Anda di halaman 1dari 12

KOMPOSIT KERAMIK BETON

DISUSUN OLEH : KELOMPOK 4


- NUR AZIZAH 41117210019
- RADJIP IRDHAM 41117210065
- RAMA PUTRA 41117210032
- ROISMAN ANUGERAH H 41117210051
DOSEN :
IRRIENE INDAH SUSANTI, ST, MT

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MERCU BUANA
BEKASI
2018
Kata Pengantar
Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Penulisan makalah yang
berjudul “KOMPOSIT KERAMIK BETON”.

Ucapan terima kasih penulis ucapkan kepada semua pihak yang telah membantu menyiapkan,
memberikan masukan, dan menyusun makalah yang disusun untuk memenuhi tugas mata
kuliah BAHAN BANGUNAN DAN PENGGANTI MATERIAL. Penulis juga menyadari
bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang
dapat dijadikan masukan dari pembaca sangat diharapkan guna menyempurnakan makalah ini
dalam kesempatan berikutnya.

Semoga penulisan makalah ini dapat bermanfaat bagi pengembangan ilmu pendidikan dan
perkembangan ilmu pengetahuan, serta para pembaca.

Bekasi, 14 Maret 2018

Penulis

2
Daftar Isi

Kata Pengantar ....................................................................................................................................... 2


Daftar Isi ................................................................................................................................................. 3
BAB I PENDAHULUAN............................................................................................................................. 4
1. Latar Belakang ............................................................................................................................ 4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA .................................................................................................................... 5
A. Pengertian Komposit .................................................................................................................. 5
B. Penyusun Komposit.................................................................................................................... 6
C. Karakteristik Komposit ............................................................................................................... 6
D. Klasifikasi Komposit ................................................................................................................... 6
E. Keunggulan Komposit ................................................................................................................ 7
F. Pengertian Keramik .................................................................................................................... 7
G. Klasifikasi Keramik ..................................................................................................................... 8
H. Komposit Keramik Beton ........................................................................................................... 8
I. Teknologi Dak Keraton ............................................................................................................... 8
J. Keuntungan dan Kerugian.......................................................................................................... 9
BAB III Penutup .................................................................................................................................... 11
A. Kesimpulan ............................................................................................................................... 11
B. Saran ......................................................................................................................................... 11
Daftar Pustaka ...................................................................................................................................... 12

3
BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Seiring dengan kemajuan jaman saat ini, manusia memperoleh banyak kemudahan dalam
segala proses kehidupannya. Hal ini tidak lepas dari berkembangnya teknologi dan
pengaplikasiannya di segala bidang, termasuk bidang konstruksi. Banyak teknologi baru
diperkenalkan dan diaplikasikan di bidang konstruksi untuk membuat proses konstruksi menjadi
efisien baik dari segi waktu pelaksanaan maupun biaya pelaksanaan.

Salah satu pengembangan teknologi di bidang konstruksi adalah pengembangan dari


material yang digunakan. Di bidang konstruksi bangunan, dikenal istilah struktur konstruksi, yaitu
rangkaian struktur dari pondasi, sloof, kolom, balok dan plat lantai. Khususnya untuk konstruksi
plat lantai, masyarakat Indonesia cenderung lebih mengenal plat lantai dengan material cor beton.
Namun demikian, material baru untuk plat lantai yaitu keramik komposit beton (Dak Keraton)
mulai diperkenalkan dan diaplikasikan pada proyek – proyek konstruksi di Indonesia.

Ditinjau dari proyek – proyek konstruksi yang belakangan ini dilaksanakan , Dak Keraton
sudah mulai banyak digunakan terutama pada proyek skala kecil sampai menengah. Lokasi proyek
yang tidak dapat dilalui oleh ready mix membuat Dak Keraton menjadi sebuah opsi untuk
digunakan sebagai material pembentuk plat lantai. Selain itu, dengan memiliki kuat tekan setara
dengan dak konvensional K300, Dak Keraton dinilai lebih memiliki keunggulan dibandingkan dak
beton konvensional.

Ukuran standar Dak Keraton yang saat ini digunakan yaitu 25 x 20 x 10 cm, Dengan
ketebalan Dak Keraton 10 cm ditambah dengan ketebalan flooring 2 cm, Dak Keraton memiliki
berat 180 - 225 kg/m2, sedangkan dak beton konvensional dengan ketebalan yang sama memiliki
berat 250 kg/m2. Dengan demikian Dak Keraton lebih ringan daripada dak konvensional.

