Anda di halaman 1dari 72

Kalkulus II

Diferensial dalam ruang berdimensi n


Minggu ke-9
DIFERENSIAL DALAM RUANG BERDIMENSI-n

1. Fungsi Dua Peubah atau Lebih


2. Diferensial Parsial
3. Limit dan Kekontinuan
1. Fungsi Dua Peubah atau Lebih

Contoh fungsi yang telah dipelajari dalam Kalkulus I


f(x) = x2
f(x) merupakan fungsi bernilai real dari peubah real.

Kalkulus 2:
Fungsi bernilai real dari dua peubah real

Contoh
f(x,y) = x2 + 3y2
1. Fungsi Dua Peubah atau Lebih

f(x,y) = x2 + 3y2

Fungsi f memadankan setiap pasangan berurutan (x,y) dalam himpunan D pada


bidang dengan bilangan real tunggal f(x,y).

Contoh:
f(x,y) = x2 + 3y2  f(-1,4) = (-1)2 + 3(4)2
= 1 + 3(16)
= 49


1. Fungsi Dua Peubah atau Lebih

Dalam fungsi ada beberapa istilah:


1. wilayah (daerah) asal fungsi, himpunan D
2. jelajah (daerah nilai)
3. peubah bebas
4. peubah tak bebas

Wilayah asal, yakni himpunan semua titik (x,y) pada bidang


tempat fungsi berlaku dan menghasilkan suatu bilangan real.

Contoh:
f(x,y) = x2+3y2 wilayah asal fungsi adalah
seluruh bidang

wilayah asal fungsi adalah


1. Fungsi Dua Peubah atau Lebih

Dalam fungsi ada beberapa istilah:


1. wilayah (daerah) asal fungsi, himpunan D
2. jelajah (daerah nilai)
3. peubah bebas
4. peubah tak bebas

Jelajah (daerah nilai) adalah himpunan semua nilai fungsi f.

Peubah bebas dan peubah tak bebas

f(x,y) = x2+3y2 z = f(x,y) adalah peubah tak bebas


x dan y adalah peubah bebas

z = g(x,y) adalah peubah tak bebas


x dan y adalah peubah bebas
Contoh grafik fungsi f dua
peubah dari persamaan
z = f(x,y).

Biasanya grafik merupakan


permukaan.

Karena setiap (x,y) di daerah asal


hanya berpadanan dengan satu
nilai z, maka setiap garis tegak
memotong permukaan paling
banyak di satu titik.
1. Fungsi Dua Peubah atau Lebih
Contoh 1:
Sketsa grafik dari

Penyelesaian:

perhatikan bahwa .

kedua ruas dikuadratkan


9𝑥 2 + 4𝑦 2 +9 𝑧 2 =36 Persamaan elipsoid.
(Pasal 14.6, Buku Kalkulus dan Geometri Analitis Jilid 2,
Edwin J.Purcell & Dale Varberg)
1. Fungsi Dua Peubah atau Lebih
Contoh 1 (lanjutan penyelesaian):

9𝑥 2 + 4𝑦 2 +9 𝑧 2 =36 Persamaan elipsoid.


(Pasal 14.6, Buku Kalkulus dan Geometri Analitis Jilid 2,
Edwin J.Purcell & Dale Varberg)

ELIPSOID
1. Fungsi Dua Peubah atau Lebih
Contoh 1 (lanjutan penyelesaian):

sehingga

9𝑥 2 + 4𝑦 2 +9 𝑧 2 =36

Grafik dari persamaan


yang diberikan
merupakan sebagian
dari permukaan
atas elipsoid.
1. Fungsi Dua Peubah atau Lebih
Contoh 2:
Sketsa grafik z = f(x,y) = y2 – x2

Penyelesaian:
Grafiknya merupakan sebuah paraboloid hiperbol.
(Pasal 14.6, Buku Kalkulus dan Geometri Analitis Jilid 2, Edwin J.Purcell & Dale Varberg)

PARABOLOID HIPERBOL
1. Fungsi Dua Peubah atau Lebih
Contoh 2 (lanjutan penyelesaian):

Sketsa grafik z = f(x,y) = y2 – x2 adalah sebagai berikut:


1. Fungsi Dua Peubah atau Lebih

Apakah mudah
untuk mensketsa permukaan
yang berpadanan dengan
grafik fungsi dua peubah
z = (x,y) ?

