Anda di halaman 1dari 25

NASKAH PUBLIKASI

PENDIDIKAN SEKSUAL
DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
PADA KELAS 2 SD MUHAMMADIYAH PRAMBANAN

Disusun Oleh:
Nama : Benteng Suryo Putro
NIM : 121100094

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM


FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS ALMA ATA
YOGYAKARTA
2018
ii
iii
ABSTRAK

Benteng Suryo Putro : Pendidikan Seksual dalam Pembelajaran Pendidikan


Agama Islam pada Kelas 2 SD Muhammadiyah Prambanan. Yogyakarta. Sekripsi.
Diajukan Kepada Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam
Universitas Alma Ata untuk Memenuhi Sebagai Syarat Guna Memperoleh Gelar
Sarjana Strata Satu (S1). Yogyakarta. Program studi Pendidikan Agama Islam
Fakultas Agama Islam Universitas Alma Ata. 2017.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa materi dan bagaimana metode
penyampaian materi pendidikan seksual dalam PAI di SD Muhammadiyah
Prambanan kelas 2. Penelitian ini berlokasi di SD Muhammadiyah Prambanan,
dengan subjek penelitin yaitu guru mata pelajaran al-Islam, guru mata pelajaran
Kemuhammadiyahan, siswa kelas 2 tahun ajar 2016/2017, dan kepala sekolah,
dengan subjek pengamatan yaitu interaksi pembelajaran materi adab berpakaian
dalam mata pelajaran Kemuhammadiyahan kelas 2. Penelitian ini merupakan
penelitian kualitatif dengan menggunakan tiga metode dalam mengumpulkan data
yaitu dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Dari hasil penelitian penulis menemukan bahwa setidaknya terdapat 2 materi
yang dapat dikategorikan dalam pendidikan seksual dalam pembelajaran Pendidikan
Agama Islam di kelas 2 SD Muhammadiyah Prambanan yaitu materi adab buang air
kecil dan besar pada mapel al-Islam dan juga materi adab berpakaian dalam mapel
Kemuhammadiyahan. Ada perbedaan penggunaan metode pembelajaran antara
metode penyampaian materi adab berpakaian dan metode yang digunakan untuk
menyampaikan materi buang hajat. Untuk materi adab berpakaian metode yang
digunakan yaitu metode tanya jawab sebagai tahap apersepsi dan metode ceramah
disertai dengan media berbasis visual pada tahap inti pembelajaran. Sedangkan
metode penyampaian materi yang digunakan untuk menyampaikan materi adab buang
hajat guru menggunakan model pendekatan pembelajaran contextual atau model
contextual teaching and learning.

1
ABSTRACT

Benteng Suryo Putro: Sexual Education on the Islamic Education Teaching and
Learning Process for Class 2 of SD Muhammadiyah Prambanan. Yogyakarta. Thesis.
Submitted to Islamic Education Program of Islamic Faculty Alma Ata University in
Partial Fullfilment of the Requirements for the Degree of Sarjana Strata Satu (S1) .
Islamic Education Program of Islamic Faculty Alma Ata University. 2018.
Objectives of this research is to knowing what a sexual education matery that
been dilivered on Islamic education and what a methods that teacher used to diliver
sexual education matery on Islamic education teaching and learning process for
class 2 of SD Muhammadiyah Prambanan. This research had been held on SD
Muhammadiyah Prambanan with subject research is al-Islam teacher,
Kemuhammadiyahan teacher, class 2 students 2016/2017 period, and the principle.
Then observation subject in this research is the interaction while teaching and
learning adab berpakaian matery process. This research can be succinctly defined as
qualitative research with three metods that used to collect data, thas is interview,
observation, and documentation.
From the research result author found there were 2 islamic education matery that
can be characterized to sexual education, that is adab buang air besar on al-Islam
subjects and adab berpakaian on the Kemuhammadiyahan subjects. Then for the
methods autor found there were two difference methods that used for diliver that two
matetrys. For the adab berpakaian matery author found that theacher applied FAQs
methods in the apperception phase then when come to main phase theacher applied
lecture methods with showed syariah’s dress picture as a visual media. Meanwhile,
In the matery of adab buang air kecil dan besar author found that theacher applied
model contextual teaching and learning approach.

