Anda di halaman 1dari 10

TUGAS MATA KULIAH SISTEM INFRASTRUKTUR

Nama : Rochmad Afandi

NRP : 03111850077010

PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN ASET INFRASTRUKTUR


DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL, LINGKUNGAN DAN KEBUMIAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA

2018
PDAM Kabupaten Gresik

A. Analisis Kebutuhan Air dan Sumber Air


Kebutuhan air bersih adalah hal yang sangat mendasar bagi warga masyarakat. Air
berguna untuk menopang semua sendi kehidupan. Masyarakat menggunakan air untuk konsumsi,
mandi, mencuci baju, dan lain sebagainya.
Pemerintah terus mendorong ketersediaan air pada masyarakat. Pemerintah melalui
program menetapkan target ketersediaan air 100 % bagi masyarakat pada tahun 2020. Untuk
mendorong pencapaian tersebut salah satu yang harus dilakukan adalah mengoptimalkan
penyediaan air melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) pada tiap-tiap kota. Salah satu
diantara kota yang masih belum mencapai target pelayanan 100 % adalah Kabupaten Gresik di
Provinsi Jawa Timur.
Kabupaten Gresik adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kabupaten
Gresik memiliki luas 1.191,25 km². Kabupaten Gresik berbatasan dengan Kota
Surabaya dan Selat Madura di sebelah timur, Kabupaten Lamongan di sebelah barat, Laut
Jawa di sebelah utara, serta Kota Sidoarjo dan Mojokerto di sebelah selatan. Wilayah Kabupaten
Gresik juga mencakup Pulau Bawean, yang berada 150 km lepas pantai Laut Jawa.
Dilihat dari topografinya, Kabupaten Gresik merupakan dataran rendah dengan ketinggian
2-12 meter di atas permukaan air laut kecuali Kecamatan Panceng yang mempunyai ketinggian
25 meter di atas permukaan air laut. Hampir sepertiga bagian dari wilayah Kabupaten Gresik
merupakan pesisir pantai, yaitu sepanjang Kecamatan Kebomas, sebagian Kecamatan Gresik,
Kecamatan Manyar, Kecamatan Bungah dan Kecamatan Ujungpangkah. Sedangkan kecamatan
Sangkapura dan kecamatan Tambak berada di Pulau Bawean. Wilayah Gresik juga dilalui oleh
tiga sungai utama, yaitu Bengawan Solo, Sungai Brantas, dan Kali

Menurut data dari BPS Kabupaten Gresik, jumlah penduduk kota ini pada tahun 2017
sebesar 1.313.826 jiwa yang terdiri dari 383.463 keluarga (KK). Penduduk sebanyak itu menyebar
dalam 18 kecamatan, 330 desa, dan 26 kelurahan di seluruh kabupaten.
Untuk memenuhi kebutuhan air di kota ini, pemerintah mendirikan PDAM (Perusahaan
Daerah Air minum) Kabupaten Gresik. PDAM yang bernama Giri Tirta ini berlokasi di Kecamatan
Kebomas, Gresik. Sumber air baku terbesar PDAM ini berasal dari Kali Surabaya yang melewati
desa Legundi.
Selain melayani kebutuhan penduduk/rumah tangga (sektor domestik), PDAM Giri Tirta
juga melayani sektor non domestik dan industri. Kabupaten Gresik dikenal sebagai salah satu
kawasan industri utama di Jawa Timur. Di Gresik terdapat pabrik semen pertama dan perusahaan
semen terbesar di Indonesia, yaitu Semen Gresik, Bersama dengan Kabupaten Sidoarjo,
Kabupaten Gresik merupakan salah satu penyangga utama Kota Surabaya, dan termasuk dalam
kawasan Gerbangkertosusila, Perkembangan industri di Kabupaten Gresik semakin meningkat
seiring telah dibangunnya pelabuhan internasional di Kecamatan Manyar (Kabupaten Gresik
dalam Angka 2018).
Berdasarkan data dari BPS Kabupaten Gresik, jumlah industri di seluruh Kabupaten Gresik
pada tahun 2016 adalah sebesar 408 unit. Persebaran industri terdapat di hampir seluruh
kecamatan, kecuali kecamatan Balongpanggang, Sangkapura, dan Tambak.
Berdasarkan data yang diperoleh dari PDAM Gresik pada tahun 2017, pemakaian air pada
semua segmen di Kabupaten Gresik sebagai berikut:
Tabel 1. Pelanggan Air dan Nilai Pemakaian Air di Kabupaten Gresik Tahun 2017

