk mengetahui pengaruh pH pada ekstraksi logam pada jarak antara pH 6


sampai 9

II. Prinsip
Kr dan KD untuk masing – masing ion logam berbeda, maka nilai D juga
berbeda, sehinngga pemisahan berbagai ion logam dapat dilakukan melalui
metode eskstraksi pelarut dengan terlebih dahulu membentuk spesi netral dari
logam bersangkutan.

III. Reaksi

+ Co 2+ → H+ +
(ditizone)

C
o
IV. Dasar teori
Ekstraksi merupakan proses pemisahan suatu komponen dari suatu
campuran berdasarkan proses distribusi terhadap dua macam pelarut yang
tidak saling bercampur. Ekstraksi pelarut umumnya digunakan untuk
memisahkan sejumlah gugus yang diinginkan dan mungkin merupakan gugus
pengganggu dalam analisis secara keseluruhan. Kadang-kadang gugus-gugus
pengganggu ini diekstraksi secara selektif.
Jika suatu zat terlarut terdistribusi antara dua cairan yang tak saling
campur, maka pada keadaan setimbang terdapat hubungan definit antara
konsentrasi zat terlarut pada kedua cairan tersebut. Hukum distribusi Nernst
dinyatakan dalam :
[A] 1
KD = [A] KD = koefisien distribusi
2

[A]1 = konsentrasi spesi A pada fasa 1


[A]2 = komsentrasi spesi A pada fasa 2
Besaran KD dalam hal ini tidak dapat digunakan karena terdapat
perbedaan molekuler antara spesi awal dengan spesi yang terkstraksi. Maka
dari itu digunakan besaran angka banding distribusi yang dinyatakan sebagai
berikut.
CM fasa organik
D= CM fasa air
CM = konsentrasi total
Untuk memisahkan ion logam dengan metode ektraksi pelarut, maka
perlu dibentuk spesi netralnya terlebih dahulu dengan membentuk senyawa
kompleks.
Ekstraksi cair-cair adalah salah satu teknik pemisahan yang penting yang
digunakan dalam bidang lingkungan, klinis, serta dalam industri. Dalam
ekstraksi cair-cair, solute terdistribusi di antara dua fasa yang tidak
bercampur.Umumnya, pelarut yang digunakan adalah air dan pelarut organik
seperti chloroform yang tidak bercampur. Dua pelarut yang tidak bercampur
membentuk dua lapisan.
Efisiensi ekstraksi cair-cair ditentukan dari konstanta keseimbangan untuk
partisi solute di antara dua fasa. Efisiensi ekstraksi juga dipengaruhi oleh
reaksi sekunder yang melibatkan solute, seperti penambahan asam.

V. Alat dan Bahan


1. Alat
a. Erelenmmeyer 250 mL
b. Piala Gelas
c. Gelas ukur 50 mL
d. Pipet Volumetrik 10 mL
e. Pipet tetes
f. Buret semiimkro
g. Corong peisah 15 mL (5buah)
h. Batang pengaduk
i. Botol Semprot
j. Neraca Analitik
k. Spektrofotometri Uv-Vis

2. Bahan
a. Larutan baku kobal (II) 1 ppm (mg/L)
b. Larutan ditizon dalam kloroform
c. Larutan buffer pH = 6,7,8,dan 9
d. Kloroform
e. Air

VI. Identifikasi bahan


VI.1. Identifikasi bahan
N Na Rumus molekul Sifat
o ma
Bah
an
1. Kob Co Loga
alt m
abu-
abu
keme
raha
n,
oksid
asi ,
ekspl
osif,
dan
flam
able
2. Klor CHCl3 Mud
ofor ah
m terba
kar
dan
bersi
fat
racu
n
3. Diti Asa
zon m
lema
h,
tidak
mmu
dah
larut
dala
m
air,
tetap
i
larut
dala
m
pelar
ut
orga
nik.

