Anda di halaman 1dari 7

HUBUNGAN DURASI RIWAYAT PEMBERIAN ASI TERHADAP KEJADIAN DIARE

PADA BAYI
Muji Basailin1, Agrina2, Reni Zulfitri3
Fakultas Keperawatan
Universitas Riau
Email: mujibasailin11@gmail.com

Abstract

Exclusive breastfeeding reduces infant mortality due to common childhood illnesses such as diarrhea. This study aimed
to determine the correlation between breastfeeding and diarrhea on infants. A cross-sectional correlation research
design was used for this study, with a total 87 mothers of the babies aged 6 – 12 months were selected by purposive
sampling technique at Rejosari Health Center. The measuring tool used is a questionnaire that has been tested for
validity and reliability. Conducting Univariate and Bivariate analysis using Chi-square testing, the data results shows
the babies given ASI exclusive for 6 months as many as 39 babies (44.8%), while babies that were breastfed under 6
months (non-exclusive breastfeeding) is up to 48 babies (55.2%). Along with this, reportedly 39 breastfed infants less
than 6 months (81.3%) had diarrhea, and only13 exclusive breastfed infants (33.3%) who had diarrhea. The result of
analyzing bivariate on P value 0,000 reveal that breastfeeding duration were significantly associated with Incidence of
Diarrhea. This research suggested to all mothers to give exclusive breastfeeding to protect children against illness and
disease especially diarrhea.
Keywords: Breastfeeding, Diarrhea, Infant