“Kontur” merupakan cara lain dan biasanya lebih mudah untuk


menggambarkan sebuah permukaan.

Setiap bidang mendatar z = c memotong permukaan dalam bentuk


sebuah kurva.

Proyeksi kurva pada bidang xy disebut kurva ketinggian.


1. Fungsi Dua Peubah atau Lebih
Proyeksi kurva pada bidang xy disebut kurva ketinggian.

Kumpulan lengkungan-lengkungan disebut peta kontur.


1. Fungsi Dua Peubah atau Lebih
Peta kontur.
1. Fungsi Dua Peubah atau Lebih
Contoh 3:
Gambar peta-peta kontur untuk permukaan

Penyelesaian:
Kurva-kurva ketinggian dari berpadanan
dengan z = 0; 1; 1,5; 1,75; 2.

Peta konturnya adalah:


1. Fungsi Dua Peubah atau Lebih
Beberapa contoh grafik permukaan di ruang dimensi-tiga
1. Fungsi Dua Peubah atau Lebih
Beberapa contoh grafik permukaan di ruang dimensi-tiga
1. Fungsi Dua Peubah atau Lebih

Untuk tugas studio:


Sketsalah peta kontur untuk
a. z = f(x,y) = xy
b. z = y2 – x2
2. Diferensial Parsial
• Fungsi f adalah suatu fungsi dua peubah x dan y.

• Jika y ditahan agar konstan, misal y = y0 ,


Maka f(x, y0) menjadi fungsi satu peubah x.

• Diferensial f di x = x0 disebut diferensial parsial f terhadap x di


(x0 , y0) dan dinyatakan sebagai fx(x0 , y0).
2. Diferensial Parsial
• Diferensial parsial f terhadap x di (x0 , y0) dinyatakan sebagai
fx(x0 , y0) dan ditulis sebagai:

• Diferensial parsial f terhadap y di (x0 , y0) dinyatakan sebagai


fy(x0 , y0) dan ditulis sebagai:
2. Diferensial Parsial

Cara menyelesaikan:
1. Mencari fx(x,y) dan fy(x,y) dengan menggunakan aturan baku
diferensial.
2. Substitusikan x = x0 dan y = y0
2. Diferensial Parsial
Contoh 1:
Carilah fx(1,2) dan fy(1,2) jika f(x,y) = x2y + 3y3

Penyelesaian:

Untuk mencari fx(x,y), kita anggap y sebagai konstanta dan


mendiferensialkan fungsi ini terhadap x.

f(x,y) = x2y + 3y3

fx(x,y) = 2xy + 0 fx(1,2) = 2 . 1. 2


=4

f(x,y) = x2y + 3y3

fy(x,y) = x2 + 9y2 fy(1,2) = 12 + 9 . 22


= 37
2. Diferensial Parsial

Jika z = f(x,y), kita gunakan cara penulisan lain, maka

Lambang khas dalam matematika dan disebut


tanda diferensial parsial
2. Diferensial Parsial
Contoh 2:
Jika z = x2 sin(xy2), cari z/x dan z/y.

Penyelesaian:

= ?
2. Diferensial Parsial
Contoh 2 (lanjutan penyelesaian):

z = x2 sin(xy2)
2. Diferensial Parsial
TAFSIRAN GEOMETRIK DAN FISIS: Kemiringan (gradien) garis
singgung

▪ Permukaan yang mempunyai


persamaan z = f(x,y).

▪ Bidang y = y0 memotong
permukaan kurva pada bidang
PQR.

