Anda di halaman 1dari 13

PEMERINTAH KABUPATEN BLORA

DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS JIKEN
JL. RAYA BLORA-CE BASRI,S.Kep.M.Si

NIP.196702041985111 001PU KM 13 TELP. (0296) 525275

UPTD SOP Pelayanan Rawat Jalan Gigi


PUSKESMAS No. Rev : - Hal. 1/1
JIKEN
Tanggal terbit, Ditetapkan
(01 Juni 2013) Kepala UPTD Puskesmas
Jiken

BASRI,S.Kep.M.Si
NIP.196702041985111 001
Pengertian Salah satu bentuk pelayanan, pengobatan di fasilitasi pelayanan kesehatan
dengan tidak harus menginap di fasilitas tersebut, baik di dalam gedung
maupun di luar gedung.
Tujuan Memberikan pelayanan pengobatan kepada pasien
Kebijakan 1. Dokter Gigi
2. Perawatan gigi yang diizikan melaksanakan prosedur penata pelaksanaan
kepada Pasien yang hanya memerlukan rawat jalan gigi
Persiapan 1. Rekam Medis
2. Standar Instrumen
Prosedur Gambaran klinis
Anamnesa :
1. Menanyakan dan mencatat identitas penderita meliput
 Nama :
 Umur :
 Alamat :
 Pekerjaan :
2. Menanyakan dan mencatat riwayat kesehatan
 Jantung
 Kencing manis
 Darah tinggi
 Kehamilan (pada wanita)
 Kebiasaan individu
 Alergi
 Komplikasi yang pernah dialami pada riwayat pengobatan lalu
 Asma
 TBC (paru)
 HIV/AIDS
3. Keluhan Utama
 Kapan dirasakan
 Sifat (sedang, akut, kronis)
 Tempat (lokal, menyebar)
 Sudah diobati/belum
Pemeriksaan
E.O : Pipi : dilihat, diraba dan kelainan/tidak bibir : dilihat, diraba ada
kelainan/tidak Kel. LY mphe di leher : dilihat, diraba dan kelainan/tidak
I.O : Gigi geligi warna, posisi, karies, bentuk/ukuran kelainan mukosapipi
(ulcus, lesi, radang) Langit-langit keas (kista, celah langit, tumor tonus,
eksostosis) Dasar mulut (bengkak, kista, ranula)
I I I. DIAGNOSA
IV. RENCANA PERAWATAN
Pemberian premedikasi yang diperlukan
Unit Terkait Gizi, Laboratorium, Rontgen
Sumber Prosedur Tetap Pelayanan Medis Penyakit gigi dan mulut RSUP
PEMERINTAH KABUPATEN BLORA
DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS JIKEN
JL. RAYA BLORA-CEPU KM 13 TELP. (0296) 525275

UPTD SOP Persistensi


PUSKESMAS No. Rev : - Hal. 1/1
JIKEN
Tanggal terbit, Ditetapkan
(01 Juni 2013) Kepala UPTD Puskesmas
Jiken

BASRI,S.Kep.M.Si
NIP.196702041985111 001

Pengertian Pencabuan gigi adalah mengangkat gigi dari soketnya yang dilakukan pada
gigi anak yang akan digantikan oleh gigi permanen
Tujuan - Menghindari gigi berjejal
- Mengangkat sisa gigi susu sebagai tempat pertumbuhan gigi permanen
Kebijakan 1. Dokter gigi
2. Perawat gigi yang diizinkan melaksanakan prosedur penatalaksanaan
kepada pasien yang hanya memerlukan rawat jalan gigi
Persiapan 1. Rekam medis
2. Standar instrumen (diagnostic set)
3. Bahan Anasthesi (chlor etyl dan kapas)
4. Tang pencabutan sesuai gigi indikasi
Prosedur Gambaran Klinis
Diperoleh melalui pemeriksaan klinis meliputi :
Ekstra oral : tidak ada kelainan
Intra Oral : terlihat gigi sulung belum tanggal, sedangkan gigi tetap pengganti
telah tumbuh, gigi sulung kadang goyah, kadang tidak.
 Gigi susu yang dusah mobility (goyah) dan umur anak sudah cukup untuk
tumbuh gigi permanen
 Gigi persistensi pada anak-anak
Prosedur :
 Semprotkan chlor etil pada kapas hingga membentuk Kristal salju
 tempelkan kapas pada gusi di gigi yang akan dicabut
 Aplikasi tang pada gigi tersebut
 Cabut gigi tersebut
 Gigit tampon selama 15 menit
 Edukasi pasien untuk tidak di hisap-hisap, kumur-kumur.
Pengobatan :
 Pre pencabutan dan pasca pencabutan diberikan vitamin
Unit Terkait Gizi, Laboratorium, Rontgen
Sumber Prosedur Tetap pelayanan Medis Penyakit Gigi dan Mulut RSUP Dr.
Kariadi/FK UNDIP
PEMERINTAH KABUPATEN BLORA
DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS JIKEN
JL. RAYA BLORA-CEPU KM 13 TELP. (0296) 525275

