Anda di halaman 1dari 28

MARKAS BESAR ANGKATAN DARAT Lampiran II

SEKOLAH STAF DAN KOMANDO Keputusan Komandan Seskoad


Nomor Kep/135/VIII /2017
Tanggal 22 Agutsus i2017

PENGETAHUAN TACTICAL FLOOR GAME

BAB I
PENDAHULUAN

1. Umum.

a. Operasi Gabungan (Opsgab) TNI merupakan operasi militer yang


dilaksanakan oleh dua angkatan atau lebih dibantu operasi lainnya sesuai
kebutuhan, di bawah satu komando. Operasi Gabungan TNI bertujuan untuk
mewujudkan keterpaduan antar angkatan dan unsur lain guna mencegah,
menangkal dan menanggulangi berbagai ancaman terhadap kepentingan nasional.
Untuk menjamin tercapainya tujuan Operasi Gabungan TNI, maka diperlukan suatu
rencana operasi militer bersifat strategis dengan memadukan semua kekuatan dan
kemampuan setiap unsur dari Komando Gabungan (Kosattas), Komando Tugas
Gabungan (Kosatwah) serta Satuan Tugas Gabungan guna melaksanakan
berbagai bentuk, macam dan jenis operasi.

b. Penyusunan Rencana Operasi Gabungan TNI dilaksanakan melalui suatu


Proses Pengambilan Keputusan Militer (PPKM) dengan empat belas langkah.
Pada langkah ke dua belas dari PPKM, dilaksanakan kegiatan pengujian terhadap
Konsep Rencana Kampanye Militer (Renkammil) dan Konsep Rencana Operasi.
Pelaksanaan pengujian dilaksanakan dengan menggunakan salah satu metode
yaitu Tactical Floor Game (TFG). Hal ini dimaksudkan untuk menilai dan mengukur
efektifitas serta keterpaduan Konsep Renkammil dan Konsep Rencana Operasi
dihadapkan pada berbagai permasalahan dan risiko dalam rangka keberhasilan
tugas pokok.

c. Pengujian Konsep Renkammil dan Rencana Operasi dengan menggunakan


metode TFG memerlukan kecermatan dan ketelitian agar diperoleh hasil
perencanaan (Kampanye Militer dan Rencana Operasi) yang dapat menyelesaikan
tugas pokok. Untuk menjamin kelancaran pelaksanaan serta pencapaian tujuan
dan sasaran pelaksanaan kegiatan TFG, maka perlu disusun Bahan Pelajaran
pegetahuan TFG.

2. Maksud dan Tujuan.

a. Maksud. Bahan Pelajaran pengetahuan Tactical Floor Game (TFG) ini


dimaksudkan untuk memberikan petunjuk tentang tata cara pelaksanaan Tactical
Floor Game dalam menguji Konsep Renkammil dan Konsep Rencana Operasi.

b. Tujuan. Bahan Pelajaran pengetahuan Tactical Floor Game ini agar dapat
dijadikan pedoman bagi pelaksana operasi dan peserta latihan dalam menguji
Konsep Renkammil dan Konsep Rencana Operasi.
2

3. Ruang Lingkup dan Tata Urut.

a. Ruang Lingkup. Lingkup Pembahasan Bahan Pelajaran pengetahuan TFG


ini meliputi kegiatan pengujian Konsep Renkammil dan Konsep Rencana Operasi
melalui tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan dan pengakhiran.

b. Tata Urut. Bahan Pelajaran ini disusun dengan tata urut sebagai berikut:

1) Pendahuluan.
2) Ketentuan Umum.
3) Kegiatan yang Dilaksanakan.
4) Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan.
5) Pengawasan dan Pengendalian.
6) Evaluasi Akhir.
7) Penutup.

4. Kedudukan. Bahan Pelajaran penyelenggaraan TFG ini merupakan penjabaran


Petunjuk Pelaksanaan Proses Pengambilan Keputusan Militer (PPKM) pada Perencanaan
Operasi Gabungan dan Kampanye Militer.

5. Dasar. Dasar yang digunakan dalam penyusunan Penyelenggaraan TFG ini,


adalah:

a. Keputusan Panglima TNI Nomor /441/VI/2014 tanggal 30 Juni 2014 tentang


Buku Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Tactical Floor Game.

b. Peraturan Kasad Nomor Perkasad/70/VII/2011 tanggal 29 Juli 2011


tentang Buku Petunjuk Induk tentang Latihan;

c. Peraturan Kasad Nomor Perkasad/24-02/IX/2011 tanggal 1 September 2011


tentang Buku Petunjuk Administrasi tentang Penyusunan, Penerbitan Doktrin dan
Buku Petunjuk Angkatan Darat;

d. Peraturan Kasad Nomor Perkasad/35-02/XII/2012 tanggal 27 Desember


2012 tentang Buku Petunjuk Administrasi tentang Penyelenggaraan Latihan;

e. Keputusan Kasad Nomor Kep/430/X/2013 tanggal 31 Oktober 2013 tentang


Buku Petunjuk Administrasi tentang Penyelenggaraan Administrasi Umum
Angkatan Darat;

f. Keputusan Kasad Nomor Kep/700/IX/2015 tanggal 21 September 2015


tentang Petunjuk Teknis tentang Tata Cara Penyusunan Doktrin dan Petunjuk TNI
Angkatan Darat; dan

g. Keputusan Kasad Nomor Skep/423/V/2016 tanggal 20 Mei 2016 tentang


Buku Petunjuk Teknis tentang Latihan Posko I.

6. Pengertian. Lampiran A
3

BAB II
KETENTUAN UMUM

7. Umum. Penyelenggaraan kegiatan TFG berpedoman pada ketentuan umum


sehingga pelaksanaannya dapat menjamin tercapainya sinkronisasi pada semua rencana
operasi, yang disusun oleh Komando Satuan Atas (Kosattas) maupun Komando Satuan
Bawah (Kosatwah) guna menghasilkan Rencana Operasi yang terpadu dan terintegrasi
serta teruji untuk keberhasilan tugas pokok.

8. Tujuan:

a. mensinkronisasikan, memadukan, mengintegrasikan dan menguji Konsep


Renkammil dan Konsep Rencana Operasi;

b. menemukan berbagai kemungkinan permasalahan pada Konsep Renkammil


dan Konsep Rencana Operasi yang berpengaruh terhadap keberhasilan
pelaksanaan tugas pokok;

c. menemukan berbagai kemungkinan risiko serta tindakan yang harus


dilakukan guna mengeleminir, mengatasi risiko yang akan dihadapi pada
pelaksanaan tugas operasi; dan

d. memberikan pemahaman yang sama kepada Panglima/Komandan dan Staf


dalam mengaplikasikan Renkammil dan Rencana Operasi.

