Anda di halaman 1dari 4

Seribu Hari Pertama Kehidupan Anak Indonesia

Menentukan Masa Depan Bangsa

Dr. Vita Susianawati, MSc, SpA

Pada tanggal 14 Juni 2015 Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memperingati hari
ulang tahun ke-61. Bersamaan dengan peringatan hari ulang tahun ini, dicanangkan Gerakan
Duta 1000 Hari Pertama Kehidupan. Setiap tahapan tumbuh kembang anak menjadi bagian
penting yang menentukan kualitas manusia dewasa di kemudian hari. Seribu hari pertama
kehidupan, yaitu sejak konsepsi hingga genap usia 2 tahun, mencakup tahapan embrio
hingga akhir masa bayi. Dalam seribu hari pertama kehidupan seorang anak, tidak hanya
terjadi pertumbuhan fisik yang pesat namun juga terjadi periode kritis pertumbuhan dan
perkembangan otak. Kelalaian menyediakan kebutuhan dasar anak pada masa ini akan
menyebabkan dampak merugikan di kemudian hari.

Dengan demikian diperlukan upaya bersama untuk mencegah terjadinya dampak buruk
masalah nutrisi dan mempercepat peningkatan perbaikan gizi nasional. Upaya yang saat ini
dilakukan adalah dengan menciptakan sistem pendampingan yang bertujuan meningkatkan
kesuksesan pemberian ASI eksklusif dan ASI sampai usia 2 tahun, pemberian nutrisi lengkap
dan seimbang sesuai kebutuhan bayi dan anak, imunisasi lengkap sesuai jadwal, stimulasi dan
deteksi dini gangguan pertumbuhan dan perkembangan, serta pencegahan penyakit infeksi
dalam masyarakat.

1.000 HPK dibagai 3 fase/Titik Kritis, di mana salah besar bila orang beranggapan berilah
nutrisi terbaik sejak Bayi Lahir, padahal yang tepat : Berilah Nutrisi terbaik SEJAK masih
dalam kandungan.

1. Selama bayi dalam kandungan = 280 hari.

Ibu perlu memiliki status gizi yang baik sebelum dan selama hamil, tidak mengalami kurang
gizi kronik serta anemia. Ibu mengkonsumsi asam folat di trimester pertama kehamilannya.
Kenapa asam folat ini penting? Karena asam folat merupakan salah satu komponen utama
dalam pembentukan tabung syaraf janin yang kemudian berkembang menjadi otak dan tulang
belakang bayi.

Suplemen zat besi (fe) dan vitamin C sangat penting untuk mencegah Ibu menderita ADB
(Anemia Defisiensi Besi) sehingga bayi yang dilahirkan kelak memiliki cadangan zat besi
yang cukup. Sebisa mungkin BuMil pernah cek darah untuk tau status Hb dan general check
up lainnya ya.

8 minggu pertama kehamilan merupakan fase pembentukan organ tubuh terjadi. Apabila pada
saat itu BuMil kekurangan gizi, proses pembentukan organ-organ dalam tubuh tidak berjalan
maksimal. Akibatnya, selain pendek, ketika dewasa, organ-organ tubuh itu menjadi rentan
terhadap penyakit. Kemampuan otak juga tidak berkembang.

Sehat Bersama RSU PKU Muhammadiyah Delanggu


TATV 27 Juli 2015
1
2. Umur 0-6 bulan (180 hari).

Bayi baru lahir mendapatkan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) minimal selama 1 jam. Dukung
Ibu agar memberikan ASI Eksklusif selama 6 bulan dan memantau pertumbuhan bayi dan
memeriksakan kesehatan bayi kepada tenaga kesehatan secara teratur.

3. Umur 6-24 bulan

Sejak bayi berusia 6 bulan berikanlah MPASI (Makanan Pendamping ASI) bersama dengan
ASI hingga anak berusia 2 tahun / lebih. Ibu perlu menguasai ilmu mengenai MPASI selain
terus memantau pertumbuhan dan perkembangan anak. Prinsip dasar utama MPASI menurut
WHO adalah : Age, Texture, Frequency, Amount, Variety, Responsive-Active dan Hygiene .
Saat bayi berusia 6-24 bulan walau bayi sudah diberikan MPASI, ASI tetaplah diberikan.

Pada kesempatan ini kita akan lebih banyak mengulas fase kedua dan ketiga

Anjuran WHO tentang ASI pada bayi dan anak

1. IMD ( Inisiasi Menyusu Dini)


2. ASI eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan
3. Berikan makanan pendamping ASI (MP-ASI) saat usia 6 bulan, dengan tetap
memberikan ASI
4. Berikan ASI sampai usia 2 tahun.

Dengan memberikan ASI, ibu sudah mengenalkan rasa berbagai bahan makanan pada bayi.
Bahkan sebenarnya, pengenalan rasa ini sudah dimulai sejak janin ada dalam kandungan.
Himbauan pada ibu yang sedang hamil, usahakan senantiasa makan sesuai kebutuhan, dengan
berbagai rasa dan sumber makanan.

Mengapa MP ASI diberikan pada usia 6 bulan?

1. Saat bayi berumur 6 bulan keatas, sistem pencernaannya sudah relatif sempurna dan
siap menerima MPASI. Beberapa enzim pemecah protein seperti asam lambung,
pepsin, lipase, enzim amilase, dsb baru akan diproduksi sempurna pada saat ia
berumur 6 bulan.
2. Cadangan nutrisi penting seperti zat besi sudah habis terpakai dan tidak bisa dipenuhi
hanya dari ASI lagi. Zat besi ini sangat berguna untuk mencegah anemia karena
kekurangan zat besi.
3. Perkembangan sistema persarafan dan oro-motorik (otot dan saraf mengunyah) telah
mulai meningkat dari hanya menghisap menjadi menggigit dan bahkan mengunyah.