▪ Nilai fx(x0,y0) adalah


kemiringan (gradien) garis
pada kurva tersebut di
P(x0,y0).
2. Diferensial Parsial
TAFSIRAN GEOMETRIK DAN FISIS: Kemiringan (gradien) garis
singgung
2. Diferensial Parsial
TAFSIRAN GEOMETRIK DAN FISIS: Kemiringan (gradien) garis
singgung

▪ Bidang x = x0 memotong
permukaan pada kurva bidang
LPM.

▪ fy(x0,y0) adalah kemiringan


garis singgung pada
kelengkungan di titik P.
2. Diferensial Parsial
TAFSIRAN GEOMETRIK DAN FISIS: Laju perubahan (sesaat)
▪ Diferensial parsial dapat juga ditafsirkan sebagai laju perubahan
(sesaat).

▪ Misal dawai biola diikat di titik A dan B dan bergetar pada


bidang xz.
▪ Gambar di atas menunjukkan posisi dawai pada suatu waktu
tertentu t.
2. Diferensial Parsial
TAFSIRAN GEOMETRIK DAN FISIS: Laju perubahan (sesaat)

▪ z = f(x,t) menyatakan tinggi senar di titik P dengan absis x pada


saat t.
▪ z/x adalah kemiringan dawai di P.
▪ z/t adalah kecepatan tegak dari P.
2. Diferensial Parsial
TAFSIRAN GEOMETRIK DAN FISIS: Laju perubahan (sesaat)

Contoh 3:
Volume suatu gas tertentu dikaitkan terhadap suhunya T
tekanannya P menurut hukum gas PV = 10T. V diukur
dalam inci kubik, P dalam pon per inci kuadrat, dan T
dalam derajat Celsius. Jika T diusahakan konstan 200,
berapa laju perubahan sesaat tekanan terhadap volumenya
pada
V = 50 ?

Penyelesaian:
2. Diferensial Parsial
TAFSIRAN GEOMETRIK DAN FISIS: Laju perubahan (sesaat)
Contoh 3 (lanjutan penyelesaian):

Laju perubahan sesaat tekanan terhadap volume

Jadi
2. Diferensial Parsial
DIRENSIAL PARSIAL TINGKAT TINGGI
Secara umum, karena diferensial parsial suatu fungsi x dan y adalah
fungsi lain dari dua peubah yang sama ini,

diferensial tersebut dapat didiferensialkan secara parsial terhadap x


dan y untuk memperoleh empat buah diferensial parsial kedua
fungsi f.
2. Diferensial Parsial
DIFERENSIAL PARSIAL TINGKAT TINGGI
Contoh 4:
Cari keempat diferensial parsial kedua dari

Penyelesaian:
2. Diferensial Parsial
DIFERENSIAL PARSIAL TINGKAT TINGGI
Contoh 4 (lanjutan penyelesaian):
2. Diferensial Parsial
DIFERENSIAL PARSIAL TINGKAT TINGGI
Contoh 4 (lanjutan penyelesaian):
2. Diferensial Parsial
DIFERENSIAL PARSIAL TINGKAT TINGGI
Diferensial parsial tingkat tiga dan lebih didefinisikan dengan cara
yang sama dan cara penulisannya pun serupa.

Jadi, jika f suatu fungsi dua peubah x dan y, diferensial parsial ketiga
f yang diperoleh dengan mendiferensialkan f secara parsial, pertama
kali terhadap x dan kemudian dua kali terhadap y, akan ditunjukkan
oleh
2. Diferensial Parsial
DIFERENSIAL PARSIAL TINGKAT TINGGI
Andaikan f suatu fungsi tiga peubah x, y, dan z. Diferensial parsial f
terhadap x di (x, y, z) dinyatakan oleh

fx(x, y, z) atau

dan didefinisikan oleh

Jadi, fx(x, y, z) diperoleh dengan memperlakukan y dan z sebagai


konstanta dan mendiferensialkan terhadap x.