9. Sasaran:

a. terwujudnya sinkronisasi, keterpaduan, integrasi dan terujinya Konsep


Renkammil dan Konsep Rencana Operasi dalam rangka keberhasilan pelaksanaan
tugas pokok;

b. ditemukannya berbagai kemungkinan permasalahan pada Konsep


Renkammil dan Konsep Rencana Operasi yang berpengaruh terhadap
keberhasilan pelaksanaan tugas pokok;

c. ditemukannya berbagai kemungkinan risiko serta tindakan yang harus


dilakukan guna mengeleminir, mengatasi risiko yang akan dihadapi pada
pelaksanaan tugas operasi; dan

d. terwujudnya kesamaan pemahaman antara Panglima/Komandan dan Staf


dalam mengaplikasikan Renkammil dan Rencana Operasi.

10. Bentuk.

a. TFG Latihan.
1) Seri. Dapat dilaksanakan bila satuan pelaku (Kosattas dengan
Kosatwah) lebih dari satu satuan, dilatihkan dengan waktu tidak bersamaan,
tempat geladi yang digunakan sama dan persoalan yang disampaikan
sebagian atau seluruhnya sama.
4

2) Paralel. Dapat dilaksanakan bila satuan pelaku (Kosattas dengan


Kosatwah) lebih dari satu satuan, dilatihkan dengan waktu bersamaan,
tempat geladi yang digunakan tidak sama dan persoalan yang disampaikan
sebagian atau seluruhnya sama.

b. TFG Operasi. Dilaksanakan oleh satuan pelaksana operasi (Kosattas dan


Kosatwah) dapat melibatkan lebih dari satu satuan, dan persoalan yang
disampaikan berdasarkan informasi intelijen.

11. Tingkat.

a. Dua Tingkat atau Lebih. Pelaksanaan TFG dua tingkat atau lebih dimana
semua pemerannya adalah pelaku sesuai dengan jenis latihan/operasi yang akan
dilaksanakan.

b. Satu Tingkat. Pelaksanaan TFG dapat dilakukan satu tingkat dengan


catatan tingkat satuan di atas dari pelaku diperankan oleh penyelenggara.

12. Sifat. Satu pihak dikendalikan, pelaku merupakan satu pihak yang berperan
selaku pasukan sendiri, sedangkan kegiatan musuh diinformasikan dan digambarkan oleh
Asintel, Dinamisator, dan narasumber dengan tugas meyampaikan informasi dan
mengarahkan tindakan pelaku sesuai rencana yang telah ditetapkan.

13. Waktu dan Tempat.

a. Waktu.

1) Waktu perencanaan dan persiapan TFG simultan dengan Tahap


Perencanaan, Tahap Persiapan dan Tahap Pelaksanaan Geladi Posko I
sebelum Langkah ke 12 dari PPKM, sedangkan Waktu pelaksanaan TFG
disesuaikan dengan waktu pada saat langkah ke 12 dari PPKM;

2) Waktu yang digunakan dalam Perencanaan, Persiapan dan


Pelaksanaan Operasi adalah Waktu Sebenarnya dan Waktu Asumsi.

b. Tempat.

1) Pada saat merencanakan operasi sebelum pelaksanaan TFG


(Sebelum Langkah ke 12 dari PPKM) Pelaku Kosattas TNI dan Kosatwah
menggunakan ruangan yang tersedia.

2) Pada saat pelaksanaan TFG (Langkah ke 12 dari PPKM)


menggunakan ruang atau tempat yang telah disiapkan sesuai dengan
kebutuhan.

14. Materi. Materi TFG adalah Konsep Renkammil dan Rencana Operasi yang
disusun oleh Komando Gabungan (sebagai Kosattas) dan Komando Tugas Gabungan
serta Satuan Tugas (sebagai Kosatwah).
5

15. Sarana dan Prasarana.

a. Ruang TFG atau tempat yang telah disiapkan sesuai dengan kebutuhan;
b. Meja dan Kursi:
c. Komputer;
d. LCD Proyektor;
e. Layar Monitor;
f. Sound System;
g. Peta;
h. Floor Game/Floor Screen; dan
i. Perlengkapan lain sesuai kebutuhan.

16. Pengorganisasian.

a. Penyelenggaraan Latihan.
PIMUMLAT

WAS/EV HAT LAT


DIRLAT
WADIRLAT

SET LAT
PENILAI

NARASUMBER KAWASDAL, WASIT &


PENGENDALI (DINAMISATOR) PENYELENGGARA

PANG/DAN KO SAT ATAS PELAKU


(MODERATOR)

SEKRETARIS STAF
KO SAT ATAS
PANG/DAN

SEKRETARIS STAF
KO SAT
DAN SATLAK

b. Penyelenggaraan Operasi.

1) Struktur Organisasi
PANGLIMA TNI

NARASUMBER DINAMISATOR

PANG/DAN KO SAT ATAS


(MODERATOR)

SEKRETARIS STAF KO SAT ATAS

PANG/DAN
KO SAT BAWAH

SEKRETARIS STAF
KO SAT BAWAH

DAN SATLAK
6

BAB III
KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN

17. Umum. Penyelenggaraan pengujian Konsep Renkammil dan Konsep Rencana


Operasi TNI melalui TFG harus dapat berlangsung dengan lancar untuk pencapaian
tujuan dan sasaran kegiatan pengujian. Hasil pelaksanaan kegiatan TFG dalam bentuk
Renkammil dan Rencana Operasi Gabungan TNI harus terpadu serta terintegrasi dalam
rangka pencapaian tugas pokok. Untuk itu Penyelenggaraan TFG perlu diatur melalui
pentahapan kegiatan yaitu Tahap Perencanaan, Tahap Persiapan, Tahap Pelaksanaan
dan Tahap Pengakhiran.

18. Penyelenggaraan Latihan.

a. Tahap Perencanaan.

1) Direktur Latihan:

a) menyusun dan mengorganisir Penyelenggara Latihan untuk


pelaksanaan TFG.

b) merumuskan rencana kegiatan yang akan digunakan sebagai


pedoman dalam mengendalikan pelaksanaan TFG.

c) memeriksa, meneliti dan menyelaraskan rencana kegiatan


penyelenggara dan pelaku (Kosattas dan Kosatwah);

d) merumuskan dan menentukan standar penilaian; dan

e) merencanakan pelaksanaan kegiatan Briefing pelaku kepada


penyelenggara TFG dan latihan pendahuluan.

2) Narasumber:

a) merencanakan bahan referensi yang akan digunakan dalam


pelaksanaan TFG, khususnya yang berhubungan dengan Kampanye
Militer, Operasi Gabungan TNI, Operasi Dukungan dan Operasi yang
dilakukan oleh Angkatan serta materi lain yang berhubungan dengan
Operasi Militer;

b) mempelajari dan memahami Konsep Renkammil Kosattas TNI


dan Konsep Rencana Operasi Gabungan Kosatwah; dan

c) mencermati dan mengamati dinamika pelaksanaan kegiatan


TFG serta mencatat hal-hal yang perlu mendapat penjelasan,
penyesuaian serta penyelarasan terhadap Konsep Renkammil
Kosattas TNI dan Konsep Rencana Operasi Gabungan Kosatwah
atau materi pembahasan oleh pelaku; dan
7

d) merencanakan bahan arahan dan jawaban terhadap


permasalahan yang belum tuntas atau hasil pembahasan yang belum
sesuai dengan doktrin, strategi atau rencana latihan antara
dinamisator dan pelaku.

