Anda di halaman 1dari 38
PAKET PEKERJAAN PEMBANGUNAN JEMBATAN GANTUNG SUKA SENENG , CS KELOMPOK KERJA (POKJA) PENGADAAN BARANG/JASA KONSTRUKSI
PAKET PEKERJAAN PEMBANGUNAN JEMBATAN GANTUNG SUKA SENENG , CS KELOMPOK KERJA (POKJA) PENGADAAN BARANG/JASA KONSTRUKSI
PAKET PEKERJAAN PEMBANGUNAN JEMBATAN GANTUNG SUKA SENENG , CS KELOMPOK KERJA (POKJA) PENGADAAN BARANG/JASA KONSTRUKSI

PAKET PEKERJAAN PEMBANGUNAN JEMBATAN GANTUNG SUKA SENENG, CS

PEKERJAAN PEMBANGUNAN JEMBATAN GANTUNG SUKA SENENG , CS KELOMPOK KERJA (POKJA) PENGADAAN BARANG/JASA KONSTRUKSI PADA

KELOMPOK KERJA (POKJA) PENGADAAN BARANG/JASA KONSTRUKSI PADA SATUAN KERJA PELAKSANAAN JALAN NASIONAL WILAYAH II PROVINSI BANTEN (ULP BANTEN)

PT. SOMBA HASBO

2018

PENDAHULUAN Jembatan adalah suatu struktur kontruksi yang memungkinkan route transportasi melalui sungai, danau, kali,

PENDAHULUAN

Jembatan adalah suatu struktur kontruksi yang memungkinkan route transportasi melalui sungai, danau, kali, jalan raya, jalan kereta api dan lain-lain.Jembatan adalah suatu - struktur konstruksi yang berfungsi untuk menghubungkan dua bagian jalan yang terputus oleh adanya rintangan-rintangan seperti lembah yang dalam, alur sungai, saluran irigasi, dan pembuang Jalan melintang yang tidak sebidang dan lain-lain, tujuan dari pemeliharaan jembatan adalah untuk meningkatkan kondisi jembatan dari kondisi yang sudah tidak layak untuk dilewati menjadi layak untuk dilewati kendaraan. Dalam melaksanakan pekejaan ini perlu dibuat suatu pedoman guna pelaksanaan pemeliharaan dan rehabilitasi jembatan yang baik dan penanganan perbaikan tersebut sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya secara efektif.

Kami selaku kontraktor pelaksana akan menyelesaikan kegiatan proyek tersebut sesuai dengan jadwal dan batas waktu yang telah di tentukan, maka dari itu diperlukan metode pelaksanaan pekerjaan yang baik agar proyek ini selesai tepat waktu dan mendapatkan hasil sesuai dengan yang diharapkan.

INFORMASI UMUM PEKERJAAN

Nama Paket Pekerjaan

Nomor Paket Sumber Dana Nama Penawar Lokasi Pekerjaan Jangka Waktu Pelaksanaan

: Pekerjaan Pembangunan Jembatan Gantung Suka Seneng, CS : 13 : APBN 2018 : PT. SOMBA HASBO : Provinsi Banten : 150 (Seratus Lima Puluh) Hari Kalender

URAIAN SINGKAT PEKERJAAN

Pekerjaan Galian

- Galian Struktur

- Timbunan Pilihan dari sumber galian

Pekerjaan Struktur

- Beton Mutu Sedang Fc' 20 Mpa, Beton Mutu rendah Fc' 15 Mpa dan Fc' 10 Mpa

- Baja Tulangan U 39 Ulir

- Pemasangan Jembatan Rangka Baja

- Pengangkutan Bahan Jembatan

- Tiang Bor Beton Dia : 600 mm

- Dinding Sumuran Silinder Terpasang Dia.200 Cm

- Pasangan.Batu

- Bronjong dengan kawat yang dilapisi galvanis

LINGKUP PEKERJAAN 1. IDENTIFIKASI LAPANGAN Paket Pembangunan Jembatan Gantung Suka Seneng , CS ini merupakan

LINGKUP PEKERJAAN

1. IDENTIFIKASI LAPANGAN

Paket Pembangunan Jembatan Gantung Suka Seneng, CS ini merupakan paket

pekerjaan gabungan Tujuh jembatan

Provinsi Banten, Tujuh jembatan tersebut adalah :

1. Jembatan Pematang Luhur

2. Jembatan Jatiwangi

3. Jembatan Pamerihan

4. Jembatan Handoyan

5. Jembatan SukaSeneng

6. Jembatan Sukarenda

7. Jembatan Bama Hilir

yang berada pada ruas Jalan Nasional di

Tujuh jembatan ini memiliki jenis konstruksi yang berbeda satu sama lain, pada masing jembatan akan diperiksa kembali pada saat Field Engineering.

2. GAMBAR TIPIKAL JEMBATAN

A. Jembatan Pematang Luhur

2. GAMBAR TIPIKAL JEMBATAN A. Jembatan Pematang Luhur PT. SOMBA HASBO – 2018 Paket Pembangunan Jembatan
B. Jembatan Jatiwangi C . Jembatan Pamerihan PT. SOMBA HASBO – 2018 Paket Pembangunan Jembatan

B. Jembatan Jatiwangi

B. Jembatan Jatiwangi C . Jembatan Pamerihan PT. SOMBA HASBO – 2018 Paket Pembangunan Jembatan Gantung

C. Jembatan Pamerihan

B. Jembatan Jatiwangi C . Jembatan Pamerihan PT. SOMBA HASBO – 2018 Paket Pembangunan Jembatan Gantung
D . Jembatan Handoyan E . Jembatan SukaSeneng PT. SOMBA HASBO – 2018 Paket Pembangunan

D. Jembatan Handoyan

D . Jembatan Handoyan E . Jembatan SukaSeneng PT. SOMBA HASBO – 2018 Paket Pembangunan Jembatan

E. Jembatan SukaSeneng

D . Jembatan Handoyan E . Jembatan SukaSeneng PT. SOMBA HASBO – 2018 Paket Pembangunan Jembatan
F. Jembatan Sukarenda G. Jembatan Bama Hilir PT. SOMBA HASBO – 2018 Paket Pembangunan Jembatan

F. Jembatan Sukarenda

F. Jembatan Sukarenda G. Jembatan Bama Hilir PT. SOMBA HASBO – 2018 Paket Pembangunan Jembatan Gantung

G. Jembatan Bama Hilir

F. Jembatan Sukarenda G. Jembatan Bama Hilir PT. SOMBA HASBO – 2018 Paket Pembangunan Jembatan Gantung

BAGAN ALUR PELAKSANAAN PEMBANGUNAN JEMBATAN GANTUNG SUKA SENENG CS

PENGUKURAN LOKASI JEMBATAN

JEMBATAN GANTUNG SUKA SENENG CS PENGUKURAN LOKASI JEMBATAN PERSIAPAN LAPANGAN : Penyelidikan Tanah Setempat

PERSIAPAN LAPANGAN :

Penyelidikan Tanah Setempat Pengukuran Pelaksanaan Jembatan Pembuatan Lintasan Kabel untuk Mengangkut Bahan

Jembatan Pembuatan Lintasan Kabel untuk Mengangkut Bahan PEMBUATAN BLOCK ANGKER DAN BLOCK MENARA : End Block

PEMBUATAN BLOCK ANGKER DAN BLOCK MENARA :

End Block Angker Kabel Utama End Block Angker Kabel Angin Block Perletakan Menara / Gelagar Pengaku

Angker Kabel Angin Block Perletakan Menara / Gelagar Pengaku PEMBUATAN MENARA PEMASANGAN KABEL UTAMA PENYETELAN BATANG

PEMBUATAN MENARA

Block Perletakan Menara / Gelagar Pengaku PEMBUATAN MENARA PEMASANGAN KABEL UTAMA PENYETELAN BATANG PENGGANTUNG

