Anda di halaman 1dari 17

PUSKESMAS JIKEN

No. Dokumen :
Pedoman/ No. Revisi :
Tanggal Terbit :
Manual Halaman :

Mutu
UPTD
Basri, S.Kep, M.Si
PUSKESMAS
NIP: 19670204 198511 1 001
JIKEN

PEDOMAN/ MANUAL MUTU PUSKESMAS JIKEN KABUPATEN BLORA

I. PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

1. Profil Organisasi

a. Gambaran umum organisasi

Puskesmas kecamatan Jiken terletak di pusat kota kecamatan. Letaknya yang

relatif strategis, berdekatan dengan jalan raya, dan instansi/kantor lain seperti kantor

UPTD TK/SD, Koramil, Kantor Depag, Sekolah SD dan SMP dan Pasar induk

Kecamatan Jiken memungkinkan kemudahan masyarakat untuk datang mendapatkan

pelayanan kesehatan.

Sampai akhir tahun 2015 Puskesmas Jiken masih membawahi 3 Puskesmas

Pembantu, 7 Pos Pelayanan Kesehatan Desa (PKD), dengan jenis pelayanan berupa

promotif, preventif, kuratif.

Puskesmas Jiken beralamat Jalan Raya Blora- Cepu Km. 13, Desa Jiken,

Kecamatan Jiken Kabupaten Blora, dengan penduduk 37.3369 orang penduduk.

Puskesmas Jiken dengan karyawan 52 orang, terdiri dari terdiri dari dua orang

dokter umum, satu orang dokter gigi, 2 orang pendidikan S1 Keperawatan. 7 orang

bidan Puskesmas, 11 orang bidan desa, 1 orang D3 Perawat, 4 orang D4 Perawat, 1

orang tenaga analis, 1 orang D 3 gizi, 1 orang sanitarian,1 orang perawat gigi 1 orang

Sarjana Kesehatan Masyarakat dengan latar belakang kebidanan, 1 orang Sarjana

Ekonomi, dan lainnya adalah tenaga pekarya kesehatan.

1
b. Visi Organisasi

Menuju Masyarakat Kecamatan Jiken Sehat dan Mandiri

c. Misi Organisasi

1) Memberikan Pelayanan Kesehatan Dasar yang Berkualitas Sesuai

Dengan Standart Pelayanan.

2) Meningkatkan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat

3) Mempermudah Akses dan Keterjangkauan Masyarakat terhadap

Pelayanan Kesehatan

4) Mengutamakan Kepuasan Pelanggan

d. Struktur Organisasi

KEPALA PUSKESMAS
KEPEGAWAIAN
(PIMPINAN)

RUMAH TANGGA
KA. TATA USAHA

(SEKRETARIS) KEUANGAN

SIMKA

PENANGGUNG JAWAB PENANGGUNG JAWAB PENANGGUNG JAWAB PENANGGUNG JAWAB


UKM ESSENSIAL
UKM PENGEMBANGAN UKP JEJARING DAN JARINGAN

PROMKES LANSIA BP. UMUM PUSTU BLEBOH

DAN UKS PUSTU KETRINGAN

KIA,KB,IMUNISASI UKK BP. GIGI KETRINGAN


PUSTU
LINGKUNGAN SINGONEGORO

KES.ORGA KIA / KB SINGONEGORO


BIDAN DESA
DAN IMUNISASI
NGLOBO
GIZI UKKES.JIWA UGD 24 jam BIDAN DESA

OLAH RAGA CABAK


BIDAN DESA
P2P GIZI
NGLEBUR
BIDAN DESA
PERKESMAS MAMPU
PERSALINAN JANJANG
BIDAN DESA

FARMASI JIKEN
BIDAN DESA

GENJAHAN
LABORATORIUM BIDAN DESA

e. Motto : JIWOREJO
BIDAN DESA
2
BANGOAN
SEHATI

f. Tata nilai :

Untuk mendorong motivasi kerja dan kesungguhan dalam mencapai kinerja

akan diperlukan suatu nilai-nilai yang disepakati bersama .

