Anda di halaman 1dari 35

Pelaporan Korporat

(Instrumen Keuangan)
Materi SAP 10 & 11

Oleh:
Kelompok 1

Winayaka Lingga 1807611002


I Gst. Agung Bagus Adhi Damanik 1807611003
I Putu Bayu Suyadnya Pratama 1807611004
I Made Putra Wirya Brata 1807611025

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI AKUNTAN


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
2019
PSAK 50
INSTRUMEN KEUANGAN: PENYAJIAN

A. Tujuan
Tujuan pernyataan ini adalah untuk menetapkan prinsip penyajian dan pengungkapan
instrumen keuangan sebagai liabilitas atau ekuitas dan saling hapus aset keuangan dan
kewajiban keuangan. Pernyataan ini berlaku terhadap klasifikasi instrumen keuangan,
dari perspektif penerbit, dalam aset keuangan, liabilitas keuangan, dan instrumen
ekuitas; pengklasifikasian yang terkait dengan suku bunga, dividen, kerugian dan
keuntungan; dan keadaan di mana aset keuangan dan kewajiiban keuangan akan saling
hapus.
Prinsip-prinsip dalam Pernyataan ini melengkapi Prinsip pengakuan dan
pengukuran aset keuangan dan liabilitas keuangan dalam PSAK 55 Instrumen
Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran; dan Pengungkapan informasi mengenai prinsip
tersebut dalam PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan.

B. Ruang Lingkup
1. Diterapkan semua entitas untuk semua jenis instrumen keuangan kecuali
a. kepentingan di entitas anak, entitas asosiasi atau ventura bersama.
b. hak dan kewajiban pemberi kerja berdasarkan program imbalan kerja yang
diatur dalam PSAK 24
c. kontrak asuransi
d. instrumen keuangan yang termasuk dalam ruang lingkup kontrak asuransi
karena instrumen keuangan tersebut mengandung fitur partisipasi tidak
mengikat.
e. instrumen keuangan, kontrak, dan kewajiban dalam transaksi pembayaran
berdasarkan PSAK 53
2. Diterapkan pada kontrak pembelian dan penjualan item non keuangan yang dapat
diselesaikan secara neto dengan kas atau instrumen keuangan lainnya, atau dengan
mempertukarkan instrumen keuangan.
C. Definisi Instrumen Keuangan
Instrumen Keuangan adalah setiap kontrak yang menambah nilai aset keuangan
entitas dan liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas entitas lain.

D. Klasifikasi Instrumen Keuangan


1. Aset Keuangan
Aset keuangan adalah setiap aset yang berbentuk:
a. kas;
b. instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas lain;
c. hak kontraktual;
(i) untuk menerima kas atau aset keuangan lainnya dari entitas lain; atau
(ii) untuk mempertukarkan aset keuangan atau kewajiban keuangan dengan
entitas lain dengan kondisi yang berpotensi menguntungkan entitas tersebut;
atau
d. kontrak yang akan atau mungkin diselesaikan dengan menggunakan instrumen
ekuitas yang diterbitkan oleh entitas dan merupakan:
(i) nonderivatif di mana entitas harus atau mungkin diwajibkan untuk menerima
suatu jumlah yang bervariasi dari instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas;
atau
(ii) derivatif yang akan atau mungkin diselesaikan selain dengan
mempertukarkan sejumlah tertentu kas atau aset keuangan lain dengan
sejumlah tertentu instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas. Untuk tujuan
ini, instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas tersebut tidak termasuk
instrumen yang merupakan kontrak untuk menerima atau menyerahkan
instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas tersebut di masa depan.
2. Liabilitas keuangan
Liabilitas keuangan adalah setiap liabilitas yang berupa:
a. Kewajiban kontraktual:
(i) untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain kepada entitas lain; atau
(ii) untuk mempertukarkan aset keuangan atau kewajiban keuangan dengan
entitas lain dengan kondisi yang berpotensi tidak meguntungkan entitas
tersebut;
b. kontrak yang akan atau mungkin diselesaikan dengan menggunakan instrumen
ekuitas yang diterbitkan entitas dan merupakan suatu:
(i) nonderivatif di mana entitas harus atau mungkin diwajibkan untuk
menerima suatu jumlah yang bervariasi dari instrumen ekuitas yang
diterbitkan entitas; atau
(ii) derivatif yang akan atau mungkin diselesaikan selain dengan
mempertukarkan sejumlah tertentu kas atau aset keuangan lain dengan
sejumlah tertentu instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas. Untuk tujuan
ini, instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas tersebut tidak termasuk
instrumen yang merupakan kontrak untuk menerima atau menyerahkan
instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas tersebut si masa depan.
3. Instrumen ekuitas
Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset
suatu entitas setelah dikurangi dengan seluruh kewajibannya.

E. Penyajian Liabilitas dan Ekuitas


 Penerbit instrumen keuangan pada saat pengakuan awal mengklasifikasikan
instrumen tersebut atau komponennya sebagai liabilitas keuangan, aset keuangan,
atau instrumen ekuitas sesuai dengan substansi perjanjian kontraktual dan
definisi liabilitas keuangan, aset keuangan, dan instrumen ekuitas
 Instrumen - instrumen ekuitas jika, dan hanya jika, kedua kondisi (a) dan (b) berikut
terpenuhi:
a) Instrumen tersebut tidak memiliki kewajiban kontraktual untuk:
i. menyerahkan kas atau aset keuangan lain kepada entitas lain; atau
ii. mempertukarkan aset keuangan atau liabilitas keuangan dengan entitas
lain dengan kondisi yang berpotensi tidak menguntungkan penerbit.
b) jika instrumen tersebut akan atau mungkin diselesaikan dengan instrumen
ekuitas yang diterbitkan entitas, instrumen tersebut merupakan:
i. nonderivatif yang tidak memiliki kewajiban kontraktual bagi
penerbitnya untuk menyerahkan suatu jumlah yang bervariasi dari
instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas; atau
ii. derivatif yang akan diselesaikan hanya dengan mempertukarkan
sejumlah tertentu kas atau aset keuangan lain dengan sejumlah tertentu
instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas.
F. Instrumen keuangan majemuk.
Penerbit instrumen keuangan nonderivatif mengevaluasi persyaratan instrumen
keuangan untuk menentukan apakah instrumen tersebut mengandung komponen
liabilitas dan ekuitas. Komponen tersebut diklasifikasikan secara terpisah sebagai
liabilitas keuangan, aset keuangan,, atau instrumen ekuitas sesuai dengan ketentuan di
paragraf 11.
Entitas mengakui secara terpisah komponen instrumen keuangan yang:
a. menimbulkan liabilitas keuangan bagi entitas; dan
b. memberikan opsi bagi pemegang instrumen untuk mengkonversi instrumen
keuangan tersebut menjadi instrumen ekuitas dari entitas yang bersangkutan.
Contoh:
Obligasi atau instrumen serupa dapat dikonversi oleh pemegangnya menjadi saham
biasa dengan jumlah yang telah ditetapkan merupakan instrumen keuangan majemuk.
Dari sudut pandang entitas, instrumen ini terdiri dari dua komponen:
– liabilitas keuangan (perjanjian kontraktual untuk menyerahkan kas atau aset
keuangan lain); dan
– instrumen ekuitas (opsi beli yang memberikan hak pada pemegangnya selama
jangka waktu tertentu untuk mengkonversi instrumen tersebut menjadi saham
biasa dengan jumlah yang telah ditetapkan).

G. Saham treasuri, bunga, dividen, kerugian/keunntungan


a. Saham treasuri
Jika entitas memperoleh kembali instrumen ekuitasnya, instrumen-instrumen
tersebut (saham treasuri) harus dikurangkan dari ekuitas. Keuntungan atau
kerugian yang timbul dari pembelian, penjualan, penerbitan, atau pembatalan
instrumen ekuitas entitas tersebut tidak dapat diakui dalam laporan laba rugi.
Saham treasuri tersebut dapat diperoleh dan dimiliki oleh entitas yang
bersangkutan atau oleh anggota lainnyadalam kelompok usaha yang
dikonsolidasi. Jumlah yang dibayarkan atau diterima diakui secaraa langsung
dalam ekuitas.
b. Bunga, Deviden, Kerugian dan Keuntungan
Bunga, dividen, kerugian dan keuntungan yang berkaitan dengan instrumen
keuangan atau komponen yang merupakan kewajiban keuangan diakui sebagai
pendapatan atau beban dalam laporan laba rugi. Distribusi kepada pemegang
instrumen ekuitas didebit oleh entitas secara langsung pada ekuitas, setelah
dikurangi manfaat pajak penghasilan yang terkait. Biaya transaksi yang timbul
dari transaksi ekuitas, selain biaya penerbitan instrumen ekuitas yang secara
langsung dapat diatribusikan pada perolehan badan usaha (yang dalam hal ini
dicatat berdasarkan PSAK No. 22), dicatat sebagai pengurang ekuitas, setelah
dikurangi manfaat pajak penghasilan yang terkait.