PENDAHULUAN Menurut Amin (2015), tingginya kasus


Diare adalah pengeluaran feses yang diare pada anak disebabkan oleh infeksi virus
tidak normal dan cair. Bisa juga didefinisikan dan bakteri. Jenis virus penyebab diare akut
sebagai buang air besar yang tidak normal dan yaitu Rotavirus, sedangkan untuk bakteri yang
berbentuk cair dengan frekuensi lebih banyak sering ditemukan pada kasus diare adalah
dari biasanya. Bayi dikatakan diare bila sudah E.coli. Jalur masuk utama infeksi tersebut
lebih dari 3 kali buang air besar, sedangkan melalui feses manusia atau binatang, makanan,
neonatus dikatakan diare bila sudah lebih dari air, dan kontak dengan manusia (WHO, 2008).
4 kali buang air besar (Dewi, 2010). Insiden ASI mampu melindungi bayi dari berbagai
penyakit diare sampai saat ini masih macam penyakit (Khasanah, 2011).
merupakan penyebab kematian utama di dunia, Air susu ibu (ASI) adalah cairan putih
terhitng 5-10 juta kematian/tahun (Kosasih, yang dihasilkan oleh kelenjar payudara ibu
2010). Besarnya masalah tersebut terlihat dari
melalui proses menyusui. ASI merupakan
tingginya angka kesakitan dan kematian akibat
sumber gizi yang sangat ideal dengan
penyakit diare. Menurut data World Health
komposisi yang seimbang karena disesuaikan
Organization (WHO) pada tahun 2013, setiap
tahunnya terdapat sekitar 1,7 miliar kasus dengan kebutuhan bayi pada masa
penyakit diare pada anak, dengan angka pertumbuhannya (Khasanah, 2011 ). ASI
kematian sekitar 525.000 anak balita. mengandung Ig A (Immunoglobulin A), yaitu
Prevalensi kejadian diare pada tahun zat yang penting untuk membentuk kekebalan
2013, penderita diare di Indonesia dialami oleh tubuh bayi (zat antibodi). Ig A ini sangat
semua umur, namun prevalensi tertinggi berperan mencegah diare (Febry & Marendra,
penyakit diare diderita oleh balita terutama 2008). ASI juga mengandung zat anti infeksi,
pada usia <1 tahun (7%) dan 1-4 tahun (6,7%) bayi akan terlindung dari berbagai macam
(Kemenkes RI, 2013). Data Kemenkes RI infeksi, baik disebabkan oleh bakteri, virus,
tahun 2013 memperlihatkan bahwa prevalensi jamur atau parasit (Priyono, 2010).
diare balita di Riau (5,2%) sedangkan Pemberian ASI eksklusif mengurangi
prevalensi nasional (6,7%). Di kota Pekanbaru tingkat kematian bayi yang disebabkan
pada tahun 2015 kejadian diare pada bayi usia berbagai penyakit yang umum menimpa anak-
0-1 tahun sebanyak 722 jiwa, sedangkan pada anak, seperti diare dan radang paru-paru, serta
tahun 2016 terjadi peningkatan sebanyak 958 mempercepat pemulihan bila sakit (Yuliarti,
jiwa. 2010). ASI mengandung Lactobacillus Bifidus,
JOM FKp, Vol. 5 No. 2 (Juli-Desember) 2018 98
yaitu bakteri yang tumbuh dalam usus bayi bayi yang tidak diberikan ASI ekslusif 4 orang
untuk mencegah bakteri berbahaya dan pernah mengalami diare. Bayi yang
terjadinya diare (Yulianti, 2010). Hal ini sesuai mengalami diare adalah bayi yang diberikan
dengan penelitian yang dilakukan oleh ASI eksklusif dengan durasi yang berbeda-
Wijayanti (2010), didapatkan hasil bahwa beda pada rentang 0-6 bulan.
adanya hubungan antara pemberian ASI Tujuan penelitian ini adalah untuk
eksklusif dengan angka kejadian diare pada mengetahui hubungan durasi riwayat
anak. pemberian ASI terhadap kejadian diare pada
ASI eksklusif adalah salah satu tindakan bayi.
pencegahan kematian bayi. Pemberian ASI Hasil penelitian ini diharapkan dapat
sampai 6 bulan merupakan strategi efektif memberikan informasi dalam pengembangan
untuk meningkatkan ketahanan hidup (Agrina, ilmu pengetahuan tentang manfaat pemberian
2015). United Nations International asi terhadap kejadian diare pada bayi.
Children’s Emergency Fund (UNICHEF)
tahun 2013 dan WHO tahun 2013 menyatakan METODOLOGI PENELITIAN
bahwa ASI eksklusif merupakan cara yang Penelitian ini dilaksanakan di wilayah
sempura untuk memberikan makanan terbaik kerja Puskesmas Rejosari, Kota Pekanbaru
untuk bayi pada masa enam bulan pertama yang dimulai dari bulan Februari sampai bulan
kehidupan untuk pertumbuhan dan Juli 2018. Desain penelitian yang digunakan
perkembangan yang sehat. Tujuan pemberian adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan
ASI eksklusif adalah melindungi bayi dari cross sectional, yaitu penelitian yang
resiko infeksi akut seperti diare, pneumonia, dilakukan dengan mengamati objek dan
infeksi telinga, haemophilus influenza, melakukan pengukuran variabel penilaian pada
meningitis, dan infeksi saluran kemih (Aditya, satu waktu (Sani, 2016).
2014). Hasil penelitian Rahmadhani (2013) Populasi pada penelitian ini adalalah bayi
menunjukan bahwa diare akut lebih sering yang diberikan cakupan ASI yang berdomisili
pada bayi yang tidak mendapat ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Rejosari yang
dibandingkan dengan bayi yang mendapatkan berjumlah 681 bayi. Pengambilan sampel
ASI eksklusif. menggunakan teknik Purposive sampling
Di Indonesia persentase yang dengan kriteria inklusi yaitu Ibu yang memiliki
memberikan bayi ASI eksklusif sebanyak 54,0 bayi usia 6-12 bulan, dan Ibu yang pernah
%, tertinggi di Nusa Tenggara Timur (79,9%), memberikan ASI kepada bayinya.
dan terendah di Gorontalo (32,3%), sedangkan Alat pengumpulan data yang digunakan
di Riau persentase jumlah pemberian ASI pada penelitian ini adalah berupa lembar
eksklusif sebanyak (39,7%) (Kemenkes RI, kuesioner. Kuesioner berisi karakteristik ibu,
2016). Menurut Dinas Kesehatan Kota karakteristik anak, durasi riwayat pemberian
Pekanbaru pada tahun 2016 cakupan ASI, dan kejadian diare pada bayi.
Analisa data menggunakan analisa
pemberian ASI eksklusif sebanyak 8.445 jiwa,
univariat dan analisa bivariat. Analisa bivariat
dan yang terbanyak cakupan pemberian ASI
mendeskrpsikan karakteristik responden
tersebut di Puskesmas Rumbai Bukit
terkait umur ibu, pendidikan ibu, pekerjaan
(78,20%), sedangkan yang terendah yaitu di
ibu, umur bayi, jenis kelamin bayi, durasi
Puskesmas Sidomulyo (30,56%).
riwayat pemberian ASI dan kejadian diare.
Berdasarkan hasil studi pendahuluan analisa bivariat digunakan untuk mengetahui
yang dilakukan peneliti dengan metode apakah ada hubungan yang signifikan antara
wawancara bersama 10 orang ibu yang durasi riwayat pemberian ASI dengan kejadian
memiliki bayi usia 6-12 bulan, didapatkan 5 diare pada bayi.
bayi yang diberikan ASI eksklusif sampai usia
6 bulan, sedangkan 5 bayi lainnya
mendapatkan ASI eksklusif hanya sampai usia HASIL PENELITIAN
2-4 bulan. Pada 5 ibu yang memberikan ASI 1. Analisa Univariat
eksklusif sampai usia bayi 6 bulan terdapat 2 Distribusi berdasarkan karakteristik
bayi pernah mengalami diare, sedangkan 5 responden dijelaskan pada tabel 1 dibawah ini.

