Anda di halaman 1dari 14

Prarancangan Pabrik Acetonitrile

dari Propylene dan Ammonia

MENARA DISTILASI 1 (MD-01)

Tugas : Memisahkan Acetonitrile dari komponen pencampur lainnya


agar memenuhi spesifikasi produk yang diinginkan sebesar
98 – 99 % sebanyak 11381,97 kg/jam
Jenis : Sieve plate column

Distilat (D)
C3H6
NH3
CH3CN
Umpan (F) CH3CH2CN
C3H6 H2O
NH3
CH3CN
CH3CH2CN
H2O

Bottom (B)
CH3CN
CH3CH2CN
H2O

Kondenser yang digunakan adalah kondenser parsial. Uap masuk


kondenser diembunkan sebagian pada dew point untuk sebagai refluks
ke menara dan uap yang tak mengembunkan sebagai distilat untuk
selanjutnya sebagai recycle ke reaktor. Reboiler yang digunakan adalah
reboiler parsial, dimana cairan yang masuk ke reboiler tidak semuanya
diuapkan, tetapi sebagian uap dimasukkan kembali ke menara sebagai
refluks dan cairannya diambil sebagai limbah.
Asumsi-asumsi yang digunakan dalam perhitungan menara distilasi :
1. Pada setiap plate tercapai kesetimbangan
2. Fase uap dan cair dianggap ideal
3. Tidak terjadi pertukaran panas dari atau ke lingkungan
4. Penurunan tekanan tiap plate sama
5. Panas pengenceran dan panas pencampuran diabaikan
6. Aliran fase uap dan fase cair adalah equimolal

Menara Distilasi ____________________________________________________


Prarancangan Pabrik Acetonitrile
dari Propylene dan Ammonia

A. Umpan
Umpan masuk ke dalam menara pada keadaan dew point (uap
jenuh) dengan komposisi sebagai berikut :

Komponen BM kgmol/jam
C3H6 42 82,2671
216,932
NH3 17
4
CH3CN (lk) 41
98,8005
C2H5CN (hk) 55 0,2293
9,7483
H2O 18

Menentukan suhu masuk umpan menara dengan cara :


 Menentukan fraksi mol umpan (Yi)
 Menentukan tekanan masuk umpan (Pt diambil sama dengan
tekanan menara = 7 atm)
 Mencoba nilai suhu umpan masuk (T)
 Menentukan tekanan uap tiap – tiap komponen umpan pada
suhu tertentu yang dipilih(Poi)
 Menentukan konstanta kesetimbangan tiap komponen (Ki =
Poi/Pt)
 Menghitung nilai Xi = Yi/Ki tiap komponen
 Menghitung nilai  Xi
 Mencoba – coba nilai T sampai diperoleh nilai  Xi = 1
 Harga T yang didapat jika  Xi = 1 merupakan suhu umpan
masuk.

B. Hasil
Diinginkan CH3CN ke atas menara 99 % berat dari umpan dan 99,1
% berat air ( H2O ) ke bawah menara.
Menentukan suhu atas digunakan cara yang sama untuk mencari
suhu umpan karena distilat yang dihasilkan uap dan condenser
bekerja pada dew point. Sedangkan penentuan suhu bawah
dilakukaan dengan cara sebagai berikut :

Menara Distilasi ____________________________________________________


Prarancangan Pabrik Acetonitrile
dari Propylene dan Ammonia

 Menentukan fraksi mol bottom (Xi)


 Menentukan tekanan bottom (Pt diambil sama dengan
tekanan menara = 7 atm)
 Mencoba nilai suhu bottom (T)
 Menentukan tekanan uap tiap – tiap komponen bottom pada
suhu tertentu yang dipilih (Poi)
 Menentukan konstanta kesetimbangan tiap komponen (Ki =
Poi/Pt)
 Menghitung nilai Yi = Ki  Xi tiap komponen
 Menghitung nilai  Yi
 Mencoba – coba nilai T sampai diperoleh nilai  Yi = 1
 Harga T yang didapat jika  Yi = 1 merupakan suhu bottom

C. Penentuan dan pengecekan terhadap komponen kunci


Pada proses ini diambil CH 3CN sebagai light key component dan
H2O sebagai heavy key component. Pengambilan komponen kunci
perlu dicek terlebih dahulu dengan persamaan :

X .D    1.X .D     .X .D
jD  j  lkD  lk j hkD
…(1)
X
jF
.F

   1 .Z
lk
 .F

lkF
 
 1 .Z
lk
.F  hkF

K p0 j
j
   …(2)
j K hk p 0 hk

Batasan yang dipakai :


