Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

EKONOMI MIKRO ISLAM

D
I
S
U
S
U
N

OLEH :

KELOMPOK 2 (DUA)

1. SYAFNI RAMADHANI
2. SISKA SAFHIRA WAROUW
3. TRIAS WULANDARI
4. WAHYU RAMADIANSYAH

DOSEN PEMBIMBING : ABI WAQQOSH, S.E.I., M.E.I


PRODI : PERBANKAN SYARIAH
KELAS : II C PAGI

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM


(STAI)
AL – ISLAHIYAH H. ABDUL HALIM HASAN
BINJAI
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami hanturkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan Rahmat dan
Karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini.
Salawat beserta salam kami sampaikan kepada Reformator dunia yaitu Baginda
Rasulullah SAW yang telah menghijrahkan umatnya minal kufri ilal iman, kecintaannya
kepada umat melebihi cintanya pada dirinya sendiri..
Akhirnya dengan segala kerendahan hati, penyusun mengakui masih banyak terdapat
kejanggalan- kejanggalan dan kekurangan dalam makalah ini. Hal ini disebabkan
kurangnya ilmu pengetahuan dan pengalaman yang penyusun miliki, oleh karena itu, kritik
dan saran yang konsruktif sangat penyusun harapkan demi kesempurnaan makalah ini
dimasa yang akan datang.
Penyusun juga berharap makalah ini mudah-mudahan berguna dan bermamfaat bagi
kita semua. Amin Ya Rabbal ‘Alamin.

Binjai, 01 Maret 2019

Pemakalah

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .......................................................................................................... i

DAFTAR ISI ........................................................................................................................ ii

BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................... 1

A. Latar Belakang............................................................................................................ 1

B. Rumusan masalah ....................................................................................................... 1

C. Tujuan Penulisan ........................................................................................................ 1

BAB II PEMBAHASAN ..................................................................................................... 2

A. Definisi Ekonomi Mikro Islam ................................................................................... 2

B. Karateristik Ekonomi Mikro Islam ............................................................................. 3

C. Prinsip-Prinsip Umum Ekonomi Islam ...................................................................... 4

D. Prinsip-Prinsip Derivatif ............................................................................................. 6

E. Nilai Universal ............................................................................................................ 7

F. Akhlak dan Prilaku dalam Ekonomi Islam ................................................................. 9

BAB III PENUTUP ........................................................................................................... 11

A. Kesimpulan ............................................................................................................... 11

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................ 12

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam sistem Islam memandang masalah ekonomi tidak dari sudut pandang

kapitalis, tidak dari sudut pandang sosialis, dan juga tidak merupakan gabungan dari

keduanya. Islam memberikan perlindungan hak kepemilikan individu, sementara

“untuk kepentingan masyarakat didukung dan diperkuat, dengan tetap menjaga

keseimbangan kepentingan publik dan individu serta menjaga moralitas”.

Dalam ekonomi Islam, penumpukan kekayaan oleh sekelompok orang

dihindarkan dan secara otomatis tindakan untuk memindahkan aliran kekayaan kepada

anggota masyarakat harus dilaksanakan. Sistem ekonomi Islam merupakan sistem

yang adil. Berbagai hasil penelitian yang dilakukan oleh para ahli, menunjukkan

adanya masyarakat muslim yang dengan sadar memilih berintegrasi pada

perekonomian dalam perbankan syari‘ah sebagai implementasi ketaatan beragama,

sekaligus sebagai usaha memenuhi kebutuhan ekonomi.

B. Rumusan masalah

1. Apa saja prinsip prinsip umum ekonomi islam?

2. Apa saja prinsip prinsip delivatif ekonomi islam?

3. Pengertian nilai nilai universal?

4. Apa saja akhlak dan prilaku dalam ekonomi islam?

C. Tujuan Penulisan

1) Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Perbankan syariah.

2) Untuk memberikan penjelasan tentang prinsip-prinsip ekonomi islam.

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Definisi Ekonomi Mikro Islam

Definisi Ekonomi Mikro Yaitu disebutkan sebagai teori yang menelaah

kegiatan ekonomi secara individual dari sudut pandang hubungan antara

produksi,konsumsi,harga,permintaan,dan penawaran. Tidaklah demikian.