Selain usia , harus kita lihat kesiapan anak saat mendapat makanan padat, antara lain

1. Mampu menyangga kepala.

Sehat Bersama RSU PKU Muhammadiyah Delanggu


TATV 27 Juli 2015
2
2. Mampu menyangga pungung (duduk/didudukkan)
3. Cukup membuka mulut. Bayi yang tertarik terhadap makanan akan membuka mulut
bila melihat makanan didepan mulutnya.
hal ini harus kita perhatikan pada bayi prematur dan bayi dengan keterlambatan
perkembangan.

Hal lain yg harus diperhatikan adalah frekuensi pemberian MP ASI, jumlah atau takaran,
tekstur makanan, serta variasi bahan makanan serta kebersihan makanan.

FREKUENSI.

Pada usia 6 bulan pertama, pemberian ASI sesuai kebutuhan bayi, bila bayi lapar bisa diberi
ASI, sehingga tidak ada batasan berapa kali bayi harus disusui. Namun pada saat kita
mengenalkan MP ASI, bayi harus mulai dikenalkan dengan jadwal. Perhatikan frekuensi
pemberian MPASI. Di awal mulai makan (umur 6 bulan),1-2 kali makan /hari. Lalu ditambah
jadi 2-3 kali makan plus 1-2 kali makanan ringan. Sejak umur 9 bulan berikan 3 kali makan
dan 2 kali selingan makanan ringan. Umur 1 tahun ke atas, berikan 3-4 kali makan dan 2 kali
selingan. Contoh jadwal makan sebagai berikut:

Jam 06.00 ASI


Jam 08.00 Makan pagi
Jam 10.00 Makanan selingan
Jam 12.00 Makan sing
Jam 14.00 ASI
Jam 16.00 Makanan selingan
Jam 18.00 Makan malam
Jam 20.00 ASI

JUMLAH

Jumlah makanan tentu harus diperhatikan. Saat baru mulai makan, mulai dgn sesuai selera
bayi, lalu tingkatkan secara bertahap.Umur 6 bulan mulai dengan 2-3 sendok makan setiap
kali makan. Perhatikan petunjuk yang diberikan bayi Anda untuk tahu kapan harus
menurunkan atau meningkatkan porsi. Tingkatkan secara bertahap sampai setengah mangkok
ukuran 250 ml utk usia 6-9 bulan. Setelah umur 1 tahun, porsi rata-rata 1 mangkok ukuran
250 ml.

TEKSTUR

Tekstur makanan sangat penting. Anak yang sedang dalam tahap MPASI berarti sedang
belajar makan, maka kenaikan tekstur harus dilakukan bertahap hingga mampu makan
makanan keluarga. Tahapan tekstur ini jangan terlalu cepat dan jangan terlalu lambat pula..
Waktu mulai makan umur 6 bulan, berikan bubur. Jangan terlalu encer atau terlalu kental.
Patokannya jika diletakkan di sendok, sendoknya dimiringkan, bubur itu tidak langsung
tumpah. Setelah mulai makan beberapa minggu, sampai umur 9 bulan berikan bubur yang
lebih kental atau bubur saring. Mulai umur 9 bulan sudah bisa diberikan makanan cincang

Sehat Bersama RSU PKU Muhammadiyah Delanggu


TATV 27 Juli 2015
3
halus, yang penting tidak keras, dan mudah dijumput anak. Umur 1 tahun, anak sudah bisa
makan makanan keluarga.

Selain hal di atas ada beberapa kekeliruan yang masih sering dilakukan saat menyuapi anak,
yaitu berjam jam menyuapi anak, sampai berkeliling lingkungan. Mengapa kurang benar?
Aturan makan yang benar adalah sebagai berikut:

o Usahakan anak duduk, bukan digendong


o Singkirkan benda-benda yang dapat mengalihkan perhatian bayi/anak dari makanan,
seperti mainan, televisi ataupun perangkat elektronik lain seperti telepon seluler.
o Waktu ideal makan adalah 30 menit, sehingga bila anak sudah tidak tertarik dengan
makanannya, singkirkan makanannya tanpa memprlihatkan amarah
o Biarkan bayi/anak mencoba makan sendiri
o Tidak membersihkan mulut tiap kali ada makanan yang belepotan, bersihkan mulut
bayi, setelah selesai makan.
o Tidak memberikan makanan sebagai hadiah karena anak melakukan sesuatu yang
membanggakan, misal memberi coklat bila anak mau makan sayur

Bagaimana dengan pemberian garam dan gula?

o Menurut WHO, boleh ditambahkan gula maupun garam beryodium dalam MP ASI,
namun jika bayi mau lahap makan tanpa gula dan garam tentu akan lebih baik,atau
bisa mengganti gula-garamnya dengan margarin, mentega atau ASIP.

Usahakan saat makan adalah saat rekreasi bersama keluarga, bukan saat yang
menyebabkan stres pada bayi/anak, ibu maupun anggota keluarga lainnya.
Jadikanlah kegiatan makan sesuatu yang menyenangkan. Jangan pernah memaksa anak
untuk makan. Untuk anak normal, sistem tubuhnya tidak akan membiarkan dirinya mati
kelaparan. Banyak cara untuk membuat kegiatan makan menjadi sesuatu yang
menyenangkan, berkreasilah.

Sehat Bersama RSU PKU Muhammadiyah Delanggu


TATV 27 Juli 2015
4