Anda di halaman 1dari 5

TRIASE

No. Dokumen :

No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit :

Halaman :

UPTD

PUSKESMAS
Basri, S.Kep, M.Si
NIP: 19670204 198511 1 001
JIKEN

1. Definisi 1. Triase adalah memilah – milah korban sesuai dengan tingkat kegawatannya
untuk menentukan prioritas tindakan.
2. Gawat darurat adalah Suatu keadaan yang terjadinya mendadak
mengakibatkan seseorang atau banyak orang memerlukan penanganan /
pertolongan segera dalam arti pertolongan secara cermat, tepat dan cepat.
Apabila tidak mendapatkan pertolongan semacam itu maka korban akan
mati atau cacat / kehilangan anggota tubuhnya seumur hidup.
3. Keadaan darurat adalah keadaan yang terjadinya mendadak, sewaktu-waktu
/ kapan saja, terjadi dimana saja, dan dapat menyangkut siapa saja sebagai
akibat dari suatu kecelakaan, suatu proses medik atau perjalanan suatu
penyakit.
2. Tujuan Sebagai acuan menentukan prioritas tindakan penanganan pasien sesuai dengan
tingkat kegawatan pasien
3. Kebijakan Sebagai pedoman pelaksanaan triase dalam menangani pasien gawat darurat di
Puskesmas jiken. Pelaksanaan triase dalam menangani pasien gawat darurat
harus mengikuti langkah-langkah yang tertuang dalam SPO

4. Referensi 1. Peraturan Menteri kesehatan No.75 tentang Puskesmas


2. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1457/Menkes/SK/ X/2003 tentang
Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di kabupaten/Kota;

5. Prosedur 1. Penderita datang diterima petugas / paramedis UGD,


2. In form concent (penandatangan persetujuan tindakan) oleh keluarga
pasien.
3. Diruang triase dilakukan anamneses,
4. Penderita diperiksa dengan singkat,
5. Penderita diperiksa dengan cepat(selintas) untuk menentukan derajat
kegawatannya. Oleh dokter/paramedis yang terlatih,
6. Penderita dibedakan menurut kegawatannya dengan memberi kode warna :
a. Hijau adalah warna untuk penderita tidak gawat dan tidak darurat.
Misalnya : Penderita Common Cold, gastritis, abses
b. Kuning adalah warna untuk penderita yang darurat tidak gawat dan
gawat tidak darurat, Misalnya : luka sayat dangkal
c. Merah adalah warna untuk penderita gawat darurat (pasien dengan
kondisi mengancam). Misalnya : Fraktur terbuka, trauma kepala,
Penderita stroke trombosis, luka bakar, Appendic acuta , CVA,
AMI, asma bronchial dll
d. Hitam adalah warna untuk penderita yang telah meninggal dunia
7. Penderita mendapatkan prioritas pelayanan dengan urutan warna : merah,
kuning, hijau, hitam
8. Pada waktu jam kerja penderita dengan warna kuning dikirim ke BP /
rawat jalan Unit terkait Poliklinik, Ruang perawatan,
9. Petugas mendokumentasikan identitas pasien,hasil pemeriksaan,tindakan
yang telah dilakukan,evaluasi tindakan,
10. Petugas merencanaan tindakan selanjutnya
6. Diagram Alir
In form consent
Penderita
datang diterima
petugas UGD
Penderita dipriksa
Diruang dilakukan
dgn singkat
anamneses

Membedakan kegawan
Menentukan derajat dgn memberi kode
kegawatannya olehpetugas PIII – PII - PI

Pada jam kerja penderita


PIII dikirim keBP/poli Penderita mendapatkan
prioritas dari PI-PII-PIII

Petugas
merencanakan
Petugas mendekumentasikan
tindakan
dan evaluasi tindakan
selanjutnya

7. Distribusi 1. Tim Manajemen


2. UGD
TRIASE Disahkan oleh
Kepala Puskesmas
No Kode :
Terbitan :
No.
DAFTAR Revisi :
TILIK Tgl.
Basri, S.Kep. M.Si
UPTD Mulai :
NIP.19670204 198511 1
PUSKESMAS Berlaku :
001
JIKEN
Halaman :

Unit : ……………………………………………………………………
Nama Petugas : ……………………………………………………………………
Tanggal Pelaksanaan : ……………………………………………………………………

No Langkah Kegiatan Ya Tidak TB


1 Apakah Penderita datang diterima petugas / paramedis UGD
2 Apakah in form concern (penandatangan persetujuan tindakan)
oleh keluarga pasien
3 Apakah Diruang triase dilakukan anamneses

4 Apakah Penderitadiperiksa dengan singkat


5 Apakah Penderita diperiksa dengan cepat(selintas) untuk
menentukan derajat kegawatannya. Oleh dokter/paramedis yang
terlatih
6 Apakah Penderita mendapatkan prioritas pelayanan dengan
urutan warna : merah, kuning, hijau, hitam
7 Apakah Penderita dibedakan menurut kegawatannya dengan
memberi kode warna :
a. Hijau adalah warna untuk penderita tidak gawat dan tidak
darurat. Misalnya : Penderita Common Cold, gastritis,
abses
b. Kuning adalah warna untuk penderita yang darurat tidak
gawat dan gawat tidak darurat, Misalnya : luka sayat
dangkal
c. Merah adalah warna untuk penderita gawat darurat (pasien
dengan kondisi mengancam). Misalnya : Fraktur terbuka,
trauma kepala, Penderita stroke trombosis, luka bakar,
Appendic acuta , CVA, AMI, asma bronchial dll
d. Hitam adalah warna untuk penderita yang telah meninggal
dunia
8 Apakah Petugas mendokumentasikan identitas pasien, hasil
pemeriksaan, tindakan yang telah dilakukan, evaluasi tindakan
9 Apakah Petugas merencanaan tindakan selanjutnya

Jumlah

Compliance rate (CR) : ……………..%


………………………………..,…………..
Pelaksana / auditor

……………………………………….
NIP: ………………..........................