Anda di halaman 1dari 11

Nilaiorganoleptik dan Aktivitas Antioksidan Es Krim dengan Penambahan Kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana L)

NILAIORGANOLEPTIK DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN ES KRIM


DENGAN PENAMBAHAN KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia
mangostana L)
Siti Maulida1, Yoni Atma2
1IlmuGizi, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Esa Unggul Jakarta
2Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Bioindustri, Universitas Trilogi Jakarta

siti.maulida@esaunggul.ac.id

Abstrak
Kulit buah manggis (Garcinia Mangostana L) diketahui memiliki jumlah
rendemen yg lebih besar daripada daging buahnya yaitu 66,67% dan tersusun
atas senyawa polifenol yang cukup banyak, diantaranya adalah antosianin,
tannin, xhantone dan senyawa asam fenolat. Tingginya persentase bagian kulit
yang terbuang serta manfaat dari kulit buah manggis yang besar kurang
diimbangi dengan upaya pemanfaatan. Oleh karena itu suatu alternatif dapat
dilakukan dan mengaplikasinya ke dalam produk es krim. Produk es krim
tidak melalui pemanasan yang tinggi sehingga antioksidan yang ditambahkan
dari kulit buah manggis bisa stabil.Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh
penambahan kulit buah manggis terhadap nilai organoleptik dan aktivitas
antioksidan pada eskrim.Metode penelitian yaitu penambahan kulit buah
manggis dalam pembuatan es krim yang diuji yaitu dengan konsentrasi
10%,20%,30%. Dilakukan uji organoleptik yang meliputiuji hedonik dan mutu
hedonik pada 30 panelis. Uji statistik menggunakan One Way Anova. Aktivitas
antioksidan dilakukan dengan menentukan nilai DPPH (1.1-diphenyl-2-
picryhydrazil radical-scavenging). Penambahan 10% kulit buah manggis lebih
disukai dari segi rasa, warna, aroma, dan tekstur dibandingkan perlakuan
lainnya (p<0,05). Hasil analisa aktivitas antioksidan dalam es krim tanpa
penambahan kulit buah manggis: 0,1531 mg/g Vit C, penambahan 10%:
4,3110 mg/g Vit C, dan penambahan 20%: 4,166 mg/g Vit C. Es krim kulit
buah manggis yang terbaik adalah dengan penambahan 10% kulit buah
manggis dengan aktivitas antioksidan 4,311 mg/g Vit C.

Kata kunci: es krim, kulit buah manggis, nilai organoleptik, aktivitas


antioksidan

Abstract
Rind of mangosteen (Garcinia Mangostana L) have a greater rendemen than the
yield of the fruit. Rendemen of mangosteen is about 66.67% and contain
polyphenolic compounds, such as anthocyanins, tannins, phenolic acids and
compounds xhantone. The high percentage of the waste from the rind as well as the
health benefits, unfortunatelly less balanced with efforts to used it. Therefore, an
alternative is addition of it in the ice cream product. Ice cream products are not
using high temperature during production step. So that the antioxidants were
added from the rind of the mangosteen can be stabilized. The purpose of this study
is to determine the effect of mangosteen rind addition on organoleptic value and
antioxidant activity in the ice cream. The research method by addition of
mangosteen rind during production step of ice creeamn with concentration of 10%,
20%, 30%. Organoleptic test covering hedonic test and hedonic quality on the 30
panelists. Statistical tests using One Way ANOVA. The antioxidant activity was
done by determining the value of DPPH (1.1-diphenyl-2-radical-scavenging
picryhydrazil). The addition of 10% mangosteen rind is preferred inflavor, color,
aroma, and texture than other treatments (p <0.05). Results of analysis of
antioxidant activity in the ice cream without the addition of mangosteen rind:
0.1531 mg/g of vitamin C, the addition of 10%: 4.3110 mg/g Vit C, and the addition
of 20%: 4.166 mg/g Vit C. The bestice cream is with the addition of 10%
mangosteen rind with antioxidant activity of 4.311 mg/g Vit C.

Keyword: Ice cream, manggosten rind, organoleptic value, antioxidant activity

Nutrire Diaita Volume 6 Nomor 2 Oktober 2014 168


Nilaiorganoleptik dan Aktivitas Antioksidan Es Krim dengan Penambahan Kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana L)

