Anda di halaman 1dari 17

BAB IV

HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

IV.1 Hasil Percobaan


Tabel IV.1 Dimensi Awal Logam Fe dan Cu pada larutan NaOH
P L t1 t2 Wo Wt A A
Loga
pH (gra (gra
m (cm) (cm) (cm) (cm) (cm2) (inc2)
m) m)
11.2 4.6 2.2 0.05 0.05 5.12 5.13 20.93 3.244
1
0.05 1
0.05 36
18.84 71
2.921
11.4 3.5 2.6 4.66 4.67
3 3 66 22
0.04 17.82 2.763
11.6 4.1 2.1 0.05 4.31 4.33
Fe 9 76 28
0.04 0.04 18.53 2.872
11.8 3.9 2.3 4.24 4.26
8 8 52 96
0.05 2.949
12 4 2.3 0.05 4.34 4.36 19.03
1 65
11.2 2.5 1.9 0.03 0.04 2.19 2.2 9.843 1.525
9 2 7
1.448
11.4 2.5 1.8 0.04 0.04 2.16 2.17 9.344
32
0.03 0.03 10.42 1.616
11.6 2.8 1.8 2.4 2.5
Cu 8 8 96 59
0.04 0.04 11.56 1.792
11.8 3.1 1.8 2.72 2.74
1 2 18 08
0.04 11.18 1.733
12 3 1.8 0.04 2.68 2.7
2 4 52

Tabel IV.2 Hasil Pengamatan Logam Fe pada Larutan NaOH selama 94 jam
Perendaman
Perubahan
pH Visual
NaOH Loga Larut Gamb
mmm an ar
Larutan tidak
Terdapat bercak berwarna, dan
jingga pada Fe terdapat sedikit
11,2
tetapi hanya sedikit keruh karean
bercaknya. kotoran kecil-kecil
putih.

IV-1
BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN
PEMBAHASAN PEMBAHASAN
Terdapat lebih
Larutan tidak
banyak bercak
berwarna, dan
cokelat gelap yang
11,4 terdapat sedikit
menandakan
kotoran berwarna
bahwa Fe sudah
putih kecil-kecil.
terkorosi.

Larutan tidak
Terlihat bercak berwarna dan
11,6 cokelat gelap tetapi sedikit sekali
hanya sedikit. kotoran putih
kecil.

Terdapat bercak Larutan tidak


cokelat gelap dan berwarna dan
11,8
sangat sedikit sedikit agak
sekali. keruh.

Terdapat bercak Larutan tidak


cokelat gelap tetapi berwarna dan
12
sangat sedikit sedikit sekali
sekali. keruhnya.

Tabel IV.3 Hasil Pengamatan Logam Cu pada Larutan NaOH selama 94 jam
Perendaman
Perubahan
pH
Loga Visual
Larut Gamb
NaOH
m warna
Terdapat an ar
hitam pada bagian
Larutan tidak
sisi kanan dan kiri,
11,2 berwarna dan
yang menandakan
keruh.
bahwa Cu sudah
terkorosi.

LABORATORIUM DIAGRAM ALIR DAN PEMILIHAN IV-2


BAHAN
TEKNIK KIMIA INDUSTRI
FV-ITS
BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN
PEMBAHASAN PEMBAHASAN
Terdapat warna
hitam pada sisi Larutan menjadi
kanan dan kiri berwarna biru
11,4
tetapi tidak penuh muda dan agak
pada sisi kanan dan keruh.
kiri dan Cu sudah
mulai terkorosi.
Terdapat warna
Larutan tidak
hitam pada seluruh
11,6 berwarna dan
permukaan Cu, dan
tidak ada keruh.
Cu sudah terkorosi.

Larutan tetap
Hanya sedikit
tidak berwarna
11,8 warna hitam yang
dan tidak ada
ada di Cu.
keruh.

Terlihat warna
hitam pada sisi Larutan tidak
12 kanan dan kiri berwarna dan
tetapi tidak terlalu keruh.
penuh.