Diferensial parsial terhadap y dan z didefiniskan dengan cara yang


sama.
2. Diferensial Parsial
DIFERENSIAL PARSIAL TINGKAT TINGGI
Contoh 5:
Jika f(x, y, z) = xy + 2yz + 3zx,
cari fx , fy dan fz.

Penyelesaian:

fx(x, y, z) = y + 3z

fy(x, y, z) = x + 2z

fz (x, y, z) = 2y + 3x
2. Diferensial Parsial
DIFERENSIAL PARSIAL TINGKAT TINGGI
Contoh 6:
Jika f(x, y, z) = x cos(y - z),
Cari f/ x, f/ y, dan f/ z.

Penyelesaian:
LIMIT

Arti lambang limit di atas:


Nilai f(x,y) semakin dekat ke bilangan L pada waktu (x,y) dapat
mendekati (a,b) dengan cara tak berhingga.
3. Limit dan Kekontinuan
LIMIT

Kita memerlukan suatu definisi yang memberikan L yang sama,


tidak bergantung pada jalur (x,y) yang diambil dalam mendekati
(a,b).
3. Limit dan Kekontinuan
LIMIT
Definisi
Untuk mengatakan bahwa berarti bahwa

untuk setiap  > 0 (betapa pun kecilnya) terdapat d > 0 yang

berpadanan sedemikian sehingga

dengan syarat bahwa


3. Limit dan Kekontinuan
LIMIT

Titik-titik yang memenuhi adalah


titik-titik di dalam suatu lingkaran dengan radius d terkecuali pusat
(a,b).
3. Limit dan Kekontinuan
LIMIT

Perhatikan beberapa segi dari definisi ini:


1. Secara lengkap definisi ini mengabaikan jalur pendekatan ke
(a,b). Ini berarti bahwa jika jalur pendekatan yang berlainan
menuju nilai-nilai L yang berlainan, maka limit tidak ada.
2. Perilaku f(x,y) di (a,b) tidak relevan, bahkan fungsi tidak harus
terdefinisi di (a,b). Ini sebagai akibat pembatasan
3. Limit dan Kekontinuan
LIMIT

Perhatikan beberapa segi dari definisi ini:


3. Definisi diungkapkan sedemikian sehingga langsung dapat
diperluas ke fungsi tiga peubah (atau lebih). Cukup
menggantikan (x,y) dan (a,b) oleh (x, y, z) dan (a, b, c) pada
kemunculan mereka
3. Limit dan Kekontinuan
LIMIT

Contoh:

Contoh pada slide selanjutnya menggambarkan bahwa kita harus


hati-hati
3. Limit dan Kekontinuan
LIMIT

Contoh 1:
Perhatikan bahwa fungsi f yang didefinisikan oleh
tidak mempunyai limit di titik asal.

Penyelesaian:
Fungsi f didefinisikan dimana saja di bidang xy terkecuali di titik
asal.

Di semua titik pada sumbu x, yang berlainan dari titik asal, nilai f
adalah
3. Limit dan Kekontinuan
LIMIT

Contoh 1 (lanjutan penyelesaian):

Jadi, limit f(x,y) untuk (x,y) mendekati (0,0) sepanjang sumbu x


adalah
3. Limit dan Kekontinuan
LIMIT

Contoh 1 (lanjutan penyelesaian):

Serupa dengan langkah sebelumnya, di semua titik pada sumbu y,


yang berlainan dari titik asal, nilai f adalah:
3. Limit dan Kekontinuan
LIMIT

Contoh 1 (lanjutan penyelesaian):

Limit f(x,y) untuk (x,y) mendekati (0,0) sepanjang sumbu y adalah


3. Limit dan Kekontinuan
LIMIT

Contoh 1 (lanjutan penyelesaian):

Jadi, kita mendapatkan jawaban berbeda yang tergantung bagaimana


(x,y)  (0,0).

