Anda di halaman 1dari 7

Tugas Kelompok 1

(Minggu 3 / Sesi 4)
Nama Kelompok:

Aditia budi irawan - 2001605766

Aisyaturizki liberty – 2001655083

Hafiz Dzulfikar - 2001648664

Gde Putu Rizkynindra Sukma Jati - 2001655070

Norrista Ulil Albab - 2001644193

Essay
1. Jelaskan 2 jenis fungsional Silo!

2. Jelaskan mengenai Cross-functional processes!

3. Jelaskan dan bandingkan beberapa modul ERP dari 2 vendor terkemuka! Dan
pada fungsional bisnis apa sajakah modul-modul tersebut cocok digunakan oleh
perusahaan?

4. Jelaskan tahap-tahap dalam ERP Life Cycle?

5. Apakah Enterprise System Architecture itu? Apa saja manfaat dan keterbatasan
dari Enterprise Architecture?

Case Study

Solusi ERP untuk Mendukung Bisnis Anda


by Ananda Widhia Putri - November 8, 2016

Aplikasi korporat yang dikenal dengan istilah ERP (enterprise resources


planning) selama ini identik dengan perusahaan berskala menengah-besar.
Maklumlah, selain dikenal biaya lisensinya yang sangat mahal, waktu untuk
implementasinya pun cukup panjang. Sudah begitu, bisa saja implementasinya

ISYS6305 – Enterprise System


gagal lantaran tak sesuai dengan skala dan model bisnis. Tak mengherankan,
selama ini ERP dianggap bukan ranahnya usaha kecil-menengah (UKM).
Namun, anggapan bahwa ERP itu tidak cocok untuk perusahaan kecil dan
menengah sudah tidak relevan lagi bila melihat perkembangan dunia teknologi
informasi (TI) dalam beberapa tahun tarakhir ini. Sebab, banyak juga vendor TI
yang membuat atau menyediakan ERP berskala mini yang disesuaikan kebutuhan
UKM. Bahkan, perusahaan software besar sekelas SAP pun juga menyediakan
solusi ERP bagi kelompok usaha dan menengah ini.
Dipercaya oleh lebih dari 50.000 perusahaan di 150 negara, saat ini SAP Business
One menawarkan cara yang terjangkau bagi usaha kecil dan yang sedang
berkembang untuk mengelola setiap aspek operasi mereka. SAP Business One
dirancang khusus untuk perusahaan kecil hingga menengah untuk
menyederhanakan manajemen bisnis, mulai dari proses produksi, penjualan,
pengiriman produk, pengelolaan inventaris dan pembelian, hingga laporan
keuangan. Bahkan, analisa profit and loss dapat dikontrol secara terintegrasi
dan real-time.
Tokopedia misalnya, menjadi salah satu contoh start-up yang telah menggunakan
SAP Business One untuk menghasilkan laporan mengenai
transaksi online mereka. Dalam sebuah kesempatan, Tokopedia mengklaim
bahwa kepuasan pelanggan meningkat dengan menggunakan SAP Business One.
Dengan ERP SAP, Tokopedia bisa merasakan betul proses pembukuan yang lebih
sederhana terhadap jutaan transaksinya.
SAP Business One juga cukup fleksibel karena dapat memberikan solusi
tambahan (add-ons) sesuai dengan yang dibutuhkan oleh sebuah perusahaan.
Tokopedia misalnya, dalam hal ini menunjuk PT Anugerah Visi Inti Teknologi
sebagai mitra lokal yang kemudian mengembangkan solusi tambahan untuk
diintegrasikan ke dalam SAP Business One. Dengan mengintegrasikannya ke
dalam sistem bawaan, maka dihasilkan laporan yang akurat mengenai volume
dan sifat transaksi.
Tak cuma Tokopedia, PT Eagle Indo Pharma pengelola merek Cap Lang, juga
mempercayakan SAP Business One dalam mengelola persediaan monitoring &
dukungan penjualannya. Begitu juga dengan Perusahaan garmen ACP yang
memilih SAP Business One untuk mengintegrasikan data dari seluruh kantor
cabang ACP dan meningkatkan efisiensi operasional sampai 50%.

