Anda di halaman 1dari 12

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Desain Penelitian

Jenis penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen dengan

menggunakan desain penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif

(descriptive research) adalah suatu metode penelitian yang dilakukan

dengan tujuan utama untuk membuat gambaran tentang suatu keadaan atau

fenomena yang ada yang berlangsung pada saat ini atau pada saat yang

lampau (Hasdianah, Siyoto, Indahsah & Wardani, 2015). Penelitian ini

bertujuan untuk mendapatkan gambaran persepsi masyarakat tentang

efektivitas fogging dalam penanggulangan DBD.

B. Populasi dan Sampel Penelitian

1. Populasi

Populasi target adalah unit dimana suatu hasil penelitian

akan diterapkan (digeneralisir). Idealnya penelitian ini dilakukan

pada populasi karena dapat melihat gambaran seluruh populasi

sebagai unit dimana hasil penelitian akan di terapkan (Dharma,

2015).

Populasi pada penelitian ini adalah kepala keluarga di

wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Sekadau Hilir yaitu sebanyak

120 KK.
2. Sampel

Sampel adalah sebagian dari jumlah dan kareteristik yang

dimiliki oleh populasi tersebut (Hasnah dkk, 2015). Sampel dalam

penelitian ini adalah 92 Kepala Keluarga di Wilayah Kerja

Puskesmas Kecamatan Sekadau Hilir.

3. Teknik Sampling

Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik

purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang

memeberikan peluang bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk

dipilih menjadi sampel (Sugiyono, 2016). Adapun kriteria inklusi

dan ekskulisi tersebut yaitu:

a. Kriteria Inklusi

1) Kepala Keluarga yang bisa membaca dan menulis

2) Kepala Keluarga yang berdomisili di RT/RW: 04/02.

Desa Tanjung Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten

Sekadau.

3) Kepala Keluarga yang bersedia menjadi responden

b. Kriteria Ekslusi

1) Kepala Keluarga yang tidak bersedia menjadi responden

C. Tempat dan Waktu Penelitian

1. Tempat Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan

Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau.


2. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada bulan April sampai dengan bulan Mei

2018

D. Definisi Operasional

Definisi operasional yaitu mendefinisikan variabel secara

operasional berdasarkan karaktristik yang diamati, sehingga

memungkinkan peneliti untuk melakukan observasi atau pengukuran

secara cermat terhadap suatu objek atau fenomena (Hidayat, 2011).


Tabel 3.1 Definisi Operasional

N Variabel Definisi Alat Ukur Cara Ukur Hasil Ukur Skala


o Penelitian Operasional
1. Usia Usia Menggunaka Responden <30 tahun Nomina
responden n kuesioner diminta >30 tahun l
berdasarkan (lembar mengisi
tanggal lahir pengisian lembar data
hingga data) yang ada
sekarang pada
kuesioner
2. Pendidika Pendidikan Menggunaka Responden Rendah Nomina
n yang n kuesioner diminta Tinggi l
ditempuh (lembar mengisi
hingga pengisian lembar data
selesai data) yang ada
(tamat) pada
kuesioner
3. Pekerjaan Suatu Menggunaka Responden Bekerja Nomina
kegiatan n kuesioner diminta Tidak l
sehari-hari (lembar mengisi bekerja
yang pengisian lembar data
dilakukan data) yang ada
sebagai mata pada
pencarian kuesioner
4. Persepsi Persepsi Tanggapan Menggunaka Total antara
masyarakat atau n skala dengan
tentang pemahan Guttman dikelompoka
efektivitas kumpulan dengan n
fogging individu- kriteria: berdasarkan
dalam individu Benar = 1 Cut Of Point
peanggulanga yang saling Salah = 0 data baik
n DBD berinteraksi >20
tentang data kurang
efektivitas <20
fogging

E. Instrumen / Alat Pengumpul Data

Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan oleh peneliti

untuk mengobservasi, mengukur atau menilai suatu fenomena (Dharma,

2011). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner.

Kuesioner terdapat dua bagian, bagian pertama (A) data demografi dan
bagian kedua (B) persepsi masyarakat tentang efektivitas fogging dalam

penanggulangan DBD.

Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur variabel

dalam penelitian ini menngunakan kuesioner tidak baku, artinya disusun

sendiri oleh peneliti. Pada kuesioner persepsi ini terdapat 25 item

pernyataan.

