Anda di halaman 1dari 2

FENOMENA

Hipertensi Jadi Penyakit Paling Banyak Dialami Penduduk RI

Kementerian Kesehatan merilis daftar penyakit tidak menular paling banyak didiagnosa
sepanjang paruh pertama tahun 2018. Hipertensi atau penyakit darah tinggi memuncaki daftar
tersebut.

Dari data yang diberikan Kemenkes, Hipertensi menjadi peringkat pertama penyakit tidak
menular yang didiagnosa di fasilitas kesehatan, dengan jumlah kasus mencapai 185.857. Angka
ini nyaris 4 kali lipat lebih banyak daripada penyakit diabetes melitus tipe 2 yang ada di
peringkat kedua.

Berbicara soal hal ini, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr Anung
Sugihantono, MKEs, menyebut ada peningkatakan kepatuhan partisipasi laporan dari fasilitas-
fasilitas kesehatan yang ada di daerah.

"Untuk penyakit tidak menular ini, baru masuk datanya saja, analisisnya belum menunggu
Riskesdas 2018 yang dilakukan Balitbangkes (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan).
Sejauh ini, data untuk Riskesdas 2018 yang masuk baru 80 persen," ungkap Anung, ditemui di
kantor Ditjen P2P Kemenkes, Jl Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Jumat (6/7/2018).

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang saat ini masih menjadi masalah di
Indonesia. Data Riskesdas 2013 menunjukkan bahwa sekitar 25,8 persen penduduk Indonesia
mengidap hipertensi.

Di tahun 2016, Survei Indikator Kesehatan Nasional (Sirkesnas) menyebut adanya kenaikan
persentase penduduk yang mengidap hipertensi menjadi 32,4 persen.

Hipertensi menjadi berbahaya karena memiliki banyak komplikasi. Stroke, penyakit jantung,
hingga gagal ginjal merupakan penyakit-penyakit katastropik yang tak hanya memiliki angka
kematian tinggi, namun juga membebani ekonomi keluarga.

Berikut adalah daftar 10 Diagnosa Penyakit Tidak Menular Terbanyak Tahun 2018:

1. Hipertensi: 185.857

2. DM Tipe 2: 46.174

3. Obesitas: 13.820

4. Rheumatoid Artritis: 10.963


5. Asma Bronchiale: 9.600

6. Katarak: 4.099

7. Jantung Koroner: 3.910

8. Gagal Jantung: 3.493

9. Penyakit Paru Obstruktif Kronik: 3.296

10. DM Tipe 1: 3.268

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan prevalensi Penyakit Tidak Menular
mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan Riskesdas 2013, antara lain kanker, stroke,
penyakit ginjal kronis, diabetes melitus, dan hipertensi.

Prevalensi kanker naik dari 1,4% (Riskesdas 2013) menjadi 1,8%; prevalensi stroke naik dari 7%
menjadi 10,9%; dan penyakit ginjal kronik naik dari 2% menjadi 3,8%. Berdasarkan pemeriksaan
gula darah, diabetes melitus naik dari 6,9% menjadi 8,5%; dan hasil pengukuran tekanan darah,
hipertensi naik dari 25,8% menjadi 34,1%.

Kenaikan prevalensi penyakit tidak menular ini berhubungan dengan pola hidup, antara lain
merokok, konsumsi minuman beralkohol, aktivitas fisik, serta konsumsi buah dan sayur.

Menkes menambahkan, salah satu penyebab rendah nya kualitas kesehatan seseorang karena
kurang makan sayur dan buah. Padahal Indonesia memiliki berbagai macam buah dan sayur
yang bisa didapatkan dengan mudah.

Untuk itu, Kementerian Kesehatan terus berupaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,
di antaranya melalui Germas yang menekankan pada perbanyak makan buah dan sayur,
aktivitas fisik, dan cek kesehatan secara rutin.

“Cek kesehatan rutin bisa dilakukan dengan cara sederhana dan bisa dilakukan sendiri, seperti
cek hipertensi,” kata Menkes.