Anda di halaman 1dari 40

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,


sehingga penyusunan Model “DIKLAT TENAGA BANGUNAN RUMAH
TINGGAL PAKET SATU DUA” ini dapat terselesaikan dengan baik.

Diklat Tenaga Bangunan Rumah Tinggal Paket Satu Dua,


merupakan rangkain diklat dari 5 paket yang seharusnya di ikuti oleh
peserta diklat. Model diklat ini di ilhami dari model pembangunan
rumah tinggal yang selama ini berlangsung di lingkungan kita.
Dimana dalam pembangunan sebuah rumah tinggal, pemilik modal
dan pengembang perumahan membagi tahapan pembangunannya
menjadi dalam bentuk paket-paket pekerjaan. Ada paling tidak 5
paket paket pekerjaan utama dalam setiap pembangunan rumah
tinggal. Begitu pula yang disampaikan oleh para ahli bangunan,
pelaksana bangunan dan para instruktur/guru bidang bangunan
gedung.

Bagitu pula pernyataan para praktisi di lapangan.


Pembangunan rumah tinggal yang diselenggarakan melalui proses
pemaketan pekerjaan ini, disamping memudahkan dalam
pemantauan kegiatan, pemilik modal khususnya dapat mengatur
kegiatan sesuai keinginan pemiliknya, hal ini akan menghasilkan
suatu kualitas bangunan yang jauh lebih baik.

i
Melihat kesepakatan para ahli bangunan dan praktisi
bangunan tersebut diatas, adalah sangat tepat sekali jika diklat
tenaga bangunan rumah tinggal diarahkan agar calon tenaga
bangunan memahami mekanisme proses pembangunan yang umum
ada dilingkungannya. Hal ini akan mendorong muculnya perilaku
profesional sesuai kondisi yang ada disekitarnya.

Kami berharap melalui diklat tenaga bangunan rumah


tinggal paket satu dua ini, bisa dihasilkan tenaga-tenaga bangunan
yang handal, menuju masyarakat Indonesia yang lebih baik.

Kepala PP-PAUD-DIKMAS

Ir. Djajeng Baskoro, M.Pd


NIP. 196306251990021001

DAFTAR ISI

ii
HALAMAN SAMPUL ----------------------------------------------------- i
KATA PENGANTAR------------------------------------------------------- ii
DAFTAR ISI----------------------------------------------------------------- v
BAB I PENDAHULUAN -------------------------------------------------- 1
1.1 Latar belakang ------------------------------------------------ 1
1.2 Dasar ------------------------------------------------------------- 4
1.3 Tujuan ----------------------------------------------------------- 5
BAB II KONSEP MODEL YANG DIKEMBANGKAN ----------------- 6
2.1 Pengertian ------------------------------------------------------- 6
2.2 Tujuan Program ------------------------------------------------ 9
2.3 Karakteristik Model ------------------------------------------- 10
2.4 Chart model ----------------------------------------------------- 17
III PENYELENGGARAAN PROGRAM---------------------------------- 18
3.1 Standar Kompetensi Latihan -------------------------------- 18
3.2 Kurikulum ------------------------------------------------------- 20
3.3 Pembelajaran --------------------------------------------------- 26
3.4 Peserta Didik ---------------------------------------------------- 29
3.5 Pendidik ---------------------------------------------------------- 29
3.6 Pengelolaan ----------------------------------------------------- 30
3.7 Sarana dan Prasarana ----------------------------------------- 32
3.8 Sarana dan Prasarana ----------------------------------------- 33
3.9 Pembiayaan ----------------------------------------------------- 36
IV. PENJAMINAN MUTU ----------------------------------------------- 39

iii
4.1 Standar Mutu Input ------------------------------------------ 39
4.2 Standar Mutu Proses----------------------------------------- 41
4.3 Standar Mutu Pelaksanaan dan Evaluasi---------------- 42
4.4 Standar Mutu Output ---------------------------------------- 43
V. Penutup ---------------------------------------------------------------- 44

5.1 Kesimpulan ----------------------------------------------------- 44


5.2 Saran ------------------------------------------------------------- 45

iv
I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Salah satu peluang kerja yang saat ini memiliki potensi
yang sangat besar adalah bidang jasa konstruksi (tenaga
bangunan rumah tinggal). Pada tahun 2015, jumlah tenaga kerja
bidang Jasa Konstruksi Indonesia terdapat 7,3 juta. Dari jumlah
tersebut mereka yang telah bersertifikat yaitu 6,5 persen, atau
124.864 pekerja ahli dan 353.425 pekerja terampil (Basuki, 2015).
Di sisi lain, arus investasi negara di bidang jasa konstruksi pada
hingga tahun 2019 mencapi 500 triliun rupiah. Membandingkan
antara pertumbuhan tenaga kerja bidang jasa konstruksi dengan
besarnya arus investasi tersebut menunjukkan bahwa peluang
kerja bidang jasa konstruksi masih sangat terbuka. Oleh karena
itu, program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam
memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat untuk
memiliki kompetensi bidang keterampilan jasa konstruksi
memiliki peluang strategis.
Peluang kerja bidang Jasa Konstruksi sangat luas dan
banyak variasi jenis pekerjaanya. Berbagai peluang kerja ini
menuntut kemampuan/kompetensi tinggi. Tenaga kerja bidang
Jasa Konstruksi selama ini dihasilkan dari Pendidikan Tinggi untuk
tenaga ahli dan Pendidikan Menengah untuk tenaga terampil.
Tenaga terampil bidang bangunan ada yang berlatar belakang