Link : http://swa.co.id/swa/trends/technology/solusi-erp-untuk-mendukung-bisnis-anda

Pertanyaan :

ISYS6305 – Enterprise System


1. Menurut Anda, apakah ERP tepat diterapkan pada usaha berskala menengah ke
bawah seperti UKM? Berikan penjelasan Anda.

Seperti yang kita ketahui ERP seperti SAP itu sangat mahal harganya jika kita
pikir secara logika mungkin sangat mustahil jika UKM menggunakan ERP
tersebut, dari sisi harga terutama. Tetapi seperti yang kita ketahui , teknologi
berkembang dengan cepat, UKM menggunakan ERP itu sangat mungkin, hal itu
bisa terjadi sekarang. Karena sudah ada ERP “mini” yaitu ERP yang dapat
digunakan pada Perusahaan ber skala menengah kebawah seperti UKM. Dengan
ERP ini UKM sangat di bantu dalam kegiatan proses bisnis sehari-hari.

2. Pertimbangan apa saja yang perlu dilakukan oleh UKM dalam menerapkan ERP?

Pertimbangan yang perlu dilakukan oleh UKM adalah :

1. Biaya aplikasi dan layanan konsultasi dalam penerapan ERP yang mahal

2. Aplikasi ERP terlalu kompleks untuk digunakan bila user belum


memahami betul karena butuh waktu yang lama dalam penggunaannya

3. Modal usaha serta untung yang di dapatkan apakah sebanding dengan


pemanfaatan ERP di kegiatan UKM

3. Kelebihan dan kekurangan apa saja yang didapatkan perusahaan dalam


mengimplementasikan ERP pada usahanya?

Kelebihan mengimplementasikan ERP adalah :

Para pelaku UKM memiliki sebuah Sistem yang dapat membantu mereka dalam
merekap laporan seperti laporan penjualan dan stok yang di tampilkan secara
real time.

Kekurangan Mengimplementasikan ERP adalah :

Kesesuaian modul, komponen yang dipilih harus sesuai dengan proses bisnis ,
kultur dan sasaran bisnis. Sehingga sulit untuk dilakukan pengembangan sendiri
dan harus bergantus pada satu vendor penyedia. Sehingga menimbulkan cost
yang lebih besar

ISYS6305 – Enterprise System


ESSAY

1. Jelaskan 2 jenis fungsional Silo!

Jawaban

Macam – macam fungsional Silo:

a. Horizontal Silos: Pemisahan fungsional organisasi yang kompleks


menjadi tugas – tugas yang lebih kecil agar dapat dikerjakan oleh
sekelompok orang yang bertanggung jawab.
b. Vertical Silos: pemisahan fungsional menjadi unit – unit yang kecil
dengan penempatan staff yang bertanggung jawab pada aktivitasnya yang
khusus untuk mencapai produktivitas dan efisiensi.

2. Jelaskan mengenai Cross-functional processes!

Jawaban

Cross-functional processes adalah sebuah konsep penataan ulang proses bisnis yang
bertujuan untuk menyelaraskan antara tujuan departemen dengan tujuan organisasi
yang bertumpu pada pengembangan berkelanjutan dan distribusi informasi pada
seluruh jaringan.

3. Oracle E-Business Suite adalah aplikasi enterprise resource planning (ERP) yang
bermanfaat dalam hal otomasi proses bisnis suatu perusahaan dari hulu hingga hilir
(end to end). Sebuah paket aplikasi bisnis yang lengkap dan pre-configured yang
memungkinkan pengelolaan seluruh fungsi bisnis inti secara efisien, seperti interaksi
pelanggan, pengelolaan finansial, sumber daya manusia dan pengelolaan rantai
pasokan.

Tersedia berbagai modul canggih untuk beragam kebutuhan bisnis. Antara lain :

a. Modul Financial,

b. Order Management,

c. Purchasing, Inventory dan Manufacturing.

SAP (System Application and Product in data processing ) adalah suatu software yang
dikembangkan untuk mendukung suatu organisasi dalam menjalankan kegiatan
operasionalnya secara lebih efisien dan efektif. SAP merupakan software Enterprise
Resources Planning (ERP), yaitu suatu tools IT dan manajemen untuk membantu
perusahaan merencanakan dan melakukan berbagai aktivitas sehari-hari.

SAP terdiri dari sejumlah modul aplikasi yang mempunyai kemampuan mendukung
semua transaksi yang perlu dilakukan suatu perusahaan dan tiap aplikasi bekerja secara

ISYS6305 – Enterprise System


berkaitan satu dengan yang lainnya. Semua modul aplikasi di SAP dapat bekerja secara
terintegrasi/terhubung yang satu dengan lainnya.