VII. Cara Kerja


VII.1. Ektraksi sampel
Pertama dipipet 10 mL larutanbaku kobal 1 ppm ke 5buah corong
pmisah, kemudian ditambahkan ke tiap-tiap corong pemmisah berturut-
turut 15 nL larutan Buffer pH 6, 7, 8, dan 9. Selanjutnya ditambahkan 10
ml larutan ditizon dalam Kloroforom, lalu pengocokan dengan cukup kut,
dan didiamkan hingga terbentuk 2 lapisan, setelah terbentuk 2lapisan,
pisahkan lapisan klorofo dan ukur absorbansinya dengan
spektrofotometer pada panjang gelombang 540 nm dengan klorofom
sebagai blanko.

VII.2. Ekstaksi deret standar pada pH 6


Dibuat deret standar kobalt 0,25 ; 0,5 ; 0,75 ; dan 1,25 ppm dari larutan
baku 10 ppm dan dimasukkan kedalam labu takar 50 mL, kemudian
dipipet masing – masing sebanyak 10 mL larutan standar tersebut dan
masukan ke dalam corong pisah yang berbeda, kemudian kedalan
masing-masing corong ditambahkan 15 mL buffer pH 6, 10 mL ditizon
dalam kloroform, kocok sampai terbentuk dua lapisan, lalu dipisahkan
lapisan kloroform dan ukur absorbansinya dengan spektrofotommeter
pada panjang gelombang 540 nm dengan klorofom sebagai blanko.
VII.3. Ekstraksi deret standar pada pH 7, 8, dan 9
Cara kerja sama degan ekstraksi deret standar pada pH 6 dengan
mengganti buffer pH sesuai dengan yang diinginkan.

VIII. Hasil dan data pembahasan


Hasil percobaan
Mn+ + nHDz ↔ M(Dz)n + nH+
Tabel data :
Tabel 1. Absorbans standar pada berbagai pH
[Co ] pH 6 pH 7 pH 8 pH 9
mg/L Absor Absor Absor Absor
ban ban ban ban
Blang 0,000 0,000 0,000 0,000
ko 0 0 0
0,25 0,026 0,019 0,054 0,171
0,5 0,133 0,038 0,123 0,189
0,75 0,301 0,054 0,180 0,268
1 0,371 0,072 0,383 0,341
1,25 0,601 0,273 0,454 0,465
Persa y = (- y = - y = - y =
maan 0,062 0,034 0,038 0,031
regresi + + + +
0,481 0,176 0,382 0,333
X) x x x
Korela 0,975 0,825 0,971 0,979
si (r) 7 1

Tabel 2. Konsentrasi Kobalt yang terekstrak

pH Absorbansi (y) Pers. Regresi [Co] terekstrak


(ppm)
6 0,228 y = (-0,062 + 0,481X) 0,6028
7 0,106 y = - 0,034 + 0,176x 0,7954
8 0,217 y = - 0,038 + 0,382x 06075
9 0,179 y = 0,031 + 0,333x 0,444

Tabel 3. Menghitung %E

pH [Co] terekstrak [Co] tidak %E D (angka banding


(ppm) terekstrak (ppm) Distribusi)
6 0,6028 0,3972 60,28 1,5176
7 0,7954 0,2046 79,54 3,8876
8 06075 0,3725 66,75 2,0075
9 0,4444 0,5556 44,44 0,7999

IX. Perhitungan
Perhitungan konseentrasi Co yang terekstrak
[Co] terekstrak : y = a+bx
0,002 + 0,228
pH 6 : X = 0481
= 0,6028 𝑚𝑔/𝐿

0,034+0,106
pH 7 : X = = 0,7854 𝑚𝑔/𝐿
0,176

0,038 + 0,217
pH 8 : X = 0,382
= 0,6675 𝑚𝑔/𝐿
0,179+0,03
ph 9 : X = 0,333
= 0,4444 𝑚𝑔/𝐿