2
Latar Belakang masih terus bertambah pada tahun

Belum hilang dari ingatan kita 2017.1

tentang beberapa berita di media Dengan melihat data di atas

televisi ataupun media cetak yang dapat dikatakan bahwa Indonesia

menyoroti kasus kekerasan seksual masih belum memperhatikan secara

pada anak, Bahkan dalam beberapa serius masalah perlindungan anak

kasus korban harus menyerahkan terhadap kejahatan seksual. Tidak

nyawanya kepada para predator anak. berhenti disitu saja, di zaman

Sebut saja kasus Yuyun, Eno Parinah, globalisasi ini banyak pengaruh buruk

JIL, dan juga kasus prostitusi Gay di penyimpangan seksual yang masuk

daerah puncak Bogor, dengan anak di dari budaya sekuler barat. Sebut saja

bawah umur sebagai korban yang LGBT yang merupakan singkatan dari

dieksploitasi. Kasus kejahatan seksual Lesbian (ketertarikan seksual seorang

sebenarnya bukanlah kasus baru dan wanita dengan wanita), Gay (wanita

tergolong sering terjadi di Indonesia. atau pria yang tertarik secara seksual

Lembaga perlindungan anak mencatat dengan sesama jenis), Bisexual

selama kurun watku 2012-2016 ribuan (seorang yang tertarik secara seksual

kasus kejahatan seksual (terbagi dalam dengan jinisnya dan lawan jenisnya) ,

beberapa klaster) yang melibatkan Transgender (dikaitkan dengan orang-

anak didalamnya, yang berperan 1


Lebih lanjut lihat:
http://bankdata.kpai.go.id/tabulasi-data/data-
sebagai korban maupun pelaku, yaitu kasus-per-tahun/rincian-data-kasus-
berdasarkan-klaster-perlindungan-anak-2011-
mencapai jumlah 4757 kasus dan 2016

3
orang yang tidak dapat mensikapi gejolak-gejolak seksual

mengidentifikasi jenis kelamin yang yang ada dalam dirinya dengan baik

diberikan kepadanya).2 dan benar.

Dengan melihat begitu banyaknya SD Muhammadiyah Prambanan

ancaman penyimpangan seksual bagi merupakan bentuk satuan pendidikan

anak-anak tentu harus ada tameng bagi dasar yang menggunakan kurikulum

anak-anak di rumah maupun di nasional. Kurikulum dikembangkan

sekolah, agar mampu tumbuh kembang dengan program kurikulum sekolah

dengan sehat raga maupun jiwanya. melalui pendekatan agamis yang

Salah satunya yaitu melalui pendidikan merupakan perpaduan Pendidikan

seksual. Agama Islam dan pendidikan umum.

Pendidikan Islam telah Dalam kurikulum Pendidikan Agama

menawarkan kepada kita solusi-solusi Islam terdapat beberapa materi yang

dalam sudut pandang Islam. Islam tergolong ke dalam Pendidikan

yang mengatur semua aspek kehidupan Seksual seperti adab buang air kecil

telah mengatur perihal masalah ini dari dan besar, adab berpakaian seorang

pangkal hingga ujung. Mulai dari muslim, dll.

bagaimana memilih pasangan hidup Berdasarkan dengan uaraian di atas

hingga bagaimana cara mendidik anak penulis tertarik untuk melakukan

agar di masa depan anak mampu penelitian dengan judul:

2
Lebih lanjut lihat:
PENDIDIKAN SEKSUAL dalam
https://internationalspectrum.umich.edu/life/de
finitions PEMBELAJARAN PENDIDIKAN

4
AGAMA ISLAM pada KELAS 2 SD pembelajaran PAI pada kelas 2 SD

MUHAMMADIYAH PRAMBANAN. Muhammadiyah Prambanan?

Indetifikasi Masalah Tujuan dan Kegunaan Penelitian

Berdasarkan uraian latar belakang Dalam setiap penelelitian tentulah

masalah di atas dapat diidentifikasi memiliki tujuan sehingga dapat

sebagai berikut: memberikan sumbangsih bagi ilmu

1. Maraknya penyimpangan seksual pengetahuan yang bersangkutan,

yang mengancam tumbuh kembang dengan demikian tujuan dari penelitian

anak. ini sebagai berikut:

2. Kurangnya sosialisasi pendidikan Tujuan penelitian

seksual di Indonesia. a. Mengetahui apa materi pendidikan

Perumusan Masalah seksual yang diberikan kepada

Berdasarkan uraian latar belakang siswa kelas 2 melalui mata

masalah di atas, secara sederhana pelajaran PAI di SD

dapat dirumuskan yang menjadi pokok Muhammadiyah Prambanan.

bahasan dalam penelitian ini yaitu: b. Mengetahui bagaimana metode

1. Apa materi pendidikan seksual yang digunakan guru dalam

pada pembelajaran PAI yang menyampaikan materi pendidikan

diberikan kepada murid kelas 2 di seksual dalam mata pelajaran PAI

SD Muhammadiyah Prambanan? di SD Muhammadiyah Prambanan

2. Bagaimana metode penyampaian

materi pendidikan seksual dalam

5
Kegunaan penelitian diri peserta didik melalui pengajaran

a. Secara teoritik, penelitian ini ilmu agama maupun non agama,

diharapkan dapat memberikan disertai pembiasaan, bimbingan,

tambahan sumber referensi dan pengasuhan, dan pengawasan dengan

sumbangsih bagi ilmu berlandaskan norma Islam. sehingga

pengetahuan, masukan bagi dunia terbentuklah manusia sempurna yang

pendidikan khususnya pendidikan tercermin dari akhlak yang baik.