Sebagaimana sejarah menyebutkan, maka definisi dari ekonomi mikro dan makro

dapat kita definisikan dengan definisi yang lebih akurat, yakni sebagai berikut:

“Teori ekonomi yang menelaah kegiatan ekonomi antar individu dalam suatu

masyarakat, yang apabila teori tersebut dipraktekkan dalam kehidupan nyata pasti

akan menimbulkan masalah, yang masalah tersebut tidak akan pernah dapat

terselesaikan dengan cara apapun juga.”

a) Manfaat dan Batasan Teori Ekonomi Mikro Islam

Seperti halnya science, ilmu ekonomi juga memfokuskan pada explanation

dan prediction dari fenomena yang ada, segala pembahasan yang ditujukan untuk

melakukan kegiatan tersebut didasarkan pada teori. Teori dibangun untuk

menerangkan dari fenomena yang terjadi dalam suatu waktu dengan

menggunakan hukum-hukum dasar dan beberapa asumsi yang harus terpenuhi.

Dalam pembentukan teori ekonomi mikro islami, hukum-hukum dasar ekonomi

murni tetap digunakan sepanjang hukum dasar tersebut tidak bertentangan dengan

hukum syariah. Teori ekonomi berfungsi untuk memprediksi dampak dari adanya

perubahan satu variabel terhadap variabel lainnya.sebagai contoh ,bagaimana teori

mikro ekonomi ini daapt menerangkan kepada kita tentang peningkatan dan

penurunan output sebagai dampak dari adanya kenaikan dan penurunan pada

variabel ekonomi lain,seperti tingkat upah ,inflasi dan jumlah permintaan.

2
b) Mengapa Belajar Mikro Ekonomi Islam?

Setelah mempelajari mikro ekonomi islam,kita akan mendapatkan

keyakinan yang kuat tentang teori ekonomi mikro islam yang relevan dan dapat

diterapkan dalam dunia nyata .Salah satu tujuan kita adalah bagaimana penerapan

atau menerapkan prinsip-prinsip ekonomi mikro islam dalam pengambilan

keputusan agar mendapat solusi terbaik ,yaitu solusi yang akan menguntungkan

kita dan kita tidak menzalimi orang lain.1

B. Karateristik Ekonomi Mikro Islam

Seluruh kegiatan ekonomi mikro islam didasarkan pada aturan agama dan tidak

boleh melanggar ketentuan tuhan. Contoh sederhananya, ada seorang penjual yang

ingin menjual suatu barang, maka ia tidak boleh memperjual belikan barang yang

dinyatakan haram oleh islam. Ekonomi mikro islam berpusat pada ketuhanan. Artinya,

peraturannya benar-benar didasarkan pada ketentuan-ketentuan yang dibuat oleh Allah

SWT yang tercantum dalam Al-Qur’an dan Hadist. Hal ini yang membedakan dengan

ekonomi mikro konvensional yang dalam pelaksanaannya selalu didasarkan oleh teori-

teori ciptaan manusia. Ekonomi mikro islam tidak dapat dilepaskan dari masalah

akidah islamiyah. Artinya, setiap umat muslim yang terlibat dengan kegiatan ekonomi

mikri islami ini memiliki tanggung jawab kepada Allah SWT dan terikat dengan

beberapa kewajiban, misalnya membayar zakat dan sedekah.

Dalam ekonomi mikro, setiap kegiatan ekonomi tidak dipandang semata-mata

sebagai usaha mencari kesejahteraan duniawi, tapi kegian ekonomi juga dinilai

sebagai ibadah kepada Allah SWT. Bagi umat islam, sumberdaya yang terjadi dibumi

adalah anugerah dan memanfaatkannya ebaik mungkin merupakan suatu kewajiban

1
Adiwarman A.Karim, Ekonomi Mikro Islam, Jakarta : Rajawali Pers, Edisi Ke-4, 2012

3
yang apabila dijalankan dengan baik pasti akan mendapat pahala. Ekonomi mikro

islam juga mengajarkan setiap pelaku ekonominya bertindak lebih objektif saat terlibat

aktivitas ekonominya. Artinya, dalam implementasi ekonominya, umat muslim tidak

boleh membeda-bedakan orang lain (berdasarkan jenis kelamin, etnis, agama dan lain-

lain) yang terlibat bisnis dengannya.