1
pendidikan formal, terutama SMK jurusan bangunan, dan adapula
yang bukan dari SMK. Mereka yang tidak dari SMK umumnya
dihasilkan dari diklat yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga
diklat dan atau tenaga terampil bangunan dari hasil magang
dengan tenaga ahli. Pengembangan tenaga kerja jasa konstruksi
pada lembaga diklat ataupun SMK cenderung menggantungkan
pada dukungan pemerintah. Kondisi seperti ini tidak
menguntungkan karena akan berakibat pada lambannya
pertumbuhan tenaga kerja terampil bidang bangunan. Akibat
lebih lanjut yaitu peluang kerja sektor jasa konstruksi akan diambil
alih oleh tenaga kerja luar negeri dalam rangka memenuhi tenaga
terampil tersebut.
Diklat jasa konstruksi bagi calon tenaga kerja bangunan
selama ini diselenggarakan oleh Balai Pelatihan Jasa Konstruksi
(BPJK). Keberadaan lembaga ini umumnya berada di kota-kota
besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Makasar, dan
lainsebagainya. Diklat jasa konstruksi yang diselenggarakan oleh
BPJK dibiayai dan difasilitasi oleh pemerintah, dan peserta didik
tidak membayar biaya Diklat. Namun karena sedikitnya lembaga
tersebut dan jauhnya dari jangkauan masyarakat, maka
keberadaanya belum mampu menjangkau seluruh wilayah. Untuk
itu perlu dicarikan solusi agar diklat tersebut bisa diselenggarakan
dan terjangkau oleh masyarakat.

2
Menyikapi kondisi tersebut, Pusat Pengembangan
Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PP PAUD
dan Dikmas) Jawa Tengah berupaya mengembangkan model
Diklat yang sesuai dengan kompetensi tenaga kerja bangunan jasa
konstruksi atau lebih khusus bangunan rumah tinggal. Guna
memenuhi harapan tersebut, tim pengembang model program
melakukan asessmen kebutuhan kompetensi yang diperoleh dari
instruktur Diklat (ahli), praktisi tenaga kerja bangunan rumah
tinggal dan literatur yang relevan. Hasil analisis tersebut diperoleh
kesimpulan bahwa Diklat tenaga kerja bangunan rumah tinggal
terdapat lima paket pekerjaan. Namun karen berbagai
pertimbangan, Diklat yang diujicobakan Tim Pengembang saat ini
hanya untuk dua paket, yaitu paket satu dan dua.

1.2 Dasar
Dasar penyusunan model Diklat tenaga bangunan rumah
tinggal paket satu dua adalah:
1. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional;
2. Peraturan Pemerintah No. 32 Tahun 2013 tentang perubahan
atas Peraturan PP No. 19 tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan;

3
3. Peraturan Pemerintah No. 18 tahun 2000 tentang Usaha dan
Peran Masyarakat Jasa Konstruksi;
4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 36 Tahun
2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian
Pendidikan Nasional;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 Tentang
Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan;
6. Permendikbud No 18 Tahun 2012 Tentang Organisasi dan
Tata Kerja Pusat Pengembangan Anak Usia Dini Non Formal
dan Informal.
7. Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan
Pendidikan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan
kebudayaan Nomor 02 tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis
Pengembangan Model Pendidikan Anak Usia Dini dan
Pendidikan Masyarakat.

1.3 Tujuan
1. Memberi acuan bagi lembaga penyelenggara Diklat
dalam menyelenggarakan program Diklat tenaga kerja
bangunan rumah tinggal paket satudan dua.
2. Menyiapkan perangkat pembelajaran yang sesuai
dengan karakteristik Model diklat tenaga bangunan
rumah tinggal paket satu dua.

4
II. DIKLAT TENAGA BANGUNAN
RUMAH TINGGAL PAKET SATU DUA

2.1 Pengertian
1. Pendidikan dan pelatihan (Diklat) merupakan layanan
pembelajaran yang dimaksudkan untuk mengembangkan
pengetahuan, sikap dan keterampilan peserta didik dalam
melaksanakan pekerjaan tertentu.
2. Pendidikan dan pelatihan tenaga kerja bangunan rumah
tinggal paket satu dan dua yang selanjutnya disebut Diklat
Tenaga Bangunan Rumah Tinggal Paket Satu Dua,
merupakan layanan Diklat yang dimaksudkan untuk
mengembangkan kemampuan peserta didik dalam
melaksanakan pekerjaan pembuatan pondasi dan
pembetonan, pemasangan bata dan pemlesteran.

