Anda di halaman 1dari 29

METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN

SIPIL

UMUM

Metode pelaksanaan pekerjaan mekanikal elektrikal proyek JIB 4 Crane Dermaga 7 terdiri sbb;

1.1. Survey
1.2. Soil investigation
1.3. Pekerjaan bor pile
1.4. Pekerjaan MV Room

1.1. Pekerjaan Survey


1. Persiapan
1.1. Surat ijin kerja
Kontraktor memastikan surat-surat ijin kerja sudah lengkap sesuai aturan/prosedur PT. KBS
dan tanggal surat-surat masih berlaku.
1.2. Form JSA, Form Site survey
Kotraktor menyiapkan form JSA persyaratan kerja sesuai aturan yang berlaku di lingkungan
PT. KBS. Kontraktor menyiapkan form survey, form pengujian dan surat-surat administrasi
yang terkait pekerjaan instalasi ini.
1.3. Alat Pengaman Diri (Helm, Rompi, Sepatu safety)
Kontraktor wajib memakai APD berdasarkan resiko dalam form JSA
1.4. Gambar Layout dan TOR
Kontraktor menyiapkan semua data-data teknis dan referensi dalam pelaksanaan pekerjaan
ini. Kontraktor memastikan semua gambar-gambar sudah disetujui oleh pihak PT. KBS
untuk dikonstruksi.
1.5. Cek list alat kerja utama dan pendukung
Kontraktor memeriksa dan memastikan semua kebutuhan alat kerja utama dan pendukung
selama proses pengangkutan dan pekerjaan sudah siap dan cukup.
Kontraktor memeriksa peralatan kerja utama dan pendukung masih layak pakai dan aman.
1.6. Koordinasi personil terkait
Kontraktor memeriksa personil dan tim pelaksana utama dan pendukung dalam pekerjaan
dalam kondisi siap dilokasi masing-masing sesuai dengan lingkup pekerjaan.
Kontraktor berkoordinasi dengan tim sipil untuk memastikan akses masuk ke dalam area
kerja sudah bersih dan aman.

1|Page
1.7. Faktor Cuaca
Kontraktor memastikan kondisi cuaca bagus dan aman selama proses survey.
Pastikan juga kondisi area tidak berdebu atau mengganggu personil selama proses survey.

2. Pekerjaan survey
Setelah dinyatakan sebagai pelaksana proyek pekerjaan pertama yang harus dilakukan adalah
survey.
Kontraktor periksa posisi center titik pondasi untuk bor pile semua titik.
Sesuaikan dengan gambar layout yang sudah disetujui.
Kontraktor mengukur dan memberi tanda patok kayu / bambu dan diberi identifikasi untuk
semua titik bor pile.
Kontraktor memberi tanda dan identifikasi posisi tangga, tray dan ornamen gedung sesuai
gambar yang disetujui.
Kontraktor memberi tanda kabel pit untuk saluran kabel bawah tanah 6.3 kV dari Main MV room
ke MV room dermaga 7.
Kontraktor mengukur dan memberi tanda patok kayu / bambu dan diberi identifikasi di atas jalur
kabel bawah tanah sesuai gambar layout yang disetujui.
Kontraktor akan mengambil foto semua detail tanda patok dan identifikasi.
Bila ada temuan yang tidak bisa mengikuti gambar maka kontraktor akan merevisi gambar dan
meminta kembali gambar untuk diapproved sesuai temuan dilapangan.
Kontraktor akan membuat laporan dan mengisi form survey.

1.2. Pekerjaan Soil Investigation


1. Persiapan
1.1. Surat ijin kerja
Kontraktor memastikan surat-surat ijin kerja sudah lengkap sesuai aturan/prosedur PT. KBS
dan tanggal surat-surat masih berlaku.
1.2. Form JSA, Form Pemasangan, Form Pengujian
Kotraktor menyiapkan form JSA persyaratan kerja sesuai aturan yang berlaku di lingkungan
PT. KBS. Kontraktor menyiapkan form survey, form pengujian dan surat-surat administrasi
yang terkait pekerjaan instalasi ini.
1.3. Alat Pengaman Diri (Helm, Rompi, Sepatu safety)

2|Page
Kontraktor wajib memakai APD berdasarkan resiko dalam form JSA
1.4. Gambar Layout dan TOR
Kontraktor menyiapkan semua data-data teknis dan referensi dalam pelaksanaan pekerjaan
ini. Kontraktor memastikan semua gambar-gambar sudah disetujui oleh pihak PT. KBS
untuk dikonstruksi.
1.5. Cek list alat kerja utama dan pendukung
Kontraktor memeriksa dan memastikan semua kebutuhan alat kerja utama dan pendukung
selama proses pengangkutan dan pekerjaan sudah siap dan cukup.
Kontraktor memeriksa peralatan kerja utama dan pendukung masih layak pakai dan aman.
1.6. Koordinasi personil terkait
Kontraktor memeriksa personil dan tim pelaksana utama dan pendukung dalam pekerjaan
dalam kondisi siap dilokasi masing-masing sesuai dengan lingkup pekerjaan.
Kontraktor berkoordinasi dengan tim sipil untuk memastikan akses masuk ke dalam area
kerja sudah bersih dan aman.
1.7. Faktor Cuaca
Kontraktor memastikan kondisi cuaca bagus dan aman selama proses survey.
Pastikan juga kondisi area tidak berdebu atau mengganggu personil selama pekerjaan.

2. Pekerjaan Sondir
Setelah ditemukan semua titik center bor pile maka akan dilakukan sondir untuk mengetahui
bearing capacity tanah.
Kontraktor menguji sondir dengan menggunakan batang besi dipukul kedalam tanah dan dicatat
jumlah pukulan serta dalamnya batang masuk ke dalam tanah di titik yang nanti akan dibor pile.
Kontraktor akan merecord data hasil pukulan dan kedalam menjadi curva.

3. Pekerjaan Boring
Setelah dilakukan sondir untuk mengetahui bearing capacity tanah. Selanjutnya memeriksa
sampel tanah dikedalaman 1 m, 2 m, 3 m, 4 m dan seterusnya.
Kontraktor melakukan boring dengan pipa besi dan mesin boring vertikal.
Kontraktor akan memberikan sampel tanah tersebut untuk diuji di laboratorium.
Hasil laporan pengujian akan dijadikan acuan untuk memilih tipe pondasi yang kokoh dan aman.