JOM FKp, Vol. 5 No. 2 (Juli-Desember) 2018 99


Tabel 1 Tabel 3
Distribusi Frekuensi Berdasarkan Distribusi Frekuensi Berdasarkan Kejadian
Karakteristik Responden (N=87) Diare Pada Bayi (N=87)
Karakteristik Kejadian Diare
No Jumlah (%) No Jumlah (%)
Responden Pada bayi
1 Umur Ibu 1 Tidak pernah 35 40,2
< 20 tahun 1 1,1 2 Pernah 52 59,8
20-35 tahun 67 77,0 Total 87 100,0
≥ 35 tahun 19 21,8

2 Pendidikan Ibu Tabel 3 menunjukkan yang paling


Tidak sekolah banyak bayi yang pernah mengalami kejadian
SD 2 2,3 diare yaitu sebanyak 52 responden (59,8%),
SMP 4 4,6
11 12,6
dan sisanya bayi yang tidak pernah mengalami
SMA
S1 55 63,2 kejadian diare sebanyak 35 responden
15 17,2 (40,2%).
4 Umur Bayi
6 bulan 2. Analisa Bivariat
7bulan 15 14,9
8 bulan 5 5,7
9 bulan 5 5,7
Tabel 4
10 bulan 16 18,4 Hubungan Durasi Riwayat Pemberian ASI
11 bulan 8 9,2 Dengan Kejadian Diare Pada Bayi
12 bulan 5 5,7
35 40,2 Variabe P
Kejadian Diare N
5 Jenis Kelamin l Value
Laki-laki Tidak Pernah
46 52,9 Pernah
Perempuan 41 47,1 <6 9 39 48
Durasi
Tabel 1 menunjukkan bahwa mayoritas bulan
ASI
0,000
umur responden adalah berada pada rentang Selama
20-35 tahun (dewasa menengah) sebanyak 67 6 bulan 26 13 39
responden (77,0%), tingkat pendidikan Total 35 52 87
terbanyak responden yaitu SMA sejumlah 55
responden (63,2%). Sedangkan pada Tabel 4 diperoleh hasil dari 87 responden
karakteristik bayi, tabel 3 menunjukkan bahwa bayi yang diberikan ASI < 6 bulan (ASI non
paling banyak umur bayi yaitu 12 bulan eksklusif) yang paling banyak pernah
sebanyak 35 responden (40,2%), dan jenis mengalami kejadian diare yaitu sebanyak 39
kelamin bayi paling banyak yaitu laki-laki responden (81,3%) dibandingkan dengan bayi
sebanyak 46 responden (47,1%). yang diberikan ASI selama 6 bulan (ASI
eksklusif) angka kejadian diare lebih sedikit
Tabel 2 yaitu 13 responden (33,3%). Didapatkan nilai
Distribusi Frekuensi Berdasarkan Durasi OR 0,115. Hasil uji statistik penelitian ini
Riwayat Pemberian ASI (N=87) menggunakan Chi-Square didapatkan nilai P
No
Durasi Riwayat
Jumlah (%)
value 0,000 (P value < α 0,05), yang berarti
Pemberian ASI Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa ada
1 < 6 bulan (ASI
48 55,2 hubungan yang signifikan antara durasi
non eksklusif)
2 Selama 6 bulan riwayat pemberian ASI terhadap kejadian
39 44,8 diare pada bayi.
(ASI eksklusif)
Total 87 100,0
Tabel 2 menunjukkan bahwa bayi yang PEMBAHASAN
paling banyak mendapatkan ASI < 6 bulan 1. Karakteristik Responden
(ASI non eksklusif) yaitu sebanyak 48 a. Karakteristik Ibu
responden (55,2%), dan sisanya bayi yang Hasil penelitian ini menunjukkan
diberikan ASI selama 6 bulan (ASI eksklusif) bahwa mayoritas umur ibu berada pada
sebanyak 39 responden (44,8). rentang 20-35 tahun. Penelitian BKKBN