3) Dinamisator:
a) merencanakan bahan referensi yang akan digunakan dalam
pelaksanaan TFG, khususnya yang berhubungan dengan Kampanye
Militer, Operasi Gabungan TNI, Operasi Dukungan dan Operasi yang
dilakukan oleh Angkatan serta materi lain yang berhubungan dengan
Operasi Militer;

b) mempelajari dan memahami Konsep Renkammil Kosattas TNI


dan Konsep Rencana Operasi Gabungan Kosatwah; dan

c) merencanakan bahan pertanyaan dan tanggapan terhadap


Konsep Renkammil Kosattas TNI dan Konsep Rencana Operasi
Gabungan Kosatwah sesuai tugas masing-masing.

4) Penilai:

a) merencanakan bahan referensi yang akan digunakan dalam


pelaksanaan TFG, khususnya yang berhubungan dengan Kampanye
Militer, Operasi Gabungan TNI, Operasi Dukungan dan Operasi yang
dilakukan oleh Angkatan serta materi lain yang berhubungan dengan
Operasi Militer;

b) mempelajari, memahami dan menilai naskah Konsep


Renkammil Kosattas dan Konsep Rencana Operasi Gabungan
Kosatwah; dan

c) membantu Direktur Latihan merumuskan dan menyusun


standar penilaian serta blanko penilaian.

5) Pendukung. Membuat rencana kebutuhan sarana dan prasarana


yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan TFG.

6) Pelaku Kosattas.

a) menyusun dan mengorganisir Pelaku Komando Atas dalam


pelaksanaan TFG, meliputi:

(1) Moderator (Panglima Komando Atas);

(1) Narator (Asops Komando Atas);

(3) Sekretaris (Aspers Komando Atas); dan

(4) Pelaksana (Kosatwah).


8

b) Moderator.

(1) menyusun rencana kegiatan sebagai pedoman dalam


memimpin dan mengendalikan pelaksanaan TFG.

(2) melaporkan rencana pedoman yang akan digunakan


dalam memimpin dan mengendalikan pelaksanaan TFG
kepada Direktur Latihan;

(3) menghimpun, mempelajari dan menguasai referensi


yang akan digunakan dalam pelaksanaan TFG khususnya
yang berhubungan dengan Kampanye Militer, Operasi
Gabungan TNI, Operasi Dukungan dan Operasi yang
dilakukan oleh Angkatan serta materi lain yang berhubungan
dengan Operasi Militer.

c) Narator:

(1) menghimpun, mempelajari dan menguasai referensi


yang akan digunakan dalam pelaksanaan TFG khususnya
yang berhubungan dengan Kampanye Militer, Operasi
Gabungan TNI, Operasi Dukungan dan Operasi yang
dilakukan oleh Angkatan serta materi lain yang berhubungan
dengan Operasi Militer;

(2) merencanakan bahan penjelasan materi Konsep


Renkammil Kosattas;

(3) merencanakan perangkat dan malaksanakan penataan


ruang TFG;

(4) membantu Panglima masing-masing dalam


merencanakan Time Table; dan

(5) merencanakan sarana serta prasarana yang dibutuhkan


untuk menjelaskan Time Table.

d) Sekretaris:

(1) merencanakan sarana dan prasarana untuk


melaksanakan tugas sebagai Sekertaris;

(2) membantu Panglima/Komandan Kosattas dalam


menyusun rencana kegiatan yang digunakan sebagai
pedoman pelaksanaan TFG;

(3) membantu Panglima/Komandan Kosattas dalam


merencanakan kebutuhan sarana dan prasarana yang
digunakan untuk mendukung pelaksanaan TFG;

(4) membuat rencana pendistribusian Konsep Renkammil.


9

(5) merencanakan kebutuhan sarana serta prasarana untuk


mendukung pelaksanaan TFG.

e) Pelaksana (Kosatwah).

(1) merencanakan dan mengorganisir kegiatan Staf


Kosatwah.

(2) merencanakan kebutuhan sarana serta prasarana untuk


mendukung pelaksanaan kegiatan TFG.

(3) menghimpun, mempelajari dan menguasai referensi


yang akan digunakan dalam pelaksanaan TFG khususnya
yang berhubungan dengan Kampanye Militer, Operasi
Gabungan TNI, Operasi Dukungan dan Operasi yang
dilakukan oleh Angkatan serta materi lain yang berhubungan
dengan Operasi Militer.

b. Tahap Persiapan.

1) Direktur Latihan:

a) menyiapkan pelaksanaaan pengawasan dan pemeriksaan


terhadap penyiapan sarana dan prasarana serta penataan ruangan
yang digunakan pada pelaksanaan TFG;

b) memberikan Briefing kepada Pelaku TFG yang berhubungan


dengan pelaksanaan TFG;

c) memberikan pengarahan kepada Penyelenggara TFG; dan

d) memberikan latihan pendahuluan kepada Penyelenggara TFG


dan pelaku tentang mekanisme pelaksanaan TFG.

2) Narasumber:

a) menyiapkan perangkat kebutuhan masing-masing; dan

b) mengikuti penataran kepada Penyelenggara TFG dan Latihan


Pendahuluan.

3) Dinamisator:

a) menyiapkan bahan referensi yang akan digunakan dalam


pelaksanaan TFG;

b) menyiapkan Konsep Renkammil Kosattas TNI dan Konsep


Rencana Operasi Gabungan Kosatwah; dan
10

c) menyiapkan bahan pertanyaan dan tanggapan terhadap


Konsep Renkammil Kosattas TNI dan Konsep Rencana Operasi
Gabungan Kosatwah sesuai tugas masing-masing.

4) Penilai:

a) menyiapkan pendistribusian blanko penilaian; dan

b) mengikuti penataran bagi Penyelenggara TFG dan Latihan


Pendahuluan.

5) Pelaksana (Kosatwah).

(1) menyiapkan kegiatan Staf Kosatwah;

(2) menyiapkan kebutuhan sarana serta prasarana untuk


mendukung pelaksanaan kegiatan TFG; dan

(3) menyiapkan referensi yang akan digunakan dalam


pelaksanaan TFG.

c. Tahap Pelaksanaan.