1. Kuesioner

Kuesioner adalah suatu bentuk dokumen yang berisi

beberapa item pernyataan atau pernytaan yang dibuat berdasarkan

indikator-indikator suatu variabel. Kuesioner pada dasarnya

diberikan untuk mengetahui respon subjek terhadap setipa item

pernyataan tersebut (Dharma, 2011). Commented [H1]: Jelaskan kuisioner yg digunakan

2. Uji Validitas dan Uji Reabilitas

Pada bagian ini peneliti menekankan pada prinsip-prinsip

penyusunan instrumen dan jenis-jenis instrumen yang sering

dipergunakan pada penelitian ilmu keperawatan. Dua karateristik

alat ukur yang harus diperhatiakan peneliti adalah validitas dan

reabilitas.

Validitas adalah syarat mutlak bagi suatu alt ukur agar

dapat digunakan dalam suatu pengukuran. Uji validitas

menunjukan ketepatan pengukuran suatu instrument, artinya suatu


instrument dikatakan valid apabila instrument tersebut mengukur

apa yang seharusnya diukur ( Dharma 2011).

Reliabilitas adalah tingkat konsistensi dari suatu

pengukuran. Uji realibilitas menunjukan apakah pengukuran

menghasilkan data yang konsisten jika instrument digunakan

kembali secara berulang ( Dharma, 2011).

Penelitian menggunakan jenis alat instrument yang terbagi

menjadi dua yaitu lembar pengisian data responden dan lembar

kuesioner. Lembar pengisian data responden di pergunakan untuk

mengindentifikasi data demografi responden yaitu mencakup

nama, usia, pendidikan dan pekerjaan dan lembar kuesioner

dipergunakan untuk menjawab item-item pernytaan yang ada pada

lembar kuesioner.

Kuesioner terdapat dua bagiaan, bagian pertama (A) data

demografi responden dan bagian kedua (B) pernyataan tentang

efektivitas fogging dalam penanggulangan DBD. Kuesioner

memiliki 25 item pernyataan dengan menggunakan skala Guttman

dengan skor 1 untuk jawaban benar dan skor 0 untuk jawaban

salah. Commented [H2]: delete

Sebelum penelitian dilaksanakan, dilakukan uji alat

instrument terlebih dahulu dengan melakukan uji validitas dan

reliabitas menggunakan uji pearson product moment (r) yaitu


membandingkan antara r hitung dengan r tabel dengan tingkat

kepercayaan 95 % . Uji validitas dan reliabilitas dilaksanakan di

RW/RT: 03/01, Desa Tanjung, Kecamatan Sekadau Hilir,

Kabupaten Sekadau dengan jumlah sampel 30 responden dan di

laksanakan pada bulan Maret 2018.

Hasil uji validitas dilaksanakan di RW/RT: 03/01, Desa

Tanjung, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau pada

bulan Maret 2018 dengan nilai r tabel uji korelasi pearsons df=n-2

yaitu 30-2=28 dengan r tabel = 0,361 dengan tingkat kepercayaan

95%. Berikut gambaran uji validitas dan reliabilitas kuesioner.

Variabel Jumlah Jumlah RIT Alpa


Pernyataan pernyataan Cronbach
sebelum diuji setelah diuji
DBD 10 10 0,402-0,918 0,936
Fogging 10 10 0,436-0,925 0,937
Persepsi 5 5 0,469-0,836 0,844
Keterangan RIT = Korelasi Setiap Item
F. Prosedur Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan setelah mendapatkan surat izin

pengambilan data dari Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan (STIK)

Muhammadiyah Pontianak. Setelah peneliti mendapat izin pengambilan

data, peneliti akan menyerahkan surat tersebut ke Wilayah kerja

Puskesmas Kecamatan Sekadau Hilir. Setelah peneliti mendapatkan

responden langkah selanjutnya adalah menjelaskan tujuan dan manfaat

penelitian yang akan dilakukan. Penelitian akan memberikan surat

persetujuan untuk menjadi responden atau yang biasa disebut dengan

informed consent. Setelah mendapat persetujuan dari responden, penelitian

akn menjelaskan tata cara pengisian kuesioner yang harus diisi dengan

lengkap dan benar. Peneliti akan memberikan waktu untuk pengisian

kuesioner selama 10-20 menit. Kemudian peneliti akan mengambil lembar

kuesioner yang sudah diisi untuk melihat apakah semua pertanyaan sudah

terjawab.