agama Islam tentang pendidikan Pembelajaran Pendidikan Agama

seksual di sekolah Islam dapat secara singkat

b. Secara praktik, penelitian ini didefinisikan sebagai sebuah proses

diharapkan dapat memberikan mengubah perilaku peserta didik

pandangan bagi para pembaca menuju tingkat normatif lebih tinggi

bagaimana mendidik seksual anak dalam konteks Islam melalui berbagai

dengan metode-motode yang telah strategi, pendekatan, dan metode yang

di syariatkan dalam Islam direncanakan dalam desain instruksinal

dengan penekanan penyediaan sumber

Kajian Teori belajar yaitu ilmu Tauhid, Ilmu Fiqih,

Pengertian Pendidikan Islam Al-Qur’an, Al-Hadist, Akhlak, dan

Secara sederhana pendidikan Islam Tarikh (sejarah).

dapat didefinisikan sebagai usaha Pendidikan Seksual dalam

mengembangkan dan memelihara Pendidikan Islam

fitrah serta sumberdaya manusia dalam

6
Dari beberapa penjelasan di atas dapat 5) Mencukur bulu kemaluan

disimpulkan bahwa pendidikan seksual 6) Isti’zan/ meminta izin masuk

dalam pendidikan Islam pada anak ruangan

secara singkat dapat didefinisikan 7) Penempatan tempat tidur bagi anak

sebagai suatu usaha membangun 8) Etika Memandang dan Etika

fondasi dalam jiwa anak dengan Berpenampilan

pemberian pengetahuan yang benar


Kerangka Berfikir.
mengenai seksualitas kepada anak
bagaimana pendidikan seksual
yang diajarkan melalui pelajaran
Islami diberikan kepada murid melalui
tentang tauhid, kebersihan, nilai
mata pelajaran pendidikan agama
keluarga, martabat manusia,
Islam di SD Muhammadiyah
kesopanan, perbuatan yang mulia dan
Prambanan kelas 2, dari materi apa
perbuatan yang dilarang, agar kelak
yang memiliki unsur pendidikan
dimasa depan anak mampu mensikapi
seksual Islami yang diberikan kepada
seksualitasnya dengan baik dan benar.
murid?, bagaimana menyampaikan
Materi-Materi Pendidikan Seksual
materi tersebut?, apa hambatan dan
dalam Pendidikan Agama Islam
dukungan dalam menyampaikan

1) Penciptaan manusia materi tersebut?

2) Adab buang hajat

3) Junub, Haid, dan Mandi

4) Khitan

7
METODE PENELITIAN Muhammadiyah Prambanan dengan

Jenis penelitian ini merupakan jangka waktu 3 bulan yaitu dari Juli -

penelitian lapangan. Penelitian ini bila September 2017. Pengumpulan data

dilihat dari pendekatan analisisnya menggunakan observasi, wawancara,

dapat diklasifikasikan sebagai dan dokumentasi, dengan teknik

penelitian kualitatif. Kalau dipandang analisis data menggunakan model

dari karakteristik masalah berdasarkan Miles dan Huberman yaitu

kategori fungsionalnya, penelitian ini pengumpulan data, reduksi data, data

tergolong dalam penelitian deskriptif, display, dan verivikasi.

yaitu bertujuan menggambarkan secara


HASIL dan PEMBAHASAN
sistematika dan akurat fakta dan

karakteristik mengenai populasi atau Materi Pendidikan Seksual dalam

mengenai bidang tertentu. Penelitian Pembelajaran Pendidikan Agama

ini menggunakan purposife sampling Islam yang Diberikan di SD

dengan subjek penelitian yaitu kepala Muhammadiyah Prambanan Kelas

sekolah, guru pendidikan agama Islam, 2

dan siswa (kelas 2 tahun ajar 2016/


Menurut Mabud (1998) yang
2017), dengan objek penelitian yaitu
dikutip oleh J. Mark Halstead dan
materi Pendidikan Agama Islam yang
Michael Reiss yang diterjemahkan
tergolong sebagai pendidikan seksual
oleh Kuni Khairul Nisak (2004)
dan metode penyampaian materi
pendidikan seksual Islami tidak pernah
tersebut. Penelitian ini dilakukan di SD

8
digambarkan sebagai subyek terpisah Dalam materi adab berpakaian,

dari kurikulum sekolah di negara guru menjelaskan mengenai perbedaan

muslim, namun diintegrasikan dalam pakaian syar’i dan yang bukan,

pendidikan agama. Selalu diajarakan mengenai definisi aurat dan batasan

dalam pelajaran tentang kebersihan, aurat laki-laki dan perempuan, dan

nilai keluarga, martabat manusia, beberapa adab berpakaian seperti:5

kesopanan, perbuatan mulia, dan 1. Menutup aurat


3 2. Memakai pakaian mendahulukan
perbuatan yang dilarang. Dimana
anggota badan sebelah kanan.
materi Pendidikan Agama Islam
3. Melepaskan pakaian
mencakup ilmu Tauhid, Ilmu Fiqih, mendahulukan anggota badan
sebelah kiri.
Al-Qur’an, Al-Hadist, Akhlak, dan
4. Doa sebelum berpakaian
Tarik.4 Hal ini sesuai dengan apa yang
ِ
َ ُ‫اَل ّٰلّ ُه َّم اِّّن اَ ْسئَ ل‬
ُ‫ك َخْي َرهُ َو َخْي َرَما ُه َولَه‬
penulis temukan di SD
ِ ِ ِ‫واَعوذُب‬
Muhammadiyah Prambanan, bahwa ُ ‫ك م ْن َشِّره َو َشِّرَم‬
ُ‫اه َولَه‬ َ ُْ َ
materi pendidikan seksual Islami 5. Sesuai dengan ketetapan, kegunaan
kedalam pelajaran agama yaitu mata dan waktu
6. Menjaga kebersihan
pelajaran Kemuhammadiyahan dan al-
7. Tidak ketat dan tidak transparan
Islam. 8. Doa hendak membuka pakaian