JOM FKp, Vol. 5 No. 2 (Juli-Desember) 2018 100


(2012), menyatakan bahwa usia ideal c. Durasi riwayat pemberian ASI
wanita untuk hamil dan melahirkan adalah Hasil penelitian ini menunjukkan
pada rentang 20-35 tahun, dimana pada sebagian besar responden yang diteliti
usia tersebut merupakan masa kesuburan paling banyak bayi mendapatkan ASI < 6
yang tinggi, sehingga pada rentang usia ini bulan (non eksklusif). Penelitian yang
fisiologi payudara masih optimal dan dilakukan oleh Nurmiati (2008),
produksi ASI juga masih baik. menyatakan bahwa durasi pemberian ASI
Sebagian besar responden yang sangat berpengaruh terhadap ketahanan
diteliti berada pada tingkat pendidikan hidup bayi di Indonesia, pemberian ASI
SMA. Hal ini menunjukkan bahwa dengan durasi 4-5 bulan dapat
sebagian besar responden yang diteliti meningkatkan ketahanan hidup bayi 2,6
merupakan dengan tingkat pendidikan kali lebih baik dari pada durasi kurang dari
menengah. Pendidikan orang tua 4 bulan, pemberian ASI dengan durasi 6
merupakan salah satu faktor yang penting bulan atau lebih dapat meningkatkan
dalam tumbuh kembang anak, karena ketahanan hidup bayi 33,3 kali lebih baik
dengan pendidikan yang baik maka orang dari pada durasi kurang dari 4 bulan.
tua dapat menerima segala informasi dari d. Kejadian Diare pada Bayi
luar terutama tentang cara menjaga Hasil penelitian yang dilakukan pada
kesehatan anaknya, pendidikannya dan 87 responden didapatkan bahwa bayi yang
sebagainya (Soetiningsih, 2012). paling banyak pernah mengalami kejadian
b. Karakteristik Bayi diare yaitu sejumlah 52 bayi (59,8%).
Hasil penelitian ini menunjukkan Diare didefiniskan sebagai buang air besar
sebagian besar responden yang diteliti yang tidak normal dan berbentuk cair
berumur 12 bulan. Pada saat umur bayi 6- dengan frekuensi lebih banyak dari
12 bulan, bayi sudah mulai diperkenalkan biasanya. Bayi dikatakan diare bila sudah
makanan pendamping ASI (MP-ASI) lebih dari 3 kali buang air besar, sedangkan
untuk memenuhi kebutuhan gizi pada bayi. neonatus dikatakan diare bila sudah lebih
Penelitian yang dilakukan oleh Yudianti dari 4 kali buang air besar (Dewi, 2010).
(2015), menyatakan bahwa bayi yang ASI mengandung Lactobacillus
berusia 6-12 bulan perkembangannya Bifidus, yaitu bakteri yang tumbuh dalam
sangat pesat, dan mulai diperkenalkan usus bayi untuk mencegah bakteri
dengan makanan pendamping ASI (MP- berbahaya dan terjadinya diare (Yulianti,
ASI). Hal ini sesuai dengan Penelitian 2010). Hal ini sejalan dengan penelitian
Yuliarti (2010), setelah bayi berumur 6 yang dilakukan oleh Istyaningrum (2010),
bulan, makanan pendamping ASI (MP- menyatakan bahwa bayi yang diberikan
ASI) mulai diperkenalkan kepada bayi, ASI eksklusif kejadian diare sebesar
namun pemberian ASI harus tetap (12,5%), sedangkan pada bayi yang tidak
dilanjutkan setidaknya sampai bayi diberikan ASI eksklusif angka kejadian
berumur 2 tahun. diare lebih tinggi yaitu (66,0%).
Sebagian besar responden yang 2. Hubungan Durasi Riwayat Pemberian
diteliti dengan jenis kelamin laki-laki. ASI Terhadap Kejadian Diare pada
Jenis kelamin bayi merupakan bukan Bayi
variabel utama dalam penelitian ini. Hasil hubungan antara durasi riwayat
Sehingga, tidak ada terdapat hubungan pemberian ASI terhadap kejadian diare
jenis kelamin dengan kejadian diare pada pada bayi diperoleh paling banyak bayi
bayi. Hal ini sejalan dengan penelitian yang diberikan ASI < 6 bulan (ASI non
Cahyaningrum (2015), dengan judul studi eksklusif) yaitu sebanyak 48 responden
tentang diare dan faktor resikonya pada (55,2%), sedangkan bayi yang diberikan
balita umur 1-5 tahun di Wilayah Kerja ASI selama 6 bulan (ASI eksklusif) hanya
Puskesmas Kalasan Sleman, menyatakan 39 responden. Kejadian diare pada bayi
bahwa tidak ada hubungan jenis kelamin yang diberikan ASI non eksklusif lebih
dengan kejadian diare. banyak yaitu sejumlah (81,3%), namun