Setiap individu diharapkan mengatur perekonomian dengan mengutamakan

kepentingan umum, bukan kepentingan pribadi. Karena itulah ekonomi mikro islam

tidak mengenal adanya monopoli yang bisa merugikan pihak lain. Ekonomi mikro

islam selalu menekankan bahwa harta kekayaan dan sumber daya yang ada dibumi

adalah milik Allah SWT. Maka setiap laku ekonomi tidak boleh menyalah gunakan

kekayaan yang dittipkan kepadanya. Seluruh kegiatan ekonomi dinilai sebagai sebuah

kewajiban dan ibadah, bukan berorientas pada pencarian laba atau keuntungan

sebesar-besarnya.2.

C. Prinsip-Prinsip Umum Ekonomi Islam

Yusuf Al-Qardhawi menyatakan bahwa prinsip-prinsip yang membangun

ekonomi islam adalah sebagai berikut:

1. Ekonomi islam menghargai nilai harta benda dan kedudukannya dalam

kehidupan. harta merupakan sarana untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dan

membantu melaksanakan kewajiban, seperti sedekah (zakat), haji, dan jihad, setra

persiapan utama untuk memakmurkan bumi.

2. Ekonomi islam mempunyai keyakinan bahwa harta sebenar nya milik allah,

sedangkan manusia hanya memegang amanah atau pinjaman dari Nya. Allah swt.

berfirman dalam Q.S. Al-hadid ayat 7:

2
Adiwarman A.Karim, Ekonomi Mikro Islam, Jakarta : Rajawali Pers, Edisi Ke-4, 2012

4
  

  

   

  

   

“Beriman lah kamu kepada allah dan rasulnya dan infaqkanlah (di jalan allah)

sebagian dari harta yang dia telah menjadikan kamu sebagai penguasa nya

(amanah). Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menginfaq kan

(hartanya di jalan allah) memperoleh pahala yang besar.”

3. Ekonomi islam memperintahkan manusia untuk berkreasi dan berkerja dengan

baik. Islam mengajak kita untuk berusaha dan berkerja. Islam memperingatkan

kita dari sikap putus asa dan rasa malas. Allah swt berfirman dalam Q.S Al-mulk

ayat 15:

    

   

    

 

“Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah di jelajahi, maka

jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki nya. Dan

hanya kepadanya lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.”

4. Ekonomi islam mengharamkan pendapatan dari pekerjaan yang kotor. Rasulullah

saw. Bersabda dalam H.R. Ahmad yang artinya,”setiap tubuh yang berkembang

dari yang haram, maka neraka lebih utama bagi nya.”

5. Ekonomi islam mengakui hak kepemilikan pribadi dam memeliharanya.

5
6. Ekonomi islam melarang pribadi untuk menguasai atau memonopoli barang-

barang yang di perlukan oleh masyarakat.

7. Ekonomi islam mencegah kepemilikan dari sesuatu yang membahayakan orang

lain. Rasulullah saw bersabda dalam H.R. Ahmad dan Ibnu Majah yang artinya

“tidak ada bahaya dan tidak ada yg boleh membahayakan”

8. Ekonomi islam menganjurkan untuk mengembangkan harta dengan sesuatu yang

tidak membahayakan akhlak dan kepentingan umum. Pemilik uang tidak boleh

menimbun dan menahannya dari peredaran ketika umat dalam keadaan

membutuhkan untuk memfungsikan uang itu, dengan pekerjaan yang bermanfaat

dan dapat membawa lapangan kerja bagi para pengangguran.

9. Ekonomi islam menganjurkan untuk mewujudkan kemandirian ekonomi bagi

umat. Tanpa kemandirian ekonomi, umat islam tidak bisa menjalankan fungsi

ustadziatul ‘alam (sokoguru dunia) dan menjadi saksi-saksi kebenaran atas umat

yang lainnya.

10. Ekonomi islam menganjurkan adil dalam berinfaq atau menjaga keseimbangan

dalam belanja.