2.2 Karakteristik Diklat


Diklat tenaga kerja bangunan rumah tinggal paket satu
dan dua memiliki karakteristik sebagai berikut:
1. Pelibatan Dunia Kerja
Dunia kerja merupakan dunia tempat sekumpulan
individu dalam melakukan suatu aktivitas kerja, baik di
dalam perusahaan, organisasi, bahkan mungkin pribadi.
Peran dunia kerja dalam hal ini adalah dalam memberikan

5
kontribusi tentang berbagai kecakapan yang dibutuhkan
di dunia kerja.
2. Sistem Paket Pekerjaan
Di dunia pendidikan yang dikatakan Sistem Paket adalah
suatu sistem penyelenggaraan program pendidikan
dengan beban studi mahasiswa per semester dalam
satuan kredit, dengan lama waktu untuk menyelesaikan
beban tersebut dalam satu semester. Definisi ini hampir
sama pada sistem paket pekerjaan. Dimana suatu produk
yang terdiri dari beberapa bidang pekerjaan dikemas
menjadi satu produk. Contoh pekerjaan pondasi rumah
atau paket Pondasi. Pekerjaan ini meliputi beberapa
keahlian untuk menghasilkan satu produk yang diberi
nama pondasi, yaitu dari persiapan lahan, pematokan,
penggalian, pasangan pondasi batu kosong, pasangan
pondasi batu, dan urugan pondasi.
3. Efisien
Diklat ini dinilai dapat lebih efisien daripada
penyelenggaraan diklat yang diselenggarakan secara
konvensional, karena model diklat bagi tenaga kerja
bangunan rumah tinggal ini, dirancang sesuai dengan
kebutuhan pengguna, yaitu model pemaketan pekerjaan
yang telah dilakukan oleh masyarakat. Keuntungan

6
penyelenggaraan model seperti ini adalah, bahwa dalam
satu paket pekerjaan membutuhkan kemampuan lebih
dari satu, sehingga setiap paket diklat yang
diselenggarakan, seorang peserta akan belajar lebih dari
satu kompetensi.
4. Pelibatan Peran Pendamping Praktek
Model diklat ini, berpotensi melibatkan dunia kerja. Hal
ini penting mengingat diklat Tenaga bangunan ini akan
lebih efisien ketika ada keterlibatan dunia kerja dalam hal
memperdalam praktek. Oleh karena itu keberadaan
Pendamping Praktek dalam hal ini tukang yang sudah
senior atau ahli sangat penting.
5. Pentahapan Diklat
Diklat Tenaga Bangunan Rumah Tinggal ini total terdiri
dari 5 paket diklat. Bagi peserta diklat yang belum
berpengalaman wajib mengikuti diklat Paket 1 sampai
dengan Paket 5 secara bertahap. Namun pentahapan ini
tidak berlaku, bagi peserta yang telah berpengalaman
atau terampil di paket tertentu, dan untuk peserta
berpengalaman ini dipersilakan untuk memililih paket
Diklat yang sesuai.

7
6. Efektif
Melalui diklat sistem paket pekerjaan yang dikemas dalam
diklat Paket 1 sampai 5 ini, peserta didik diyakini akan
lebih cepat menguasai keterampilan yang dipelajari
selama diklat. Hal ini disebabkan apa yang dipelajari oleh
peserta didik adalah kebutuhan nyata dilapangan/dunia
kerja.

8
2.3. Chart Model
Penjelasan :

INPUT :
1. Bersama tim Ahli dibidang Jasa Konstruksi, melakukan analisis tugas
Tenaga Bangunan Rumah Tinggal . Analisis tugas bermaksud
mendeskripsikan sejumlah tugas yang menjadi tanggung jawab seorang
Tenaga bangunan Rumah Tinggal Paket Satu Dua. Hasil Analisis merupakan
Rekomendasi untuk penyusunan Kurikulum Diklat
2. Bersama Praktisi dibidang Jasa Konstruksi, melakukan analiss kemampuan
yang diharapkan dari seorang Tukang Bangunan. Analisis ini bermaksud
mendeskripsikan berbagai kemampuan yang diharapkan dari seorang
tenaga bangunan rumah tinggal. Hasil analisis bersama praktisi merupakan
Rekomendasi untuk memperkuat persepsi pengembang dalam rangka
pengembangan kurikulum diklat
3. Pengembangan Kurikulum berdasarkan hasil perpaduan antara analisis
yang dilakukan pengembang dengan Tim Ahli dan Tim Praktisi. Kurikulum
Diklat yang dikembangkan oleh tim pengembang ini menjelaskan antara
lain adanya: Standar Kompstensi Lulusan (SKL) yang hendak dicapai oleh
peserta pasca Diklat, Rencana Pembelajaran yang tertuang dalam Silabus
Diklat, Materi Diklat untuk mencapai kompetensi yang diharapkan,
Rencana Program Pembelajaran Diklat Tenaga bangunan dan lain-lain.

INSTRUMENTAL INPUT

Untuk mendukung rencana pembelajaran yang tertuang dalam kurikulum pada


input di atas, maka sejumlah instrumental input memerlukan kriteria khusus
sebagai berikut:

1. Pendidik
Pendidik dalam model ini dipersyaratkan sebagai berikut:
1.1 Berkualifikasi Minimal S1 dibidang Bangunan atau Jasa Konstruksi
lain
1.2 Memiliki pengalaman dibidang bangunan gedung khususnya
pembangunan rumah tinggal
1.3 Mampu menyampaikan materi dengan teknik pembelajaran orang
dewasa (Andragogi)
Guna memenuhi standar kulifikasi pendidik tersebut, tim pengembang
bekerjasama dengan Balai Pengembangan Pendidikan Kejuruan (BP Dikjur)
Jawa Tengah
2. Sarana Prasarana

