Anda di halaman 1dari 3

NISRINA ADIANTI ANANDA

130216303 / KP : B
PEMIKIRAN EKONOMI & BISNIS

TUGAS REVIEW ARTIKEL


“THE DEVELOPMENT OF DIGITAL ECONOMY IN INDONESIA”

Memasuki era industry 4.0, kini seluruh industri berlomba menerapkan penggunaan teknologi
untuk kegiatan industri mereka tak terkecuali pada industri finansial yang dikenal dengan
financial technology dan digital banking. Di Indonesia, pelayanan finansial berbasis teknologi
yang didirikan oleh perusahaan startup telah berkembang pesat mulai dari sistem pembayaran
dan layanan transfer uang, simpan pinjam, asuransi dan lainnya.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa teknologi memiliki peran strategis dalam


mempengaruhi perilaku konsumen dimana konsumen tidak perlu datang langsung ke bank
untuk melakukan transaksi. Ketersediaan digital banking services danp produk sangat
diapresiasi oleh konsumen baik itu individu dan pelaku usaha khususnya UMKM. Kehadiran
era ekonomi digital ini dapat menjadi peluang baru sekaligus ancaman serius bagi industri bank
yang berubah menjadi digitl banking untuk mempertahankan pelanggan yang sudah ada dan
menarik pelanggan baru yang berasal dari generasi milenial.

Salah satu dari makin bertumbuhnya ekonomi digital di Indonesia pada financial technology
adalah terbentuknya e-business yang memiliki aktivitas lebih luas dari e-commerce yang hanya
terbatas pada pada kegiatan jual beli. Orang-orang lebih sangat familiar dengan e-commerce
dibuktikan dengan data dari KOMINFO dan BAREKSA dimana pada tahun 2016 jumlah
transaksi e-commerce mencapai 20.2% per tahun. Sedangkan bisnis online kini transaksinya
telah mencapai lebih dari 144 miliar rupiah dan akan terus tumbuh bersamaan dengan adanya
internet 4G.

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis kondisi dan masalah kondisi
ekonomi yang ada dan mengobservasi fenomena ekonomi digital di Indonesia. Penelitian ini
juga untuk menganalisis dan memahami lebih dalam tentang aplikasi teknologi digital pada
dunia bisnis. Penelitian ini menggunakan data primer dengan 100 responden dan data sekunder
dari berbagai sumber valid. Dari penelitian ini akan dipahami esensi pengaruh dari digital
ekonomi terutama dalam pengembangan UMKM untuk dapat bersaing di pasar.
Teknologi digital telah berkembang pesat di seluruh dunia tapi tidak semua negara
memperhatikan banyaknya manfaat dari perkembangan teknologi. Padahal, internet telah
memiliki peran besar dalam mendorong perkembangan ekonomi, memperluas lapangan kerja
dan meningkatkan layanan publik sehingga mampu menjadi langkah untuk mengurangi adanya
ketidaksetaraan dalam perrkembangan suatu negara.

Contohnya hal ini terlihat dari positifnya perkembangan pembayaran elektronik yang mana
transaksi berbasis kartu dengan terhbung ATM dan Jaringan EDC meningkat. Sejak
diperkenalkan pada tahun 2008, E-money telah mengalami pertumbuhan pesat di Indonesia
bahkan pemerintah harus menyediakan electronic money readers hingga 20 jenis uang
elektronik demi kenyamanan bagi para pengguna. Hal ini terjadi karena setiap bank
menawarkan lebih dari satu produk uang digital yang diklaim lebih unggul dari pesaing.

Dari pengalaman negara lain seperti Amerika Serikat dan Cina membuktikan bahwa diperlukan
sumber daya yang kompeten untuk menciptakan inovasi dalam teknologi keuangan. Mereka
juga menerapkan ekonomi berbagi seperti di Amerika Serikat ada bisnis pinjaman yang terus
tumbuh tanpa melalui lembaga bank dengan menggunakan sejumlah platform. Namun,
platform ini dapat merusak pendapatan bank tradisional ketika mereka tidak berinovasi.