X .D X .D
jD jD
 0,01 atau  1,01 maka komponen tidak
X jF .F Z jF .F

terdistribusi
X jD .D
0,01   0,99 maka komponen j pasti terdistribusi
Z jF .F

 av  2  top .. bottom  …(3)

dengan :
XD = fraksi mol distilat
ZF = fraksi mol umpan
 = relatif volatility
D = jumlah distilat (kgmol/jam)

Menara Distilasi ____________________________________________________


Prarancangan Pabrik Acetonitrile
dari Propylene dan Ammonia

F = jumlah umpan (kgmol/jam)


j = komponen

D. Distribusi komponen non key


Dengan menggunakan Fenske equation oleh Hengstabeck dan
Geddes :
D 
log  i   A  C log  …(4)
B  i
 i 

kondisi batas adalah LK dan HK


Fi
D 
i  Bi  …(5)
  1
Di 
 
Fi
B 
i  Di  …(6)
  1
Bi 
 

E. Menentukan refluks minimum dan jumlah plate minimum


Besarnya refluks minimum dapat dihitung dengan persamaan
Fenske :
 .X
 i
 
iD
 R min 1 …(7)
i

sedangkan nilai  dapat ditentukan dengan persamaan :


 i .Z iF
  1
1 q …(8)
i

Apabila umpan menara distilasi pada keadaan uap jenuh maka q =


0
Jumlah plate minimum dapat dihitung dengan persamaan
Underwood :
 X   X hk  
log   lk   
 X X  
 hk  D  lk  B  …(9)
Nm 
log  av

dengan :
Rmin = refluks minimum

Menara Distilasi ____________________________________________________


Prarancangan Pabrik Acetonitrile
dari Propylene dan Ammonia

Nm = jumlah plate minimum


X = fraksi mol fase cair
Z = fraksi mol umpan
Q = rasio panas untuk menguapkan umpanterhadap panas
laten penguapan umpan
Refluk ratio optimum (R) didapat dengan mencari grafik hubungan
R dan N. Di mana dipakai hubungan persamaan :
R  R min
X ..(10)
R 1
 1  54,4  X    X  1 
Y  1  exp   ..(11)
 11  117,2  X   X
0,5


Nm  Y
N ..(12)
1 Y
Dari grafik dipilih titik yang memberikan nilai R dan N optimum.

F. Penentuan Letak Feed Plate


Dipakai Kirkbide equation :

D
ln F lk
  

Nr 
D  

F hk 

 
..(13)
Ns  B 
ln F lk


B  

F hk 

G. Penentuan Efisiensi Menara


Dihitung dengan persamaan empiris O`Connel :
Eo  51  32,5  log 
  average   average 
 ..(14)
 

N
Sehingga jumlah real plate = ..(15)
Eo

H. Perancangan Plate Menara

Menara Distilasi ____________________________________________________


Prarancangan Pabrik Acetonitrile
dari Propylene dan Ammonia

a. Menghitung kecepatan maksimum dan minimum uap dan cairan


untuk turn down ratio yang dibutuhkan ( D, B, V, dan L )
b. Mengumpulkan dan memperkirakan data – data sifat fisis
 Densitas cair dan uap dari komponen
 Tegangan permukaan cair dan uap dari komponen
c. Memilih plate spacing
d. Memperkirakan diameter menara didasarkan pertimbangan
flooding yang dipilih
0,5

v
 t t
  
u   0,171  l 2  0,27  l  0,047   L
 
v



..(16)
 v 

4  Vw
Dc  ..(17)
   v  uv

dengan :
uV = kecepatan uap maksimum yang diijinkan berdasarkan luas
melintang menara total, m/s
lt = plate spacing, m

Vw = kecepatan uap maksimum, m/s


atau dengan pendekatan :
L   v
uf  K1  ..(18)
v

dengan :
u f = kecepatan uap flooding, m/s

K1 = konstanta didapat dari grafik 11.27 Coulson, 1986


e. Menentukan pola aliran cairan ( lihat gambar 11.28, Coulson,
1986)
f. Menentukan lay out plate
 luas downcomer, biasanya diambil 5-19 % luas total menara
 luas aktif,
 luas lubang,
 ukuran lubang, dan
 tinggi weir, biasanya 40 – 90 mm
g. Mengecek kecepatan weeping
Kecepatan uap minimum perancangan :