PEMASANGAN KABEL UTAMA

/ Gelagar Pengaku PEMBUATAN MENARA PEMASANGAN KABEL UTAMA PENYETELAN BATANG PENGGANTUNG PEMASANGAN GELAGAR LANTAI

PENYETELAN BATANG PENGGANTUNG

MENARA PEMASANGAN KABEL UTAMA PENYETELAN BATANG PENGGANTUNG PEMASANGAN GELAGAR LANTAI PEMASANGAN LANTAI DAN SANDARAN

PEMASANGAN GELAGAR LANTAI

PENYETELAN BATANG PENGGANTUNG PEMASANGAN GELAGAR LANTAI PEMASANGAN LANTAI DAN SANDARAN PENYETELAN KABEL UTAMA PADA

PEMASANGAN LANTAI DAN SANDARAN

PEMASANGAN GELAGAR LANTAI PEMASANGAN LANTAI DAN SANDARAN PENYETELAN KABEL UTAMA PADA ANGKER BLOCK Tidak CHECK

PENYETELAN KABEL UTAMA PADA ANGKER BLOCK

LANTAI DAN SANDARAN PENYETELAN KABEL UTAMA PADA ANGKER BLOCK Tidak CHECK LENDUTAN JEMBATAN Ya PEMASANGAN DAN
Tidak
Tidak

CHECK LENDUTAN JEMBATAN

Ya
Ya

PEMASANGAN DAN PENYETELAN KABEL ANGIN

LENDUTAN JEMBATAN Ya PEMASANGAN DAN PENYETELAN KABEL ANGIN PEMELIHARAAN PENGENCANGAN KABEL PERIODIK PERAWATAN JEMBATAN

PEMELIHARAAN PENGENCANGAN KABEL PERIODIK PERAWATAN JEMBATAN RUTIN

1. JENIS DAN ITEM PEKERJAAN PT. SOMBA HASBO – 2018 Paket Pembangunan Jembatan Gantung Suka

1. JENIS DAN ITEM PEKERJAAN

1. JENIS DAN ITEM PEKERJAAN PT. SOMBA HASBO – 2018 Paket Pembangunan Jembatan Gantung Suka Seneng
2. STRUKTUR ORGANISASI Untuk mencapai keberhasilan dalam hal mutu, efisiensi waktu dan optimalisasi biaya pelaksanaan,

2. STRUKTUR ORGANISASI

Untuk mencapai keberhasilan dalam hal mutu, efisiensi waktu dan optimalisasi biaya pelaksanaan, dimana kami selaku kontraktor pelaksana harus dapat merealisasikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, biaya yang telah dianggarkan dan kualitas pekerjaan sesuai dengan yang diharapkan maka kami mengikut sertakan tenaga - tenaga terampil yang sudah berpengalaman di bidangnya masing masing dalam penanganan proyek ini, sehingga dapat membantu keberhasilan pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan yang diharapkan oleh semua pihak.

Dalam pelaksanaanya proyek akan dikelola oleh tim yang dipimpin Kepala Proyek, dibantu oleh beberapa tenaga staf dan beberapa tenaga Pelaksana Lapangan yang berkompeten beserta Pekerja - pekerjanya

Untuk masalah teknik/engineering dan quality control, General Superintendent dibantu oleh Site Manager Quality dan Quantity Engineer beserta stafnya.

Untuk masalah teknikal engineering dan quality control, Kepala Proyek dibantu oleh Bagian teknik beserta stafnya.

Dalam proses pelaksanaan pekerjaan di lapangan, Kepala Proyek dibantu oleh Pelaksana-Pelaksana yang berkompeten.

Urusan keuangan, administrasi umum dan personalia, dibantu oleh Bagian personalia dan keuangan beserta stafnya.

Urusan logistik dan peralatan, dibantu oleh Bagian Logistik dan Peralatan.

Kepala Proyek mempunyai tanggung jawab dan diberi kewenangan penuh dalam pengelolaan proyek, dan mempunyai wewenang bertindak atas nama perusahaan dalam proyek ini. Dengan sistim organisasi seperti tersebut, maka pelaksanaan proyek diharapkan akan berjalan dengan lancar dan terkoordinasi dengan baik serta penyelesaian pekerjaan akan dapat tercapai dalam waktu yang ditentukan dengan mutu yang diharapkan.

3. METODE PENCAPAIAN SASARAN

Agar sistem manajemen dapat berjalan dengan baik PT. SOMBA HASBO telah mengeluarkan Kebijakan Mutu untuk memberikan Jaminan Mutu terhadap proses yang dihasilkan. Sistem manajemen tersebut di atas dalam pelaksanaannya ditunjang dengan sarana sarana lain, berupa perangkat lunak (software) sebagai sarana pengendali, dan perangkat keras (hardware) sebagai sarana penunjang pelaksanaan pekerjaan.

Tenaga Kerja Tenaga kerja yang digunakan dalam penanganan proyek ini terdiri atas :

Project Manager sebagai Kepala Proyek

Quality / Quantity Engineer dan Site Manager serta staf inti proyek.

Tenaga operasional lapangan, meliputi : Pelaksana Lapangan , Surveyor, mekanik, operator, supir, Pekerja (mandor, tukang, kenek, operator dll).

4. METODE PENGENDALIAN PROYEK Metode pengendalian di proyek dapat dijelaskan pada skema di bawah ini:

4. METODE PENGENDALIAN PROYEK

Metode pengendalian di proyek dapat dijelaskan pada skema di bawah ini:

di proyek dapat dijelaskan pada skema di bawah ini: Pemilihan Alat Diusahakan pemilihan peralatan secara tepat

Pemilihan Alat Diusahakan pemilihan peralatan secara tepat baik dari segi jenis, jumlah maupun kapasitasnya, disesuaikan dengan kondisi lapangan dan volume pekerjaan yang akan dilaksanakan untuk menjamin tercapainya sasaran pelaksanaan pekerjaan, yakni tepat biaya, tepat mutu dan tepat waktu.

Pengadaan Bahan Pendatangan bahan - bahan dikendalikan oleh bagian logistik dengan mengikuti pada jadwal kebutuhan material dan spesifikasi teknik

Pengamanan (Security) Untuk pengawasan dan pengamanan proyek, perusahaan menyediakan tenaga keamanan sesuai dengan kebutuhan, yang bertugas dalam hal,

Pengamanan terhadap proyek pada umumnya

Pengamanan terhadap bahan - bahan dan peralatan untuk pencegahan dari pencurian.

Program K3 Untuk menjamin akan terlaksananya program K3 maka manajemen PT. SOMBA HASBO menerapkan adanya

Program K3 Untuk menjamin akan terlaksananya program K3 maka manajemen PT. SOMBA HASBO menerapkan adanya mutu pekerjaan dan pelayanan serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang dilaksanakan dan terpelihara disemua tingkatan proses sehingga dapat memberikan jaminan yang pasti terhadap setiap bentuk jasa konstruksi yang diberikan.

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi pilihan bagi terciptanya suatu jaminan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan kepuasan bagi perusahaan, karyawan serta customer melalui serangkaian kegiatan proses yang terstruktur dan meningkat secara terus menerus di semua lini di PT. SOMBA HASBO yang menjadi standar pelaksanaan manajemen Keselamatan dan Kesehatan kerja serta nantinya diharapkan penerapannya dapat dilaksanakan dengan baik secara efektif.

5. KOORDINASI DAN DISIPLIN

Dalam proses penyelesaian secara menyeluruh, keterbatasan areal yang ada dapat saling mempengaruhi kelancaran pelaksanaan masing - masing pekerjaan, misalnya perbaikan lantai jembatan beton dan kelancaran lalu lintas di sekitarnya, dan lain lain

Disamping itu keterlibatan beberapa sub kontraktor, para mandor, sampai dengan tenaga harian lepas, juga turut meramaikan areal kerja. Oleh karena itu sangat diperlukan adanya koordinasi yang baik dan terpadu, untuk menghindari terjadinya hambatan pada pelaksanaan salah satu jenis pekerjaan yang akan mempengaruhi pekerjaan lainnya.

Untuk mengatur kegiatan pelaksanaan pekerjaan di lapangan akan dilaksanakan :

Rapat Koordinasi Rapat koordinasi lengkap diadakan seminggu sekali yang dihadiri oleh para personil inti terkait, pelaksana lapangan, para sub kontraktor, sampai dengan para mandor, yang berfungsi membahas dan mengkoordinasikan pelaksanaan pekerjaan di lapangan, yang menyangkut evaluasi realisasi terhadap rencana, program pelaksanaan pekerjaan yang akan datang, dan hambatan yang dihadapi selama pelaksanaan pekerjaan di lapangan

.

Program dan Scheduling Jadwal pelaksanaan pekerjaan akan dijabarkan secara lebih mendetail secara bulanan maupun mingguan, yang realisasinya di lapangan akan dimonitor secara cermat untuk mengantisipasi keterlambatan yang mungkin timbul. Pengontrolan secara menyeluruh dituangkan dalam master schedule/bar chart yang dijadikan acuan kontrak.

master schedule/bar chart yang dijadikan acuan kontrak. PT. SOMBA HASBO – 2018 Paket Pembangunan Jembatan
6. PROGRAM JAMINAN MUTU / QUALITY ASSURANCE Untuk tercapainya hasil kerja yang baik sesuai dengan

6. PROGRAM JAMINAN MUTU / QUALITY ASSURANCE

Untuk tercapainya hasil kerja yang baik sesuai dengan mutu dan spesifikasi yang disyaratkan, perlu disusun program pengendalian mutu (quality control) terhadap pelaksanaan pekerjaan yang antara lain melakukan pengontrolan terhadap :

Material yang akan digunakan, dengan rencana pengetesan sesuai syarat.

