Anda di halaman 1dari 2

BI1201 – Pengantar Sekolah dan Teknologi Hayati

Dosen Pengajar : Sony Heru Sudarsono, Ph.D.

Nama : Azkia Fathimah Azzahra

NIM : 19818183

Assignment 8

In lecture 8 on Biomanagement, you were shown a slide about the conversion of


tropical forests to palm oil plantations, its effect on the orangutan, and the need for
reclamation of post-palm oil plantations. This assignment asks you to think further about the
situation. Look for more information and read about the positive and negative arguments for
the development of oil palm plantations in Indonesia. Then consider the three aspects that
make up the basic principle of sustainable management, i.e., ecological, social, and economic
aspects. Discuss whether or not oil palm development in Indonesia has successfully balanced
these three aspects, and what is your own personal opinion on this issue.

Dari segi ekologi, pengembangan atau reklamasi tanaman sawit dapat merusak
ekoistem yang telah ada dan bisa memusnahkan keanekaragaman hayati yang hidup disana.
Contohnya antara lain yang sudah kita ketahui yaitu orangutan yang kehilangan tempat
tinggal mereka. Tidak hanya orangutan, pastinya banyak hewan lain yang terganggu dengan
adanya pengembangan kelapa sawit ini. Tanah bekas sawit juga tidak bisa lagi digunakan
untuk tanaman lain, karena akarnya yang sulit diersihkan dan unsur hara telah habis dipakai
oleh tanaman sawit. Selain itu timbulnya hama jenis baru akibat persaingan antar agen
hayati.

Dari segi ekonomi, pembukaan lahan sawit cenderung memberikan dampak positif
bagi pemerintah. Dari sawit ini Indonesia mendapat pemasukan yang cukup besar. Namun di
sisi lain, dari segi masyarakat, perubahan bentang alam yang ada, hutan, air, dan segala yang
ada di dalamnya membatasi masyarakat untuk memelihara kekayaasn alam tersebut yang
telah menjadi sumber penghidupan mereka dari dulu. Untuk mengurangi dampak negative
dari segi ekonomi, perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat mengenai proyek ini dan
dalam pemrosesannya melibatkan masyarakat.

Dari segi social, perubahan bentang alam juga sangat berpengaruh besar terhadap
kondisi dan kehidupan sosial masyarakat akibat penguasaan dan persaingan yang semakin
mengurangi dan merubah secara paksa jati-diri, kebiasaan dan kearifan masyarakat seperti
berkurang atau tertutupnya hak dan akses, mata pencaharian, nilai budaya dan agama,
mobilisasi tenaga kerja dari luar dengan hadirnya perkebunan dan pabrik kelapa sawit.
Menurut saya, pengembangan tanaman sawit saat ini belum sempurna dalam
menyeimbangkan ketiga aspek diatas. Karena terlihat bahwa dampak buruk terlihat lebih
menonjol disbanding dampak positif yang didapat. Untuk menyeimbangkan tiga aspek social,
ekonomi, dan ekologi tentu ada batasan atau aturan yan harus dilakukan dalam
pengembangan tanaman kelapa sawit ini. Diantara caranya yaitu :

1. Terus berusaha untuk menjaga keseimbangan alam dengan pembangunan, juga


menanam tanaman lain agar varietas tetap terjaga.
2. Membina sumber daya manusia tentang prinsip pengelolaan kebun sawit, dan segala
hal yang diperlukan dalam industry ini dengan melibatkan masyarakat.
3. Batasan perizinan dari pemerintah untuk perkebunan kelapa sawit, menindak tegas
bagi para pelaku illegal.
4. Dalam pengelolaannya harus dilakukan oleh orang yang ahli dan megerti mengenai
lingkungan, sehingga segala konsekwensi yang didapat dari pembangunan ini dapat
dipertanggungjawabkan dan ditanggulangi.

Sangat diharapkan pemerintah dapat memperhatikan hal ini. Agar dapat


mengoptimalkan manfaat dan meminimalisir kerugian yang didapat.