Anda di halaman 1dari 4

KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK ES KRIM HASIL

PENAMBAHAN EKSTRAK SECANG (Caesalpinia sappan L.) DAN EKSTRAK DAUN


STEVIA

PROPOSAL PENELITIAN

Oleh:
Ariny Wafa Ilmiyah Putri
NIM 161710101041

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN


FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS JEMBER
2019
BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakan


Susu merupakan cairan bergizi berwarna putih yang dihasilkan oleh kelenjar susu
mamalia seperti sapi, kerbau, kuda, kambing dan unta. Susu termasuk kedalam salah satu
bahan pangan yang sangat penting bagi pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Susu
memiliki nilai gizi yang tinggi sebagai asupan penting untuk kesehatan, kecerdasan, dan
pertumbuhan, khususnya anak-anak. Komponen penting dalam susu adalah protein, lemak,
vitamin, mineral, laktosa serta enzim-enzim dan beberapa jenis mikroba yang bermanfaat bagi
kesehatan sebagai probiotik. Komposisi susu sapi sangat beragam tergantung pada beberapa
faktor antara lain bangsa sapi, tingkat laktasi, pakan, interval pemerahan, suhu dan umur sapi.
Angka rata-rata komposisi untuk semua kondisi dan jenis sapi perah adalah 87,1% kadar air,
3,9% lemak, 3,4% protein, 4,8% laktosa, 0,72% abu dan beberapa vitamin yang larut dalam
lemak seperti vitamin A, D, E dan K.
Kesadaran masyarakat terhadap konsumsi susu, menjadikan susu sebagai komoditas
ekonomi yang mempunyai nilai sangat strategis. Permintaan susu tumbuh sangat cepat, yang
meningkat 14,01% selama periode antara tahun 2002 dan tahun 2007. Namun, di sisi lain
produksi susu Indonesia hanya tumbuh 2% (Direktorat Budidaya Ternak Ruminansia, 2010).
Di negara tropis seperti Indonesia, masyarakat banyak menginginkan produk makanan dan
minuman yang dapat menyegarkan badan. Salah satu produk yang banyak digemari untuk
mendapatkan manfaat tersebut adalah es krim yang umumnya dapat ditemukan di hampir
semua toko. Selain itu, saat ini es krim memiliki banyak varian rasa dan bentuk sehingga
banyak digemari semua kalangan dari anak – anak sampai orang dewasa. Di Indonesia
sendiri, konsumsi es krim berkisar 0,5 liter/orang/tahun (Violisa et al., 2012). Selain
kesegarannya, es krim yang dikonsumsi dipercaya memiliki manfaat lebih bagi tubuh karena
pada umumnya berbahan dasar susu dan buah yang memiliki banyak manfaat. Es krim yang
terkenal di Indonesia sendiri merupakan jenis es krim Amerika (american ice cream)
sedangkan ada berbagai jenis es krim dapat dibedakan berdasarkan komponen dan
kandungannya. Salah satu jenis es krim adalah gelato.
Buah naga (Dragon fruit) merupakan buah tropis yang banyak digemari oleh masyarakat
karena memiliki khasiat dan manfaat serta nilai gizi cukup tinggi. Bagian dari buah naga
merah 30-35% merupakan kulit buah naga merah namun seringkali hanya dibuang sebagai
sampah. Sangat disayangkan karena kulit buah naga merah yang memiliki manfaat tidak
digunakan sebagai bahan tambahan makanan seperti pewarna makanan. Kulit buah naga
merah memiliki kandungan pigmen alami yang dapat digunakan sebagai pewarna alami
pangan. Kulit buah naga merah memiliki kandungan nutrisi seperti karbohidrat, lemak,
protein dan serat pangan. Kandungan serat pangan yang terdapat dalam kulit buah naga merah
sekitar 46,7% (Saneto, 2005). Kandungan serat kulit buah naga merah lebih tinggi
dibandingkan dengan buah pear, buah orange dan buah persik (Saneto, 2005). Menurut
Santoso (2011) serat pangan memiliki manfaat bagi kesehatan yaitu mengontrol berat badan
atau kegemukan, menanggulangi penyakit diabetes, mencegah gangguan gastrointestinal,
kanker kolon (usus besar) serta mengurangi tingkat kolestrol darah.

1.2 Rumusan Masalah


es krim merupakan hidangan beku yang digemari oleh berbagai kalangan usia dan biasa
disajikan sebagai makanan penutup desert atau dapat dinikmati kapanpun. Selama ini perasa
maupun pewarnaan es krim lebih banyak menggunakan bahan sintetik yang kurang baik bagi
tubuh. Salah satu alternatir yang ditawarkan untuk menekan penggunaan perasa dan pewarna
sintetik pada es krim yaitu es krim tape singkong hasil penambahan daun bayam hijau
(Amarantus hybridus). Daya cair eskrim juga bervariasi. Pembuatan es krim tape singkong
hasil penambahan daun bayam hijau divariasi oleh beberapa bahan penstabil untuk
mengetahui karakteristik fisik terbaik pada produk yang dihasilkan, sehingga diperlukan
karakterisasi untuk mengetahui sifat fisik, kimia, kandungan gizi maupun penerimaan
konsumen terhadap produk es krim tape singkong hasil penambahan daun bayam hijau.

1.3 Tujuan