Anda di halaman 1dari 26

Kelompok Bermain

Disusun Oleh Kelompok 3

1. Alifia Yunita
2. Dinda Restu S
3. Marini Friza
4. Ovi Oktaviani P
5. Siti Nurul Qadariyah
Definisi Bermain
Bermain sangat penting bagi mental,
Bermain adalah tindakan atau emosional, dan kesejahteraan anak
kesibukan sukarela yang dilakukan seperti kebutuhan bermain tidak juga
dalam batas-batas tempat dan waktu, berhenti pada saat anak sakit atau anak
berdasarkan aturan-aturan yang di rumah sakit. (Wong, 2005).
mengikat tetapi diakui secara suka rela
dengan tujuan yang ada dalam dirinya Dapat disimpulkan bahwa bermain
sendiri, disertai dengan perasaan adalah kegiatan yang tidak dapat
tegang dan senang serta dengan dipisahkan dari kehidupan anak
pengertian bahwa dengan bermain sehari-hari, karena bermain adalah
anak akan memenuhi kepuasan fisik, media yang baik bagi anak untuk
emosi, sosial dan perkembangan belajar berkomunikasi, menyesuaikan
mental. diri, belajar mengenal dunia sekitar
kehidupannya.
Fungsi Bermain

Perkembangan
Sensoris-Motorik Perkembangan Intelektual

Anak melakukan eksplorasi dan


Perkembangan ini sangat
manipulasi terhadap segala
penting untuk sesuatu yang ada di lingkungan
mengembangkan otot sekitarnya, terutama mengenal
dan energi. warna, bentuk, ukuran.
Fungsi Bermain

Perkembangan Sosial
Perkembangan Kreativitas
Pada saat melakukan aktivitas
Melalui bermain, anak mencoba
bermain, anak belajar
ide-ide baru. Kalau anak merasa
berinteraksi dengan teman,
puas dari kreativitas baru, maka
memahami bahasa lawan
anak akan mencoba pada situasi
bicara.
yang lain.
Fungsi Bermain

Perkembangan Kesadaran Diri Perkembangan Moral

Bermain berfungsi sebagai alat Melalui kegiatan bermain anak


untuk memupuk kesadaran diri juga akan belajar nilai moral dan
anak karena dengan bermain etika, belajar membedakan mana
anak akan sadar tentang yang benar dan mana yang salah,
kemampuan, kelemahan, dan serta belajar bertanggung jawab
tingkah lakunya. atas segala tindakan yang telah
dilakukannya.
Tujuan Bermain

Untuk melanjutkan pertumbuhan


dan perkembangan.

Mengekspresikan perasaan, keiginan,


dan fantasi serta ide-idenya.

Mengembangkan kreatifitas dan


kemampuan memecahkan masalah.

Untuk beradaptasi secara efektif.


Arti dan Nilai Permainan Anak

1. Sarana Sosialisasi.
2. Sarana mengukur kemampuan dan potensi diri.
3. Sarana menunjukan bakat, fantasi dan
kecenderungan.
4. Sarana menghayati berbagai emosi.
5. Permainan merupakan alat pendidikan.
6. Permainan memberikan kesempatan mengenal
latihan.
7. Sarana menggunakan fungsi kejiwaan dan
jasmaniah.
Klasifikasi Bermain berdasarkan Isi dan
Karakter Sosial

Bermain berdasarkan isi permainan :

1. Permainan yang membuat anak belajar berhubungan


sosial dengan orang lain (social affective play.)
2. Permainan yang memberikan kesenangan pada anak
(sense pleasure play.)
3. Permainan yang bersifat membina keterampilan anak
(skill play.)
4. Menggunakan simbol-simbol (dramatic role play.)
Berdasarkan karakteristik sosial :
1. Bermain sendiri (solitary play.)
2. Bermain dengan teman tetapi tidak berinteraksi
(paralel play). Anak tampak ingin berteman, tetapi
sosialnya belum adekuat sehingga tidak membentuk
kelompok.
3. Bermain bersama temannya dan masing-masing
anak bermain sesuai keinginannya, tetapi tidak ada
tujuan kelompok (assosiative play).
4. Bermain dalam kelompok, berdiskusi dan
merencanakan kegiatan untuk mencapai tujuan yang
ditetapkan dan juga memperoleh kompetensi
(cooperative play)
Jenis-Jenis Permainan Sesuai Usia

Usia 0-3 Bulan

• Alat yang disediakan → Untuk


merangsang stimulasi sensorik.

• Contoh : Bel, gambar-gambar yang


warnanya mencolok, benda-benda
yang memiliki bermacam-macam
tekstur dan suara, mainan gantung,
kotak musik, dan lain-lain.
Jenis-Jenis Permainan Sesuai Usia

Usia 3-6 Bulan

• Pada usia ini, bayi mulai


menggenggam.

