Anda di halaman 1dari 2

PERANGKAT-PERANGKAT DASAR DALAM KEUANGAN

Terkadang dalam hidup kita harus menghadapi sistem keuangan perekonomian. Kita
perlu menyimpan uang dalam tabungan di bank atau perlu mengambil cicilan rumah. Maka,
sistem keuangan memperhatikan keputusan-keputusan yang kita buat sekarang yang akan
mempengaruhi hidup kita di masa depan. Keuangan (finance) adalah bidang ilmu yang
mempelajari bagaimana orang membuat keputusan mengenai alokasi sumber daya dan
menangani risiko. Perangkat-perangkat keuangan akan dapat membantu kita membuat
berbagai keputusan dalam hidup.
A. NILAI MASA KINI : MENGUKUR NILAI WAKTU DARI UANG
Nilai masa kini (present value) adalah jumlah uang saat ini yang akan diperlukan
untuk menghasilkan sejumlah uang tertentu di masa depan dengan suku bunga yang berlaku
sekarang. Sedangkan, nilai masa depan (future value) adalah jumlah uang di masa depan
yang akan dihasilkan dari uang pada masa sekarang dengan tingkat bunga yang berlaku
sekarang.
Pertanyaan : Jika anda menyimpan uang sebesar $100 di bank saat ini, berapa
banyak jumlah uang anda pada tahun ke- N? Yaitu, apa yang akan menjadi nilai masa
depan dari $100?
Jawaban : mari kita gunakan r untuk menunjukkan tingkat suku bunga yang
dituliskan dalam bentuk desimal (maka tingkat suku bunga 5% berarti r = 0,05). Misalkan
bunga tersebut dibayarkan tahunan dan bahwa tingkat suku bunga tetap di rekening bank
anda untuk memperoleh bunga lebih banyak (proses ini disebut dengan pemajemukan).
Pemajemukan (compounding) adalah akumulasi jumlah uang, misalnya, dalam rekening
bank, dimana bunga yang diperoleh tetap dalam rekening tersebut untuk menghasilkan
bunga tambahan pada masa depan. Dengan demikian, uang sebesar $100 tersebut akan
menjadi :
(1 + r) x $100 setelah satu tahun,
(1 + r) x (1 + r) x $100 setelah dua tahun,
(1 + r) x (1 + r) x (1 + r) x $100 setelah tiga tahun,
(1 + r)ᴺ x $100 setelah N tahun,
Jadi, jika kita berinvestasi pada tingkat bunga sebesar 5% untuk 10 tahun maka nilai
$100 pada masa depan adalah (1,05) x $100, sama dengan $163.
Pertanyaan : Misalkan anda dibayar $200 dengan tingkat bunga 5%. Maka tentukan
nilai masa kini setelah 10 tahun!
Jawaban : Kita menjawab dengan kebalikan dari rumus nilai masa depan. Kita
menggunakan rumus $ / (1 + r)N. Uang sebesar $200 pada masa kini bernilai $200 / (1,
05)10 adalah $123.
Tingkat suku bunga sangat mempengaruhi keputusan kita dalam menentukan
pilihan keuangan. Hal ini terjadi karena semakin tinggi suku bunga, maka semakin banyak
yang bisa didapatkan dari menyimpan di bank. Konsep ini juga digunakan perusahaan saat
mengambil keputusan ketika mengevaluasi proyek. Maka konsep ini menjelaskan mengapa
investasi─dan jumlah permintaan dan peminjaman─menurun ketika suku bunga naik.

B. MENGELOLA RESIKO
Tanggapan yang rasional dari resiko bukanlah menghindarinya, namun
memperhitungkannya sebelum mengambil keputusan. Dalam mengelola resiko, kita
dihadapkan pada dua pilihan, yaitu :
1. Menghindari Resiko
Mengindari resiko (risk averse) menunjukkan rasa tidak suka pada
ketidakpastian. Para ekonom telah mengembangkan model-model penghindaran resiko
meggunakan konsep utilitas, yang merupakan ukuran kepuasan seseorang secara
subjektif. Setiap tingkat memberikan tingkat utilitas tertentu. Fungsi ini menunjukkan
sifat utilitas marginal yang semakin berkurang. Penghindaran resiko memberikan titik
awal untuk menjelaskan berbagai hal yang diamati dalam perekonomian, contohnya :
 Pasar Asuransi → Asuransi berasal dari kata insurance yang
artinya pertanggungan. Jadi asuransi merupakan suatu perjanjian antara
tertanggung dengan penanggung (perusahaan asuransi). Masalah yang
menghalangi pasar asuransi adalah pemilihan yang tidak menguntungkan dan
bahaya moral, yaitu saat orang yang sudah membeli asuransi menjadi kurang
berhati-hati dalam berperilaku.
 Diversifikasi Resiko Idiosinkratik → atau diversification adalah pengurangan
resiko yang dilakukan dengan menukarkan resiko tunggal dengan jumlah resiko
yang jauh lebih kecil dan tidak berhubungan. Diversifikasi dapat
menghilangkan resiko idiosinkratik─resiko yang hanya mempengaruhi satu
pelaku ekonomi. Namun diversifikasi tidak mampu menghilangkan resiko
agregat─resiko yang mempengaruhi semua pelaku ekonomi pada saat yang
bersamaan.
 Tradeoff Resiko Keuntungan → situasi dimana seseorang harus membuat
keputusan terhadap dua hal atau lebih, mengorbankan atau kehilangan suatu
aspek dengan alasan tertentu untuk memperoleh aspekyang lain dengan kualitas
yang berbeda.
2. Mengelola Resiko

C. PENILAIAN ASET
Ada tiga cara untuk menilai aset atau saham yang akan kita beli, yaitu :
1. Analisis Fundamental → analisis yang mempelajari pernyataan-pernyataan
akuntansi suatu perusahaan dan prospeknya di masa mendatang dalam
rangka menentukan nilai perusahaan itu. Nilai sebuah saham bagi pemegang
saham adalah apa yang didapatkannya dari kepemilikannya, mencakup nilai
sekarang dari aliran pembayaran dividen dan harga jual akhir.
2. Hipotesis Pasar yang Efisien → teori bahwa harga-harga asal
mencerminkan semua informasi yang tersedia bagi publik mengenai nilai
suatu aset. Untuk memahami teori ini terdapat beberapa cara :
 Mengerti bahwa setiap perusahaan terdaftar dalam bursa saham
besar diikuti secara cermat oleh para pengelola keuangan.
 Keseimbangan penawaran dan permintaan mengatur harga pasar.
Menurut teori ini, pasar saham adalah efisien dalam informasi, maksudnya
adalah bahwa pasar saham mencerminkan semua informasi yang tersedia
secara rasional. Satu implikasi dari hipotesis pasar yang efisien ini adalah
bahwa harga saham seharusnya mengkikuti jejak acak. Artinya, perubahan
harga saham tidak dapat diprediksi. Menurut teori ini, yang dapat
menggerakkan harga saham adalah berita yang mengubah persepsi pasar
mengenai nilai perusahaan.
3. Irasionalitas Pasar → ketidakselarasan yang terjadi pada pasar. Ketika
mengevaluasi saham, kita tidak hanya harus memperkirakan nilai dari bisnis
tersebut, tetapi juga apa yang orang lain pikirkan mengenai nilai bisnis itu
di masa depan.