Pendahuluan mengakses informasi tentang kesehatan


Kehidupan masyarakat, terutama berdampak pada peningkatan kesadaran
dikota- kota besar, dicirikan oleh segala dan pengetahuan masyarakat tentang
sesuatu yang serba praktis dan cepat. pentingnya kesehatan. Masyarakat
Kegemaran akan hal- hal yang serba cepat cenderung memilih pangan yang sehat dan
antara lain dalam hal makanan, baik tidak menimbulkan resiko terhadap suatu
makanan cepat saji maupun makanan penyakit. Salah satu informasi tentang
jajanan. Meskipun bukan sepenuhnya hal pangan yang bermanfaat bagi kesehatan.
yang buruk, gaya hidup praktis dan efisien Pangan tersebut dapat berupa pangan
perlu diwaspadai, terutama yang kaya antioksidan yang terdapat dalam
menyangkut pola konsumsi. Saat ini pola buah-buahan.
makan masyarakat cenderung Konsumsi pangan sumber
mengkonsumsi pangan tinggi energi, antioksidan yaitu buah-buahan apalagi
lemak dan gula, namun rendah serat dan kulit buah secara tidak langsung kurang
antioksidan. Pada umumnya makanan diminati masyarakat, bahkan menjadi
siap saji yang disediakan di beberapa sampah dan tidak dimanfaatkan. Biasanya
usaha boga kaya akan lemak jenuh yang rasanya cenderung pahit dan memiliki
merupakan faktor resiko terjadinya aroma langu kurang menarik minat dan
penyakit-penyakit degeneratif, seperti selera masyarakat dalam mengkonsumsi
penyakit jantung koroner, Stroke, dan buah tersebut. Salah satu buah-buahan
hipertensi (Soeharto 2001). kaya antioksidan yaitu buah manggis.
Berbagai penyakit degeneratif Manggis (Garcinia mangostana L.)
timbul akibat kurangnya konsumsi serat merupakan tanaman tahunan dan
makanan dan antioksidan. Efek fisiologi tanaman asli asia tenggara. Tanaman ini
serat makanan antara lain toleransi mendapat julukan hebat sebagai ratu
terhadap glukosa, meningkatkan buah atau queen of fruits yang memiliki
kekambaan feses dan menurunkan buah dengan rasa kombinasi manis dan
kolesterol plasma menunjukkanbahwa kecut. Bagian buah manggis secara umum
serat makanan dapat menurunkan insiden terdiri atas daging buah biji, dan kulit
penyakit kronis seperti komplikasi buah. Daging buah (pulp) yaitu bagian
diabetes, kanker kolon dan penyakit yang berwarna putih susu dengan rasa
jantung (Muchtadi 2000). Selain itu, yang khas (jika sudah matang),yaitu rasa
menurut Winarsi (2007) konsumsi asam,manis, dan sepat. Daging buah
antioksidan dalam jumlah yang cukup biasanya sering dimanfaatkan baik dalam
secara terus menerus dapat menurunkan segar dan dikonsumsi langsung ataupun
resiko penyakit degeneratif dan dalam bentuk olah seperti sirup,jus,buah
kardiovaskuler, seperti kanker, kalengan dan sebagainya.Biji (seed) yaitu
aterosklerosis dan diabetes mellitus. bagian dalamnya berwarna kuning
Konsumsi makanan yang mengandung kecokelatan dengan tekstur yang keras.
antioksidan juga dapat meningkatkan Sedangkan Kulit (pericarp) yaitu bagian
status imunologis dan dapat mengahambat yang berwarna hijau jika masih mentah,
timbulnya penyakit degeneratif akibat sedangkan jika sudah matang akan
penuaan. Kecukupan asupan antioksidan berwarna ungu kemerahan. Pada bagian
secara optimal diperlukan pada semua inilah terdapat pigmen dari kelompok
kelompok umur (Winarsi 2007). Bahan antosianin dengan kemampuan sebagai
pangan yang banyak mengandung antioksidan yang disebut dengan senyawa
antioksidan dapat dijumpai pada sayuran, xanthone (Mardiana 2012).
buah-buahan, dan bahan pangan nabati Xanthone adalah suatu bahan
lainnya. kimia aktif dengan struktur cincin 6
Namun, seiring dengan karbon dan kerangka karbon rangkap. Ada
perkembangan teknologi menyebabkan sekitar 40 jenis xanthone yang terdapat
terjadinya perubahan pada berbagai aspek dikulit buah manggis diantaranya
kehidupan manusia, salah satunya adalah mangostin, mangostenol, mangostinon A,
aspek informasi. Kemudahan dalam mangostenon B, trapezifolixanthone,

Nutrire Diaita Volume 6 Nomor 2 Oktober 2014 169


Nilaiorganoleptik dan Aktivitas Antioksidan Es Krim dengan Penambahan Kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana L)

tovophyllin B, alpha mangostin, beta oleh semua kalangan. Dan di Indonesia


mangostin, garcinon B, mangostanol, sendiri ice cream sangat cocok dinikmati
flavonoid epicatechin, dan gartanin. waktu musim panas karena faktor iklim
Kadarnya mencapai 123,97 mg per ml. Indonesia yang tropis sehingga cocok
Xanthone inilah yang mempunyai aktivitas membuat eskrim yang menyegarkan plus
antiinflamasi dan antioksidan sehingga kaya antioksidan pula.
dapat menangkal radikal bebas dan Tujuan penelitian ini adalah untuk
mencegah kerusakan sel atau mengetahui dan mempelajari nilai
menghambat proses degenerasi sel organoleptik dan aktivitas antioksidan
(penghambat penuaan). Diketahui kulit pada es krim dengan penambahan kulit
manggis memiliki jumlah rendemen yang buah manggis (Garcinia Mangostana L)
lebih besar daripada daging, dan biji sebagai campuran bahan dasar. Manfaat
buahnya yaitu 66,67% (Siriphanick et al penelitian ini diharapkandapat
1997). Selain memiliki jumlah rendemen meningkatkan pengetahuan dan
yang lebih besar, menurut Mardiana keterampilan penulis di bidang Ilmu
(2012) berbagai penelitian membuktikan Teknologi Pangan sehingga mampu
kulit manggis memiliki khasiat yang memanfaatkan kulit manggis sebagai
sangat baik untuk tubuh sehingga bahan penambahan pembuatan es krim
menyembuhkan berbagai jenis penyakit yang kaya antioksidan dengan
seperti sariawan, luka, wasir, dan memanfaatkan kulit buah yang ada, serta
keputihan, juga penyakit diabetes,jantung mendapatkan pengalaman yang berguna
koroner, kanker payudara, dan HIV/AIDS. untuk bekal masa depan, dapat menjadi
Salah satu bentuk alternatif inspirasi dalam memanfaatkan kekayaan
pengolahan dari kulit manggis dapat sumber daya alam di sekitar untuk
dilakukan suatu senyawa antioksidan menciptakan produk-produk bergizi yang
berupa xanthone dan aplikasinya ke kreatif dan terjangkau, dan dapat menjadi
dalam bentuk produk es krim. Saat ini, sebuah inovasi baru dalam menciptakan
banyak pangan fungsional yang diperkaya produk-produk berkualitas yang
serat dan antioksidan seperti biscuit, memanfaatkan kulit buah di sekitar serta
minuman sereal dan jus buah yang sudah dapat menjadi salah satu pilihan makanan
difortifikasi yang banyak beredar selingan yang bergizi dan sehat.
dipasaran. Namun, penambahan serat dan
antioksidan pada produk yang banyak Metode Penelitian
digemari masyarakat seperti es krim Penelitian ini menggunakan
belum banyak dilakukan. Berbagai jenis Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan
inovasi es krim terus berkembang baik es perlakuan penambahan kulit buah
krim berbahan dasar susu (dairy product) manggis sebagai berikut :
maupun non-dairy product seperti T1 : Perlakuan 1 yaitu penambahan
velvaatau es krim berbahan santan, tetapi kulit buah manggis (0%)
es krim dengan penambahan serat (buah) T2 : Perlakuan 2 yaitu dengan
belum banyak dikembangkan (Mardiana penambahan kulit buah manggis
2012). Es krim merupakan produk olahan 10%
susu yang cukup popular dan memiliki T3 : Perlakuan 3 yaitu dengan
segmen pasar yang luas dan merupakan penambahan kulit buah manggis
jajanan yang digemari oleh berbagai 20%
kalangan remaja baik anak-anak,remaja, T4 : Perlakuan 4 yaitu dengan
maupun dewasa (Chen 2008). Oleh karena penambahan kulit buah manggis
itu melalui penelitian ini diharapkan dapat 30%
dihasilkan es krim dari kulit manggis
sebagai alternatif pangan fungsional yang Pembuatan bubur kulit buah manggis
dapat meningkatkan minat masyarakat Buah manggis dicuci, dipisahkan
terhadap konsumsi asupan antioksidan antara daging buah dan kulit buah,
dengan rasa, warna dan citarasa es krim pemisahan antara kulit luar dan dalam,
yang menarik, nilai gizi tinggi, memiliki ambil kulit dalam yg berwarna ungu,
nilai fisiologi bagi tubuh, serta terjangkau setelah itu diblanching selama 3 menit,

