Anda di halaman 1dari 8

Kingdom plantae

A. PERAN PLANTAE DI BERBAGAI BIDANG


Di dunia ini terdapat jumlah tumbuhan yang tersebar hampir di seluruh
pelosok bumi. Begitu juga di wilayah sekitar lingkungan hidup kita.
Tumbuhan ini sangat bermanfaat dan berperan sangat vital bagi kehidupan
manusia atau kelangsungan hewan lainnya.
Adapun peranan tumbuhan sebagai berikut:
Peran tumbuhan yang paling utama dalam kehidupan ini adalah sebagai
penyedia oksigen bagi seluruh makhluk hidup di bumi.
Tumbuhan juga merupakan penyusun utama ekosistem, terutama
ekosistem hutan
Peran di bidang pangan, contoh anggota Plantae sebagai bahan pangan
antara lain semanggi (Marsilea crenata), jagung (Zea mays), ketela pohon
(Manihot utilissima), dan kentang (Solanum tuberosum).
Peran di bidang sandang, contoh anggota Plantae sebagai bahan sandang
antara lain kapas (Gossypium sp.) dan rami.
Peran di bidang papan, contoh anggota Plantae yang digunakan untuk
bahan bangunan, seperti pohon jati (Tectona grandis). Rotan pun banyak
digunakan untuk perlengkapan alat rumah tangga.
Peran di bidang obat-obatan, contohnya Marchantia polymorpha
digunakan untuk mengobati sakit hepatitis (radang hati), paku rane (
Selaginella wildenowii) dapat difungsikan sebagai obat pembuluh luka, estrak
Ginkgo biloba dapat mengobati pusing, penambah stamina, hingga mampu
mengobati kanker, pohon jambu (Psidium guajava) sebagai obat sakit perut.
Peran di bidang industri, berbagai jenis tumbuhan berbiji merupakan
bahan baku industri, misalnya biji kopi, cokelat, daun teh, kelapa sawit, tebu,
dan kedelai.
Peran di bidang tanaman hias, banyak spesies anggota kingdom Plantae
dapat dijadikan sebagai tanaman hias, misalnya paku sarang burung
(Asplenium nidus), paku ekor merak (Adiantum farleyense), paku suplir
(Adiantum cuneatum), paku tanduk rusa (Platycerium bifurcatum), dan
berbagai macam anggrek.

