Anda di halaman 1dari 14

OPERASI PEMISAHAN DIFUSI

Dosen Pengampu : D r. P a d i l , M T
KOEFISIEN DIFUSI CAIRAN
KELOMPOK IV :

 ANDI BUDIYANTO 1607112299


 ANUGERAH GUSTI 1607112335
 INDRA ABIDAYU SAGALA 1607112465
 JAYANTI MANDASARI 1607112573
 KHALYA FATHONAH 1607112474
 PRATIWI DESTI NEFA 1407113163
 RIRI ATRIA PRATIWI 1607112488
2
Difusi adalah gerakan suatu komponen melalui suatu campuran,
yang berlangsung karena suatu rangsangan fisika. Sering juga
difusi didefinisikan sebagai perpindahan massa yang terjadi
DEFINISI dalam satu fase. Umumnya difusi disebabkan oleh adanya
gradien konsentrasi pada komponen yang terdifusi, sehingga
menyebabkan terjadinya gerakan yang dimanfaatkan dalam
operasi perpindahan massa.

3
DIFUSIVITAS
CAIRAN
Difusivitas didefinisikan bukan terhadap suatu bidang
stasioner, tetapi relatif terhadap bidang yang bergerak pada
kecepatan rata-rata volume uo. Fluks molar komponen A,
01
ditandai dengan JA dan sama dengan fluks A bidang Dimensi dan satuan difusivitas cairan
stasioner. sama dengan difusivitas gas.

02
Harga difusivitas cairan akan berubah
dengan berubahnya konsentrasi solute
dalam solvent.

03
Nilainya lebih kecil dari difusivitas
gas, yaitu: 1 sampai

4
Komposisi zat-zat penyusun sistem
01

Temperatur
02

Tekanan KOEFISIEN
03 DIFUSI CAIRAN
Untuk menentukan kofisien difusi, secara sederhana dapat dimisalkan
seperti suatu zat A dilarutkan dalam pelarut B ( cairan biner yang encer ),
yang dinyatakan dalam persamaan Wilke- Change :

5
KOEFISIEN DIFUSI CAIRAN
Dimana ρ dan M adalah penyelesaian untuk densitas
dan berat molekul, pada masing – masing bagian. Pada
gas nilai Na / (NA + NB) harus ditetapkan oleh
keadaan yang berlaku. untuk kasus yang paling umum
terjadi, seperti untuk gas :

1. Steady State 2. Steady State


Difusi dari A melalui B yang tidak mendifusi Difusi kontra equimolal
Dimana : Na = Constan, NB = 0 Dimana : NA = -NB = Constan

6
D I F U S I V I TA S
CAIRAN
Parameter Asosiasi
Beberapa Solven
Faktor asosiasi untuk pelarut dapat difusi dalam pelarut yang
telah diukur secara eksperimental. Jika nilai p diragukan,
korelasi empiris dari Scheibel dapat digunakan untuk
memperkirakan nilai D. Difusivitas terkonsentrasi berbeda dari
yang dalam larutan encer karena perubahan viskositas dengan
konsentrasi dan juga karena perubahan derajat non-ideality
solusi.

9
Dimana D°AB adalah difusivitas A pada pengenceran tak
terbatas dalam B dan D°AB difusivitas B pada pengenceran tak
terhingga dalam A. Koefisien aktivitas biasanya dapat diperoleh
dari data kesetimbangan uap-cair sebagai rasio (pada tekanan
biasa) dari tekanan parsial nyata ideal A dalam uap dalam
kesetimbangan dengan cairan konsentrasi xA :

dan turunannya (d log γA) / (d log XA) dapat diperoleh secara


grafis sebagai kemiringan grafik log γA vs Log XA.
Untuk elektrolit kuat yang dilarutkan dalam air, laju difusi
adalah ion masing-masing, yang bergerak lebih cepat daripada
molekul besar yang tidak terdisosiasi.

10
CONTOH SOAL (ILUSTRASI)

ILUSTRASI I (2.5)
Soal : Solusi : (Perhatikan Tablel 2.3)
Hitunglah difusivitas mannitol, CH2OH (CHOH)4, DA = 0.0148 (6) + 0.0037 (14) + 0.00744 (6) = 0.185
CH2OH, C6H14O6, pada larutan encer dalam air Untuk air sebagai pelarut, φ = 2.26, MB = 18.02, T =
pada 20°C. Bandingkan dengan nilai yang diamati, 293 K. Untuk larutan encer, viskositas μ dapat diambil
0,56 x 10-9 m2/s. seperti untuk air, 0.001 005 kg/m s. Persamaan :

11
CONTOH SOAL (ILUSTRASI)

ILUSTRASI II (2.6)
Soal :
Hitunglah difusi manitol dalam larutan air encer
Solusi :
pada 70°C dan bandingkan dengan nilai yang
Pada 20°C, DAB yang diamati = 0.56 x 10-9 m/s, dan μ = diamati, 1.56 x 10 m/s
1.005 x 10-2 kg/ ms. (Ilustration 2.5).
Pada 70°C, viskositas air adalah 0.4061x10-3 kg/m.
Persamaan (2.44) menunjukkan bahwa DAB μ /T harus
konstan :

12
VIDEO
EDUKASI
THANK YOU!
ANY QUESTIONS?