Nutrire Diaita Volume 6 Nomor 2 Oktober 2014 170


Nilaiorganoleptik dan Aktivitas Antioksidan Es Krim dengan Penambahan Kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana L)

kemudian ditimbang dimasukkan ke krim) untuk dilakukan penyimpanan ke


blender, lalu dihaluskan. dalam freezer.Kemudian dilakukan
masukkan uji organoleptic dengan 30
Pembuatan Es krim Kulit Buah panelis.
Manggis
Langkah awal memilih manggis Prosedur Analisis Aktifitas
yang sudah matang, dicuci, lalu kulit Antioksidan
manggis dipisahkan dari buah dan bagian Metode DPPH (Kubo et al. 2002;
kerasnya. Kulit manggis yang diambil Molyneux 2004). Pengukuran aktivitas
adalah bagian yang lunak. Kemudian kulit antioksidan dilakukan dengan metode
manggis bagian lunak dikeruk radikal bebas stabil DPPH* (1.1-diphenyl-2-
menggunakan sendok, kulit manggis ini picryhydrazil radical-scavenging). Formula
yang dijadikan sebagai bahan baku es krim yang terdiri dari tiga
utama.Setelah itu kulit manggis diblancing perlakuandigunakan sebagai sampel
selama 3 menit. Kemudian kulit manggis pengujian aktivitas antioksidan.Asam
tersebut dihancurkan dengan blender askorbat digunakan sebagai pembanding
sampai terbentuk bubur dengan terhadap aktivitas antioksidan yang
tambahan air ±150 ml. penghancuran ini dimiliki oleh formula es krim. Oleh karena
untuk memperkecil ukuran sehingga itu, aktivitas antioksidan es krim dihitung
memudahkan proses bubur buah kulit berdasarkan kesetaraannya dengan
manggis.Setelah itu susu disiapkan 700 aktivitas antioksidan asam askorbat yang
ml kemudian ditambahkan gula pasir, dinyatakan dalam ppm AEAC (Ascorbic
campur kedua bahan ini aduk acid Equivalen Antioxidant Capacity).
rata.Kemudian kuning telur dan putih
telur dipisahkan. Lalu, dalam wadah Analisis :
terpisah ambil kuning telur ditambahkan 1. 1 ml sampel dalam tabung reaksi,
krim nabati (whippied cream), kemudian ditambahkan 7 ml metanol ( untuk
agar-agar perlahan masukkan dalam blanko 8 ml metanol)
bahan cair susu sebelumnya (dibuat 2. Ditambahkan 2 ml DPPH ( dan
dalam wadah yang berbeda) sambil terus divortek) (konstentrasi akhir DPPH 0.2
diaduk dan hindari terbentuknya mM)
gumpalan-gumpalan. Setelah itu 3. Didiamkan selama 30 menit pada
campuran bahan dipanaskan dalam panci. suhu ruang
Temperatur dijaga hingga mencapai 40oC 4. Diukur absorbansi pada 517 nm
selama 10 menit. Kemudian dimasukkan 5. Nyatakan Aktifitan Anti Oksidan dalam
bubur kulit buah manggis. Selanjutnya persentase penghambatan terhadap
dipanaskan dengan suhu 80oC selama 30 radikal DPPH ( scavenging activity)
menit (pasteurisasi) sambil terus diaduk- dengan perhitungan sbb :
aduk. Kemudian diturunkan suhu sampai
40 oC dengan mendinginkan. Campuran Kapasitas Anti Oksidan (%) =
yang suhunya sudah turun, dimasukkan
dan dinginkan dalam refrigerator selama 1
jam (proses aging). Setalah itu diaduk
dalam mixer selama 15 menit, dan
masukkan ke dalam wadah yang sudah
disiapkan. Pembekuan dilakukan dengan Hasil dan Pembahasan
memasukkan ke freezer. Kemudian Uji Organoleptik
dilakukan pengocokan ulang Uji organoleptik merupakan salah
menggunakan mixer sebanyak 2 kali satu parameter pengujian produk pangan
ketika adonan es krim mengkristal. Proses untuk menilai suatu komoditi pangan atau
pengocokan ulang es krim dalam keadaan produk pangan berdasarkan pada indera.
beku ini bertujuan untuk mendapatkan Uji organoleptik yang dilakukan pada
hasil akhir es krim yang lebih lembut. penelitian ini adalah menggunakan uji
Setelah pengocokan ulang selesai adonan hedonik dan mutu hedonik yang
dituang ke dalam kemasan es krim (cup es