SAP terdiri dari modul-modul aplikasi sebagai berikut :

a. SD-Sales & Distribution

b. MM-Materials Management

c. PP-Production Planning

d. QM-Quality Management

e. PM-Plant Maintenance

f. HR-Human Resources Management

g. FI-Financial Accounting

h. CO-Controlling

i. AM-Asset Management

j. PS-Project System

4. Life Cycle ERP adalah sebagai berikut :

ü Preparation

Merupakan langkah awal dalam tahapan penerapan ERP yang akan menentukan
keberhasilan dalam penerapan ERP tersebut. Untuk itu, perlu mendapat
perhatian serius dan dukungan khususnya dari manajemen puncak.

Pembentukan Tim Evaluasi

Project Leader tidak harus orang Informasi Teknologi, tapi seorang yang telah
cukup berpengalaman dan mengetahui secara rinci proyek bisnis (business
project) perusahaan.

Aktivitas utama awal proyek adalah menyusun kerja :

a. Ruang lingkup proyek

b. Wewenang tim evaluasi

c. Rencana proyek dimulai

d. Identifikasi kebutuhan pengguna, kebutuhan atas kinerja sistem yang


dikehendaki

ISYS6305 – Enterprise System


e. Membuat konsep desain sistem baru

f. Menganalisis keuntungan dan kerugian

g. Mengevaluasi faktor biaya, Sumber Daya (resource) yang terlibat

H. Menyusun laporan hasil evaluasi (business case) untuk menyakinkan


manajemen puncak terhadap kebutuhan sistem baru.

ü Awal Studi

Dalam tahap awal studi, Project Leader melakukan pendekatan terhadap


pengguna yang akan menjalankan aplikasi sistem informasi, yaitu dengan
memberikan informasi rencana membangun sistem informasi dan meminta
masukan atas sistem baru agar dapat mengakomodasi kebutuhan. Atas masukan
dan permintaan pengguna tersebut, manajemen perusahaan perlu melakukan
evaluasi atas permintaan pengguna tersebut, dengan mempertimbangkan :

a. Menentukan tercapainya permintaan pengguna

b. Mengidentifikasikan kemungkinan terjadinya pelanggaran batas biaya. Jika


terjadi pelanggaran biaya, maka perusahaan harus memutuskan dilakukan
perbaikan sistem informasi secara bertahap per departemen dan mampu
mengantisipasi dampak yang terjadi.

c. Berdasarkan permintaan kebutuhan pengguna, maka perusahaan perlu


berkoordinasi dengan manager terkait untuk mengevaluasi kelayakan kebutuhan
terhadap kinerja pengguna

d. Tanggapan positif / negatif yang disampaikan pengguna, perusahaan harus


memperhatikan dan mempertimbangkan dampak perubahaan yang terjadi pada
pengguna, seperti kesulitan pengguna mengubah dan beradaptasi dengan pola
kerja sistem baru

e. Menentukan departemen yang terlibat dengan perubahaan sistem informasi

f. Menentukan apakah permintaan merupakan bagian dari paket sistem aplikasi


dan memastikan tercapainya sasaran dengan penerapan tersebut

5. Enterprise Architecture adalah proses menerjemahkan visi dan strategi suatu


bisnis ke perubahan yang lebih efektif dengan cara membuat,
mengomunikasikan, dan meningkatkan kebutuhan kunci, prinsip dan model yang
mendeskripsikan keadaan perusahaan pada masa depan dan memastikan

ISYS6305 – Enterprise System


perusahaan untuk berevolusi menjadi lebih baik.Keuntungan dan Fungsi
Enterprise Architecture

Keuntungan Enterprise Architecture :

n Dapat menangkap fakta tentang misi, fungsi, dan landasan bisnis dalam
bentuk yang dipahami untuk mendukung perencanaan dan pengambilan
keputusan yang baik.

n Dapat memperbaiki komunikasi di antara organisasi TI dan bisnis dalam


perusahaan menggunakan kosa kata standar.

n Fokus pada penggunaan strategi dari teknologi untuk pengelolaan informasi


perusahaan yang baik dan meningkatkan konsistensi, akurasi, tepat waktu,
integritas, kualitas, ketersedian, akses, dan berbagi informasi pengelolaan TI
di perusahaan.

n Mencapai skala ekonomi dengan menyediakan mekanisme berbagi layanan


di seluruh bagian perusahaan.

n Mempercepat integrasi sistem yang eksis, migrasi, dan yang baru.

n Memastikan pemenuhan hukum dan regulasi.

Keterbatasan Enterprise Architecture :

a. Kurangnya sumber daya manusia yang memahami proses tersebut

b. Keterbatasan insfratuktur teknologi

ISYS6305 – Enterprise System