11. Ekonomi islam mewajibkan takaful (saling menagguang) diantara anggota

masyarakat.

12. Ekonomi islam memperdekat jarak perbedaan antara strata atau tingkat di tengah

masyarakat. Dalam hal ini, untuk mempersempit kesenjangan sosial.3

D. Prinsip-Prinsip Derivatif

Perinsip derivatif merupakan prinsip-prinsip sistem ekonomi islam yang juga

menjadi tiang ekonomi islam yaitu:

3
Wibowo Sukarno. Ekonomi mikro islam. Hal 67 s/d 71 Bandung: Pustaka Setia.2013
6
 Multitype Ownership (kepemilikan multijenis) merupakan turunan dari nilai tauhid

dan adil. Dalam ekonomi Islam, kepemilikan swasta atau pribadi tetap diakui. Akan

tetapi untuk menjamin adanya keadilan, maka cabang-cabang produksi yang

strategis dapat dikuasai oleh negara.

 Freedom to act (Kebebasan bertindak atau berusaha) merupakan turunan dari nilai

nubuwwah, adil dan khilafah. Freedom to act akan menciptakan mekanisme pasar

dalam perekonomian karena setiap individu bebas untuk bemuamalah. Pemerintah

akan bertindak sebagai wasit yang adil dan mengawasi pelaku-pelaku ekonomi

serta memastikan bahwa tidak terjadi distorsi dalam pasar dan menjamin tidak

dilanggarnya syariah.

 Social Justice (Keadilan Sosial) merupakan turunan dari nilai khilafah dan ma’ad.

Dalam ekonomi islam, pemerintah bertanggungjawab menjamin pemenuhan

kebutuhan dasar rakyatnya dan menciptakan keseimbangan sosial antara kaya dan

miskin.4

E. Nilai Universal

Yang menjadi teori dari ekonomi islam dan menjadi landasan ekonomi islam

yaitu:

 Tauhid (keesaan Tuhan), merupakan pondasi ajaran Islam. Segala sesuatu yang kita

perbuat di dunia nantinya akan dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT.

Sehingga termasuk didalamnya aktivitas ekonomi dan bisnis nantinya akan

dipertanggungjawabkan juga.

 ‘Adl (keadilan). Allah SWT telah memerintahkan manusia untuk berbuat adil. Adil

yang dimaksud disini adalah tidak menzalimi dan tidak dizalimi, sehingga

4
https://syafaatmuhari.wordpress.com/2012/04/16/prinsip-prinsip-ekonomi-islam/

7
penerapannya dalam kegiatan ekonomi adalah manusia tidak boleh berbuat jahat

kepada orang lain atau merusak alam untuk memperoleh keuntungan pribadi.

 Nubuwwah (kenabian). Setiap muslim diharuskan untuk meneladani sifat dari nabi

Muhammad SAW. Sifat-sifat Nabi Muhammad SAW yang patut diteladani untuk

diterapkan dalam kehidupan sehari-hari khususnya dalam bidang ekonomi yaitu :

Siddiq (benar, jujur), Amanah (tanggung jawab, kepercayaan, kredibilitas),

Fathanah (Kecerdikan, kebijaksanaan, intelektualita) dan tabligh (komunikasi,

keterbukaan, pemasaran).

 khilafah (pemerintahan). Dalam Islam, peranan yang dimainkan pemerintah

terbilang kecil akan tetapi sangat vital dalam perekonomian. Peranan utamanya

adalah memastikan bahwa perekonomian suatu negara berjalan dengan baik tanpa

distorsi dan telah sesuai dengan syariah.

 Ma’ad (hasil). Imam Ghazali menyatakan bahwa motif para pelaku ekonomi adalah

untuk mendapatkan keuntungan/profit/laba. Dalam islam, ada laba/keuntungan di

dunia dan ada laba/keuntungan di akhirat.