Tabel IV.4 Hasil Pengamatan Logam Fe pada Larutan NaOH selama 146 jam
Perendaman
Perubahan
pH Visual
NaOH Loga Larut Gamb
Logm mmm
terlihat an ar
terkorosi atau Larutan agak
berwarna jingga di keruh, seperti ada
11,2 beberapa bagian endapan warna
kecil logam. Ini putih didasar
menandakan bahwa botol.
logam terkorosi di

LABORATORIUM DIAGRAM ALIR DAN PEMILIHAN IV-3


BAHAN
TEKNIK KIMIA INDUSTRI
FV-ITS
BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN
PEMBAHASAN PEMBAHASAN
Logam sedikit
sekali bagiannya Larutan tidak
yang berwarna terlalu keruh dan
11,4 kehitaman, sedikit sekali
sehingga logam terdapat endapan
tidak sepepnuhnya warna putih.
terkorosi.
Logam terlihat ada Larutan keruh
bebrapa bagian tetap tidak
kecil yang sekeruh larutan
11,6 berwarna pH 11,2. Ada
kehitaman, endapan putih
sehingga bisa tetapi tidak
dikatakan logam sebanyak larutan
tersebut terkorosi Larutan pH keruh
11,2. dan
Logam tidak
endapan putih
terlihat ada
agak lebih banyak
11,8 kehitaman di
dibandingkan
bagian-bagian
dengan larutan pH
tertentu.
lain.

Logam terkorosi di
Larutan sedikit
beberapa bagian
12 keruh dan sedikit
kecil dan berwarna
endapan putih.
jingga kehitaman.

Tabel IV.5 Hasil Pengamatan Logam Cu pada Larutan NaOH selama 146 jam
Perendaman
Perubahan
pH Visual
NaOH Loga Larut Gamb
mmm an ar
Logam berwarna
kehitaman hamper Larutan keruh
secara keseluruhan. tetapi tidak
11,2
Sehingga semua berwarna
bagian logam kebiruan.
terkorosi.

LABORATORIUM DIAGRAM ALIR DAN PEMILIHAN IV-4


BAHAN
TEKNIK KIMIA INDUSTRI
FV-ITS
BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN
PEMBAHASAN PEMBAHASAN
Larutan berwarna
Logam Cu terlihat
kebiruan tetapi
berwarna hitam
tidak biru gelap
dibagian kanan dan
11,4 dan tidak ada
kiri,sehingga
endapan putih
bagian kanan dan
seperti larutan pH
kiri terkorosi.
lainnya.
Larutan tidak
Keadaan logam Cu
berwarna tetapi
secara keseluruhan
agak keruh seperti
berwarna hitam
11,6 ada beberapa
tanpa ada celah. Ini
lembaran-
berarti logam Cu
lembaran kecil
sudah terkorosi.
putih.

Logam terlihat tdak


Larutan sedikit
erkorosi, hanya
11,8 kebiruan tanpa
saya warnanya
endapan putih.
agak sedikit gelap.

Logam terkorosi di Larutan tidak


seluruh bagian dan terlalu keruh dan
12
berwarna tidak terlalu ada
kehitaman. endapan putih.

Tabel IV.6 Hasil Pengamatan Logam Fe pada Larutan NaOH selama 192 jam
Perendaman
Perubahan
pH Visual
NaOH Loga Larut Gamb
mmm an ar
Logam hanya Larutan tidak
terkorosi sedikit berwarna atau
sekali di bebrapa bening tetapi ada
11,2
bagian yaitu dengan sedikit sekali
timbulnya warna endapan putih di
hitam. dasar larutan.

LABORATORIUM DIAGRAM ALIR DAN PEMILIHAN IV-5


BAHAN
TEKNIK KIMIA INDUSTRI
FV-ITS
BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN
PEMBAHASAN PEMBAHASAN
Logam sangat
Larutan tidak
banyak sekali yang
berwarna dan
berwarna jingga
11,4 hamper tidak ada
kehitaman
endapan didasar
dibeberapa bagian
larutan.
logam.

Logam di beberapa Larutan hampir


bagian sedikit tidak ada endapan
11,6 sekali yang warna dan tidak
jingga berwarna
kehitamannya. kebiruan.

Logam terlihat
Larutan sangat
banyak bagian
keruh dan ada
11,8 yang terkorosi atau
endapan dibawah
warnanya berubah
larutannya.
menjadi hitam.

