Anda di halaman 1dari 2

RIWAYAT HIDUP

Nama saya Nadiya Anantiya. Saya lahir di DI.Yogyakarta pada tanggal 11 Oktober 2002.dan
sekarang saya berusia 16 tahun dan saya tinggal di Kp.Cihonje 01/02 Karang Anyar Kawalu
Kota Tasikmalaya.Saya pindah ke kota ini sejak masih TK, dan sekarang saya sekolah di SMK
Negeri 2 Kota Tasikmalaya dengan jurusan yang saya ambil yaitu Desain Pemodelan dan
Informasi Bangunan (DPIB).Saya merupakan anak pertama dari 2 bersaudara.Saya memiliki
adik laki – laki yang masih duduk di bangku SD kelas 3.

Ketika masih kecil saya sekolah di TK yang berada dekat di dusun prangwedan DI.
Yogyakarta bersama teman – teman saya.Pada awal masuk sekolah saya merasa takut,
tetapi setelah lama bersekolah saya pun mulai berani tanpa ditunggu oleh ibu.Saat itu saya
bersekolah satu tahun kurang dan pindah ke kota Tasikmalaya.Di kota ini saya sekolah TK di
BPI Baturompe.Setelah selesai Tk, saya lalu masuk SD di Karikil yaitu SD Negeri 2 Karikil.Di
sekolah itu saya mulai memiliki banyak teman.Karena saya tidak bisa berbicara bahasa
sunda, saya pun belajar berbahasa sunda yang di ajarkan oleh guru saya.Sehari –hari saya
menggunakan bahasa Indonesia ketika berbincang – bincang dengan teman saya.Namun
ketika di rumah, saya berbicara dengan menggunakan bahasa Jawa, yaitu bahasa yang
digunakan ketika saya masih berada di Yogya.Setiap harinya saya berangkat sekolah diantar
oleh orang tua saya selama 6 tahun.

Setelah lulus SD, saya bersekolah di SMP Negeri 14 Kota Tasikmalaya yang letak nya di jl.
Jedral A.H nasution Mangkubumi.Di sekolah sana saya mendapatkan teman dari berbagai
daerah.Ternyata ada juga teman saya yang berasal dari Jawa, tepatnya dari Kota
Cilacap.Sama seperti saya, dia pun pindah rumah.teman saya itu tidak berangkat sekolah
sendiri, tetapi dia selalu berangkat ke sekolah bersama saudara kembar nya itu.Terkadang
saya dan teman saya itu berbincang – bincang dengan menggunakn bahasa dari tempat asal
nya, yaitu bahasa Jawa.Karena itu, banyak teman saya yang lain bingung melihat saya dan
salah satu teman saya ini berbincang – bincang menggunakan bahasa jawa yang
digunakan.Namun hal itu tidak menjadi masalah. Buat saya dan teman saya, itu merupakan
suatu kebanggaan.Adapun teman saya yang ingin belajar berbahasa jawa.

Ketika saya berada di kelas 8 atau kelas 2 SMP, saya mengikuti perlombaan melukis di SMP
Negeri 1 Kota Tasikmalaya,saya saat itu di dampingi oleh seorang guru seni budaya.Bukan
hanya saya saja yang mengikuti perlombaan itu, ada beberapa teman saya yang
mengikutinya.Namun pada perlombaan itu saya tidak menjadi juara.Tetapi semua itu tidak
masalah, karena dalam perlombaan pasti ada yang menang dan kalahnya.Sebelumnya juga
saya pernah mengikuti perlombaan mewarnai yaitu pada saat TK dengan mendapat juara 2
dan 3, lomba menggambar saat kelas 5 mendapat juara 3, dan lomba kaligrafi saat kelas 6
mendapat juara 3.Itu semua merupakan suatu pengalaman yang sangat berharga meskipun
tidak masuk ke tingkat kota.
Saat saya naik kelas 9, saya mulai belajar lebi giat lagi.Karena di kelas ini saya harus bisa
mendapatkan nilai bagus di beberapa ujian sekolah.Setelah beberapa ujian sekolah itu di
laksanakan, saya mendapatkan peringkat yang memuaskan.

Setelah kelulusan dibagikan, saya pun mulai mendaftarkan ke sekolah yang saya inginkan,
yaitu SMK Negeri 2 Kota Tasikmalaya.Setelah beberapa minggu menunggu, akhirnya
pengumuman penerimaan sisawa baru itu pun dibuka.Dan akhirnya saya pun di terima di
sekolah ini.Beberapa lama kemudian, saya mengikuti MOPD yang dilaksanakan 3 hari di
sekolah dan 3 hari kemah di Pangandaran.Pada hari pertama MOPD, saya harus bangun pagi
sekali dan berangkat sekitar jam 5 dari rumah.Sesampai nya di wilayah sekolah, saya beserta
peserta MOPD yang lain pun dilarikan oleh kakak – kakak kelas sampai depan gerbang
sekolah.Digerbang kami di suruh baris dan larikan kembali menuju lapangan SMK Negeri
2.Dilapangan itu kami di bariskan selama beberapa lama, lalu melaksanakan apel pagi.

Setelah 3 hari itu, di hari berikutnya saya dan peserta MOPD yang lain berangkat ke
Pangandaran untuk mengikuti kemah terpadu.Sesampainya di sana, kami disuruh untuk
memasang tenda per kelompok.