Kualifikasi tenaga kerja yang dapat digunakan

Proses pelaksanaan pekerjaan dengan standar instruksi kerja untuk mencapai minimal sesuai syarat.

Prosedur inspeksi dan test sebagai persyaratan kontrol mutu

Meskipun untuk hal - hal tersebut di atas sudah ada personil yang bertanggung jawab secara langsung, namun tetap ada petugas khusus Quality Control yang mengkoordinir proses Quality Control sesuai standar Sistem Manajeman Mutu yang prosedurnya telah diberlakukan untuk diimplementasikan diseluruh proyek yang dilaksanakan oleh PT. SOMBA HASBO, dengan manajemen mutu, team proyek akan melaksanakan semua kegiatan secara sistematik dan terencana yang diterapkan sebagai bagian dari sistem mutu perusahaan untuk menjamin bahwa proses pelaksanaan di proyek dilakukan secara terkendali dan konsisten untuk mencapai semua sasaran dan persyaratan mutu yang diminta pada spesifikasi pekerjaan.

Pengendalian mutu akan dapat dijalankan dengan baik karena adanya sasaran mutu yang jelas, sumber daya manusia yang profesional dengan tanggung jawab yang jelas, organisasi proyek yang handal, sistem dan prosedur mutu yang baku, penerapan manajemen mutu secara konsisten dan peningkatan secara terus menerus.

mutu secara konsisten dan peningkatan secara terus menerus. PT. SOMBA HASBO – 2018 Paket Pembangunan Jembatan
  7. URAIAN METODE PEKERJAAN I. DIVISI I UMUM    1.2 Mobilisasi mobilisasi adalah
 

7.

URAIAN METODE PEKERJAAN

I.

DIVISI I UMUM

 

1.2 Mobilisasi

mobilisasi adalah pekerjaan mendatangkan semua item yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan baik berupa tenaga kerja (manusia) alat yang digunakan selama pekerjaan berjalan (peralatan) dan juga bahan material yang dibutuhkan selama proses

pekerjaan berjalan. pekerjaan mobilisasi ini akan segera dilakukan setelah mendapatkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dari direksi pekerjaan. Adapun item pekerjaan yang termasuk dalam kegiatan item pembayaran ini adalah

Pembuatan Papan Nama Proyek

Kantor Lapangan (Basecamp) dan seluruh fasilitasnya

Mobilisasi dan Demobilisasi Alat

Rekayasa Lapangan

Pengaturan Arus Lalu Lintas

Jadwal Kontruksi

Material dan Penyimpanan

Uraian Pekerjaan Tersebut adalah :

Pembuatan Papan Nama Proyek Sebelum pekerjaan utama dilaksanakan terlebih dahulu dilaksanakan pembuatan papan nama proyek. Papan nama proyek dibuat dan dirakit dari bahan bahan seperti kayu kaso, papan triplek, paku, kayu balok, dan cat untuk penulisan. Papan nama proyek berisikan data umum pekerjaan seperti Nama Pekerjaan, Nama Konsultan Supervisi, Nama Penyedia Jasa Konstruksi, Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan, Nomor Kontrak, Nilai Kontrak dan lain-lain. selanjutnya papan nama akan dirakit oleh pekerja dan tukang kami berdasarkan bentuk dan ukuran sesuai dengan gambar kerja dan diletakan dilokasi yang mudah untuk dilihat (akses) oleh masyarakat yang melintas Kantor Lapangan (Basecamp) dan Fasilitasnya Tahap berikutnya penentuan lokasi Basecamp, pembuatan Kantor Lapangan dan fasilitasnya dilokasi proyek dan kemudian dilanjutkan dengan mobilisasi peralatan yang diperlukan sesuai dengan tahapan pelaksaan pekerjaan

Mobilisasi dan Demobilisasi Alat Mobilisasi akan kami kerjakan mengikuti kebutuhan kerja dilapangan atas dasar koordinasi dengan direksi pekerjaan. ini kami lakukan supaya tercipta iklim pekerjaan yang kondusif dan lancar. Sebagai contoh pemenuhan tenaga kerja dan bahan material akan kami suplay sesuai kebutuhan baik perhari, perminggu atau perbulan jika memungkinkan. Pendatangan ini kami sesuaikan dengan kebutuhan dikarenakan untuk

menjaga kualitas pekerjaan dilapangan. Selain itu juga kami akan melaksanakan pekerjaan demobilisasi yaitu pengembalian

menjaga kualitas pekerjaan dilapangan. Selain itu juga kami akan melaksanakan pekerjaan demobilisasi yaitu pengembalian semua item baik tenaga kerja dan peralatan yang telah digunakan selama proses pekerjaan berjalan. Pelaksanaan demobilisasi akan dikerjakan apabila semua item pekerjaan telah dinyatakan selesai oleh direksi pekerjaan dilapangan, Adapun Peralatan dan Tenaga Kerja yang akan kami adakan antara lain sebagai berikut :

Kerja yang akan kami adakan antara lain sebagai berikut : PT. SOMBA HASBO – 2018 Paket
Kerja yang akan kami adakan antara lain sebagai berikut : PT. SOMBA HASBO – 2018 Paket
Rekayasa Lapangan Dengan petunjuk Direksi Teknis survey/rekayasa lapangan dilaksanakan untuk menentukan kondisi fisik dan

Rekayasa Lapangan Dengan petunjuk Direksi Teknis survey/rekayasa lapangan dilaksanakan untuk menentukan kondisi fisik dan strucktural dari pekerjaan dan fasilitas yang ada dilokasi pekerjaan, sehingga dimungkinkan untuk mengadakan peninjauan ulang terhadap rancangan kerja yang telah diberikan, sytem dan tatacara survey dikordinasikan dengan direksi teknis

Pengaturan Arus Lalu Lintas Untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan, penganturan arus lalu lintas transportasi dilakukan dengan pembuatan tanda-tanda lalu lintas yang memadai disetiap kegiatan lapangan. Bila diperlukan dapat ditempatkan petugas pemberi isyarat yang bertugas mengatur arus lalu lintas pada saat pelaksanaan

Jadwal Kontruksi Penjadwalan adalah penentuan waktu dengan urutan-urutan kegiatan proyek hingga menghasilkan waktu penyelesaian proyek secara keseluruhan dan diajukan kepada Direksi Teknis untuk dibahas dan mendapatkan persetujuan pada saat dilaksanakan rapat pendahuluan (Pre Construction Meeting/PCM)

Material dan Penyimpanan Penjadwalan adalah penentuan waktu dengan urutan-urutan kegiatan proyek hingga menghasilkan waktu penyelesaian proyek secara keseluruhan dan diajukan kepada Direksi Teknis untuk dibahas dan mendapatkan persetujuan pada saat dilaksanakan rapat pendahuluan (Pre Construction Meeting/PCM)

1.8.1 Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas

Sistem manajemen dan keselamatan lalu lintas adalah bagian dari system manajement perusahaan secara keseluruhan yang dibutuhkan bagi pengembangan, penerapan, pengkajian dan pemeliharaan kewajiban K3, dalam rangka pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif. Untuk menjamin terlaksananya pekerjaan yang berjalan lancar dan tepat waktu maka dibutuhkan manajemen proyek yang baik dan benar. Maka dari itu kami selaku penyedia jasa konstruksi akan membuat system manajemen proyek yang berfungsi mengontrol jalannya proses pekerjaan dilapangan. Manajemen kerja ini meliputi administrasi dan rancangan-rancangan (program kerja) yang bertujuan meningkatkan atau memperlancar jalannya proses pekerjaan dilapangan. Tenaga kerja kami yang ahli dibidangnya akan menyusun program kerja berdasarkan item pekerjaan yang ada dengan di koordinasikan bersama direksi pekerjaan, pengawas lapangan, mandor berikut tenaga ahli lainnya, dalam pelaksaaan dilapangan keselamatan kerja para pegawai kami dilapangan secara umum menjadi tanggung jawab penyedia jasa konstruksi dimanapun dan kapanpun.