Teori ekonomi islam dan sistemnya belumlah cukup tanpa adanya manusia

yang menerapkan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Dengan kata lain, adanya

manusia yang berakhlak adalah hal mutlak dalam ekonomi. Kinerja suatu bisnis atau

ekonomi tidaklah bergantung kepada teori dan sistemnya saja, melainkan pada man

behind the gun-nya. Oleh karena itu akhlak menjadi bagian ketiga dan merupakan atap

yang menaungi ekonomi islam.5

5
https://studybuddhism.com/id/dasar-dasar/nilai-nilai-universal

8
F. Akhlak dan Prilaku dalam Ekonomi Islam

Semakin berkembangnya dunia perekonomian, islam sudah sejak dulu

membahas dunia perekonomian. Ini terbukti dari bangsa Arab yang melakukan kegitan

perdagangan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi mereka, islam mengarahkan

mekanisme berbasis moral spiritual dalam pemeliharaan keadailan sosial pada

aktivitas ekonomi.

Perekonomian sangat berpengaruh pada kehidupan manusia, semakin banyak

materi yang di miliki maka manusia itu akan hidup bahagia tapi di sisi lain moral

islam mengarahkan pada kenyataan bahwa hak milik harus berfungsi sebagai

pembebas manusia dari sifat materialistis. Dalam islam legistimasi hak milik akan

bergantung dan erat sekali dengan pesan moral untuk menjamin keseimbangan

kehidupan, konsep akhlak sangat erat sekali kaitannya dengan hukum Allah SWT

yang bersangkut paut dengan halal haram. Allah menciptakan harta untuk umatnya

tapi tidak untuk di salah gunakan, manusia merupakan perantara pemanfaatan harta

yang di berikan oleh Allah dan pemanfaatannya harus mengutamakan kepentingan

umat dan agama.

Ada 4 nilai utama yang berhubungan dengan akhlak dan ekonomi yang

berlandaskan Islam yaitu:

1. Rabbaniyah (keTuhanan) yaitu ekonomi yang sesuai dengan tuntunan Allah dan

untuk mencari ridha Allah

2. Akhlak ekonomi yaitu dalam melakukan kegiatan ekonomi kaum muslim tidak

boleh meninggalkan akhlak seperti aktivitas pariwisata kaum muslimin tidak

boleh mengizinnkan membawa minuman khamr atau menjadikan rumahnya

sebagai tempat berjudi serta menghalalkan yamg haram lainnya.

9
3. Ekonomi Kemanusiaan yaitu manusia harus bekerja keras dan berkreasi untuk

mendapatkan perekonomian yang baik

4. Pertengahan yaitu adanya kesimbangan antara individu dan masyarakat.

Akhlak ekonomi juga merupakan tindakan ekonomi yang mencampur adukkan

antara ranah ekonomi dan hukum agama yang merupakan penentuan kebijakan

ekonomi yang di tujukan kepada umat muslim yang melekat pada watak manusia.

Akhlak ekonomi sumber daya yang di gunakan secara rasional sesuai

kebutuhan tidak boleh berlebih-lebihan, dalam kegiatan sehari-hari tanpa di sadari

sebenarnya kita telah melakukan kegiatan ekonomi.

Akhlak Ekonomi dalam islam di gunakan untuk mencegah hal-hal yang di

larang dalam islam.6

6
https://syafaatmuhari.wordpress.com/2012/04/16/prinsip-prinsip-ekonomi-islam/

10
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Ekonomi islam mengandung prinsip bahwa pendapatan adalah hasil dari

prestasi (kerja). Bisnis adalah praktik nyata, sehingga penghasilan di proleh melalui

sebab usaha yang jelas dan tidak mengandung unsur riba.

Sistem ekonomi islam mengandung standar prinsip-prinsip dasar hukum

ekonomi, yaitu prinsip ibadah (at-tauhid), persamaan (al-musawat), kebebasan (al-

hurriyat), keadilan (al-‘adl), tolong-menolong (at-ta’awun), dan toleransi (at-tasamuh).

11
DAFTAR PUSTAKA

Wibowo Sukarno. Ekonomi mikro islam. Hal 67 s/d 71 Bandung: Pustaka Setia.2013
https://studybuddhism.com/id/dasar-dasar/nilai-nilai-universal
https://syafaatmuhari.wordpress.com/2012/04/16/prinsip-prinsip-ekonomi-islam/
Adiwarman A.Karim, Ekonomi Mikro Islam, Jakarta : Rajawali Pers, Edisi Ke-4, 2012

12