3|Page
1.3. Pekerjaan bor pile
1. Persiapan
1.1. Surat ijin kerja
Kontraktor memastikan surat-surat ijin kerja sudah lengkap sesuai aturan/prosedur PT. KBS
dan tanggal surat-surat masih berlaku.
1.2. Form JSA, Form Ijin Kerja, Form Pengujian
Kotraktor menyiapkan form JSA persyaratan kerja sesuai aturan yang berlaku di lingkungan
PT. KBS. Kontraktor menyiapkan form survey, form pengujian dan surat-surat administrasi
yang terkait pekerjaan instalasi ini.
1.3. Alat Pengaman Diri (Helm, Rompi, Sepatu safety)
Kontraktor wajib memakai APD berdasarkan resiko dalam form JSA
1.4. Gambar Layout dan TOR
Kontraktor menyiapkan semua data-data teknis dan referensi dalam pelaksanaan pekerjaan
ini. Kontraktor memastikan semua gambar-gambar sudah disetujui oleh pihak PT. KBS
untuk dikonstruksi.
1.5. Cek list alat kerja utama dan pendukung
Kontraktor memeriksa dan memastikan semua kebutuhan alat kerja utama dan pendukung
selama proses pengangkutan dan pekerjaan sudah siap dan cukup.
Kontraktor memeriksa peralatan kerja utama dan pendukung masih layak pakai dan aman.
1.6. Koordinasi personil terkait
Kontraktor memeriksa personil dan tim pelaksana utama dan pendukung dalam pekerjaan
dalam kondisi siap dilokasi masing-masing sesuai dengan lingkup pekerjaan.
Kontraktor berkoordinasi dengan tim sipil untuk memastikan akses masuk ke dalam area
kerja sudah bersih dan aman.
1.7. Faktor Cuaca
Kontraktor memastikan kondisi cuaca bagus dan aman selama proses survey.
Pastikan juga kondisi area tidak berdebu atau mengganggu personil selama pekerjaan.

2. Pekerjaan Bore Pile


Kontraktor memeriksa dan validasi titik patok tanda posisi bore pile sesuai gambar denah /
layout pondasi bore pile yang disetuji oleh KBS
Kontraktor akan memasangan casing temporary untuk tujuan agar pada saat pekerjaan
pengeboran dilakukan jangan sampai terjadi keruntuhan pada permukaan tanah yang akan
dibor tersebut.
Sebelum memulai pekerjaan pengeboran, alat bor disetting pada titik bore pile yg sudah di
marking dan dipasang casing temporary tersebut. Pengeboran dilakukan dengan menggunakan

4|Page
auger, diameter auger dan panjang kedalaman titik pile disesuaikan dengan gambar rencana
atau shop drawing.
Setelah mencapai kedalaman design toe level ,alat bor auger diganti alat bor dengan dasar yang
flat (Cleaning Bucket). Cleaning bucket berfungsi untuk membersikan dasar lubang bor.
Kontraktor mengukur kedalaman lubang Bor dengan menurunkan measuring tape sampai ke
dasar lubang bor. Di ujung measuring tape di pasang plum dengan berat yang cukup agar
memastikan measuring tape sampai ke dasar bore hole.
Kontraktor membuat steel Cage (tulangan besi) di pabrikasi di lokasi proyek. Steel cage yang
sudah di pabrikasi kemudian di turunkan ke lubang bor yang sudah selesai di bor sampai
kedalaman desain toe level. Steel cage disambung dengan alat las.
Kontraktor akan setting pipa tremi untuk persiapan pekerjaan pengecoran. Pemasangan pipa
tremi ini bertujuan agar di saat pengecoran beton segar tidak bercampur dengan tanah.
Metode casting / pengecoran adalah dengan menggunakan pipa tremi. Ready mix dituang
melalui bucket yang berbentuk pipa corong. Panjang pipa tremi disesuaikan dengan kedalaman
dasar lubang bor. Sebelum ready mix dituang terlebih dahulu air di tuang ke dalam corong untuk
melancarkan aliran ready mix dalam pipa tremi. Casting akan dihentikan jika concrete sudah 1 m
diatas cut off level. Selama pengecoran pipa tremi akan dipotong secara bertahap, tetapi tetap di
jaga agar pipa tremi minimal 2 m tertanam di bawah concrete level .

1.4. Pekerjaan pembangunan MV Room


1. Persiapan
1.1. Surat ijin kerja
Kontraktor memastikan surat-surat ijin kerja sudah lengkap sesuai aturan/prosedur PT. KBS
dan tanggal surat-surat masih berlaku.
1.2. Form JSA, Form Ijin Kerja, Form Pengujian
Kotraktor menyiapkan form JSA persyaratan kerja sesuai aturan yang berlaku di lingkungan
PT. KBS. Kontraktor menyiapkan form survey, form pengujian dan surat-surat administrasi
yang terkait pekerjaan instalasi ini.
1.3. Alat Pengaman Diri (Helm, Rompi, Sepatu safety)
Kontraktor wajib memakai APD berdasarkan resiko dalam form JSA
1.4. Gambar Layout dan TOR
Kontraktor menyiapkan semua data-data teknis dan referensi dalam pelaksanaan pekerjaan
ini. Kontraktor memastikan semua gambar-gambar sudah disetujui oleh pihak PT. KBS
untuk dikonstruksi.
1.5. Cek list alat kerja utama dan pendukung

5|Page
Kontraktor memeriksa dan memastikan semua kebutuhan alat kerja utama dan pendukung
selama proses pengangkutan dan pekerjaan sudah siap dan cukup.
Kontraktor memeriksa peralatan kerja utama dan pendukung masih layak pakai dan aman.
1.6. Koordinasi personil terkait
Kontraktor memeriksa personil dan tim pelaksana utama dan pendukung dalam pekerjaan
dalam kondisi siap dilokasi masing-masing sesuai dengan lingkup pekerjaan.
Kontraktor berkoordinasi dengan tim sipil untuk memastikan akses masuk ke dalam area
kerja sudah bersih dan aman.
1.7. Faktor Cuaca
Kontraktor memastikan kondisi cuaca bagus dan aman selama proses survey.
Pastikan juga kondisi area tidak berdebu atau mengganggu personil selama pekerjaan.

2. Pekerjaan Pembangunan gedung MV Room


Kontraktor membersihkan area kerja.
Kontraktor membuat pagar keamanan keliling area kerja.
Kontraktor membuat prasarana temporary office, warehouse dan instalasi air.
Kontraktor membuat cetakan beton deck lantai MV Room.
Kontraktor membuat rangka besi beton sesuai gambar yang disetujui.
Kontraktor melakukan pengecoran deck lantai MV Room.
Kontraktor melakukan pekerjaan tangga besi.
Kontraktor melakukan pekerjaan tiang rangka bangunan dan pengecoran.
Kontraktor melakukan pekerjaan dinding bangunan.
Kontraktor melakukan pekerjaan atap dan plafon.
Kontraktor melakukan pekerjaan pintu.
Kontraktor melakukan pekerjaan instalasi listrik.
Kontraktor melakukan pekerjaan finishing.
Kontraktor membersihkan sisa-sisa pekerjaan sipil

6|Page
METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN
MEKANIKAL ELEKTRIKAL

UMUM

Metode pelaksanaan pekerjaan mekanikal elektrikal proyek JIB 4 Crane Dermaga 7 terdiri sbb;

1.1. Pekerjaan MV Switchgear


1.2. Pekerjaan MV Capacitor Bank
1.3. Pekerjaan galian dan pemasangan kabel MV
1.4. Terminasi dan Jointing Kabel MV
1.5. Pekerjaan Battery Charger
1.6. Pekerjaan PC Monitoring
1.7. Tes dan Komisioning

1.1. Pekerjaan MV Switchgear

1. Persiapan
1.8. Surat ijin kerja
Kontraktor memastikan surat-surat ijin kerja sudah lengkap sesuai aturan/prosedur PT. KBS
dan tanggal surat-surat masih berlaku.