10
Sarana Prasarana pendukung diklat dipersyaratkan sebagai berikut:
2.1 Memiliki Ruang pembelajaran dengan fasilitas minimal: tersedia
Papan tulis (White Board), Meja Kursis sesuai jumlah peserta didik,
Meja Kursus instruktur, berfentilasi, dan memiliki lampu penerangan.
2.2 Memiliki Sarana Praktek dan atau tersedia lahan untuk melakukan
praktek membuat sebuah bangunan rumah tinggal
2.3 Tersedianya bahan belajar yang mendukung pelaksanaan diklat
Guna mendukung ketersediaan Sarana dan Prasarana, pengembang bekerja
sama dengan beberapa lembaga yang berkompetens, antara lain:
a. Sanggar Kegiatan Belajar (SKB),
b. Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) dalam hal ini dengan
masyarakat/konsultan pengembang yang sedang memiliki kegiatan
pembangunan gedung atau Rumah Tinggal.
3. Instrumen Penilaian
Instrumen penilian merupakan salah satu alat yang berfungsi untuk
mengetahui ada tidaknya seseorang sebelum mengikuti diklat dan setelah
mengikuti diklat (Pre test dan Postest). Melalui instrumen ini pengembang
dapat mengetahui efektifitas diklat yang diselenggarakan. Instrumen
penilaian dikembangkan oleh Tim Pengembang bersama dengan para
pendidik (instruktur).
Proses Pembelajaran terdiri dari dua proses, yaitu teori dan praktek. Komposisi
antar keduanya diatur sebagaimana yang telah direncanakan dalam kurikum
20% dan 80% praktek (termasuk OJT).

4. Pembelajaran Teori
Pembelajaran teori merupakan pondasi untuk pemahaman pengetahuan
peserta didik diklat tenaga bangunan rumah tinggal paket satu dua. Agar
kegiatan ini efektif, maka pada penyampaian teori, diperlukan seorang
istruktur yang sesuai dengan karaktersitik peserta didik. Hampir seluruh
materi yang disampaikan untuk Paket Satu dan Dua ini memiliki bagian
pengetahuan yang harus disampaikan melalui teori atau tatap muka dikelas.
Pembelajaran teori ini akan efektif ketika di lengkapi dengan metode
pembelajaran yang menarik.

11
5. Pembelajaran Praktek
Pemahaman pengetahuan dibidang bangunan rumah tinggal paket satu dan
dua ini, akan lebih sempurna ketika peserta didik tidak hanya memiliki
pengetahuan secara teori akan tetapi juga mampu mempraktekkannya.
Pembelajaran praktek dalam dikla ini memiliki porsi yang sangat besar yaitu
80%. Tujuan memberikan porsi yang besar dalam praktek ini adalah agar
peserta didik mampu mempraktekkan dengan baik seluruh pembelajaran teori
yang telah diterima. Melalui pembelajaran praktek yang banyak sangat
menarik minat peserta didik, mengingat karakteristik khusus peserta didik.
6. Evaluasi
Evaluasi merupakan tahap akhir dari kegiatan pembelajaran baik teori
maupun praktek. Melalui hasil evaluasi ini dapat diketahui bagaimana
kemampuan peserta didik setelah mengikuti pembelajaran baik teori
maupun praktek. Apakah ada kemajuan atau tidak, dapat diketahui setelah
peserta didik mengikuti proses evaluasi. Atas dasar kebutuhan tersebut,
maka kegiatan evaluasi ini menjadi suatu keharusan.

OUTPUT:

Output proses diklat tenaga bangunan rumah tinggal paket satu dua ini, memiliki
karakteristik sebagai berikut:

Lulusan Diklat memiliki kompetensi yang lengkap di bidang paket pekerjaan


Pondasi dan Pembuatan Dinding bangunan rumah tinggal

12
III. PENYELENGGARAAN PROGRAM

3.1 Tujuan Diklat


1. Tujuan Umum
Tujun umum Diklat tenaga kerja bangunan rumah tinggal
paket satu dan dua adalah menghasilkan tenaga kerja yang
memiliki kemampuan melaksanakan sebagian pekerjaan
dalam pembangunan rumah tinggal
2. Tujuan Khusus
Tujuan khusus Diklat tenaga kerja bangunan rumah tinggal
paket satu dan dua adalah peserta didik memiliki kemampuan
dalam:
a. Memahami keselamatan, kesehatan, dan keamanan kerja
b. Melakukan persiapan lokasi kerja
c. Melaksanakan pekerjaan penggalian pondasi sesuai
spesifikasi yang telah ditetapkan.
d. Membuat pondasi dan pembetonan rumah tinggal sesuai
dengan spesifikasi yang telah ditetapkan
e. Melaksanakan pekerjaan pemasangan bata sesuai bidang
kerja yang telah ditetapkan
f. Melaksanakan pemlesteran dan pengacian sesuai
spesifikasi yang telah ditetapkan.
3.2 Peserta Didik

18
Peserta diklat tenaga bangunan rumah tinggal paket satu dua
ini adalah sebagai berikut:
1. Belum bekerja dan belum memiliki keterampilan
produktif
2. Bersijazah serendah-rendahnya Sekolah Menengah
Pertama (SMP) atau sederajat.
3. Usia 17 tahun atau lebih dan atau sudah menikah;
4. Belum memiliki keterampilan produktif;
5. Belum memiliki pekerjaan tetap;
6. Sehat jasmani dan rohani

3.3 Penyelenggara
Penyelenggara program diklat tenaga bangunan rumah
tinggal paket satu dua adalah lembaga pendidikan nonformal
yang memiliki standar minimal sebagai berikut:
1. Status Kelembagaan
a. Memiliki badan hukum, dan izin operasional dari dinas
Instansi terkait.
b. Memiliki struktur organisasi yang jelas
2. Manajemen
a. Memiliki sistem kerja yang permanen (SOP)
b. Fungsi organisasi berjalan sesuai tugas dan fungsi
c. Administrasi kerja terdokumentasi dengan rapi

