Anda di halaman 1dari 11

LEMBAR KERJA

PRATIKUM KONSEP DASAR IPA DI SD

Nama : Sopariah
NIM : 826261194
UPBJJ : Bandung

A. KEGIATAN PRATIKUM 1
1. Judul percobaan : Pengelompokan bahan makanan
a. Hasil Pengamatan
Pengelompokan Bahan makanan berdasarkan zat gizi
No Jenis Bahan Makanan Karbohidrat Protein Lemak Vitamin
1 Singkong 
2 Nasi 
3 Telur 
4 Kacang polong  
5 Daging ayam 
6 Kelapa 
7 Apel 
8 Tomat 
9 Bayam 
10 Jagung 

b. Pembahasan
Setiap jenis bahan makanan mengandung kandungan gizi ytang
berbeda-beda, ada karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin yang
merupakan sumber tenaga atau energi, pembangunan, juga sumber zat
peratur semua itu harus terpenuhi dalam menu makanan keseharian
kita.
c. Kesimpulan
Dengan mengetahui kandungan dari jenis-jenis bahan makanan, kita
dapat mengatur menu jenis bahan makanan apa saja yang harus
disajikan sehingga kandungan gizinya seimbang.
d. Jawaban pertanyaan
1) Zat makanan yang dibutuhkan balita :
Protein, mineral, vitamin dan air
2) Zat yang dibutuhkan orang bekerja
Karbohidrat, protein, lemak
3) Zat makanan yang dibutuhkan oleh usia lanjut
Mineral (kalsium, posfor), karbohidrat, dan vitamin

B. KEGIATAN PRATIKUM 2
Judul percobaan : Uji karbohidrat
a. Hasil pengamatan
Uji Kabohidrat
Warna
Bahan
No Sebelum diberi Sesudah diberi Keterangan
Makanan
Yodium Yodium
1 Pisang Putih Keunguan Karbohidrat
2 Apel Putih Coklat Bukan karbohidrat
3 Nasi Putih Keunguan Karbohidrat
4 Telur rebus Putih Putih Bukan karbohidrat
5 Tahu putih Putih Biru Bukan karbohidrat
6 Margarin Kuning Kuning Bukan karbohidrat
7 Biskuit Coklat Biru ungu Karbohidrat
8 Tepung terigu Putih Biru ungu Karbohidrat
9 Gula pasir Putih Coklat Bukan karbohidrat
10 Kentang Kekuningan Hitam Karbohidrat
b. Pembahasan
Pisang, nasi, biskuit, tepung, terigu, kentang, mengandung amilum
walaupun kadarnyanya berbeda-beda. Sedangkan apel, telur, tahu, putih,
margarine, gula, pasir tidak terditeksi amilumnya.
c. Kesimpulan
Benda yang mengandung amilum akan berubah warna, setelah ditetesi
lugol (iodium) tetapi perubahan tidak sama karena kandungan amilum
pada benda tersebut berbeda.
d. Jawaban pertanyaan
1. Semua tidak menunjukan warna ungu, khususnya pada gula pasir
karena gula kandungan karbohidrat lebih kecil dari apda kandungan
zat-zat lainnya.
2. Karena bahan makanan yang ditetesi yodium tersebut tidka semua
dominan mengandung kabohidrat.
3. Nasi, tepung, pisang, kentang, biskuit/mengandung karbohidrat
4. Kita dapat mengetahui bahan-bahan yang mengandung amilum dan
yang tidak, dan kita tahu bahan yang mengandung amilum itu tidak
semua sama kandungan amilumnya dari bahan yang satu dengan yang
lainnya.
C. KEGATAN PRAKTIKUM 3
1. Judul percobaan : struktur sistem pencernaan
a. Hasil pengamatan