JOM FKp, Vol. 5 No. 2 (Juli-Desember) 2018 101


pada bayi yang diberikan ASI ekslusif juga kejadian diare dari pada bayi yang diberikan
pernah mengalami kejadian diare, tetapi ASI selama 6 bulan, kejadian diare lebih
jumlahnya lebih sedikit yaitu (33,3%). sedikit. Hasil analisa bivariat pada penelitian
ASI mengandung antibodi (zat ini dengan menggunakan uji Chi-Square
kekebalan) immunoglobulin terhadap menunjukan adanya hubungan yang signifikan
penyakit infeksi dan mengandung sel darah antara durasi riwayat pemberian ASI terhadap
putih (leukosit) yang membantu kejadian diare pada bayi dimana diperoleh P
memerangi infeksi. ASI mengandung value = 0,000 < α (0,05), maka dapat
Lactobacillus Bifidus, yaitu bakteri yang disimpulkan bahwa ada hubungan antara
berada dalam usus bayi untuk mencegah durasi riwayat pemberian ASI terhadap
bakteri berbahaya dan terjadinya diare kejadian diare pada bayi.
(Yuliarti, 2010).
Faktor-faktor penyebab diare akut SARAN
adalah faktor lingkungan, tingkat 1. Ilmu Keperawatan
pengetahuan ibu, sosial ekonomi Hasil penelitian ini diharapkan dapat
masyarakat, dan makanan atau minuman dijadikan sebagai pengembangan ilmu
yang dikonsumsi. Selain itu faktor-faktor keperawatan khususnya keperawatan anak
resiko terjadinya diare yaitu bayi berusia mengenai durasi riwayat pemberian ASI
kurang atau berat badan lahir rendah, bayi terhadap kejadian diare pada bayi sehingga
dengan malnutrisi, gangguan imunitas, dapat dapat dijadikan sebagai salah satu
riwayat infeksi saluran nafas. Ibu berusia cara untuk mengurangi berbagai masalah
muda dengan pengalaman yang terbatas kesehatan terutama kejadian diare pada
dalam merawat bayi, tingkat pendidikan bayi.
dan pengetahuan ibu mengenai higienis, 2. Puskesmas
kesehatan dan gizi. Pengetahuan, sikap, Hasil penelitian ini diharapkan dapat
dan perilaku dalam pemberian ASI serta menjadi informasi dan masukan bagi
makanan pendamping ASI, pengenalan puskesmas terhadap pentingnya pemberian
susu non eksklusif/penggunaan susu botol ASI, dan dapat mengoptimalkan
dan pengobatan pada diare akut yang tidak penyuluhan tentang pemberian ASI kepada
tuntas (Sukut, 2015). ibu hamil dan menyusui.
Penelitian Maharani (2009), 3. Masyarakat
menyebutkan bahwa bayi yang tidak diberi Hasil penelitian ini diharapkan dapat
ASI eksklusif memiliki resiko untuk memotivasi masyarakat untuk memberikan
mengalami diare hampir sembilan kali ASI guna menghindari masalah kesehatan
lebih besar dari pada bayi yang diberi ASI terutama kejadian diare pada bayi.
ekkslusif. Penelitian ini sejalan dengan 4. Bagi Peneliti
dengan penelitian yang dilakukan Isnaini Hasil penelitian ini menambah
(2014), dari hasil penelitiannya wawasan peneliti tentang hubunguan
menunjukan bahwa dari 80 bayi yang durasi riwayat pemberian ASI terhadap
mengalami kejadian diare, yang paling kejadian diare pada bayi. Selain itu,
banyak mengalami diare adalah bayi yang penelitian ini menambah pengalaman
diberikan ASI non eksklusif yaitu peneliti dalam melakukan penelitian dan
sebanyak (62,5%). Sedangkan pada bayi praktek lapangan di komunitas masyarakat.
yang diberikan ASI eksklusif mengalami 5. Penelitian selanjutnya
diare hanya (37,5%). Dalam penelitian ini Hasil penelitian ini diharapkan dapat
dapat disimpulkan bahwa bayi yang dijadikan data atau informasi dasar untuk
mendapatkan ASI non eksklusif lebih penelitian lebih lanjut serta sebagai dasar
rentan terkena diare dibandingkan dengan awal studi terkait faktor penyebab diare
bayi yang mendapatkan ASI eksklusif. pada bayi.