‫بِ ْس ِم هللاِ الَّ ِذ ْي ََلإِّٰلهَ إََِّّل ُه َو‬

3
Reiss, J. Mark, Sex Education, Nilai …,
hlm. 202.
4 5
Majid, Belajar dan Pembelajaran…, hlm. Kusmiyati, Kemuhhamadiyahan…, hlm.
44. 7-8.

9
Dalam adab buang air kecil dan Jika hasil temuan diukur dengan

besar guru mengajarakan mengenai:6 teori di atas maka materi adab

1. Dilakukan di tempat tertutup. berpakaian dan adab buang air kecil


2. Mendahulukan kaki kiri ketika
dan besar secara garis besar termasuk
masuk kamar mandi.
ke dalam materi pendidikan seksual
3. Membaca do’a ketika akan masuk
kamar mandi. dalam Pendidikan Agama Islam yaitu
ِ ‫اْلُب‬
‫ث‬ ِ َ ِ‫اَل ّٰلّه َّم اِِّن اَعوذُب‬
ُ ْ ‫ك م َن‬ ْ ُ ّْ ُ termasuk kedalam konteks martabat

ِ ِ‫اْلَبائ‬
‫ث‬
manusia, kesopanan dan kebersihan.
َ ْ ‫َو‬
Namun demikian masih ada
4. Dilakukan sambil jongkok.
5. Tidak berbicara atau bernyanyi beberapa materi yang tidak diberikan
saat buang air.
kepada siswa sebagai contoh dalam
6. Tidak menghadap atau
materi adab berpakaian tidak
membelakangi arah kiblat sewaktu
buang air. disampaikan mengenai adab
7. Beristinja’ dengan tangan kiri.
memandang sedangkan kedua meteri
8. Menyiram kotoran sampai bersih.
tersebut saling terkait satu sama lain
9. Mendahulukan kaki kanan ketika
keluar kamar mandi. yaitu menjelaskan mengenai aurat
10. Membaca do’a sewaktu keluar
dihadapan orang lain. Kemudian dalam
kamar mandi.
materi adab buang air kecil dan besar,
‫ك‬
َ َ‫غُ ْفَران‬
tidak disampaikan mengenai:

6
Nishatin Ma’rifah, Afidz Nurrohman,
Pendidikan Al-Islam SD/ MI Muhammadiyah
(Yogyakarta: Majelis Pendidikan Dasar dan
Menengah, 2012), hlm. 42.

10
1. Larangan buang air kecil dan besar 7. Dibolehkannya buang air kecil

di tempat biasa orang bernaung menggunakan wadah karena

atau berlalu lalang.7 hajat.13

2. Makruhnya menghadap atau


Metode Penyampaian Materi
membelakangi matahari dan bulan
Pendidikan Seksual dalam
8
ketika buang air kecil dan besar.
Pembelajaran Pendidikan Agama
3. Larangan buang air kecil dan besar
Islam Kelas 2 SD Muhammadiyah
pada air diam atau air yang tidak
Prambanan
9
mengalir.

4. Makruhnya buang air kecil dimana a. Metode penyampaian materi adab

dia mandi.10 berpakaian.

5. Saat kekurangan air dibolehkan Dalam menyampaikan materi

beristinja dengan tiga batu kecil adab berpakaian guru

atau lebih11. menggunakan metode tanya jawab

6. Dimakruhkan buang air di bawah dan ceramah. Menurut Hamdani

pohon rindang atau berbuah.12 (2011) metode tanya jawab

dilakukan guru salah satunya


7
Uwaidhah, Tuntunan Thaharah…, hlm.
209. sebagai upaya apersepsi terhadap
8
Musthafa Diib al-Bugha, Fikih Islam
Lengkap (Surakarta: Media Zikir, 2009), hlm. siswa, dia mengatakan metode
42.
9
Abu Malik Kamal bin as-Syayid Salim,
Shahih Fikih Sunnah (Jakarta: Pustaka Azzam, tanya jawab dinilai sebagai metode
2006), hlm. 144
10
Sayyid Sabiq, Fikih Sunnah (Jakarta:
12
Cakrawala Pubishing, 2008), 53. Abbas, Fiqih Thaharah: …, hlm. 214
11 13
Uwaidhah, Tuntunan Thaharah…, hlm. Uwaidhah, Tuntunan Thaharah…, hlm.
207. 221.