b. Pembahasan
Alat pencernaan manusia terdiri dari mulut, eossofogus,
lambung, usus halus, usus besar, rectum, anus dan organ-organ
lainnya, yang berperan dalam proses pencernaan seperti hati dan
pranceas dimana dimulai dari mulut dan berakhir pada anus. Proses
pencernaan makanan ini dimaksudkan untuk membantu tubuh agar
memperoleh sari makanan untuk melakukan aktivitasnya dengan
bantuan alat pencernaan tersebut.
c. Kesimpulan
Bahwa alat pencernaan manusia terdiri dari mulut, lidah, faring,
esophogus, lambung, usus halus di dalam usus halus di dalam usus
halus makanan di cerna kemudian sari makanan di serap oleh tubuh,
racun diserap oleh empedu, sisa makanan yang tidak diperlukan
dialirkan pada usus besar kemudian rectum dan dibuang melalui anus.
d. Jadwal pertanyaan
1. Kelenjar air liur, lambung, prankreas, usus halus
2. Kelenjar air liur menghasilkan enzim ptialin/amilase
- Lambung menghasilkan enzim pepsin renin
- Prankreas menghasilkan enzim tripsin, lipase, prankreas.
Amilase prankreas dan karbohidrat pankreas.
- Usus halus menghasilkan enzim maltase, laktase, enlorokinase
dan lipase, peptidase dan
2. Enzim amil;ase pada mulut mengubah pati menjadi maltosa
Enzim pepsin pada lambung mengubah protein menjadi pefton
Enzim renin pada lambung mengubah kaselnogen menjadi kasein
Enzim tripsin pada pronkeas mengubah protein menjadi gliseal
Enzim amilose pada pronkeas mengubah amilum menjadi disakarida
Enzim maltose pada usus halus mengubah multosa menjadi glukosa
Enzim laktase pada usus halus mengubah laktosa menjadi glukosa
Enzim pepclase pada usus halus mengubah polipeptida menjadi asam
amino
Enzim sukrose pada usus halus mengubah sukrosa menjadi fulkrosa
LEMBAR KERJA
PRAKTIKUM IPA DASAR DI SD
MEKANIKA

KEGIATAN PRATIKUM 1
A. Gaya Magnet
Tabel 4.1 Pengamatan Gaya Magnet
No Magnet Bahan Tertarik/tak tertarik
1 Magnet Jarum jahit Tertarik
2 Magnet Aluminium Tertarik
3 Magnet Seng Tertarik
4 Magnet Benang jahit Tidak Tertarik
5 Magnet Plastik Tidak Tertarik
6 Magnet Kertas Tidak Tertarik

Jawab pertanyaan
2. Pada kegiatan B mengapa benda-benda logam yang kecil dapat ditarik oleh
magnet batang?
Jawab
Karena benda-benda kecil tersebut mengandung sifat magnetis, sehingga
jika didekatkan dengan magnet batang, maka akan tertarik mendekati
magnet tersebut.
KEGIATAN PRATIKUM 2
A. Gerak Lurus Beraturan (GLB)
a. Hasil Pengamatan
Tabel 4.5 Pengamatan GLB
No Jarak BC (m) Waktu t (sek)
1 0,22 0,70
2 0,20 0,60
3 0,18 0,50
4 0,16 0,40
5 0,14 0,30

b. Pembahasan
Dengan beban yang sama beratnya, makin dekat jaraknya makin cepat
pula waktu yang diperlukan

c. Pembahasan
1. Grapik hubungan antar jarak (s) sebagai fungsi waktu (t) berdasarkan
data percobaan GLB (Sumber vertikal dan sumber horizontal)

0,22

0,20

0,18

0,16

0,14

0,30 0,40 0,50 0,6 0,70


𝑠
2. V = 𝑡

Percobaan I Percobaan II
𝑠 𝑠
V=𝑡 V=𝑡
0,14 0,16
V = 0,30 V = 0,40

V = 0,47 m/s V = 0,4 m/s

3. Kesimpulan
Gerak lurus beraturan (GLB) adalah gerak suatu benda yang lintasan
nya berupa garis lurus dfengan kecepatan tetap atau konstan dengan
beban yang sama beratnya. Makin dekat jaraknya makin cepat pula
waktu yang diperlukan.

KEGIATAN PRATIKUM 3
B. Tugas
No Jarak OR Jarak DE
1 3 27
2 6 24
3 10 20

Jawaban pertanyaan
a. Jika masa di A lebih besar maka panjang OR di bandingkan DE akan lebih
pendek OR karena beban yang digantung berat.
b. Perdasarkan percobaan maka beban X
Beban X dengan beban = 10 x 200 = 2.000 gr
10 x 100 = 1.000 gr
10 x 50 = 500 gr
c. Contoh pesawat sederhana yang menggunakan asas tuas adalah :
Golongan 1 : jungkit-jungkit, gunting, palu, linggis, pen cabut paku
Golongan 2 : alat pemecah buah/biji, saat kita mendorong gerobak pasir
Golongan 3 : saat kita menggunakan sekop
LEMBAR KERJA
PRATIKUM IPA DASAR DI SD