1.9. Form JSA, Form Pemasangan, Form Pengujian


Kotraktor menyiapkan form JSA persyaratan kerja sesuai aturan yang berlaku di lingkungan
PT. KBS.
Kontraktor menyiapkan form instalasi, form pengujian dan surat-surat administrasi yang
terkait pekerjaan instalasi ini.

1.10. Alat Pengaman Diri (Helm, Rompi, Sepatu safety)


Kontraktor wajib memakai APD berdasarkan resiko dalam form JSA

1.11. Gambar SLD, wiring diagram, GA, Topology,Gambar Layout, Buku Manual.
Kontraktor menyiapkan semua data-data teknis dan referensi dalam pelaksanaan pekerjaan
ini.
Kontraktor memastikan semua gambar-gambar sudah disetujui oleh pihak PT. KBS untuk
dikonstruksi.

7|Page
1.12. Metode Pelaksanaan
Kontraktor menyiapkan dokumen metode pelaksanaan dan manual dari pabrikan untuk
pekerjaan pemasangan switchgear ini.

1.13. Cek list material utama dan pendukung


Kontraktor memeriksa dan memastikan semua material utama dan pendukung yang akan
dipasang siap dan lengkap sebelum dikirim ke lokasi.
Kontraktrok memastikan pihak-pihak dalam proses sudah siap mulai dari gudang
penyimpanan, pengangkutan, bongkar-muat sampai masuk ke dalam MV Room

1.14. Cek list alat kerja utama dan pendukung


Kontraktor memeriksa dan memastikan semua kebutuhan alat kerja utama dan pendukung
selama proses pengangkutan dan pekerjaan sudah siap dan cukup.
Kontraktor memeriksa peralatan kerja utama dan pendukung masih layak pakai dan aman.
Pastikan peralatan angkat dengan kapasitas lebih besar dari berat cell switchgear.
Kontraktor memeriksa alat ukur dalam periode kalibrasi masih berlaku.

1.15. Koordinasi personil terkait


Kontraktor memeriksa personil dan tim pelaksana utama dan pendukung dalam pekerjaan
dalam kondisi siap dilokasi masing-masing sesuai dengan lingkup pekerjaan.
Kontraktor berkoordinasi dengan tim sipil untuk memastikan akses masuk ke dalam MV
room sudah bersih dan aman.

1.16. Faktor Cuaca


Kontraktor memastikan kondisi cuaca bagus dan aman selama proses pemindahan
switchgear ke dalam MV room.
Pastikan juga kondisi sekitar MV room tidak berdebu atau mengganggu personil selama
proses pemindahan. Sehingga personil aman dan material terjaga baik sampai masuk ke
dalam MV Room.

1.17. Prasarana Gedung MV Room.


Kontraktor memastikan prasarana gedung MV Room sudah selesai dan siap untuk
dilakukan pekerjaan pemasangan Switchgear seperti prasarana listrik. Panel LV gedung
sudah bisa dipakai dan arus listrik.
Kontraktor memastikan kabel tray/ladder sudah terpasang baik dan benar sesuai gambar
layout gedung.

8|Page
2. Pemasangan MV Switchgear
2.1. Pondasi/Panggung Switchgear
Sebelum jadwal pemasangan switchgear, kontraktor akan memeriksa dan memastikan bahwa
pekerjaan pondasi sudah siap untuk dipasang cell-cell switchgear. Periksa spesifikasi, ukuran
dimensi dan letak posisi pondasi sesuai dengan data teknis dan gambar yang disetujui pemilik.
Kontraktor akan mengukur leveling pondasi benar-benar rata dan tinggi sesuai gambar yang
disetujui, sehingga pada saat pemasangan cubicle tidak ada perbedaan level, karena apabila
ada perbedaan level maka akan menimbulkan ;
- Sistem mekanik penggerak CB drawout tidak persisi atau macet.
- Pintu MV cell tidak bisa ditutup
- Dalam menyambung busbar tidak presisi dan tidak menempel sempurna.
- Sambungan antar diding body cell cubicle berlubang atau tidak lurus.
Kontraktor memeriksa lubang dan besi support sesuai lubang-lubang pada body switchgear
sesuai dengan gambar.
Selain itu juga memastikan kabel ladder untuk switchgear sudah siap dan tidak ada pekerjaan
mayor di bawah cell-cell switchgear.
Kontraktor memastikan akses jalur kabel MV dari luar gedung sampai masuk ke cubicle sudah
baik dan benar. Begitu juga level ketinggian panggung sudah benar sesuai gambar sehingga
proses terminasi kabel MV bisa dikerjakan dengan mudah.
Kontraktor memeriksa kabel grounding sudah terpasang baik dan tidak kendor. Jika perlu diukur
kembali tahananan tanah sudah dibawah 1 ohm.
Kontraktor memeriksa dan memastikan pekerjaan sipil terkait pondasi dan akses masuk ke MV
room sudah kuat dan aman untuk proses pemindahan switchgear selanjutnya.

2.2. Memasang Switchgear


Kontraktor menyiapkan peralatan dan tim personil untuk proses pemindahan dari atas truk
hingga masuk ke dalam MV room sesuai prosedur manual pabrikan.
Kontraktor memastikan dalam proses pemindahan cell-cell switchgear dengan pelan-pelan
untuk menghindari goncangan dan benturan keras sampai duduk di pondasi.
Kontraktor memindahkan cell satu persatu mulai dari cell urutan paling ujung berdasarkan
gambar GA yang sudah disetujui.

9|Page
Setelah cell pertama dipasang tepat dipondasi, lalu pasang mur baut untuk mengikat body
bagian bawah dengan pondasi. Dan pasang grounding body pada terminal ground body
switchgear.
Tahap berikutnya kontraktor akan memasang cell sesuai urutan selanjutnya dengan metode
yang sama seperti pemasangan cell diatas. Setelah cell kedua duduk tepat dipondasi pastikan
level ketinggian sama sebelum mengikat baut mur body.
Selanjutnya kontraktor memasang sistem busbar MV. Dalam pemasangan busbar ini mengacu
pada manual pabrikan termasuk pengencangan baut mur agar permukaan kedua busbar
menempel rata sempurna.
Selanjutnya mengikuti tahap demi tahap perakitan cell-cell sesuai urutan pada manual pabrikan
hingga satu sistem switchgear incoming, outgoing, coupler dan metering.
Tahap terakhir perakitan switchgear selanjutnya adalah memasang aksesoris pendukung dan
menguji sistem mekanis bekerja baik dan benar.

2.3. Wiring control dan power supply


Kontraktor akan memasang sistem wiring control seperti tahapan dalam manual pabrikan.
Pastikan wiring LV compartment diterminasi baik dan benar berdasarkan kabel schedule dan
terminal schedule pabrikan.
Pastikan kabel komunikasi serial diterminasi dengan baik termasuk grounding shielded kabel.
Pastikan sistem grounding diterminasi baik dan kuat.
Pastikan wiring meter dan i/o control baik dan benar.
Pastikan wiring relay proteksi baik dan benar.
Pastikan wiring supply battery charger baik dan benar.
Kabel control diletakkan pada duct dan tray cable dengan rapi dan tidak ada kabel tergencet
atau menekuk sudut patah.