11
yang tepat, apabila dilakukan dilakukan untuk meninjau ulang

dengan tujuan salah satunya pelajaran atau ceramah yang lalu.16

mengarahkan pengamatan dan Setelah tanya jawab, kegiatan


14
pemikiran murid. Hal tersebut dilanjutkan dengan “menunjukkan

sesuai dengan apa yang ditemukan dan menerangkan sebuah gambar

dilapangan yaitu “Guru bertanya mengenai perbedaan pakaian

kepada murid mengenai batasan syar’i dan yang bukan”,17 atau juga

aurat laki-laki dan perempuan” 15 dapat dikatakan guru melakukan

pertanyaan tersebut dilakukan guru metode ceramah dengan

pada saat kegiatan pembuka menggunakan media visual untuk

sebagai bentuk upaya apersepsi menerangkan bagaimana adab

terhadap murid. Akan tetapi pada berpakaian yang benar menurut

pertemuan kedua guru tidak syar’i. Murid diperintahkan untuk

melakukan metode tanya jawab mendengarkan dan memperhatikan

dan langsung masuk kepada materi penjelasan guru mengenai

setelah melakukan salam. perbedaan pakaian syar’i dan yang

Sedangkan menurut Hamdani bukan. Hal ini sejalan dengan

metode tanya jawab juga dapat pendapat Asma Hasan Fahmi

(1979), menurutnya metode

ceramah merupakan metode

14
Hamdani, Strategi Belajar Mengajar
16
(Bandung: Pustaka Setia, 2011), hlm. 158. Ibid, hlm. 157.
15 17
Hasil observasi tgl 4 agustus 2017 Hasil observasi tgl, 4 agustus 2017.

12
pembelajaran yang berpusat tidak semata-mata komunikasi

kepada guru, murid tidak verbal, dan juga mengefisiensikan

diperkenankan bertanya sebelum tenaga dan waktu (sebagaimana

guru selesai menjelaskan materi.18 yang telah dijelaskan salah satu

Metode ceramah memiliki hambatan proses pembelajaran

beberapa kelemahan yaitu salah dalam materi adab berpakaian di

satunya sulitnya murid dalam atas yaitu kurangnya alokasi

berkonsentrasi dan memahami waktu).20

penjelasan guru, 19 dalam hal ini Menurut Yunus (1942) yang

guru menggunakan media dikutip oleh Azhar Arsyad (2011)

pembelajaran visual berbentuk menyatakan bahwasanya media

sketsa yang membedakan pakaian pembelajaran paling besar

yang sesuai dengan syar’i dan yang pengaruhnya bagi indra dan lebih

tidak. Menurut Khamdan dkk dapat menjamin

(2012) penggunaan media pemahaman…orang yang

pembelajaran memiliki beberapa mendengarkan saja tidaklah sama

manfaat yang beberapa diantaranya tingkat pemahamannya dan

yaitu menjadikan proses lamanya bertahan apa yang

pembelajaran akan lebih bervariasi, dipahaminya disbandingkan

20
Khamdan, Mursidi, dkk, Strategi
18
Fahmi, Sejarah dan Filsafat…, hlm. 129 Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di
19
Syaiful Bahri Djamarah, Aswan Zain, Sekolah Teori, Metodologi, dan Implementasi
Strategi Belajar Mengajar (Jakarta: Rineka (Yogyakarat: Idea Press Yogyakarta, 2012),
Cipta, 1997), hlm. 110. hlm. 270.

13
dengan mereka yang melihat, atau yang diantaranya yaitu sebagai
21
melihat dan mendengarnya. berikut:23

Azhar Arsyad juga berpendapat 1) Usahakan visual itu

visual dapat pula menumbuhkan sesederhana mungkin dengan

minat siswa dan dapat memberikan menggunakan gambar garis/

hubungan antara isi materi sketsa, karton, bagan, dan

pelajaran dengan dunia nyata.22 diagram.

Berikut merupakan media yang 2) Visual digunakan untuk

digunakan guru untuk menjelaskan menekankan informasi sasaran

materi adab berpak (yang terdapat teks) sehingga

pembelajaran dapat terlaksana

dengan baik.

3) Ulangi sajian visual dan

libatkan anak untuk


Menurut Azhar Arsyad dalam
meningkatkan daya ingat.
menggunakan media pembelajaran
4) Gunakan gambar yang
berbasis visual, guru harus
melukiskan perbedaan konsep-
memperhatikan beberapa prinsip
konsep, misalnya dengan
penggunaan media pembelajaran
menampilkan konsep-konsep

yang divisualkan itu secara

21
Azhar Arsyad, Media Pembelajaran
berdampingan.
(Jakarta: Rajawali Pers, 2011), hlm. 16.
22 23
Ibid, hlm. 91. Ibid, hlm. 92-93.