B. PERAN TUMBUHAN DALAM KESEIMBANGAN ALAM


1. Peran Tumbuhan dalam siklus Air
Peranan tumbuhan dalam siklsus air dapat di contohkan pada
hutan.Hutan memiliki peran sebagai pencegah erosi dan banjir, serta
pengatur tata air. Dalam menjalankan fungsi tersebut, proses interaksi hutan
dan lingkungan sangat berkaitan dengan siklus hidrologi yang terjadi.Siklus
hidrologi atau siklus air adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari
atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer melalui kondensasi, presipitasi,
evaporasi dan transpirasi.
Dalam siklus hidrologi, terjadi penguapan air dari tanaman, tanah, dan
air (laut, danau, sungai, dan air terbuka lainnya) yang disebut juga
evapotranspirasi, kemudian air menguap ke atmosfer dalam bentuk uap air
dan terkondensasi di udara membentuk awan lalu kemudian terjadi hujan
atau dapat disebut juga presipitasi. Air hujan tersebut dapat langsung jatuh ke
permukaan tanah sehingga terjadi aliran permukaan (run-off) dan dapat pula
jatuh melalui tajuk pohon (throughfall) kemudian mengalir melalui batang
(stemflow) dan terserap kedalam tanah (infiltration) menjadi aliran bawah
permukaan (sub-surface runoff) maupun tersimpan dalam tanah menjadi air
tanah (ground water storage).
Daerah iklim tropika memiliki curah hujan yang tinggi dalam setahun
dibandingkan dengan daerah dengan iklim temperate dan kutub. Hal itu
mengakibatkan adanya tegakan hutan tropika sebagai penutup permukaan
tanah menjadi penting. Peranan hutan tropika dalam mencegah banjir dan
longsor serta pengaturan tata air sangat erat kaitannya dengan karakter
hutan tropika yang memiliki tajuk berstratifikasi dan selalu hijau sepanjang
tahun. Stratifikasi tajuk hutan tropika yang berlapis-lapis menyebabkan air
hujan tidak langsung jatuh ke permukaan tanah sehingga tidak terjadi erosi
permukaan maupun longsor (jika berada di lahan dengan kemiringan tinggi)
dan tidak mengalir diatas permukaan tanah yang akan mengakibatkan banjir,
tetapi mengalir melalui tajuk (through-fall) kemudian melalui batang
(stemflow), lalu sesampainya di permukaan tanah air meresap ke dalam
tanah (infiltration) yang kemudian mengalir dalam bentuk aliran bawah
permukaan tanah dan tersimpan dalam tanah dalam bentuk air tanah.
2. Peran tumbuhan dalam menjaga permukaan lahan
Mulsa adalah sisa tanaman, lembaran plastik, atau susunan batu yang
disebar di permukaan tanah. Mulsa berguna untuk melindungi permukaan
tanah dari terpaan hujan, erosi, dan menjaga kelembaban, struktur,
kesuburan tanah, serta menghambat pertumbuhan gulma (rumput liar).
Penggunaan mulsa atau serasah adalah teknik konservasi tanah yang
tergolong dalam cara vegetatif. Pada teknik ini permukaan tanah di antara
barisan tanaman atau di sekitar batang pohon ditutup dengan bahan-bahan
berupa sisa tanaman setelah panen, pangkasan tanaman pagar atau larikan
pada budidaya lorong.
Dari aspek pengendalian eropsi, peran langsung bahan mulsa adalah
melindungi permukaan tanah dari pukulan butir-butir hujan,
mempertahankan kelembaban tanah, mencegah tumbuhnya tanaman
pengganggu, sedangkan perannya yang tidak langsung adalah memperbaiki
struktur tanah. Penggunaan mulsa umumnya dilakukan di daerah-daerah
yang sering mengalami kekeringan dan rentan terhadap pertumbuhan gulma.
Pilihan bahan-bahan untuk mulsa tergantung pada bahan-bahan yang
tersedia setempat.
Dalam sistem budidaya lorong, biomasa dari larikan tanaman sering
digunakan sebagai mulsa. Di perkebunan seringkali tanaman penutup tanah
digunakan sebagai mulsa hidup, terutama di sekitar poghon-pohon yang
masih muda yang telah tumbuh dengan baik. Salah satu strategi lainnya
adalah meninggalkan sisa-sisa tanaman di lahan setelah panen (misalnya
daun pucuk nenas, daun dan batang jagung, jerami padi, dsb). Hal ini akan
menjamin bahwa ada zat-zat hara yang diserap tanaman kembali ke tanah.
Keuntungan :
Melindungi permukaan tanah dari pukulan langsung butir-butir air hujan
serta mengurangi aliran permukaan, erosi dan kehilangan tanah.
Menekan pertumbuhan tanaman pengganggu (gulma) sehingga mengurangi
(biaya tenaga kerja untuk penyiangan).
Mulsa yang berupa sisa-sisa tanaman menjadi sumber bahan organik tanah
Meningkatkan aktivitas jasad renik (mikroorganisme tanah), sehingga
memperbaiki sifat fisika dan kimia tanah
Membantu menjaga suhu tanah serta mengurangi penguapan sehingga
mempertahankan kelembaban tanah sehingga pemanfaatan kelembaban
tanah menjadi lebih efisien.
Tergolong teknik konservasi tanah yang memerlukan jumlah tenaga kerja /
biaya rendah

Kelemahan :
Bahan-bahan mulsa mungkin menjadi sarang berkembangbiaknya
penyakit-penyakit tanaman. Namun hal ini masih perlu diteliti bagi setiap
bahan mulsa yang digunakan.
Tidak dapat digunakan dalam keadaan iklim yang terlampau basah.
Mulsa sukar ditebarkan secara merata pada lahan-lahan yang sangat
miring.
Bahan-bahan untuk mulsa tidak selalu tersedia.
Beberapa jenis rumput jika digunakan sebagai mulsa dapat tumbuh dan
berakar sehingga dapat menjadi tanaman pengganggu.