Nutrire Diaita Volume 6 Nomor 2 Oktober 2014 171


Nilaiorganoleptik dan Aktivitas Antioksidan Es Krim dengan Penambahan Kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana L)

dilakukan oleh 30 orang panelis terhadap mean 4,96. Semakin banyak penambahan
tingkat kesukaan rasa, warna, aroma, dan kulit buah manggis berpengaruh terhadap
terkstur serta mutu hedonik aroma susu, rasa semakin bertambah maka rasa
aroma langu, kelumeran. diperoleh (T4) semakin sepat.
Kemudian untuk melihat adanya
Mutu hedonik terhadap rasa es krim perbedaan antar perlakuan maka
dilakukan analisis lebih lanjutdengan
Tabel 1 menggunakan uji Benferoni. Hasil uji
Anova Terhadap Rasa Es Krim Benferoni menunjukkan bahwa perlakuan
SS df MS F Sig. berupa penambahan kulit buah manggis
BG 212,5 3 70, 68, 0,000 T1-T4, T1-T3, T2-T3, T2-T4 berbeda nyata.
8 32 Sedangkan perlakuan T2-T1 sama atau
5 tidak berbeda nyata dapat disimpulkan
WG 369,0 356 1,0 bahwa perlakuan terbaik dari rasa adalah
3 T2. Perlakuan T2 diatas memiliki
T 581,6 359 komposisi kulit buah manggis yang lebih
kecil dibandingkan perlakuan yang lain,
Hasil uji One Way anova dengan sehingga lebih disukai. Menurut Marshall
nilai F hitung = 68,325 >F tabel 2,62 dan et al (1997) persepsi konsumen
p-value (sig) = 0,000< 0,05 maka Ho menunjukkan bahwa kandungan lemak
ditolak dan Ha diterima. Jadi yang meningkat akan meningkatkan
kesimpulannya ada pengaruh kualitas organoleptik sehingga lebih
penambahan kulit buah manggis terhadap disukai oleh konsumen serta penampilan
rasa es krim kulit buah manggis. secara keseluruhanpun akan lebih baik.
Selain itu, rasa juga dipengaruhi tingkat
kemanisan. Rasa manis didapatkan dari
gula pasir yang diperlukan untuk memberi
rasa manis pada adonan es krim. Menurut
Guinard et al (1996) kandungan gula pada
es krim lebih mempengaruhi pengukuran
hedonik dibandingkan dengan lemak.

Penilaian Uji Organoleptik Terhadap


Kelumeran (Tingkat lumer/leleh
pada saat sampel di mulut) Es Krim
Grafik 1 Dari hasil uji One Way Anova
Penilaian Uji Organoleptik Terhadap diperoleh nilai F hitung = 13,864 > F tabel
Rasa Es Krim 2,62 dan p-value = 0,000< 0,05 , maka Ho
ditolak dan Ha diterima. Jadi
Berdasarkan grafik 1 di atas dapat kesimpulannya ada pengaruh
dilihat bahwa panelis yang menyatakan penambahan kulit buah manggis terhadap
rasa es krim manis tertinggi adalah pada kelumeran pada saat es krim berada di
T2 (perlakuan 2) dengan nilai mean 6.74 mulut.
yaitu es krim dengan penambahan kulit
buah manggis 10 %. Sedangkan pada Tabel 2
perlakuan 1 (T1) T2 dengan penambahan Anova Terhadap Kelumeran Es Krim
kulit buah manggis 0 % panelis menilai SS Df MS F Sig.
manis dengan nilai mean 6,68. Pada BG 57,4 3 19, 13, 0,0
perlakuan 3 (T3) yaitu dengan 1 86 00
penambahan kulit buah manggis 20%, 4
panelis menilai manis tapi sepat dengan WG 491,3 356 1,3
T 548,7 359
nilai mean 5,49. Sedangkan pada
perlakuan 4 (T4) dengan penambahan
kulit buah manggis 30%, panelis banyak
menilai manis tapi sepat yaitu dengan nilai
Nutrire Diaita Volume 6 Nomor 2 Oktober 2014 172
Nilaiorganoleptik dan Aktivitas Antioksidan Es Krim dengan Penambahan Kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana L)

ketidakstabilan lemak. Hal ini sejalan


dengan Clarke (2004) kristal es yang
semakin membesar akan mempengaruhi
tekstur yaitu menjadi kurang lembut.
Ketika kristal es menjadi sangat besar
akan sangat terasa lebih licin dan berpasir
dimulut.