Sebenarnya terdapat titik-titik yang dekat terhadap (0,0) tempat


nilai f adalah 1 dan titik-titik lain yang sama dekatnya tempat nilai f
adalah -1.
Limit tidak terwujud.
3. Limit dan Kekontinuan
LIMIT
Tugas:
Andaikan

a. Perlihatkan bahwa f(x,y)  0 untuk (x,y)  (0,0) sepanjang


garis lurus sebarang y = mx.
b. Perlihatkan bahwa

untuk (x,y)  (0,0) sepanjang parabola y = x2


c. Kesimpulan apa yang anda tarik ?

(No 17 halaman 242, Buku Kalkulus dan Geometri Analitis, Jilid II, Edwin J.Purcell dan Dale Varberg)
3. Limit dan Kekontinuan
REVIEW KALKULUS 1: KEKONTINUAN FUNGSI
• Dalam bahasa sehari-hari, kata kontinu digunakan untuk
menggambarkan suatu proses yang berkelanjutan tanpa
perubahan yang mendadak.

• Bagaimana pengertian fungsi yang kontinu ?

Dari ketiga gambar di atas, gambar yang mana yang


mengilustrasikan suatu fungsi kontinu ?
3. Limit dan Kekontinuan
REVIEW KALKULUS 1: KEKONTINUAN FUNGSI

tidak ada ada

tetapi
3. Limit dan Kekontinuan
REVIEW KALKULUS1: KEKONTINUAN FUNGSI
Definisi:
(Kekontinuan di suatu titik).
Kita katakan bahwa f kontinu di c jika beberapa selang
terbuka di sekitar c terkandung dalam daerah asal f dan

Dengan definisi di atas, syarat suatu fungsi kontinu adalah:


1. ada
Jika salah satu dari ketiga syarat ini tak
2. f(c) ada dipenuhi, maka f tak kontinu di c.

3.
3. Limit dan Kekontinuan
KEKONTINUAN PADA SUATU TITIK

Seperti pafa fungsi peubah tunggal, pada fungsi peubah banyak,


untuk mengatakan bahwa f(x,y) kontinu di titik (a,b), kita syaratkan
bahwa:
1. f mempunyai nilai di (a,b)
2. f mempunyai limit di (a,b)
3. Nilai f di (a,b) sama dengan limitnya di sana.
3. Limit dan Kekontinuan
KEKONTINUAN PADA SUATU TITIK

▪ Seperti halnya dengan fungsi satu peubah:


jumlah, hasil kali, dan hasil bagi fungsi-fungsi kontinu adalah
kontinu (asalkan pada kasus pembagian, kita menghindari
pembagian oleh nol).

▪ Dapat dikatakan bahwa fungsi polinom dua peubah kontinu


dimana-mana, karena merupakan jumlah dan hasil kali kontinu
ax, by, dan c dengan a, b, dan c adalah konstanta. Umpamanya,
fungsi f(x, y) = 5x4y2 – 2xy3 + 4 adalah kontinu dimana-mana di
bidang xy.
3. Limit dan Kekontinuan
KEKONTINUAN PADA SUATU TITIK

▪ Fungsi rasional dua peubah adalah hasil bagi dua fungsi


polinom sehingga kontinu asalkan penyebutnya bukan nol.
Sebagai contoh:

kontinu dimana-mana di bidang xy kecuali di titik-titik pada


parabol y2 = 4x.

▪ Seperti untuk fungsi satu peubah, suatu fungsi kontinu dari


fungsi yang kontinu adalah kontinu.
3. Limit dan Kekontinuan
KEKONTINUAN PADA SUATU TITIK

Teorema 15.3A
(Fungsi tersusun).
Jika g suatu fungsi dua peubah kontinu di (a,b) dan f suatu fungsi
satu peubah kontinu di g(a,b), maka fungsi tersusun yang
didefinisikan oleh

adalah kontinu di (a,b)

Tugas
Baca Teorema 2.7D Buku Kalkulus dan
Geometri Analitis Jilid 1
3. Limit dan Kekontinuan
KEKONTINUAN PADA SUATU TITIK

Contoh 2:
Perlihatkan bahwa F(x,y) = cos(x3 – 4xy +y2) adalah kontinu di
setiap titik dari bidang.