1) Kegiatan Awal.

a) Sebelum pelaksanaan TFG dimulai seluruh peserta TFG siap


di tempat masing-masing.

b) Sekretaris Latihan melaksanakan pemeriksaan kesiapan


pelaku dan penyelenggara.

c) Sekretaris Latihan melaporkan kesiapan pelaksanaan TFG


kepada Direktur Latihan.

d) Direktur Latihan memberikan penjelasan tentang:

(1) tujuan dan sasaran pelaksanaan TFG;

(2) waktu dan tempat pelaksanaan TFG;

(3) sarana dan prasarana yang digunakan dalam


pelaksanaan TFG;

(4) tugas masing-masing penyelenggara TFG;

(5) tahapan pelaksanaan kegiatan TFG;

(6) penekanan untuk keberhasilan pencapaian tujuan dan


sasaran kegiatan TFG; dan

(7) lain-lain sesuai kebutuhan.


11

e) Direktur Latihan menyerahkan pelaksanaan kegiatan TFG


kepada Panglima/Komandan Kosattas (selaku Moderator).

2) Kegiatan Pengujian.

a) Panglima/Komandan Kosattas (selaku Moderator) setelah


menerima penyerahan kegiatan pengujian dari Direktur Latihan,
selanjutnya melaksanakan kegiatan:

(1) menerima laporan kesiapan pelaksanaan TFG dari Kas


Panglima/Komandan Kosattas;

(2) memberikan kata pengantar pembukaan pelaksanaan


TFG kepada Peserta TFG yaitu Staf Kosattas serta Para
Panglima/Komandan Kosatwah dan Staf;

(3) memberikan penjelasan tentang pelaksanaan kegiatan


pengujian;

(4) memerintahkan Asintel Kosattas untuk menjelaskan


perkembangan situasi terakhir di Mandala Operasi kepada
Peserta TFG;

(5) memerintahkan Asops Kosattas untuk menjelaskan


tentang Susunan Tugas, Pasukan Kawan dan Konsep Umum
Renkammil Kosattas;

(6) memberikan penekanan ulang tentang apa yang telah


dijelaskan oleh Asintel dan Asops untuk dipedomani dalam
kegiatan pengujian Konsep Renkammil Kosattas dan Rencana
Operasi Kosatwah;

(7) memberikan penjelasan tentang tahapan-tahapan


pelaksanaan kegiatan pengujian sesuai rencana yang telah
disusun;

(8) Asops (selaku Narator) memandu pelaksanaan kegiatan


pengujian, disesuaikan dengan Konsep Renkammil Kosattas
dan Rencana Operasi Kosatwah yang telah disusun, dengan
menggunakan alat kendali berupa Time Table;

(9) mengendalikan mekanisme setiap tahapan pelaksanaan


kegiatan pengujian disesuaikan dengan rencana yang telah
disusun;

(10) mempersilahkan para Panglima Kosatwah beserta Staf


untuk bertanya atau memberikan tanggapan dan saran selama
pelaksanaan kegiatan pengujian terhadap Konsep Renkammil
Kosattas dengan Rencana Operasi masing-masing Kosatwah;
12

(11) menjelaskan, menanggapi dan mengarahkan Para


Panglima/Komandan Kosatwah dan Staf tentang Konsep
Renkammil Kosattas dan Rencana Operasi masing-masing
Kosatwah;

(12) memberikan kesempatan kepada Staf Kosattas,


Dinamisator dan Narasumber untuk memberi penjelasan dan
tanggapan terhadap Konsep Renkammil Kosattas dan
Rencana Operasi masing-masing Kosatwah serta menjawab
pertanyaan dan saran yang disampaikan oleh Para
Panglima/Komandan Kosatwah dan Staf;

(13) menyampaikan keputusan tentang hasil pengujian


terhadap materi Konsep Renkammil Kosattas dengan Rencana
Operasi masing-masing Kosatwah yang harus dipedomani
dalam penyempurnaan nantinya;

(14) sebelum melanjutkan pembahasan berikutnya, meminta


petunjuk arahan dari Direktur Latihan terhadap hasil
pelaksanaan kegiatan pengujian; dan

(15) memerintahkan Aspers (selaku Sekretaris) untuk


mencatat substansi kegiatan pengujian dan hal lain yang
mendapat persetujuan atau didapat solusi terhadap
permasalahan yang ada serta petunjuk arahan dari Direktur
Latihan, dinamisator maupun narasumber.

b) Direktur Latihan:

(1) mengikuti dan mencermati kegiatan pengujian materi


yang dilakukan oleh Panglima/Komandan Kosattas beserta
Staf dan Para Panglima/Komandan Kosatwah beserta Staf;

(2) mengajukan pertanyaan/tanggapan atau memberi


kesempatan kepada Dinamisator dan Narasumber tentang
materi yang berhubungan dengan:

(a) masalah substansial yang belum terbahas


(terlewatkan); dan

(b) masalah yang dibahas dan telah diputuskan,


namun tidak sesuai dengan doktrin, strategi atau
rencana latihan yang ditetapkan.

(3) memberikan kesempatan kepada Dinamisator dan


Narasumber untuk memberikan jawaban atau solusi terhadap:

(a) masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh


pelaku, atau
13

(b) masalah yang telah terbahas, namun tidak sesuai


dengan doktrin, strategi atau rencana latihan yang
ditetapkan.

(4) Direktur Latihan atas saran narasumber dan


Dinamisator dapat menghentikan sementara kegiatan
pengujian, apabila terjadi:

(a) pembahasan mengalami kebuntuan;


(b) pembahasan masalah yang berlarut-larut;
(c) materi pembahasan tidak substansial; dan
(d) pembahasan tidak sesuai doktrin, ketentuan yang
berlaku, strategi atau rencana latihan yang ditetapkan.

(5) apabila penjelasan, arahan atau jawaban, telah selesai


dilakukan, maka Direktur Latihan memerintahkan
Panglima/Komandan Kosattas untuk melanjutkan pembahasan
pengujian materi berikutnya.

c) Dinamisator dan Narasumber:

(1) mengikuti dan mencermati kegiatan pengujian materi


yang dilakukan oleh Panglima/Komandan Kosattas beserta
Staf dan Panglima/Komandan Kosatwah beserta Staf;

(2) mengajukan pertanyaan atau tanggapan terhadap


materi pengujian atau memberikan informasi yang dapat
mengarahkan pelaku dalam cara bertindak yang benar sesuai
doktrin, strategi atau rencana latihan yang ditetapkan;

(3) menyampaikan cara bertindak atau solusi terhadap


masalah yang muncul, apabila diminta oleh Direktur Latihan;

(4) menyampaikan saran kepada Direktur Latihan untuk


menghentikan sementara kegiatan pengujian, apabila:

(a) materi pembahasan tidak substansial;


(b) pembahasan mengalami kebuntuan;
(c) pembahasan masalah berlarut-larut; dan
(d) pembahasan tidak sesuai doktrin, ketentuan yang
berlaku, strategi atau rencana latihan yang ditetapkan.

d) Penilai:

(1) mengikuti dan mencermati kegiatan pembahasan yang


dilakukan oleh pelaku; dan
14

(2) mencatat aktifitas setiap kegiatan pelaku untuk


digunakan sebagai data penilaian.

