Anda di halaman 1dari 2

Nama Kelompok 2 :

1. Dwi Nugroho
2. Derianto Pongtumba
3. Nur Andayani
4. Rizwan
5. Wensiana Legia

Kasus Gejala Malaria

Penderita Malaria di Indonesia


Indonesia bersama negara-negara lain di seluruh dunia bergabung dalam sebuah komitmen
global yakni Millenium Development Goals (MDGs) untuk memberantas sejumlah penyakit,
salah satunya malaria.
Angka kejadian malaria pada suatu wilayah ditentukan dengan Annual Parasite Incidence (API)
per tahun. API sendiri merupakan jumlah kasus positif malaria per 1.000 penduduk setiap
tahunnya.
Program MDGs ini terus menunjukkan keberhasilan, yang ditunjukkan dengan API malaria di
Indonesia yang terus mengalami penurunan sejak 2011 hingga 2015. Pada tahun 2011, terdapat
1.75 kasus malaria per 1.000 penduduk, sedangkan pada tahun 2015, angka menurun menjadi
0.85 kasus malaria per 1.000 penduduk.
Meskipun telah mengalami penurunan yang cukup signifikan, Indonesia masih belum bebas dari
malaria, terutama di Indonesia bagian Timur. Wilayah seperti Papua, NTT, Maluku, dan
Bengkulu merupakan penyumbang terbanyak angka kejadian malaria di Indonesia.

Gejala Malaria
Gejala malaria biasanya akan muncul antara satu sampai dua minggu setelah tubuh terinfeksi.
Gejala juga bisa muncul setahun setelah gigitan nyamuk, namun kasus ini jarang terjadi. Gejala-
gejala malaria umumnya terdiri dari demam, berkeringat, menggigil atau kedinginan, muntah-
muntah, sakit kepala, diare, dan nyeri otot.
Jika Anda sudah terlanjur mengalami gejala-gejala malaria, segera temui dokter agar bisa
dilakukan diagnosis dan penanganan secepatnya. Malaria dapat didiagnosis dengan mudah
melalui tes darah yang sederhana.

Parasit Penyebab Malaria


Malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium. Sebetulnya ada banyak jenis parasit Plasmodium,
tapi hanya lima jenis yang menyebabkan malaria pada manusia. Parasit Plasmodium hanya
disebarkan oleh nyamuk Anopheles betina. Dua jenis parasit yang umum di Indonesia
adalah Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax.
Gigitan nyamuk malaria lebih sering terjadi pada malam hari. Setelah terjadinya gigitan, parasit
akan masuk ke dalam aliran darah.
Penyebaran penyakit malaria juga bisa terjadi melalui transfusi darah atau melalui pemakaian
jarum suntik secara bergantian. Meski kasus ini jarang sekali terjadi, Anda tetap harus berhati-
hati.

Pengobatan Malaria
Penderita malaria bisa sembuh total jika diobati dan dirawat dengan benar. Berbagai jenis obat-
obatan antimalaria dipakai untuk mengobati sekaligus mencegah penularan malaria.
Obat-obatan yang diberikan tergantung pada beberapa hal, yaitu tingkat keparahan gejala-
gejalanya, jenis parasit yang menjadi penyebabnya, lokasi penularan malaria, serta kondisi
pasien. Jika pasien sedang hamil, pengobatannya akan dibedakan dengan penderita yang sedang
tidak hamil.

Komplikasi Malaria
Penyakit malaria akan memiliki dampak lebih buruk jika terjadi pada wanita hamil, bayi, anak
kecil, dan orang tua. Malaria berpotensi membuat ketahanan tubuh menurun secara drastis dalam
waktu yang singkat. Karena itu, penanganannya perlu dilakukan dengan cepat.
Jika malaria tidak segera ditangani sejak awal, penyakit ini bisa menimbulkan beberapa
komplikasi seperti dehidrasi, anemia parah, gagalnya organ tubuh, dan beberapa kondisi lainnya.

Pencegahan Malaria
Pada dasarnya, malaria bisa dihindari. Untuk mencegah penularan malaria, pemerintah Indonesia
telah menjalankan berbagai program, misalnya tes darah massal dan memberikan obat
antimalaria secara gratis di daerah endemik malaria seperti di wilayah perdesaan di Papua dan
Nusa Tenggara.
Menghindari diri dari gigitan nyamuk adalah cara yang paling penting untuk mencegah
penularan malaria. Anda bisa memakai kelambu untuk menutupi ranjang saat tidur,
menyingkirkan genangan air di sekitar rumah, memakai losion anti serangga, dan menggunakan
pakaian atau selimut yang menutupi kulit tubuh.
Awal Malaria Di temukan
Pada 1907, dia dianugerahi Nobel atas penelitiannya terhadap aktivitas protozoa dalam menyebabkan
penyakit.

Dia kemudian melakukan penelitian terhadap penyakit malaria dengan mengunjungi berbagai daerah
yang terjangkit malaria di Prancis.

Akhirnya, pada 1880, Laveran menemukan penyakit malaria bersumber dari protozoa parasit dari
jenis plasmodium yang dibawa nyamuk Anopheles.