Penilaian Uji Organoleptik Terhadap


Tekstur Es Krim

Tabel 3
Grafik 2
Anova Terhadap Tekstur Es Krim
Penilaian Uji Organoleptik Terhadap SS df F Sig
Kelumeran Es Krim MS .
BG 41,1 3 13, 16,8 0,0
Berdasarkan tabel diatas dapat 7 64 00
dilihat rata-rata panelis menyatakan WG 289,2 356 0,8
bahwa kelumeran lumer ketika es krim di T 330,4 359
mulut pada perlakuan 1 (T1) dengan mean
5,80 yaitu es krim yang terbuat tanpa Hasil uji One Way Anova diperoleh
penambahan kulit buah manggis atau nilai F hitung = 16,864> F tabel 2,62 dan
sebagai kontrol. Pada perlakuan 2 (T2) p-value = 0,000< 0,05,maka Ho ditolak
dengan penambahan kulit buah manggis dan Ha diterima. Jadi kesimpulannya ada
10 % rata-rata panelis menilai lumer pada pengaruh penambahan kulit buah
saat es krim dimulut dengan mean sebesar manggis terhadap tekstur es krim.
6,08. Pada perlakuan 3 (T3) yaitu terbuat
dari penambahan kulit buah manggis 20%
rata-rata panelis menilai lumer pada saat
es krim di mulut yaitu dengan mean
sebesar 5,28. Sedangkan pada perlakuan
4 (T4) yang terbuat dari penambahan kulit
buah manggis 30% terlihat panelis yang
menilai agak lumer tertinggi. Kemudian
untuk melihat adanya perbedaan antar
perlakuan maka dilakukan analisis lebih
lanjutdengan mnggunakan uji Benferoni.
Hasil uji benferoni menunjukkan bahwa
perlakuan berupa penambahan kulit buah
manggis T1-T4, T1-T3, T2-T3, T2-T4
berbeda nyata. Sedangkan T2-T1 sama
atau tidak berbeda nyata dapat
disimpulkan bahwa perlakuan terbaik dari Grafik 3
segi kelumeran (tingkat lumer/leleh pada Penilaian Uji Organoleptik Terhadap
saat dimulut) adalah T2. Kelumeran dan Tekstur Es Krim
kelembutan merupakan tekstur utama
dari es krim, es krim T2 lumer pada saat Berdasarkan tabel diatas dapat
berada di mulut hal ini dikarenakan lebih dilihat bahwa panelis menilai tekstur
banyak terperangkapnya buih udara akan lembut terbanyak adalah perlakuan 1 (T1)
membuat tekstur menjadi lebih lembut dengan mean sebanyak 6,09. Kemudian
dan mudah lumer. Menurut Muse (2004) perlakuan 2 (T2) dengan mean 6,11. Pada
terdapat beberapa faktor yang dapat perlakuan 3(T3) yaitu penambahan kulit
mempengaruhi kelembutan atau buah manggis 20% rata-rata memilih
kelumeran suatu es krim yaitu volume lembut dan agak lembut terbanyak pada
fase es, ukuran kristal es, overrun, dan (T3) dengan perlakuan 2 yaitu sebesar

Nutrire Diaita Volume 6 Nomor 2 Oktober 2014 173


Nilaiorganoleptik dan Aktivitas Antioksidan Es Krim dengan Penambahan Kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana L)

5,51. Tekstur biasa terbanyak pada manggis terhadap aroma langu es krim.
perlakuan 4 (T4) dan tekstur lembut Panelis menilai tidak langu dan sangat
tersedikit mean sebesar 5,36.Tekstur es tidak langu terbanyak adalah perlakuan 1
krim lembut dikarenakan terdapatnya (T1) dengan mean sebanyak 5,67. Pada
campuran bahan pengemulsi berupa perlakuan 2 (T2) panelis menilai aroma
kuning telur dan bahan penstabil berupa tidak langu mean sebesar 5,77 dengan
agar-agar. Selain itu, proses pengocokan konsentrasi penambahan kulit buah
ulang pada proses pembuatan manggis 10%. Aroma tidak langu pada
mendapatkan hasil tekstur es krim yang perlakuan 3 (T3) dengan konsentrasi
maksimal. Tekstur merupakan salah satu penambahan kulit buah manggis 20%
faktor yang berperan dalam penelitian sebesar 5,01. Sedangkan pada perlakuan
mutu (Chen 2008). 4 (T4) yang terbuat dari penambahan kulit
Kemudian untuk melihat adanya buah manggis 30% panelis menilai aroma
perbedaan atau selisih maka biasa dan agak langu terbanyak sebesar
dilakukananalisis lebih lanjutdengan 4,20.
menggunakan uji Benferoni. Hasil uji
Benferoni menunjukkan bahwa perlakuan Grafik 4
berupa penambahan kulit buah manggis Penilaian Uji Organoleptik Terhadap
T1-T4, T1-T3, T2-T3, T2-T4 berbeda nyata. Aroma Langu Es Krim
Sedangkan T2-T1 sama atau tidak berbeda
nyata dapat disimpulkan bahwa perlakuan
terbaik dari segi tekstur adalah T2.
Tekstur es krim lembut dikarenakan
terdapatnya campuran bahan pengemulsi
berupa kuning telur dan bahan penstabil
berupa agar-agar dapat memperhalus
tekstur karena dapat memperkecil ukuran
kristal es selama pembekuan adonan.
Selain itu, proses pengocokan ulang pada
proses pembuatan mendapatkan hasil
tekstur es krim yang maksimal. Tekstur
kepadatan dapat dipengaruhi oleh
kandungan es dan kontak antara kristal es
tersebut, serta kandungan udara dalam es Kemudian untuk melihat adanya
krim mempengaruhi kepadatan es krim perbedaan antar perlakuan maka
saat dicicipi (Clarke 2004). dilakukan analisis lebih lanjutdengan
mnggunakan uji Benferoni. Hasil uji
Penilaian Uji Organoleptik Terhadap Benferoni menunjukkan bahwa perlakuan
berupa penambahan kulit buah manggis
Aroma Langu pada Es Krim
T1-T3, T1-T4, T2-T3, T2-T4 berbeda nyata.
Sedangkan T2-T1 sama atau tidak berbeda
Tabel 4
nyata dapat disimpulkan bahwa perlakuan
Anova Terhadap Aroma Langu Es Krim
terbaik dari segi aroma langu adalah T2.
SS df MS F Sig.
BG 141,1 3 47, 32,0 0,0
Suhu pada saat penyajian es krim juga
0 00 00 berpengaruh terhadap penerimaan aroma.
WG 523,4 35 1,4 Aroma es krim yang paling baik adalah
6 pada saat es krim tersebut mencapai suhu
T 664,6 35 -12°C atau didiamkan beberapa saat
9 setelah dikeluarkan dari freezer karena
suhu yang lebih dingin dapat mematikan
Hasil uji One Way Anova diperoleh indera pencicip dalam waktu singkat (Fitri
nilai F hitung = 32,000> F tabel 2,62 dan 2003).perlakuan T2 tersebut tidak
p-value = 0,000< 0,05 maka Ho ditolak beraroma langu hal ini dikarenakan
dan Ha diterima. Jadi kesimpulannya ada perbandingan bubur kulit buah manggis
pengaruh penambahan kulit buah

