Anda di halaman 1dari 4

Sholat dalam Gereja Orthodox Masa kini.

Sholat dalam Iman Kristen dilakukan mengikuti waktu-waktu sembahyang tertentu sebagaimana juga
yang dijumpai dalam ibadah Yahudi. Waktu waktu atau jam-jam Sembahyang itu juga dipelihara oleh
para Rasul Kristus dalam Gereja perdana.

Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang yaitu pukul tiga petang, naiklah Petrus, yohanes ke Bait
Allah ( Kis 3:1). Juga : jawab Kornelius : empat hari yang lalu kira-kira pada waktu yang sama seperti
sekarang ini, yaitu jam tiga petang aku sedang berdoa di rumah.. ( Kis 10:30). Lagi : Ketika tiba hari
pentakusta semua orang percaya berkumpul di suatu tempat tertentu ( tentunya untuk
sembahyang)..orang-orang ini ( yaitu yang berkumpul untuk sembahyang tadi) tidak mabuk seperti yang
kamu sangka (karena berbicara dalam bahasa bahasa lain) karena hari baru pukul Sembilan pagi ( Kis
2:1,15). Serta kira-kira pukul dua belas tengah hari naiklah petrus ke atas rumah ( loteng) untuk berdoa
(Kis 10:9), akhirnya “tetapi kira-kira tengah malam paulus dan silas berdoa dan menyanyikan puji pujian
kepada Allah..( Kis 16:25). Data Alkitab mengenai jam sembahyang dari Gereja perdana ini menunjukkan
jam Sembilan, jam dua belas tengah hari, jam tiga petang, serta tengah malam. Di tambah lagi dengan
waktu waktu sembahyang yang dilakukan dengan waktu pembakaran dupa dan korban seperti yang
telah kita bahas diatas, yaitu waktu pagi dan petang. Jadi enam waktu sembahyang, disamping sebelum
tidur ada waktu sembahyang lagi ( mazmur 4:9). Sehingga genaplah sembahyang wajib itu ada tujuh
waktu ( As-Sa’ush Sholawat) itu menjadi kearngka sembahyang harian Gereja Orthodox. Waktu waktu
sembahyang inipun dilestarikan dalam Islam dengan waktu yang bersamaan namun dengan nama
berbeda dari yang digunakan oleh orang-orang Kristen Orthodox yang berbahasa Arab :

1. Sholatus sa’atul awal ( sholat jam pertama) yaitu sembahyang pagi sebanding sholat subuh
dalam islam ( jam 5-6)
2. Sholatus sa’atus Tsalits ( sholat jam ketiga) sebanding dengan sholat Dhuha dalam islam
meskipun ini bukan sholat wajib dalam islam ( jam 9-11).
3. Sholatus sa’atus Sadis (sholat jam keenam) sebanding dengan sholat dhuhur dalam islam ( kira-
kira jam 12 tengah hari)
4. Sholatus sa’atus tis’ah ( sholat jam Sembilan) sebanding dengan sholat Asyar dalam islam (kira-
kira jam tiga petang)
5. Sholatus Ghurub ( sholat senja) sebanding dengan sholat mahhrib dalam islam (kira-kira jam 6
sore).
6. Sholatus Naum ( sembahyang tidur atau purna bujana) sebanding dengan sholat Isya’ dam Islam
( kira kira jam 8-12 malam).
7. Sholatus lail atau Sholatus Satar ( sholat tengah malam) sebanding sholat Tahajjud dalamm
islam, namun inipun bukan sholat wajib dalam islam ( kira-kira pukul 12 tengan malam)