Logam sedikit
sekali yang Larutan berwarna
berwarna hitam agak kebiruan
12 atau jingga tetapi tidak terlalu
sehingga logam gelap dan juga
sedikit sekali tidak keruh.
terkorosi.
Tabel IV.7 Hasil Pengamatan Logam Cu pada Larutan NaOH selama 192 jam
Perendaman
Perubahan
pH Visual
NaOH Loga Larut Gamb
mmm an ar
Logam berwarna
Larutannya
hitam seluruhnya
berwarna biru
dan tidak ada celah
11,2 muda sangat
tanpa warna hitam,
bening dan tidak
sehingga logam ini
keruh.
sudah terkorosi.

LABORATORIUM DIAGRAM ALIR DAN PEMILIHAN IV-6


BAHAN
TEKNIK KIMIA INDUSTRI
FV-ITS
BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN
PEMBAHASAN PEMBAHASAN

Logam di sisi
Larutan berwarna
bagian kanan dan
lebih biru
11,4 kiri berwarna hitam
daripada larutan
kecuali yang bagian
sebelumnya.
tengah.

Logam berwarna
Larutan tidak
kehitaman
terlalu banyak
seluruhnya tanpa
11,6 endapan putih
ada celah yang
dan keruhnya
berarti logam
tidak berlebihan.
tersebut terkorosi.

Logam masih Larutan tidak


berwarna asli dan keruh dan tidak
11,8 sedikit sekali ada endapan serta
terkorosi di tidak berwarna
beberapa bagian. kebiruan.

Logam seluruhnya
Larutan berwarna
berwarna hitam
agak kebiruan dan
dan menandakan
12 sedikit sekali
bahwa logam
endapan yang
terkorosi
ada.
semuanya.

Tabel IV.8 Hasil Pengamatan Logam Fe pada Larutan NaOH selama 264 jam
Perendaman
Perubahan
pH Visual
NaOH Loga Larut Gamb
Logam mmm
terlihat ada an
Larutan tidak
ar
bintik-bintik berwarna dan
kehitaman dan ada tidak keruh tetapi
11,2 juga yang berwarna ada sedikit
jingga. Hal ini endapan putih di
menandakan bahwa bawah larutan.
sedikit sekali logam

LABORATORIUM DIAGRAM ALIR DAN PEMILIHAN IV-7


BAHAN
TEKNIK KIMIA INDUSTRI
FV-ITS
BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN
PEMBAHASAN PEMBAHASAN
Logam ada
Larutan agak
sebagian besar
keruh tetapi tidak
yang terkorosi
11,4 ada warna biru
berada di tengah
dalam larutan
dan berwarna
tersebut.
jingga kehitaman.

Logam sedikit
sekali yang Larutan tidak
terdapat bercak- berwarna dan
11,6 bercak jingga tidak ada warna
kehitaman biru serta agak
sehingga logam keruh.p
sedikit terkorosi.

Tidak terlihat ada


Larutan sangat
warna kehitaman
keruh dan ada
11,8 pada logam dan
endapan putih di
sangat sedikit sekal
bawah larutan.
terkorosi.

Larutan tidak
Logam ada sedikit
berwarna dan
yang berwarna
tidak ada warna
12 kehitaman di
kebiruan dan juga
beberapa sisi
sedikit sekali
tertentu.
endapan putihnya.

Tabel IV.9 Hasil Pengamatan Logam Cu pada Larutan NaOH selama 264 jam
Perendaman
Perubahan
pH Visual
NaOH Loga Larut Gamb
mmm an ar
Larutan agak
Logam sangat keruh dan
berwarna hitam dan endapan putih
11,2
tidak ada warna asli sangat banyak
dari logam Cu pada sisi bawah
larutan.

