Anda di halaman 1dari 12

Dosen : Dr.Dra. Mislia,M.

Pd

Mata kulia: Pendidikan Kewarganegaraan

PERANAN PEMERINTAH DALAM MENINGKATKAN DERAJAT


KESEHATAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM BPJS

DI SUSUN OLEH :

NAMA : NURJANNA
NIM : NH 0218034

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
NANI HASANUDDIN
MAKASSAR
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
berkat rahmat-Nyalah penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
“Peranan Pemerintah Dalam meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat
Melalui Program BPJS” Dan dapat diselesaikan tepat pada waktunya.

Penulisan makalah ini juga merupakan penugasan dari mata kuliah


pendidikan Kewarganegarran. Penulis mengucapkan terima kasih kepada teman-
teman yang telah memberikan dukungan dan membantu dalam pembuatan
makalah ini,

Penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan penulis
mengharapkan kritik dan saran dari pembaca guna memberikan sifat membangun
demi kesempurnaan makalah ini.Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh
dari sempurna mengingat penulis masih tahap belajar dan oleh karna itu mohon
maaf apabila masih banyak kesalahan dan kekurangan di dalam penulisan
makalah ini.

Makassar, Januari 2019

Penulis

i
DAFTAR ISI

Halaman judul

Kata pengantar ....................................................................................................i

Daftar isi ..............................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang .........................................................................................1

B. Rumusan masalah....................................................................................2

C. Tujuan .....................................................................................................2

D. Manfaat ..................................................................................................3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Peranan pemerintah dalam pranata kelembagaan bpjs ...........................4


B. Pentingnya Peran Pemda dalam Program JKN-KIS ...............................6

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan .............................................................................................8

B. Saran ........................................................................................................8

Daftar pustaka

ii
BAB 1

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 40 tahun 2004 tentang


Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) pemerintah kemudian menyelenggarakan
Program Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN. Program JKN ini adalah
program Pemerintah yang bertujuan untuk memberikan kepastian jaminan
kesehatan yang menyeluruh bagi seluruh rakyat Indonesia untuk dapat hidup
sehat, produktif dan sejahtera. Sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 40
Tahun 2004, SJSN kemudian diselenggarakan dengan menggunakan sistem
asuransi kesehatan sosial yang bersifat wajib, dimana setiap peserta wajib
membayar iuran guna memberikan perlindungan atas risiko sosial ekonomi yang
menimpa peserta dan/atau anggota keluarganya. Adapun penyelenggara dari
system jaminan kesehatan ini sesuai dengan amanat UU nomor 40 tahun 2004 dan
Undang-undang Nomor 24 Tahun 2011adalah Badan Penyelenggara Jaminan
Sosial atau BPJS (Indonesia, 2013)

Data terakhir kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN-KIS) setelah


4 tahun implementasi per 31 Desember 2017 mencapai 187.982.949 peserta atau
72,9% dari penduduk Indonesia, berarti masih ada sekitar 27,1% lagi masyarakat
Indonesia yang belum menjadi peserta JKN-KIS. Ditargetkan pada tahun 2019
kepesertaan JKN-KIS ini bisa mencapai 95% penduduk Indonesia, hal ini
tentunya selaras dengan kebijakan pemerintah dalam Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2019. tanggal 31 desember 2017
jumlah peserta terdaftar mencapai 187.982.949 peserta atau 72,9%, sesuai dengan
RPJMN 2019 disebutkan minimal 95% seluruh rakyat indonesia memiliki
jaminan kesehatan. (Indonesia, 2013)

Untuk mencapai angka 95% kepesertaan jaminan kesehatan nasional


(JKN-KIS) berbagai upaya dan strategi dilakukan oleh BPJS Kesehatan, salah
satunya adalah dengan mengajak pemerintah daerah untuk memperluas cakupan

1
kepesertaan jaminan kesehatan nasional (JKN-KIS) di wilayah daerah tersebut,
dengan program Universal Health Coverage (UHC) atau jaminan kesehatan
cakupan semesta. Program Universal health coverage (UHC) adalah sistem
kesehatan yang memastikan setiap warga dalam populasi memiliki akses yang adil
terhadap pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif
bermutu dengan biaya terjangkau. (Indonesia, 2013)