Nutrire Diaita Volume 6 Nomor 2 Oktober 2014 174


Nilaiorganoleptik dan Aktivitas Antioksidan Es Krim dengan Penambahan Kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana L)

yang digunakan lebih sedikit susu tertinggi sebanyak 5,43. Sedangkan


dibandingkan dengan perlakuan yang lain. perlakuan 4 (T4) yang terbuat dari
penambahan kulit buah manggis 30%
Penilaian Uji Organoleptik Terhadap panelis menilai agak beraroma susu dan
Aroma Susu pada Es Krim biasa tertinggi sebanyaknya sebesar 4,82.
Hasil uji One Way Anova diperoleh Kemudian untuk melihat adanya
nilai F hitung = 35,078> F tabel 2,62 dan perbedaan antar perlakuan maka
p-value = 0,000< 0,05 maka Ho ditolak dilakukan analisis lebih lanjutdengan
dan Ha diterima. Jadi kesimpulannya ada mnggunakan uji Benferoni. Hasil uji
pengaruh penambahan kulit buah Benferoni menunjukkan bahwa perlakuan
manggis terhadap aroma susu es krim. berupa penambahan kulit buah manggis
T1-T3, T1-T4, T2-T3, T2-T4, T3-T4 berbeda
Tabel 5 nyata. Sedangkan T2-T1 sama atau tidak
Anova Terhadap Aroma Susu Es Krim berbeda nyata dapat disimpulkan bahwa
SS df M F Sig perlakuan terbaik dari segi aroma susu
S . adalah T2. Perlakuan T2 sangat beraroma
BG 112, 3 37, 35,0 0,0 susu karena persentase susu dan lemak
4 4 78 00 yang digunakan tetap pada setiap
WG 380, 35 1,0 perlakuan. Hal ini tidak sejalan dengan
3 6 Bodyfelt el al (1988) yang mengatakan
T 492, 35 ketika es krim meleleh didalam mulut,
7 9 jumlah es krim yang terlalu dingin akan
menyebabkan komponen wewangian
dalam es krim tersebut tidak volait,
sehingga hanya sedikit aroma yang
terdeteksi atau bahkan tidak terdeteksi
sehigga menyebabkan es krim tidak
beraroma

Penilaian Uji Organoleptik Terhadap


Warna pada Es Krim

Tabel 6
Anova Terhadap Warna Es Krim
SS df MS F Sig.
BG 196, 3 65, 34, 0,0
3 4 613 00
WG 673, 356 1,8
Grafik 5
2
Penilaian Uji Organoleptik Terhadap
T 869, 359
Aroma Susu Es Krim
6
Berdasarkan grafik di atas dapat
dilihat bahwa panelis menyatakan aroma Hasil uji One Way Anova diperoleh
sangat beroroma susu terbanyak adalah nilai F hitung = 34.613 > F tabel 2,62 dan
pada perlakuan 1 (T1) dengan mean p-value = 0,000< 0,05 maka Ho ditolak
sebanyak 6,10 yaitu es krim yang tidak dan Ha diterima. Jadi kesimpulannya ada
ada penambahan kulit buah manggis atau pengaruh penambahan kulit buah
sebagai kontrol. Pada perlakuan 2 (T2) manggis terhadap warna es krim.
yaitu terbuat dari penambahan kulit buah
manggis 10% panelis menilai sangat
beraroma susu dengan mean 6,21. Pada
perlakuan 3 (T3) yang terbuat dari
penambahan kulit buah manggis 20%
panelis lebih banyak menilai beraroma

Nutrire Diaita Volume 6 Nomor 2 Oktober 2014 175


Nilaiorganoleptik dan Aktivitas Antioksidan Es Krim dengan Penambahan Kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana L)

mencerminkan rasa es krim (BodyFelt et


all 1988). Pembekuan juga dapat
membuka stuktur sel dari buah sehingga
dapat berpengaruh kurang baik pada
warna, tekstur, retensi vitamin, dan daya
terima. Namun dapat pula membuat
warna menjadi pucat.