14
5) Hindari visual yang tak 3) Tidak adanya teks pegangan

berimbang. murid dan gambar visual yang

6) Tekankan kejelasan dan diproyeksikan atau yang

ketepatan dalam semua visual. disajikan kurang dapat dibaca,

7) Visual yang diproyeksikan mengingat media yang

harus dapat terbaca dan mudah digunakan guru hanya berupa

dibaca. gambar yang disajikan dalam

8) Caption (keterangan gambar) kertas berukuran A4 sehingga

harus disiapkan. murid yang berada di kursi

Dari apa yang bisa diamati dari paling jauh posisinya kesulitan

media di atas penulis dapat melihat dalam mencerna informasi

bahwa ada beberapa prinsip yang yang diberikan oleh guru.

tidak diperhatikan guru yaitu: 4) Guru tidak mengulang media di

1) Tidak ada keterangan gambar atas dalam pertemuan

dalam media tersebut, misalnya berikutnya.

keterangan batasan aurat laki- Selain beberapa hal di atas guru

laki dan perempuan. memperhatikan prinsip lain dalam

2) Pada gambar kedua yang menggunakan media visual yaitu:

menunjukkan pakaian laki-laki 1) Guru memperhatikan prinsip

tidak ditunjukkan perbedaan kesederhanaan. Gambar tidak

konsep antara pakaian yang terlalu kompleks sehingga

sesuai syar’i dan yang tidak. dapat mudah dipahami murid.

15
2) Pada gambar pertama kecil guru menggunakan

menunjukkan perbedaan pendekatan model contextual atau

konsep mengenai pakaian Contextual Teaching and

syar’i dan yang bukan. Learning, guru menyatakan

3) Guru memperhatikan prinsip “sebenarnya ada aktif learning

keberimbangan. Menurut akan tetapi sudah tidak

Azhar Arsyad keseimbangan diaplikasikan lagi, dan sekarang

disini yaitu keseimbangan menggunakan CTL/ contextual

gambar yang memberikan teaching and learning yang lebih

persepsi seimbang meskipun mendalam ketimbang aktif

tidak seluruhnya simetris.24 learning”.25

4) Visual jelas dan tepat sesuai Menurut Elaine B. Johnson

dengan konsep yang ingin (2002) yang ditejemahkan oleh

disampaikan. Ibnu Setiawan (2008) CTL

merupakan sebuah sistem yang

b. Metode penyampaian materi adab menyeluruh. CTL merupakan

buang air besar dan kecil bagian-bagian yang saling

Dari wawancara yang penulis terhubung. Setiap bagian CTL

lakukan guru mengungkapkan yang berbeda-beda ini memberikan

bahwa dalam menyampaikan sumbangan dalam menolong siswa

materi adab buang air besar dan


25
Deppy Kusmiyati, Guru mapel al-Islam,
24
Ibid, hlm. 110. wawancara tanggal 1 Agustus 2017.

16
memahami tugas sekolah. 26 Dan kelompok tersebut akan

Brown (1998), Dirkx, Amey, dan mediskusikan kebiasaan mereka

Haston (1999) yang dikutip oleh saat buang air besar dan kecil,

Muhaimin (2009) menyatakan setelah itu siswa akan

“The meaning of what individuals mempresentasikannya, dan

learns is coupled with their life selanjutnya guru akan

experiences and context; it is memeberikan penguatan/

constructed by the learners, not by menambahkan materi yang belum

teachers; and learning is anchored disampaikan setiap kelompok,

in the context of real-life situations misalnya kelompok A saat masuk

and problems”. 27 Kedua gagasan kamar mandi belum

di atas sesuai dengan pernyataan menyampaikan mengenai berdoa,

responden mengenai penerapan di sini guru menyampaikannya di


28
model CTL. Responden penguatan”. Dari pernyataan

menyatakan kurang lebih “murid guru tersebut dapat penulis

dibagi ke dalam beberapa simpulkan bahwa murid

kelompok, selanjutnya kelompok- menghubungkan konteks-konteks

26 adab buang air besar dan air kecil


Elaine B. Johnson, Contextual Teaching
and Learning: Menjadikan Kegiatan Belajar
Mengajar Mengasyikkan dan Bermakna yang ada pada realitas kehidupan
(Bandung: Mizan Learning Center, 2008),
hlm. 65. mereka dan teman-teman mereka.
27
Muhaimin, Rekonstruksi Pendidikan
Islam: Dari Paradigma Pengembangan,
Manajemen Kelembagaan, Kurikulum hingga
28
Strategi Pembelajaran (Jakata: Rajawali Pers, Deppy Kusmiyati, Guru mapel al-Islam,
2009), hlm. 262. wawancara tanggal 1 Agustus 2017.