Dak ini juga dinilai lebih hemat (efisien) karena tidak memerlukan banyak perancah,
material cor beton (semen, pasir, dan kerikil) dan juga tulangan. Dak Keraton menggunakan
tulangan plat satu arah, maka besi yang digunakan hanya sedikit. Untuk pembuatan 1 m2 plat
lantai dengan material Dak Keraton tidak membutuhkan material semen, pasir, kerikil, dan air
sebanyak bila menggunakan dak konvensional. Berdasarkan fakta tersebut, Dak Keraton diklaim
lebih cepat dalam pemasangannya dan pelaksanaannya.

4
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

KOMPOSIT

A. Pengertian Komposit
Komposit adalah perpaduan dari bahan yang dipilih berdasarkan kombinasi sifat fisik
masing-masing material penyusun untuk menghasilkanmaterial baru dengan sifat yang unik
dibandingkan dengan sifat material dasar sebelum dicampur dan terjadi ikatan antar
permukaan antara masing-masingmaterial penyusun. Dengan adanya perbedaan dari
material penyusunnya makakomposit antar material harus berikatan dengan kuat sehingga
perlu adanya penambahan wetting agent.

Beberapa definisi komposit ini dari beberapa tahap seperti yang telahdigariskan
oleh Schwartz :

• Tingkat dasar : pada molekul tunggal dan kisi kristal, bila material yangdisusun dari dua atom
atau lebih disebut komposit (contoh senyawa, paduan, polymer dan keramik).
• Mikrostruktur : pada kristal, phase dan senyawa, bila material disusundari dua phase atau
senyawa atau lebih disebut komposit (contoh paduanFe dan C)
• Makrostruktur : material yang disusun dari campuran dua atau lebih penyusun makro yang
berbeda dalam bentuk atau komposisi dan tidak larut satu dengan yang lain disebut material
komposit (definisi secaramakro ini yang biasa dipakai. Secara umum material komposit
didefinisikan sebagai campuran makroskopik antara serat dan matriks.Serat berfungsi
memperkuat matriks. Matriks berfungsi melindungi seratdari efek lingkungan dan kerusakan
akibat benturan (impact).

Kroschwitz dan rekan telah menyatakan bahwa komposit adalah bahanyang


terbentuk apabila dua atau lebih komponen yang berlainan digabungkan.Rosato dan Di
Matitia pula menyatakan bahwa plastik dan bahan-bahan penguatyang biasanya dalam
bentuk serat, dimana ada serat pendek, panjang, anyaman pabrik atau lainnya. Selain itu ada
juga yang menyatakan bahwa bahan kompositadalah kombinasi bahan tambah yang
berbentuk serat, butiran atau cuhisker seperti pengisi serbuk logam, serat kaca,karbon,
aramid (kevlar), keramik, danserat logam dalam julat panjang yang berbedabeda didalam
matriks.

Definisi yang lebih bermakna yaitu menurut Agarwal dan Broutman,


yaitumenyartakan bahwa bahan komposit mempunyai ciri-ciri yang berbeda untuk
dankomposisi untuk menghasilkan suatu bahan yang mempunyai sifat dan ciritertentu yang
berbeda dari sifat dan ciri konstituen asalnya. Disamping itukonstituen asal masih kekal dan
dihubungkan melalui suatu antara muka.Konstituen-konstituen ini dapat dikenal pasti secara
fisikal. Dengan kata lain, bahan komposit adalah bahan yang heterogen yang terdiri dari
darifasa tersebar dan fasa yang berterusan. Fasa tersebar selalunya terdiri dari serat atau
bahan pengukuh, manakala yang berterusannya terdiri dari matriks.