Taraf Perlakuan Terbaik


Dari hasil uji organoleptik di atas,
kemudian ditentukan taraf perakuan
terbaik. Berdasarkan uji hedonik,
pemilihan produk dilakukan dengan
melihat rata-rata tertinggi skor hedonik.
Grafik 6
Skor hedonik tertinggi dapat dilihat pada
Penilaian Uji Organoleptik Terhadap
gambar di bawah ini.
Warna Es Krim

Berdasarkan grafik di atas dapat


dilihat bahwa panelis menyatakan warna
putih terbanyak adalah pada perlakuan 1
(T1) sebanyak 4, 06 yaitu es krim yang
terbuat tanpa penambahan kulit buah
manggis atau sebagai kontrol. Pada
perlakuan 2 (T2) yaitu es krim yang
terbuat dari penambahan kulit buah
manggis 10% panelis menilai coklat muda
tertinggi sebanyak 3,82. Pada perlakuan 3
(T3) yaitu es krim yang terbuat dari
penambahan kulit buah manggis 20%
panelis menilai coklat muda dan cream
tertinggi dari perlakuan lain sebanyak Grafik 7
3,63. Sedangkan pada perlakuan 4 (T4) es Penilaian Uji hedonik Seluruh Perlakuan
krim yang terbuat dari penambahan kulit Terhadap Es Krim
buah manggis 30% panelis lebih banyak
menilai warna coklat tua sebanyak 3,42. Berdasarkan diagram di atas, skor
Kemudian untuk melihat adanya kesukaan tekstur tertinggi dimiliki oleh
perbedaan antar perlakuan maka penambahan kulit buah manggis 10% (T2),
dilakukan analisis lebih lanjutdengan skor kesukaan rasa tertinggi dimiliki oleh
mnggunakan uji Benferoni. Hasil uji penambahan kulit buah manggis 10%
Benferoni menunjukkan bahwa perlakuan (T2), skor kesukaan aroma teritnggi
berupa penambahan kulit buah manggis dimiliki oleh penambahan kulit buah
T1-T4, T2-T4, T3-T4 berbeda manggis 10% (T2), skor kesukaan warna
nyata.Sedangkan T1-T3, T1-T3 sama atau tertinggi dimiliki oleh blanko atau tanpa
tidak berbeda nyata dapat disimpulkan penambahan kulit buah manggis (T1), dan
bahwa perlakuan terbaik dari segi warna skor kesukaan keseluruhan tertinggi
adalah T3. Warna yang dominan coklat dimiliki oleh penambahan kulit buah
muda ini muncul karena warna yang manggis 10% (T2). Penambahan kulit buah
dihasilkan oleh kulit manggis yaitu ungu manggis 10% (T2) lebih unggul dari segi
kecoklatan, pada saat blancing warna kesukaan panelis terhadap tekstur, rasa,
tersebut berubah menjadi agak aroma dan keseluruhan dibandingkan
kecoklatan. Menurut Fellow (2000) secara penambahan kulit buah manggis lainnya.
alamiah, pigmen atau warna dirusak oleh Namun, untuk menentukan taraf
adanya pemanasan. Warna es krim harus perlakuan terbaik pada produk es krim ini
menarik, seragam, memuaskan dan perlu memperhatikan rasa dan teksturnya.

Nutrire Diaita Volume 6 Nomor 2 Oktober 2014 176


Nilaiorganoleptik dan Aktivitas Antioksidan Es Krim dengan Penambahan Kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana L)

Rasa dipertimbangkan karena panelis Tabel 7


cenderung menilai kesan kesukaan yang Aktivitas Antioksidan Es Krim Kulit
paling dominan pada parameter rasa. Buah Manggis untuk Tiga Perlakuan
Tekstur dipertimbangkan sama dengan g
Antioksidan
Rata-rata
Antioksidan
rasa karena kombinasi penambahan yang No P
sampel
KAO setara Vit C
mg/gram
setara vit C
Mg/gram
dilakukan akan berpengaruh terhadap 1 38,4856 0,1545
T1 1 0,1531
kelembutan. Selain itu, kelembutan juga 2 37,9850 0,1517
3 28,7860 4,4647
merupakan parameter yang penting dalam 4
T2 1
26,0325 4,1574
4,3110
produk es krim ini. 5
T3 1
27,5344 4,3013
4,1660
6 25,7196 4,0308

Analisa Aktivitas Antioksidan Hasil analisia antioksidan yang


Penetapan kapasitas antioksidan terdapat dalam es krim yang ditunjukkan
menggunakan metode DPPH (Kubo et al, pada tabel 4.3 diatas yang berarti dalam
2002). DPPH (2,2-dyphenyl-1-picrylhydrasz setiap gram sampel T1 mengandung
) memiliki berat molekul 394.33 kekuatan antioksidan setara dengan
merupakan senyawa radikal bebas 0,1531 mg/g Vit C. Perlakuan T2 dalam
berwarna ungu tua yang stabil dalam setiap gram sampel mengandung kekuatan
larutan metanol. Mekanisme reaksi yang antioksidan setara dengan 4,3110 mg/g
terjadi adalah senyawa DPPH yang Vit C, dan perlakuan T3 dalam setiap
diresuksi oleh antioksidan akan sampel mengandung kekuatan
menghasilkan pengurangan intensitas antioksidan setara dengan 4,166 mg/g Vit
warna dari larutan DPPH. Reaksi yang C. Jadi, semakin besar semakin bagus
terjadi adalah pembentukan α,α-diphenyl kapasitas antioksidan nya. Aktivitas
β-picrylhydrazine, melalui kemampuan antioksidan ini jauh lebih tinggi bila
antioksidan menyumbang hidrogen. dibandingkan dengan minuman fungsional
Setelah DPPH direaksikan dengan daun hantap sebagai sumber antioksidan
antioksidan maka warna DPPH akan sebesar 0,04 mg/g Vit C (Angkasa 2011),
semakin pudar yang menunjukkan sayur lodeh berbahan dasar daun
kapasitas antioksidan yang semakin besar torbangun sebesar 0,37 mg/g Vit C
pula (Benabadji et al 2004). (Suprapti 2012), dan juga lebih tinggi
Dalam penelitian ini dilakukan dibandingkan cookies bekatul fungsional
pengujian aktivitas antioksidan terhadap sebesar 0,32 mg/g Vit C (Fauziyah 2011).
kontrol, dan bubur buah kulit buah Adanya perbedaan aktivitas antioksidan
manggis yang berpotensi sebagai salah antar perlakuan banyak dipengaruhi oleh
satu sumber antioksidan alami. Sebelum beberapa faktor salah satunya faktor umur
dilakukan pengujian aktivitas antioksidan buah.
sampel dikeringkan dulu dengan pressdry
selama 48 jam, sebelum itu dibekukan
Kesimpulan
terlebih dulu. Aktivitas antioksidan akan
Hasil Penelitian menunjukkan
di uji dengan menggunakan metode efek
bahwa kulit buah manggis 10% dalam
penangkal radikal bebas DPPH (Diphenyl
pembuatan es krim dapat diterima secara
Picryl Hydrazil). Soeksmanto et al (2007)
organoleptik dan dapat meningkatkan
menjelaskan mengenai prinsip DPPH yang
aktivitas antioksidan sebesar 4,3110 mg/g
merupakan penangkapan hidrogen dari
Vit C. Informasi kulit buah manggis
anti oksidan oleh radikal bebas. Pada hal
sebagai pangan fungsional dapat
ini DPPH menjadi sumber radikal bebas,
dikembangkan oleh perguruan tinggi
untuk dipertemukan dengan ekstrak kulit
sebagai pusat kajian buah manggis. Perlu
buah manggis yang menjadi antioksidan.
dilakukan penelitian lanjutan dengan
Penangkapan hidrogen dari antioksidan
berbagai peranan penambahan kulit buah
oleh radikal bebas akan menyebabkan
manggis secara klinis misalnya dengan
terjadinya perubahan warna yang akan
menggunakan hewan sebagai sampel
dideterminasikan menggunakan
percobaan. Untuk mengurangi rasa
spektrofotometer
sepet/pahit dalam kulit manggis perlu
dilakukan pencucian berulang kali diair