3. Pemeriksaan dan Pengujian


3.1. Periksa kontruksi cell-cell dan murbaut setiap sambungan antar body terpasang dengan baik
dan benar. Pastikan semua sistem mekanis dan interlock bekerja dengan baik dan kuat.
3.2. Periksa konstruksi busbar dan sambungan sudah baik dan aman.
3.3. Periksa wiring dan terminasi sesuai terminasi list dan tidak ada yang kendor.
3.4. Periksa sistem tahanan isolasi terminal phase-phase, phase-netral, phase-grounding. Jika ada
hubung singkat, pastikan diperbaiki dan diperiksa ulang sampai hasil benar sebelum pengujian
dengan tegangan.

10 | P a g e
3.5. Periksa sistem tahan pembumian setiap terminal grounding.
3.6. Periksa tahanan kontak
3.7. Periksa fungsi interlock
3.8. Periksa dan pengujian fungsi trip
3.9. Periksa dan pengujian fungsi manual/auto
3.10. Periksa dan pengujian kerja motorized
3.11. Periksa dan pengujian fungsi metering
3.12. Periksa dan pengujian status indicator
3.13. Pengujian sistem CB/LBS
3.14. Pengujian Relay Proteksi
3.15. DC supply (battery charger)
3.16. Isi formulir hasil pengujian.

11 | P a g e
1.2. Pekerjaan MV Capacitor

1. Persiapan
1.1. Surat ijin kerja
Kontraktor memastikan surat-surat ijin kerja sudah lengkap sesuai aturan/prosedur PT. KBS dan
tanggal surat-surat masih berlaku.

1.2. Form JSA, Form Pemasangan, Form Pengujian


Kotraktor menyiapkan form JSA persyaratan kerja sesuai aturan yang berlaku di lingkungan PT.
KBS.
Kontraktor menyiapkan form instalasi, form pengujian dan surat-surat administrasi yang terkait
pekerjaan instalasi ini.

1.3. Alat Pengaman Diri (Helm, Rompi, Sepatu safety)


Kontraktor wajib memakai APD berdasarkan resiko dalam form JSA

1.4. Gambar SLD, wiring, GA, Topology,Gambar Layout, Buku Manual.


Kontraktor menyiapkan semua data-data teknis dan referensi dalam pelaksanaan pekerjaan ini.
Kontraktor memastikan semua gambar-gambar sudah disetujui oleh pihak PT. KBS untuk
dikonstruksi.

1.5. Metode Pelaksanaan


Kontraktor menyiapkan dokumen metode pelaksanaan dan manual dari pabrikan untuk pekerjaan
pemasangan capacitor bank.

1.6. Cek list material utama dan pendukung


Kontraktor memeriksa dan memastikan semua material utama dan pendukung yang akan dipasang
sudah siap dan lengkap sebelum dikirim ke lokasi.
Kontraktor memastikan pihak-pihak terkait selama proses pekerjaan ini sudah siap mulai dari
gudang penyimpanan, pengangkutan, bongkar-muat sampai masuk ke dalam MV Room

1.7. Cek list alat kerja utama dan pendukung


Kontraktor memeriksa dan memastikan semua kebutuhan alat kerja utama dan pendukung selama
proses pengangkutan dan pekerjaan sudah siap dan cukup.
Kontraktor memeriksa peralatan kerja utama dan pendukung masih layak pakai dan aman.
Pastikan peralatan angkat dengan kapasitas lebih besar dari berat capacitor bank.
Kontraktor memeriksa alat ukur dalam periode kalibrasi masih berlaku.

12 | P a g e
1.8. Koordinasi personil terkait
Kontraktor memeriksa personil dan tim pelaksana utama dan pendukung dalam pekerjaan dalam
kondisi siap dilokasi masing-masing sesuai dengan lingkup pekerjaan.
Kontraktor berkoordinasi dengan tim sipil untuk memastikan akses masuk ke dalam MV room sudah
bersih dan aman.

1.9. Faktor Cuaca


Kontraktor memastikan kondisi cuaca bagus dan aman selama proses pemindahan switchgear ke
dalam MV room.
Pastikan juga kondisi sekitar MV room tidak berdebu atau mengganggu personil selama proses
pemindahan. Sehingga personil aman dan material terjaga baik sampai masuk ke dalam MV Room

1.10. Prasarana Gedung MV Room.


Kontraktor memastikan prasarana gedung MV Room sudah selesai dan siap untuk dilakukan
pekerjaan pemasangan cubicle seperti prasarana listrik. Panel LV gedung sudah bisa dipakai dan
arus listrik.
Kontraktor memastikan kabel tray/ladder sudah terpasang baik dan benar sesuai gambar layout
gedung.

2. Pemasangan MV Capacitor Bank


2.1. Pondasi/Panggung panel
Sebelum jadwal pemasangan capacitor bank, kontraktor memeriksa dan memastikan bahwa
pekerjaan pondasi sudah siap untuk dipasang cubicle. Periksa spesifikasi, ukuran dimensi dan
letak posisi pondasi sesuai dengan data teknis dan gambar yang disetujui pemilik.
Kontraktor akan mengukur leveling pondasi sudah rata dan tinggi sesuai gambar yang disetujui.
Kontraktor memeriksa lubang mur dan besi support sesuai lubang-lubang pada body cubicle.
Selain itu kontraktor juga memastikan kabel ladder untuk switchgear sudah siap dan tidak ada
pekerjaan mayor di bawah cubicle.
Kontraktor memeriksa sistem kabel grounding sudah terpasang baik dan tidak kendor.
Kontraktor memeriksa dan memastikan pekerjaan sipil terkait pondasi dan akses masuk ke MV
room sudah kuat dan aman untuk proses pemindahan capacitor bank.

2.2. Memasang Capacitor Bank


Kontraktor menyiapkan peralatan proses pemindahan dari atas truk hingga masuk ke dalam MV
room sesuai prosedur manual pabrikan.

13 | P a g e
Kontraktor memastikan dalam proses pemindahan cubicle dengan pelan-pelan untuk
menghindari goncangan dan benturan keras sampai duduk di pondasi.
Kontraktor memindahkan cubicle satu persatu mulai dari cubicle urutan paling ujung sesuai tata
letak yang sudah disetujui.
Setelah cubicle pertama dipasang tepat dipondasi, lalu pasang mur baut untuk mengikat body
bagian bawah dengan pondasi. Dan pasang grounding body pada terminal ground body
switchgear.
Tahap berikutnya kontraktor akan memasang cubicle sesuai urutan selanjutnya dengan metode
yang sama seperti pemasangan cubicle diatas. Setelah cubicle kedua duduk tepat dipondasi
pastikan level ketinggian sama sebelum mengikat baut mur body.
Selanjutnya kontraktor memasang sistem kabel MV. Dalam pemasangan kabel ini mengacu
pada manual pabrikan termasuk pengencangan baut mur agar permukaan kedua terminal kabel
menempel rata sempurna.
Selanjutnya mengikuti tahap demi tahap perakitan cubicle sesuai urutan pada manual pabrikan
hingga satu sistem capacitor bank.