17
Guru bersikap sebagai fasilitator adab buang air besar dan kecil,

dengan memberikan tambahan anak menghubungkan pemahaman

materi. mereka dengan kondisi dunia nyata

Setelah melakukan proses yang menurut Eline B. Johnson

pembelajaran yang disampaikan di (2002) sebagai salah satu

atas, murid melakukan praktek di komponen dalam sistem CTL yang

kamar mandi mengenai adab-adab dia sebut sebagai penilaian

yang telah dibahas pada pertemuan autentik.30

sebelumnya, guru kurang lebih


Kesimpulan
menyatakan, “setiap person anak
Dari hasil pembahasan di atas
itu harus bisa
penulis menyimpulkan beberapa hal
mempraktekkan,….,sebagai contoh
yaitu:
kelompok A ada 5 orang, kelima
Materi pendidikan seksual yang
anak tersebut akan mempraktekkan
ada di SD Muhammadiyah Prambanan
satu per satu, sehingga kita bisa
yaitu adab berpakaian dan adab buang
melihat anak bisa mempraktekkan
air yang di sampaikan melalui mata
apa yang sudah kita sampaikan”.29
pelajaran Kemuhammadiyahan dan al-
Dari apa yang disampaikan
Islam (PAI).
responden di atas bisa penulis

katakan bahwa setelah anak

memahami makna menganai adab-


30
B. Johnson, Contextual Teaching and …,
29
Ibid. hlm. 65.

18
Metode yang digunakan guru Alam, Z. 2003. Islamic Education:
Theory and Practice. New Delhi:
dalam menyampaikan materi Adam Publisher.

pendidikan seksual Islami di SD al-Bugha, M. D. 2009. Fikih Islam


Lengkap. Surakarta: Media Zikir.
Muhammadiyah Prambanan yaitu:
al-Syaibany, O. M. T. 1979. Falsafah
Tanya jawab, dan ceramah disertai Pendidikan Islam. Jakarta: Bulan
Bintang.
dengan penggunaan media berbasis
Amin, M. K. M. 1997. Kiat
visual untuk materi adab berpakaian. Selamatkan Cinta, Pendidikan Seks
bagi Remaja Muslim. Yogyakarta:
Pendekatan model contextual atau Titian Ilahi.

pendekatan CTL untuk materi adab Arsyad, A. 2011. Media


Pembelajaran. Jakarta: Rajawali
buang air kecil dan besar Pers.

Asifudin, A. J. 2009. Mengungkit


DAFTAR PUSTAKA Pilar-Pilar Pendidikan Islam
(Tinjauan Filosofis). Yogyakarta:
Sunan Kalijaga Press.
Abbas, A. 2013. Fiqih Thaharah: Tata
Cara dan Hikmah Bersuci dalam
Azwar, S. 2015. Metode Penelitian.
Islam. Tangerang: Lentera Hati.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Achmadi. 2005. Idiologi Pendidikan
Djamarah, S. B., Zain, A. 1997.
Islam: Paradigma Humanisme
Strategi Belajar Mengajar.
Teosentris .Yogyakarta: Pustaka
Jakarta: Rineka Cipta.
Pelajar.
Fahmi, A. H. 1979. Sejarah dan
Al-Abrasy, M .A. 1996. Beberapa
Falsafat Pendidikan Islam. Jakarta:
Pemikiran Pendidikan Islam.
Bulan Bintang.
Yogyakarta: Titian Ilahi Press.
Gunawan, H. 2013. Kurikulum dan
Al-Abrasy, M. A. 1993. Dasar-Dasar
Pembelajaran Pendidikan Agama
Pokok Pendidikan Islam. Jakarta:
Islam. Bandung: Alfabeta.
Bulan Bintang.
Gunawan, H. 2014. Pendidikan Islam
(Kajian Teoritis dan Pemikiran

19
Tokoh). Bandung: Remaja Yogyakarta: Idea Press
Rosdakarya. Yogyakarta.

Hakim, A. A., Saebani, B. A. 2008. Kirkendall, L. A.. 1985. Anak dan


Filsafat Umum (Dari Metologi Masalah Seks. Jakarta: Bulan
sampai Teofilosofi). Bandung: Bintang.
Pustaka Setia.
KPAI. 2016. “Rincian Data Kasus
Hamdani. 2011. Strategi Belajar Berdasarkan Klaster Perlindungan
Mengajar. Bandung: Pustaka Setia. Anak” dalam
http://bankdata.kpai.go.id/tabulasi-
Institute of Objective Studies New data/data-kasus-per-tahun/rincian-
Delhi. 1996. Psychology and data-kasus-berdasarkan-klaster-
Society in Islamic Perspective. perlindungan-anak-2011-2016,
New Delhi: Institute of Objective Senin, 3 Oktober 2016.
Studies.
Kusmiyati, D. 2014.
Jamarah, S. B., Zain, A. 1997. Strategi Kemuhammadiyahan. Yogyakarta:
Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka SD Muhammadiyah Prambanan.
Cipta.
Ma’rifah, N., Nurrohman, A. 2012.
Johnson, E. B. 2008. Contextual Pendidikan Al-Islam SD/ MI
Teaching and Learning: Muhammadiyah. Yogyakarta:
Menjadikan Kegiatan Belajar Majelis Pendidikan Dasar dan
Mengajar Mengasyikkan dan Menengah.
Bermakna. Bandung: Mizan
Learning Center. Madani, Y. 2003. Pendidikan Seks
untuk Anak dalam Islam, Panduan
KBBI. 2016. “Strategi” dalam bagi Orang Tua, Ulama, Guru,
kbbi.web.id/trategi, Jum’at, 21 dan Kalangan lainnya. Jakarta:
Oktober 2016. Pustaka Zahra.