UPTD SOP Pencabutan sederhana pada gigi dewasa


PUSKESMAS No. Rev : - Hal. 1/1
JIKEN
Tanggal terbit, Ditetapkan
(01 Juni 2013) Kepala UPTD Puskesmas
Jiken

BASRI,S.Kep.M.Si
NIP.196702041985111 001
Pengertian Pencabutan Gigi adalah suatu tindakan mengangkat gigi dari soketnya
Tujuan - Menghilangkan penyakit pada gigi dan keluhannya
Kebijakan 1. Dokter gigi
2. Perawat gigi yang diizinkan melaksanakan prosedur penatalaksanaan
kepada pasien yang hanya memerlukan rawat jalan gigi
Persiapan 1. Rekam medis
2. Standar instrumen (diagnostic set)
3. Bahan Anasthesi (chlor etyl dan kapas)
4. Tang pencabutan sesuai gigi indikasi
5. Bein
6. Cryer, apabila diperlukan
Prosedur Gambaran Klinis
 Gigi yang tidak bisa lagi ditumpat
 Gigi yang tinggal radik
 Gigi yang sudah goyah
Prosedur :
 Tensi pasien
 Jika hasil tensi normal lakukan anasthesi pada gigi yang akan di cabut
 Aplikasikan bein sampai gigi mobility (goyah)
 Aplikasi tang pencabutan
 Exo Gigi
Pengobatan :
 Pre pencabutan dan pasca pencabutan diberikan antibiotik, analgetik,
vitamin, As. Traneksamat (apabila banyak darah setelah di cabut), anti
inflamasi
Unit Terkait Gizi, Laboratorium, Rontgen
Sumber Prosedur Tetap pelayanan Medis Penyakit Gigi dan Mulut RSUP Dr.
Kariadi/FK UNDIP
PEMERINTAH KABUPATEN BLORA
DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS JIKEN
JL. RAYA BLORA-CEPU KM 13 TELP. (0296) 525275

UPTD SOP Lesi Pada Mukosa


PUSKESMAS No. Rev : - Hal. 1/1
JIKEN
Tanggal terbit, Ditetapkan
(01 Juni 2013) Kepala UPTD Puskesmas
Jiken

BASRI,S.Kep.M.Si
NIP.196702041985111 001
Pengertian Adanya Luka pada jaringan lunak di rongga mulut
Tujuan - Menghilangkan keluhan dan rasa sakit
Kebijakan 1. Dokter gigi
2. Perawat gigi yang diizinkan melaksanakan prosedur penatalaksanaan
kepada pasien yang hanya memerlukan rawat jalan gigi
Persiapan 1. Rekam medis
2. Standar instrumen (diagnostic set)
3. Sterilisasi
Prosedur Gambaran Klinis
 Luka dijaringan lunak, rongga mulut, lidah
 Rasa sakit dan rasa terbakar
 Cekungan dengan pinggir warna coklat
Pengobatan :
 Beri obat kumur/oles
 Beri resep berupa Vitamin B dan C @ 2 X 1
Unit Terkait Gizi, Laboratorium, Rontgen
Sumber Prosedur Tetap pelayanan Medis Penyakit Gigi dan Mulut RSUP Dr.
Kariadi/FK UNDIP
PEMERINTAH KABUPATEN BLORA
DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS JIKEN
JL. RAYA BLORA-CEPU KM 13 TELP. (0296) 525275

UPTD SOP Karies kelas V Hipermi pulpa / Iritasi Pulpa


PUSKESMAS No. Rev : - Hal. 1/1
JIKEN
Tanggal terbit, Ditetapkan
(01 Juni 2013) Kepala UPTD Puskesmas
Jiken