Kita mengapresiasi ada 3 provinsi yang sudah minimal 95% penduduknya


mempunyai asuransi kesehatan dan 67 kabupaten target tahun 2019, akhir 2017
ini sudah 27 kabupaten yang sudah Universal Health Coverage (UHC) dan ada 24
kota. Kita juga menjadi semangat karena di awal tahun 2018 ada lagi yang sudah
komitmen untuk mencapai uhc, dan di tahun 2018 sudha ada 3 provinsi yang akan
menyusul dan 59 kabupaten dan 15 kota" kata Direktur Utama BPJS Kesehatan
Dr Fachmi Idris.Guna mewujudkan jaminan kesehatan cakupan semesta
(universal health coverage) pada tahun 2019, peran dan dukungan pemerintah
daerah (pemda) sangat strategis dan menentukan dalam pengoptimalan program
JKN-KIS ini. (Indonesia, 2013)

B. RUMUSAN MASALAH
Bagaimana peranan pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat melalui program BPJS.
C. TUJUAN
1. Umum
Adapun tujuan umumnya adalah untuk memenuhi tugas Individu mata Kulia
Pendidikan Kewarganegaraan ,dan untuk menambah pengetauan kepada
Mahasiswa lainnya
2. Khusus
 Mahasiswa mampu memahami peranan pemerintah dalam pranata
kelembagaan BPJS
 Mahasiswa mampu memahami Pentingnya Peran Pemda dalam
Program JKN-KIS

2
D. MANFAAT
Untuk menambah informasi atau pengetahuan tentang peranan pemerintah
Dalam meningkatkan derajat kesehatan msayarakat melalui program BPJS

3
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Peran Pemerintah Dalam Pranata Kelembagaan BPJS


Peran Pemerintah dalam Pelaksanaan Kesehatan Pemerintah berperan aktif
dalam pelaksanaan kesehatan masyarakat tertulis dalam Pasal 7 Undang-Undang
Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan yang berbunyi “Pemerintah bertugas
menyelenggarakan upaya kesehatan yang merata dan terjangkau oleh
masyarakat”. Selanjutnya dalam Pasal 6 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992
beserta penjelasannya, bahwa penyelenggaraan upaya kesehatan dilakukan secara
serasi 15 dan seimbang oleh pemerintah dan masyarakat. (Putri p, 2013)
Menurut (yustisia, 2014)Agar penyelenggaraan upaya kesehatan tersebut berhasil
guna dan berdaya guna, maka pemerintah perlu:
1. Mengatur upaya penyelenggaraan serta sumber daya kesehatan.
2. Membina penyelenggaraan serta sumber daya kesehatan.
3. Mengawasi penyelenggaraan serta sumber daya kesehatan.
4. Menggunakan peran serta masyarakat dalam upaya penyelenggaraan
serta sumber daya kesehatan Dalam penyelenggaraan kesehatan di
masyarakat,
5. diperlukan upaya peningkatan pembangunan di bidang kesehatan

Dalam hal ini pemerintah mempunyai fungsi dan tanggung jawab agar
tujuan pemerintah di bidang kesehatan dapat mencapai hasil yang optimal melalui
penempatan tenaga, sarana, dan prasarana baik dalam hitungan jumlah (kuantitas)
maupun mutu (kualitas). Dalam melaksanakan undang-undang tersebut
pemerintah membutuhkan satu kebebasan untuk melayani kepentingan
masyarakat. Untuk dapat bekerja dengan baik maka pemerintah harus dapat
bertindak dengan cepat dan dengan inisiatif sendiri, oleh karena itu pemerintah
diberikan kewenangan dengan istilah freies ermessen. Dengan adanya freies
ermessen negara memiliki kewenangan yang luas untuk melakukan tindakan

4
hukum untuk melayani kepentingan masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan
masyarakatnya. (Putri p, 2013)

Peran pemerintah daerah dalam program SJSN sangat diperlukan guna


berjalannya program tersebut dengan baik, peran pemerintah tersebut antara lain:

1. Pengawasan program SJSN, agar sesuai dengan ketentuan.


2. Menyediakan anggaran tambahan untuk iuran, baik untuk penerima
bantuan iuran ataupun masyarakat yang lain.
3. Penentu peserta penerima bantuan iuranPenyediaan/pengadaan dan
pengelolaan sarana penunjang.
4. Mengusulkan pemanfaatan/investasi dana SJSN di daerah
terkait.Sarana/usul kebijakan penyelenggara SJSN. (Putri p, 2013)

Selain 6 (enam) peran diatas, pemerintah daerah juga memiliki peran penting
untuk mendukung program BPJS, yakni:

1. Mendukung proses kepersertaan dalam rangka menuju cakupan semesta


2019 melalui integrasi Jamkesda melalui (Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah) APBD dengan mengikuti skema JKN.Mendorong
kepesertaan pekerja penerima upah yang ada di wilayahnya (PNS,
Pemda, Pekerja BUMD dan Swasta) dan mendorong kepersertaan
pekerja bukan penerima upah (kelompok masyarakat/individu).
2. Mendorong penyiapan fasilitas kesehatan milik pemerintah dan swasta
serta
3. Mendukung ketersedianya tenaga kesehatan terutama dokter umum di
puskesmas dan spesialis di rumah sakit.
4. Mengefektifkan pengelolaan dan pemanfaatan dana kapitasi di fasilitas
kesehatan tingkat pertama milik pemda.Undang-Undang Nomor 24
Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (UU BPJS),
secara tegas menyatakan bahwa BPJS yang dibentuk dengan UU BPJS
adalah badan hukum publik. BPJS yang dibentuk dengan UU BPJS
adalah BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Kedua BPJS tersebut

5
pada dasarnya mengemban misi negara untuk memenuhi hak
konstitusional setiap orang atas jaminan sosial dengan menyelenggarakan
program jaminan yang bertujuan memberi kepastian perlindungan dan
kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. (Putri p, 2013)
Penyelenggaraan jamianan sosial yang adekuat dan berkelanjutan
merupakan salah satu pilar Negara kesejahteraan, disamping pilar lainnya, yaitu
pendidikan bagi semua, lapangan pekerjaan yang terbuka luas dan pertumbuhan
ekonomi yang stabil dan berkeadilan. Mengingat pentingnya peranan BPJS dalam
menyelenggarakan program jaminan sosial dengan cakupan seluruh penduduk
Indonesia, maka UU BPJS memberikan batasan fungsi, tugas dan wewenang yang
jelas kepada BPJS. (Putri p, 2013)
B. Pentingnya Peran Pemda dalam Program JKN-KIS
Dalam rangka memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat
melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS),
peran Pemerintah Daerah diharapkan hadir dalam upaya meningkatkan kualitas
program JKN-KIS sesuai dengan amanat UU Nomor 40 Tahun 2004 tentang
Sistem Jaminan Sosial Nasional. Saat ini Pemerintah Daerah yang
mengintegrasikan program jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) ke dalam
Program JKN-KIS sudah bertambah dan diharapkan seluruh Pemerintah Daerah
dapat melakukan hal serupa, disamping masih banyak hal lain yang dapat
dilakukan oleh Pemerintah Daerah dalam mendukung implementasikan Program
JKN-KIS yang berkesinambungan. (Mukti, 2014)
Sesuai UU Nomor 23 Tahun 2014 Pasal 67, salah satu kewajiban Kepala
Daerah dan Wakil Kepala Daerah “Melaksanakan Program Strategis Nasional”,
termasuk didalamnya dalam implementasi Program JKN-KIS yang merupakan
agenda Negara karena dituangkan pada Visi, Misi dan Nawacita (Agenda
Prioritas) pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla.“Pemda menjadi tulang
punggung implementasi program strategis nasional, termasuk di dalamnya
Program JKN-KIS. Dukungan dan peran serta Pemda sangatlah menentukan
dalam mengoptimalkan program JKN-KIS, setidaknya terdapat 3 peran penting
diantaranya memperluas cakupan kepesertaan, meningkatkan kualitas pelayanan,