2.3. Wiring control


Kontraktor akan memasang sistem wiring control dan terminasi sesuai prosedur manual
pabrikan.
Pastikan wiring LV compartment diterminasi baik dan benar berdasarkan kabel schedule
pabrikan.
Pastikan kabel komunikasi serial diterminasi dengan baik termasuk grounding shielded kabel.
Pastikan sistem grounding diterminasi baik dan kuat.
Pastikan wiring meter dan i/o control baik dan benar.
Pastikan wiring relay proteksi baik dan benar.

3. Pemeriksaan dan Pengujian


3.1. Periksa kontruksi cubicle dan murbaut setiap sambungan antar body terpasang dengan baik dan
benar. Pastikan semua sistem mekanis bekerja dengan baik dan kuat.
3.2. Periksa wiring dan terminasi sesuai terminasi list dan tidak ada yang kendor.
3.3. Periksa sistem tahanan isolasi terminal phase-phase, phase-netral, phase-grounding. Jika ada
hubung singkat, pastikan diperbaiki dan diperiksa ulang sampai hasil benar sebelum pengujian
dengan tegangan.
3.4. Periksa sistem tahan pembumian setiap terminal grounding.
3.5. Periksa tahanan kontak

14 | P a g e
3.6. Periksa dan pengujian fungsi trip
3.7. Periksa dan pengujian fungsi manual/auto
3.8. Periksa dan pengujian kerja motorized
3.9. Periksa dan pengujian fungsi metering
3.10. Periksa dan pengujian status indicator
3.11. Pengujian sistem CB/LBS
3.12. Pengujian Relay Proteksi
3.13. DC supply (battery charger)
3.14. Isi formulir hasil pengujian.

15 | P a g e
1.3. Pekerjaan galian dan pemasangan kabel MV
1.3.1. Persiapan
1.3.1.1. Surat ijin kerja
Kontraktor memastikan surat-surat ijin kerja sudah lengkap sesuai aturan/prosedur PT. KBS dan
tanggal surat-surat masih berlaku.

1.3.1.2. Form JSA, Form Pemasangan, Form Pengujian


Kotraktor menyiapkan form JSA persyaratan kerja sesuai aturan yang berlaku di lingkungan PT.
KBS.
Kontraktor menyiapkan form instalasi, form pengujian dan surat-surat administrasi yang terkait
pekerjaan instalasi ini.

1.3.1.3. Alat Pengaman Diri (Helm, Rompi, Sepatu safety)


Kontraktor wajib memakai APD berdasarkan resiko dalam form JSA.
Kontraktor melakukan safety induction sesuai peraturan yang berlaku.

1.3.1.4. Gambar SLD, wiring diagram, GA, Topology,Gambar Layout, Buku Manual.
Kontraktor menyiapkan semua data-data teknis dan referensi dalam pelaksanaan pekerjaan ini.
Kontraktor memastikan semua gambar-gambar sudah disetujui oleh pihak PT. KBS untuk
dikonstruksi.

1.3.1.5. Metode Pelaksanaan


Kontraktor menyiapkan dokumen metode pelaksanaan dan manual dari pabrikan.

1.3.1.6. Cek list material utama dan pendukung


Kontraktor memeriksa dan memastikan semua material utama dan pendukung yang akan
dipasang siap dan lengkap sebelum dikirim ke lokasi.
Kontraktrok memastikan pihak-pihak terkait selama proses pekerjaan ini sudah siap, mulai dari
gudang penyimpanan, pengangkutan, bongkar-muat dilokasi.

1.3.1.7. Cek list alat kerja utama dan pendukung


Kontraktor memeriksa dan memastikan semua kebutuhan alat kerja utama dan pendukung
selama proses pengangkutan dan pekerjaan sudah siap dan cukup.
Kontraktor memeriksa peralatan kerja utama dan pendukung masih layak pakai dan aman.
Pastikan peralatan angkat dengan kapasitas lebih besar dari berat yang diangkat.
Kontraktor memeriksa alat ukur dalam periode kalibrasi masih berlaku.

16 | P a g e
1.3.1.8. Koordinasi personil terkait
Kontraktor memeriksa personil dan tim pelaksana utama dan pendukung dalam pekerjaan dalam
kondisi siap dilokasi masing-masing sesuai dengan lingkup pekerjaan.
Kontraktor berkoordinasi dengan tim sipil untuk memastikan jalur kabel sudah siap dan aman.
Kontraktor berkoordinasi dengan PT. KBS dan memastikan area kerja sepanjang jalur kabel
sudah tidak ada halangan dan aman untuk proses penarikan kabel.
Kontraktor meminta ijin dan memastikan untuk mendapatkan area lapang untuk menguraikan
kabel dari drum kabel.

1.3.2. Galian dan pemasangan kabel MV


1.3.2.1. Galian kabel MV
Kontraktor memastikan kondisi didalam tanah sepanjang jalur kabel adalah tidak ada kabel
existing melintang atau pipa yang akan menimbulkan masalah saat proses penggalian.
Jalur penggalian harus sesuai gambar layout yang sudah disetujui PT. KBS.
Kontraktor akan melakukan penggalian dengan cara manual dengan tukang gali untuk tanah
normal. Jika tanah keras atau batuan besar, maka penggalian akan menggunakan mesin
eskavator.
Kedalaman galian untuk tegangan tinggi harus lebih dari 1.5 meter.

1.3.2.2. Pemasangan kabel tray


Kontraktor memastikan gambar layout tray sudah disetujui PT. KBS.
Kontraktor memeriksa spesifikasi tray sudah sesuai dengan gambar, ukuran dimensi, ketebalan,
standar dan bahan material.
Kontraktor akan memasang tray sesuai gambar layout tray beserta aksesoris dan sistem support.
Pemasangan tray harus menggunakan waterpas untuk mendapatkan leveling tegak lurus dan
tidak miring.
Pemasangan support tray dipasang dengan sistem mur/baut dll. untuk mendapat kekuatan yang
lebih besar dari beban kabel terpasang. Untuk pemasang support tray Vertikal harus lebih rapat
jarak support tray.
Pasangan joint dan mur/baut dikunci dengan kekuatan cukup sehingga tray keseluruhan
terpasang kokoh.

17 | P a g e
1.3.2.3. Pemasangan kabel MV
Untuk kabel bawah tanah,sebelum ditanam kabel akan digelar ditempat terbuka dan kabel
diletakkan diatas rol supaya tidak terjadi gesekan dengan kerikil atau benda tajam yang akan
merusak permukaan isolasi luar kabel.
Kabel digelar sepanjang galian supaya tidak terlalu jauh dan memudahkan untuk ditanam.
Selanjutnya memasukkan kabel dalam pipa hingga kabel masuk semua kedalam pipa sepanjang
galian. Pastikan pipa-pipa tersambung dengan kuat dan tidak lepas.
Selanjutnya kabel yang sudah didalam pipa diangkat dan dimasukkan ke dalam jalur galian.
Kontraktor memastikan sepanjang kabel masuk kedalam dan menempel tanah dasar untuk
memenuhi kedalaman minimum 1,5 meter.
Untuk kondisi galian dangkal karena kondisi batu cadas, maka perlindungan kabel akan ditambah
dengan cara mengecor sepanjang pipa yang dangkal.
Kontraktor akan memasang tanda pita kabel tegangan tinggi disepanjang pipa untuk mencegah
penggalian berikutnya berhati-hati.
Selanjutnya pengurukan tanah kembali ke dalam galian. Pastikan setiap lapisan tanah urukan
dipadatin hingga ke bagian permukaan tanah.
Kontraktor akan memasang tanda patok diatas permukaan tanah sebagai tanda bahwa didalam
tanah ada kabel tegangan tinggi. Tanda patok kabel akan dipasang setiap 5 meter.