Tata nilai tersebut adalah :

Santun

Santun dalam melayani pasien

Edukatif

Selalu mengembangkan inovasi dan keilmuan sesuai bidangnya guna memperbaiki

pelayanan

Harmonis

Selalu menjalin kerjasama yang baik diantara semua karyawan di UPTD

Puskesmas Jiken

Amanah

Mendapatkan kepercayaan dari masyarakat untuk melaksanakan pelayanan

kesehatan

Tanggap

Berespon cepat dan tepat terhadap segala permasalahan kesehatan

Ikhlas

Menjalankan tugas sesuai tupoksinya

2. Kebijakan mutu :

a. Kami manajemen Mutu dan seluruh karyawan Puskesmas Jiken berkomitmen

untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan

memperhatikan kebutuhan dan harapan pelanggan. Kami berkomitmen

memperbaiki proses pelayanan berdasarkan fakta. Kami berkomitmen

meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pembangunan kesehatan.

b. Kebijakan teknis dalam perbaikan mutu dan keselamatan pasien ada pada

lampiran pedoman ini.

3. Proses Pelayanan

Puskesmas memiliki kegiatan bisnis utama yaitu Pelayanan Klinis atau UKP

(Upaya Kesehatan Perorangan) baik di dalam gedung (pengobatan umum) maupun

diluar gedung (pusling atau pustu) dan Upaya Kesehatan masyarakat (UKM) baik

3
didalam gedung (penyuluhan, pojok sanitasi, gizi dsb) maupun luar gedung (promosi

kesehatan, pemeriksaan tempat-tempat umum dsb).

Secara kegiatan kedua inti Pelayanan ini tampak terpisah namun sebenarnya

kedua jenis kegiatan ini saling terkait, tergantung dan saling mempengaruhi kinerja

masing.

KEBIJAKAN MUTU

P H

A A
ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN
S R

I A

E P
DALAM GEDUNG
N A

/ P D N
O
P E K P
U
E N PEM FAR E
LABOR M
UMUM MASI
D ATORI E
L L
UM N
A T
A A
A
N F S N
PEM GIGI I
G T G

G A G

A R A

N A N

N
KIA GIZI P2P PROM
KES

KIA GIZI P2P PROM PENGO


KES BATAN

LUAR GEDUNG
4
MANAJEMEN SUMBER DAYA,

SUPLIER

B. PENGERTIAN

Mutu adalah kemampuan untuk memenuhi persyaratan-persyaratan berdasarkan

karakteristik yang dimiliki satu produk. Mutu Pelayanan Kesehatan adalah derajat

kesempurnaan yang memenuhi kebutuhan masyarakat yang dilaksanakan sesuai dengan

standar profesi dam standar pelayanan kesehatan yang menggunakan sumber daya yang

tersedia, wajar, efisien, dan efektif serta memberikan keamanan dan memuaskan sesuai

norma, etika, hukum dan sosial budaya dengan memperhatikan keterbatasan dan

kemampuan pemerintah dan masyarakat.

C. RUANG LINGKUP :

Lingkup pedoman mutu ini disusun berdasarkan persyaratan standar akreditasi

puskesmas yang meliputi : Persyaratan umum sistem menejemen mutu, tanggung jawab

manajemen, manajemen sumber daya, proses pelayanan yang terdiri dari penyelenggaraan

upaya kesehatan masyarakat, yang meliputi :

1. Jenis Layanan UKP :

a. Pelayanan Umum,

b. Pelayanan Gigi,

c. Pelayanan Kesehatan Ibu Anak dan Keluarga Berencana, serta

Immunisasi,

d. Pelayanan Gizi,

e. Pelayanan Sanitasi,

f. Pelayanan Farmasi,

g. Laboratorium

h. UGD

i. Rawat Inap

j. Mampu Bersalin

5
2. Jenis layanan UKM:

a. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS),

b. Promosi Kesehatan,

c. Posyandu Balita,

d. Posyandu Lansia,

e. Pos Bindu

f. UKK

g. Kelas Ibu hamil

h. Inspeksi Sanitasi

i. Kesehatan Olah raga

j. Puskesmas Keliling

k. Pencegahan dan Pengendalian penyakit Menular

Dalam penyelenggaraan UKM dan pelayanan klinis memperhatikan keselamatan

sasaran / pasien dengan menerapkan manajemen resiko.