19
3. Sarana dan Prasarana
a. Memiliki fasilitas gedung atau ruang belajar
b. Memiliki sarana pembelajaran (teori dan praktek)
4. Pendidik
a. Memiliki pendidik/instruktur untuk masing-masing
program
b. Memiliki kemampuan mengajar (paedagogis Maupun
andragogis)
5. Program Belajar
a. Memiliki kurikulum pembelajaran untuk masing-
masing program yang diselenggarakan
b. Bersedia menggunakan panduan pembelajaran yang
dikembangkanoleh PP PAUD Dikmas Regional 2
Semarang

3.4 Pendidik dan Narasumber Teknis


1. Pendidik/Instruktur
Pendidik/instruktur yang dipersyaratkan dalam diklat ini
adalah sebagai berikut:
a. Berlatar belakang S1 dengan keahlian bangunan
gedung;
b. Memiliki kompetensi yang sesuai
1) Memiliki kepribadian enterpreuneur

20
2) Profesional dalam mengelola pembelajaran
3) Mampu berkomunikasi efektif
4) Mampu membangkitkan semangat belajar
2. Narasumber Teknis
a. Tukang bangunan rumah tinggal yang sudah
bepengalaman;
b. Dapat membimbing peserta didik selama proses
praktek;
c. Mampu memberikan penilaian atas hasil praktek
siswa; dan
d. Dapat menjadi contoh sebagai tukang bangunan
yang baik.

3.5 Kurikulum
1. Standar Kompetensi Lulusan
Program diklat tenaga bangunan rumah tinggal paket satu
dua ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang
memiliki kompetensi sebagai berikut:
a. Memiliki kemampuan personal dan sosial sebagai
pekerja bangunan:
1) Mampu menunjukkan perilaku etis dalam bekerja
sikap sopan santun, sikap jujur, disiplin, tekun,
semangat kerja, tahu diri, ulet dan kesederhanaan.

21
2) Mampu berkomunikasi yang efektif dan bekerjasama
dengan sesama teman pekerja dan orang lain.
b. Memiliki kemampuan teknis dalam melaksanakan
pekerjaan:
1) Pembuatan pondasi bangunan rumah tinggal
2) Pembuatan dinding Rumah tinggal

2. Struktur Kurikulum
Berdasarkan Standar Kompatensi Lulusan di atas, disusun
struktur materi diklat sesuai harapan para ahli dan
praktisi, sebagai berikut:

JAM
NO Pelajaran Paket 1 JML
T P
1 Membangun karakter peserta 1 - 2
2 Pekerjaan Persiapan 2 - 2
3 Pengukuran dan Pematokan 1 4 5
4 Galian dan Urugan 1 - 2
5 Pekerjaan Pondasi 1 8 9
6 Pekerjaan Beton (Sloof, Kolom, Ring 2 10 12
balok)
Jumlah Jam Paket 1 8 22 32
Pelajaran Paket 2
7 Penyetelan Kusen pintu/jendela 1 4 5
8 Pekerjaan Awal (bata, batako, dll) 1 7 9
9 Pekerjaan Pelapisan (plester/aci) 1 8 9
10 Pekerjaan Pemasangan Lantai 1 7 9
(Penutup)

22
Jumlah Jam Paket 2 4 26 32
JUMLAH JAM TOTAL 12 22 64

3.6 Pembelajaran
Diklat dilakukan dengan menggunakan pembelajaran tatap
muka dan pembelajaran praktik.
1. Pembelajaran Teori
Kegiatan pembelajaran teori dilakukan secara tatap muka, hal
ini bermanfaat untuk melandasi keilmuan yang disampaikan
kepada peserta diklat. Bahan belajar yang dikaji dalam
kegiatan pembelajaran tatap muka meliputi:
a. Konsep-konsep dalam bahan belajar yang sulit dan masih
belum dipahami oleh peserta didik.
b. Aplikasi dan pemecahan masalah yang diangkat dari
materi yang terkandung dalam bahan belajar.
c. Masukan bagi penyelesaian tugas-tugas yang harus
dikerjakan oleh peserta didik dalam kapasitas individu
dan kelompok.
d. Masukan bagi pelaksanaan praktikum yang harus
dikerjakan oleh peserta didik, baik secara individual
maupun kelompok.

2. Pembelajaran Praktik

23
Praktik adalah kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan
untuk mengaplikasikan teori, konsep, atau prosedur dengan
pengawasan langsung narasumber teknis. Kegiatan praktik
dilakuan dengan cara memberikan bimbingan untuk:

a. membantu peserta didik dalam merencanakan praktik;


b. mengawasi pelaksanaan kegiatan praktik;
c. memberikan arahan, saran dan bantuan untuk mengatasi
kesulitan atau masalah yang muncul dalam kegiatan
praktik

3.7 Penilaian (hasil pembelajaran)


Model Diklat ini modifikasi dari diklat berbasis kompetensi
yang selama ini telah berjalan, oleh karena itu, sistem
penilaian (evaluasi) yang tepat untuk diterapkan pada model
ini adalah penilaian berbasis kompetensi (Competency Based
Assesment (CBA). Penilaian berbasis kompetensi ini
mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap
peserta diklat, yang dalam pelaksanaannya dilakukan secara
parsial sesuai dengan prosedur dan mekanismenya.
a. Penilaian Aspek Pengetahuan
Penilaian pada aspek pengetahuan dimaksudkan untuk
mengetahui penggunaan pengetahuan dalam pemecahan
masalah yang berhubungan dengan kompetensi, sub-

