Anda di halaman 1dari 8

APOTEK TIDAR FARMA

A. SEJARAH APOTEK.

Apotek Tidar pertama kali berdiri tahun 1999. Nama Tidar di ambil dari mertua pemilik
Apotek Tidar yang menempuh pendidikan tentara di daerah gunung tidar sekitar tahun 1963.

Awalnya Apotek tidar belum mempunyai tempat sendiri, hanya di tempat kontrakan yang
kecil. Karena terbilang baru maka pembelinya hanya sedikit. Biasanya orang-orang sekitar
membeli obat di toko-toko obat yang ada. Setelah kurang lebih 5 tahun pemilik apotek ini
membeli tanah dan mencoba membuat tempat apotek sendiri, yaitu di Jl. M. Iswahyudi No.
18,sepinggan. hingga saat ini masyarakat sudah banyak yang mengenal Apotek Tidar Farma.
Apotek ini juga bekerja sama dengan dokter-dokter yang membuka praktek di sini, selain itu
apotek ini juga mempunyai laboratorium sendiri sebagai sarana penunjang kesehatan.

B. Pelayanan Apotek

1. Pelayanan obat ada dua jenis yaitu:


a. Pelayanan dengan resep dokter
Ialah resep yang masuk diterima , untuk mencegah terjadinya kekeliruan diperjalas nama
dan alamatnya, kemudian diberi harga, dilayani, diperiksa kembali dan diserahkan pada
pasien denagan memberi informasi tentang cara penggunaan dan khasiat obat tersebut.
Di Apotek Tidar Farma juga melayani resep-resep seperti :
1. Resep dokter umum
2. Resep dokter gigi
3. Resep JPK-PNS
4. Resep JPK-Olahraga
5. Resep INHEALTH
6. Resep Jamsostek

Jamsostek merupakan suatu perlindungan bagi tenaga kerja dalam bentuk santunan berupa
uang sebagai pengganti dari penghasilan yang hilang atau berkurang dan pelayanan sebagai
akibat peristiwa atau keadaan yang dialami oleh tenaga kerja berupa kecelakaan kerja, sakit,
hamil, bersalin, hari tua dan meninggal dunia.
Jamsostek dimaksudkan untuk menumbuhkan kemandirian dan menjaga harkat dan martabat
serta harga diri tenaga kerja dalam menghadapi risiko sosial ekonomi. Sedangkan tujuan
jamsostek adalah mengurangi ketidakpastian masa depan tenaga kerja yang akan menunjukan
ketenangan sehingga dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja.
JPK adalah salah satu program Jamsostek yang membantu tenaga kerja dan keluarganya
mengatasi masalah kesehatan. Mulai dari pencegahan, pelayanan di klinik kesehatan, rumah sakit,
kebutuhan alat bantu peningkatan fungsi organ tubuh, dan pengobatan, secara efektif dan efisien.
Setiap tenaga kerja yang telah mengikuti program JPK akan diberikan KPK (Kartu Pemeliharaan
Kesehatan) sebagai bukti diri untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Manfaat JPK bagi perusahaan yakni perusahaan dapat memiliki tenaga kerja yang sehat, dapat
konsentrasi dalam bekerja sehingga lebih produktif.

b. Pelayanan obat tanpa resep dokter


Pelayanan obat yang termasuk dalam golongan obat bebas dan obat bebas terbatas yang disertai
informasi cara penggunaanya.