D. Tujuan

Pedoman mutu ini disusun sebagai acuan bagi puskesmas Jiken dalam

membangun system manejemen mutu dengan akreditasi baik untuk penyelanggaraan

UKM maupun untuk penyelenggaraan pelayanan perorangan/klinis.

E. Landasan Hukum dan Acuan

Landasan hukum yang digunakan dalam menyusun pedoman mutu ini adalah :

1. UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan,

2. Permenkes 75 / 2014 tentang Puskesmas,

3. Perda Kabupaten Blora No. 6 / 2010 tentang Retribusi Puskesmas.

Acuan yang digunakan dalam menyusun pedoman mutu ini adalah :

1. Standar Akreditasi Puskesmas diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Bina Upaya

Kesehatan Direktorat Upaya Kesehatan Dasar tahun 2014,

2. Pedoman Penyusunan Dokumen Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat

Pertama diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan Direktorat

Upaya Kesehatan Dasar tahun 2014.

6
F. Istilah dan Definisi

No Istilah Definisi operasional


1 Pelanggan Orang yang menggunakan/ memanfaatkan layanan

puskesmas Jiken secara tetap di Puskesmas Jiken


2 Kepuasan Pelanggan Perasaan nyaman dan aman yang dirasakan oleh

pennguna layanan di puskesmas Jiken


3 Pasien Orang sakit yang mempergunakan pelayanan

kesehatan puskesmas Jiken


4 Koreksi Pembetulan / perbaikan dalam penyusunan dokumen

di Puskesmas Jiken
5 Tindakan korektif Kebijakan yang diambil untuk memperbaiki layanan

di Puskesmas Jiken
6 Tindakan Preventif Kebijakan pencegahan terhadap kejadian yang tidak

diinginkan dan atau potensial cedera.


7 Pedoman Mutu Panduan untuk peningkatan mutu layanan di

Puskesmas Jiken
8 Dokumen Sesuatu yang tertulis atau tercetak yang dapat

dipergunakan sebagai bukti pelaksanaan kegiatan

9 Rekaman Segala sesuatu yang dapat menjadi bukti pelaksanaan

kegiatan
10 Efektifitas Dicapainya keberhasilan dalam mencapai tujuan yang

ditetapkan
11 Efisiensi Ketepatan cara dalam menjalan kan sesuatu.
12 Proses Urutan pelaksanaan atau kejadian yang terjadi secara

alami atau didesain, mungkin menggunakan waktu,

ruang, keahlian atau sumber daya lainnya, yang

menghasilkan sesuatu
13 Sasaran Mutu Petugas dan penerima layanan
14 Perencanaan Mutu Perencanaan program manajemen untuk penerapan

Sistem Manajemen Mutu


15 Sarana Gedung dan bangunan puskesmas Jiken
16 Prasarana Peralatan dan sarana lain yang mendukung proses

layanan

II. SISTEM MANAJEMEN MUTU

DAN SISTEM PENYELENGGARAAN PELAYANAN

A. Persyaratan Umum

7
Puskesmas Jiken menetapkan, mendokumentasikan, memelihara sistem manajemen

mutu sesuai dengan standar akreditasi puskesmas. Sitem ini disusun untuk memastikan

telah diteraapkannya persyaratan pengendalian terhadap proses-proses penyelenggaraan

pelayanan kepada masyarakat baik penyelenggaraan upaya puskesmas maupun pelayanan

klinis yang meliputi kejelasan proses pelayanan dan interaksi proses dalam

penyelenggaraan pelayanan, kejelasan penanggung jawab, penyediaan sumber daya,

penyelenggaraan pelayanan itu sendiri mulai dari perencanaan yang berdasar kebutuhan

masyarakat atau pelanggan, verifikasi terhadap rencana yang disusun, pelaksanaan

pelayanan dan verifikasi terhadap proses pelayanan dan hasil hasil yang dicapai, monitoring

dan evaluasi serta upaya penyempurnaan yang berkesinambungan.