H. Saling hapus atas aset dan liabilitas

Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya disajikan
dalam laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika, entitas:

a. saat ini memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan
sating hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut; dan

b. berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan
menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.

Dalam akuntansi untuk transfer atas aset keuangan yang tidak memenuhi kualifikasi
penghentian pengakuan, entitas tidak boleh melakukan saling hapus aset keuangan
yang ditransfer dan liabilitas terkait (lihat PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan:
Pengakuan dan Pengukuran paragraf 36).

Entitas mengungkapkan informasi yang disyaratkan dalam PSAK 60: Instrumen


Keuangan: Pengungkapan paragraf 13B-13E untuk pengakuan instrumen keuangan
yang termasuk dalam ruang lingkup paragraf PSAK 60 paragraf 13A.

Untuk memenuhi kriteria saling hapus, entitas saat ini harus memiliki hak yang
dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus. Ini berarti bahwa hak
saling hapus:

– harus tidak kontinjen atas peristiwa di masa depan; dan


– harus dapat dipaksakan secara hukum terhadap seluruh keadaan, sebagai
berikut:
• situasi bisnis yang normal;
• peristiwa kegagalan; dan
• peristiwa kepailitan atau kebangkrutan dari entitas dan seluruh pihak
lawan.
Kriteria bahwa entitas 'memiliki intensi untuk menyelesaikan secara neto, atau
untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara bersamaan‘:

– aset keuangan dan liabilitas keuangan yang memenuhi syarat untuk saling hapus
disampaikan pada saat yang bersamaan untuk dilakukan pemrosesan;
– setelah aset keuangan dan liabilitas keuangan disampaikan untuk diproses, para
pihak berkomitmen untuk memenuhi kewajiban penyelesaian;
– tidak ada potensi arus kas yang timbul dari aset dan liabilitas untuk berubah;
– aset dan liabilitas yang diagunkan dengan efek akan diselesaikan dengan
pengalihan efek atau sistem yang sejenis (sebagai contoh, pengiriman
dibandingkan dengan pembayaran), sehingga jika pengalihan efek gagal,
pemrosesan piutang atau hutang terkait yang sekuritasnya diagunkan juga akan
gagal (dan sebaliknya);
– setiap transaksi yang gagal, sebagaimana diuraikan dalam (d), akan
disampaikan kembali untuk diproses sampai transaksi yang gagal tersebut
diselesaikan;
– penyelesaian dilakukan melalui institusi penyelesaian yang sama (sebagai
contoh, bank penyelesaian, bank sentral atau penyimpanan efek sentral), dan
terdapat fasilitas kredit intraday yang akan memberikan jumlah cerukan yang
cukup untuk memungkinkan proses pembayaran
– pada tanggal penyelesaian untuk setiap pihak, dan dapat dipastikan bahwa
fasilitas kredit intraday akan dipertimbangkan jika akan digunakan.
PSAK 55
INSTRUMEN KEUANGAN:
PENGAKUAN DAN PENGUKURAN
A. Tujuan
Tujuan pernyataan ini adalah untuk mengatur prinsip dasar pengakuan dan pengukuran
aset keuangan, liabilitas keuangan, dan kontrak pembelian atau penjualan item
nonkeuangan.
B. Ruang lingkup
Diterapkan oleh semua entitas untuk seluruh jenis instrumen keuangan, kecuali untuk:
 Investasi pada entitas anak, asosiasi dan joint venture.
 Hak dan kewajiban yang diatur dalam sewa.
 Hak dan kewajiban pemberi kerja.
 Instrumen keuangan terbitan entitas yang memenuhi definisi instrumen ekuitas.
 Hak dan kewajiban dalam kontrak asuransi.
 Kontrak dalam rangka kombinasi bisnis.
 Komitmen pinjaman dan provisi.
 Transaksi kompensasi berbasis saham.
Komitmen pinjaman berikut termasuk dalam ruang lingkup
• komitmen pinjaman yang diberikan yang ditetapkan entitas sebagai liabilitas
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
• komitmen pinjaman yang diberikan yang dapat diselesaikan secara neto dengan
kas atau dengan penyerahan/penerbitan instrumen keuangan lainnya.
• komitmen untuk menyediakan pinjaman yang diberikan pada tingkat suku
bunga di bawah suku bunga pasar.
Diterapkan pada kontrak pembelian atau penjualan item nonkeuangan yang dapat
diselesaikan secara neto dengan kas atau instrumen keuangan lainnya, atau dengan
mempertukarkan instrumen keuangan,

C. Definisi istilah pada PSAK 55


a. Definisi Derivatif
Derivatif adalah suatu instrumen keuangan atau kontrak lain dengan karakteristik :
– nilainya berubah sebagai akibat dari perubahan variabel yang telah ditentukan
(sering disebut dengan variabel yang mendasari), antara lain: suku bunga, harga
instrumen keuangan, harga komoditas, nilai tukar mata uang asing, indeks harga
atau indeks suku bunga, peringkat kredit atau indeks kredit, atau variabel
lainnya.
Untuk variabel nonkeuangan, variabel tersebut tidak berkaitan dengan pihak-pihak
dalam kontrak;
– Tidak memerlukan investasi awal neto atau memerlukan investasi awal neto
dalam jumlah yang lebih kecil dibandingkan dengan jumlah yang diperlukan
untuk kontrak serupa lainnya yang diharapkan akan menghasilkan dampak yang
serupa sebagai akibat perubahan faktor pasar; dan
– diselesaikan pada tanggal tertentu di masa depan.

b. Aset/Kewajiban Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar melalui Laporan Laba
Rugi adalah aset keuangan atau liabilitas keuangan yang memenuhi salah satu kondisi
berikut ini :
– Dimiliki unuk diperdagangkan, aset keuangan atau liabilitas keuangan yang
diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan jika :
a. Diperoleh atau dimiliki terutama untuk tujuan dijual atau dibeli kembali
dalam waktu dekat.
b. Pada pengakuan merupakan bagian dari portofolio instrumen keuangan
tertentu yang di kelola bersama dan terdapat bukti mengenai pola mabil
untuk dalam jangka pendek aktual saat ini; atau
c. Merupakan derivatif (kecuali derivatif yang merupakan kontrak jaminan
keuangan atau sebagai instrumen lindung nilai yang ditetapkan dan efektif).
– Pada saat pengakuan awal telah ditetapkan oleh entitas untuk diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi.

c. Investasi Dimiliki hingga Jatuh Tempo


Investasi Dimiliki hingga Jatuh Tempo adalah aset keuangan nonderivatif
dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan,
serta entitas mempunyai intensi positif dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan
tersebut hingga jatuh tempo, kecuali :
a. Investasi yang pada saat pengakuan awal ditetapkan sebagai aset keuangan
yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi;
b. Investasi yang ditetapkan oleh entitas sebagai tersedia untuk dijual; dan
c. Investasi yang memenuhi definisi pinjaman yang diberikan dan piutang.
d. Pinjaman yang diberikan dan Piutang adalah aset keuangan nonderivatif dengan
pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasatr efektif,
kecuali;
a. Pinjaman yang diberikan dan piutang yang dimaksud oleh entitas untuk dijual
dalam waktu dekat, yang diklasifikasikan dalam klompok diperdagangkan, dan
pinjaman yang diberikan dan piutang yang pada saat pengakuan awal oleh entitas
ditetapkan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
b. Pinjaman yang diberikan dan piutang yang pada saat pengekuan awal ditetapkan
sebagai tersedia untuk dijual; atau
c. Pinjaman yang diberikan dan piutang dalam hal pemilik mungkin tidak akan
memperoleh kembali investasi awal secara subtansial kecuali yang disebabkan
oleh penurunan kualitas pinjaman yang diberikan dan piutang, dan diklasifikasikan
sebagai tersedia untuk dijual.