C. Perencanaan Dan Pengadaan Obat


1. Perencanaan
Perencanaan merupakan dasar tindakan manejer untuk dapat menyelesaikan tugasnya
dengan baik. Dalam perencanaan pengadaan sedian farmasi seperti obat-obatan dan alat
kesehatan yang dilakukan adalah pengumpulan data obat-obatan yang akan di tulis dalam buku
defacta. Sebelum perencanaan di tetapkan, umumnya di dahulukan oleh prediksi atau ramalan
tentang peristiwa yang akan datang.
2. Pengadaan
Pengadaan biasanya di lakukan berdasarkan perencanaan yang telah di buat dan di sesuaikan
dengan anggaran keuangan yang ada. Pengadan barang meliputi: pemesanan, cara pemesanan,
mengatasi kekosongan dan pembayaran.
a. Pemesanan barang atau order dilakukan oleh asisten apoteker berdasarkan catatan yang ada
dalam buku habis berisi catatan barang-barang yang hampir habis atau yang sudah habis di
apotek.
b. Cara pemesanan barang dilakukan dengan menuliskan surat pesanan (SP). Selain narkotika dan
psikotropika meliputi tanggal, nomor pesanan, kode supplie, nama barang, satuan barang, dan
jumlah barang. SP akan diambil selesman dari masing-masing PBF, apabila selesman PBF tidak
datang order bisa dilakukan melalui telpon (untuk obat selainnarkotika dan psikotropika)
c. Mengatasi pemesanan obat akibat waktu antara pemesanan dan kedatangan barang yang lama.
d. Pembayaran dapat dilakukan dengan cara COD (Cast on delivery) atau kredit.
3. Penerimaan Obat
Penerimaan barang harus dilakukan dengan mengecek kesesuain barang yang datang dengan
faktur dan SP. Kesesuain meliputi : nama barang, jumlah barang, satuan, harga, diskon, dan
nama PBF serta mengecek masa kadaluarsanya. Faktur di periksa tanggal pesan dan tanggal
jatuh temponya, lalu di tanda tangani dan di cap oleh Apoteker pengelola Apotek (APA) atau
Asisten Apoteker (AA), yang mempunnyai SIK. Kemudian faktur yang sudah di tanda tangani
tersebut di masukkan kedalam format pembelian.

4. Pencatatan Keuangan Dan Perbekalan Farmasi


Keuangan meliputi adminitrasi untuk uang masuk, uang keluar , buku harian penjualan.
Catatan mengenai uang masuk meliputi laporan penjualan harian sedangkan uang yang keluar
tercatat dalam buku pengeluaran apotek.

5. Penataan dan Penyimpanan obat

Obat dan bahan obat harus di simpan dalam wadah yang cocok dan harus memenuhi
ketentuan pengemasan dan penandaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Penyimpanan obat di golongkan berdasarkan bentuk bahan baku seperti : bahan padat di
pisahkan dari bahan cair atau bahan yang setengah padat di pisahkan dari bahan cair. Hal ini
bertujuan untuk menghindarkan zat-zat yang bersifat higroskopis demikian pula halnya terhadap
barang-barang yang mudah terbakar dan obat-obat yang mudah rusak dan meleleh pada suhu
kamar. Penyimpanan dilakukan dengan cara/ berdasarkan nama penyakit, khasiat obat, dan nama
generik dan paten untuk memudahkan pengambilan obat saat diperlukan.

Penyimpanan barang di Apotek Tidar Farma secara umum digolongkan menjadi tiga yaitu :
a). Obat Bebas, Generik / Obat Paten, Obat non Narkotik dan Obat lain yang
tidak memerlukan kondisi penyimpanan tertentu, disusun secara Alphabeth juga dibedakan
berdasarkan bentuk sediaannya.
b). Obat-obat yang memerlukan kondisi penyimpanan pada suhu yang dingin
disimpan dalam lemari Es, Misalnya : Suppositoria, Injeksi tertentu, dan beberapa obat
lainnya
c). Obat Narkotika dan Psikotropika, disimpan dalam lemari khusus dan sesuai dengan
ketentuannya.
D. Perlengkapan Apotek

a. Alat pembuatan, pengolahan dan peracikan obat seperti Mortir dan stemper
b. Perlengkapan dan alat perbekalan farmasi seperti : botol, lemari atau rak penyimpanan obat, dan
lemari pendingin.
c. Wadah pengemas atau pembungkus antara lain: ektiket, wadah pengamas dan pembungkus
dengan jenis ukuran yang sesuai dengan kebutuhan.
d. Alat administrasi seperti: kartu stock obat, salinan resep, kwaitansi, blanko faktur dan nota
penjualan, buku pembelian, buku penjualan, buku pengeluaran dan pemasukan apotek.
e. Buku standar yang ada seperti: ISO, Buku daftar obat JPK