BASRI,S.Kep.M.Si
NIP.196702041985111 001
Pengertian Adalah karies yang mengenai bagian servikal gigi anterior dan posterior. Diagnosa
karies Hipermi pulpa yaitu proses kerusakan jaringan keras gigi (email/sementum
dan dentin) dan diikuti terjadinya tahap awal inflamasi pulpa, yaitu vasolidilatasi
pembuluh darah pulpa.
Iritasi Pulpa : Kerusakan anatomi pada email dan sementum gigi
Tujuan 1. Menghentikan karies
2. Memperbaiki kontur gigi
3. Memperbaiki fungsi pengunyahan dan estetika
Kebijakan 1. Dokter gigi
2. Perawat gigi yang diizinkan melaksanakan prosedur penatalaksanaan kepada
pasien yang hanya memerlukan rawat jalan gigi
Persiapan 1. Rekam medis
2. Standar instrumen (diagnostic set)
3. Bur high speed, bahan tambal, mata bur
4. alat tambal kelas V (GIC)
5. Alkohol
Prosedur Anamnesa : pemeriksaan intra oral, perkusi pada gigi ybs
Gambaran Klinis : karies pada servikal gigi, ada 2 diagnosa antara lain hipermi pulpa dan
iritasi pulpa. Hipermi pulpa > Gejala Klinis : rasa sakitt timbul terutama karena rangsangan
dingin, manis, asam dan rasa sakit akan hilang apabila rangsangan dihilangkan. Pemeriksaan
klinis.
Ekstra Oral : ta ada kelainan
Intra oral : Inspeksi : Karies, fraktur dentis, atrisi, abrasi, erosi
Sodasi : Karies media, sakit (+), rangsangan dihilangkan (-)
Perkusi : (-)
Tekanan : (-)
Palpasi : (-)
Iritasi pulpa > Gejala Klinis, dapat berupa linu pada waktu digunakan untuk makan dan
minum dingin, manis dan asam serta pada waktu menggosok gigi
Pemeriksaan klinis :
Ekstra Oral : Tak ada kelainan
Intra oral : Inspeksi : Karies, fraktur dentis, atrisi, abrasi, erosi
Sodasi : Karies superfisial
Perkusi : (-)
Tekanan : (-)
Palpasi : (-)
Prosedur :
1. Bersihkan kavitas
2. Bentuk kavitas sesuai syarat kavitas kelas V
3. Sterilkan kavitas
4. Persiapkan bahan tambal
5. Aplikasikan bahan tambal pada gigi yang bersangkutan jika hipermi pulpa diberikan
bahan pulpacapping (Zinc Oxide Eugenol, Kalsium Hidroksid), aplikasi semen lalu
tumpatan sementara, 1 minggu kemudian ditumpat dengan tumpatan tetap.
6. Bentuk kavitas dengan baik, sehingga tambalan terasa padat, nyaman, tidak mengganjal
7. Jika selesai, beri pasien DHE
Unit Terkait Gizi, Laboratorium, Rontgen
Sumber Prosedur Tetap pelayanan Medis Penyakit Gigi dan Mulut RSUP Dr. Kariadi/FK
UNDIP
PEMERINTAH KABUPATEN BLORA
DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS JIKEN
JL. RAYA BLORA-CEPU KM 13 TELP. (0296) 525275

UPTD SOP Karies email dengan kavitasi kelas II Hipermi pulpa/Iritasi Pulpa
PUSKESMAS No. Rev : - Hal. 1/1
JIKEN
Tanggal terbit, Ditetapkan
(01 Juni 2013) Kepala UPTD Puskesmas
Jiken