e. Aset Keuangan Tersedia untuk Dijual adalah aset keuangan nonderivatif yang
ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual atau yang tidak diklasifikasikan sebagai:
a. Pinjaman yang diberikan dan piutang
b. Investasikan yang diklasifikasikan dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo,
atau
c. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.

f. Kontrak jaminan keuangan adalah kontrak yang mensyaratlan penerbit untuk


melakukan pembayaran tertentu untuk mengganti pemegang atas timbulnya kerugian
karena debitur tertentu gagal melakukan pembayaran pada saat jatuh tempo sesuai
dengan pernyataan awal atau persyaratan yang telah dimodifikasi dari suatu instrument
utang.

g. Definisi Pengakuan dan pengukuran


Biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan atau liabilitas keuangan adalah
jumlah aset keuangan atau liabilitas keuangan yang diukur peda pengakuan awal
dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif
menggunakan metode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai wajar
dan nilai jatuh temponya, dan dikurangi penurunan ( baik secara langsung maupun
menggunakan akun cadangan) untuk penrunan nilai atau nilai yang tidak dapt ditagih.
Metode suku bunga efektif dalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya
perolehan diamortisasi dari aset keuangan atau liabilitas keuangan ( atau kelompok
aset keuangan atau liabilitas keuangan ) dan metode untuk mengalokasikan pendapatan
bunga atau beban bunga selama priode yang relevan.
Pengertian pengakuan adalah pengeluaran aset keuangan atau liabilitas keuangan
yang sebelumnya telah diakui dari laporan posisi keuangan entitas.

D. Pengakuan dan penghentian pengakuan


a. Pengakuan awal
Entitas mengakui aset keuangan atau liabilitas keuangan dalam laporan posisi
keuangan, jika dan hanya jika , entitas tersebut menjadi salah sau pihak dalam
ketentuan pada kontrak instrumen tersebut.
b. Penghentian pengakuan Aset keuangan
Entitas menghentikan pengakuan aset keuangan, jika dan hanya jika:
1. Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangn berakhir; atau
2. entitas mengalihkan aset keuangan jika dan hanya jika:
a. mengalihkan hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dari
aset keuangan; atau
b. tetap memiliki hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dari
aset keuangan tetapi juga menanggung kewajiban kontraktual untuk
membayar arus kas yang diterima tersebut kepada satu atau lebih pihak
penerima melalui suatu kesepakatan.
Pengalihan yang diakui sebagai penghentian pengakuan;
Jika entitas mengalihkan aset keuangan yang memenuhi kriteria penghentian
pengakuan untuk keseluruhan nilainya dan entitas tersebut masih memiliki hak
pengelolaan atas aset keuangan tersebut dengan imbalan tertentu, maka entitas
mengakui kontrak pengelolaan tersebut sebagai aset jasa pengelolaan atau liabilitas
jasa pengelolaan. Jika imbalan yang akan diterima diperkirakan tidak tidak apat
secara memadai mengkompensasi penyediaan jasa yang diberikan, maka liabilitas
jasa pengelolaan untuk kewajiban penyediaan jasa tersebut diakui pada nilai wajar.
Jika imbalan yang akan diterima diharapkan lebih dari cukup untuk
mengkompensasi penyediaan jasa yang diberikan, maka aset jasa pengelolaan
diakui sebagai hak jasa pengelolaan dengan jumlah yang ditentukan berdasarkan
alokasi dari jumlah tercatat aset keuangan yang lebih besar.
Pengalihan yang tidak diakuai sebagai penghentian pengakuan:
Jika pengalihan tidak mengakibatkan penghentian pengakuan karena entitas
secara subtansial masih memiliki seluruh resiko dan manfaat atas kepemilikan aset
alihan, maka entitas tetap mengakui aset alihan tersebut secara keseluruhan dan
mengakui liabilitas keuangan atas jumlah yang diterimanya. Pada priode
selanjutnya , entitas mengakui setiap pendaptan yang berasl dari aset alihan dan
setiap bebabn yang timbul dari liabilitas keuangan.
Keselurah Pengalihan;
Jika aset alihan tetap diakui, maka aset dan liabilitas terkait tidak disalinghapuskan.
Serupa dengan hal tersebut, maka entitas tidak disalinghapuskan setiap penghasilan
yang berasal dari aset alihan dan setiap beban yang timbul dari liabilitas terkait.
Penghentian atau penjualan aset keuangan reguler ;
Penghentian atau penjualan aset keuangan reguler diakui dan dihentikan
pengakuannya menggunkan salah satu di antara akuntansi tanggal perdagangan
atau akuntansi tanggal penyelesaian.

c. Penghentian pengakuan libilitas keuangan


“Entitas mengeluarkan liabilitas keuangan (atau bagian dari liabilitas
keuangan) dari laporan posisi keuangannya, jika dan hanya jika, liabilitas keuangan
tersebut berkhir, yaitu ketika kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan
atau dibatalkan atau kadaluarsa.”
“Pertukaran di antara peminjam dan pemberi pinjaman yang saat ini ada
atas instrumen utang dengan persyaratan yang berbeda secara substansial
dicatat sebagai penghapusan (extinguishment) kewajiban keuangan awal dan
pengakuan kewajiban keuangan baru. Demikian juga, modifikasi secara
substansial atas ketentuan kewajiban keuangan yang saat ini ada atau bagian
dari kewajiban keuangan tersebut dicatat sebagai penghapusan kewajiban
keuangan awal dan pengakuan kewajiban keuangan baru.”
“selisih antara jumlah tercatat liabilitas keuangan (atau bagian dari liabilitas
keuangan) yang berkahir atau yang dialihkan ke pihak lain, dan imbalan yang
dibayarkan, termasuk aset nonkas yang dialihkan atau liabilitas yang ditanggung,
diakui dalam laba rugi.