Nutrire Diaita Volume 6 Nomor 2 Oktober 2014 177


Nilaiorganoleptik dan Aktivitas Antioksidan Es Krim dengan Penambahan Kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana L)

mengalir sampai getah yang ada dikulit Marshall, R.T dan W.S.Arbuckle, “Ice
manggis tersebut berkurang kemudian Cream (5thEd)”, Chapman & hall,
diblanching selama 3 menit. Newyork, 2000.

Daftar Pustaka Mardiana, Lina, “Ramuan dan Khasiat


Angkasa D, “Pengembangan Minuman Kulit Manggis”, Penebar Swadaya,
Fungsional Sumber Serat dan Jakarta, 2011.
Antioksidan dari Daun Hantap
(Sterculia oblongata R. Brown)” Muchtadi, D., “Oligosakarida yang
[skripsi], Fakultas Ekologi Manusia, Menyehatkan”, Department of Food
IPB, Bogor, 2011. Science and Technology IPB. Bogor,
2005.
Benabadji SH, Wen R, Zheng JB, Dong XC,
Yuan SG., “Anticarcinogenic and Muse M, Hartel R., “Ice Cream Structural
Antioxidant Activity of Elements that Effect Melting Rate
diindolylmethane Derivatives”, and Hardness”, Journal of Dairy
Journal Acta Pharmacologica Sinica, Science 87 :1-10, 2004.
25 (5): 666-671, 2004.
Siriphanick, J. Dan V. Luckanatinvong,
Bodyfelt F, Tobias J, Trout G., “The “Chemical Composition and the
Sensory Evaluation Of Dairy Depelopment of Flash Translucent
Product”, Van Nostrand Reinhold, Disorder In Mangosteen”, In
Newyork, 1988. Proceeding Of The Australian
Postharvest Holticulture, Univ. Of
Chen L.A., “Membuat Es Krim”, Agro Western Sydney Hawkesburry, NSW
Media Pustaka, Jakarta, 2008. Australia : 410-413, 1997.

Clarke C., “The Science of Ice Cream”, RSC Soeharto I., “Studi Kalayakan Proyek
Publishing, Cambridge, 2008. Industri”, Erlangga, Jakarta, 2001.

Fauziyah A., “Analisis Potensi dan Gizi Soeksmanto, A.,Y. Hapsari dan P.
Pemanfaatan Bekatul dalam Simanjuntak, “Kandungan
Pembuatan Cookies”, [skripsi], Antioksidan pada Beberapa Bagian
Fakultas Ekologi Manusia, IPB, Tanaman Mahkota Dewa”, Phaleria
Bogor, 2011. Macrocarpa (Scheff) Boerl.
(Thymelaceae). Biodiversita.8: 92-95,
Fitri, “Es Krim Sari dan Juice Lidah Buaya 2007.
(Aloe Vera)”, Skripsi, Fakultas
Ekologi Manusia, Institut Pertanian Suprapti, “Tingkat Retensi Total,
Bogor, Bogor, 2003. Antioksidan, dan Protein Masakan
Daun Torbangun”, [skripsi],
Fellow P., “Food Processing Teknology Fakultas Ekologi Manusia, IPB,
Principles and Practises”, New York: Bogor, 2012.
CRC Press, 2000.
Winarsi, H., “Antioksidan Alami dan
Guinard J, Marse C, Mory L,Panyam D, Radikal Bebas”, Penerbit Kanisius,
dan kilara A., “Effect of Sugar and Yogyakarta, 2007.
fat on the Acceptability of Vanilla Ice
Cream”, Journal of Dairy Science
79:1922-1927, 1996.

Kubo I, Masuda N, Xiao P, Haraguchi H.,


“Antioxidant Activity of Deodecyl
Gallat”, J Agriculture Food
Chemistry, 50 :3533-3539, 2002.

Nutrire Diaita Volume 6 Nomor 2 Oktober 2014 178