Menara Distilasi ____________________________________________________


Prarancangan Pabrik Acetonitrile
dari Propylene dan Ammonia

u  K2  0,9025,4  dh
h
 v  0,5 ..(19)

dengan :
uh = kecepatan uap minimum melewati lubang, m/s
dh = diameter lubang, m
K2 = konstanta didapat dari grafik 11.30 Coulson, 1986
h. Mengecek pressure drop per plate
h h h  h h
t d r
 w ow
 ..(20)

u  
h d  51   h   v ..(21)
 Co   L

1,25  10 3
hr  ..(22)
L

 Lw 
h  750    ..(23)
ow
  L  l w 

dengan :
ht = pressure drop total
hd = dry plate drop, mm
hr = residual head, mm
hw = tinggi weir, mm
h ow = weir crest, mm cairan
Co = konstanta didapat dari grafik 11.34 Coulson, 1986
Lw = kecepatan aliran cairan, m/s
lw = panjang weir, m
i. Mengecek nilai downcomer back up (hb)
h h h
b t dc
 h h w ow
 ..(24)
 Lwd 
h dc  166    ..(25)
  L  A m 

Menara Distilasi ____________________________________________________


Prarancangan Pabrik Acetonitrile
dari Propylene dan Ammonia

A h 
t  d b L ..(26)
r Lwd

dengan :
h dc = head loss pada downcomer, mm
Lwd = kecepatan aliran cairan pada downcomer, kg/s
Am = Ad, luas downcomer atau Aap, luas clearance di bawah
downcomer, m2
Di mana A
ap
h
ap
l
w dan h ap  h w  ( 5  10 mm ) ..(27)
hap = tinggi antara tepi apron di atas plate, mm
tr = residence time
j. Menentukan lay out detil dari plate
 Calming zone
 Luas tak berlubang (unperforated area), dipakai
persamaan:
A d 
 0,9   h 
h
..(28)
A l 
p  p 

dengan lp = hole pitch, mm


k. Optimasi sehingga diperoleh diameter menara terkecil dengan
semua spesifikasi yang memenuhi syarat.

I. Mechanical Design
1. Spesifikasi Menara
Tinggi = (jumlah stage + 1) x plate spacing +disengangment +
tinggi cairan di bottom ..(29)
Diameter diperoleh dari perancangan plate
Dipakai bahan pembuatan menara Carbon steel

2. Penentuan Kondisi Menara Perancangan


Dipakai faktor keamanan sebagai berikut :
 Suhu perancangan = Suhu atas + 50 0F
..(30)

Menara Distilasi ____________________________________________________


Prarancangan Pabrik Acetonitrile
dari Propylene dan Ammonia

 Tekanan perancangan = 1,1 x tekanan operasi


..(31)

3. Penentuan Tebal Shell Menara (Ts, mm)


1000  Pd  D
Ts  4 ..(32)
2  f  Pd
dengan :
Ts = tebal shell, mm
Pd = tekanan perancangan, N/mm2
D = diameter menara, m
f = maximum allowance stress, N/mm2

4. Penentuan Jenis dan Tebal Head


Dipilih jenis elliptical dished head dengan ketebalan dihitung :
Pd  Di
Th  4 ..(33)
2  J  f  0,2  Pd

dengan
Di = diameter head, Di = D – Ts, m
J = efisiensi sambungan

5. Penentuan Tebal Isolasi


Asumsi :
a. Kedaan steady state
b. Suhu dinding luar isolator = 50 0C
c. Suhu udara luar = 30 0C

Menara Distilasi ____________________________________________________


Prarancangan Pabrik Acetonitrile
dari Propylene dan Ammonia

x1 x2 Keterangan :
r1 = jari-jari dalam shell
T2 T3
T1 r2 = jari-jari luar shell

q1 q2 q4 r3 = jari-jari isolator luar


T q3 T4
x1 = tebal plat dinding shell
r1 x2 = tebal isolator
r2
r3 T = suhu aliran massa menara
T1 = suhu dinding shell dalam
T2 = suhu dinding luar
T3 = suhu isolator luar
T4 = suhu udara luar

Bahan : asbestos, dengan sifat – sifat (Holman, 1988) :



ρ = 36 lb/ft3 = 577,0176678 kg/m3

k = 0,117 btu/j/ft2/0F

cp = 0,25 btu/lb/0F

Є = 0,96
Data lain yang didapat dari awal perancangan :
 Diameter shell menara, D
 Tebal plat dinding shell, x1
 Suhu dinding dalam shell, T1
 Suhu isolator dalam, T3
 Suhu isolator luar, T4
 Bahan dinding shell adalah Carbon Steel SA-203 grade C
dengan
k = 25 btu/ j/ft2/0F
Perpindahan panas dari reaktor ke sekeliling melalui dinding
reaktor dan isolator terjadi melalui beberapa langkah, yaitu :
 Perpindahan konveksi dari cairan pendingin dalam shell ke
dinding shell dalam (q1)
 Perpindahan konduksi dari dinding shell dalam ke dinding
shell luar (q2)
 Perpindahan konduksi dari dinding shell luar ke permukaan
luar isolator (q3)