E. PENGUKURAN
Pengukuran Awal Aset keunagn dan Libilitas Keuangan;
“pada saat pengakuan aset keuangan atau libiltas keuangan , entitas mengukur pada nilai
wajarnya. Dalam hal aset keuangan atau liabilitas keuangan tidak di ukur pada nilai wajar
melalui laba rugi, nailai wajar tersebut ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan
secara langsung dengan perolehan atau penerbitan aset keuangan atau liabilitas keuangan
tersebut”
Pengukuran selanjutanya aset keuangan;
“setelah pengukuran awal, entitas mengukur aset keuangan, termasuk derivatif yang diakui
sebagi aset, pada nilai wajarnya, tanpa dikurangi biaya transaksi yang mungkin timbul
pada penjualn atau pelepasan lain, kecuali untuk aset keuangan berikut:”
a. Pinjaman yang diberikan dan piutang yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi
dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
b. Investasi dimiliki hingga jatuh tempo yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi
dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
c. Investasi dalam instrumen ekuitas yang tidaka memiliki harga kuotasian di pasar aktif
dan nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andala, serta derivatif yang terkait dengan
dan harus diselesaikan melalui penyerahan instrumen ekuitas tersebut, yang di ukur
pada biaya perolehan.
Pengukuran selanjutnya Liabilitas Keuangan:
Setelah pengukuran awal, entitas mengukur seluruh liabilitas keuangan pada biaya peroleh
diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, kecuali;
a. Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
b. Liabilitas keuangan yang timbul ketika pengalihan aset keuangan tidak memenuhi
sayrat penghentian pengakuan atau pengalihan yang dicatat menggunakan pendekatan
keterlibatan berkelanjutan.
c. Kontrak jaminan keuangan.
d. Komitmen untuk menyediakan pinjaman di bawah suku bunga pasar.
Keuntungan dan kerugian
“keuntungan dan kerugian yang timbul dari peruabahan nilai wajar aset keuangan atau
liabilitas keuangan yang bukan merupakan baian dari hubungan lindung nilai diakui
sebagai berikut;
a. Keuntungan atau kerugian atas aset keuangan atau liabilitas keuangan yang
diklasifkasikan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi diakui dalam laba rugi.
b. Keuntungan atau kerugian atas aset keuangan yang diklasifikasikan sebagi tersedia
untuk dijual diakui dalam penghasilan komperhensif lain, kecuali untuk kerugian
penurunan nilai dan keuntungan atau kerugian akibat perubahan kurs, sampai aset
keuangan tersebut dihentikan pengakuannya.
F. LINDUNG NILAI
Pengertian Lindung Nilai;
• Komitmen pasti adalah perjanjian yang mengikat untuk mempertukarkan sumber daya
dalam kuantitas tertentu pada tingkat harga tertentu dan pada tanggal atau tanggal-
tanggal tertentu di masa depan.
• Prakiraan transaksi adalah transaksi di masa depan yang belum mengikat namun telah
diantisipasi.
• Instrumen lindung nilai adalah:
a. derivatif yang telah ditetapkan untuk tujuan lindung nilai; atau
b. aset keuangan nonderivatif atau liabilitas keuangan nonderivatif yang telah
ditetapkan untuk tujuan lindung nilai (hanya untuk lindung nilai atas risiko
perubahan nilai tukar mata uang asing), yang nilai wajar atau arus kasnya
diperkirakan dapat saling hapus dengan perubahan nilai wajar atau arus kas dari
item yang dilindung nilai (paragraf 79-84 dan PA110-PA113).
• Item yang dilindung nilai adalah aset, liabilitas, komitmen pasti, prakiraan transaksi
yang sangat mungkin terjadi, atau investasi neto pada operasi di luar negeri yang (a)
menyebabkan entitas menghadapi risiko perubahan nilai wajar atau arus kas masa
depan, dan (b) ditetapkan sebagai item yang dilindung nilai (paragraf 85-92 dan A114-
PA124).
• Efektivitas lindung nilai adalah sejauh mana perubahan nilai wajar atau arus kas dari
item yang dilindung nilai yang diatribusikan pada risiko yang akan dilindung nilai dapat
saling hapus dengan perubahan nilai wajar atau arus kas dari instrumen lindung nilai
(PA128-PA139).
Karakteristik Hedging;
• Tujuan lindung nilai untuk mengurangi risiko.
• Lindung Nilai Sempurna: lindung nilai yang secara sempurna (efektifitasnya 100%)
menghilangkan risiko dalam praktik, lindung nilai ini jarang.
• Lindung nilai bertujuan untuk mengambil posisi menetralkan risiko, sehingga
dilakukan dengan melakukan kontrak dalam posisi lawan.
– Lindung nilai jual (short), memiliki aset dan akan memastikan harga jual aset
terebut. Akan menghasilkan keuntungan jika Pt (harga aktual pada tanggal
kontrak) lebih rendah dibandingkan dengan harga kontrak. Misal Kontrak
12.000, realisasi 11.500.
– Lindung nilai beli (long), memiliki komitmen untuk membeli di masa depan
sehinga kontrak lindung nilai dilakukan untuk memastikan harga beli. Akan
menghasilkan keuntungan jika Pt (harga aktual pada tanggal kontrak) lebih
tinggi dibandingkan harga kontrak. Misal Kontrak 12.000, realisasi 12.700.

Mengapa Hedging?
• Argumen perlunya lindung nilai :
– tidak mempunyai kemampuan atau keahlian khusus dalam memprediksi
variabel-variabel seperti tingkat bunga, kurs valas, dan harga komoditas.
– Perusahaan dapat memfokuskan aktivitas-aktivitas utamanya sesuai dengan
kemampuan dan keahlian khususnya.
• Argumen tidak perlunya lindung nilai :
– Para pemegang saham dapat, (jika mereka mau), melindung nilai dirinya
sendiri.
– Mereka tidak membutuhkan perusahaan melakukannya untuk mereka.
– Argumen mengasumsikan bahwa: 1. Para pemegang saham mempunyai banyak
informasi tentang risiko yang dihadapi oleh perusahaan, seperti manajemen
perusahaan; 2. tidak ada biaya-biaya komisi dan transaksi. 3. Pemegang saham
dapat melakukan perlindungan atas risiko melalui portfolio investasi.

Lindung Nilai Akuntansi


• Lindung nilai untuk tujuan akuntansi, mendesain satu atau lebih instumen lindung
nilai sehingga perubahan nilai wajarnya saling meniadakan, baik seluruh atau
sebagian dengan perubahan nilai wajar dari item yang dilindungi.
• Lindung nilai akuntansi mengakui pengaruh laba/rugi dari perubahan nilai wajar
instrumen lindung nilai dengan itema yang dilindung nilai
• Derivatif dapat ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai sepanjang memenuhi
ketentuan dalam standar, kecuali untuk sejumlah opsi yang diterbitkan (p 93-96).
• Aset keuangan nonderivatif atau liabilitas keuangan nonderivatif dapat ditetapkan
sebagai instrumen lindung nilai hanya untuk lindung nilai risiko perubahan nilai tukar.
Par 97-111.
• Pada umumnya terdapat satu ukuran nilai wajar untuk instrumen lindung nilai secara
keseluruhan, dan faktor-faktor yang menyebabkan perubahan dalam nilai wajarnya
saling terkait.
• Untuk tujuan akuntansi lindung nilai, hanya instrumen yang melibatkan pihak eksternal
• Satu instrumen lindung nilai dapat ditetapkan sebagai lindung nilai atas lebih dari satu
jenis risiko sepanjang:
• risiko yang dilindung nilai dapat diidentifikasi secara jelas;
• keefektifan dari lindung nilai dapat dibuktikan; dan
• dimungkinkan untuk memastikan bahwa terdapat penetapan yang spesifik dari
instrumen lindung nilai dan posisi risiko yang berbeda.

Item yang Dilindung Nilai

• Item yang dilindung nilai dapat berupa


• aset atau liabilitas yang diakui,
• komitmen pasti yang belum diakui,
• prakiraan transaksi yang kemungkinan besar terjadi (highly probable),
• investasi neto pada operasi di luar negeri.
• Item yang dilindung nilai dapat berupa individual item, sekelompok, atau bagian dari
portfolio.
• Untuk tujuan akuntansi lindung nilai, hanya transaksi yang kemungkinan besar terjadi
yang melibatkan pihak eksternal

Penetapan Item yang Dilindung Nilai


• Jika item yang dilindung nilai merupakan aset nonkeuangan atau liabilitas
nonkeuangan, maka item tersebut ditetapkan sebagai item yang dilindung nilai (a)
terhadap risiko perubahan nilai tukar, atau (b) untuk keseluruhan nilainya terhadap
seluruh risiko, karena adanya kesulitan untuk memisahkan dan mengukur secara tepat
bagian atas perubahan arus kas atau nilai wajar yang disebabkan oleh risiko spesifik
selain dari risiko perubahan nilai tukar.
• Aset atau liabilitas yang serupa dijumlahkan dan dilindung nilai sebagai sebuah
kelompok hanya jika secara individual aset atau liabilitas dalam kelompok tersebut
memiliki eksposur risiko yang ditetapkan sebagai risiko yang dilindung nilai.
• entitas menilai efektivitas lindung nilai dengan membandingkan perubahan nilai wajar
atau perubahan arus kas atas instrumen lindung nilai (atau kelompok instrumen serupa
yang melindung nilai) dengan item yang dilindung nilai (atau kelompok item serupa
yang dilindung nilai),

Kualifikasi Akuntansi Lindung Nilai


● Pada saat dimulainya lindung nilai terdapat penetapan dan pendokumentasian formal
atas hubungan lindung nilai dan tujuan manajemen risiko entitas serta strategi
pelaksanaan lindung nilai.
● Lindung nilai diharapkan akan sangat efektif dalam rangka saling hapus atas perubahan
nilai wajar atau perubahan arus kas
● Untuk lindung nilai atas arus kas, suatu prakiraan transaksi yang merupakan subjek dari
suatu lindung nilai harus bersifat kemungkinan besar terjadi dan terdapat eksposur
perubahan arus kas yang dapat memengaruhi laporan laba rugi.
● Efektivitas lindung nilai dapat diukur secara andal
● Lindung nilai dinilai secara berkesinambungan dan ditentukan bahwa efektivitasnya
sangat tinggi sepanjang periode pelaporan keuangan di mana lindung nilai tersebut
ditetapkan

Lindung Nilai atas Nilai Wajar


• Lindung nilai atas nilai wajar: suatu lindung nilai terhadap eksposure:
– perubahan nilai wajar atas aset atau kewajiban yang telah diakui
– komitmen pasti yang belum diakui, atau bagian yang telah diidentifikasi dari
aset, kewajiban, atau komitmen pasti tersebut, yang dapat diatribusikan pada
risiko tertentu dan dapat memengaruhi laporan laba rugi
• Dicatat sebagai:
– keuntungan atau kerugian yang berasal dari pengukuran kembali instrumen
lindung nilai pada nilai wajar (untuk instrumen lindung nilai derivatif) atau
komponen mata uang asing dari nilai tercatat yang diukur berdasarkan PSAK
diakui pada laba rugi; dan
– keuntungan atau kerugian atas item yang dilindung nilai yang dapat
diatribusikan pada risiko yang dilindung nilai dengan menyesuaikan nilai
tercatat item yang dilindung nilai dan diakui pada laba rugi.
– Ketentuan ini berlaku jika item yang dilindung nilai tidak diukur pada biaya
perolehan.
– Pengakuan keuntungan atau kerugian yang dapat diatribusikan pada risiko yang
dilindung nilai pada laba rugi diterapkan jika item yang dilindung nilai
merupakan aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk
dijual.