SIMPULAN UCAPAN TERIMAKASIH


Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Terima kasih yang tak terhingga atas bantuan
bayi yang diberikan ASI < 6 bulan (ASI non dan bimbingan dari berbagai pihak dalam
eksklusif), lebih sering pernah mengalami penyelesaian laporan penelitian ini.
JOM FKp, Vol. 5 No. 2 (Juli-Desember) 2018 102
1 kejadian diare dan faktor-faktor resiko
Muji Basailin: Mahasiswa Fakultas
Keperawatan Universitas Riau, Indonesia pada bayi berusia 6-12 bulan di
2 kelurahan bendungan kecamatan
Agrina: Dosen Departemen Keperawatan
Komunitas Fakultas Keperawatan Universitas cilegon pada bulan agustus 2010.
Riau, Indonesia Diperoleh tanggal 20 Mei 2018 dari
3 http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bit
Reni Zulfitri: Dosen Departemen
Keperawatan Komunitas Faklutas stream/123456789/25963/1/Yurilla%2
Keperawatan Universitas Riau, Indonesia 0Istyaningrum-fkik.pdf
Juliastuti, R. (2011). Hubungan tingkat
DAFTAR PUSTAKA pengetahuan, status pekerjaan ibu, dan
pelaksanaan inisiasi menyusui dini
Aditya, N. (2014). Handbook for new mom. dengan pemberian asi eksklusif.
Jogjakarta: Diandra Primamitra Media. Diperoleh tanggal 12 Juli 2018 dari
Agrina. (2015). Mother’s exclusive https://eprints.uns.ac.id/5255/1/208091
breastfeeding behavior: a cross 011201110151.pdf
sectional study in Pekanbaru, Kemenkes RI. (2013). Prevalensi penyakit
Indonesia. Diperoleh pada tanggal 2 menular. Diperoleh tanggal 8 Januari
Agustus 2018 dari 2018 dari
www.msjonline.org/index.php/ijrms/art http://www.depkes.go.id/resources/do
icle/view/2553 wnload/general/Hasil%20Riskesdas%2
Amin, L. Z. (2015). Tatalaksana diare akut. 02013.pdf
Diperoleh tanggal 18 Maret 2018 dari Kemenkes RI. (2016). Profil kesehatan
http://www.kalbemed.com/Portals/6/08 Indonesia tahun 2016. Diperoleh
_230CME- tanggal 3 Mei 2018 dari
Tatalaksana%20Diare%20Akut.pdf http://www.depkes.go.id/resources/dow
BKKBN. (2012). Kehamilan ideal usia 20-35 nload/pusdatin/profil-kesehatan-
tahun. Diperoleh tanggl 12 Juli 2018 indonesia/Profil-Kesehatan-Indonesia-
dari 2016.pd
maluku.bkkbn.go.id/_layouts/mobile/di Khasanah, N. (2011). ASI atau Susu Formula
spform.aspx?List...View...ID= Ya?. Yogyakarta: Flashbooks
Cahyningrum, D. (2015). Studi tentang diare Maharani, K. (2009). Hubungan antara
dan faktor resikonya pada balita umur pemberian ASI dan kejadian diare
pada bayi. Diperoleh pada tanggal 26
1-5 tahun diwilayah kerja puskesmas
Juni 2018 dari
kalasan sleman. Diperoleh pada
https://digilib.uns.ac.id/...=/Hubungan-
tanggal 4 Juli 2018 dari
antara-pemberian-asi-dan-kejadian-
digilib.unisayogya.ac.id/386/1/NASKA
diare-pada-.
H%20PUBLIKASI%20DESI%20%28 Nurmiati. (2008). Durasi pemberian ASI
1%29.pdf terhadap ketahanan hidup bayi di
Dewi, V. N. L. (2010). Asuhan Neonatus Bayi Indonesia. Diperoleh pada tanggal 18
Dan Anak Balita. Jakarta: Salemba Juni 2018 dari
Medika. journal.ui.ac.id/health/article/download
Febry, A. B., & Marendra, Z. (2008). Buku /291/287
pintar menu bayi. Jakarta: Wahyu Priyono, Y. (2010). Merawat bayi tanpa baby
Media. sister. Yogyakarta: Media Pressindo.
Isnaini. (2014). Gambaran kejadian diare pada Rahmadhani. (2013). Hubungan pemberian asi
bayi yang mendapatkan ASI eksklusif eksklusif dengan angka kejadian diare
di RSUD labuang baji Makassar dan akut pada bayi usia 0-1 tahun di
RSUD syekh yusuf gowa tahun 2014. puskesmas kuranji kota padang.
Diperoleh pada tanggal 14 Juni 2018 Diperoleh tanggal 8 Januari 2018 dari
dari repositori.uin- http://jurnal.fk.unand.ac.id
alauddin.ac.id/6482/1/ISNAINI_opt.pd Sani, F. (2016). Metodologi penelitian farmasi
Istyaningrum, Y. (2010). Hubungan antara komunitas dan eksperimental.
pemberian ASI eksklusif dengan Yogyakarta: Deepublish.