Khamdan, Mursidi, Mashudi, K., Majid, A. 2012. Belajar dan


Latifah, M., Sutrisno, Hartadi, S., Pembelajaran Pendidikan Agama
Suharyono, Prawoto, Pawestri, Z., Islam. Bandung: Remaja
Alpiyah, S., Suharyanta, Asiyah, Rosdakarya.
S., Parjiya, Nasution, A., Setyorini,
T., Fahrurrozi, Y., Sakka, A., Margono, S. 2010. Metode Penelitian
Hakim, A. R. dan Siyami. 2012. Pendidikan: Komponen MKMD.
Strategi Pembelajaran Pendidikan Jakarta: Rineka Cipta.
Agama Islam di Sekolah Teori, Mas’ud, A., Abdullah, A., Mukti, A.,
Metodologi, dan Implementasi. Zubaidi, Muslih, Zuhri, S.,
Rohman, A., Wahid, A., Junaidi,

20
M., Hasan, K., Supriyono, W., Nata, A. 2009. Perspektif Islam tetang
Darwis, D., Hadjar, I., Ikhrom, Strategi Pembelajaran. Jakarta:
Achmadi, Rahman, M., Widagdo, Kencana.
D., Muthohar, A. dan Ma’shumah,
L. A. 2001. Paradigma Pendidikan Qibtiyah, A. 2006. Paradigma
Islam. Yogyakarta: Pustaka Pendidikan Seksualitas Perspektif
Pelajar. Islam: Teori dan Praktik.
Yogyakarta: Kurnia Kalam
Muhaimin, Suti’ah dan Ali, N. 2012. Semesta.
Paradigma Pendidikan Islam:
Upaya Mengefektifkan Pendidikan Reiss, M., Halstead, J. M. 2004. Sex
Agama Islam di Sekolah. Bandung: Education, Nilai dalam Pendidikan
Remaja Rosdakarya. Seks Bagi Remaja: Dari Prinsip ke
Karakter. Yogyakarta: Alenia
Muhaimin. 2009. Rekonstruksi Press.
Pendidikan Islam: Dari Paradigma
Pengembangan, Manajemen Rostiyah. N. K. 2008. Strategi Belajar
Kelembagaan, Kurikulum hingga Mengajar. Jakarta: Rineka Karya.
Strategi Pembelajaran. Jakata:
Rajawali Pers. Sabiq, S. 2008. Fikih Sunnah. Jakarta:
Cakrawala Pubishing.
Mujib, A., Mudzakir, J. 2008. Ilmu
Pendidikan Islam. Jakarta: Salim, A. M. K. S. 2006. Shahih Fikih
Kencana. Sunnah. Jakarta: Pustaka Azzam.

Mujib, A., Muhaimin. 1993. Pemikiran Sudiyono, H. M. 2009. Ilmu


Pendidikan Islam (Kajian Filisofis Pendidikan Islam: Jilid I. Jakarta:
dan Kerangka Dasar Rineka Cipta.
Operasionalisasinya). Bandung:
Trigenda Karya. Sugiyono. 2012. Metode Penelitian
Pendidikan (Pendekatan
Nasih, A. M., Kholidah, L. N. 2009. Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D).
Metode dan Teknik Pembelajaran Bandung: Alfa Beta.
Pendidikan Agama Islam. Tim Dosen Fakultas Tarbiyah IAIN
Bandung: Refika Aditama. Sunan Ampel Malang. 1996.
Dasar-Dasar Kependidikan Islam.
Nata, A. 2009. Ilmu Pendidikan Islam Surabaya: Karya Aditama.
dengan Pendekatan
Multidisipliner. Jakarta: Rajawali Tim Dosen Fakultas Tarbiyah UIN
Pers. Maulana Malik Ibrahim Malang.
2009 . Pendidikan Islam dari
Paradigma Klasik Hingga

21
Kontemporer. Malang: UIN
Malang Press.

Ulwan, A. N., Hathout, H. 1996,


Pendidikan Anak Menurut Islam:
Pendidikan Seks. Bandung:
Remaja Rosdakarya.

UMICH. 2016. “LGBT Term and


Definition” dalam
https://internationalspectrum
.umich.edu/life/definitions, Senin,
3 Oktober 2016.

Usman, B. 2002. Metodologi


Pembelajaran Agama Islam.
Jakarta Selatan: Ciputat Pers.

Uwaidhah, M. A. L. 2012. Tuntunan


Thaharah Berdasarkan Qur’an
dan Hadist. Bogor: Pustaka
Thariqul Izzah.

Watoni, W. Tuntunan Sholat Lengkap


beserta Sholat Sunat. Wirid, dan
Doa, Solo: Delima.

Yamin, M. 2007. Desain


Pembelajaran Berbasis Tingkat
Satuan Pendidikan. Jakarta: Gaung
Persada Press.

Zaini, S. 1986. Prinsip-Prinsip Dasar


Konsep Pendidikan Islam. Jakarta:
Kalam Mulia.

Zayadi, A. 2005. Tadzkirah

Pembelajaran Pendidikan Agama

Islam (PAI) Berdasarkan Pendekatan

Kontekstual. Jakarta: Raja Gra

22