Jenis Lindung Nilai atas Arus kas


• Lindung nilai atas arus kas: suatu lindung nilai terhadap eksposur variabilitas arus kas
yang:
– dapat diatribusikan pada risiko tertentu yang terkait dengan aset atau kewajiban
yang telah diakui (misalnya seluruh atau sebagian pembayaran bunga di masa
depan atas utang dengan suku bunga variabel) atau yang dapat diatribusikan
pada risiko tertentu yang terkait dengan prakiraan transaksi yang kemungkinan
besar terjadi, dan
– dapat memengaruhi laporan laba rugi.
• Lindung nilai arus kas dicatat sebagai:
– bagian dari keuntungan atau kerugian atas instrumen lindung nilai yang
ditetapkan sebagai lindung nilai yang efektif diakui dalam pendapatan
komprehensif lain; dan
– bagian yang tidak efektif atas keuntungan atau kerugian dari instrumen lindung
nilai diakui dalam laba rugi.
• Jika suatu lindung nilai kemudian menimbulkan pengakuan suatu aset atau liabilitas
keuangan, maka keuntungan atau kerugian terkait yang sebelumnya diakui pendapatan
komprehensif direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi sebagai penyesuaian. Untuk aset
non keuangan dimasukkan sebagai haga perolehan.
Derivatif;
Derifatif adalah suatu instrumen keuangan atau kontrak lain dengan karakteristik:
a. Nilainya berubah akibat dari perubahan variabel yang mendasari (spt suku
bunga, harga, nilai tukar, dll).
b. Tanpa investasi awal neto atau nilainya lebih kecil dari nilai kontrak sejenis
yang memberi pengaruh yang sama terhadap perubahan faktor pasar.
c. Diselesaikan pd tanggal tertentu di masa mendatang.
Karakteristik Derivatif
• Derivatif yang berdiri sendiri (Freestanding derivative).
– Misalnya option, forward contract, swap, future contract
• Derivatif Melekat (Embedded derivative)
– Komponen dari hybrid/combined instrument;
– Didalamnya terdapat kontrak utama non derivatif;
– Sebagian arus kas yg berasal dari instrumen yang digabungkan bervariasi
seperti derivatif yg berdiri sendiri.
– Terdapat persyaratan untuk diakui terpisah
Derivatif Melekat
• Derivatif melekat merupakan komponen instrumen campuran atau instrumen gabungan
• Entitas yang diharuskan untuk memisahkan derivatif melekat dari kontrak utamanya,
namun jika tidak dapat mengukur derivatif melekatnya secara terpisah, maka
keseluruhan kontrak yang digabungkan diperlakukan sebagai aset/liabilitas keuangan
yang dimiliki untuk diperdagangkan.
• Derivatif melekat harus dipisahkan dari kontrak utamanya dan dicatat sebagai derivatif
berdasarkan Pernyataan ini, jika dan hanya jika:
a. karakteristik ekonomi dan risiko dari derivatif melekat tidak berkaitan erat
dengan karakteristik ekonomi dan risiko dari kontrak utama (PA43 dan PA46);
b. instrumen terpisah yang memiliki persyaratan yang sama dengan derivatif
melekat memenuhi definisi sebagai derivatif; dan
c. instrumen campuran (instrumen yang digabungkan) tidak diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi (dengan kata lain derivatif yang melekat pada aset
keuangan atau liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
tidak dipisahkan).
• Jika derivatif melekat dipisahkan, maka kontrak utamanya harus dicatat berdasarkan
Pernyataan ini jika kontrak utamanya merupakan instrumen keuangan, namun jika
kontrak utamanya bukan merupakan instrumen keuangan, maka harus dicatat
berdasarkan Pernyataan lain yang sesuai.
PSAK 60
PENGUNGKAPAN INSTRUMEN KEUANGAN

A. Tujuan
Tujuan PSAK ini adalah mensyaratkan entitas untuk menyediakan pengungkapan dalam
laporan keuangan yang memungkinkan para pengguna untuk mengevaluasi.
- Signifikan instrument keuangan terhadap posisi dan kinerja keuangan entitas; dan
- Sifat dan cakupan risiko yang timbul dari instrumen keuangan yang mana entitas
mengelola risiko tersebut.
Prinsip dalam PSAK ini melengkapi prinsip pengakuan, pengukuran dan penyajian aset
keuangan dan liabilitas keuangan dalam PSAK 50; Instrumen keuangan: penyajian dan
PSAK 55: Instrumen Keuangan: pengakuan dan pengukuran.
B. Ruang Lingkup
PSAK ini diterapkan oleh seluruh entitas untuk seluruh jenis instrumen keuangan,
kecuali:
 Pernyataan pada entitas anak, entitas asosiasi atau ventura bersama yang di catat
sesuai dengan PSAK 65; laporan keuangan Konsolidasian, PSAK 4: laporan
keuangan tersendiri atau PSAK 15: investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura
Bersama.
 Hak dan kewajiban pemberi kerja berdasarkan program imbalan kerja yang diatur
dalam PSAK 24: imbalan kerja.
 Kontrak auransi sebagaimana didefinisakn dalam PSAK 62: kontrak asuransi.
 Instrumen, kontra, dan kewajiiban keuangan dalam transaksi pembayaran berbasis
saham berdasarkan PSA 53.
 Instrumen yang disyaratkan untuk diklasifikasikan sebagininstrumen ekuitas sesuai
dengan PSAK 50.
C. Signifikansi Instrumen Keuangan
Entitas mengungkapkan informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan
untuk mengevaluasi signifikansi instrumen keuangan terhadap posisi dan kinerja
keuangan.
Pengungkapan tersebut meliputi Pengungkapan dalam posisi keuangan, kinerja dan
pengungkapan lain.
D. Pengungkapan dalam Laporan Posisi Keuangan
1. Kategori aset keuangan dan liabilitas keuangan
Jumlah tercatat untuk setiap katagori berikut, sebagaimana didefinisikan dalam
PSAK 55: Instrumen keuangan: pengakuan dan pengukuran, diungkapakan baik
dalam laporan posisi keuangan atau catatan atas laporan keuangan:
a. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, menunjukkan
secara terpisah:
(i) Aset keuangan yang ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laba
rugi pada saaat pengakuan awal; dan
(ii) Aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai dimiliki unuk
diperdagangkan sesuaidengan PSAK 55;
b. Investasi dimiliki hingga jatuh tempo
c. Pinjaman yang diberikan dan piutang.
d. Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi,
menunjukan secara terpisah;
(i) Liabilitas keuangan yanng ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi pada saat pengakuan awal; dan
(ii) Liabilitas keuangan yang diklasifikasikan sebagi dimiliki untuk
diperdagangkan sesuai dengan PSAK 55.
e. Libilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
2. Aset dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalu laba rugi
Jika entitas telah menetapkan suatu pinjaman yang diberikan atau piutang (atau
kelompok pinjamn yang duberikan atau piutang) untuk diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi.
3. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komperhensif
lain.
4. Reklasifikasi
Jika entitas mereklasifikasikan aset keuangan (sesuai PSAK 55; Instrumen
keuangan: pengakuan dan pengukuran paragraf 51 – 54) yang diukur:
a. Pada biaya perolehan atau biaya perolehan diamortisasi, daripada nilai wajar,
atau
b. Pada nilai wajar, daripada biaya perolehan di amortisasi, maka entitas
mengungkapkan jumlah yang di reklasifikasi dari dan ke setiap kategori dan
alasan reklasifikasi.
5. Saling hapus aset keuangan dan liabilitas keuangan
Pengungkapan dalam paragraf 13B–13E melengkapai persyaratan pengungkapan
lain dari PSAK ini dan disyaratkan untuk seluruh instrumen keuangan yang diakui
yang disalinghapuskan sesuai dengan PSAK 50.
6. Agunan
Entitas mengungkapkan:
a. Jumlah tercatat aset keuangan yang dijaminkan sebagi agunan untuk liabilitas
atau liabilitas kontinjensi, termasuk jumlah yang telah direklasifikasi sesuai
dengan PSAK 55.
b. Syarat dan ketentuan yang terkait dengan penjaminan tersebut.