Adapun peralatan dan bahan yang akan kami sediakan untuk mengendalikan resiko K3 sebagai berikut :

Adapun peralatan dan bahan yang akan kami sediakan untuk mengendalikan resiko K3 sebagai berikut :

Peralatan safety

- Safety Shoes

- Helm safety

- Sarung tangan

- Rompi, dll

Bahan

- Rambu panah

- Rambu suar berkedip portable

- Rambu tetap informasi pengalihan pengaturan lalu lintas

- Rambu portable informasi pengalihan pengaturan lalu lintas

- Rambu penghalang lalu lintas jenis plastic

- Rambu peghalang lalu lintas jenis beton

- Rambu peringatan

- Rambu petunjuk, dll

Kami akan mempekerjakan 2 orang di setiap Jembatan sebagai flagman atau pemegang bendera/rambu. Dalam periode pelaksanaan pekerjaan

pemegang bendera/rambu. Dalam periode pelaksanaan pekerjaan Contoh gambar perambuan sementara penyempitan satu lajur

Contoh gambar perambuan sementara penyempitan satu lajur pada jalan dua arah

1.21 Manajemen Mutu

Rencana pengendalian mutu dalam proyek menjelaskan bagaimana persoalan kualitas akan ditangani. Proses yang tercakup dalam pengendalian mutu adalah kegiatan-kegiatan pengukuran dan penjagaan mutu (Quality Assurance) pengukuran mutu berbeda untuk masing-masing jenis pekerjaan, pengukuran kualitas untuk system Software akan sangat berbeda dengan pengukuran kualitas untuk proyek konstruksi dan

berbeda pula dengan proyek training. Dalam manajemen mutu ini terdapat beberapa item pekerjaan antara lain

berbeda pula dengan proyek training. Dalam manajemen mutu ini terdapat beberapa item pekerjaan antara lain :

rencana manajemen proyek yaitu dokumen yang menjelaskan bagaimana proyek dilaksanakan, dimonitor dan semuanya terintegrasi dan terkonsolidasi di cabang-cabang rencana dan dasar dari proses perencanaan. Quality Metric yaitu secara khusus menjelaskan sebuah proyek atau kelengkapan produk dan bagaimana proses Quality control diukur. Ceklis Mutu yaitu sebuah tool biasanya berupa komponen spesifik yang digunakan untuk memverifikasi langkah-langkah yang perlu dilakukan. Data Hasil Pekerjaan yaitu termasuk didalamnya data-data sebagai berikut :

pekerjaan teknis rencana vs actual

penjadwalan rencana vs actual

rencana biaya vs actual biaya yang digunakan.

Perubahan permintaan yang disetujui, Dokumen Proyek yaitu termasuk didalamnya kontrak, laporan audit mutu, perubahan yang memberikan rencana aksi yang tepat, rencana pelatihan dan perkiraan keefektivan, dan proses dokumentasi yang terdapat 7 dasar alat mutu atau manajemen mutu, dan alat control. Aset proses organisasi yaitu mengandung setidaknya standar mutu atau kebijakan mutu organisasi, petunjuk standar kerja, masalah dan cacat prosedur dari kebijakan komunikasi. Metode Pengendalian Mutu yaitu metode yang dipakai dalam mengendalikan tergantung pada jenis obyek dan ketepatan yang diinginkan. Terdapat tiga metode yang sering dijumpai dalam proyek pembangunan, yakni sebagai berikut :

Pengecekan dan pengkajian

Pemeriksaaan/inspeksi dan uji kemampuan peralatan

Pengujian dengan mengambil contoh uji.

Semua manajemen mutu diatas akan kami upayakan sebaik mungkin dengan tetap mengikuti jalur/peraturan yang berlaku sehingga tidak berbenturan dengan ketentuan yang ada.

DIVISI 2 DRAINASE

2.1.1 Galian untuk selokan Drainase dan Saluran Air Jumlah Kuantitas : 412,52 m3

Sebelum pekerjaan galian dilaksanakan juru ukur akan melakukan pengukuran dan kemudian hasil ukuran akan dilpaporkan ke direksi pekerjaan yang kemudian menjadi laporan kerja dan perintah pelaksnaan pekerjaan. proses galian dilakukan

menggunakan excavator. Excavator operasikan oleh operator alat berat yang sudah bersertifkat sehingga aman dalam

menggunakan excavator. Excavator operasikan oleh operator alat berat yang sudah bersertifkat sehingga aman dalam pelaksanaan dilapangan. Operator alat berat sendiri dibantu oleh seorang pekerja (pembantu operator). Material hasil galian akan diangkut dengan menggunakan Dump Truck yang standby disisi galian. dump truck ini akan disiapkan disetiap sisi jalan sehingga selama proses galian dilaksanakan dump truck sudah siap di lokasi. Material dikeruk kemudian dituangkan ke dump truck, lalu dump truck akan mengangkut material galian kelokasi disposal area (lokasi pembuangan) yang sudah ditentukan oleh direksi pekerjaan. selesai galian maka pekerjaan pengurugan akan dikerjakan. Para pekerja akan merapihkan galian dengan mengurug kembali galian tanah dengan material galian pilihan. Tanah yang sudah mendapatkan ijin direksi lapangan akan dihamparkan kelokasi kemudian diratakan dan dipadatkan dengan manual atau alat bantu sesuai dengan kebutuhan kerja.

dengan manual atau alat bantu sesuai dengan kebutuhan kerja. Gambar Contoh Galian (exacavtor) Uraian Kerja 

Gambar Contoh Galian (exacavtor)

Uraian Kerja

Penentuan lokasi pekerjaan sesuai hasil

survei di lapangan.

Penggalian dengan menggunakan

Excavator pada lokasi yang telah

ditentukan dengan gambar rencana.

Material hasil galian dimuat kedalam

gambar rencana.  Material hasil galian dimuat kedalam Dump Truck secara manual kemudian diangkut dengan Dump

Dump Truck secara manual kemudian

diangkut dengan Dump Truk lokasi yang telah disetujui oleh Direksi (pengawas

pekerjaan).

Peralatan yang digunakan  Eksavator  Dump Truck  Alat Bantu Tenaga  Mandor 

Peralatan yang digunakan

Eksavator

Dump Truck

Alat Bantu

Tenaga

Mandor

Pekerja

DIVISI 3 PEKERJAAN TANAH

3.1.(1a) Galian Biasa

Jumlah Kuantitas : 310,48 m3

Pekerjan Galian Biasa harus mencakup seluruh galian yang tidak diklasifikasikan sebagai galian batu, galian structure, galian sumber bahan, galian perkerasan berbutir, galian perkerasan beraspal, dan galian perkerasan beton Pengukuran dan pemasangan bowplank atau menentukan kedalaman galian, pengukuran dilaksanakan dengan menggunakan alat ukur Theodolit dengan mempedomani hasil rekayasa dari konsultan dan pihak proyek, pemasangan bowplank dilakukan setelah hasil pengukuran disetujui oleh Konsultan dan Direksi Pekerjaan.

Uraian Kerja :

Lakukan Pengukuran bagian lahan yang akan dilakukan penggalian

Penggalian dilakukan dengan menggunakan Excavator

Selanjutnya Excavator menuangkan material hasil galian kedalam Dump Truck

Dump truck membuang material hasil galian keluar lokasi perkerjaan.

Peralatan yang di gunakan :

Alat Ukur Theodolit

Excavator,

Dump truck dan

 alat bantu (sekop, keranjang) Tenaga:  Mandor  Pekerja  Oprator Gambar Contoh Galian

alat bantu (sekop, keranjang)

Tenaga:

Mandor

Pekerja

Oprator

keranjang) Tenaga:  Mandor  Pekerja  Oprator Gambar Contoh Galian pada Sedimentasi Sungai PT. SOMBA

Gambar Contoh Galian pada Sedimentasi Sungai

 3.1.(9) Galian Struktur Dengan Kedalaman 0 - 2 meter Jumlah Kuantitas : 216,65 m3

3.1.(9) Galian Struktur Dengan Kedalaman 0 - 2 meter

Jumlah Kuantitas : 216,65 m3

Pekerjaan Dilakukan dengan Mekanisme (memakai alat berat) dengan uraian pekerjaan Sebagai Berikut :

Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat dulu request dan diserahkan kepadaDireksi Pekerjaan untuk disetujui.

Menyerahkan daftar peralatan yang akan digunakan

Melakukan pengukuran dan marking lokasi yang akan digali.