Makna Sholat Tujuh waktu dalam Gereja Orthodox

1|Page
Seperti halnya telah kita ketahui bahwa tujuan akhir dalam hidup Kristen itu adalah menyatu atau
manunggal dengan Allah melalui kalimatNya yang telah Nuzul yaitu Yesus Kristus.Dan Pemanunggalan
itu dialami melalui Sakramen-Sakramen dalam Gereja terutama yaitu Perjamuan Kudus.Karena Cawan
Pengucapan Syukur itu adalah Persekutuan Persekutuan /pamanunggalan dengan darah Kristus, Roti
yang kita pecah-pecahkan itu adalah Persekutuan/Pemanunggalan dengan Tubuh Kristus, yaitu tubuh
Kristus yang sekarang mulia di sorga ( Fil 3:20-21). Melalui Sakramen Perjamuan kudus inilah manusia
menerima rahmat pemanunggalan dalam Tubuh Kemanusiaan Yesus Kristus Sang Kalimatullah yang
Nuzul, dan telah dimuliakan di sorga itu. Untuk menjaga rahmat pemanunggalan dengan Kristus serta
untuk mempersiapkan diri bagi menerima rahmat yang sama pada kesempatan Perjamuan Kudus
berikutnya ini, maka sholat-sholat harian dilaksanakan. Maka sholat inipun harus berpusat pada tujuan
pamanunggalan dengan Kristus itu juga. Artinya sholat itu harus bersifat Kristologis.Inilah titik pisah
makna Ibadah Agama yahudi dengan Iman Kristten Orthodox. Dan dengan demikian sholat tidak
dimengerti secara Hukum taurat ataupun secara legalistic seperti dalam penghayatan Islam. Sholat itu
menjadi sarana untuk pengudusan waktu dalam sehari karena melalui nuzulNya sang kalimatulloh, telah
menguduskan waktu ( “setelah genap waktunya Allah mengutus AnakNya (kalimatullah yang menjadi
manusia) yang lahir dari seorang wanita..” Gal 4:4) dan juga sarana untuk menghayati makna misteri
Almasih sebagai kalimatullah yang telah Nuzul jadi manusia itu. Sehingga makna Kristologi serta makna
pemanunggalan dalam sholat itu tetap terjaga. Demikianlah maka :

Sholatus sa’atul awwal yang dilakukan pagi hari ( Pkl 5 pagi hari) itu dihayati sebagai peringatan akan
lahirNya Sang Kristus Sang Terang Dunia ( Yoh 8:12) dan juga sebagai bangkit Kristus dari kematian yang
menyatakan Terang Illahi dalam kegelapan maut seiring dengan terbitnya matahari yang menyinarkan
terang bagi kegelapan malam itu. Namun ini juga memperingati penangkapan Yesus oleh Imam Imam
yahudi, dan penolakanNya oleh umatNya sendiri ( Mat 27:1, Yoh 19:8-28). Agar dengan demikian pada
hari itu manusia boleh memulai hidupnya dalam ingatan akan karunia Allah yang telah mengutus
kalimatNya serta untuk tetap berjalan dalam Terang Illahi yang telah nyata dalam kebangkitan Kristus,
dan jangan sampai menolak Kristus yaitu suara Illahi yang dilakukan Umat yahudi.

Sholatus Sa’atus Tsalits yang dilakukan pada jam Sembilan pagi mengingatkan manusia akan saat ketika
Almasih mulai disalibkan ( Mark 15:25) dan juga akan saat turunya Sang Roh Kudus ( Kis 2:1-2, 15) untuk
mengingatkan manusia agar memiliki tekad untuk mulai mau menyalibkan dan memerangi hawa nafsu
sendiri agar dipenuhi dengan rahmat kekudusan dari Roh Kudus yang kudus pada hari yang
bersangkutan itu.

Sholatus Sa’atus Sadis yang dilakukan pada kira-kira jam dua belas tengah hari mengingatkan saat
Yesus tengan menderita sengsara di Salib ( Luk 23:44-45) dan saat salah seorang pencuri yang disalibkan
bersamaNya bertobat, gar kitapun seperti si pencuri itu selalu ingat akan hidup pertobatan yang berbalik
Dario dosa-dosa serta selalu memohon rahmat Illahi untuk kembali ingat akan tujuan hidup menuju ke
dalam Kerajaan Allah.

Sholatus Sa’atus Tis’ah Yang dilakukan pada kira-kira jam empat sore, untuk mengingatkan saat Kristus
menghembuskan nafasNya yang terakhir di atas Salib ( mark 15:34-38) untuk mengingatkan manusia

2|Page
bahwa Kristus rela mati untuk keselamatan manusia, agar manusia boleh mengangkat matanya untuk
melihat rahmat sorgawi namun juga rela mati untuk dirinya sendiri untuk hidup bagi orang lain.

Sholatul Ghuruh yang dilakukan pada kira-kira jam enam sore, untuk mengingatkan manusia saat Kristus
berada di dalam kubur untuk bangkit pada esok paginya, sama seperti matahari yang tenggelam dalam
kewgelapan untuk terbit pada esok paginya. Sehingga sore hari ini adalah permulaan dari masa yang
baru, dan Gereja Orthodox menmghitung sore hari ini sebagai permulaan dari liturgis sebagaimana
kewtika Allah menciptakan dunia itupun permulaan hari dinyatakan : “jadilah petang dan jadilah pagi
itulah hari pertama” (Kej 1:5).