BASRI,S.Kep.M.Si
NIP.196702041985111 001
Pengertian Adalah karies yang mengenai bagian servikal gigi anterior dan posterior. Diagnosa
karies Hipermi pulpa yaitu proses kerusakan jaringan keras gigi (email/sementum
dan dentin) dan diikuti terjadinya tahap awal inflamasi pulpa, yaitu vasolidilatasi
pembuluh darah pulpa.
Iritasi Pulpa : Kerusakan anatomi pada email dan sementum gigi
Tujuan 1. Menghentikan karies
2. Memperbaiki kontur gigi
3. Memperbaiki fungsi pengunyahan dan estetika
Kebijakan 1. Dokter gigi
2. Perawat gigi yang diizinkan melaksanakan prosedur penatalaksanaan kepada
pasien yang hanya memerlukan rawat jalan gigi
Persiapan 1. Rekam medis
2. Standar instrumen (diagnostic set)
3. Alat tambal kelas II
4. Alkohol
Prosedur Gambaran Klinis :
Kavitas kelas II, Karies pada interdental gigi, kavitas dangkal sampai dengan sedang, dan
belum mencapai pulpa. ada 2 diagnosa antara lain hipermi pulpa dan iritasi pulpa. Hipermi
pulpa > Gejala Klinis : rasa sakitt timbul terutama karena rangsangan dingin, manis, asam dan
rasa sakit akan hilang apabila rangsangan dihilangkan. Pemeriksaan klinis.
Ekstra Oral : ta ada kelainan
Intra oral : Inspeksi : Karies, fraktur dentis, atrisi, abrasi, erosi
Sodasi : Karies media, sakit (+), rangsangan dihilangkan (-)
Perkusi : (-)
Tekanan : (-)
Palpasi : (-)
Iritasi pulpa > Gejala Klinis, dapat berupa linu pada waktu digunakan untuk makan dan
minum dingin, manis dan asam serta pada waktu menggosok gigi
Pemeriksaan klinis :
Ekstra Oral : Tak ada kelainan
Intra oral : Inspeksi : Karies, fraktur dentis, atrisi, abrasi, erosi
Sodasi : Karies superfisial
Perkusi : (-)
Tekanan : (-)
Palpasi : (-)
Prosedur :
1. Bersihkan kavitas
2. Bentuk kavitas sesuai syarat kavitas kelas II
3. Sterilkan kavitas
4. Aplikasikan bahan tambal pada gigi yang bersangkutan jika hipermi pulpa diberikan
bahan pulpacapping (Zinc Oxide Eugenol, Kalsium Hidroksid), aplikasi semen lalu
tumpatan sementara, 1 minggu kemudian ditumpat dengan tumpatan tetap.
5. Jika Iritasi pulpa, setelah aplikasi semen langsung ditumpat dengan tumpatan tetap
6. Bentuk kavitas dengan baik, sehingga tambalan terasa padat, nyaman, tidak mengganjal
7. Jika selesai, beri pasien DHE
Pengobatan
Jika diperlukan bisa diberi antibiotic dan analgetik
Unit Terkait Gizi, Laboratorium, Rontgen
Sumber Prosedur Tetap pelayanan Medis Penyakit Gigi dan Mulut RSUP Dr. Kariadi/FK
UNDIP
PEMERINTAH KABUPATEN BLORA
DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS JIKEN
JL. RAYA BLORA-CEPU KM 13 TELP. (0296) 525275

UPTD SOP Karies email kelas I Hipermi Pulpa / Iritasi Pulpa


PUSKESMAS No. Rev : - Hal. 1/1
JIKEN
Tanggal terbit, Ditetapkan
(01 Juni 2013) Kepala UPTD Puskesmas
Jiken