Untuk pemasangan kabel MV di tray gedung, periksa dan pastikan tray sudah dipasang dengan
baik dan kokoh. Periksa mur/baut joint tray tidak ada yang kendor.
Pasang kabel tray sesuai gambar layout kabel dan urutan kabel pada tray pada posisi yang
benar. Karena jika tidak pada posisi yang benar maka diujung pertemuan tray dengan kabel lain
atau eksisting akan tumpang tindih saling melintang dan tidak tersusun rapi. Jika kabel-kabel
saling melintang dalam tray maka tutup tray tidak bisa dipasang.
Setelah kabel masuk dalam tray, tahap selanjutnya mengikat kabel ke tray dengan kabel ties dari
bahan plastik, alumunium, nylon kecuali besi, Karena material besi akan menimbulkan panas
yang akan merusak isolator kabel.
Pemasangan kabel ties dimulai dari unjung kabel yang sudah terpasang rapi pertama kemudian
dilanjutkan sambil menarik kabel supaya lurus dan tidak kendor, lalu ikat kabel untuk menjaga
supaya tetap lurus dan rapi.
Setelah semua kabel terpasang dalam tray dengan rapi, lalu cover tray dipasang sebagai
proteksi.

Untuk pemasangan kabel MV di tray outdoor di dermaga 2, 3 dan 7 akan dipasang tanda rambu
peringatan ada pekerjaan kabel MV sepanjang area kerja. Rambu ini juga sebagai pembatas

18 | P a g e
area untuk menggelar kabel. Selain rambu pembatas juga akan dipasang pita pembatas supaya
area kerja tetap bersih dan tidak ada barang atau kendaraan yang menghalangi proses
pemasangan kabel.
Kontraktor akan melepas semua tutup saluran kabel eksisting.
Sebelum pembersihan saluran kabel, pastikan kabel-kabel dalam saluran itu sudah diputus aliran
listriknya untuk menghindari bahaya setrum.
Kemudian saluran kabel dibersihkan dari debu, kotoran, tanah sampai dasar saluran kabel.
Setelah itu pasang kabel tray dibawah kabel eksisting. Pasang mur/baut joint tray.
Kemudian pasang tray berikutnya sampai batas yang diinginkan, lalu mulai merapikan kabel
eksisting dan diikat dengan kabel ties agar kabel-kabel eksisting tersusun rapi. Pastikan ada
spasi kosong yang cukup untuk kabel MV baru dari Main MV Room ke D7 MR Room.
Kontraktor akan menggelar kabel MV baru setelah semua kabel eksisting terpasang dalam tray
dan tersusun rapi.
Kontraktor menggelar kabel MV baru sepanjang tray dengan meletakkan kabel diatas rol-rol
kabel. Lalu kabel dimaksukan ke dalam tray yang sudah diberi spasi kosong sebelumnya.
Kemudian ikat kabel dengan ties sehingga tersusun rapi dan tidak kedor.
Tutup kembali saluran kabel eksisting.
Untuk jalur kabel outdoor yang menyilang atau saluran kabel eksisting sudah tidak cukup, maka
akan dibuat kontruksi khusus dan desain telah disetujui oleh PT. KBS.

1.3.3. Pemeriksaan dan Pengujian


1.3.3.1. Periksa letak dan susunan kabel didalam tray sudah sesuai gambar layout kabel tray.
1.3.3.2. Kontraktor akan melakukan pengujian tahanan isolasi pada masing-masing kabel MV baru yang
terpasang.
1.3.3.3. Hasil pengujian dicatat dalam form pengujian.

19 | P a g e
1.4. Pekerjaan jointing dan terminasi kabel MV
1.4.1. Persiapan
1.4.1.1. Surat ijin kerja
Kontraktor memastikan surat-surat ijin kerja sudah lengkap sesuai aturan/prosedur PT. KBS dan
tanggal surat-surat masih berlaku.

1.4.1.2. Form JSA, Form Pemasangan, Form Pengujian


Kotraktor menyiapkan form JSA persyaratan kerja sesuai aturan yang berlaku di lingkungan PT.
KBS.
Kontraktor menyiapkan form instalasi, form pengujian dan surat-surat administrasi yang terkait
pekerjaan instalasi ini.

1.4.1.3. Alat Pengaman Diri (Helm, Rompi, Sepatu safety)


Kontraktor wajib memakai APD berdasarkan resiko dalam form JSA.
Kontraktor melakukan safety induction sesuai peraturan yang berlaku.

1.4.1.4. Gambar SLD, wiring diagram, GA, Topology,Gambar Layout, Buku Manual.
Kontraktor menyiapkan semua data-data teknis dan referensi dalam pelaksanaan pekerjaan ini.
Kontraktor memastikan semua gambar-gambar sudah disetujui oleh pihak PT. KBS untuk
dikonstruksi.

1.4.1.5. Metode Pelaksanaan


Kontraktor menyiapkan dokumen metode pelaksanaan dan manual dari pabrikan.

1.4.1.6. Cek list material utama dan pendukung


Kontraktor memeriksa dan memastikan semua material utama dan pendukung yang akan
dipasang siap dan lengkap sebelum dikirim ke lokasi.
Kontraktrok memastikan pihak-pihak terkait selama proses pekerjaan ini sudah siap, mulai dari
gudang penyimpanan, pengangkutan, bongkar-muat dilokasi.

1.4.1.7. Cek list alat kerja utama dan pendukung


Kontraktor memeriksa dan memastikan semua kebutuhan alat kerja utama dan pendukung
selama proses pengangkutan dan pekerjaan sudah siap dan cukup.
Kontraktor memeriksa peralatan kerja utama dan pendukung masih layak pakai dan aman.
Pastikan peralatan angkat dengan kapasitas lebih besar dari berat obyek.
Kontraktor memeriksa alat ukur dalam periode kalibrasi masih berlaku.

20 | P a g e
1.4.1.8. Koordinasi personil terkait
Kontraktor memeriksa personil dan tim pelaksana utama dan pendukung dalam pekerjaan dalam
kondisi siap dilokasi masing-masing sesuai dengan lingkup pekerjaan.

1.4.2. Pemasangan jointing dan terminasi kit


1.4.2.1. Pemasangan jointing kabel MV
Kontraktor memastikan kembali spesifikasi joiting sudah sesuai rekomendasi dengan kabel MV
yang akan dijoin.
Proses penyambungan kabel ini akan dilakukan tenaga teknik bersertifikat yang diterbitkan oleh
pabrikan.