3) Kegiatan Akhir.

a) Panglima/Komandan Kosattas:

(1) menyampaikan kepada Para Panglima/Komandan


Kosatwah dan Staf (pelaku) bahwa pengujian materi selesai;

(2) memerintahkan kepada Sekretariat Kosattas untuk


menyampaikan ringkasan hasil pelaksanaan kegiatan
pengujian;

(3) memberikan penjelasan tentang tindak lanjut dari hasil


pengujian terhadap Konsep Renkammil Kosattas dan Konsep
Rencana Operasi Gabungan masing-masing Kosatwah;

(4) menutup pelaksanaan kegiatan pengujian;

(5) menerima laporan Panglima/Komandan Kosattas bahwa


pelaksanaan pengujian Konsep Renkammil Kosattas dan
Konsep Rencana Operasi masing-masing Kosatwah selesai
dilaksanakan; dan

(6) melaporkan kepada Direktur latihan bahwa pelaksanaan


kegiatan pengujian telah selesai dilaksanakan dan
menyerahkan kembali kelanjutan pelaksanaan kegiatan TFG.

b) Direktur Latihan:

(1) memberikan kesempatan kepada Dinamisator dan


Narasumber untuk menyampaikan tanggapan atau saran
penyempurnaan Konsep Renkammil Kosattas dan Konsep
Rencana Operasi masing-masing Kosatwah khususnya
terhadap masalah substansial yang belum/terlewatkan pada
pelaksanaan kegiatan pengujian; dan

(2) mengatur kelanjutan kegiatan setelah selesai


pelaksanaan TFG.

c) Dinamisator dan Narasumber memberikan penjelasan


terhadap permasalahan substansial sebagai bahan penyempurnaan
Konsep Renkammil Kosattas dan Rencana Operasi masing-masing
Kosatwah.
15

d. Tahap Pengakhiran.

1) Direktur Latihan:

a) memberikan kesempatan kepada Dinamisator dan


Narasumber untuk menyampaikan saran dan tanggapan terhadap
pelaksanaan kegiatan TFG;

b) memimpin pelaksanaan Kaji Ulang; dan

c) menyampaikan kepada Panglima/Komandan Kosattas dan


Kosatwah tentang kegiatan yang harus dilakukan setelah
pelaksanaan kegiatan TFG.

2) Dinamisator dan Narasumber:

a) memberikan saran kepada Direktur Latihan yang berhubungan


dengan mekanisme penyelenggaraan TFG; dan

b) memberikan data bahan pertimbangan penilaian kepada


Penilai.

3) Penilai:

a) menghimpun data sebagai bahan pertimbangan penilaian


Pelaku;

b) menyusun hasil penilaian; dan

c) menghimpun data sebagai bahan penyusunan Evaluasi


Penyelenggaraan TFG.

19. Penyelenggaraan Operasi.

a. Tahap Perencanaan.

1) Panglima TNI:

a) menyusun dan mengorganisir perangkat penyelenggaraan


TFG dengan berpedoman pada organisasi pelaksana operasi;

b) merumuskan rencana kegiatan yang akan digunakan sebagai


pedoman dalam mengendalikan pelaksanaan TFG;

c) merencanakan, meneliti dan menyelaraskan rencana kegiatan


pelaksanaan TFG;

d) merumuskan dan menentukan kesiapan pelaksanaan TFG;


dan
16

e) merencanakan Briefing Penyelenggara TFG dan Latihan


Pendahuluan.

2) Narasumber:

a) menyiapkan dan memahami bahan referensi yang akan


digunakan dalam pelaksanaan TFG, khususnya yang berhubungan
dengan Kampanye Militer, Operasi TNI, Operasi Dukungan dan
Operasi yang dilakukan oleh Angkatan serta materi lain yang
berhubungan dengan Operasi Militer;

b) mempelajari dan memahami Konsep Renkammil Kosattas dan


Rencana Operasi Kosatwah serta Rencana Operasi Komando Satuan
Pelaksana;

c) merencanakan bahan pertanyaan dan tanggapan terhadap


Konsep Renkammil Kosattas dan Rencana Operasi Kosatwah dan
Komando Satuan Pelaksana sesuai tugas masing-masing; dan

d) merencanakan bahan jawaban atau solusi terhadap:

(1) permasalahan yang mungkin tidak dapat diselesaikan


oleh Peserta TFG, atau

(2) masalah yang telah terbahas, namun tidak sesuai


dengan doktrin, strategi atau rencana latihan yang ditetapkan.

3) Dinamisator.

a) menyiapkan dan memahami bahan referensi yang akan


digunakan dalam pelaksanaan TFG, khususnya yang berhubungan
dengan Kampanye Militer, Operasi TNI, Operasi Dukungan dan
Operasi yang dilakukan oleh Angkatan serta materi lain yang
berhubungan dengan Operasi Militer;

b) membantu Panglima TNI dalam menentukan bahan, sarana


dan prasarana yang dibutuhkan dalam pelaksanaan TFG;

c) membantu Panglima TNI dalam menyusun rencana kegiatan


yang akan digunakan sebagai pedoman dalam mengendalikan
pelaksanaan TFG;

d) mempelajari dan memahami Konsep Renkammil Kosattas dan


Rencana Operasi Kosatwah serta Rencana Operasi Komando Satuan
Pelaksana; dan
e) menyiapkan bahan pertanyaan dan tanggapan terhadap
Konsep Renkammil Kosattas dan Rencana Operasi Kosatwah dan
Komando Satuan Pelaksana sesuai tugas masing-masing.
17

4) Panglima/Komandan Kosattas.

a) menyusun dan mengorganisir kegiatan Staf Kosattas dengan


berpedoman pada organisasi Kosattas, meliputi:

(1) Staf Umum dan Staf Khusus;


(2) Asops sebagai Narator; dan
(3) Aspers sebagai Sekretaris.

b) menyusun rencana kegiatan sebagai pedoman dalam


memimpin dan mengendalikan kegiatan pelaksanaan TFG;

c) mendata dan menyiapkan kebutuhan sarana serta prasarana


untuk mendukung pelaksanaan TFG;

d) menghimpun, mempelajari dan menguasai referensi yang akan


digunakan dalam pelaksanaan TFG khususnya yang berhubungan
dengan Kampanye Militer, Operasi Gabungan TNI, Operasi
Dukungan dan Operasi yang dilakukan oleh Angkatan serta materi
lain yang berhubungan dengan Operasi Militer; dan

e) mempelajari, memahami dan merencanakan bahan penjelasan


tentang Konsep Renkammil Kosattas dan Rencana Operasi
Kosatwah serta Rencana Operasi Komando Satuan Pelaksana.