BASRI,S.Kep.M.Si
NIP.196702041985111 001
Pengertian Adalah karies yang mengenai bagian servikal gigi anterior dan posterior. Diagnosa
karies Hipermi pulpa yaitu proses kerusakan jaringan keras gigi (email/sementum
dan dentin) dan diikuti terjadinya tahap awal inflamasi pulpa, yaitu vasolidilatasi
pembuluh darah pulpa.
Iritasi Pulpa : Kerusakan anatomi pada email dan sementum gigi
Tujuan 1. Menghentikan karies
2. Memperbaiki kontur gigi
3. Memperbaiki fungsi pengunyahan dan estetika
Kebijakan 1. Dokter gigi
2. Perawat gigi yang diizinkan melaksanakan prosedur penatalaksanaan kepada
pasien yang hanya memerlukan rawat jalan gigi
Persiapan 1. Rekam medis
2. Standar instrumen (diagnostic set)
3. Alat tambal kelas II
4. Alkohol
Prosedur Gambaran Klinis :
Kavitas kelas I, kavitas dangkal sampai dengan sedang, dan belum mencapai pulpa. ada 2
diagnosa antara lain hipermi pulpa dan iritasi pulpa. Hipermi pulpa > Gejala Klinis : rasa
sakitt timbul terutama karena rangsangan dingin, manis, asam dan rasa sakit akan hilang
apabila rangsangan dihilangkan. Pemeriksaan klinis.
Ekstra Oral : ta ada kelainan
Intra oral : Inspeksi : Karies, fraktur dentis, atrisi, abrasi, erosi
Sodasi : Karies media, sakit (+), rangsangan dihilangkan (-)
Perkusi : (-)
Tekanan : (-)
Palpasi : (-)
Iritasi pulpa > Gejala Klinis, dapat berupa linu pada waktu digunakan untuk makan dan
minum dingin, manis dan asam serta pada waktu menggosok gigi
Pemeriksaan klinis :
Ekstra Oral : Tak ada kelainan
Intra oral : Inspeksi : Karies, fraktur dentis, atrisi, abrasi, erosi
Sodasi : Karies superfisial
Perkusi : (-)
Tekanan : (-)
Palpasi : (-)
Prosedur :
1. Bersihkan kavitas
2. Bentuk kavitas sesuai syarat kavitas kelas I
3. Sterilkan kavitas
4. Aplikasikan bahan tambal pada gigi yang bersangkutan jika hipermi pulpa diberikan
bahan pulpacapping (Zinc Oxide Eugenol, Kalsium Hidroksid), aplikasi semen lalu
tumpatan sementara, 1 minggu kemudian ditumpat dengan tumpatan tetap.
5. Jika Iritasi pulpa, setelah aplikasi semen langsung ditumpat dengan tumpatan tetap
6. Bentuk kavitas dengan baik, sehingga tambalan terasa padat, nyaman, tidak mengganjal
7. Jika selesai, beri pasien DHE
Pengobatan
Jika diperlukan bisa diberi antibiotic dan analgetik
Unit Terkait Gizi, Laboratorium, Rontgen
Sumber Prosedur Tetap pelayanan Medis Penyakit Gigi dan Mulut RSUP Dr. Kariadi/FK
UNDIP
PEMERINTAH KABUPATEN BLORA
DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS JIKEN
JL. RAYA BLORA-CEPU KM 13 TELP. (0296) 525275

UPTD SOP Periodontitis o/k Ganggren Pulpa/Radix


PUSKESMAS No. Rev : - Hal. 1/1
JIKEN
Tanggal terbit, Ditetapkan
(01 Juni 2013) Kepala UPTD
Puskesmas Jiken

BASRI,S.Kep.M.Si
NIP.196702041985111 001
Pengertian Periodintis adalah reaksi inflamasi membrana periodontal pada daerah apek
gigi yang gangren pulpa. Gangren pulpa adalah kematian pulpa kematian
pulpa yang diikuti oleh invasi bakteri.
Tujuan 1. Menghilangkan nyeri akut dan penderita
2. Pemberian obat simtomatis
3. Visite pasien berulang dalam waktu 2 minggu
Kebijakan 1. Dokter gigi
2. Perawat gigi yang diizinkan melaksanakan prosedur penatalaksanaan
kepada pasien yang hanya memerlukan rawat jalan gigi
Persiapan 1. Rekam medis
2. Standar instrumen (diagnostic set)
3. Tensimeter
4. Alat eksodonsia (pencabutan)
Prosedur Gambaran Klinis
Gejala klinis : dalam keadaan kronis tak ada keluhan rasa sakit kecuali dalam
keadaan akut adanya rasa sakit yang hebat, tanpa rangsangan.
Pemeriksaan klinis :
Ekstra Oral : tak ada kelainan
Intra Oral :
Sondasi = akut : (-), kronis (-)
Perkusi = akut : (+), kronis (-)
Tekanan = akut : (+), kronis (-)
Palpasi = akut : (-), kronis (+/-)
Ternal = bila perlu
Prosedur
- tensi pasien
- Jika hasil tensi normal lakukan anasthesi pada gigi yang akan dicabut
- aplikasi bein sampai gigi mobolity (goyah)
- Aplikasi tang pencabutan
- Exo gigi
Pengobatan :
Pre pencabutan dan pasca pancabutan diberikan
Antibiotik, analgetik, vitamin, As. Traneksamat (apabila banyak darah setelah
di cabut) anti inflamasi.
Unit Terkait Gizi, Laboratorium, Rontgen
Sumber Prosedur Tetap pelayanan Medis Penyakit Gigi dan Mulut RSUP Dr.
Kariadi/FK UNDIP
PEMERINTAH KABUPATEN BLORA
DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS JIKEN
JL. RAYA BLORA-CEPU KM 13 TELP. (0296) 525275