B. Pengendalian dokumen :

Pengendalian dokumen diatur di dalam Pedoman Pengendalian Dokumen

Puskesmas Jiken tahun 2016, No. PD/002/I/2016.

C. Tanggung Jawab Manajemen:

1. Komitmen Manajemen :

Kepala Puskesmas, Penanggung jawab manajemen mutu, penanggung jawab upaya,

penanggung jawab pelayanan klinis dan seluruh karyawan puskesmas bertanggung

jawab dan memiliki komitmen untuk menerapkan seluruh persyaratan yang ada pada

manual mutu ini.

2. Fokus pada sasaran/pasien :

Pelayanan yang disediakan oleh Puskesmas dilakukan dengan berfokus pada pelanggan

yang meliputi pelanggan internal (pasien) dan pelanggan eksternal (keluarga dan

masyarakat luas). Pelanggan dilibatkan mulai dari identifikasi kebutuhan dan harapan

pelanggan, perencanaan penyelenggaraan upaya puskesmas dan pelayanan klinis,

pelaksanaan pelayanan, monitoring dan evaluasi serta tindak lanjut pelayanan.

3. Kebijakan Mutu :

Seluruh karyawan berkomitmen untuk menyelenggarakan pelayanan yang berfokus pada

pelanggan, memperhatikan keselamatan pelanggan, dan melakukan penyempurnaan

yang berkelanjutan. Kebijakan mutu dituangkan dalam surat keputusan Kepala

8
Puskesmas yang meliputi kebijakan mutu pelayanan klinis / UKP dan kebijakan mutu

pelayanan UKM.

4. Perencanaan sistem Manajemen Mutu dan pencapaian sasaran kinerja /mutu

Sasaran mutu ditetapkan berdasarkan standar kinerja/standar pelayanan minimal yang

meliputi indicator-indikator pelayanan klinis, indicator penyelenggaraan upaya

puskesmas. Perencanaan disusun dengan memperhatikan kebutuhan dan harapan

pelanggan, hak dan kewajiban pelanggan, serta upaya untuk mencapai sasaran kinerja

yang ditetapkan. Perencanaan mutu Puskesmas dan keselamatan pasien berisi program-

program kegiatan peningkatan mutu yang meliputi:

a. Penilaian dan peningkatan kinerja baik UKM maupun UKP


b. Upaya pencapaian enam sasaran keselamatan pasien dan 1 disetiap layanan klinis
c. Penerapan manajemen risiko pada area prioritas
d. Penilaian kontrak/kerjasama pihak ketiga
e. Pelaporan dan tindak lanjut insiden keselamatan pasien

f. Pendidikan dan pelatihan karyawan tentang mutu dan keselamatan pasien

5. Tanggung Jawab, wewenang :

a. Kepala Puskesmas

1) Menetapkan Sistem Manajemen Mutu Puskesmas,

2) Bertanggung jawab secara menyeluruh terhadap keputusan strategis

untuk pelaksanaan Sistem kinerja setiap proses yang ada didalam proses

bisnis,

3) Memastikan ketersediaan sumber daya baik manusia, alat serta bangunan dan

informasi yang dibutuhkan untuk mendukung semua proses.

b. Ketua Tim Mutu Puskesmas

1) Menerapkan dan memelihara Sistem Manajemen Mutu Puskesmas

2) Memastikan bahwa Persyaratan Umum dalam pelaksanaan Sistem

Manajemen Mutu Puskesmas dimengerti dan dilaksanakan oleh

seluruh karyawan.