3. Peran Tumbuhan dalam penyerapan Karbondioksida dan


menghasilkan oksigen
Peranan tumbuhan dalam hal penyerapan karbondioksida dan
penghasil oksigen bumi yaitu seperti hutan.Fungsi hutan yang paling penting
adalah produksi oksigen. Tanpa adanya oksigen maka tidak akan ada
kehidupan karena seluruh makhluk hidup di dunia ini, baik hewan, manusia,
dan tumbuhan, membutuhkan oksigen dalam melangsungkan hidupnya.
Fungsi hutan sebagai penghasil oksigen tak dapat dipisahkan dengan fungsi
hutan sebagai penyerap karbon.
Dalam menjalankan kedua fungsi tersebut, proses interaksi antara
hutan dan lingkungan yang terjadi sangat berkaitan proses fotosintesis dan
siklus karbon. Hutan, yang merupakan kumpulan dari banyak pohon,
menjalankan proses fotosintesis (yang merupakan salah satu bagian dari
siklus karbon) yang menyerap karbondioksida di atmosfer dan kemudian
disimpan dalam bentuk biomassa berupa daun, batang, akar, maupun buah,
serta menghasilkan oksigen ke udara yang akan dipergunakan oleh manusia,
hewan, dan tumbuhan dalam melakukan respirasi.Proses fotosintesis yang
dijalankan oleh pohon-pohon dalam hutan tersebut sangat berguna dalam
mengurangi dampak perubahan iklim global (global climate change
mitigation) karena dapat mengurangi jumlah karbon di udara sebagai gas
rumah kaca penyebab pemanasan global (globalwarming).
Manfaat tumbuhan/tanaman dalam mengurangi zat pencemara udara
dan penghasil oksigen melalui proses fotosintesis atau sering disebut sebagai
manfaat ekologis seperti disinggung diatas. Fotosintesis tumbuhan adalah
suatu proses alamiah yang terjadi di dalam daun-daun tumbuhan dimana
terjadi penyerapan CO2 dan dihasilkannya gas oksigen yang ditambahkan ke
udara kita. Persamaan rekasi kimia fotosintesis adalah : karbondioksida gas
(CO2) + air (H2O) + pigmen klorofil daun + energi mata hari → zat organik
(C6H12O6) + oksigen gas(O2).
Penyerapan CO2 oleh tumbuhan memberi andil dalam mengurangi
pencemar CO2 di udara. Karbon dari CO2 ini disimpan di dalam jaringan
tumbuhan (kayu) yang kemudian kayu ini berguna bagi manusia. Suatu
laporan menyebutkan bahwa sebatang pohon selama hidupnya diprediksi
mampu menyerap 7.500 gram karbon. Karena alasan inilah tumbuhan dikenal
sebagai pelaku carbon sinks. Sumber lain menyebutkan bahwa secara
taksiran kasar, dalam satu hari sebatang pohon menyerap CO2 antara 20 dan
36 gram per hari. Bila di pekarangan rumah anda terdapat 10 buah pohon,
maka dalam sebulan pekarangan anda memberikan kontribusi menyerap CO2
sebanyak 5,6 – 10,08 kg atau menyimpan 750 kg karbon selama tanaman itu
tumbuh di sana. Kalau di sekitar rumah anda ada 99 KK yang memiliki jumlah
pohon sama dengan di rumah anda, maka jumlah CO2 yang diserap menjadi
0,5 – 1,008 ton atau karbo yang disimpan sebanyak 75 ton.
Uraian diatas mungkin baru gambaran dari lingkungan satu RW (rukun
warga). Bila dikalkulasikan dalam luasan satu desa / kelurahan, sekecamatan
atau sekabupaten / kota maka betapa besarnya CO2 yang diserap atau karbon
yang disimpan di dalam tumbuhan / tanaman. Suatu estimasi dilaporkan
bahwa 1 acre (0,405 ha) luas pertanaman di Amerika dalam setahun
menyerap CO2 yang setara dengan CO2 yang diemisikan oleh sebuah mobil
yang menempuh jarak 26.000 mile (41.842,944 km); dan menurut sumber
tersebut 0,405 ha (kurang dari setengah hektar) luas lahan berpepohonan di
Brooklyn cukup untuk mengkonpensasi penggunaan bahan bakar oleh sebuah
mobil yang menempuh jarak 7.200 – 8700 mile (11.587,27 – 14.001,29 km).

C. ANALISIS TENTANG PERAN PLANTAE DI BIDANG INDUSTRI,


KESEHATAN, EKONOMI, PANGAN.
1. Di Bidang Industri.
Contoh dari anggota Kingdom Plantae yang dapat digunakan sebagai
bahan industry antara lain beberapa tumbuhan berbiji yang bijinya dapat
digunakan sebgai bahan baku dalam industry seperti: biji kopi, biji cokelat,
serta bagian tumbuhan lain seperti Daun teh, kelapa sawit , tebu, kedelai, dan
lain sebagainya.
2. Di Bidang Kesehatan.
Plantae berperan penting dalam bidang kesehatan , karena sebagian
besar obat-obatan terbuat dari tumbuhan.Tumbuhan juga bisa digunakan
sebagai obat-obatan herbal seperti kunyit, jahe, temulawak,kejibeling, adas,
kapulaga, cengkih yang biasanya dibudidayakan dengan tujuan untuk obat.
Selain digunakan sebagai obat dibidang kesehatan plantae juga digunakan
sebagai makanan pokok seperti, padi, jagung , singkong, talas, ubi dan sagu.
3. Di Bidang Ekonomi.
Karena plantae dapat dijadikan bahan untuk membuat alat –alat ,
sehingga alat tersebut dapat diperjual belikan yang dapat menghasilkan
pendapatan bagi seseorang.Tidak sedikit juga tumbuhan yang dapat diperjual
belikan secara langsung.
4. Di bidang Pangan
Contoh dari anggota kingdom plantae yang digunakan sebagai bahan
pangan antara lain semanggi , jagung, ketela pohon, kentang, dan lain
sebagainya.
Tugas BIOLOGI
KINGDOM PLANTAE

(X MIPA 1)
NAMA KELOMPOK (3):
1. ABIDA RAHMA DANTI. (01)
2. FAROS CHANDRA N. (12)
3. RAHMATUL MAULIDIYA A. (23)
4. REINA NITA MELANIE PUTRI. (24)

SMA NEGERI 1 KARANGANYAR


DEMAK
TAHUN AJARAN 2018/ 2019