E. Instansi Kerja Sama


1. PT. Bina San Prima
2. PT. Penta Valent
3. PT. Indo Usaha Sejati
4. PT. Tri Sapta Jaya
5. PT. Fertomulia Pratama
6. PT. Cempaka Indah Murni
7. PT. Antarmitra Sembada
8. PT. Merapi Utama Pharma
9. PT. Kallista Prima, dll

BAB V

PEMBAHASAN

1. Apotek merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan dalam membantu mewujudkan
tercapainya derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat, selain itu juga sebagai tempat
pengabdian dan peraktek profesi apoteker dalam melakukan pekerjaan kefarmasian.
2. Fungsi apotek adalah menyediakan obat-obatan yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk
mencapai derajat kesehatanyang optimal dari fungsi yang pertama ini seorang farmasis harus
hadir dengan wajah yang sangat sosial penuh etika dan moral.
Selain itu fungsi dan tugas Apotek adalah :
a. Tempat pengabdian tenaga farmasi
b. Sarana farmasi yang melaksanakan peracikan,pengubahn bentuk,pencampuran dan penyerahan
obat dan bahan obat.
c. Sarana penyaluran perbekalan farmasi yang harus menyebarkan obat yang diperlukan
masyarakat secara meluas dan merata.
( Farmasetika dasar 2005 )

Beberapa Pembahasan mengenai pengertian Obat :


 Obat
Obat adalah bahan atau panduan yang dimaksudkan untuk mendapatkan diagnosa,
mencegah, menghilangkan, menyembuhkan penyakit, gejala penyakit, luka, kelainan badaniah
atau rohaniah pada manusia atau hewan untuk memperelok bahan atau bagian badan manusia.

 Obat Bebas
Obat yang dapat dibeli dengan bebas dan tidak membahayakan bagi si pemakai dalam
batas dosis yang dianjurkan dan diberi tanda lingkaran bulat berwarna hijau dengan garis tepi
hitam.

 Obat Bebas Terbatas


Obat keras yang dapat diserahkan tanpa resep dokter dalam bungkus aslinya dari
produsen / pabriknya dan diberi tanda bulat berwarna biru dengan garis tepi hitam serta diberi
peringatan (P no. 1 s/d P no.6)

 Obat Keras
Obat keras adalah semua obat yang meliputi :
a. Mempunyai takaran atu dosis maksimum (DM) / yang tercantum dalm daftar obat keras yang
ditetapkan pemerintah.
b. Diberi tanda khusus lingkaran bulat berwarna merah dengan garis tepi hitam dan huruf “ K “
yang menyentuh garis tepinya.
c. Semua obat baru kecuali dinyatakan oleh pemerintah (DEPKES RI) tidak membahayakan.
d. Semua sediaan parental/ injeksi/ infus intravena.

 Psikotropika Merupakan:
Obat yang mempengaruhi proses mental, merangsang, atau menenangkan, mengubah
pikiran, perasaan, atau kelakuan orang. Minsalnya golongnan ekstasi, diazepam, barbital atau
luminal.
 Narkotika
Obat yang diperlukan dalam bagian pengobatan dan IPTEK yang dapat menimbulkan
ketergantungan dan ketagihan (adiksi) yang ssangat merugikan masyarakat dan individu jika
digunakan tanpa pembatasan dan pengawasan dokter.
Misalnya : Candu/opium, morfin,petidin,metadon,kodein, dll
 Obat wajib apotek
Obat wajib apotek (OWA) adalah obat yang dapat diserahkan tanpa resep dokter oleh
apoteker di apotek
 Obat generik
Obat yang penamaannya didasarkan pada zat aktif yang terdapat pada obat tersebut dan
mempergunakan merek dagang.
 Obat Generik Berlogo
Obat esensial yang tercantum dalam daftar obat esensial (DOEN) yang mutunya terjamin
karena diproduksi sesuai dengan persyaratan cara pembuatan obat yang baik (CPOB) dan diuji
ulang oleh Pusat Pemeriksa Obat dan Makanan Departemen Kesehatan.
 Obat paten
Obat paten adalh obat yang menggunakan merek atau nama dagang tertentu
Misalnya : mycoral, mefinal, ketekonazole, captopril,cefadroxil dll.
 Jamu
Bahan atau ramuan bahan yang merupakan bahn tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral
sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun - temurun telah
digunakan untuk pengobatan secara pengalaman.
 Fito Farmaka
Adalah klim khasiat telah dibuktikan berdasarkan uji klinis dan telah di lakukan
standarisasi terhadap bahan baku yang yang digunakan dalam produk jadi.