3) Kewenangan : bersama dengan kepala puskesmas melakukan penilaian

mutu, memberikan masukan untuk rencana tindak lanjut, memonitor,

mengevaluasi kegiatan program.

c. Penanggung jawab pelayanan Klinis, Administrasi Manajemen/ Ka.TU dan

Penanggung jawab upaya kesehatan masyarakat Puskesmas:

9
1) ADMEN

2) UKM

3) UKP

Sesuai dengan keputusan kepala dinas kabupaten Blora nomor

00004.b/061/DKK/2016 tanggal 4 Januari 2016 sebagaimana terlampir.

1) Bertanggung jawab dalam penerapan dan pemeliharaan sistem yang

berada dibawah tanggung jawabnya.

2) Memastikan untuk mengukur, memantau dan menganalisis proses yang terkait

dengan unit masing-masing.

3) Melakukan Tindakan perbaikan dan tindakan pencegahan serta melakukan

perbaikan terus menerus.

d. Wakil manajemen mutu/Penanggung jawab manajemen mutu

Kepala Puskesmas selaku Ketua tim Mutu menunjuk drg. Happy Sulistyowati

Susilo, MM sebagai wakil manajemen mutu yang bertanggung jawab untuk

mengkoordinir seluruh kegiatan mutu di Puskesmas:

1) Memastikan system manajemen mutu ditetapkan, diimplementasikan, dan

dipelihara,
2) Melaporkan kepada manajemen kinerja dari system manajemen mutu dan

kinerja pelayanan,
3) Memastikan kesadaran seluruh karyawan terhadap kebutuhan dan harapan

sasaran/pasien.

6. Komunikasi internal

Komunikasi internal dilakukan dengan cara Apel setiap hari kerja , minilokakarya yang

dilaksanakan setiap bulan, pertemuan, diskusi, Whatapps, sms, memo, telepon dan

media lain yang tepat untuk melakukan komunikasi

7. Tinjauan Manajemen:

a. Umum: Rapat tinjauan manajemen dilakukan minimal dua kali dalam setahun

b. Masukan tinjauan manajemen meliputi:


1) Hasil audit
2) Umpan balik pelanggan
3) Kinerja proses
 Pencapaian sasaran mutu
 Status tindakan koreksi dan pencegahan yang dilakukan
 Tindak lanjut tehadap hasil tinjauan manajemen yang lalu
 Perubahan terhadap Kebijakan mutu
 Perubahan yang perlu dilakukan terhadap system manajemen

mutu/system pelayanan.
10
c. Luaran tinjauan: Hasil yang diharap dari tinjauan manajemen adalah peningkatan

efektivitas system manajemen mutu, peningkatan pelayanan terkait dengan

persyaratan pelanggan, dan identifikasi perubahan-perubahan, termasuk

penyediaan sumberdaya yang perlu dilakukan.

D. Manajemen sumber daya

1. Penyediaan sumber daya

Kepala Puskesmas berkewajiban menyedikan sumber daya yang dibutuhkan untuk

menyelenggarakan di puskesmas. Penyediaan sumber daya meliputi :

1. Kegiatan UKM essensial dan keperawatan kesehatan masyarakat yang

membawahi : (Permenkes 75/2014)

1) Pelayanan Promosi Kesehatan termasuk UKS

2) Pelayanan Kesehatan Lingkungan

3) Pelayanan KIA KB bersifat UKM

4) Pelayanan Gizi yang bersifat UKM

5) Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian penyakit

6) Pelayanan keperawatan kesehatan masyarakat

2. Kegiatan UKM Pengembangan

1) Pelayanan UKK

2) Pelayanan Kesehatan lansia

3) Pelayanan Kesehatan Olah raga

4) Pelayanan Kesehatan Jiwa

3. Kegiatan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP), kefarmasian dan laboratorium

1). Pelayanan pemeriksaan umum

2). Pelayanan Kesehatan gigi mulut

3). Pelayanan KIA/KB

3). Pelayanan UGD

4). Pelayanan Persalinan

5). Pelayanan Rawat Inap

6). Pelayanan kefarmasian

7). Pelayanan Laboratorium

4. Kegiatan Jejaring pelayanan Puskesmas

1) Puskesmas Pembantu

11
2) Puskesmas Keliling

3) Bidan Desa

4) Jajaring fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya

2. Pengelolaan sumber daya manusia

1) Ruang Lingkup :