JOM FKp, Vol. 5 No. 2 (Juli-Desember) 2018 103


Soetiningsih. (2012). Perkembangan anak dan World Health Organizaztion. (2008). Indikator
permasalahannya dalam buku ajar perbaikan kesehatan lingkungan anak.
ilmu perkembangan anak dan remaja. Jakarta: EGC.
Jakarta: sagungseto. Pp 86-90 World Health Organization. (2013). Diarrhoeal
Sukut, S.S. (2015). Faktor kejadian diare pada disease. Diperoleh tanggal 11 Januari
balita dengan pendekatan teori nola j. 2018 dari
pender di igd rsud ruteng. Diperoleh http://www.who.int/mediacentre/factsh
pada tanggal 20 Juli 2018 dari eets/fs330/en/
http://www.journal.unair.ac.id/downloa
World Health Organization. (2013).
d-fullpapers-pmnj4be06ad84dfull.pdf
UNICEF. (2013). Infant and young child Breasfeeding. Diperoleh tanggal 3 Mei
feeding. Diperoleh tanggal 3 Mei 2018 2018 dari
dari http://www.who.int/topics/breastfeedin
https://www.unicef.org/nutrition/index g/en/
_breastfeeding.html Yudianti, I. (2015). Status gizi dan
Wijayanti. (2010). Hubungan antara perkembangan bayi usia 6-12 bulan.
pemberian asi eksklusif dengan angka Diperoleh pada tanggal 14 Juni 2018
kejadian diare pada bayi umur 0-6 dari jurnal.poltekkes-
bulan di puskesmas gilingan kecamatan malang.ac.id/berkas/69aa-58-62.pdf
banjar sari surakarta. Diperoleh tanggal Yuliarti, N. (2010). Keajaiban asi-makanan
4 Januari 2018 dari terbaik untuk kesehatan, kecerdasan,
https://core.ac.uk/download/pdf/12345 dan kelincahan si kecil. Yogyakarta:
193.pdf ANDI.

JOM FKp, Vol. 5 No. 2 (Juli-Desember) 2018 104