BAB VI
PEN UTUP

A. KESIMPULAN

Dari hasil Praktek Kerja Lapangan ( PKL ) di Apotek Tidar Farma Balikpapan selama
kurang lebih satu bulan dapat kami simpulkan :

Farmasis adalah tenaga ahli yang mempunyai kewenangan dibidang kefarmasian melalui
keahlian yang diperolehnya selama pendidikan tinggi
kefarmasian. Sifat kewenangan yang berlandaskan ilmu pengetahuan ini memberinya
semacam otoritas dalam berbagai aspek obat atau proses kefarmasian yang tidak dimiliki oleh
tenaga kesehatan lainnya. Farmasi sebagai tenaga kesehatan yang dikelompokkan profesi, telah
diakui secara universal. Lingkup pekerjaannya meliputi semua aspek tentang obat, mulai
penyediaan bahan baku obat dalam arti luas, membuat sediaan jadinya sampai dengan pelayanan
kepada pemakai obat atau pasien.

Menurut Peraturan Menteri No.1332/Menkes/SK/X/2002, yang menyatakan bahwa


apotek adalah salah satu tempat tertentu, tempat dilakukannya pekerjaan kefarmasian dan
penyaluran sediaan farmasi dan perbekalan farmasi kepada masyarakat.
(Anonim, Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotek, 2002

Pengolahan apotek meliputi :


a. Pembuatan pengolahan peracikan,pengubahan bentuk,pencampuran,penyimpanan, dan
pengerahan obat serta bahan obat.
b. Pengadaan, penyimpanan, penyaluran, dan penyerahan perbekalan farmasi lainnya
c. Pelayanan informasi tentang mengenai perbekalan farmasi.

B. SARAN
Sebagai akhir dari penulisan ini maka kami in gin menyampaikan saran-saran yang di
harapkan berguna untuk apotek, sekolah dan siswa-siswi Smk Farmasi. Adapun saran yang dapat
kami berikan antara lain :
Saan untuk Apotek
1. Apotek Tidar Farma di harapkan dapat lebih meningkatkan pelayanannya agar dapat menjadi
Apotek yang lebih maju, lebih besar dan di kenal banyak pihak.
2. Semoga Kerja sama antara Apotek Tidar Farma dengan pihak SMK
Farmasi Samarinda dapat terus di pertahankan untuk tahun-tahun selanjutnya.

Saran untuk sekolah


1. Sebaiknya pembekalan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan PKL lebih di
perbanyak dan di perluas sehingga siswa dan siswi lebih mantap dalam melaksanakan PKL.

Saran untuk siswa-siswi yang melaksanakan PKL :


1.Sebaiknya siswa/ siswi yang hendak melaksanakan PKL kiranya bisa menguasai pelajaran
kefarmasian khususnya sinonim, mengetahui nama-nama obat baik generic maupun paten serta
pengetahuan mengenai cara pemakaian komputer.

2.Hendaknya siswa/siswi PKL dapat lebih disiplin, menjaga sikap dan mengikuti segala atruran
yang telah di tetapkan oleh instalasi yang menjadi tempat PKL.