5) Panglima/Komandan Kosatwah:

a) menyusun dan mengorganisir kegiatan Staf Kosatwah dengan


berpedoman pada organisasi Kosatwah, meliputi:

(1) Kepala Staf;


(2) Staf Umum dan Staf Khusus;
(3) Asops selaku Narator; dan
(4) Aspers selaku Sekretaris.

b) mendata kebutuhan sarana serta prasarana untuk mendukung


pelaksanaan kegiatan TFG;

c) menghimpun, mempelajari dan menguasai referensi yang akan


digunakan dalam pelaksanaan TFG khususnya yang berhubungan
dengan Kampanye Militer, Operasi Gabungan TNI, Operasi
Dukungan dan Operasi yang dilakukan oleh Angkatan serta materi
lain yang berhubungan dengan Operasi Militer; dan

d) mempelajari, memahami dan merencanakan bahan penjelasan


tentang Konsep Renkammil Kosattas dan Rencana Operasi
Kosatwah serta Rencana Operasi Komando Satuan Pelaksana.
18

6) Staf Kosattas dan Kosatwah:

a) menghimpun, mempelajari dan menguasai referensi yang akan


digunakan dalam pelaksanaan TFG khususnya yang berhubungan
dengan Kampanye Militer, Operasi Gabungan TNI, Operasi
Dukungan dan Operasi yang dilakukan oleh Angkatan serta materi
lain yang berhubungan dengan Operasi Militer;

b) merencanakan bahan penjelasan tentang Konsep Renkammil


Kosattas, Rencana Operasi Satuan Bawah dan Rencana Operasi
Satuan Pelaksana;

c) Asops (selaku Narator):

(1) merencanakan kegiatan pengujian terhadap Konsep


Renkammil Kosattas, Rencana Operasi Satuan Bawah dan
Rencana Operasi Satuan Pelaksana;

(2) membantu Panglima/Komandan dalam menyusun Time


Table; dan

(3) merencanakan sarana serta prasarana yang dibutuhkan


untuk menjelaskan Time Table.

d) Aspers selaku Sekretaris:

(1) merencanakan dan menyiapkan sarana dan prasarana


untuk melaksanakan tugas sebagai Sekertaris;

(2) membantu Panglima/Komandan dalam menyusun


rencana kegiatan yang digunakan sebagai pedoman
pelaksanaan TFG;

(3) membantu Panglima/Komandan dalam mendata dan


menyiapkan kebutuhan sarana dan prasarana yang digunakan
untuk mendukung pelaksanaan TFG; dan

(4) menghimpun dan mendistribusikan Konsep Renkammil


Kosattas, Rencana Operasi Satuan Bawah dan Rencana
Operasi Satuan Pelaksana kepada pejabat yang hadir.

7) Komandan Satuan Pelaksana.

a) menghimpun, mempelajari dan menguasai referensi yang akan


digunakan dalam pelaksanaan TFG khususnya yang berhubungan
dengan Kampanye Militer, Operasi Gabungan TNI, Operasi
Dukungan dan Operasi yang dilakukan oleh Angkatan serta materi
lain yang berhubungan dengan Operasi Militer;
19

b) mempelajari, memahami dan merencanakan bahan penjelasan


tentang Rencana Operasi Kosatwah serta Rencana Operasi
Komando Satuan Pelaksana.sesuai tugas masing-masing;

c) membantu Panglima/Komandan Kosattasannya masing-


masing dalam menyiapkan perangkat dan penataan Ruang TFG; dan

d) membantu Panglima/Komandan Komando Kosattasannya


masing-masing dalam merencanakan dan menyusun Time Table
serta menyiapkan sarana dan prasarana untuk menjelaskannya.

b. Tahap Persiapan.

1) Panglima TNI:

a) melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan terhadap


kesiapan pelaksanaan TFG; dan

b) memberikan Briefing kepada Peserta TFG.

2) Narasumber:

a) menyiapkan bahan pertanyaan dan tanggapan terhadap


Konsep Renkammil Kosattas, Rencana Operasi Kosatwah dan
Rencana Operasi Satuan Pelaksana; dan

b) menyiapkan bahan jawaban atau solusi terhadap:

(1) permasalahan yang mungkin tidak dapat diselesaikan


oleh Peserta TFG, atau

(2) masalah yang telah terbahas, namun tidak sesuai


dengan doktrin, strategi atau rencana latihan yang ditetapkan.

3) Dinamisator:
a) menyiapkan bahan pertanyaan dan tanggapan terhadap
Konsep Renkammil Kosattas, Rencana Operasi Kosatwah dan
Rencana Operasi Satuan Pelaksana; dan

b) menyiapkan bahan jawaban atau solusi terhadap:

(1) masalah yang mungkin tidak dapat diselesaikan oleh


Peserta TFG, atau

(2) masalah yang telah terbahas, namun tidak sesuai


dengan doktrin, strategi atau rencana latihan yang ditetapkan.
20

4) Panglima/Komandan Kosattas:

a) memimpin kesiapan masing-masing Staf Kosattas;

b) melaporkan kepada Panglima TNI tentang kesiapan kegiatan


pelaksanaan TFG; dan

c) menyelenggarakan Briefing Peserta TFG dan Latihan


Pendahuluan.

5) Panglima/Komandan Komando Satuan Bawah:

a) memimpin kesiapan masing-masing Staf Kosatwah;

b) mengikuti Briefing Peserta TFG dan Latihan Pendahuluan.

6) Staf Kosattas, Staf Kosatwah:

a) menyiapkan bahan penjelasan materi Konsep Renkammil


Kosattas, Rencana Operasi Kosatwah dan Rencana Operasi
Komando Satuan Pelaksana;

b) menyiapkan perangkat dan malaksanakan penataan ruang


TFG;

c) Narasumber:

(1) menyiapkan dan mengikuti kegiatan Briefing Peserta


TFG; dan

(2) melaksanakan Latihan Pendahuluan tentang


mekanisme dan teknis memandu kegiatan pengujian Konsep
Renkammil Kosattas, Rencana Operasi Kosatwah dan
Rencana Operasi Satuan Pelaksana dalam bentuk Time Table.

d) Aspers selaku Sekretaris:

(1) mengikuti kegiatan Briefing Peserta TFG; dan

(2) melaksanakan Latihan Pendahuluan.

7) Komandan Satuan Pelaksana.

a) mengikuti kegiatan Briefing Peserta TFG; dan


b) melaksanakan Latihan Pendahuluan.
21

c. Tahap Pelaksanaan.

1) Kegiatan Awal.

a) Sebelum pelaksanaan TFG dimulai seluruh Peserta TFG siap


di tempat masing-masing.

b) Sekretaris Kosattas melaksanakan pemeriksaan kesiapan


Peserta TFG.
c) Sekretaris Kosattas melaporkan kesiapan pelaksanaan TFG
kepada Panglima/Komandan.

d) Panglima/Komandan Kosattas memberikan penjelasan


tentang:

(1) tujuan dan sasaran pelaksanaan TFG;

(2) waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan TFG;

(3) sarana dan prasarana yang digunakan dalam


pelaksanaan TFG;

(4) tugas masing-masing Penyelenggara TFG;

(5) tahapan pelaksanaan kegiatan TFG;

(6) penekanan untuk keberhasilan pencapaian tujuan dan


sasaran kegiatan TFG; dan

(7) lain-lain sesuai kebutuhan.

e) Panglima/Komandan Kosattas (selaku Moderator) memimpin


pelaksanaan kegiatan TFG.