24
kompetensi, dan kriteria unjuk kerja yang sesuai dengan
kondisi pekerjaan di lapangan. Bentuk tes yang digunakan
dalam mengukur diklat ini adalah tes kemampuan yang
tertuang dalam bentuk tes awal (Pretest) dan tes
kemampuan pasca diklat (Postest)
b. Penilaian Aspek Keterampilan
Penilaian pada aspek keterampilan dimaksudkan untuk
mengetahui kemampuan peserta diklat dalam
mendemontrasikan pemahaman dan pengaplikasian
pengetahuan yang mendalam serta keterampilan berbagai
macam konteks tugas dan situasi sesuai dengan
kompetensi, sub-kompetensi, dan kriteria unjuk kerja yang
sesuai dengan kondisi pekerjaan di lapangan. Bentuk tes
aspek keterampilan yang digunakan dalam diklat ini adalah
unjuk kerja dan pengamatan melalui ceklis kemampuan
yang seharusnya dikuasi oleh peserta. Penilaian dilakukan
oleh instruktur.
c. Penilaian Aspek Sikap
Penilaian pada aspek sikap dimaksudkan untuk mengetahui
sikap peserta diklat dalam berbagai aspek diantaranya:
sikap terhadap proses pembelajaran, sikap terhadap
instruktur diklat, sikap dalam kebiasaan pergaulan dan lain
sebagainya. Pengukuran terhadap aspek sikap ini dapat

25
dilakukan melalui: observasi perilaku, pengamatan
langsung, laporan pribadi, dan penggunaan skala sikap.

3.8 Sarana dan Prasarana


Sarana dan prasarana diklat ini terdiri dari:
1. Sarana Pembelajaran dikelas; meliputi
a. White Board;
b. Spidol tidak permanen, dan penghapus
c. Laptop/komputer untuk presentasi;
d. Proyektor;
e. Meja dan kursi belajar
f. Bahan belajar/materi; dan
g. Alat bahan dan alat kesiapan kerja
2. Sarana praktik (on the job training), meliputi:
No Jenis Alat Jumlah
1 Meteran Rol (50m / 5m) 2
2 Siku rangka 5
3 Selang timbang 5
4 Water pass 2
5 Palu (2,5 ons, 5 ons, 3 kg 2
6 Unting-unting 2
7 Jidar (penggaris besar) 2
8 Cetok 10
9 Benang kasur/nilon 20
10 Ember 10

26
11 Cangkul 5
12 Sekop 2
13 Gerobag Dorong 2
14 Ayakan Pasir 2
15 Pahat Bata 5
16 APK : Sepatu Boot, Helm Proyek, Kaos 10
Tangan
17 Jointer 5
18 Kotak Adonan 2
19 Catut 5
20 Tang 5
21 Palu catut 5
22 Linggis 2
23 Gergaji Besi 5
24 Gunting pemotong besi beton 2
25 Gogol 5
26 Kunci Besi (ukuran 6,8,10,12) 2
27 Gergaji Tangan (Hand saw) 5
28 Pemotong Keramik 5
29 Gerinda 5
30 Testpen 2
30 Kuas cat, sikat kawat/sikat dok 10

3. Bahan-bahan praktek (Material) pendukung antara lain:


No Kebutuhan Material Paket Pondasi Jumlah
Dangkal
1 Pasir Gunung/Kali (per m)
2 Batu Belah (per m)
3 Semen

27
4 Besi struktur menyesuaikan kebutuhan (12
m)
5 Kawat Bendrat (per kg)
6 Papan begesting (per lembar)
7 Paku 3 cm
8 Air (per m3)
No Kebutuhan Material Paket Dinding
1 Pasir Gunung/kali
2 Bata Merah/Batako/hebal (bata ringan)
3 Semen
4 Kusen jendela/pintu (jati)
5 Keramik lantai (m2)
6 Plameer (kg)
7 Cat Dinding (galon 5kg)
8 Polytur/cat khusus kusen
9 Air

3.9 Pembiayaan
Mekanisme pembiayaan diklat ini menggunakan model
sharing anggaran antara penyelenggara diklat dengan
pelaksanaan tempat praktek. Tempat praktek disarankan
pada proyek-proyek pembangunan rumah yang sedang
berjalan.
Diklat dalam kelas dan peralatan praktek peserta di biaya dari
dana kegiatan yang bersumber dari DIPA PP PAUD dan

28
DIKMAS tahun 2016. Adapun komponen2 yang perlu dibiayai
antara lain:
1. Instruktur/NST baik teori maupun praktik;
2. Bahan Ajar;
3. Beberapa bahan untuk simulasi;
4. Peralatan kerja dan pakaian kerja;
5. Bahan dan perlatan praktek
6. Monitoring selama proses diklat