Pelaksanaan galian akan dilakukan dengan menggunakan peralatan Excavator material hasil galian akan diangkut dengan menggunakan dump truck ke luar lokasi pekerjaan

Peralatan yang di gunakan;

Excavator

dump truck

alat bantu

Peralatan yang di gunakan;

Mandor

Pekerja

Oprator

 3.2.(2a) Timbunan Pilihan dari Sumber galian Jumlah Kuantitas : 4.364,74 m3 Timbunan yang diklasifikasikan

3.2.(2a) Timbunan Pilihan dari Sumber galian

Jumlah Kuantitas : 4.364,74 m3 Timbunan yang diklasifikasikan sebagai timbunan pilihan harus terdiri dari bahan tanah atau batu yang memenuhi semua ketentuan di atas level timbunan biasa dan sebagai tambahan harus memiliki sifat-sifat tertentu yang tergantung dari maksud penggunaannya, seperti diperintahkan atau distujui oleh Direksi pekerjaan.Dalam segala hal, seluruh timbunan pilihan harus, bila di uji sesuai dan memiliki CBR paling sedikit 10% setelah 4 hari perendaman bila dipadatkan sampai 100% kepadatan kering maksimum. Uraian Pekerjan :

Pengangkutan Material

Pengangkutan Material Urugan pilihan kelokasi pekerjaan menggunakan dump

truck dan loadingnya dilakukan dengan menggunakan wheel loader. Pengecekan dan pencatatan volume material dilakukan pada saat penghamparan agar tidak terjadi kelebihan material disatu tempat dan kekurangan material ditempat lain.

Penghamparan Material Penghamparan material dilakukan dengan menggunakan motor grader dalam tahap penghamparan ini harus diperhatikan hal-hal berikut :

- Kondisi cuaca yang memungkinkan

- Panjang hamparan pada saat setiap section yang didapatkan sesuai dengan kondisi lapangan. Lebar penghamparan disesuaikan dengan kondisi lapangan dan tebal penghamparan sesuai dengan spesifikasi, semua tahapan pekerjaan hamparan dan tebal hamparan berdasarkan petunjuk dan persetujuan dari Direksi Pekerjaan.

- Material yang tidak dipakai dipisahkan dan ditempatkan pada lokasi yang ditetapkan.

Pemadatan Material

Pemadatan dilakukan dengan menggunakan Vibro Roller, dimulai dari bagian tepi ke bagian tengah.Pemadatan dilakukan berulang jika dimungkinkan untuk mendapat hasil yang maksimal dengan dibantu alat water tank untuk membasahi material timbunan pilihan dan diselingi dengan pemadatan dengan menggunakan Vibro Roller.imbunan pilihan dipadatkan mulai dari tepi luar dan bergerak menuju ke arah sumbu jalan sedemikian rupa yang sama. Bilamana memungkinkan, lalu lintas alat-alat konstruksi harus terus menerus divariasi agar dapat menyebarkan pengaruh usaha pemadatan dari lalu lintas tersebut.

Peralatan yang digunakan

Dump Truck

Motor Grader

Tandem Roller

Water Tank Truck

Tamper

Alat Bantu

Eksavator

Tenaga

Pekerja

Oprator

Mandor

Bantu Eksavator Tenaga   Pekerja  Oprator Mandor PT. SOMBA HASBO – 2018 Paket Pembangunan
Bantu Eksavator Tenaga   Pekerja  Oprator Mandor PT. SOMBA HASBO – 2018 Paket Pembangunan
 3.2.(2a) Penyiapan Badan Jalan Jumlah Kuantitas : 2.216,80 m3 Pekerjaan ini Mencakup penyiapan, penggaruan

3.2.(2a) Penyiapan Badan Jalan Jumlah Kuantitas : 2.216,80 m3 Pekerjaan ini Mencakup penyiapan, penggaruan dan pemadatan permukaan tanah dasar atau permukaan jalan kerikil atau penghamparan Lapis Pondasi Agregat, Lapis Pondasi Jalan Tanpa Penutup Aspal, Lapis Pondasi Semen Tanah atau Lapis Pondasi Beraspal di daerah jalur lalu lintas (termasuk jalur tempat perhentian dan persimpangan) yang tidak ditetapkan sebagai Pekerjaan Pengembalian Kondisi dan di daerah bahu jalan baru yang bukan diatas timbunan baru akibat pelebaran lajur lalu lintas. Uraian Pekerjan :

- Motor Grader meratakan permukaan hasil galian

- Vibro Roller memadatkan permukaan yang telah dipotong/diratakan oleh Motor Grader

- Sekelompok pekerja akan membantu meratakan badan jalan dengan alat bantu

Peralatan yang digunakan

Motor Grader

Vibro Roller

Alat Bantu

Tenaga

Mandor

Pekerja

Oprator

DIVISI 7 PEKERJAAN STRUKTUR  7.1.(5)a Beton mutu sedang F c’ 2 0 Mpa Jumlah

DIVISI 7 PEKERJAAN STRUKTUR

7.1.(5)a Beton mutu sedang Fc’20 Mpa Jumlah Kuantitas : 1.129,54 m3

Untuk pekerjaan beton Fc’ 20 Mpa untuk beton bertulang seperti pelat lantai jembatan, gelagar beton bertulang ataupun pada masing - masing lokasi lainnya yang ditentukan oleh direksi pekerjaan, pekerjaan ini dimulai setelah pekerjaan pembesian selesai, material campuran beton diaduk dengan menggunakan concrete mixer dengan proporsi campuran sesuai dengan yang terdapat pada Jobmix Formula dan pemadatannya dilakukan dengan menggunakan concrete vibrator, untuk menjaga mutu beton sesuai spesifikasi yang diinginkan perlu diambil slump test pada saat pengecoran dan selinder/kubus untuk uji tekan beton dilaboratorium

Uraian Pekerjaan;

Pelaksanaan pengecoran beton harus disaksikan oleh Direksi/Pengawas.

Pengecoran beton tidak boleh dilaksanakan bila keadaan cuaca buruk.

Adukan beton yang tidak memenuhi syarat tidak boleh dipakai dan harus dikeluarkan dari tempat pekerjaan.

Pada waktu pengecoran, adukan beton tidak boleh dijatuhkan tinggi jatuh lebih dari 1,5 m. Bila tinggi jatuh adukan beton lebih dari 1,5 m maka kerikil akan terpisah dari adukan dan akan membentuk sarang - sarang kerikil yang berongga.

Untuk pengecoran yang dalam/tinggi, dapat menggunakan saluran vertikal dan/ atau corong yang licin agar adukan beton yang melaluinya tetap homogen.

Pengecoran harus dilakukan dengan merata, adukan beton yang telah dicorkan, tidak boleh didorong atau dipindahkan lebih dari 2 (dua) meter dalam arah datar.

Bagian struktur yang pengecorannya harus dilakukan lapis demi lapis, tiap lapis harus mempunyai tinggi yang merat/seragam dan tidak melebihi 100 cm, harus dihindarkan terjadinya lapisan, yang tingginya tidak seragam dan berbentuk miring. Pengecoran lapisan yang berikutnya harus dilakukan pada waktu lapisan sebelumnya masih lunak. Pemakaian conveyor belt untuk mengangkut adukan beton harus seijin Direksi.

Dalam cuaca panas, Rekanan harus melakukan langkah langkah pengamanan agar adukan beton tidak terlalu cepat mengering, misalnya dengan cara melindunginya dari panas matahari secara langsung.

 Adukan beton yang telah dicor ke dalam bekisting, harus digetarkan dengan menggunakan alat penggetar

Adukan beton yang telah dicor ke dalam bekisting, harus digetarkan dengan menggunakan alat penggetar (vibrator) agar diperoleh beton yang padat dan homogen serta tidak terjadi sarang - sarang kerikil.

Pada waktu digunakan, jarum penggetar tidak boleh menyentuh bekisting atau besi tulangan.

Pencelupan jarum penggetar kedalam adukan beton tidak boleh terlalu lama sebab bisa mengakibatkan pemisahan unsur unsur adukan beton.