No Jenis Pelanggan Jumlah Pelanggan Pemakaian Air (m3)


1 Sosial Umum 79 61.192
2 Sosial Khusus 1.038 509.083
3 Rumah Tangga 85.889 20.253.369
4 Instansi Kantor Pemerintah 168 93.395
5 Niaga Kecil 3.581 1.049.646
6 Niaga Besar 457 248.236
7 Industri Kecil 84 35.820
8 Industri Besar 218 3.314.337

Pemakaian air PDAM di atas belum memenuhi seluruh kebutuhan sektor di Gresik. Seperti
pada sektor domestik. Berdasarkan data dari BPS, jumlah rumah tangga di Gresik sebenarnya
adalah 383.463 KK. Sedangkan PDAM hanya melayani 85.889 KK.
Karena itu di bawah ini dibuat perhitungan proyeksi kebutuhan air pada sektor domestik,
non domestik dan sektor industri pada tahun 2017 sampai dengan 2020, untuk melihat
kemungkinan pencapaian target pemerintah sebesar 100 % daerah layanan.

Tabel 2. Proyeksi Kebutuhan Air Sektor Domestik di Kabupaten Gresik


(Asumsi pertumbuhan 1,12% per tahun)

Jumlah Kebutuhan
Tahun Penduduk (jiwa) Air Total Kebutuhan (liter/hari) dalam m3/ tahun

asumsi 140
2017 1.313.826 liter/hari 183.935.640 67.136.509

2018 1.328.541 185.995.719 67.888.437

2019 1.343.421 188.078.871 68.648.788

2020 1.358.467 190.185.355 69.417.654


Sumber: perhitungan

Tabel 3. Proyeksi Kebutuhan Air Sektor Non Domestik di Kabupaten Gresik


(Asumsi peningkatan 1 % per tahun, kecuali pada instansi pemerintah)

Pemakaian Air (m3) Tiap Tahun


No Jenis Pelanggan
2017 2018 2019 2020

1 Sosial Umum 61.192 61.804 62.422 63.046

2 Sosial Khusus 509.083 514.174 519.316 524.509

3 Instansi Kantor Pemerintah 93.395 93.395 93.395 93.395


Sumber: perhitungan
Tabel 4. Proyeksi Kebutuhan Air Sektor Industri di Kabupaten Gresik
(Asumsi peningkatan 5 % per tahun)

Pemakaian Air (m3) Tiap Tahun


No Jenis Pelanggan
2017 2018 2019 2020
1 Niaga Kecil 1.049.646 1.102.128 1.157.235 1.215.096
2 Niaga Besar 248.236 260.648 273.680 287.364
3 Industri Kecil 35.820 37.611 39.492 41.466
4 Industri Besar 3.314.337 3.480.054 3.654.057 3.836.759
Ket: Data tahun 2017 berasal dari Tabel 1
Sumber: perhitungan

Tabel 5. Proyeksi Kebutuhan Air Seluruh Sektor di Kabupaten Gresik

Pemakaian Air (m3) Tiap Tahun


No Jenis Pelanggan
2017 2018 2019 2020

1 Rumah Tangga 67.136.509 67.888.437 68.648.788 69.417.654

2 Sosial Umum 61.192 61.804 62.422 63.046


3
Sosial Khusus 509.083 514.174 519.316 524.509
4 Instansi Kantor Pemerintah 93.395 93.395 93.395 93.395
5
Niaga Kecil 1.049.646 1.102.128 1.157.235 1.215.096.45
6
Niaga Besar 248.236 260.648 273.680 287.364.20
7 Industri Kecil 35.820 37.611 39.492 41.466.13
8
Industri Besar 3.314.337 3.480.054 3.654.057 3.836.759.37

