Anda di halaman 1dari 3

Soal Essay :

1. Apakah yang dimaksud RBA

Risk Based Audit (RBA) adalah pendekatan audit yang dimulai dengan
proses penilaian risiko audit, sehingga dalam perencanaan, pelaksanaan, dan
pelaporan auditnya lebih difokuskan pada area penting yang berisiko
terjadinya penyimpangan atau kecurangan

2. Apakah yang dimaksud asersi

Asersi adalahpernyataan yang diberikan manajemen secara ekspisit maupun


implisit, yang tertanam didalam atau merupakan bagian dari laporan
keuangan. Asersi berhubungan dengan pengakuan, penyajian dan
angka/saldo dan disclousure.

3. Latar Belakang timbulnya Risk Based Audit?

 Permintaan dan tekanan untuk melakukan reformasi dalam pengelolaan


perusahan (good corporate governance)
 Keinginan stakeholders agar perusahaan dikelola secara lebih efektif
 Keinginan dari manajemen untuk memperoleh saran-saran perbaikan
dalam kegiatan operasinya

4. Sebutkan manfaat Risk Based Audit (RBA) bagi KAP dan Auditee ?
Bagi KAP :
 Proses audit dapat dilaksanakan dengan lebih efisien
 Mengurangi risiko pelaksanaan audit
 Memberikan pendekatan audit sitematis dan unggul yang terfokus pada
pengurangan risiko
 Meningkatkan kemampuan auditor (sebagai auditor sekaligus konsultan
yang terpadu dalam GCG).
 Membantu pemahaman yang lebih baik atas operasi klien
 Membantu auditor untuk dapat menjadi konsultan yang dapat dipercaya
oleh klien

Bagi auditee :
 Memberikan tingkat jaminan yang lebih tinggi atas proses dan hasil audit
 Membantu meningkatkan proses manajeman dalam pengelolaan risiko
dan proses pengendalian risiko perusahaan
 Memberikan nilai tambah bagi jasa audit melalui rekomendasi/saran yang
terkait dengan peningkatan kinerja organisasi dan bagaimana mengelola
risiko operasi

Soal Pilihan Ganda :

1. Yang bukan keharusan dalam 3 langkah audit berbasis risiko adalah


a. Sejak awal Libatkan auditor senior
b. Rencanakan auditnya
c. Menanggapi resiko
d. Gunakan kearifan profesional
e. Fokus pada indentifikasi risiko

2. Yang bukan merupakan manfaat audit berbasis resiko ?


a. Pemahaman atas pengendalian intern
b. Komunikasi tepat waktu
c. Fleksibilitas Waktu
d. Upaya tim terfokus pada area terbuka
e. Prosedur Audit yang terfokus pada resiko

Rangkuman:

Risk Based Audit (RBA) adalah pendekatan audit yang dimulai dengan
proses penilaian risiko audit, sehingga dalam perencanaan, pelaksanaan, dan
pelaporan auditnya lebih difokuskan pada area penting yang berisiko
terjadinya penyimpangan atau kecurangan.

Konsep audit berbasis risiko

 Reasonable Assurance
 Inherent Limitation (Risiko Bawaan)
 Lingkup Audit
 Salah saji material (Material Misstatement)
 Asersi

Pendekatan RBA timbul karena adanya hal-hal berikut:

 Permintaan dan tekanan untuk melakukan reformasi dalam pengelolaan


perusahan (good corporate governance)
 Keinginan stakeholders agar perusahaan dikelola secara lebih efektif
 Keinginan dari manajemen untuk memperoleh saran-saran perbaikan
dalam kegiatan operasinya

Keuntungan RBA bagi KAP

Proses audit dapat dilaksanakan dengan lebih efisien

 Mengurangi risiko pelaksanaan audit


 Memberikan pendekatan audit sitematis dan unggul yang terfokus pada
pengurangan risiko
 Meningkatkan kemampuan auditor (sebagai auditor sekaligus konsultan
yang terpadu dalam GCG).
 Membantu pemahaman yang lebih baik atas operasi klien
 Membantu auditor untuk dapat menjadi konsultan yang dapat dipercaya
oleh klien

Keuntungan RBA bagi auditee

 Memberikan tingkat jaminan yang lebih tinggi atas proses dan hasil audit
 Membantu meningkatkan proses manajeman dalam pengelolaan risiko
dan proses pengendalian risiko perusahaan
 Memberikan nilai tambah bagi jasa audit melalui rekomendasi/saran yang
terkait dengan peningkatan kinerja organisasi dan bagaimana mengelola
risiko operasi

3 Langkah Audit Berbasis Risiko :


 Risk Assessment (Menilai Rsiko)
Melaksanakan prosedur penilaian risiko untuk mengidentifikasi dan menilai
risiko salah saji yang materialnya dalam laporan keuangan.
 Risk Response (Menanggapi Risiko)
Merancang dan melaksanakan prosedur audit selanjutnya yang menanggapi
risiko (salah saji yang material) yang telah diidentifikasi dan dinilai, pada
tingkat laporan keuangan dan asersi.
 Reporting (Pelaporan)
Tahap melaporkan meliputi :
a. Merumuskan pendapat berdasarkan bukti audit yang diperoleh
b. Membuat dan menerbitkan laporan yang tepat sesuai kesimpulan yang
ditarik