2) Kegiatan Pengujian.

a) Panglima/Komandan Kosattas (selaku Moderator) setelah


memberikan penjelasan tentang pelaksanaan TFG melakukan
kegiatan sebagai berikut:

(1) menerima laporan kesiapan pelaksanaan TFG dari Kas


Panglima/Komandan Kosattas;

(2) memberikan kata pengantar pembukaan pelaksanaan


TFG kepada Peserta TFG;

(3) memberikan penjelasan tentang pelaksanaan kegiatan


pengujian;
22

(4) memerintahkan Asintel Kosattas untuk menjelaskan


perkembangan situasi terakhir dan kemungkinan cara
bertindak musuh di Mandala Operasi kepada Peserta TFG;

(5) memerintahkan Asops Kosattas untuk menjelaskan


tentang Susunan Tugas, Pasukan Kawan dan Konsep Umum
Renkammil Kosattas;

(6) memberikan penekanan ulang tentang apa yang telah


dijelaskan oleh Asintel dan Asops untuk dipedomani dalam
kegiatan pengujian Konsep Renkammil Kosattas dan Rencana
Operasi Kosatwah;

(7) memberikan penjelasan tentang tahapan-tahapan


pelaksanaan kegiatan pengujian sesuai rencana yang telah
disusun;

(8) memerintahkan Asops (selaku Narator) untuk memandu


pelaksanaan kegiatan pengujian Konsep Kampanye Militer
Kosattas dan Konsep Rencana Operasi Kosatwah;

(9) mengendalikan mekanisme setiap tahapan pelaksanaan


kegiatan pengujian disesuaikan dengan rencana yang telah
disusun;

(10) mempersilahkan para Panglima/Komandan Kosatwah


beserta Staf untuk bertanya atau memberikan tanggapan dan
saran selama pelaksanaan kegiatan pengujian terhadap
Konsep Renkammil Kosattas dengan Rencana Operasi
masing-masing Kosatwah;

(11) menjelaskan, menanggapi dan mengarahkan Para


Panglima/Komandan Kosatwah dan Staf tentang Konsep
Renkammil Kosattas dan Rencana Operasi masing-masing
Kosatwah;

(12) memberikan kesempatan kepada Staf Kosattas,


Dinamisator dan Narasumber untuk memberi penjelasan dan
tanggapan terhadap Konsep Renkammil Kosattas dan
Rencana Operasi masing-masing Kosatwah serta menjawab
pertanyaan dan saran yang disampaikan oleh Para Panglima
Kosatwah dan Staf;

(13) bila rangkaian kegiatan pengujian telah sinkron dan


terciptanya keterpaduan antara Konsep Renkammil Kosattas
dengan Rencana Operasi masing-masing Kosatwah serta tidak
ditemukan kealpaan dan diminimalisir kemungkinan risiko atau
permasalahan lain yang akan dihadapi dari Konsep Renkammil
Kosattas dengan Rencana Operasi masing-masing Kosatwah,
maka Panglima/Komandan Satuan Atas melakukan tindakan
sebagai berikut:
23

(a) menyampaikan keputusan tentang hasil


pengujian terhadap materi Konsep Renkammil Kosattas
dengan Rencana Operasi masing-masing Kosatwah
yang harus dipedomani dalam penyempurnaan
nantinya; dan

(b) sebelum melanjutkan pembahasan berikutnya,


meminta petunjuk arahan dari Panglima TNI.

(14) memerintahkan Aspers Kosattas dan Kosatwah selaku


Sekretaris untuk mencatat substansi kegiatan pengujian dan
hal lain yang mendapat persetujuan atau didapat solusi
terhadap permasalahan yang ada serta petunjuk arahan dari
Panglima/ TNI, Dinamisator maupun Narasumber.

b) Panglima TNI:

(1) mengikuti dan mencermati kegiatan pengujian materi


yang dilakukan oleh Panglima Kosattas beserta Staf dan Para
Panglima Kosatwah beserta Staf;

(2) mengajukan pertanyaan/tanggapan atau memberi


kesempatan kepada Dinamisator dan Narasumber tentang
materi yang berhubungan dengan:

(a) masalah substansial yang belum terbahas


(terlewatkan); dan

(b) masalah yang dibahas dan telah diputuskan,


namun tidak sesuai dengan doktrin, strategi atau
rencana latihan yang ditetapkan.

(3) memberikan kesempatan kepada Dinamisator dan


Narasumber untuk memberikan jawaban atau solusi terhadap:

(a) masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh


pelaku, atau

(b) masalah yang telah terbahas, namun tidak sesuai


dengan doktrin, strategi atau rencana latihan yang
ditetapkan.

(4) atas saran Dinamisator dan Narasumber dapat


menghentikan sementara kegiatan pengujian, apabila terjadi :

(a) pembahasan mengalami kebuntuan;


(b) pembahasan masalah yang berlarut-larut;

(c) materi pembahasan tidak substansial; dan


24

(d) pembahasan tidak sesuai doktrin, ketentuan yang


berlaku, strategi atau rencana latihan yang ditetapkan.

(5) apabila penjelasan, arahan atau jawaban, telah selesai


dilakukan, maka Panglima TNI memerintahkan Panglima
Kosattas untuk melanjutkan pembahasan pengujian materi
berikutnya.

c) Dinamisator dan Narasumber:

(1) mengikuti dan mencermati kegiatan pengujian materi


yang dilakukan oleh Panglima/Komandan Kosattas beserta
Staf dan Para Panglima/Komandan Kosatwah beserta Staf;

(2) dapat mengajukan pertanyaan atau tanggapan terhadap


materi pengujian atau memberikan informasi yang dapat
mengarahkan Pelaku dalam cara bertindak yang benar sesuai
doktrin, strategi atau rencana latihan yang ditetapkan;

(3) menyampaikan cara bertindak atau solusi terhadap


masalah yang muncul, apabila diminta oleh Panglima TN;

(4) menyampaikan saran kepada Panglima TNI untuk


menghentikan sementara kegiatan pengujian, apabila:

(a) materi pembahasan tidak substansial;

(b) pembahasan mengalami kebuntuan;

(c) pembahasan masalah berlarut-larut; dan


(d) pembahasan tidak sesuai doktrin, ketentuan yang
berlaku, strategi atau rencana latihan yang ditetapkan.