LABORATORIUM DIAGRAM ALIR DAN PEMILIHAN IV-8


BAHAN
TEKNIK KIMIA INDUSTRI
FV-ITS
BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN
PEMBAHASAN PEMBAHASAN
Logam berwarna
sangat hitam dan Larutan agak
menandakan kebiruan namun
11,4
bahwa logam hampir tidak ada
terkorosi semua endapan putih.
sisinya.
Logam agak
Larutan tidak
berwarna jingga
berwarna dan
kehitaman dan
sedikit seklai
11,6 tidak terlalu hitam
endapan yang
pada semua sisinya
berada pada
sehingga logam
bawah larutan.
sudah terkorosi
semua msih
Logam sisi. Larutan tidak ada
berwarna seperti endapan putih
aslinya dan sedikit dan tidak
11,8
sekali agak berwarna biru
kehitaman pada seperti larutan
beberapa bagian lainnya.
sisinya.
Logam berwarna
Larutan agak
sangat hitam dan
keruh dan
tidak ada warna asli
12 endapan yang ada
daru Cu dan juga
juga tidak terlalu
logam terkorosi
banyak.
semuanya.

Tabel IV.10 Hasil Pengamatan Logam Fe pada Larutan NaOH selama 312 jam
Perendaman
Perubahan
pH Visual
NaOH Loga Larut Gamb
mmm an ar

Larutan sangat
Logam sangat tidak
keruh dan tidak
11,2 terlihat ada warna
ada warna
kehitaman.
kebiruan.

LABORATORIUM DIAGRAM ALIR DAN PEMILIHAN IV-9


BAHAN
TEKNIK KIMIA INDUSTRI
FV-ITS
BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN
PEMBAHASAN PEMBAHASAN

Logam sedikit
Larutan sanagt
sekali bercak-
bening dan sedikit
11,4 bercak yang ada
sekali endapan
warna jingga
putihnya.
kehitamannya.

Larutan berwarna
Logam berwarna
bening dan tidak
kehitaman hanya
11,6 ada warna biru
dibagian-bagian
dan sedikit sekali
tertentu.
endapannya.

Larutan berwarna
Logam di pojok sisi- keruh dan
11,8 sisinya berwarna endapan putih
jingga. tidak terlalu
banyak.

Logam sedikit
Larutan tidak
sekali yang
terlalu ada
berwarna jingga
12 endapan, tidak
atau hitam
berwarna
sehingga tidak
kebiruan.
terlalu terkorosi.

Tabel IV.11 Hasil Pengamatan Logam Cu pada Larutan NaOH selama 312 jam
Perendaman
Perubahan
pH Visual
NaOH Loga Larut Gamb
mmm an ar
Logam sagat hitam
Larutan sangat
warnnaya sehingga
keruh dan hampir
bisa dikatakan
11,2 menjadi putih
bahwa logamnya
dikarenakan
sudah terkorosi
endapannya.
semuanya.

LABORATORIUM DIAGRAM ALIR DAN PEMILIHAN IV-10


BAHAN
TEKNIK KIMIA INDUSTRI
FV-ITS
BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN
PEMBAHASAN PEMBAHASAN
Logam hampir
Larutan agak
semua sisi berubah
kebiruan dengan
warna menjadi
11,4 sedikit emdapan
hitam dan logam
putih didasar
sudah mengalami
larutan.
korosi.

Logam berwarna
Larutan sedikit
hitam semua sisi
11,6 ada endapan dan
dan logam tersebut
keruh
sudah terkorosi.

Laruran tidak
Logam warnanya berwarna dan
11,8 masih hampir sama hampir
dengan warna asli. endapannya tidak
ada.

Logam berwarna Larutan sangat


hitam tetapi masih keruh dan
12
agak ada jingganya endapan sangat
sedikit. banyak.

Tabel IV.12 Hasil Pengamatan Logam Fe pada Larutan NaOH selama 360 jam
Perendaman
Perubahan
pH Visual
NaOH Loga Larut Gamb
mmm an ar

Logam tidak
terkorosi karena Larutan agak
11,2
warnanya hitam keruh.
sanagt sedikit.

LABORATORIUM DIAGRAM ALIR DAN PEMILIHAN IV-11


BAHAN
TEKNIK KIMIA INDUSTRI
FV-ITS
BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN
PEMBAHASAN PEMBAHASAN

Terdapat banyak Larutana ada


11,4 bercak–bercak sedikit endapan
jingga kehitaman. putih.