UPTD SOP Dry soket


PUSKESMAS No. Rev : - Hal. 1/1
JIKEN
Tanggal terbit, Ditetapkan
(01 Juni 2013) Kepala UPTD
Puskesmas Jiken

BASRI,S.Kep.M.Si
NIP.196702041985111 001
Pengertian Merupakan komplikasi penyembuhan luka pasca pencabutan yang terjadi
karena tidak terbentuknya bekuan darah dan menyebabkan terbukanya tulang
alveolar
Tujuan 1. Menyembuhkan luka
2. Menghilangkan rasa sakit
Kebijakan 1. Dokter gigi
Persiapan 1. Rekam medis
2. Standar instrumen (diagnostic set)
3. Spet, kapas, betadine
4. alveolgel
Prosedur Anamnesa : terdapat rasa sakit dan bau pada luka bekas pencabutan
Gambaran Klinis :
Prosedur :
1. Anastesi luka post pencabutan
2. Kuretase luka pencabutan untuk dibuatkan pendarahan baru
3. Irigasi dengan H2O2
4. isi dengan alveolgel
5. Tutup dengan tampon
6. Edukasi pasien disertai instruksi untuk tidak sering berkumur, tidak
sering dihisap hisap, tidak makan pnas, dll
Pengobatan
- antibiotic, analgetik dan vitamin
Unit Terkait Gizi, Laboratorium, Rontgen
Sumber
PEMERINTAH KABUPATEN BLORA
DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS JIKEN
JL. RAYA BLORA-CEPU KM 13 TELP. (0296) 525275

UPTD SOP Pulpitis Reversible


PUSKESMAS No. Rev : - Hal. 1/1
JIKEN
Tanggal terbit, Ditetapkan
(01 Juni 2013) Kepala UPTD
Puskesmas Jiken

BASRI,S.Kep.M.Si
NIP.196702041985111 001
Pengertian Suatu kondisi inflamasi pulpa ringan sampai sedang yang disebabkan oleh
stimulasi, tetapi pulpa mampu kembali pada keadaan tidak terimflamasi
setelah stimuli ditiadakan.
Tujuan Menghilangkan stimuli dan mengembalikan keadaan pulpa serta keadaan gigi
Kebijakan 1. Dokter gigi
2. Perawat gigi yang diizikan melaksanakan prosedur penatalaksanaan
kepada pasien yang hanya memerlukan rawat jalan gigi
Persiapan 1. Rekam medis
2. Standar instrumen (diagnostic set)
3. alat dan bahan
4. Bahan tambal sementara (Flecther dan Eugenol)
5. Bahan Calcyl
Prosedur Gambaran Klinis :
1. Ditandai rasa sakit yang tajam, yang hanya sebentar
2. Biasanya diakibatkan oleh makanan dan minuman dingin, panas atau
udara dingin.
3. Jika penyebab dihilangkan, nyeri akan segera reda
4. Diagnosis :
“Hyperemia Pulpa”
Pengobatan
1. Karies dibersihkan dengan eskavator
2. Aplikasikan calvyl pda dentin
3. Tumpat dengan bahan tambahan sementara, dibiarkan selama 2 minggu
4. Jika keluhan hilang maka dilakukan penumpatan permanen dengan glas
ionomer semen.
Unit Terkait Gizi, Laboratorium, Rontgen
Sumber
PEMERINTAH KABUPATEN BLORA
DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS JIKEN
JL. RAYA BLORA-CEPU KM 13 TELP. (0296) 525275

UPTD SOP Pulpitis Irreversible


PUSKESMAS No. Rev : - Hal. 1/1
JIKEN
Tanggal terbit, Ditetapkan
(01 Juni 2013) Kepala UPTD
Puskesmas Jiken