5
B. Penyusun Komposit

Komposite tersusun oleh matriks dan filler. Filler adalah bahan pengisiyang digunakan
dalam pembuatan komposit, biasanya berupa serat atau serbuk.serat yang sering digunakan
dalam pembuatan komposit antara lain serat E-Glass,Boron, Carbon dan lain sebagainya. Bisa
juga dari serat alam antara lain seratkenaf, jute, rami, cantula dan lain sebagainya. Menurut
Gibson R.F, (1994) mengatakan bahwa matrik dalam struktur komposit bisa berasal dari bahan
polimer, logam, maupun keramik. Matrik secara umum berfungsi untuk mengikatserat
menjadi satu struktur komposit. Matrik memiliki fungsi sebagi berikut :

a) Mengikat serat menjadi satu kesatuan struktur.


b) Melindungi serat dari kerusakan akibat kondisi lingkungan.
c) Mentransfer dan mendistribusikan beban ke serat.
d) Menyumbangkan beberapa sifat seperti, kekakuan, ketangguhan dantahanan listrik.

Ada dua penyusun komposit atau lebih menimbulkan beberapa daerah dan istilah
penyebutannya. Matrik (penyusun dengan fraksi volume terbesar), Penguat(penahan beban
utama), Intherphase (pelekat antar dua penyusun), Interface(permukaan phase yang
berbatasan dengan phase lain).

C. Karakteristik Komposit

Sifat maupun karakteristik komposit ditentukan oleh :

• Material yang menjadi penyusun komposit


Karakteristik komposit ditentukan berdasarkan karakteristik material penyusun menurut rule
of mixture sehingga akan berbanding secara proporsional
• Bentuk dan penyusunan struktural
Bentuk dan cara penyusun komposit akan mempengaruhi karakteristik komposit
• Interaksi antar penyusun
Bila terjadi interaksi antar penyusun maka akan meningkatkan sifatdari komposit

Sifat bahan komposit tidak hanya ditentukan oleh komposisi bahan pembangunnya,
melainkan juga geometri (ukuran partikel, distribusi danorientasi) dan konsentrasi bahan
pembangunnya.

D. Klasifikasi Komposit

Berdasarkan matrik, komposit dapat diklasifikasikan kedalam tigakelompok besar


yaitu:
a) Komposit matrik logam (KML), logam sebagi matrik
b) Komposit matrik polimer (KMP), polimer sebagai matrik
c) Komposit matrik keramik (KMK), keramik sebagai matrik

Bahan komposit dapat dikelompokkan kedalam empat bagian utama yaitu:


A. Matriks merupakan penyusun dasar komposit yang memiliki jumlah besar.Matriks
dapat berupa logam, keramik atau polimer.
B. Bahan penguat (Reinforcement) merupakan penyusun komposit yangmemperkuat
dan meningkatkan sifat-sifat mekanik matriks.

6
C. Bahan pengisi (filter) merupakan bahan untuk meningkatkan sifat dan jumlah bahan
komposit sehingga mengurangi biaya produksi.
D. Bahan penambah (Additive) merupakan bahan untuk meningkatkan rekatanantar
matriks dan penguat.

E. Keunggulan Komposit
Bahan komposit memiliki banyak keunggulan. Diantaranya berat yanglebih ringan,
kekuatan dan kekuatan yang lebih tinggi, tahankorosi dan memiliki biaya perakitan yang lebih
murah karena berkurangnya jumlah komponen dan baut-baut penyambung.Kekuatan tarik
dari komposit serat karbonlebih tinggidaripada semua paduan logam (William, 2003).

KERAMIK
F. Pengertian Keramik
Pengetahuan dan seni menggunakan dan membuat benda padat dari bahan
anorganik non metalik dikenal sebagai keramik. Kata keramik berasal dari kataYunani keramos
yang artinya seni dan pengetahuan membuat dan menggunakan bahan padat yang dibentuk
dengan aksi panas dari bahan baku tanah (earthy rawmaterials). Dari pengertian keramik
diatas, yang termasuk didalamnya tidak hanya bahan-bahan seperti gerabah, porselen, semen
dan gelas, akan tetapi termasuk juga magnet non metal, feroelektrik, bahan kristal tunggal,
superkonduktor dan bahan lain yang akan ditemukan pada saat mendatang. Karena variasi
jenis bahankeramik banyak, maka dapat dibuat produk-produk keramik yang banyak
pulavariasinya. Dari ukuran mikroskopik whisker, magnet yang tipis, substrat chipshingga
ukuran dalam orde ton seperti blok-blok bahan tahan panas (refractory)tungku, demikian juga
bahan transparan yang tidak berporositas seperti kristalgelas.