Pedoman ini menerangkan penyediaan sumber daya manusia, proses rekrutmen,

proses kredensial (kompetensi pekerjaan), pelatihan dan peningkatan kompetensi

yang kompeten dalam menerapkan Sistem Manajemen Mutu di Puskesmas,

2) Penyediaan sumber daya manusia

a. Pengajuan usulan kebutuhan pegawai ke Dinas Kesehatan Kabupaten Blora

berdasarkan pola ketenagaan

b. Pola ketenagaan disusun berdasar Angka Beban kerja yang meliputi

Penghitungan beban kerja admen, UKP, UKM , jejaring disertai Kompetensi

masing –masing disesuaikan dengan Permenkes 75/2014.

c. Proses rekrutmen dilakukan oleh Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten

Blora

d. Proses Kredensial untuk jenis kompetensi yang dibutuhkan oleh puskesmas

dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Blora kemudian diverifikasi

administrasinya oleh Ka TU Puskesmas

e. Proses Pelatihan dan Peningkatan Kopetensi

a. Pengajuan Pengusulan jenis pelatihan yang dibutuhkan oleh

puskesmas

b. Mengirimkan peserta sesuai criteria yang disebutkan dalam

undangan dari pihak terkait

3) Infrastruktur

a.Belanja Modal

1.Merencanakan kebutuhan puskesmas baik SDM, sarana, Prasarana, Alat

Medis dan Non Medis

2. Mengusulkan RUK ke Dinas Kesehatan

3. Menyusun RPK

4. Proses Pengadaan

5. Evaluasi Pengadaan

12
b. Pemeliharaan

1. Pembuatan daftar jenis pemeliharaan selama 1 tahun

2. Pelaksanaan Pemeliharaan sesuai jadwal

3. Monitoring fungsi alat medis dan non medis

4. Kalibrasi Alat

5. Tindak lanjut hasil monitoring

4) Lingkungan Kerja

a. Ventilasi

Mengupayakan pengadaan ventilasi alami tidak kurang dari 15% terhadap

luas lantai ruangan yang membutuhkan ventilasi

b. Pencahayaan

Pencahayaan harus terdistribusikan rata dalam ruangan sesuai lampiran

standar permeskes 75/2014

c. Sistem Sanitasi

Sistem Sanitasi terdiri system air bersih, system pembuangan air kotor

dan / air limbah , kotoran dan sampah serta penyaluran air hujan sesuai

lampiran permenkes 75/ 2014

d. Sistem Kelistrikan

Sistem kelistrikan dirancang tidak membahayakan, mudah dioperasikan

dan tidak mengganggu lingkungan

e. Sistem Komunikasi

Alat komunikasi diperlukan untuk hubungan dilingkup dan keluar

puskesmas untuk mendukung layanan

f. Sistem Gas

Gas medis yang digunakan adalah O2, direncanakan dan diletakan dengan

mempertimbangkan keselamatan pengguna

g. Sistem Proteksi Kebakaran

Puskesmas menyediakan apar (alat pemadam kebakaran)

h. Sistem Pengendalian Kebisingan

13
Intensitas kebisingan diluar ruangan tidak lebih dari 55 dBA, dan di dalam

ruangan tidak lebih dari 45 dBA, termasuk Genset

i. Sistem Tranportasi vertikal dalam Puskesmas dan RAM (Jalur alternative

bagi orang tidak dapat menggunakan tangga)

Penyediaan tangga antar lantai dan penyediaan kebutuhan RAM sesuai

lampiran permenkes 75/2014

3. Penentuan indikator mutu

a. Indikator Mutu Admen

Kepatuhan pengumpulan laporan bulanan tanggal 5 setiap bulannya 75 %

b. Upaya Kesehatan Masyarakat

1. Perencanaan Upaya Kesehatan Masyarakat, mengunakan survey kebutuhan dan

harapan , RUK /RPK diwujudkan dalam bentuk POA.