Sholatul Nuum

Dilakukan pada jam 7 sore, mengingat manusia bahwa saat malam seperti inilah Kristus tergeletak
dalam Kubur dan tidur yang akan dilakukan itu adalah gambaran dari kematian itu. Sehingga ia
diingatkan untuk bukan hanya tubuhnya saja yang rela masuk manunggal dengan kematian Kristus
dalam lambang kematian ini, jiwa dan batinnyapun harus rela mati gemuruh dan gelombang hawa-
nafsunya yang jahat dan bersifat kedagingan.

Sholatul lail atau Sholatul satar

Sholat ini dilakukan pada tengah malam yaitu sekitar jam 12 malam, untuk mengingatkan manusia
bahwa Kristus akan datang lagi seperti pencuri di tengah malam ( matius 24:42, Luk 21:36 dan Wahyu
16:15), sehingga manusia itu harus tetap berjaga pada saat tengah malam seperti itu. Ini adalah saat kita
mengingatkan diri kita harus terus menerus berjaga karena hari pengadilan akan tiba. Namun juanji
keselamatan itu akan dinyatakan jika tetap siaga untuk menanti kedatangan Kristus yang kedua kali itu.
Sholat tujuh kali sehari ini dikenal sebagai sholat Nabi Daud dalam Gereja Orthodox> namun disamping
itu Gereja Orthodox juga mengenal sholat tiga kali sehari bagi mereka yang tak cukup waktu , yang
dikenal sebagai Sholat Nabi D, saesuai dengan kata dengan kata Mazmur 55:28 : Di waktu petang, pagi
dan tengah malam aku cemas dan menangis dan Ia mendengar suaraku” .

Demikianlah melalui sholat-sholat harian ini manusia dapat menggenapi perintah untuk berdoa tanpa
putus ( l Tes 5:17) dan tidak jemu-jemu ( Luk 19:1), namun juga dimanunggalkan dengan sebuah misteri
Kristus, dari kelahiran, kesengsaraan, kematian, kebangkitan sampai kedatanganNya yang kedua kali.
Sehingga drama Injil it uterus menerus dialami oleh manusia. Dengan demikian seluruh waktu dalam
sehari telah dikuduskan oleh makna pengudusan Injil dalam karya Kristus itu. Serta rahmat panunggalan
yang dityerimanya melalui Sakramen Perjamuan kudus itu tetap terpelihara, dan dirinya akan selalu siap
untuk menerima rahmat panunggalan dalam Perjamuan Kudus berikutnya.

Tertib Sholat dalam Gereja Orthodox

3|Page
Bersuci

Perjanjian Lama memberikan kita petunjuk tentang macam-macam cara bersuci, bahkan di halaman Bait
Allah ditempatkan bejana besar bagi tujuan bersuci ini, bukan sebagai ketetapan hukum, namun sebagai
symbol persiapan diri bagi menghadap Allah. Jadi air itu tak dianggap menyucikan manusia dari dosa
atau kenajisan secara ritual sebagaimana yang dimengerti dalam agama islam. Pada waktu bersuci
orang menghadap Kiblat ke timur, lalu membaca doa mazmur 26:6-12 dengan membasuh kedua telapak
tangan, membasuh lengan, membasuh kedua telinga, berkumur, membasuh wajah dan kepala,
membasuh tungkai kaki serta membasuh seluruh kaki.

Kiblat

Sebelum Sholat dimulai orang harus mengarahkan wajahnya ke kiblat di arah timur. Karena Ka’bah
Baitullah di Yerusalem itu digenapi oleh Kristus sendiri ( Yoh 2:9-21), artinya Yesus Kristuslah sekarang
Ka’bah atau Baitullah yang hidup itu. Maka berkiblat kepadaNyalah orang harus sholat. Padahal Yesus
sekarang berada di sorga ( Fil 3:20). Jadi Kiblatnya bukan arah mata angin manapun di dunia ini, namun
untuk menimbulkan Lambang Kiblat di sorga itu. Kitab Suci menyebutkan Eden sebagai lambang sorga
itu berada di sebelah timur ( Kej 2:8), maka kearah timur itu Kiblat sholat itu dilakukan. Juga karena
hidup Kristen itu bersifat Eskhatologis yaitu menantikan kedatangan Kristus, padahal Kristus akan
datang”..sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke
barat..”( mat 24:27), guna siap menyongsong kedatangan Kristus itulah secara simbolik orang Kristen
Orthodox berkiblat kea rah timur dalam sholat. jadi ini tak ada kaitannya dengan penyembahan dewa
matahari seperti pernah didakwakan orang, dengan demikian tetap memelihara kerangka Sholat yahudi,
namun dengan makna yang berbeda.

4|Page