Larutan tidak
Logam hanya
11,6 keruh dan sedikit
sedikit terkorosi.
endapan putih.

Logam sedikit Larutan keruh


11,8 berwarna jingga tetapi sedikit
kehitaman. endapan putih.

Logam tidak
Larutan sedikit
banyak ada warna
12 keruh tetapi tidak
hitam ataupun
berubah jadi biru.
jingga.

Tabel IV.13 Hasil Pengamatan Logam Cu pada Larutan NaOH selama 360 jam
Perendaman
Perubahan
pH Visual
NaOH Loga Larut Gamb
mmm an ar

Logam sangat hitam Larutan tidak


sekali dan tidak ada berwarna dan
11,2
warna asli dari agak sedikit sekali
logam tersebut. keruh.

LABORATORIUM DIAGRAM ALIR DAN PEMILIHAN IV-12


BAHAN
TEKNIK KIMIA INDUSTRI
FV-ITS
BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN
PEMBAHASAN PEMBAHASAN

Logam sangat
hitam dan ditengah Larutan agak
11,4
ada warna asli dari sedikit kebiruan.
logam tersebut.

Logam berwarna
Larutan agak biru
hitam tanpa
11,6 sedikit dan ada
terkecuali disetiap
endapan sedikit.
sisinya.

Logam agak terang Larutan agak


11,8 warnanya dan tidak keruh dan
ada warna hitam. kebiruan.

Logam sangat Larutan sangat


12 jingga kehitaman keruh dan
disetiap bagiannya. kebiruan.

IV.2 Hasil Perhitungan


Tabel IV.14 Hasil Perhitungan Laju Korosi Fe pada HCl selama 360
jam Perendaman
Laju
pH ∆W ρ
Wo (gr) Wt (gr) A (inc )
2
Korosi
NaOH (mg) (g/cm3)
(Mpy)
11.2 5.12 5.13 10 7.87 3.24471 0.58088
11.4 4.66 4.67 10 7.87 2.92122 0.64521
11.6 4.31 4.33 20 7.87 2.7652 1.36322
11.8 4.24 4.26 20 7.87 2.87296 1.31209
12 4.34 4.36 20 7.87 2.9516 1.27713

Tabel IV.15 Hasil Perhitungan Laju Korosi Cu pada HCl selama 360 jam
Perendaman

LABORATORIUM DIAGRAM ALIR DAN PEMILIHAN IV-13


BAHAN
TEKNIK KIMIA INDUSTRI
FV-ITS
BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN
PEMBAHASAN PEMBAHASAN
Laju
pH ∆W ρ
Wo (gr) Wt (gr) A (inc2) Korosi
NaOH (mg) (g/cm3)
(Mpy)
11.2 2.19 2.2 10 8.94 9.8432 0.16856
11.4 2.16 2.17 10 8.94 9.344 0.17757
11.6 2.4 2.41 10 8.94 10.4296 0.15909
11.8 2.72 2.74 20 8.94 11.5618 0.28702
12 2.68 2.7 20 8.94 11.184 0.29671

IV.3 Pembahasan
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui pengaruh
perubahan pH dengan konsentrasi larutan NaOH dengan pH 11,2 ; 11,4 ;
11,6 ; 11,8 ; 12 terhadap laju korosi pada logam Cu dan Fe. Selain itu
adalah untuk mengetahui laju korosi pada sampel logam Cu dan Fe
dengan waktu perendaman 94 jam, 146 jam, 192 jam, 264 jam, 312 jam
dan 360 jam.
Praktikum ini dimulai dengan mempersiapkan alat dan bahan yang
diperlukan. Berikutnya yaitu merendam logam Cu dan Fe ke dalam HCl
hingga terlihat bersih lalu mencuci logam Cu dan Fe dengan air sabun
untuk membersihkan bekas HCl kemudian mengeringkannya. Penggunaan
HCl bertujuan untuk mempercepat pemutusan ikatan antara senyawa organic dan logam
sehingga karat dapat terlepas dari logam. Tahap selanjutnya adalah mengukur
dimensi logam Cu dan Fe yaitu panjang (p), lebar (l), dan tebal (d) dan
menimbang masing-masing logam Cu dan Fe. Setelah logam siap,
selanjutnya membuat larutan dengan variabel pH 11,2 ; 11,4 ; 11,6 ;
11,8 ; 12. Memasukkan logam Cu dan Fe pada masing-masing larutan
sesuai dengan variabel pH larutan. Selanjutnya mengamati perubahan
logam Cu, Fe, dan larutan sesuai variabel waktu perendaman selama
94, 146, 192, 264, 312, dan 360 jam. Tahap terakhir yaitu mengangkat
logam Cu dan Fe dari larutan kemudian mengeringkan dan mengukur
kembali dimensi logam serta menimbang beratnya sehingga dapat
menghitung laju korosi (mpy) pada logam Cu dan Fe.