Keramik memiliki karakteristik yang memungkinkannya digunakan untuk berbagai


aplikasi termasuk :

• kapasitas panas yang baik dan konduktivitas panas yang rendah


• Tahan korosi. Sifat listriknya dapat insulator, semikonduktor,konduktor bahkan
superkonduktor.
• Sifatnya dapat magnetik dan non-magnetik.
• Tahan kejut termal, keras dan kuat, namun rapuh.

Dua jenis ikatan dapat terjadi dalam keramik , yakni ikatan ionik dankovalen. Sifat
keseluruhan material bergantung pada ikatan yang dominan.Klasifikasi bahan keramik dapat
dibedakan menjadi dua kelas : kristalin danamorf (non kristalin). Dalam material kristalin
terdapat keteraturanjarak dekatmaupun jarak jauh, sedang dalam material amorf mungkin
keteraturan jarak pendeknya ada, namun jarak jauh keteraturannya tidak ada. Beberapa
keramik dapat berada dalam kedua bentuk tersebut, misalnya SiO2.

Jenis ikatan yang dominan (ion dan kovalen) dan struktur internal(kristalin atau
amorf) mempengaruhi bahan-bahan keramik. Umumnya senyawakeramik lebih stabil dalam
lingkungan termal dan kimia dibandingkan elemennya.Bahan baku keramik yang umum
dipakai adalah felspard, ball clay, kuarsa, kaolin,dan air.Sifat keramik sangat ditentukan oleh
struktur kristal, komposisi kimia, danmineral. Oleh karena itu sifat keramik juga tergantung
lingkunan geologi dimana bahan diperoleh. Secara umum strukturnya sangat rumit dengan
sedikit elektron bebas. Kurangnya beberapa elektron bebas kermaik membuat sebagian besar
bahan keramik secara kelistrikanbukan merupakan konduktor dan juga mejadikonduktor

7
panas yang jelek. Di samping itu keramik mempunyai sifat rapuh,keras, dan kaku. Keramik
secara umum mempunyai kekuatan tekan lebih baik dibanding dengan kekuatan tariknya.

G. Klasifikasi Keramik
Dari pandangan sejarah perkembangannya, keramik dapat dikelompokkanmenjadi
dua kelompok besar, yaitu keramik tradisional dan keramik baru.

 Keramik tradisional yaitu keramik yang dibuat dengan mengguanakan bahan alam, seperti
kuarsa, kaolin, dll. Keramik ini merupakan hasil produk silikat, produk lempung (clay), semen,
dan gelas silikat. Ynagtermasuk keramin ini adalah : barang pecah belah(dinnerware) ,
keperluanrumah tangga(tile, bricks),dan untuk industri(refactroy).
 Keramik Baru
Fine Ceramics(keramik modern atau bisa disebut keramik teknik, advanced ceramic,
engineering ceramic) adalah keramik yang dibuat dengan menggunakan oksida-oksida logam
atau logam, seperti : oksidalogam (Al2O3, ZrO2, MgO, dll). Pengguananya :
semikonduktor,elemen pemanas, komponen turbin, dan pada bidang medis. Keramik
modernmempunyai keunikan atau sifat yang menonjol yang tahan terhadaptemperatur
tinggi, sifat mekanis yang lebih baik, sifat listrik yang spesifik,tahan terhadap bahan kimiawi,
menjadikan keramik menjadi berkembang.

KOMPOSIT KERAMIK BETON

H. Komposit Keramik Beton


KERATON (Keramik Komposit Beton) merupakan teknologi alternatif untuk membuat
struktur dak lantai selain dari bahan beton. Jadi apabila kita ingin meningkat rumah kita,
teknologi ini bisa diterapkan untuk membuat dak lantai 2 dengan waktu yang relatif lebih
cepat jika dibanding dengan menggunakan dak beton. Keraton terbuat dari tanah liat
(keramik) yang dibuat dengan cara di extrude sehingga berbentuk menyerupai kubus dengan
rongga dibagian tengahnya.

Dak Keraton lahir atas kerjasama beberapa negara di Eropa (Jerman dan Belanda)
sekitar seratus tahun yang lalu. Kemudian teknologi material ini dibawa ke Indonesia melalui
proyek Bantuan Teknis Pembangunan Industri Bahan Bangunan yang diawasi oleh
UNIDO/UNDP (PBB Project INS/740/034). Pada proyek penelitian yang berlangsung sekitar
tahun 1977, dak Keraton diteliti penggunaannya pada sebuah rumah contoh di Puslitbangkim
Cipta Karya Pekerjaan Umum.

