Anda di halaman 1dari 23

Dr.

Wieke Triestianawati, SpKK(K)


Terdapat 2 jenis penuaan kulit

1. Penuaan kulit intrinsik


2. Penuaan kulit ekstrinsik
 Terjadi pada setiap orang
 Tidak dapat dihindari , berlangsung seiring
waktu
 Perubahan utama :
 Kulit kering
 Kerut
 Kendur
 Neoplasma jinak
→ penurunan fisiologik kulit
Penuaan kulit ekstrinsik disebabkan bbrp faktor :
 Radiasi ion
 Stres fisik dan psikologis
 Polusi lingkungan
 Radiasi ultra violet (UV)  80%  faktor
paling penting pada penuaan kulit ekstrinsik
 Photoaging

Photoaging adalah efek pajanan jangka
panjang sinar matahari pada penuaan kulit
intrinsik
Taut dermis-epidermis mendatar

Komunikasi dermis dan epidermis 
Transfer nutrisi & oksigen dr dermis ke epidermis 
Dermis dan epidermis mudah terpisah 
mudah lepuh
mudah abrasi dgn trauma ringan
 Keratinosit epidermis :
 Ukuran keratinosit 
 Keratinosit menua lebih tahan thd apoptosis 
akumulasi mutasi  risiko terjadi transformasi
keganasan 
 Provitamin D3   sintesis vitamin D 
 Melanosit
 Jumlah melanosit  10-20% tiap dekade 
perlindungan thd sinar UV 
 Jumlah nevus melanositik 
 Sel Langerhans
 Jumlah berkurang 20-50%
 Morfologi berubah: dendrit berkurang dan lebih pendek
 Kemampuan mempresentasikan antigen 

respons imun kulit 
 Filaggrin dermis
 Berfungsi mengikat filamen keratin menjadi makrofibril
 Jumlah   skuamasi  ( kulit besisik)
 Ketebalan dermis  sampai 20%
 Relatif aselular dan avaskular
 Pajanan panas/dingin, kemampuan
vaskular utk dilatasi dan konstriksi  
kemampuan termoregulasi   mudah
terjadi hipotermia atau heat stroke
  respons vaskular thd UV (sunburn),
iritan kimia, invasi mikrobial  reaksi
inflamasi tidak tampak
 Badan Meissner dan Pacini  persepsi
sensoris
 Ambang rangsang nyeri kulit 
Fibroblas dan produknya
 Ukuran , kemampuan mitotik dan sintetik 
 Kandungan kolagen dermis 
 Serat kolagen lebih tebal dan rapuh
 Ground substance (mukopolisakarida , asam
hialuronat ) 
 Serat elastik  dan fragmentasi

atrofi, kendur, kerut
Perubahan Perubahan Makna klinis
fisiologis patologis
Penipisan epidermis  Kerentanan thd  Insidens robekan
dan dermis trauma mekanik kulit

Pendataran papila  Risiko terjadi bula  Suseptibilitas thd


dermis infeksi

 Turnover rate Migrasi dan proliferasi Reepitelisasi lbh lama


epidermis sel lambat Wkt penyembuhan
lbh lama
 Kontraksi luka Wkt penyembuhan
lbh lama
Perubahan Perubahan Makna klinis
fisiologis patologis
 Serat elastin dlm Kehilangan Kulit kendur, kerut
lapisan dermis elastisitas
vaskular dan Pemb darah rapuh, Kulit mudah lebam
jaringan penunjang mudah pecah (senile purpura)
dermis
 Pertumbuhan  Risiko luka terbuka
kapiler luka
 Pleksus vaskular  Kemampuan Hipotermia, heat
termoregulasi stroke
 & perubahan serat  Kekenyalan  Risiko pressure
kolagen dan elastin damage
collagen Wkt penyembuhan
remodeling lbh lama
Perubahan Perubahan Makna klinis
fisiologis patologis
Gangguan respons Gangguan respons  Risiko trauma krn
imun inflamasi iritran

Gangguan reaksi  Risiko trauma krn


hipersensitivitas iritran
lambat
 Produksi sitokin  Risiko trauma krn
iritran

 Sel Langerhans  Suseptibilitas


karsinogenesis,
negatif palsu tes
tempel
Perubahan Perubahan Makna klinis
fisiologis patologis

Gangguan respons  sensasi  Risiko trauma


neurologis termal atau truma
lain
 Lipid stratum  Kemampuan Kulit kering
korneum mengikat air

Perubahan struktur Perubahan fungsi Variasi respons thd


stratum korneum barier obat topikal, perub
sensitivitas thd iritan
Perubahan aliran air  Hidrasi epidermis Kulit kering
dari dermis ke
epidermis
Perubahan Perubahan Makna klinis
fisiologis patologis

 Melanosit Lbh suseptibel thd Neoplasma kulit


radiasi
Rambut kelabu  Percaya diri

 Ketebalan kulit  Bantalan &  Pressure damage,


penunjang ulkus dekubitus
 Prod prekursor vit Osteoporosis, patah
D tulang
Atrofi kel keringat  keringat Ggn termoregulasi,
kulit kering
80 % disebabkan oleh radiasi ultra violet
(UV)  faktor paling penting pada
penuaan kulit ekstrinsik

Photoaging
KLINIS HISTOLOGIK

Kering/kasar  Str korneum & str granulosum,  tebal


epidermis & kandungan musin epidermis
Aktinik keratosis Atipia nukleus, tdk teratur, maturasi keratinosit
progresif, hiper dan/atau hipoplasia epidermis
iregular, inflamasi dermis
Kerut

kerut halus Tak terdeteksi

kerut dalam Kontraksi septa dlm lemak subkutan


KLINIS HISTOLOGIK

Pigmentasi
iregular
freckling atau jml melanosit hipertrofik DOPA(+)

lentigen Elongasi rete ridges epidermis,  jml &


melanisasi melanosit
hipomelanosis  Jml melanosit atipikal
gutata
hiperpigmentasi  Jml melanosit DOPA(+),  melanin/unit area,
ireversibel difus  jml melanofag dermis
KLINIS HISTOLOGIK

Stellate Pigmentasi epidermis(-), perubahan


pseudoscars kolagen dermis yg fragmentasi

Elastosis (nodular Agregasi nodular materi fibrosa → amorf di


halus) papila dermis

Inelastisitas Dermis elastotik

Telangiektasia Pembuluh darah ektatik, srg dgn dinding


atrofik
KLINIS HISTOLOGIK

Venous lakes Pembuluh darah ektatik, srg dgn dinding


atrofik

Purpura Ekstravasasi eritrosit dan  inflamasi


perivaskular

Komedo Ektasia muara pilosebasea folikular

Hiperplasi sebasea Hiperplasia konsentrik kelenjar sebasea