Ukuran diameter jarum penggetar yang digunakan harus disesuaikan dengan keadaan/dimensi bagian yang harus dicor.

disesuaikan dengan keadaan/dimensi bagian yang harus dicor. Gambar Contoh Pengecoran Struktur Jembatan Peralatan 

Gambar Contoh Pengecoran Struktur Jembatan

Peralatan

Batching Plant

Vibrator Roller

Truck Mixer

Alat Bantu

Tenaga

Mandor

Tukang

Pekerja

:

:

 7.1(8) Beton mutu rendah Fc’15 Mpa Jumlah Kuantitas : 1.080,00 m3 Untuk pekerjaan beton

7.1(8) Beton mutu rendah Fc’15 Mpa Jumlah Kuantitas : 1.080,00 m3

Untuk pekerjaan beton 15 Mpa digunakan pada patok pengarah, beton kerb struktur tembok penahan tanah pada oprite ataupun pada masing-masing lokasi lainnya yang ditentukan oleh direksi teknis. Pekerjaan ini dimulai setelah pekerjaan pembesian selesai, diaduk dengan menggunakan concrete mixer dan pemadatannya dilakukan dengan menggunakan concrete vibrator, untuk menjaga mutu beton sesuai spesifikasi yang diinginkan perlu diambil slump test pada saat pengecoran dan selinder untuk uji tekan beton dilaboratorium

Pelaksanaan Pencampuran

Rancangan Campuran Proporsi bahan dan berat penakaran menggunakan metode sesuai yang disyaratkan.

Campuran Percobaan dilakukan dan hasil dari percobaan tersebut akan dijadikan acuan pembuatan beton pada saat dilakukan pekerjaan beton di lapangan dan disaksikan oleh direksi pekerjaan.

Campuran percobaan sesuai dengan permintaan spesifikasi dalam dokumen lelang dan mendapat persetujuan dari direksi pekerjaan.

Ketentuan sifat-sifat campuran sesuai dengan spesifikasi teknis yang diminta dalam dokumen pelelangan.

Beton dicampur dalam mesin yang dijalankan secara mekanis (concrete mixer)

Pencampur dilengkapi dengan tangki air bersih yang memadai dan alat ukur yang akurat untuk mengukur dan mengendalikan jumlah air yang digunakan dalam setiap penakaran.

Pertama-tama alat pencampur diisi dengan aggregate, pasir dan semen yang telah ditakar, selanjutnya alat pencampur dijalankan sebelum air ditambahkan.

Pelaksanaan Pengecoran.

Lokasi pengecoran dibersihkan dari kotoran, potongan kayu, bendrat, paku dan sampah lainnya

Sebelum pengecoran, bekisting dilumuri dengan mould oil hingga rata. Kebocoran bekisting telah dicek dan disumbat. Sambungan dengan pengecoran sebelumnya (jika ada) telah disiram dengan calbond atau air semen serta bekisting dibebaskan dari genangan air. Sebelum instruksi pengecoran segala persetujuan yang diperlukan telah diurus dan disetujui oleh direksi/owner dan pengawas pekerjaan.

Penuangan dilakukan dengan tenaga manusia. Tinggi jatuh beton pada saat pengecoran tidak lebih dari 1,5 meter agar tidak terjadi pemisahan antara batu pecah yang berat dengan pasta beton, (segregasi).

 Apabila dirasa perlu, pemadatan dibantu dengan vibrator mekanikal type tertentu dalam jumlah yang memadai.

Apabila dirasa perlu, pemadatan dibantu dengan vibrator mekanikal type tertentu dalam jumlah yang memadai. Selang vibrator dibenamkan sampai batas kedalaman beton sebelumnya dan agar tidak terjadi kantong udara.

Selanjutnya dilakukan perawatan (curing) beton sesuai spesifikasi teknis.

Peralatan

Batching Plant

Vibrator Roller

Truck Mixer

Alat Bantu

Tenaga

Mandor

Tukang

Pekerja

:

:

7.1.(10) Beton Mutu Rendah Fc10 Mpa Jumlah Kuantitas : 55,12 m3

Mutu Rendah Fc ’ 10 Mpa Jumlah Kuantitas : 55,12 m3 Gambar Pengecoran pada Kerb Jembatan

Gambar Pengecoran pada Kerb Jembatan

Pekerjaan beton mutu rendah Fc10 Mpa ini tidak jauh bebeda dengan

pekerjaan beton lainya material seperti semen, pasir dan krikil langsung didatangkan kelokasi oleh supplayer. Beton mutu rendah fc’10 Mpa digunakan sebagai lantai kerja dalam pelaksanaan pekerjaan beton, walaupun campuran Beton ini tidak bersifat struktural, namun demikian beton ini memiliki fungsi besar dalam proses pelaksanaan lanjutan struktur diatasnya. Seperti halnya lantai yang menjamin ke bersihan dari pengecoran, menjamin kesetabilan serta kesuksesan proses struktural selanjutnya. Beton ini juga berfungsi sebagai kaper untuk menahan rembesan air bawah, untuk merembes pada coran basah beton diatasnya sehingga dapat mengakibatkan keropos pada beton struktural tersebut.

Peralatan  Batching Plant  Vibrator Roller  Truck Mixer  Alat Bantu Tenaga 

Peralatan

Batching Plant

Vibrator Roller

Truck Mixer

Alat Bantu

Tenaga

Mandor

Tukang

Pekerja

:

:

7.3.3 Baja Tulangan U 39 Ulir

Jumlah Kuantitas : 173.589,82 kg

Merupakan baja tulangan Bentuk ulir dengan baja mutu sedang yang memiliki tegangan leleh karekteristik 3.900 kg/cm2. Pekerjaan ini mencakup pengadaan dan pemasangan baja tulangan pada acuan cetakan sesuai dengan Spesifikasi dan Gambar.

Uraian Pekerjaan :

Besi yang sudah ada dibersihkan dari karat dan air yang dapat mengakibatkan kualitas besi berkurang, persiapkan alat dan bahan yang akan diguanakan selama proses pekerjaan ini dilaksanakan

Kemudian, Besi dipotong sesuai dengan ukuran dan dibengkokan sesuai dengan kebutuhan, kemudian disusun sedemikian rupa sesuai dengan gambar kerja, dan setiap pertulangan diikat dengan menggunakan kawat beton.

Peralatan :

Alat Bantu

Tenaga :

Mandor

Tukang

Pekerja

Alat Bantu Tenaga :  Mandor  Tukang  Pekerja Contoh Gambar Perakitan Besi PT. SOMBA

Contoh Gambar Perakitan Besi

 7.5 (1) Pemasangan Jembatan Rangka Baja Jumlah Kuantitas : 239.747,81 kg Pemasangan Struktur Jembatan

7.5 (1) Pemasangan Jembatan Rangka Baja

Jumlah Kuantitas : 239.747,81 kg

Pemasangan Struktur Jembatan Gantung Suka Seneng Cs lebar efektif 1.75 M

Tahap-tahap pelaksanaan pemasangan jembatan gantung sebagai berikut :

1.

Tetapkan lokasi jembatan dengan mempertimbangkan aspek teknik.

2.

Lakukan pengukuran dan pembuatan peta lokasi :

a.

Lakukan pengukuran bentang sungai sungai/jurang ditambah 50 M ke masing- masing tebing dengan koridor 15 M ke arah hulu dan hilir dari rencana lokasi jembatan;

b.

ldentifikasi kondisi hidrolik, elevasi air banjir dan tinggi tebing, serta kondisi geoteknik setempat.

3.

Bersihkan lapangan dan buat tulisan kabel "aerial cableway" untuk mengangkut bahan-bahan ke masing-masing sisi jembatan.

4.

Laksanakan pengukuran jembatan, meliputi : menara, angker dan pondasi, penentuan ketinggian lantai jembatan, ketinggian blok angker, pondasi menara dan pondasi gelagar pengaku jembatan, ketinggian kaki menara ditempatkan lebih tinggi dari permukaan lantai jembatan.

5.

Buat blok angker, pondasi menara, dan pondasi gelagar pengaku;

6.

Beri tanda-tanda lokasi batang penggantung, sumbu pelana, dan angker pada kabel utama, sesuai hasil perhitungan dan pengukuran lapangan.

7.

Buat menara, kabel dan pelana

8.

Lakukan pemasangan dan penyetelan awal kabel utama

9.

Tempatkan dan ikat batang-batang penggantung

10.

Lakukan pemasangan gelagar melintang, memanjang, pengaku secara betahap, penggantung; stel penggantung secara bertahap.

11.

Lakukan pemasangan lantaijembatan dan sandaran;

12.

Lakukan penyetelan akhir kabel utama pada blok angker;

13.

Lakukan pemasangan dan penyetelan kabel angin;

14.

Buat jalan masuk jembatan dan tembok.

Pembuatan Blok Angker

1.

Buat Blok angker pada lokasi dan ketinggian yang tepat terhadap menara,

2.

Sesuaikan sumbu lok angker dengan sumbu pen yang menjadi hubungan akhir antara baut angker yang tertanam dalam blok dan kabel utama.

3.

Pertahankan tanah asli pada waktu penggalian untuk blok angker;

4.