LABORATORIUM DIAGRAM ALIR DAN PEMILIHAN IV-14


BAHAN
TEKNIK KIMIA INDUSTRI
FV-ITS
BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN
PEMBAHASAN PEMBAHASAN

Grafik IV.1 Hubungan pH dengan Laju Korosi Logam Cu dan Fe

Berdasarkan Grafik IV.1 Hubungan pH dengan Laju Korosi Logam


Cu dan Fe pada perendaman dengan larutan NaOH selama 360 jam.
Pada logam Fe dengan pH 11,2; 11,4; 11,6; 11,8 dan 12 diperoleh
masing-masing data laju korosi yaitu 0,5808 mpy; 0,6452 mpy; 1,3632
mpy; 1,312 mpy dan 1,2771 mpy. Sedangkan pada logam Cu dengan pH
11,2; 11,4; 11,6; 11,8 dan 12 diperoleh masing-masing data laju korosi
yaitu 0,16885 mpy; 0,1775 mpy; 0,1591 mpy; 0,287 mpy dan 0,2967
mpy.
Berdasarkan grafik diatas dapat dilihat bahwa laju korosi logam Fe
semakin besar atau semakin tinggi pH , laju korosinya juga semakin
tinggi tetapi ketika pH 11,8 dan 12 laju korosi menurun. Sedangkan laju
korosi pada logam Cu terlihat semakin naik saat pH 11,2 dan 11,4 tetapi
turun ketika pada pH 11,6 dan kemudain naik lagi saat pH 11,8 dan 12.
Hal ini tidak sesuai dengan literatur yang menyebutkan bahwa pH netral
adalah 7, sedangkan pH< 7 bersifat asam dan korosif, sedangkan untuk
pH > 7 bersifat basa juga korosif. Tetapi untuk besi, laju korosi rendah
pada pH antara 7 sampai 13. Laju korosi akan meningkat pada pH < 7
dan pada pH > 13 (Sidiq, 2017).
Ketidaksesuaian antara hasil percobaan dengan literatur
disebabkan oleh pengukuran pada pH meter yang kurang akurat
dikarenakan kesalahan saat penggunaannya. Sebelum pH meter
elektronik digunakan, ujung katoda indikator dicuci dengan aquades,
kemudian dibersihkan dengan tissue. Kemudian pH meter elektronik
dikalibrasi dengan ujung katoda dicelupkan ke dalam larutan buffer 4
dan 7 (Wahyudi, 2006).