Jika entitas memiliki agunan (aset keuangan atau aset nonkeuangan ) dan dizinkan
untuk menjual atau menjaminkan kembali tanpa didahului gagal bayar oleh pemilik
aguanan, maka entitas mengungkapkan:

a. Nilai wajar agunan yang dimiliki


b. Nilai wajar dari setiap agunan yang dijualatau dijaminkan kembali, dan apakah
entitas berkewajiban untuk mengembalikan agunan tersebut; dan
c. Syarat dan ketentuan yang terkait dengan penggunaan agunan tersebut.
7. Akun penyisihan kerugian kredit
Jika aset keuangan mengalami penurunan nilai kerena kerugian kredit dan entitas
mencatat penurunan nilai dalam akun terpisah (contoh akun penyisihan digunakan
untuk mencatat penurunan nilai invidual atau akun serupa digunakan untuk
mencatat penurunan nilai kolektif atas aset keuangan) daripada lagsung
mengurangi jumlah tercatat aset keuangan, maka entitas mengungkapkan
rekonsiliasi perubahan pada akaun tersebut selama priode untuk setiap kelas aset
keuangan .
8. Insrumen majemuk dengan beberapa derivatif melekat
Jika entitas menerbitkan instrumen yang mengandung komponen liabilitas dan
ekuitas dan instrumen tersebut memiliki berapa derivatif melekat yang nilainya
saling bergantung satu sama lain ( seperti instrumen utang yang dapat dikonveri
dengan fitur opsi beli, maka entitas mengungkapkan keberadaan fitur tersebut.
9. Gagal bayar dan pelanggan
Untuk pinjaman yang diterima yang diakui pada akhir priode pelaporan, entitas
mengungkapkan:
a. Rincian gagal bayar selam priode atas pokok bunga, dana pelunasan atau syarat
penebusan atas pinjaman diterima tersebut;
b. Jumlah tercatat pinjaman yang diterima yang mengalami gagal bayar pada
akhir priode pelaporan;dan
c. Apakah gagal bayar telah diperbaiki atau syarat pinjaman diterima telah
dinegosiasi ulang, senbelum laporan keuangan diotorisasi untuk terbit.

Jika , selama priode, terdapat pelanggaran atas syarat perjanjian pinjaman selain
yang diungkapakan pada penjelasan diatas maka entitas mengungkapkan informasi
yang sama seperti yang disyaratkan pada penjelalasan di atas jika pelanggaran
tersebut memungkinkan pemberi pinjaman untuk meminta percepatan pembayaran
kembali ( kevuali pelanggaran telah diperbaiki, atau syarat pinjaman telah di
negosiasi ulang, pada atau sebelum akhhir priode pelaporan).

E. Pengungkapan dalam Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif lain


Pos penghasilan, Beban, keuntungan atau kerugian
Entitas mengungkapkan pos penghasilan, beban, keuntungan atau kerugian berikut ini
dalam laporan laba rugi dan penghasilan kompperhensif lain atau atas laporan keuangan:
a. Keuntungan dan kerugian neto atas semua klasifikasi instrumen keuangan
b. Total peghasilan bunga dan total bunga yang dihitung dengan suku bunga efektif
c. Penghasilan dan beban imbalan yang timbul dari FVPL dan aktivitas wali amanah
d. Penghasilan bunga dari ast keuangan yang mengalami penurunan nilai yang diakru
e. Jumlah kerugian penurunan nilai untuk setiap kelas aset keuangan
F. Pengungkapan Lain
Kebijakan akuntansi signifikan, dasar pengukuran yang digunakan untuk menyusun
laporan keuangan dan kebijakan akuntansi lain yang relevan untuk memahami laporan
keuangan.
G. Akuntansi Lindung Nilai
a. Deskripsi setiap jenis lindung nilai.
b. Deskripsi instrumen keuangan yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai dan
nilai wajarnya.
c. Jenis risiko yang dilindung nilai
H. Nilai wajar
Untuk setiap kelas aset keangan dan liabilitas keuangan entitas mengungkapkan nilai
wajar dari kelas aset dan liabilias keuangan tersebut dengan cara yang memungkinkan
untuk membandingkan dengan jumlah tercatatnya.
I. Sifat dan cakupan risiko yang timbul dari instrument keuangan
 Entias mengungkapkan informasi yang memungkinakan pengguna laporan keuangan
untuk mengevaluasi sifat dan cakupan resiko yang timbul dari instrumen keuangan
yang mana entitas terekspos pada akhiir priode pelaporan.
 Pengungkapan memfokuskan pada risiko yagn timbul dan bagaimana risiko tersebut
dikelola.
 Risiko umumnya mencakup, tetapi tidak terbatas: risiko kredit, risiko likuiditas dan
risiko pasar.
 Penyediaan pengungkapan kualitatif dalam konteks pengungkapan kuantitatif
memungkinkan pengguna menghubungkan pengungkapan terkait sehingga
memahami gambaran keseluruhan sifat dan cakupan risiko.
J. Pengungkapan Kualitatif dan Kuantitatif
Pengungkapan Kualitatif
a) Eksposur dan timbulnya risiko
b) Tujuan, kebijakan dan proses pengelolaan risiko serta metode yang digunakan
untuk mengukur resiko tersebut.
c) Perubahan atas kedua hal di atas