• Jenis permainan yang digunakan →


untuk menggenggam, meremas,
dirasakan dan untuk digigit
(permainan tekstur lembut).
Jenis-Jenis Permainan Sesuai Usia

12-15 Bulan

• Buku bergambar yang


berwarna-warni, menyusun balok,
bermain dengan kaca, air, telepon
mainan, lempar bola, mainan yang
dapat didorong dan ditarik, puzzle
sederhana, bermain pasir dan air,
boneka, miniatur binatang.
Jenis-Jenis Permainan Sesuai Usia

Usia 2 Tahun

• Ayunan, sepeda roda tiga (hanya


duduk dan didorong), mainan yang
dapat ditarik dan didorong, bermain
cat dengan tangan (finger paint),
bermain dengan air,balok, buku,
boneka.
Jenis-Jenis Permainan Sesuai Usia

Usia 4 tahun
Usia 3 Tahun
Bermain dengan sepeda
(mulai mengayuh sendiri),
Mulai mewarnai, dan melukis.
mengembangkan
Usia 5 tahun
permainan Memotong dan menempel,
imajinasi: rumah mulai menyukai permainan
boneka, bermain yang mempunyai aturan
sederhana, misalnya ular
perang-perangan. tangga, smart board.
Jenis-Jenis Permainan Sesuai Usia

Usia Sekolah

• Anak bermain dengan dimensi.


• Senang dengan permainan fisik dan
keterampilan intelektual.
• Anak laki-laki senang dengan alat
mekanik.
• Anak perempuan senang dengan
bermain peran ibu, memasak,
menjahit.
Jenis-Jenis Permainan Sesuai Usia

Usia Remaja

• Anak lebih dekat dengan teman


sebaya.
• Olahraga dan musik.
• Bentuk permainannya terapeutik,
yaitu permainan keahlian.
Alat Permainan Edukatif (APE)

Adalah alat permainan yang Agar orang tua dapat


dapat mengoptimalkan memberikan alat permainan
perkembangan anak sesuai yang edukatif pada anaknya,
dengan usia dan tingkat syarat – syarat berikut ini yang
perkembangannya dan yang perlu diperhatikan adalah :
berguna untuk perkembangan 1. Keamanan
aspek fisik, bahasa, kognitif, 2. Ukuran dan berat
dan social anak (soetjningsih, 3. Desain
1995). 4. Fungsi yang jelas
5. Bervariasi
6. Universal
7. Tidak mdah rusak
Bermain untuk Anak yang dirawat di
Rumah Sakit

• Perawatan anak dirumah sakit merupakan pengalaman yang penuh dengan


stress, baik bagi anak maupun orang tua.
• Perasaan, seperti takut, cemas, tegang, nyeri dan perasaan yang tidak
menyenangkan lainnya, sering kali dialami anak.
• Media yang paling efektif untuk mengatasi stress pada anak adalah melalui
kegiatan permainan.
• Permainan yang teraupetik didasari oleh pandangan bahwa bermain bagi
anak merupakan aktivitas yang sehat dan diperlukan untuk kelangsungan
tumbuh kembang anak dan memungkinkan untuk dapat menggali dan
mengekspresikan perasaan dan pikiran anak, mengalihkan parasaan nyeri,
dan relaksasi. Dengan demikian, kegiatan bermain harus menjadi bagian
integral dan pelayanan kesehatan anak dirumah sakit (Brennan, 1994).
Bermain untuk Anak yang dirawat di
Rumah Sakit

• Prinsip-Prinsip Bermain pada Anak di Rumah Sakit

1. Permainan Tidak boleh bertentangan dengan terapi


dan perawatan yang sedang dijalankan pada anak.
2. Tidak membutuhkan energi yang banyak, singkat dan
sederhana.
3. Harus mempertimbangkan keamanan anak.
4. Dilakukan pada kelompok umur yang sama.
5. Melibatkan orang tua.
Satuan Acara Bermain
• Tujuan Bermain
Tetapkan tujuan bermain bagi anak sesuai dengan kebutuhannya. Kebutuhan
bermain mengacu pada tahapan tumbuh kembang anak.
• Proses Kegiatan Bermain
Kegiatan bermain yang dijalankan mengacu pada tujuan yang telah ditetapkan
sebelumnya. Apabila permainan yang akan dilakukan dalam kelompok, uraikan
dengan jelas aktivitas setiap anggota kelompok dalam permainan dan kegiatan
orang tua setiap anak.
• Alat Permainan yang diperlukan
Gunakan alat permainan yang dimiliki anak atau yang tersedia di ruang rawat
(jika di RS). Apabila anak akan diajak bermain melipat kertas, gunakan bahan
yang murah dan haga yang terjangkau.
• Pelaksanaan kegiatan bermain
Selama kegiatan bermain, respon anak dan orang tua harus diobservasi dan
menjadi catatan penting bagi perawat, bahkan apabila tampak adanya
• Evaluasi atau penilaian
Referensi

Greenspan,
Greenspan,S.I.,
S.I.,Wieder, 1998:The
Wieder,S.S.1998: TheChild
Childwith
withSpecial
Special Needs:
Needs:
Encouraging
EncouragingIntellectual
Intellectualand
andEmotional
EmotionalGrowth,
Growth, Massachusetts:
Massachusetts:
Perseus Books
Perseus Books
Hughes, 1999:Children,
Hughes,F.F.P.P.1999: Children,Play
Playand
andDevelopmental,
Developmental,USA:
USA: AA
Viacom
ViacomCompany
Company
Suherman. 2000.Buku
Suherman.2000. BukuSaku
SakuPerkembangan
PerkembanganAnak.
Anak.Jakarta.
Jakarta.EGC
EGC
Supartini,
Supartini,Yupi. 2004.Buku
Yupi.2004. BukuAjar
AjarKonsep
KonsepKeperawatan
KeperawatanAnak.
Anak.
Jakarta:
Jakarta:EGC
EGC