BASRI,S.Kep.M.Si
NIP.196702041985111
001.
Pengertian Merupakan inflamasi parah yang tidak bisa akan pulih walaupun penyebabnya dihilangkan
dan lambat atau cepat pulpa akan menjadi nekrosis
Tujuan Memumifikasikan pulpa dan mengembalikn fungsi gigi
Kebijakan 1. Dokter gigi
2. Perawat gigi yang diizinkan melaksanakan prosedur penatalaksanaan kepada pasien
yang hanya memerlukan rawat jalan gigi
Persiapan 1. Rekam medis
2. Standar instrumen (diagnostic set)
3. Alat dan bahan
4. Bahan tambal sementara (flecther dan Eugenol)
5. Bahan mummifikasi
Prosedur Gambaran Klinis
1. Pulpitis irreversible akut
Dengan gejala
- Ditandai dengan rasa sakit yang timbul secara spontan atau karena rangsangan pans
atau dingin.
- Rasa sakit biasanya bertahan beberapa menit sampai berjam-jam
- Rasa sakit sering dilukiskan pasien sebagai rasa sakit yang menusuk tajam atau
mengentak-entak
- Kadang pasien juga merasakan rasa sakit menyebar ke gigi di dekatnya, ke pelipis,
telinga, wilayah yang terkena gigi belakang.
2. Pulpitis irreverdible kronis
Dengan gejala :
- Ditandai dengan rasa sakit yang timbul secara spontan atau karena rangsangan panas
atau dingin
- Rasa sakit timbul sewaktu makan atau kemasukan sisa makanan, berlangsung terus
menerus setiap hari.
Diagnosis :
 Pulpitis akut
 Pulpitis kronis
Pengobatan :
Kunjungan I :
 Karies dibresihkan dengan eskavator
 Aplikasikan bahan devitalisasi
 Ditutup tambahan sementara
 Pasien disuruh datang kembali 3 hari kemudia
Kunjungan II :
 Bongkar tambahan sementara
 Buka atap pulpa dengan cara bor
 aplikasikan bahan mummifikasi
 Tutup dengan tambalan sementara
 Pasien disuruh kembali setelah 3 hari
Kunjungan III
 Bongkar tambahan sementara
 Buang bahan mummifikasi
 Apliksikan bahan pengisian kamar pulpa
 pasang base, tutup dengan tambalan glass ionomer

Unit Terkait Gizi, Laboratorium, Rontgen


Sumber

PEMERINTAH KABUPATEN BLORA


DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS JIKEN
JL. RAYA BLORA-CEPU KM 13 TELP. (0296) 525275

UPTD SOP Ginggivitis


PUSKESMAS No. Rev : - Hal. 1/1
JIKEN
Tanggal terbit, Ditetapkan
(01 Juni 2013) Kepala UPTD
Puskesmas Jiken

BASRI,S.Kep.M.Si
NIP.196702041985111 001
Pengertian Inflamasi atau peradangan pada gusi disebabkan oleh buruknya kebersihan
mulut dapat memberikan gejala akut dan kronis
Tujuan Menghentikan peradangan
Kebijakan 1. Dokter gigi
2. Perawat gigi yang diizinkan melaksanakan prosedur penatalaksanaan
pada pasien dengan gingvitis
Persiapan 1. Rekam medis
2. Sterilisasi
3. Standart instrumen
4. Dental Probe
5. Dental scaller instrument
Prosedur Gambaran Klinis
Gejala Klinis :
Akut : terasa sakit dan mudah berdarah
Kronis : tak terasa sakit
Ekstra Oral : tak adan kelainan
Intra Oral :
Akut : gingiva membengkak, warna merah dengan permukaan halus dan
mengkilat
Kronis : gingiva merah kebiruan
1. Gusi tampak bengkak, kemerahan, lunakdan mudah berdarah, biasanya
erjadi halitosis
2. Dengan periodontal probe biasanya gusi akan berdarah
3. Gingivitis menyebabkan sulkus gusi / poket bertambah 2-3mm jika
diukur dengan periodontal probe
Diagnosis :
Ditegakkan dengan periodontal probe, diukur kedalaman oket 2-3mm, jika
ditekan akan terjadi perdarahan berupa titik pada sulkus gingiva
Pengobatan
 Scalling manual pada gigi yang terjadi gingivitis
 Lanjutkan dengan spooling
 Bila dirasa perlu, sarankan pasien untuk menggunakan obat kumur
 DHE kepada pasien agar mampu menjaa kebersihan mulutnya dengan baik
dan benar
Unit Terkait Gizi, Laboratorium, Rontgen
Sumber Prosedur Tetap pelayanan Medis Penyakit Gigi dan Mulut RSUP Dr. Kariadi/FK
UNDIP