Pengungkapan Kuantitatif
a. Ikhtisar data kuantitatif terhadap risiko pada akhir periode pelaporan.
b. Pengungkapan yang dipersyaratkan par 36-42 sepanjang tidak disediakan sesuai
denagan (a).
c. Konsentrasi risiko jika tidak terlihat pada dua pengungkapan di atas.
K. Risiko Kredit
Entitas mengungkapkan berdasarkan kelompok instrumen keuangan:
• jumlah yang paling mewakili nilai maksimal eksposur risiko kredit pada akhir
periode pelaporan tanpa memperhitungkan agunan yang dimiliki atau peningkatan
kualitas kredit (credit enhancement) lain.
• Deskripsi agunan yang dimiliki sebagai jaminan.
• Informasi mengenai kualitas kredit dari aset keuangan yang belum jatuh tempo atau
tidak mengalami penurunan nilai.
Aset keuangan yang melewati jatuh tempo atau mengalami penurunan nilai :
Entitas mengungkapkan berdasarkan kelas aset keuangan :
 Analisis umur aset keuangan yang lewat jatuh tempo tetapi tidak mengalami
penurunan.
 Analisis aset keuangan yang ditentukan secara individual mengalami penurunan
nilai pada akhir priode pelaporan, termasuk faktor yang dipertimbangkan entitas
dalam menentukan penurunan nilai.
Agunan dan peningkatan kualitas kredit lain yang diperoleh
Jika entitas memperoleh aset keuangan atau aset nonkeuangan selama priode berjalan
melalui pengambilalihan kepemilikan agunan yang dimiliki sbagai jaminan atau meminta
peningktan kualitas kredit (contohnya garansi), dan aset tersebut memenuhi kriteria
pengakuan dalam SAK, maka entitas mengungkapkan aset tersebut yang dimilikinya pada
tanggal perolehan:
a. Jenis dan jumlah tercatat aset dan
b. Jika aset tidak siap untuk dikonveris menjadi kas, kebijakan entis untuk melepakan
aset tersebut atau menggunakannya dalam operasi.
L. Risiko Likuiditas
Entitas mengungkapkan :
a. Analisis jatuh tempo untuk liabilitas keuangan nonderivatif (termasuk kontrak jaminan
keuangan yang diterbitkan) yang menunjukkan sisa jatuh tempo kontraktual;
b. Analisis jatuh tempo untuk liabilitas keuangan derivatif, mencakup sisa jatuh tempo
kontraktual liabilitas keuangan derivatif tersebut di mana jatuh tempo kontraktual
sangat penting untuk pemahaman terhadap periode arus kas.
c. Uraian mengenai bagaimana entitas mengelola risiko likuiditas yang melekat di (a) dan
(b).
M. Risiko Pasar
Analisis Sensitivitas :
Entitas mengungkapakan;
a. Analisis sensitifitas untuk setiap jenis risiko pasar dimana entitas terekspos pada akhir
priode pelaporan, yang menunjukan bagaimana laba rugi dan ekuitas mungkin
terpengaruholeh perubahan pada variabel risiko yang relevan pada tanggal tersebut.
b. Metode dan asumsi yang digunakan dalam menyusun analisis sensitiftas
c. Perubahan metode dan asumsi yang digunakan pada periode sebelumnya dan alasan
perubahannya
Jika menyusun analisis sensitivitas seperti value-at-risk, yang mencerminkan
saling ketergantungan antar variabel risiko, maka entitas menggunakan analisis tersebut
sebagai pengganti analisis dengan mengungkapkan metode, paramater, asumsi utama,
keterbatasan.
N. Pengungkapan Resiko Pasar lain
Mengungkapkan fakta dan alasan mengapa analisis sensitifas tidak dapat
merepresentasikan resiko inheren pada instrumen keuangan (sebagai contoh karena
eksposur akhir tahun tidak mencerminkan eksposur selama tahun tersebut), maka
entitas mengungkapkan fakta tersebut dan alasan yang dipercayai entitas bahwa analisis
sensetivitas tidaak dapat mempresentasikan.
O. Pengalihan Aset Keuangan
Entitas menyajikan pengungkapan yang disyaratkan untuk seluruh aset keuangan alihan
yagn tidak dihentikan pengakuannya dan untuk setiap keterlibatan berkelanjutan dalam
aset alihan yang ada pada tanggal neraca.
 Pengalihan terjadi jika entitas
a. Mengalihkan hak kontraktual untuk menerima arus kas dari aset keuangan tersebut;
atau
b. Tetap memiliki hak kontraktual untuk menerima arus kas dari aset keuangan
tersebut, tetapi mengambil alih kewajiban kontraktual untuk membayar arus kas
kepada satu atau lebih penerima dalam suatu pengaturan.
 Entitas mengungapkan informasi yang memungkinkan pengguna:
a. untuk memahami hubungan antara aet keuangan alihan yan tidak dihentikan
pengakuannya secara keseluruhan dan liabilitas yang terkait; dan
b. Untuk mengevaluasi sifat, dari risiko yang terkait dengan keterlibatan
berkelanjutan entitas dengan aset keuangan yang dihentikan pengakuannya.

Aset keuangan alihan yang tidak dihentikan pengakuannya secara keseluruhan


Entitas dapat mengalihkkan aset keuangan sedemikian rupa sehingga sebagian atau
seluruh aset keuangan alihan tidaj memenuhi syarat penghentian pengakuan. Entitas
mengungkapkan pada setiap tanggal pelaporan untuk setiap kelas aset keuangan alihan
yang tidak dihentikan pengakuannya secara keseluruhan:
a. Sifat aset lain
b. Sifat resiko dan manfaat kepemilikan
c. Deskripsi sifat hubungan antara aset alihan dan liabilitas terkait
d. Nilai tercatat aset alihan dan liabilitas terkait

Aset keuangan alihan yang dihentikan pengakuannya secara keseluruhan

a. Nilai tercatat aset dan liabilitas yang diakui dalam laporan posiisi keuangan entitas
dan merepresentasikan keterlibatan bberkelajutan entitas atas aset keuangan yang
dihentikan pengekuannya, dan pos dimana nilai tercatat aset dan liabilitas tersebut
diakui.
b. Nilai wajat aset dan liabilitas yang merepresentasikan keterlibatan berkelanjutan
entitas atas aset keuangan yang dehentikan pengakuannya.
c. Jumlah yang paling merepresentasikan eksposure maksimum entitas terhadap
kerugian dari keterlibatan berkelanjutan dalam aset keuangan yang dihentikan
pengakuaanya, dan informasi yang menunjukan bagaimana eksposur maksimum
terhadapkerugian tersebut dutentukan.
d. Arus kas keluar tidak terdiskonto yang akan atau mungkin dibutuhkan untuk
membeli kembali aset keuangan yang dihentikan pengakuannya (contoh strike price
dalam perjanjian opsi) atau jumlah terutang lain kepada pihak yang menerima
pengalihan sehubungan dengan aset lain.
e. Analisis jatuh tempo atas arus kas tidak terdiskonto yang akan atau mungkin
dibutuhkan untuk membeli kembali aset keuangan yang dihentikan pengakuaanya
atau jumlah terutang lain kepada pihak yang menerima pengalihan sehubungan
dengan aset alihan, menunjukan menunjukan jatuh tempo kontrak yang tersisa dari
keterlibatan berkelanjutan entitas.
f. Informasi kualitatif yang menjelaskan dan mendukung pengungkapan kuantitatif
yang disyratkan dalam (a)-(e).
Soal 1
Incognito Company mempunyai sekuritas berikut dalam portofolio investasinya pada tanggal
31 Desember 2012. (semua sekuritas ini dibeli pada tahun 2012).
1). 3.000 lembar saham biasa Bush Co dengan harga pokok $ 58.500
2). 10.000 lembar saham biasa David Sanborn Ltd dengan harga pokok $ 580.000
3). 6.000 lembar saham preferen Abba Company dengan harga pokok $ 225.000
Akun Penyesuaian Nilai Wajar Sekuritas memperlihatkan jumlah kredit sebesar $ 10.100 pada
akhir tahun 2012. Pada tahun 2013, Incognito menyelesaikan transaksi sekuritas beriktu ini:
1. Pada tanggal 15 Januari, menjual 3.000 lembar saham biasa Bush dengan harga $ 23
per saham dikurangi biaya honor sebesar $ 2.150.
2. Pada tanggal 17 April, membeli 1.000 lembar saham biasa Tractors dengan harga $
31.50 per saham ditambah biaya honor sebesar $ 1.980.
Pada tanggal 31 Desember 2013, nilai pasar saham sekuritas ini adalah: Bush $ 20, Sanborn $
62, Abba $ 40, dan Tractors $ 29. Selain itu, penyelia akuntansi Incognito juga memberitahu
anda bahwa walaupun semua sekuritas ini mempunyai nilai wajar yang segera dapat
ditentukan, namun Incognito tidak akan secara aktif memperdagangkan sekuritas ini karena
manajemen puncak berniat untuk memilikinya selama lebih dari satu tahun.
Diminta:
(a) Buat ayat jurnal untuk penjualan sekuritas pada tanggal 15 Januari 2013.
(b) Buatlah ayat jurnal untuk mencatat pembelian sekuritas pada tanggal 17 April 2013.
(c) Hitunglah keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi dan buatlah ayat jurnal
penyesuaian untuk Incognito per 31 Desember 2013.
(d) Bagaimana keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi harus dilaporkan dalam
neraca Incognito?
Penyelesaian :

a. Ayat jurnal untuk penjualan sekuritas pada tanggal 15 Januari 2013.


Harga Jual Saham Biasa 3000 Lembar ($23 per lembar) $ 69.000
Dikurang: Biaya honor $ 2.150
Nilai bersih penjualan $ 66.850
Harga pokok saham biasa $ 58.500
Keuntungan penjualan saham biasa $ 8.350
Jadi ayat jurnal yang diposting ialah sebagai berikut :
Kas $ 66.850
Sekuritas yang tersedia untuk dijual $ 58.500
Keuntungan penjualan saham $ 8.350

b. Ayat jurnal untuk mencatat pembelian sekuritas pada tanggal 17 April 2013.
Harga beli saham biasa Tractors 1000 lembar ($ 31,50 per lembar) = $ 31.500
Biaya honor = $ 1.980
Jadi ayat jurnal yang diposting ialah sebagai berikut :
Sekuritas yang tersedia untuk dijual $ 31.500
Biaya honor $ 1.980
Kas $ 33.480

c. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi dan ayat jurnal penyesuaian untuk
Incognito per 31 Desember 2013.