LABORATORIUM DIAGRAM ALIR DAN PEMILIHAN IV-15


BAHAN
TEKNIK KIMIA INDUSTRI
FV-ITS
BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN
PEMBAHASAN PEMBAHASAN

Grafik IV.2 Hubungan pH dengan ∆t Logam Fe dan Cu

Berdasarkan Grafik IV.2 Hubungan pH dengan ∆t Logam Fe dan


Cu pada perendaman dengan larutan NaOH selama 360 jam. Pada
logam Fe dengan pH 11,2; 11,4; 11,6; 11,8 dan 12 diperoleh masing-
masing data selisih ketebalan logam yaitu 0 cm; 0 cm; 0,001 cm; 0 cm
dan 0,001 cm. Pada Logam Cu dengan pH 11,2; 11,4; 11,6; 11,8 dan 12
diperoleh masing-masing data selisih ketebalan logam yaitu 0,001 cm; 0
cm; 0 cm; 0,001 cm dan 0,002 cm.
Berdasarkan grafik diatas dapat dilihat bahwa pada logam Fe, pH
tidak berpengaruh pada ketebalan logam tetapi ketika pH 11,6 grafik
terlihat mengalami kenaikan. Sedangkan pada logam Cu saat pH 11,2
grafik sudah mengalami kenaikan lalu menurun saat pH 11,4. Saat pH
11,4 ke pH 11,6 grafik tidak mengalami perubahan atau konstan dan
kemudian saat pH 11,8 dan 12 mengalami kenaikan seiring dengan
tingginya nilai pH. Hal ini tidak sesuai dengan literatur yang ada yang
menyebutkan bahwa laju korosi akan berbanding lurus dengan
pengurangan ketebalan. Pada jurnal penentuan laju korosi dan sisa
umur pakai (remaining service life / rsl) pada pipa tanki free water
knockout (fwko) di PT Pertamina ep Indramayu Desa Balongan
Kecamatan Balongan Provinsi Jawa Barat, laju korosi yang tinggi dan
pengurangan ketebalan pipa pada titik pengamatan 1, 2 dan 3 dapat
didukung karena adanya kenaikan nilai pH (Sriyanti, 2017).
Ketidaksesuaian antara hasil percobaan dengan literatur
disebabkan oleh pengukuran pada pH meter yang kurang akurat
dikarenakan kesalahan saat penggunaannya. Sebelum pH meter
elektronik digunakan, ujung katoda indikator dicuci dengan aquades,
kemudian dibersihkan dengan tissue. Kemudian pH meter elektronik
dikalibrasi dengan ujung katoda dicelupkan ke dalam larutan buffer 4
dan 7 (Wahyudi, 2006).

LABORATORIUM DIAGRAM ALIR DAN PEMILIHAN IV-16


BAHAN
TEKNIK KIMIA INDUSTRI
FV-ITS
BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN
PEMBAHASAN PEMBAHASAN

Grafik IV.3 Hubungan pH dengan ∆w Logam Cu dan Fe

Berdasarkan Grafik IV.3 Hubungan pH dengan ∆w Logam Cu dan


Fe pada perendaman dengan larutan NaOH selama 360 jam. Pada logam
Fe dengan pH 11,2; 11,4; 11,6; 11,8 dan 12 diperoleh masing-masing
data selisih berat logam yaitu 0,01 gram; 0,01 gram; 0,02 gram; 0,02
gram dan 0,02 gram. Pada logam Cu dengan pH 11,2; 11,4; 11,6; 11,8
dan 12 diperoleh masing-masing data selisih berat logam yaitu 0,01
gram; 0,01 gram; 0,01 gram; 0,02 gram dan 0,02 gram.
Berdasarkan grafik diatas dapat dilihat bahwa pada logam Fe saat
pH 11,2 sampai 11,4 grafiknya tidak mengalami perubahan tetapi saat
pH 11,6, grafik naik dan konstan sampai pH 12. Sedangkan logam Cu
grafik berada pada titik konstan yaitu saat pH 11,2 sampai pH 11,6 lalu
naik saat pH 11,8 kemudian konstan sampai pH 12. Hal ini tidak sesuai
dengan literatur yang ada pada jurnal studi korosi besi cor kelabu
dilingkungan temperatur tinggi yang mengandung H2SO4 dan NaCl yaitu
berdasarkan pengujian dapat dikatakan bahwa semakin lama waktu
pengujian maka semakin banyak pengurangan berat yang akan dialami
oleh specimen (Mahyoedin, 2016).
Ketidaksesuaian antara hasil percobaan dengan literatur
disebabkan oleh pengukuran pada pH meter yang kurang akurat
dikarenakan kesalahan saat penggunaannya. Sebelum pH meter
elektronik digunakan, ujung katoda indikator dicuci dengan aquades,
kemudian dibersihkan dengan tissue. Kemudian pH meter elektronik
dikalibrasi dengan ujung katoda dicelupkan ke dalam larutan buffer 4
dan 7 (Wahyudi, 2006).

LABORATORIUM DIAGRAM ALIR DAN PEMILIHAN IV-17


BAHAN
TEKNIK KIMIA INDUSTRI
FV-ITS