72.448.218 73.438.251 74.448.384 75.479.290


TOTAL
Sumber: perhitungan

Sumber air PDAM Giri Tirta Gresik berasal dari Kali Surabaya di Desa Legundi. Air dari sumber
ini termasuk dalam kategori tercemar. Indeks kualitas air dari sungai Brantas hanya sebesar 47,68
(suarasurabaya.net, Sumber dan Kualitas Air Merosot, Saatnya Menabung) . Pemeriksaan
Laboratorium PDAM Gresik, sampel sumber air Legundi memiliki jumlah bakteri E. Coli sebesar 4,9
.10^1 dan Coliform sebesar 1,39 . 10^2. Namun PDAM berhasil menghilangkan bakteri tersebut
setelah dilakukan purifikasi, seperti tampak pada gambar di bawah ini:
Gambar 1. Hasil Analisa Mikrobiologi PDAM Gresik

Sumber: video company profile PDAM Giri Tirta Kabupaten Gresik

B. Analisis Sistem Eksisting IPAM dan Distribusi

Sumber air baku yang diolah di PDAM Giri Tirta meliputi tahap sebagai berikut:

Air baku yang berasal dari Kali Surabaya di Desa Legundi ditampung lewat intake. Dipompa
menuju IPA di desa Legundi. Air baku ditampung dalam clearifier untuk memisahkan air jernih dan
lumpur endapan, setelah sebelumnya diberikan tawas cair sebagai koagulan. Proses pemisahan
endapan ini disebut sebagai sedimentasi. Pemeriksaan dan pembersihan berkala menentukan kualitas
air. Air disaring menggunakan pasir silica sebagai filter dan ditambahkan gas chlor atau kaporit sebagai
desinfektan untuk menghilangkan bakteri-bakteri untuk kemudian air ditampung dalam bak
penampung/reservoir. Air yang telah diproduksi diujicoba di laboratorium demi menjaga kualitasnya.

Dari IPA Legundi, air didistribusikan dengan pompa menuju kota Gresik sejauh kurang lebih
40 km melalui Reservoir Banyu Urip kemudian ke Reservoir Cerme, Reservoir Giri I, dan Reservoir Giri
II. Selanjutnya air didistribusikan kepada pelanggan melalui pompa dan gravitasi.

Berikut peta layanan dan distribusi PDAM Gresik:

Gambar 1. Peta Penyaluran Air dari Legundi ke Reservoir Banyu Urip

Sumber: video company profile PDAM Giri Tirta Kabupaten Gresik

Intake dari sumber air Legundi sebesar 750 liter/detik dialirkan melalui pipa transmisi air baku
berdiameter 400 mm, 300 mm, dan 250 mm ke IPA Legundi. Kapasitas IPA Legundi sebesar 550
liter/detik yang disalurkan melalui Pipa Transmisi merah berdiameter 500 mm, dan hijau 400 mm
dengan panjang 4.800 m ke Reservoir utama Banyu Urip yang berkapasitas 1000 m3.

Gambar 2. Peta Penyaluran Air dari Reservoir Banyu Urip ke Reservoir Cerme

Sumber: video company profile PDAM Giri Tirta Kabupaten Gresik

Dari Reservoir Banyu Urip air disalurkan melalui 2 Pipa Transmisi. Pipa pertama, Pipa Ungu
berdiameter 600 mm dengan panjang 13.012 m, dan pipa biru berdiameter 200 mm dengan panjang
9.800 m. Selanjutnya air mengumpul di reservoir Cerme yang berkapasitas 500 m3. Dari Reservoir
Cerme, didistribusikan melalui 7 pompa distribusi yang masing-masing berkapasitas 100 liter/detik.