G. Metode Analisa Data

Teknik analisis data merupakan cara mengelola data agar dapat

disimpulkan atau diinterpretasikan menjadi informasi. Dalam melakukan

analisis data terlebih dahulu data akan diolah. Dalam statistik, informasi

yang diperoleh dipergunakan untuk proses pengambilan keputusan,

umumnya dalam pengujian hipotesa, namun yang lebih penting adalah

analisis data untuk menyimpulkan agar data dapat di informasikan atau


diinterpretasikan (Hidayat, 2010). Dalam proses pengelolaan data terdapat

langkah-langkah yang harus ditempuh, diantaranya.

1. Editing (penyuntingan data)

Memeriksa data-data yang sudah terkumpul, yaitu

mengoreksi setiap lembar tes untuk memastikan pertanyaan telah

terjawab semua, dan meminta responden menjawab kembali

apabila terdapat pertanyaan yang belum dijawab.

1. Scoring

Selanjutnya menetapkan pemberian skor pada lmbar

tes dalam penelitian ini menggunakan pola apabila jawaban

benar maka diberi nilai satu (1) dan apabila salah diberi

nilai (0).

2. Coding Sheet ( membuat lembar kode)

Lembaran kode adalah instrument berupa kolom-

kolom untuk merekam data secara manual. Data yang

diolah dengan komputer kodeny harus dibuat pada coding Commented [H3]: jelaskam seperti apa kodingnya

sheet yang telah tersedia.

3. Entry Data ( Memasukan Data)

Mengisi kolom-kolom atau kotak-kotak lembar

kode sesuai dengan jawaban masing-masing.

4. Tabulating (tabulasi)
Kegiatan membuat tabel-tabel data dan

mengelompokkan data sesuai jawaban-jawaban dengan

teratur serta teliti, kemudian dihitung, dijumlahkan dan

disajikan dalam bentuk tabel.

H. Analisis Data

Analisis Univariat

Analisis Univariat bertujuan untuk menjelaskan suatu atau

mendeskripsikan karakteristik setiap variabel penelitian. Bentuk analisis

univariat tergantung dari jenis datanya. Untuk data numerik digunakan

nilai mean atau rata-rata, median dan standar deviasi. Pada umumnya

dalam analisis ini menghasilkan distribusi frekuensi dan persentase dari

tiap variabel (Notoadmodjo, 2010). Analisis univariat dalam penelitian ini

bertujuan untuk menggambrkan hasil distribusi frekuensi karakteristik

responden yang terdiri dari usia, pendidikan dan pekerjaan serta

menggambarkan distribusi frekuensi persepsi masyarakat tentang

efektivitas fogging dalam penanggulangan DBD.

I. Etika Penelitian

Peneliti akan menjaga kerahasiaan setiap responden dan meminta

persetujuan sebagai responden dan mendokumentasikannya dalam format

informed consent yang sudah disediakan.

Beberapa prinsip penelitian pada manusia yang harus dipahami antara lain

(Hidayat, 2011)
1. Prinsip manfaat

Dengan berprinsip pada aspek manfaat, maka segala bentuk

penelitian yang dilakukan diharapkan dapat dimanfaatkan untuk

kepentingan manusia. Prinsip ini dapat ditegakkan dengan

membebaskan, tidak memberikan atau menimbulkan kekerasan pada

manusia, tidak menjadikan manusia untuk dieksploitasi. Penelitian yang

dihasilkan dapat memberikan manfaat dan mempertimbangkan antara

aspek risiko dengan aspek manfaat, bila penelitian yang dilakukan dapat

mengalami dilema dalam etik.

2. Prinsip menghormati manusia

Manusia memiliki hak dan merupakan makhluk yang mulia yang

harus dihormati, karena manusia berhak untuk menentukan pilihan

antara mau atau tidak untuk diikutsertakan menjadi subjek penelitian.

3. Prinsip keadilan

Prinsip ini dilakukan untuk menjunjung tinggi keadilan manusia

dengan menghargai hak atau memberikan pengobatan secara adil, hak

menjaga privasi manusia, dan tidak berpihak dalam perlakuan terhadap

manusia.

J. Saran

Berkaitan dengan penelitian yang telah dilaksanakan yaitu gambaran

persepsi masyarakat tentang efektivitas fogging dalam penanggulangan

DBD di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Sekadau Hilir, maka

peneliti mengajukan beberapa saran yaitu:


1. Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk lebih giat memberikan

informasi dan aktif dalam melakukan penyuluhan kesehatan tentang Commented [H4]: di bab 3 apa 6 u saran

DBD dan penanggulangannya.

2. Disarankan kepada peneliti selanjutnya dapat menambahkan variabel

lainnya sehingga lebih bervariasi.