Buat acuan untuk baut angker dengan kedalaman minimum 30 cm pada waktu

5.

pengecoran blok angker; Lakukan penyetelan baut angker sebelum (air : semen : pasir = 0,4 : 7 : 1) sampai penuh dan jangan terjadi ada kantong udara dalam mortar.

Pembuatan Pondasi Menara dan Pondasi Gelagar Pengaku

1.

Laksanakan pembuatan dasar pondasi tertanam dalam tanah asli;

 

2.

Ratakan blok pondasi sampai ketinggian @ 2 cm di bawah pelat perletakan ; perbedaan ketinggian perletakan kanan dan kiri harus lebih kecil dari 5 mm;

3.

Periksalah ketinggian perletakan , lalu isikan mortar kering (semen : pasir = 1 : 2 ) di bawah pelat;

4.

Tanam

baut

angker

dalam

blok

sesuai

dengan

cara

pada

butir

1.2.

dengan

menggunakan mortar (air : semen : pasir = 0,4 ; 1 : 2).

Pemasangan Kabel Utama dan Pelana 1. Buat dan pasang pelana sehingga dudukan arah kabel ke blok angker dapat

membentuk sudut yang tepat sesuai rencana; Beri tanda pada kabel utama untuk penempatan pada sumbu pelana ( sumbu perletakan atas menara ) dan posisi batang penggantung dan angker pada kondisi kabel diletakan lurus di atas tanah dan belum ditegangkan;

2.

3. Kurangi panjang kabel dengan ulur yang diperhitungkan sesuai dengan tegangan kabel akibat beban mati

3. Kurangi panjang kabel dengan ulur yang diperhitungkan sesuai dengan tegangan kabel akibat beban mati jembatan dan ditambah dengan lengkungan kabel di pelana.

4. Pasang klem di belakang tanda-tanda (sesuai butir 2) yang berfungsi sebagai stopper selama pemasangan kabel

5. Pasang kabel utama pada satu sisi dan selanjutnya pasang pada sisi lainnya;

6. Laksanakan pemasangan kabel sengan bantuan kabel dummy untuk menarik kabel perlahan-lahan ke kiri atau kek akanan agar berada pada titik pusat menara,

Pemasangan Batang Penggantung Pasang Batang penggantung dengan klem-klem agak longgar sehingga batang-batang tersebut mudah ditempatkan pada lokasi yang tepat.

Pemasangan Gelagar Melintang, Memanjang dan Pengaku Pasang gelagar melintang dan memanjang bersamaan dan kemudian dilanjutkan dengan pemasangan lantai papan dan sandaran.

Peralatan

Crane

Alat Bantu

:

Tenaga

Mandor

Tukang

Pekerja

Operator

:

7.5 (1) Pengangkutan Bahan Jembatan Jumlah Kuantitas : 239.747,81 Kg

Pengadaan dan Pengangkutan Bahan Jembatan Gantung Suka Seneng Cs

- Pengadaan Jembatan Gantung Suka Seneng Cs dengan lebar efektif 1.75 m. Pekerjaan ini dilaksanakan untuk mengadakan material pabrikasi jembatan gantung baja yang desainnya sudah disesuaikan dengan tipe, spesifikasi dan panjang bentang yang akan dipasang pada pekerjaan ini. Mutu dan jenis material jembatan gantung baja yang diadakan sudah memenuhi persyaratan mutu yang telah ditentukan.

- Pengangkutan Bahan Jembatan. Pekerjaan ini dilaksanakan untuk mengangkut material jembatan gantung baja dari pabrik ke lokasi pekerjaan

Uraian Pekerjaan :

1. Material oleh Pabrik di muat ke Trailer dengan Crane

2. Dari Pabrik dengan trailer ke Lokasi Pekerjaan dan dibongkar oleh kontraktor / badan angkutan ditanggung oleh kontraktor

3. Pengangkutan dari Lokasi Pekerjaan dengan trailer dan dibongkar/diturunkan dengan crane dan dibantu tenaga manusia di lokasi pekerjaan

Peralatan

Crane 2

Alat Bantu

Dump Truk

Crane 1

:

Tenaga

Tukang

Mandor

:

 7.6.19 (b) Tiang Bor Beton, diameter 600 mm Jumlah Kuantitas : 1.440 M1 Menyediakan

7.6.19 (b) Tiang Bor Beton, diameter 600 mm Jumlah Kuantitas : 1.440 M1

Menyediakan alat yang sesuai dengan jenis tanah sehingga lubang-lubang yang dibor dapat mencapai kedalaman seperti yang ditunjukan dalam gambar atau ditentukan berdasarkan pengujian hasil pengeboran. Sebelum pengecoran beton, semua lubang tersebut harus ditutup sedemikian rupa hingga keutuhan lubang dapat terjamin. Dasar Selubung (casing) harus dipertahankan tidak lebih dari 1,5 m dan tidak kurang dari 300 mm dibawah permukaan beton selama penarikan dan operasi penempatan. Sampai 3 m dari permukaan beton yang dicor harus digetarkan dengan alat penggetar. Sebelum pengecoran, semua bahan lepas yang terdapat didalam lubang harus dibersihkan, Air bekas pengeboran tidak diperbolehkan masuk kedalam lubang. Sebelum pengecoran, semua air yang terdapat dalam lubang bor harus dipompa keluar. Selubung (casing) harus digetarkan pada saat pencabutan untuk menghindari menempelnya beton pada dinding casing.

Uraian Pekerjaan :

- Pengeboran dilakukan dengan Tower Bor Pile machine

- Setelah selesai pengeboran dan tanahnya dibuang

- dimasukkan chasing

- Pemasukan tulangan dengan tenaga manusia

- Pengecoran dengan Concrette Pump Material diterima seiuruhnya di lokasi Pekerjaan

Pemancangan menggunakan alat Bor Pile Machine. Titik dan jarak pemancangan sesuai dengan gambar rencana

Peralatan

Bor Pile Machine

:

Alat Bor

Service Crane

Excavator

Tenaga

Mandor

Pekerja

Oprator

 7. 7.1 Dinding Sumuran Silinder terpasang, Diameter 200 Cm Jumlah Kuantitas : 66 M1

7.7.1 Dinding Sumuran Silinder terpasang, Diameter 200 Cm Jumlah Kuantitas : 66 M1

Pondasi Sumuran Harus dibuat memenuhi ketentuan dimensi dan fungsinya, menyediakan alat yang sesuai dengan jenis tanah sehingga penggalian tanah dapat mencapai kedalaman yang telah ditentukan atau mencapai daya dukung yang telahditentukan.

Pekerjaan yang diatur dalam seksi ini harus mencakup penyediaan dan penurunan

dinding sumuran yang dicor di tempat atau pracetak yang terdiri dari unit-unit beton pracetak, sesuai dengan Spesifikasi ini dan sebagaimana yang ditunjukan dalam

Jenis dan dimensi sumuran

gambar, atau diperintahkan oleh direksi pekerjaan terbuka yang digunakan akan ditunjukan dalam gambar

Uraian Pekerjaan :

Pekerjaan dilaksanakan secara mekanik (memakai alat berat) dengan urutan pekerjaan sebagai berikut :

Cetakan untuk dinding sumuran yang dicor ditempat harus memenuhi garis dan elevasi yang tepat, kedap air dan tidak boleh dibuka paling sedikit 3 hari setelah pengecoran atau sampai menunjukan bahwa beton telah mencapai kuat tekan minimum yang disyaratkan.

Peralatan

Batching Plant

Vibrator Roller

Alat Bantu

Truck Mixer

:

Tenaga

Mandor

Pekerja

Oprator

 7.9.1 Pasangan Batu Jumlah Kuantitas : 5.461,09 m3 Pekerjaan ini harus mencakup pembuatan struktur

7.9.1 Pasangan Batu Jumlah Kuantitas : 5.461,09 m3

Pekerjaan ini harus mencakup pembuatan struktur yang ditunjukkan dalam Gambar atau seperti yang diperintahkan Direksi Pekerjaan, yang dibuat dari Pasangan Batu. Pekerjaan harus meliputi pemasokan semua bahan, penyiapan seluruh formasi atau pondasi dan seluruh pekerjaan yang diperlukan untuk menyelesaikan struktur sesuai dengan Spesifikasi ini dan memenuhi garis, ketinggian, potongan dan dimensi seperti yang ditunjukkan dalam Gambar atau sebagaimana yang diperintahkan secara tertulis oleh Direksi Pekerjaan.