Gambar 3. Peta Penyaluran Air dari Reservoir Cerme ke Reservoir Giri I dan Giri II

Sumber: video company profile PDAM Giri Tirta Kabupaten Gresik

Dari Reservoir Cerme, selanjutnya air didistribusikan ke Reservoir Giri I dan Giri II melalui Pipa
Transmisi Ungu berdiameter 600 mm dengan panjang 14.975 m dan Pipa Transmisi Hijau berdiameter
600 mm sepanjang 8.000 m.
Sistem IPAM dan Distribusi PDAM Gresik tersebut telah cukup menjangkau jumlah pelanggan
yang ada. Namun, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk seluruhnya, sistem tersebut belum
mampu menjangkau sepenuhnya.

C. Analisis Operasi dan Pemeliharaan

Demi menjaga kuantitas, kualitas, dan kontinuitas produksi air bersih PDAM Kab gresik secara
berkala mengadakan maintenance atau perawatan terhadap seluruh peralatan produksi yang
digunakan. Operasi dan Pemeliharaan dilakukan secara berkala dengan cara perawatan alat-alat
produksi.

Data yang diperoleh dari Buku Kinerja PDAM 2017, gambaran operasi PDAM Gresik pada
tahun 2016 sebagai berikut:

Tabel 6. Gambaran Operasi PDAM Giri Tirta Gresik

No. Elemen Operasi Kuantitas


1. Kapasitas Terpasang 1.317 liter/detik
2. Volume Produksi Riil 1.033 liter/detik
3. Jumlah Pelanggan 87.801 unit SL
4. Jumlah penduduk di Wilayah 1.336.240
Administrasi

5. Jumlah penduduk di Wilayah 932.964 jiwa


Pelayanan

6. Penduduk terlayani Jiwa 502.348 jiwa

Dari perhitungan tersebut, jika dihitung berdasarkan jumlah penduduk di wilayah pelayanan
dan jumlah penduduk yang terlayani, maka cakupan layanan PDAM Gresik adalah sebesar 53,8 %.
Namun masih terdapat gap yang harus dilayani dibandingkan dengan jumlah penduduk di wilayah
administrasi. Selisih jumlah penduduk di wilayah administrasi dengan jumlah penduduk yang dilayani
sebesar 403.276 jiwa. Artinya jika dibandingkan dengan jumlah penduduk di wilayah administrasi,
cakupan layanan PDAM Gresik baru sebesar 37,6 %.

PDAM Gresik mengoperasikan pelayanan selama 24 jam dan dalam menjalankan operasinya,
PDAM masih belum mencapai tingkat efisiensi 100 %. Data pada tahun 2016, tingkat efisiensi produksi
sebesar 78,5 % (sebagaimana terlihat dalam tabel 7). Ini berarti bahwa realisasi produksi terhadap
kapasitas terpasang sebesar 78,5%. Demikian juga pada tingkat kehilangan air dan tekanan
sambungan belum mencapai titik optimal. Data operasi PDAM Gresik dapat dilihat dalam tabel
berikut:

Tabel 7. Data Operasi PDAM Giri Tirta Gresik

No. Elemen Operasi Kuantitas


1. Efisiensi Produksi 78,5%
2. Tingkat Kehilangan Air 23,8%
3. Jam Operasi Layanan/hari 24 jam
4. Tekanan Sambungan 50,4%
Pelanggan
5. Penggantian Meter Air 2,3%

Pada tabel di atas, terlihat bahwa masih terdapat kehilangan air (Non Revenue Water/NRW)
sebesar 23,8 % dari keseluruhan operasi PDAM Gresik. Hal ini mengakibatkan debit air yang mengalir
menjadi kurang maksimal.

Untuk pemeliharaan, PDAM Gresik melakukan perawatan terhadap alat-alat produksi secara
berkala. Data yang diperoleh dari Buku Kinerja PDAM 2017, biaya pemeliharaan tiap m3 adalah Rp
162.