1.4.2.2. Pemasangan terminasi kit


Kontraktor memastikan kembali spesifikasi joiting sudah sesuai rekomendasi dengan kabel MV
yang akan diterminasi.
Proses penyambungan kabel ini akan dilakukan tenaga teknik bersertifikat yang diterbitkan oleh
pabrikan

1.4.3. Pemeriksaan dan Pengujian


1.4.3.1. Periksa visual dan pastikan pada jointing kabel MV sudah memenuhi syarat dari manual dan
prosedur pabrikan.
1.4.3.2. Periksa visual dan pastikan pada terminasi kit kabel MV sudah memenuhi syarat dari manual dan
prosedur pabrikan.
1.4.3.3. Kontraktor akan melakukan pengujian tahanan isolasi pada masing-masing kabel MV baru.
1.4.3.4. Hasil pengujian dicatat dalam form pengujian.

21 | P a g e
1.5. Pekerjaan Battery Charger dan Battery

1. Persiapan
1.1. Surat ijin kerja
Kontraktor memastikan surat-surat ijin kerja sudah lengkap sesuai aturan/prosedur PT. KBS
dan tanggal surat-surat masih berlaku.

1.2. Form JSA, Form Pemasangan, Form Pengujian


Kotraktor menyiapkan form JSA persyaratan kerja sesuai aturan yang berlaku di lingkungan
PT. KBS.
Kontraktor menyiapkan form instalasi, form pengujian dan surat-surat administrasi yang terkait
pekerjaan instalasi ini.

1.3. Alat Pengaman Diri (Helm, Rompi, Sarung tangan, Kacamata safety, Sepatu safety)
Kontraktor wajib memakai APD berdasarkan resiko dalam form JSA

1.4. Gambar SLD, wiring diagram, GA, Topology,Gambar Layout, Buku Manual.
Kontraktor menyiapkan semua data-data teknis dan referensi dalam pelaksanaan pekerjaan ini.
Kontraktor memastikan semua gambar-gambar sudah disetujui oleh pihak PT. KBS untuk
dikonstruksi.

1.5. Metode Pelaksanaan


Kontraktor menyiapkan dokumen metode pelaksanaan dan manual dari pabrikan untuk
pekerjaan pemasangan unit ini.

1.6. Cek list material utama dan pendukung


Kontraktor memeriksa dan memastikan semua material utama dan pendukung yang akan
dipasang siap dan lengkap sebelum dikirim ke lokasi.
Kontraktor memastikan pihak-pihak dalam proses sudah siap mulai dari gudang penyimpanan,
pengangkutan, bongkar-muat sampai masuk ke dalam MV Room

1.7. Cek list alat kerja utama dan pendukung


Kontraktor memeriksa dan memastikan semua kebutuhan alat kerja utama dan pendukung
selama proses pengangkutan dan pekerjaan sudah siap dan cukup.
Kontraktor memeriksa peralatan kerja utama dan pendukung masih layak pakai dan aman.
Pastikan peralatan angkat dengan kapasitas lebih besar dari berat cubicle.
Kontraktor memeriksa alat ukur dalam periode kalibrasi masih berlaku.

22 | P a g e
1.8. Koordinasi personil terkait
Kontraktor memeriksa personil dan tim pelaksana utama dan pendukung dalam pekerjaan
dalam kondisi siap dilokasi masing-masing sesuai dengan lingkup pekerjaan.
Kontraktor berkoordinasi dengan tim sipil untuk memastikan akses masuk ke dalam MV room
sudah bersih dan aman.

1.9. Faktor Cuaca


Kontraktor memastikan kondisi cuaca bagus dan aman selama proses pemindahan switchgear
ke dalam MV room.
Pastikan juga kondisi sekitar MV room tidak berdebu atau mengganggu personil selama proses
pemindahan. Sehingga personil aman dan material terjaga baik sampai masuk ke dalam MV
Room.

1.10. Prasarana Gedung MV Room.


Kontraktor memastikan prasarana gedung MV Room sudah selesai dan siap untuk dilakukan
pekerjaan pemasangan Switchgear seperti prasarana listrik. Panel LV gedung sudah bisa
dipakai dan arus listrik.
Kontraktor memastikan kabel tray/ladder sudah terpasang baik dan benar sesuai gambar layout
gedung.

2. Pemasangan Battery charger dan battery


2.1. Memasang Battery charger
Kontraktor menyiapkan peralatan dan tim personil untuk proses pemindahan dari atas truk
hingga masuk ke dalam MV room sesuai prosedur manual pabrikan.
Kontraktor memastikan dalam proses pemindahan cubicle dengan pelan-pelan untuk
menghindari goncangan dan benturan keras sampai duduk di pondasi.
Kontraktor memasang battery charger tepat dipondasi sesuai gambar layout, lalu pasang mur
baut untuk mengikat body bagian bawah dengan pondasi. Dan pasang grounding body pada
terminal ground body.
Tahap berikutnya kontraktor akan memasang battery sesuai prosedur manual pabrikan.
Setelah semua battery terpasang, lalu pasang kabel jumper battery mengikuti prosedur manual
pabrikan.

23 | P a g e
2.2. Wiring control dan power supply
Kontraktor akan memasang sistem wiring control seperti tahapan dalam manual pabrikan.
Periksa sistem wiring LV pabrika termasuk kabel schedule dan terminal schedule pabrikan.
Pasang kabel power DC dan pastikan masuk dalam duct kabel.
Pastikan wiring meter dan i/o control baik dan benar.
Pastikan wiring supply battery charger baik dan benar.
Kabel control diletakkan pada duct dan tray cable dengan rapi dan tidak ada kabel tergencet
atau menekuk sudut patah.

3. Pemeriksaan dan Pengujian


3.1. Periksa kontruksi cubicle mur/baut setiap sambungan dengan baik dan benar.
3.2. Periksa wiring dan terminasi sesuai terminasi list dan tidak ada yang kendor.
3.3. Periksa dan pengujian fungsi metering
3.4. Periksa dan pengujian status indicator
3.5. Pengujian sistem CB
3.6. Ukur tegangan dan arus kerja sesuai spesifikasi pabrikan.
3.7. Isi formulir hasil pengujian.

24 | P a g e
1.6. Pekerjaan PC Monitoring

1. Persiapan
1.1. Surat ijin kerja
Kontraktor memastikan surat-surat ijin kerja sudah lengkap sesuai aturan/prosedur PT. KBS
dan tanggal surat-surat masih berlaku.

1.2. Form JSA, Form Pemasangan, Form Pengujian


Kotraktor menyiapkan form JSA persyaratan kerja sesuai aturan yang berlaku di lingkungan
PT. KBS.
Kontraktor menyiapkan form instalasi, form pengujian dan surat-surat administrasi yang terkait
pekerjaan instalasi ini.

1.3. Alat Pengaman Diri (Helm, Rompi, Sepatu safety)


Kontraktor wajib memakai APD berdasarkan resiko dalam form JSA

1.4. Gambar SLD, wiring diagram, GA, Topology,Gambar Layout, Buku Manual.
Kontraktor menyiapkan semua data-data teknis dan referensi dalam pelaksanaan pekerjaan ini.
Kontraktor memastikan semua gambar-gambar sudah disetujui oleh pihak PT. KBS untuk
dikonstruksi.

1.5. Metode Pelaksanaan


Kontraktor menyiapkan dokumen metode pelaksanaan dan manual dari pabrikan untuk
pekerjaan pemasangan unit ini.