Aplikasi material pada penelitian ini merupakan pengembangan dari Ir. Emon
Sulaiman (Alm) dan Nasan Subagia. Kemudian dikembangan lagi dengan modifikasi model
oleh Ir. Judadi tahun 1984. Setelah itu pada tahun 1990, oleh Ir. Bambang Mursodo
dikembangkan lagi modifikasinya.

I. Teknologi Dak Keraton

Teknologinya cukup unik. Elemen penyusunnya adalah blok-blok keramik yang


terpisah. Blok keramik ini mempunyai rongga yang jika kita perhatikan secara seksama ,
rongganya menyerupai huruf “V”. Untuk membuat plat atau dak lantai, blok-blok keraton ini

8
dirangkai dan direkatkan dengan beton. Untuk memperkuat strukturnya, keraton juga diberi
tulangan baja yang diletakkan di keempat sisinya dan kemudian dicor dengan beton.

Pemberian tulang dilakukan dengan penulangan searah. Hal ini karena tulangan
hanya dikaitkan dengan dua blok yang berhadapan yang berfungsi sebagai tulangan tarik.
Maksud tulangan dipasang pada ke empat sudut, agar mampu menerima lentur pada semua
arah. Jika melihat penampilannya, maka tulangan tersebut juga berfungsi sebagai pengikat
yang berfungsi seperti lem.

Pada tahap ini, agar dapat menjadi blok yang baik dan dapat diangkat dengan aman
untuk dipasang di lantai atas maka sangat bergantung cara memasang tulangan dan ikatan
betonnya. Perlu presisi yang cukup baik, karena kalau tidak itu blok menjadi tidak lurus (saling
bergeser).

Kemudian setelah terangkai dengan baik, rangkaian blok keramik tersebut


dipasangkan pada struktur lantai 2 dan selanjutnya di cor secara menyeluruh diseluruh
permukaan rangkaian blok-blok keramik bagian atas.

Inilah yang disebut keramik komposit beton atau gabungan struktur dari bahan
keramik dan beton. Bagian yang dicor cukup tipis, kurang dari 3 cm. Maka yang dapat
diandalkan adalah beton di pinggir-pinggir keramik tersebut, fungsinya seperti balok rib.
Secara prinsip itu semua memang dapat bekerja sebagai elemen balok struktur. Bahkan pihak
produsennya telah mengujinya di laboratorium.

J. Keuntungan dan Kerugian

 KEUNTUNGAN
a. BOBOTNYA LEBIH RINGAN

Sekitar 130-150 kg/m2 dibandingkan dengan beton 288 kg/m2. Ini karena Keraton
memiliki rongga didalam dan material pembentuknya adalah tanah liat. Bobot yang ringan ini
menyebabkan beban strukur yang didukung oleh kolom bisa dihemat. Selain itu, keuntungan
bobot yang ringan akan memperkecil gaya gempa yang diterima oleh stuktur bangunan. Ini
berarti bila mengalami keruntuhan, lantai tidak akan runtuh dalam bentuk lempengan besar
dan berat tetapi dalam bentuk lempengan kecil-kecil.

b. EKONOMIS DIBANDINGKAN DENGAN BETON.

Dak beton dibentuk dari pasir, batu pecah dan semen kemudian diberi tulangan baja.
Bila menggunakan keraton, maka pemakaian beton dapat dihemat hingga 60%. Ini karena
pengecoran beton hanya dilakukan pada lapisan diatas keraton (setebal 1-3cm) dan celah
antara satu keraton dengan keraton lainnya. Tulangan baja yang digunakannya pun juga lebih
sedikit karena menggunakan sistem tulangan searah. Secara mandiri dapat berfungsi sebagai
perancah tetap, dipasang tanpa perlu pembongkaran. Jadi jelas dari segi perancah ada
penghematan.

c. CEPAT PELAKSANAANYA

Bila menggunakan beton, plat/dak lantai harus diberi bekisting untuk menahan
cetakannya. Sedangkan dengan keraton anda tidak perlu menggunakan cetakan dan bekisting