Sekuritas Harga Pokok Nilai Wajar Keuntungan yang belum


direalisasi (Rugi)
Sanborn Ltd. $ 580.000 $ 620.000 $ 40.000
Abba Co. $ 225.000 $ 240.000 $ 15.000
Tractors Co. $ 31.500 $ 29.000 ( $ 2.500)
Total portofolio $ 836.500 $ 889.000 $ 52.500
Penyesuaian Nilai Wajar ( $ 10.100)
Sekuritas Sebelumnya
Penyesuaian Nilai Wajar $ 42.400
Sekuritas
31 Desember 2013
Penyesuaian Nilai Wajar Sekuritas (Tersedia untuk dijual) $ 42.400
Keuntungan atau Kerugian yang Belum Direalisasi $
42.400

d. Keuntungan yang belum direalisasi atau rugi harus dilaporkan pada neraca dengan judul
“akumulasi pendapatan komprehensif lainnya”sebagai komponen terpisah dari ekuitas.

Soal 2
Pada tanggal 1 Januari 2015, Enid Inc mempunyai laporan posisi keuangan berikut ini:
ENID INC
NERACA
Per 1 Januari 2015

Aset Ekuitas
Kas $ 50.000 Saham biasa $ 250.000
Sekuritas tersedia untuk dijual 240.000 Akumulasi laba komprehensif lainnya 40.000
Jumlah $ 290.000 Jumlah $ 290.000

Akumulasi laba komprehensif lainnya berkaitan dengan keuntungan kepemilikan yang belum
direalisasi atas sekuritas yang tersedia untuk dijual. Nilai wajar sekuritas Enid Inc yang tersedia
untuk dijual pada tanggal 31 Desember 2015 adalah $ 190.000; harga pokok adalah $ 120.000.
Tidak ada sekuritas yang dibeli selama tahun berjalan. Laporan laba-rugi Enid Inc untuk tahun
2015 sebagai berikut (abaikan pajak penghasilan).

ENID INC
Laporan Laba Rugi
Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2015

Pendapatan Dividen $ 15.000


Keuntungan atas penjualan sekuritas yang siap untuk dijual 20.000
Laba bersih $ 35.000

Diminta:
(Asumsikan semua transaksi selama tahun 2015 tersebut di atas dilakukan secara tunai)
a). Buatlah ayat jurnal untuk mencatat penjualan sekuritas tersedia untuk dijual pada tahun
2015.
b). Siapkan laporan laba komprehensif untuk tahun 2015
c). Siapkan neraca per 31 Desember 2015
Penyelesaian
a. Ayat jurnal untuk mencatat penjualan sekuritas tersedia untuk dijual pada tahun 2015
1 Januari 2015
Nilai Wajar Sekuritas Yang Tersedia Untuk Dijual $ 240.000
Akumulasi Pendapatan Komprehensif Lain $ 40.000
Harga Pokok $ 200.000
31 Desember 2015
Nilai Wajar Sekuritas Yang Tersedia Untuk Dijual $ 190.000
Harga Pokok $ 120.000
Akumulasi pendapatan komprehensif lain $ 70.000

JURNAL
Kas ($ 80.000 + $ 20.000) $ 100.000
Laba atas Penjualan Sekuritas $ 20.000
Sekuritas Tersedia untuk Dijual (200.000 – 120.000) $ 80.000

b. Laporan laba komprehensif untuk tahun 2015


ENID INC
Laporan Laba Rugi Komprehensif
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2015
Pendapatan bersih $ 35.000
Pendapatan komprehensif lain :
Keuntungan kepemilikan yang terjadi $ 50.000
selama periode berjalan
Penyesuaian Reklasifikasi untuk ($ 20.000) $ 30.000
keuntungan dimasukkan dalam laba
bersih
Laba komprehensif $ 65.000

Akumulasi pendapatan komprehensif $ 70.000


lain 12/31/15
Akumulasi pendapatan komprehensif ($
lain 1/1/15 40.000)
Kenaikan keuntungan kepemilikan $ 30.000
belum direalisasi
Keuntungan Realisasi Kepemilikan $ 20.000
Jumlah keuntungan yang belum $ 50.000
direalisasi yang timbul selama periode
c. Neraca per 31 Desember 2015
ENID INC.
Neraca keuangan
Pada 31 Desember 2015
Aktiva Pasiva
Kas $ 165.000 Saham biasa $ 250.000
Sekuritas tersedia untuk $ 190.000 Laba Ditahan $ 35.000
dijual
Akumulasi laba $ 70.000
komprehensif lainnya
Total $ 355.000 Total $ 355.000

NB :
Saldo awal $ 50.000
Pendapatan dividen $ 15.000
Penerimaan kas atas penjualan $ 100.000
Kas $165,000

Soal 3
Pada tanggal 1 Januari 2010 Novotma Company membeli obligasi King Co. nilai nomial US $
400.000, bunga 8% dengan harga US $ 369.114. Obligasi ini akan memberikan hasil
pendapatan bunga 10%. Bunga dibayar setiap tanggal 1 Juli dan 1 Januari. Jatuh tempo obligasi
pada tanggal 1 Januari 2015.
Novotma Company bermaksud memiliki obligasi ini sesuai dengan aliran kas kontraktual.
Setelah menerima pembayaran bunga, tanggal 1 Januari 2012 Novotma Company menjual
obligasi tsb dengan harga US $ 370.726 dengan alasan keperluan likuiditas. Diminta:
a. Siapkan ayat jurnal untuk mencatat pembelian obliasi tanggal 1 Januari 2010.
b. Siapkan skedul penerimaan bunga dan amortisasi obligasi.
c. Siapkan ayat jurnal untuk mencatat pendapatan bunga semesteran pada tanggal 1 Juli 2010
dan tanggal 31 Desember 2010.
d. Siapkan ayat jurnal untuk mencatat penjualan obligasi pada tanggal 1 Januari 2012.
e. Asumsikan bahwa Novotma Company memilih nilai wajar dalam mencatat investasi ini.
Jika nilai wajar obligasi King Co. pada tanggal 31 Desember 2010 adalah US $ 368.000,
buatlah ayat jurnal penyesuaian yang diperlukan.
Penyelesaian

a) 1 Januari 2010
Investasi dalam Obligasi $ 369,114
Kas $ 369,11

b) Skedul Penerimaan Bunga dan Amortisasi Obligasi

Tahun yang Penghasilan Bunga Bunga yang Amortisasi Nilai Tercatat


berakhir pada Diterima Premium
$ 369,114
01-Jul-10 $ 14,765 $ 20,000 $ 5,235 $ 363,879
01-Jan-11 $ 14,555 $ 20,000 $ 5,445 $ 358,434
01-Jul-11 $ 14,337 $ 20,000 $ 5,663 $ 352,771
01-Jan-12 $ 14,111 $ 20,000 $ 5,889 $ 346,882
01-Jul-12 $ 13,875 $ 20,000 $ 6,125 $ 340,757
01-Jan-13 $ 13,630 $ 20,000 $ 6,370 $ 334,387
01-Jul-13 $ 13,375 $ 20,000 $ 6,625 $ 327,763
01-Jan-14 $ 13,111 $ 20,000 $ 6,889 $ 320,873
01-Jul-14 $ 12,835 $ 20,000 $ 7,165 $ 313,708
01-Jan-15 $ 12,548 $ 20,000 $ 7,452 $ 306,257

c) 1 Juli 2010
Kas $ 20,000
Investasi dalam Obligasi $ 5,235
Penghasilan Bunga $ 14,765
1 Januari 2011
Kas $ 20,000
Investasi dalam Obligasi $ 5,445
Penghasilan Bunga $ 14,555

d) 1 Januari 2012
Kas $ 346,882
Investasi dalam Obligasi $ 346,882
e) Seharusnya per 31 Desember 2010 nilai obligasi sebesar $ 363,879, tetapi perusahaan
memilih nilai wajar sebesar $ 368,000. Maka ada selisih yang perlu dilakukan
penyesuaian yaitu sebesar ($ 368,000 - $ 363,879 = $ 4,121). Ayat jurnalnya sebagai
berikut:
31 Desember 2010
Investasi dalam Obligasi $ 4,121
Akumulasi Keuntungan Belum Terealsasi $ 4,121
Daftar Pustaka

Dwi Martani, PSAK 50,55 dan 60 http://staff.blog.ui.ac.id/martani/ diakses pada tanggal 25


Maret 2019.
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) PSAK Revisi 2015.