IV. PENJAMINAN MUTU

Pengendalian mutu terhadap penyelenggaraan program


Diklat tenaga bangunan rumah tinggal paket satu dua perlu

29
dilakukan sebagai bentuk akuntabilitas lembaga dan pencitraan
publik. Penjaminan mutu dilakukan melalui monitoring dan
evaluasi.
1. Petugas Monitoring dan Evaluasi
a. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan PP PAUD Dikmas
Regional 2 Semarang
b. Tim Pengembang / Penyelennggara
2. Aspek-aspek Monitoring dan Evaluasi
a. Penyusunan Kurikulum
Kurikukum disusun berdasarkan kesimpulan atas hasil
konfirmasi antara ahli dibidang bangunan rumah tinggal
dan praktisi bangunan rumah tinggal
b. Analisis Tugas
Analisis Tugas merupakan upaya yang dilakukan oleh tim
pengembang untuk menggali berbagai tugas tenaga
bangunan rumah tinggal kepada Ahli di bangunan rumah
tinggal. Analisis tugas ini akan dijadikan bahan baku
penyusunan kurikulum.
c. Identifikasi Kebutuhan Kompetensi
Kegiatan ini dilakukan dengan melibatkan praktisi di
bidang bangunan rumah tinggal. Hasil identifikasi ini akan
dikonfirmasikan dengan hasil analisisi tugas yang

30
dilakukan kepada ahli sebagai bahan baku penyusunan
kurikulum
d. Pendidik
Pendidik adalah orang yang ditugaskan untuk
membelajarkan peserta didik diklat tenaga bangunan
rumah tinggal ini. Mereka yang dikatagorikan dalam
pendidik ini antara lain:
1. Instruktur
Instruktur dalam diklat ini dipersyaratkan sebagai
berikut:
1.1 Berkualifikasi S1 dibidang Bangunan
1.2 Mampu membelajarkan dengan metode
pendidikan orang dewasa
2. Pembimbing praktek
2.1. Tenaga Bangunan yang telah terampil dan
mampu mengajarkan kemampuannya kepada
anak buah
2.2. Mampu mengarahkan kegiatan pekerjaan
bangunan

e. Sarana Prasaran
Sarana dan prasarana yang digunakan dalam
penyelenggaraan diklat ini, seharusnya seluruhnya terkait

31
dengan kebutuhan untuk dapat mempraktek kegiatan
pembangunan rumah tinggal.
f. Instrumen Penilaian
Instrumen penilaian dimaksud adalah instrumen yang
akan berfungsi untuk mengukur kemampuan awal dan
kemampuan akhir peserta diklat.
g. Pembelajaran Teori
Kegiatan ini merupakan inti diklat dari penyelenggaraan
model, sehingga hal-hal yang perlu dicermati dari
kegiatan ini, antar lain:
1) Adanya Materi atau bahan ajar yang disampaikan
kepada peserta diklat, sesuai dengan paket diklat yang
ada.
2) Jadwal Pembelajaran
h. Pembelajaran Praktek
Kegiatan ini merupakan pendukung diklat untuk lebih
membumikan pengetahuan yang didapatkan dalam
pembelajaran teori, untuk itu perlu diamati dari aspek:
1) Keberadaan bahan praktek yang sesuai.
2) Jadwal kegiatan praktek
3) Pembimbing praktek
i. Evaluasi

32
Evaluasi berfungsi mengetahui sejauh mana pengetahuan
dan keterampilan yang telah berhasil di dapatkan peserta
didik selama mengikuti diklat. Melalui alat evaluasi ini
diharapkan dapat diketahui perkembangan peserta diklat
selama mengikuti diklat.
j. Out Put (lulusan)
Lulusan adalah peserta didik yang telah selesai mengikuti
diklat Tenaga Bangungan Rumah Tinggal. Untuk itu
pengembang akan melaksanakan pemantauan pasca
diklat tentang kondisi pekerjaan dan penghidupan
peserta diklat pasca mengikuti diklat.
3. Pelaporan
Pelaporan penjaminan mutu ini berisi tentang:
a. Tingkat keberhasilan program
Tingkat keberhasilan program akan dilihat dari;
1) Progres kemampuan peserta diklat selama mengikuti
diklat; dan
2) Efektifitas berbagai komponen program yang
dikembangkan oleh tim pengembang
b. Masalah dan kendala yang dihadapi
Komponen ini berisi tentang berbagai permasalahan yang
dihadapi tim pengembang selama upaya melakukan
pengembangan, melakukan ujicoba dan melakukan

33
desiminasi model yang dikembangkan.
c. Upaya penanggulangan permasalahan
Bagian ini memuat berbagai usaha yang dilakukan oleh
tim pengembang untuk mengatasi berbagai
permasalahan yang dihadapai selama melakukan
pengembangan model
d. Tindak lanjut terhadap lulusan
Bagian ini akan melaporkan berbagai kegiatan yang
dilakukan oleh peserta diklat pasca diklat. Hal ini juga
untuk mengetahui berbagai permalahan yang dihadapi
peserta didik setelah mereka terjun dan berupaya
memanfaatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang
dimiliki.
e. Rekomendasi program di masa depan
Rekomendasi berisi tentang hal-hal yang perlu dilakukan
oleh tim pengembang, atau penyelenggara diklat untuk
perbaikan model di masa mendatang, sehingga bisa
didapatkan model yang terbaik.