6
dan peningkatan tingkat kepatuhan.peningkatan akses dan mutu pelayanan
kesehatan, pembiayaan JKN-KIS yang terjangkau (affordable), berkelanjutan
(sustainable) dan terintegrasi. Selain itu, pelaksanaan sistem kendali mutu dan
biaya ditingkat daerah dan sistem pembinaan dan pengawasan juga tingkat
kepatuhan pelaksanaan JKN-KIS di daerah merupakan isu yang tidak kalah
pentingnya untuk ditangani oleh Pemda.“BPJS Kesehatan bersama dengan
pemerintah daerah dan pemerintah daerah serta stakeholder lainnya dapat saling
bersinergi untuk mencapai kepesertaan 100% atau cakupan semesta yang
ditargetkan terealisasi, Saat ini cakupan peserta JKN-KIS di Indonesia sudah
mencapai 170,9 juta jiwa atau sekitar 70%. (Mukti, 2014)
Pemerintah daerah dapat mengoptimalkan anggaran Jamkesda dan
diintegrasikan dengan Program JKN—KIS. Dasar hukum atau kebijakan integrasi
Jamkesda (penduduk yang didaftarkan oleh Pemda) sudah jelas, sesuai dengan,
Perpres No 12 Nomor 111 Tahun 2013, Perpres Nomor 74 Tahun 2014 tentang
Pedoman Penyusunan Peta Jalan Penyelenggaraan Jaminan Sosial Bidang
Kesehatan dan Bidang Ketenagakerjaan, Perpres Nomor 19 Tahun 2016 jo.
Perpres 28 Tahun 2016 tentang Jaminan Kesehatan, Surat Menteri Dalam Negeri
nomor 440/3890/SJ tanggal 19 Oktober 2016. (http:www.pdfpit.com)
BPJS Kesehatan juga mendorong Pemerintah Daerah yang warganya
terdaftar dalam peserta mandiri namun menunggak dan tergolong masyarakat
tidak mampu dapat diakomodir menjadi peserta Jamkesda dan diintegrasikan ke
program JKN-KIS. Peran Pemda yang tidak kalah penting adalah mengadvokasi
masyarakat dengan mengimplementasikannya melalui pendaftaran Badan Usaha
menjadi peserta JKN-KIS di Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPTSP).
(http:www.pdfpit.com)

7
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dalam meningkatkan derajat kesehatan msyarakat kuhususnya melalui
program BPJS pemerintah Sangatlah berperan terutama dalam Mendukung
proses kepersertaan, Mendorong penyiapan fasilitas kesehatan milik
pemerintah dan swasta, Mendukung ketersedianya tenaga kesehatan terutama
dokter umum di puskesmas dan spesialis di rumah sakit.Mengefektifkan
pengelolaan dan pemanfaatan dana kapitasi di fasilitas kesehatan tingkat
pertama milik pemda.
B. SARAN
1. Diharapkan pemerintah lebih meningkatkan peranannya khususnya
mencari solusi dengan BPJS agar tidak ada lagi pasien yang terlantar
,ditolak oleh Rumah sakit.dan semua warga msyarakat harus semua
memiliki kartu peserta BPJS.
2. Lebih meningkatkan kepuasan peserta dengan meningkatkan kualitas
pelayanan.
3. Menyediakan fasilitas yang lebih baik lagi untuk kenyamanan peserta serta
lebih meningkatkan lagi pelayanan yang diberikan oleh petugas yang
bertugas dalam menagani keluhan yang disampaikan oleh peserta BPJS
kesehatan.

8
DAFTAR PUSTAKA

http:www.pdfpit.com. (n.d.). kesehatan masyarakat dan peranan pemerintah.

Indonesia, K. K. (2013). Buku pegangan Sosialisasi JKN dalam sistem jaminan sosial
nasional. Jakarta.

Mukti, A. g. (2014). Rencana Kebijkanmplementasi sistem jaminan sosial nasional.


Surabaya.

Putri p, N. (2013). Konsep pelayanan di era JKN. Jakarta.

yustisia. (2014). Buku panduan layanan BPJS. Jakarta.