Namun untuk pemeliharaan pipa penyambungan air masih kurang optimal. Dalam kurun
tahun 2017-2018 terdapat berita mengenai kebocoran air dari Pipa PDAM. Berikut tabel kejadian
kebocoran pipa PDAM Giri Tirta:

Tabel 8. Kejadian Kebocoran Pipa PDAM Gresik

No. Kejadian Waktu Sumber Berita


1. Pipa Induk Bocor 14 Desember 2017 Jawa Pos, 16 Desember 2017
2. Pipa HDPE Bocor 23 Agustus 2018 Website PDAM Gresik
3. Pipa 200 mm Pecah 26 September 2018 Website PDAM Gresik

Kejadian kebocoran pipa menandakan bahwa pemeliharaan asset yang dilakukan masih
belum maksimal. Akibat kebocoran tentu mengakibatkan debit air yang disalurkan menurun. Karena
itu, pemeliharaan terhadap pipa sambungan harus dilakukan secara rutin dan optimal.

D. Analisis Biaya Produksi Air dan Cost Recover dari layanan terhadap masyarakat.

Data yang diperoleh dari Buku Kinerja PDAM 2017, Biaya produksi PDAM Gresik pada tahun
2016 dengan NRW Riil adalah sebesar 4.815 /m3.

Full Cost recovery dicapai dari hasil perhitungan tarif rata-rata minimal sama dengan biaya
dasar (pasal 5 ayat 2 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Pedoman Teknis
Dan Tata Cara Pengaturan Tarif Air Minum Pada Perusahaan Daerah Air Minum)

Pada PDAM Giri Tirta Gresik, Tarif Rata-rata dikurangi HPP (Harga Pokok Produksi) dengan
NRW Rill menjadi minus Rp 137. Hal ini menandakan bahwa PDAM tidak dapat mencapai full cost
recovery yang diharapkan. Karena itu perlu kenaikan tarif agar full cost recovery terpenuhi

E. Metode Peningkatan Kinerja Asset

Dari gambaran kinerja PDAM yang telah dilakukan, maka perlu dilakukan peningkatan kinerja
asset PDAM Gresik. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan target layanan sehingga akses air dapat
dinikmati seluruh masyarakat. Di atas telah dijelaskan bahwa pada tahun 2020 pemerintah
menargetkan akses air bersih masyarakat sebesar 100 %. Dengan cakupan layanan yang masih di
bawah 50 % maka untuk mencapai target debit pengaliran air sebesar 75.479.290 m3 pada tahun 2020
merupakan tantangan yang berat bagi PDAM Gresik. Karena itu menurut penulis, perlu diadakan
program-program sebagai berikut:

1. Peningkatan Program Pemeliharaan


Dalam melaksanakan pemeliharaan, PDAM harus melakukan sesuai dengan jadwal yang telah
ditetapkan. Pemeliharaan terhadap pipa distribusi adalah yang paling krusial. Harus dilakukan
survey terhadap kondisi pipa distribusi yang dilakukan 2 minggu sekali. Dengan pemeliharaan
yang baik, tingkat kehilangan air dapat dikurangi.
2. Peningkatan kapasitas Pompa
Harus dilakukan review kembali atas kondisi pompa air yang ada. Peningkatan daya pompa
harus ditingkatkan.
3. Peningkatan jumlah sambungan pipa
Jumlah cakupan layanan PDAM masih sebesar 37, 6 % dari keseluruhan warga di Kabupaten
Gresik. Karena itu diperlukan tambahan pipa distribusi sesuai dengan jumlah kebutuhan yang
ada.
DAFTAR PUSTAKA

Buku Kinerja PDAM 2017. Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum,
Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat
Kabupaten Gresik dalam Angka 2018. Badan Pusat Statistik Kabupaten Gresik.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Pedoman Teknis Dan Tata Cara
Pengaturan Tarif Air Minum Pada Perusahaan Daerah Air Minum
suarasurabaya.net, Sumber dan Kualitas Air Merosot, Saatnya Menabung
Video Company Profile PDAM Giri Tirta Kabupaten Gresik, diakses dari http://pdam.gresikkab.go.id
Website Resmi PDAM Gresik (http://pdam.gresikkab.go.id)