V. PENUTUP

34
Diklat tenaga bangunan rumah tinggal paket satu dua ini,
merupakan alternatif baru, yang dikembangkan oleh Tim
Pengembang dalam rangka menyiasati minimnya lembaga
penyelenggara diklat jasa konstruksi. Selama ini diklat jasa
konstruksi hanya dilaksanakan oleh Balai Pelatihan Jasa
Konstruksi yang ada di kota-kota besar Indonesia. Diklat ini
memiliki potensi yang sangat bagus, untuk itu perlu dicari solusi
agar di masa mendatang masyarakat tertarik untuk
menyelenggarakan diklat dibidang jasa konstruksi.
Diklat Tenaga Kerja Bangunan Rumah Tinggal Paket Satu
Dua memiliki beberapa keunggulan, yaitu: (1) peserta didik tidak
hanya belajar terampil secara teknis, akan tetapi juga dituntut
mampu membuat perhitungan (kalkulasi) kebutuhan pada
pekerjaan tersebut sampai dengan selesai; (2) peserta didik
melaksanakan praktek langsung mulai dari merencanakan,
melaksanakan sampai dengan melakukan kalkulasi pekerjaan, dan
(3) sistem paket pekerjaan merupakan cara yang diikuti oleh
sebagian besar pemodal dalam kebutuhannya akan suatu
bangunan, maka melalui penguasaan kompetensi per paket
pekerjaan akan menjadikan calon tenaga kerja menjadi lebih
kompetitif.
Diklat ini akan efektif dilaksanakan apabila terdapat
pemodal atau yang secara bersamaan memiliki kegiatan yang

35
akan dikerjakan, karena melalui bekerja secara langsung pada
suatu aktivitas kegiatan pembangunan, diklat ini akan menjadi
lebih efektif.

Lampiran:
Kurikulum Diklat Paket Satu Dua

36
UNIT / ELEMEN WAKTU
NO INDIKATOR
KOMPETENSI T P JML
I Kompetensi Umum
Menerapkan K3
1 dan 1.1 Melakukan persiapan Kerja 15 45 60
Lingkungan
Melakukan identifikasi
1.2 20 40 60
bahaya
Melaksanakan prosedur
1.3 15 45 60
kerja aman
Melaksanakan prosedur
1.4 penanggulangan keadaan 20 40 60
darurat
Mengarahkan pekerjaan
1.5 dalam melaksanaakn 20 40 60
pekerjaan K3
Menerapkan
Prinsip kerja
Ramah Ling-
kungan (4 Mampu memilih dan
2 Hemat, Hemat menggunakan bahan
Bahan, He-mat material yang sesuai
Energi, Hemat
Tempat, dan
Hemat Air)
Menggunakan energi
2.1 (listrik, tenaga) dan waktu 15 45 60
seefisien mungkin
Memanfaatkan tempat se-
2.2 15 45 60
efisien mungkin
Memanfaatkan air sesuai
2.3 15 45 60
kebutuhan

37
135 345 480
Paket Pekerjaan 1
II A
Pondasi dangkal dan Pembetonan
Membaca Dasar Memahami lembar sampul
dasar gambar
3 3.1 gambar 20 60 80
bangunan
rumah tinggal
Membaca Lembar
3.2 20 60 80
Arsitektur
3.3 Membaca Denah tersisa 20 60 80
Memahami gambar
3.4 20 60 80
arsitektur mendalam
Pengukuran dan Persiapan memulai
4 4.1 30 150 180
Pematokan pekerjaan bangunan
Mengerjakan Menggali pondasi sesuai
5 Galian Tanah 5.1 spesifikasi gambar 30 210 240
Pondasi bangunan
Membuat Mengerjakan pembuatan
6 6.1 30 150 180
Pondasi Dangkal pondasi
Mengerjakan
7 7.1 Merakit tulangan beton 30 150 180
penulangan
Mengerjakan
Merakit/memasang
cetakan /acuan
8 8.1 cetakan/acuan (bekesting) 30 150 180
(bekisting) dan
dan perancah
perancah
Melaksanakan Menuangkan adukan,
9 pekerjaan 9.1 memadatkan dan 30 300 330
pengecoran meratakan
Paket
B Pekerjaan 2
(Pemasangan

38
Bata, Kusen dan
Penutup
Memasang Memasang Kusen sesuai
10 10.1 30 240 270
Kusen dengan tempatnya
11 Memasang Bata 11.1 Memasang dinding bata 30 240 270
Plesteran dan Memplester dan mengaci
12 12.1 60 210 270
Acian tembok
Memasang
Lantai
13 13.1 Membuat Lantai Kerja 60 210 270
(Penutup) dan
dinding
13.2 Memasang keramik 60 210 270
Memasang keramik
13.3 60 210 270
dinding

Lampiran:
Kompetensi capaian menurut SKKNI

39
No Standar Kompetensi Dasar
Kompetensi
1 Membu 1.1 Menerapkan prosedur
at pondasi kesehatan dan keselamatan
dangkal Kerja;
rumah tinggal 1.2 Membersihkan lokasi tempat
kegiaan bangunan akan
dilaksanakan;
1.3 Mengukur calon dan mematok
tempat pekerjaan pondasi
sesuai ketentuan;
1.4 Menggali lubang calon
pekerjaan pondasi;
1.5 Mempersiapkan alat dan bahan
pembuatan pondasi dangkal;
1.6 Membuat pondasi dangkal
1.7 Mempersiapkan alat, bahan
pembetonan; dan
1.8 Melaksanakan pengecoran
2 Membu 2.1 Menerapkan prosedur
at dinding kesehatan dan keselamatan
rumah tinggal Kerja;
2.2 Menyiapkan bahan dan alat
pembuatan dinding;
2.3 Memasang kusen;
2.4 Memasang bata;
2.5 Melakukan pemlesteran dan
pengacian; dan
2.6 Memasang lantai dan dinding.

40