3) Kegiatan Akhir.

a) Panglima/Komandan Kosattas:

(1) menyampaikan kepada Para Panglima/Komandan


Kosatwah dan Staf (pelaku) bahwa pengujian materi selesai;

(2) memerintahkan kepada Aspers Kosattas untuk


menyampaikan ringkasan hasil pelaksanaan kegiatan
pengujian, dilanjutkan dengan penyampaian Aspers Kosattas
selaku Sekretaris tentang ringkasan hasil pelaksanaan
kegiatan pengujian;

(3) memberikan penjelasan tentang tindak lanjut dari hasil


pengujian terhadap Konsep Renkammil Kosattas dan Konsep
Rencana Operasi Gabungan masing-masing Kosatwah;

(4) menutup pelaksanaan kegiatan pengujian;


25

(5) menerima laporan Panglima/Komandan Kosattas bahwa


pelaksanaan pengujian Konsep Renkammil Kosattas dan
Konsep Rencana Operasi masing-masing Kosatwah selesai
dilaksanakan; dan

(6) melaporkan kepada Panglima TNI bahwa pelaksanaan


kegiatan pengujian telah selesai dilaksanakan.

b) Panglima TNI:

(1) memberikan kesempatan kepada Dinamisator dan


Narasumber untuk menyampaikan tanggapan atau saran
penyempurnaan Konsep Renkammil Kosattas dan Konsep
Rencana Operasi masing-masing Kosatwah khususnya
terhadap masalah substansial yang belum/terlewatkan pada
pelaksanaan kegiatan pengujian; dan

(2) mengatur kelanjutan kegiatan setelah selesai


pelaksanaan TFG.

c) Dinamisator dan Narasumber memberikan penjelasan


terhadap permasalahan substansial sebagai bahan penyempurnaan
Konsep Renkammil Kosattas dan Rencana Operasi masing-masing
Kosatwah.

d. Tahap Pengakhiran.

1) Panglima TNI:

a) memberikan kesempatan kepada Dinamisator dan


Narasumber serta Tim Pengawas/Evaluasi untuk menyampaikan
saran dan tanggapan terhadap pelaksanaan kegiatan TFG; dan

b) menyampaikan kepada Kosattas dan Kosatwah tentang


kegiatan yang harus dilakukan setelah pelaksanaan kegiatan TFG;
dan

2) Dinamisator dan Narasumber:

a) memberikan saran kepada Panglima TNI yang berhubungan


dengan mekanisme Penyelenggaraan TFG; dan

b) memberikan data bahan pertimbangan penilaian kepada


Panglima/Komandan Kosattas.
26

BAB IV
HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN

20. Umum. Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan TFG dan pencapaian
tujuan serta sasaran pelaksanaan TFG dalam rangka pengujian terhadap Konsep
Rencana Kampanye Militer Kosattas dan Konsep Rencana Operasi Gabungan Kosatwah,
maka perlu memperhatikan ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam pelaksanaan TFG.

21. Ketentuan Penyelenggaraan.

a. Penentuan bentuk TFG yang digunakan, baik pada Tingkat Kosatwah


maupun Tingkat Kosattas diarahkan untuk pencapaian tujuan dan sasaran
pelaksanaan kegiatan TFG.

b. Pelaksanaan kegiatan pengujian dibagi beberapa tahapan dengan


mempertimbangkan alokasi waktu TFG dan materi pengujian dihadapkan pada
pencapaian tujuan dan sasaran pelaksanaan kegiatan TFG.

c. Pelaksanaan kegiatan TFG pada prinsipnya mempedomani Proses


Pengambilan Keputusan Militer (PPKM)/Biltus.

22. Ketentuan Peserta.

a. Penyelenggara (Komando Atas).


1) Menguasai pengetahuan tentang Operasi Gabungan TNI, Kampanye
Militer, PPKM, Operasi Dukungan dan Operasi yang dilakukan oleh
Angkatan;

2) Personel Penyelenggara TFG harus dapat menggali inisiatif, kreatif


dan inovasi Pelaku sesuai jabatannya masing-masing sehingga dapat
berperan dan berpartisipasi secara aktif dalam Penyelenggaraan TFG; dan

3) Pertanyaan dan tanggapan diharapkan langsung pada substansi


materi yang dapat membangkitkan situasi menjadi dinamis.

b. Pelaku.

1) mempelajari dan memahami referensi Operasi Gabungan TNI,


Kampanye Militer, PPKM, Operasi Dukungan dan Operasi yang dilakukan
oleh Angkatan;

2) pelaku berpartisipasi aktif sesuai dengan jabatan masing-masing; dan

3) hindari pembahasan dan diskusi yang tidak substansial.


27

BAB V
PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN

23. Umum. Salah satu rangkaian kegiatan penting dalam pelaksanaan TFG adalah
pengawasan dan pengendalian dimana keduanya dimaksudkan agar kegiatan TFG dapat
berlangsung lancar dan tidak menyimpang dari tujuan sesuai rencana yang ditetapkan.

24. Pengawasan.

a. Pengawasan Operasional. Pimpinan Umum Latihan melaksanakan


pengawasan secara umum terhadap operasional penyelenggaraan pengujian
Konsep Renkammil dan Rencana Operasi Gabungan.

b. Pengawasan Teknis. Direktur Latihan melaksanakan pengawasan teknis


terhadap penyelenggaraan TFG.

25. Pengendalian.

a. Pengendalian Administrasi. Untuk menjamin pelaksanaan kegiatan


pengujian berlangsung sesuai rencana sehingga tujuan dan sasaran pengujian
dapat tercapai, dilakukan pengendalian administrasi:

1) Rencana Kegiatan TFG; dan

2) Renkammil dan Rencana Operasi Gabungan.

b. Pengendalian Operasional. Pengendalian TFG dilaksanakan pada saat


kegiatan TFG.
28

BAB VI
EVALUASI AKHIR

26. Evaluasi Akhir.

a. Jelaskan pada saat kapan dilaksanakan TFG !

b. Sebutkan dan jelaskan perbedaan dan persamaan antara TFG dalam


rangka Latihan maupun TFG dalam rangka operasional !

c. Jelaskan tentang kegiatan apa saja yang dilaksanakan oleh Narator selama
pelaksanaan TFG !

d. Jelaskan tentang kegiatan apa saja yang dilaksanakan oleh Dinamisator


selama pelaksanaan TFG !

BAB VII
PENUTUP

27. Keberhasilan. Disiplin untuk mentaati ketentuan dalam Pedoman ini oleh
Pembina dan Pengguna akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan dan ketentuan
ketertiban di dalam penyelenggaraan Tactical Floor Game (TFG) pada Proses
Pengambilan Keputusan Militer.

28. Penyempurnaan. Hal-hal yang dipandang perlu guna penyempurnaan Naskah


Departemen tentang Penyelenggaraan Tactical Floor Game (TFG) pada Proses
Pengambilan Keputusan Militer agar disarankan kepada Komandan Seskoad melalui
sesuai dengan ketentuan yang berlaku.