Perhitungan [Co] tidak terekstrak


[Co] tidak terekstrak : [Co] mula-mula – [Co] terekstrak

pH 6 : (1 - 0,6028) mg/L = 0,3972 mg/L

pH 7 : (1 – 0,7954) mg/L = 0,2046 mg/L

pH 8 : (1 – 0,6675) mg/L = 0,3325 mg/L

pH 9: (1 – 0,4444) mg/L = 0,5556 mg/L

perhitungan %E
[Co]𝑜𝑟𝑔𝑎𝑛𝑖𝑘
%E = [𝐶𝑜]𝑀𝑢𝑙𝑎−𝑚𝑢𝑙𝑎
𝑋 100%

0,6028 mg/L
pH 6 : %E = 1 mg/L
𝑋 100%

= 60,28%

0,7954 mg/L
pH 7 ; %E = 1 mg/L
𝑋 100%

= 79,54 %

0,6075 mg/L
ph 8 : %E = 𝑋 100%
1 mg/L

= 60,75%

0,4444 mg/L
pH 9 : %E = 1 mg/L
𝑋 100%

= 44,44%

Perhitungan D angka banding distribusi

[Co]𝑜𝑟𝑔𝑎𝑛𝑖𝑘
Rumus : E = [𝐶𝑜]𝐴𝑖𝑟

0,6028 mg/L
pH 6 : E = 0,3977 mg/L
= 1,5176

0,7954mg/L
pH 7 : E = 0,2046 mg/L
= 3,8876

0,6075 mg/L
pH 8 : E = 0,3325 mg/L
= 2.0075
0,4444 mg/L
pH 9 : E = 0,5556 mg/L
= 7,999

X. Pembahasan
Berdasarkan percobaan yang dilakukan, yaitu ekstraksi ion kobalt (II)
dengan pengompleks ditizon pada berbagai pH yang berbeda yaitu pada pH
6, 7, 8, dan 9. Penentuan kadar kobalt dengan menggunakan metode analisis,
kobalt hasil ekstraksi harus benar-benar teresktraksi secara sempurna.
Kesempurnaan hasil ekstraksi sangan dipengaruh ioleh pH. Pengaruh pH
pada pada proses ekstraksi dapat diketahui dengan menghitung angka
banding distribusi dan eifisiensi ekstraksi. Angka banding distribusi ialah
suatu besaran yang menyatakan perbandingan jumlah zat yang terekstrak ke
fasa organik dan jumlah zat yang tertinggal di fasa air. Angka banding
distribusi dapat berubah dengan sifat dasar zat terlaru dan temperaturnya.
Berdasarkan percobaan yang dilakukan dapat dilihat bahwa persentasi
ekstraksi kobalt dengan ditizon yang terbesar pada ekstraksi dengan pH 7
yaitu 79,54 % dengan angka banding distribusi nya yaitu 3,8876. Semakin
besar persen ekstraksi menunjukan bahwa proses ekstraksi lebih efektif untuk
memisahkan suatu ion logam dari suatu fasa ke fasa lain dan emakin besar
nilai D aka ekstraksi semakin bagus karena nilai ini menunjukan
perbandingan dengna jumlah yang terekstrak ke fasa organik terhadap zat
yang tertinggal di fasa air.

XI. Kesimpulan

Dari hasil perhitugnan pengaruh pH (6-9) pada kstraksi Co diperoleh hasil


yaitu:
%E : pH 6 = 60,28 % dan D : pH 6 = 1,5176
pH 7 = 79,54 % pH 7 = 3,8876
pH 8 = 66,75 % pH 8 = 2,0075
pH 9 = 44,44 % pH 9 = 0,7999
maka dapat disimpulakan pH 7 mmerupakan pH yang lebih efektif dibanding
dengan ph lain karena nilai D dan % E nya lebih besar dari yang lain.

XII. Daftar Pustaka


- Day and underwood, 1991. Quantitative Analysis, Fourth edition,
Practice Hall International. New Jersey.
- Martopo A, 2006, Efek kenaikan pH pada Mekanisme Ekstraksi Cair-
CairTerhadap Asam-asam Oksalat, Jurnal Gradien vol. 2 No.1. 130-133.
- Skoog D.A., West D.M., Holler F.J. 1996. Fundamental of Analytical
Chemistry, 7 edition.