9
dalam jumlah yang banyak. Bekisting hanya diletakkan pada ujung tumpuan balok. Karena
keuntungan ini, anda dapat membuat plat/dak beton tanpa harus membongkar atap rumah
keseluruhan terlebih dahulu. Tidak hanya itu, bila rumah anda dibangun dari awal dengan
menggunakan bekisting yang minim, pekerjaan finishing di lantai bawah dapat segera
diselesaikan tanpa harus menunggu selesainya pembuatan plat/dak beton di atasnya.

d. ISOLATOR PANAS DAN BUNYI

Rongga didalam bata keraton ini juga memberikan keuntungan tambahan yaitu dapat
meredam panas dan bunyi karena berfungsi sebagai isolator.

e. DAPAT DIGUNAKAN PADA BANGUNAN 2 SAMPAI 5 LAINTAI.


f. TIDAK MEMERLUKAN BEKISTING ATAU PAPAN COR.

 KELEMAHAN

a. HANYA COCOK UNTUK DAK PERSEGI

Karena memakai konsep balok, maka lantainya adalah one-way-slab, pengalihan


beban dalam satu arah saja. Jadi bentuk lantai yang cocok adalah persegi, dimana balok
komposit keraton tersebut ditempatkan pada arah pendeknya. Jadi jika digunakan pada lantai
berbentuk bujur sangkar dimana pada keempat sisinya ada balok tumpuan yang di cor
sekaligus maka sistem ini tidak cocok.

b. KETEBALAN LAPISAN BETON TERLALU TIPIS.

Karena bagian beton atau mortar yang menjadi komposit relatif tipis, maka perilaku
beban yang cocok adalah lentur global. Jika bebannya kebanyakan merata, lebih cocok, jika
dibanding beban terpusat. Jika dipaksa, maka sebaiknya ketebalan beton ditambah, minimal
5 atau 6 cm dengan di atasnya ditambah tulangan. Masalahnya apakah teknologi ini mampu
berdiri sendiri, karena jelas jika beton ditambah maka akan bertambah berat juga.

c. KONEKSI DENGAN PLAFON

Untuk pemasangan plafon di bagian bawah, hati-hati. Perlu ditanya apakah


keramiknya nggak pecah jika dipaku. Apalagi paku beton. Karena biasanya semakin keras itu
keramik, maka semakin non-ductile (getas).

10
BAB III
Penutup
A. Kesimpulan
Komposit adalah perpaduan dari bahan yang dipilih berdasarkan kombinasi sifat fisik
masing-masing material penyusun untuk menghasilkanmaterial baru dengan sifat yang unik
dibandingkan dengan sifat material dasar sebelum dicampur dan terjadi ikatan antar permukaan
antara masing-masingmaterial penyusun.

Pengetahuan dan seni menggunakan dan membuat benda padat dari bahan anorganik
non metalik dikenal sebagai keramik. Kata keramik berasal dari kataYunani keramos yang artinya
seni dan pengetahuan membuat dan menggunakan bahan padat yang dibentuk dengan aksi
panas dari bahan baku tanah (earthy rawmaterials).

Dan salah satu contoh dari komposit keramik yaitu KERATON (Keramik Komposit Beton)
merupakan teknologi alternatif untuk membuat struktur dak lantai selain dari bahan beton.
Keraton terbuat dari tanah liat (keramik) yang dibuat dengan cara di extrude sehingga berbentuk
menyerupai kubus dengan rongga dibagian tengahnya.

B. Saran
Dengan membaca makalah ini penulis berharap semoga pembaca dapat lebih mengenal
dan mengerti tentang materi komposit ini.

Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, karna akan ditemukan banyak
kelemahan dan kekeliruan, baik dalam penulisan atau penyajian. Oleh karena itu, penulis
berharap adanya masukan dari pembaca sehingga kedepan mampu lebih baik dalam
penyelesaiannya.

11
Daftar Pustaka
https://jansetiawan.wordpress.com/2013/04/18/keramik-matriks-komposit-kajian-literatur/

https://artiamitrapersada.blogspot.com/2016/06/mengenal-lebih-dekat-dengan-dak-
keraton.html?m=1

keratondakbeton.com

www.dakceilingbrick.com

rumah-masakini.blogspot.com

12