Penyelesaian:
Fungsi g(x,y) = x3 – 4xy +y2
yang merupakan sebuah polinom, adalah kontinu
dimana-mana.

Juga f(t) = cos t adalah kontinu di setiap bilangan t di R.

Berdasarkan teorema 15.3A, kita simpulkan bahwa


F(x,y) = f(g(x,y))
kontinu di semua (x,y) di bidang.
3. Limit dan Kekontinuan
KEKONTINUAN PADA HIMPUNAN

▪ Arti fungsi f(x,y) kontinu pada suatu himpunan S adalah


jika f(x,y) kontinu di setiap titik dari himpunan.

▪ Beberapa istilah terkait himpunan-himpunan di bidang (dan


ruang dimensi lebih tinggi), adalah:
1. Lingkungan beradius d dari suatu titik P, yaitu:

Himpunan semua titik Q yang memenuhi Q – P< d.

Q – P< d

P-d<Q<P+d
3. Limit dan Kekontinuan
KEKONTINUAN PADA HIMPUNAN
Himpunan semua titik Q yang memenuhi Q – P< d.

 Q – P< d

P-d<Q<P+d

Di ruang berdimensi 2, suatu lingkungan adalah “bagian dalam”


suatu lingkaran.
3. Limit dan Kekontinuan
KEKONTINUAN PADA HIMPUNAN
Himpunan semua titik Q yang memenuhi Q – P< d.

 Q – P< d

P-d<Q<P+d

Di ruang berdimensi 3, suatu lingkungan adalah “bagian dalam”


suatu bola.
3. Limit dan Kekontinuan
KEKONTINUAN PADA HIMPUNAN

Titik P adalah titik dalam himpunan S jika terdapat suatu


lingkungan dari P yang mengandung S.

Himpunan semua titik dalam dari S adalah bagian dalam dari S.


3. Limit dan Kekontinuan
KEKONTINUAN PADA HIMPUNAN

Sebaliknya, P adalah titik batas dari S jika semua lingkungan dari


P mengandung titik-titik yang berada di S dan titik-titik yang bukan
S.

Himpunan semua titik batas dari S disebut batas dari S.


3. Limit dan Kekontinuan
KEKONTINUAN PADA HIMPUNAN

Pada gambar di atas,


A: suatu titik dalam dari S
B: suatu titik batas dari S

Suatu himpunan adalah terbuka jika semua titik-titiknya adalah titik


dalam.

Suatu himpunan adalah tertutup jika mengandung semua titik batasnya.


3. Limit dan Kekontinuan
KEKONTINUAN PADA HIMPUNAN

▪ Jika S suatu himpunan terbuka, untuk mengatakan bahwa f kontinu


pada S secara tepat berarti bahwa f kontinu di setiap titik S.

▪ Sebaliknya, jika S mengandung beberapa atau semua titik


batasnya, kita harus hati-hati untuk memberikan tafsiran yang
benar dari kekontinuan pada titik-titik yang demikian. Untuk
mengatakan bahwa f kontinu pada suatu titik batas P dari S berarti
bahwa f(Q) harus mendekati f(P) untuk Q mendekati P melalui
titik-titik dari S.

▪ Contoh untuk membantu memperjelas, dapat dilihat pada slide


selanjutnya.
3. Limit dan Kekontinuan
KEKONTINUAN PADA HIMPUNAN

▪ Andaikan

▪ Jika S adalah himpunan

adalah benar untuk mengatakan


bahwa f(x,y) kontinu pada S.

▪ Sebaliknya, akan tidak benar untuk mengatakan bahwa f(x,y)


kontinu pada seluruh bidang.
3. Limit dan Kekontinuan
KEKONTINUAN PADA HIMPUNAN

Teorema 15.3B
(Kesamaan parsial campuran).
Andaikan f, fx, fy, fxy, dan fyx kontinu pada suatu himpunan terbuka S.
Maka fxy = fyx pada tiap titik dari S.
TERIMAKASIH