Umumnya, pasangan batu harus digunakan hanya untuk struktur seperti dinding penahan, gorong-gorong pelat, dan tembok kepala gorong-gorong besar dari pasangan batu yang digunakan untuk menahan beban luar yang cukup besar. Bilamana fungsi utarna suatu pekerjaan sebagai penahan gerusan, bukan sebagai penahan beban, seperti lapisan selokan, lubang penangkap, lantai gorong-gorong (spillway apron) atau pekerjaan pelindung lainnya pada lereng atau di sekitar ujung gorong-gorong, maka kelas pekerjaan di bawah Pasangan Batu (Stone Masonry) dapat digunakan seperti Pasangan Batu dengan Mortar (Mortared Stonework) atau pasangan batu kosong yang diisi (grouted rip rap).

Peralatan

:

Concrete Mixer

Water Tank

Alat Bantu

Bahan

:

Mixer  Water Tank  Alat Bantu Bahan :  Batu Belah  Semen PC untuk

Batu Belah

Semen PC untuk Campuran Mortar

Pasir untuk campuran mortar Contoh Gambar Pasangan Batu

Air

Pipa PVC Untuk Sulingan pada pekerjaan TPT

Tenaga

:

Mandor

Tukang

Pekerja

 7.10.(3) a Bronjong dengan kawat yang dilapisi galvanis Jumlah Kuantitas : 161 m3 atau

7.10.(3) a Bronjong dengan kawat yang dilapisi galvanis Jumlah Kuantitas : 161 m3

atau

kawat-kawat atau bahan-bahan lain yang diisi dengan batu batu untuk maksud tertentu. Bronjong dapat dipergunakan untuk :

Melindungi dan memperkuat tebing tanah, baik lereng sungai maupun lereng tanggul

Menjaga sungai terhadap arus aliran air dan usaha menjauhkan arus aliran air dari tepi sungai yang merusak tebing-tebingya

Membuat bending untuk meninggalkan taraf muka air

Dan lain sebagainya.

Bronjong merupakan sebuah anyaman dari belahan-belahan bamboo

Uraian Pekerjaan Bronjong dengan kawat yang dilapisi galvanis :

Lakukan pemasangan patok dan benang untuk menandakan daerah penggalian untuk pemasangan bronjong berdasarkan dimensi jarring dan desain. Termasuk tempat ruangan untuk pemadatan merial pada bagian luar penempatan bronjong, dianjurkan lebar tenpat 500 mm diukur dan bagian bawah area bronjong. Pastkan kemiringan yang tepat dibuat pada saat penggalian yang tepat 1.2 (45 der). Seandainya dibutuhkan gunakan penopang dan lembaran papan untuk panahan. Pastikan daerah dan lembaran papan untuk penahan. Pastikan daerah penggalian selalu kering dengan menggunakan pompa air listrik dan generator.

Selama penggalian, letakan jarring bronjong pada pinggir slope dan mulai pembentukan jaring. Biasanya jaring bronjong dikirm dalam bentuk memanjang dan dengan ukuran lebar x tinggi yaitu rata-rata 1000 x 500. Bungkus jaring hingga berbentuk kotak dan ikatkan bersama bagian tepinya menggunakan kawat yang telah digalganisir, jepit dan ikatan serta dipotong dengan menggunakan tang.

Lanjutkan perletakan dan pengisian jarring bronjong dan tumpukan dan ikatkan semua sesuai dengan gambar. Semakin banyak dinding bagian dalam di dapat, maka bronjong semakin kuat,karena itu maka setiap bronjong harus diikatkan secara bersama-sama dengan sebelumnya secara sejajar. Bronjong yang diletakkan diatas untuk setiap susunan harus dihubungkan juga dengan yang lainnya. Seandainya bronjong mempunyai bentuk memanjang sisi bagian bawah jaring harus dipasang daya tahan dan memperkuat struktur.

Rongga antara bagian belakang dinding bronjong denga kemiringan galian harus ditimbun kembali dan dilakukan pemadatan dengan menggunakan material berukuran 0-150mm. seandainya menggunakan tamper, yaitu memadatkan material, tuangkan material setebal 40 cm disekeliling bronjong.

 Ketika struktur bronjong telah selesai pastikan semua celah disekeliling bronjong ditimbun kembali dan dipadatkan

Ketika struktur bronjong telah selesai pastikan semua celah disekeliling bronjong ditimbun kembali dan dipadatkan dengan baik dan semua sambungan diikatkan dengan baik.

Peralatan

:

Dump Truck

Alat Bantu

Bahan

:

Batu Belah

Kawat Bronjong yang Dilapisi Galvanis

Tenaga

:

Pekerja

Mandor

Tukang Batu

Galvanis Tenaga :  Pekerja  Mandor  Tukang Batu Contoh Gambar Perakitan Besi PT. SOMBA

Contoh Gambar Perakitan Besi

 7.14.(1) Papan Nama Jembatan Jumlah Kuantitas : 7 Bh Dalam Pekerjaan Pembangunan Jembatan Gantung

7.14.(1) Papan Nama Jembatan Jumlah Kuantitas : 7 Bh

Dalam Pekerjaan Pembangunan Jembatan Gantung Suka Seneng, Cs ini papan nama jembatan direncanakan akan dibuat sebanyak 7 buah yang akan dipasang dilokasi lokasi yang sudah disetujui atau sesuai petunjuk direksi lapangan dan dipasang sedemikian rupa dengan mengikuti gambar kerja.

Uraian Pekerjaan :

Bahan Papan Nama disetujui oleh direksi pekerjaan

Jenis Font, Tata Letak /Layout Logo, Nama Jembatan, KM Jembatan, Tahun Pembangunan Jembatan dan Informasi lainnya harus sesuai dengan spesifikasi teknis yang disetujui

Pemasangan papan nama pada lonengan dengan menggunakan alat bantu

Perapihan dan pengecatan

Peralatan :

Alat Bantu

Tenaga :

Mandor

Tukang

Pekerja

Alat Bantu Tenaga :  Mandor  Tukang  Pekerja Contoh Gambar Papan Nama Jembatan PT.

Contoh Gambar Papan Nama Jembatan

DIVISI 8 PENGEMBALIAN KONDISI DAN PEKERJAN MINOR  8.4 (21) Pagar Pemisah Pedestrian Jumlah Kuantitas

DIVISI 8 PENGEMBALIAN KONDISI DAN PEKERJAN MINOR

8.4 (21) Pagar Pemisah Pedestrian Jumlah Kuantitas : 422 M1

Pekerjaan ini meliputi memasok, merakit dan memasang perlengkapan jalan baru atau penggantian perlengkapan jalan lama seperti pagar pemisah pedestrian, pada lokasi yang ditunjukan dalam gambar atau sebagaimana yang diperintahkan oleh direksi pekerjaan

Pekerjaan pemasangan perlengkapan jalan harus meliputi semua penggalian, pondasi, penimbunan kembali, penjangkaran, pemasangan, pengencangan dan penunjangan yang diperlukan

Uraian Pekerjaan :

Railing : Bahan pipa carbon steel, dengan ketebalan minimum 3 mm untuk ukuran diameter 3" dan tebal minimum 2 mm untuk ukuran 1,5" lengkap dengan rosette serta sesuai dengan gambar. digunakan bahan pipa carbon steel dengan mutu ST-37. Pengelasan Sambungan pipa carbon steel dan atau galvanis harus baik dan rata serta memenuhi persyaratan ASTM A53 type E atau type S. Finishing : cat dengan spray. Material Lain yang tidak terdapat pada daftar diatas tetapi tetap dibutuhkan untuk penyelesaian/penggantian pekerjaan dalam bagian ini, harus baru, kualitas terbaik dari sejenisnya dan harus disetujui Direksi Pekerjaan.

Peralatan :

:

Mesin Las listrik

Cat Sprayer

Alat Bantu

Tenaga :

:

Mandor

Pekerja

Operator

PENUTUP Demikian metode pelaksanaan pekerjaan Pembangunan Jembatan Gantung Suka Seneng Cs ini kami buat sebagai

PENUTUP

Demikian metode pelaksanaan pekerjaan Pembangunan Jembatan Gantung Suka Seneng Cs ini kami buat sebagai bahan penilaian pokja terkait dalam menilai pekerjaan kami dilapangan dan akan menjadi acuan bagi para personil kami dalam melaksanakan pekerjaan ini dilapangan apabila kami ditunjuk sebagai pemenang lelang.

Dibuat di Jakarta 25 Mei 2018 Penyedia :

PT. SOMBA HASBO

Dibuat di Jakarta 25 Mei 2018 Penyedia : PT. SOMBA HASBO HOTLAN SIDABUTAR DIREKTUR PT. SOMBA

HOTLAN SIDABUTAR DIREKTUR