1.6. Cek list material utama dan pendukung


Kontraktor memeriksa dan memastikan semua material utama dan pendukung yang akan
dipasang siap dan lengkap sebelum dikirim ke lokasi.
Kontraktor memastikan pihak-pihak dalam proses sudah siap mulai dari gudang penyimpanan,
pengangkutan, bongkar-muat sampai masuk ke dalam MV Room

1.7. Cek list alat kerja utama dan pendukung


Kontraktor memeriksa dan memastikan semua kebutuhan alat kerja utama dan pendukung
selama proses pengangkutan dan pekerjaan sudah siap dan cukup.
Kontraktor memeriksa peralatan kerja utama dan pendukung masih layak pakai dan aman.
Pastikan peralatan angkat dengan kapasitas lebih besar dari berat cubicle.
Kontraktor memeriksa alat ukur dalam periode kalibrasi masih berlaku.

25 | P a g e
1.8. Koordinasi personil terkait
Kontraktor memeriksa personil dan tim pelaksana utama dan pendukung dalam pekerjaan
dalam kondisi siap dilokasi masing-masing sesuai dengan lingkup pekerjaan.
Kontraktor berkoordinasi dengan tim sipil untuk memastikan akses masuk ke dalam MV room
sudah bersih dan aman.

1.9. Faktor Cuaca


Kontraktor memastikan kondisi cuaca bagus dan aman selama proses pemindahan switchgear
ke dalam MV room.
Pastikan juga kondisi sekitar MV room tidak berdebu atau mengganggu personil selama proses
pemindahan. Sehingga personil aman dan material terjaga baik sampai masuk ke dalam MV
Room.

1.10. Prasarana Gedung MV Room.


Kontraktor memastikan prasarana gedung MV Room sudah selesai dan siap untuk dilakukan
pekerjaan pemasangan Switchgear seperti prasarana listrik. Panel LV gedung sudah bisa
dipakai dan arus listrik.
Kontraktor memastikan kabel tray/ladder sudah terpasang baik dan benar sesuai gambar layout
gedung.

2. Pemasangan PC Monitoring
2.1. Memasang Personal Computer
Kontraktor memasang computer unit dan monitor di ruang Main MV Room.
Kontraktor install software monitoring.
Kontraktor seting parameter yang akan dimonitor.

2.2. Memasang Panel Box


Kontraktor akan memasang panel wall mounting.
Pasang kabel power AC.
Pasang wiring supply DC.

26 | P a g e
2.3. Memasang Controller
Kontraktor akan memasang sistem controller mengikuti prosedur manual pabrikan.
Pasang wiring LV pabrikan termasuk kabel schedule dan terminal schedule pabrikan.
Pasang wiring meter dan i/o control baik dan benar.
Pasang kabel komunikasi modbus.
Pasang wiring supply DC.

2.4. Memasang LAN


Kontraktor memasang switch LAN.
Kontraktor memasang kabel LAN.
Pastikan kabel LAN dipasang dalam conduit atau duct dengan rapi.

3. Pemeriksaan dan Pengujian


3.1. Periksa wiring dan terminasi sesuai terminasi list dan tidak ada yang kendor.
3.2. Periksa dan pengujian komunikasi bus ke setiap metering switchgear dan capacitor bank.
3.3. Periksa pembacaan HMI monitoring masing-masing tag.
3.4. Periksa dan pengujian status indicator
3.5. Pengujian sistem CB
3.6. Ukur tegangan dan arus kerja sesuai spesifikasi pabrikan.
3.7. Isi formulir hasil pengujian.

27 | P a g e
1.7. Tes dan Komisioning

1. Persiapan
1.1. Surat ijin kerja
Kontraktor memastikan surat-surat ijin kerja sudah lengkap sesuai aturan/prosedur PT. KBS
dan tanggal surat-surat masih berlaku.

1.2. Form JSA, Form Punch list, Form Pengujian


Kotraktor menyiapkan form JSA persyaratan kerja sesuai aturan yang berlaku di lingkungan
PT. KBS.
Kontraktor menyiapkan form instalasi, form pengujian dan surat-surat administrasi yang terkait
pekerjaan instalasi ini.

1.3. Alat Pengaman Diri (Helm, Rompi, Sepatu safety)


Kontraktor wajib memakai APD berdasarkan resiko dalam form JSA

1.4. Gambar SLD, wiring diagram, GA, Topology,Gambar Layout, Buku Manual.
Kontraktor menyiapkan semua data-data teknis dan referensi dalam pelaksanaan pekerjaan ini.
Kontraktor memastikan semua gambar-gambar sudah disetujui oleh pihak PT. KBS untuk
dikonstruksi.

1.5. Cek list alat kerja utama dan pendukung


Kontraktor memeriksa dan memastikan semua kebutuhan alat kerja utama dan pendukung
selama proses pengangkutan dan pekerjaan sudah siap dan cukup.
Kontraktor memeriksa peralatan kerja utama dan pendukung masih layak pakai dan aman.
Pastikan peralatan angkat dengan kapasitas lebih besar dari berat cubicle.
Kontraktor memeriksa alat ukur dalam periode kalibrasi masih berlaku.

1.6. Koordinasi personil terkait


Kontraktor memeriksa personil dan tim pelaksana utama dan pendukung dalam pekerjaan
dalam kondisi siap dilokasi masing-masing sesuai dengan lingkup pekerjaan.
Kontraktor berkoordinasi dengan tim sipil untuk memastikan akses masuk ke dalam MV room
sudah bersih dan aman.

28 | P a g e
2. Komisioning
2.1. Periksa semua gambar sudah disetujui dan tidak revisi mayor.
2.2. Periksa semua gambar dan pelaksanaannya sudah sesuai gambar.
2.3. Periksa hasil pengukuran dan pengujian sesuai standard (SPLN, SNI, IEC dll).
2.4. Pengukuran dan pengujian harus berdasarkan prosedur komisioning setiap sistem peralatan
dan dicatat dalam formulir uji.
2.5. Pelaksanaan komisioning terdiri dari ;
2.5.1. Review dokumen spesifikasi teknik dan material.
2.5.2.Review desain
2.5.2.1. Sistem breaking capacity
2.5.2.2. Sistem Pengaman elektrikal
2.5.2.3. Sistem pengaman mekanikal
2.5.2.4. Sistem pengukuran
2.5.2.5. Sistem grounding
2.5.2.6. Sistem rela proteksi
2.5.3.Pemeriksaan dan pengujian
2.5.3.1. Pemeriksaan secara visual
2.5.3.2. Data name plate unit
2.5.3.3. Pemasangan
2.5.3.4. Peralatan pengaman panas / kebakaran
2.5.3.5. Peralatan pengaman bahaya bertegangan
2.5.3.6. Peralatan sistem keselamatan
2.5.3.7. Sistem grounding
2.5.3.8. Fungsi relay proteksi dan control
2.5.3.9. Tahanan kontakk, isolasi, sistem ground.
2.5.3.10. Keserempakan waktu
2.5.3.11. Sistem interlock
2.5.3.12. Fungsi manual / auto
2.5.3.13. Fungsi metering
2.5.3.14. Status indicator

29 | P a g e