Sharing economy tidak bisa kitahindari karena adanya industri digital yang membuat aktivitas
lebih efisien. Pasar ini tumbuh dengan baik karena difasilitasi oleh teknologi digital dimana
memungkinkan informasi menyebar lebih cepat dan luas. Era global saat ini hingga 2030 dapat
menciptakan ekosistem baru dan mengubah cara hidup yang baru. Hal ini terlihat dengan gen
Y dan gen X yang sangat akrab dengan smartphone dan beragam aplikasinya. Anak muda lebih
senang menyelesaikan masalah dengan menggunakan teknologi digital. Sementara pada tahun
2018 kini pengguna smartphone diperkirakan akan meningkat lebih dari 100 juta orang dalam
waktu dekat.

Berdasarkan hasil survei terhadap 100 pengguna produk teknoogi digital menunjukkan bahwa
mereka membutuhkan produk teknologi ini karena lebih murah, praktis, cepat, dan efisien.
Mereka juga mempertimbangkan hal lain seperti kemanan, privasi, dan gaya hidup yang harus
diikuti seiring perubahan zaman. Sementara itu, bisnis online kini semakin dinikmati sehingga
lambat laun bisnis offline akan tergeser karena perbedaan harga yang cukup signifikan pada
barang yang sama.

Perkembangan pesat ekonomi digital di Indonesia dapat mendukung pengembangan kegiatan


berbasis perushaan digital seperti bisnis stratup, industri kreatif, UMKM, dan lembaga yang
bergerk di bidang informasi dan teknologi. Adanya kolaborasi antara pelaku jasa keuangan
konvensional dan financial technology perlu dibangun untuk meningkatkan industri jasa
keuangan nasional. Keberadaan pemerintah sangat penting agar dapat meningkatkan
pemerataan akses , memajukan industri keuangan agar lebih efisien mempertahankan modal
dan kegiatan produksi UMKM, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dulu sebelum ada internet, pelaku bisnis melakukan segala kegiatan mereka secara tradisional.
Dengan adanya internet, telah membuat pola perdagangan berubah yaitu melalui bisnis online
dan konsumen cukup menggunakan gadget untuk bertransaksi. Banyak orang tertarik berbisnis
online karena tidak memerlukam modal besar. UMKM di Indonesia tentu tidak bisa bertahan
mengandalkan cara konvensional sehingga harus menyesuaikan dengan pola bisnis di era
ekonomi digital. Saat ini ada sekitar 4,6 juta UMKM yang berhasil meningkatkan penjualannya
dengan bantuan internet.

Dengan masuknya UMKM pada platform online daapat melipat gandakan kontribusi UMKM
terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) termasuk penciptaan cadangan devisa dan penciptaan
lapangan kerja. Sayangnya masih banyak UMKM yang kurang terlatih dalam menggunakan
teknologi digital untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas pasar. Oleh karena
itu, fasilitator diperlukan sebagai perantara bisnis atau aggregator di Inddonesia agar UMKM
tidak perlu membuka platform online sendiri.

Sementara itu ada layanan investasi yang dikenal sebagai equity crowdfunding (EC) yang pada
prinsipnya dalah penggunaan modal sejumlah individu dengan latar belakang investor dan
pengusaha untuk membiayai bisnis baru dengan memanfaatkan jaringan media social dan
platform crowdfunding. Jadi, UMKM dan startup memiliki peluang untuk mendapatkan
pendaanan di luar pasar modal dan perbankan.

Kesimpulannya, teknologi digital memiliki peran penting dalam menyediakan barang dan jasa
secara efektif dan efisien. Ketersediaan layanan perbankan menggunakan teknologi digital
sangat membantu individu dan pelaku usaha termasuk UMKM. Sehingga ini dapat menjadi
salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi dan pendapatan per kapita Indonesia. Perbankan
digital dan teknologi keuangan mungkin memiliki pengaruh negative pada stabilitas keuangan
ketika data dan dokumen dapat diakses oleh pihak lain melalui internet sehingga dapat
menyebabkan kerugian. Bisnis online dan pinjaman peer-to-peer tanpa jaminan harus
dilakukan dengan hati-hati.