Menara Distilasi ____________________________________________________


Prarancangan Pabrik Acetonitrile
dari Propylene dan Ammonia

 Perpindahan konveksi dan radiasi dari permukaan luar


isolator ke udara bebas (q4)
a) Menentukan kofisien perpindahan panas konveksi asbes – udara
T3  T 4
Tf =
2
pada suhu Tf sifat – sifat udara dapat dicari di Daftar A-5,

Holman, 1988, nilai G rL  Pr dapat dicari dengan persamaan :

g    (T3 - T4)  L3
G P   Pr ..(34)
rL r
2
dengan :
g = gaya gravitasi, m/s2
 = konstanta, K-1
 = viskositas kinematik, m2/s
Jika G rL  Pr > 109 maka aliran turbulen sehingga biasa dipakai
persamaan (Daftar 7-2, Holman, 1988):
hc = 1,31. (∆T)1/3 , W/m2/C ..(35)
b) Menentukan koefisien perpindahan panas radiasi asbestos-udara
Dengan menggunakan persamaan berikut (Kern, 1980) :
hr (T3 –T4) = Є σ (T34 - T44)
..(36)
dengan T3 dan T4 dalam 0R serta σ = 0,1714 x 10-8 btu/j/ft2/R
maka

hr = Є σ
 T3 4
 T4 4  ..(37)
 T3  T 4
Pada keadaan steady state q1 = q2 = q3 = q4 dengan q adalah
panas yang ditransfer tiap lapisan :

q 2  k`A1 
 T1  T2  k`  L   D  2  x1 
 T1  T2 ..(38)
x1 x1

q 3  k``A2 
 T 2  T3   k``  L   D  2  x1  2  x2 
 T2  T3 ..(39)
x2 x2
q 4   hr  hc  A3   T3  T4   hr  hc    L   D  2  x1  2  x2   T3  T4 ..

(40)
Dari 4 persamaan di atas didapat nilai x2 dan T2

Menara Distilasi ____________________________________________________


Prarancangan Pabrik Acetonitrile
dari Propylene dan Ammonia

J. Mengecek Stress
1. Dead weight pressure ( WV ), kN
Dipakai persamaan :
WV  240  C v  Dm   Hv  0,8  Dm   Ts /1000 ..(41)
dengan :
Cv = konstanta, Cv = 1,15 untuk menara distilasi
Hv = tinggi menara, m
Dm = diameter rata – rata menara, Dm = D + Ts , m

2. Berat plate ( BP ), kN
Dipakai persamaan :

BP  1,2  At  Jumlah plate ..(42)

dengan At = luas total plate, m2

3. Berat isolasi ( WIS ), kN


Dipakai persamaan :
WIS     iso  g  D  Hv  X iso /1000 ..(43)
dengan :
 iso = densitas isolasi, kg/m3
X iso = tebal isolasi, m

4. Berat total, ( TW ), kN
TW  WV  BP  2  WIS ..(44)

5. Wind loading
Dipakai persamaan :

w  x2
Mx  ..(45)
2
dengan :
Mx = bending moment, Nm
w = berat menara per unit panjang, kN/m
x = tinggi menara, m

Menara Distilasi ____________________________________________________


Prarancangan Pabrik Acetonitrile
dari Propylene dan Ammonia

6. Analisis Stress
1) Pressure stress

Longitudional stress (  l ), N/mm2
Pd  D
l  ..(46)
4  Th

Circumferential stress (  h ), N/mm2
  2 ..(47)
h l

2) Dead weight stress, (  w ), N/mm2


WV
w  ..(48)
  Th   D  Th

3) Bending stress, (  b ), N/mm2


Mx
b  ..(49)
LV   0,5  D  Th

dengan LV 

64
 
 OD4  D 4 dan OD = D + Th

4) Total Stress (  z ), N/mm2


 z  1,5   l   w   b ..(50)

Shell akan aman digunakan jika  z < f

K. Penentuan Diameter Nozzle Pemasukan dan Pengeluaran


Untuk menentukan diameter nozzle yang berhubungan dengan
aliran dari dan ke menara distilasi digunakan persamaan :
0,37
D i,opt  352,8 . G 0,52 . ρ f . μ 0,03 ..(51)

dengan :
D i,opt = diameter optimum, mm
G = kecepatan aliran massa fluida, kg/s
f = densitas fluida, kg/m3
μ = viskositas fluida, untuk gas μ0,03 = 0,71

Menara Distilasi ____________________________________________________


Prarancangan Pabrik Acetonitrile
dari Propylene dan Ammonia

Menara Distilasi ____________________________________________________