KEGIATAN PRATIKUM 1
4. Percobaan titik lebur ES
1. Suhu ES sebelum dipanaskan
Suhu ES sebelum dipanaskan adalah 0oC
2. Kenaikan suhu es
Tabel 5.1 kenaikan suhu
Kenaikan Suhu pada
No 2 menit ke Keterangan
suhu termometer
1 1 3,0 3,00C
2 2 4,8 1,80C
3 3 5,0 0,20C
4 4 5,5 0,5 0C
5 5 100 1000C

3. Pembahasan
Kami mengisi bejana kaca dengan bongkahan ES yang telah
dihancurkan kemudian bejana tersebut dipanaskan dengan nyala api dari
bunsen setelah itu diamati setiap perubahan suhu pada bongkahan ES dalam
bejana kaca tersebut tiap 2 menit sekali, dan hasil pengamatan tertuang pada
tabel 5.1
4. Kesimpulan
a. Titik lebur ES pada suhu 00C
b. Titik didih air maksimum 1000C namun kadang sebelum 1000C sudah
mendidih. Hal ini karena pengaruh suhu udara lingkungan bila semakin
tinggi/panas cahayanya maka akan lebih cepat mendidih
c. Jawaban pertanyaan
1) Memang benar perubahan wujud es menjadi cair disebabkan karena
pemanasan. hal ini terjadi es menyerap panas maka suhunya naik
sehingga terjadi proses peleburan dari padat ke cair.
2) Pada saat termometer menunjukan skala 00C, pemanasan masih terus
berlangsung, pada saat inilah terjadi proses peleburan dengan energi
laten (tersebunyi)
3) Bongkahan Es dan air suhunya tetapi 00C walau terjadi pemanasan
terus menerus. Hal ini terjadi karena masih ada bongkahan es yang
belum mencair
4) Suhu air dapat berubah mencapai suhu 1000C terjadi pada 2 menit ke
11 atau 8 menit setelah pemanasan

KEGIATAN PRATIKUM 2
Percobaan konveksi
a. Hasil pengamatan dan pembahasan
1. Saat lilin belum dinyalakan yang terjadi adalah asap masuk ke kotak
konveksi tetapi tidak mengalir ke cerobong 2, bahkan mengalir balik ke
luar lewat cerobong I.
2. Saat lilin dinyalakan maka asap keluar mengalir melalui cerobong 2 hal ini
terjadi karena nyala lilin menyebabkan suhu di dalam konveksi panas
sehingga tekanan udara meningkat yang mendorong asap mengalir melalui
cerobong 2.
b. Kesimpulan
Konveksi adalah perpindahan panas tanpa melalui zat perantara namun hanya
karena perbedaaan masa jenis antara zat yang panas dan zat yang dingin yang
diikuti perpindahan molekul/pertikal zat tersebut.
c. Jawaban pertanyaan
1. Pada cerobong pabrik dan tungku, terjadi peristiwa konveksi karena proses
pembakaran yang terjadi di dalam ruangan menyebabkan udara pertekanan
tinggi sehingga mendorong asap keluar melalui cerobong. Hal ini
prosesnya sama seperti percobaan yang telah dilakukan yakni ketika asap
dimasukan melalui cerobong I, kemudian suhu dalam kotak konveksi
menjadi panas karena nyala lilin sehingga udaranya bertekanan tinggi
maka akan mendorong/mengalirkan asap keluar melalui cerobong.
2. Fungsi lilin dalam kotak konveksi adalah sebagai sumber kalor/panas yang
berguna untuk meningkatkan suhu udara sehingga udara menjadi
bertekanan tinggi yang mampu mendorong keluar udara yang bertekanan
rendah.

KEGIATAN PRATIKUM 3
A. Percobaan Perubahan Panjang
Tabel 5.4
Pengamatan pertumbahan panjang
Pertambahan
No Jenis Logam Keterangan
Panjang
1 Tenaga 0,2 cm Betan 100 gram
2 Nikelin 0,4 cm Beban 100 gram
3 Kawat 0,1 cm Beban 100 gram

Kesimpulan
Berdasarkan data percobaan dapat disimpulkan bahwa makin elastis jenis
logam, makin panjang pertambahannya (permuaiannya) adalah nikelin.
Jawab pertanyaan
1. Dari logam-logam tersebut yang mengalami pertambahan panjang paling
besar adalah nikelin, karena nikelin tersbuat dari bahan yang paling elastis
diantaranya tembaga dan kawat
2. Kawat nikelin mengalami pertambahan panjang lebih besar di banding
tembaha karena bahan nikelin lebih elastis dari pada tembaga sehingga
lebih cepat memuai