Akses melalui minilokakarya, SMD, MMD , dan pengukuran kinerja (penilaian

kinerja puskesmas) menggunakan SPM/MDGS dan indikator Mutu UKM

2. Proses yang berhubungan dengan sasaran

a. penetapan persyaratan sasaran kerja=dilakukan saat penyusunan RUK akhir

tahun Y-1 ,

b. Tinjauan terhadap persyaratan sasaran=dilakukan saat penyusunan RPK

Komunikasi dengan sasaran dilakukan saat minilokakarya lintas sektoral ,

SMD, MMD, dan kegiatan tahun berjalan diwujudkan dalam bentuk POA

3. Pembelian jika ada .

4. Penyelenggaraan UKM

a. Penyelenggaraan proses penyelenggaraan upaya: Pedoman, Panduan,

Kerangka acuan kegiatan, SOP, sosialisasi kegiatan, kesepakatan jadwal dengan

sasaran.

b. Validasi proses penyelenggaraan upaya membuat POA Bulanan termasuk

evaluasi tepat sasaran ,tepat waktu dan tempat(PDCA) sesuai undikator mutu.

c. Identifikasi dan mampu telusur feedback kegiatan, rekam implementasi, Buku

Kegiatan dan Dokumentasi

5. Pemantauan dan pengukuran:

a) Monitoring dan evaluasi Proses dan penyelenggaraan Kegiatan :Minlok

bulanan, Bintek,

14
b) Audit internal dilakukan oleh Tim Mutu Bulan Juni

c) Survey kepuasan sasaran dilaksanakan setelah kegiatan dengan umpan balik

langsung

d) Pemantauan dan pengukuran hasil layanan , Pengendalian jika ada hasil yang

tidak sesuai

e) pembinaan oleh Penanggung jawab Upaya , dan kepala puskesmas kepada

Pelaksana Program Upaya ,

f) Analisis data menggunakan SPM/MDGS tiap bulan dan Analisis Indikator mutu

dilaksanakan pada bulan Juni dan ditetapkan indikator mutu UKM yaitu

Penjaringan Suspect TB oleh kader sampai akhir tahun 2016 dengan target

80% dari jumlah 400 orang suspect.

g) Peningkatan berkelanjutan pada upaya yang tidak memenuhi Target.

h) Tindakan korektif hasil monev dianalisa untuk dilakukan Tindak Lanjut

i) Tindakan preventif melalui koordinasi dengan sasaran dan lintas sektoral.

c. Pelayanan Klinis

1.Pelayanan Klinis yang berorientasi pasien

Dalam melaksanakan Pelayanan berorientasi pada Keselamatan Pasien

2.Penunjang pelayanan klinis

Pemeriksaan laboratorium : pemerikasan laboratorium sederhana meliputi

pemeriksaan Darah rutin, urin rutin, Kimia darah, serologi, Dahak.

3. Peningkatan mutu pelayanan klinis dan keselamatan pasien

1). Penilaian Indikator mutu

7 Indikator mutu masing- masing layanan

1 Tidak terjadi kesalahan identifikasi pasien 80%


2 Tidak terjadi kesalahan pemberian obat 80%
3. Tidak terjadi kesalahan prosedur tindakan medis 100%
4. Pengurangan terjadi resiko infeksi 60%
5. Tidak ada pasien jatuh 90%
6. Komunikasi efektif 100%

Loket pendaftaran Waktu pendaftaran 5 menit 90%


Pemeriksaan Kelengkapan kajian awal klinis 60%

umum
KIA/KB Pemeriksaan HB pada ANC trimester 1 dan 3 60%
Pemeriksaan gigi Keberhasilan pengangan perawatan saluran akar 60%
Laboratorium Waktu pemeriksaan BTA 1hr 90%
Farmasi Pelayanan pembuatan racikan tablet 10mnt 80%
UGD Kecepatan rujukan pasien emergency 75%
15
Rawat Inap Kelengkapan pengisian form rekam medis 85%

2). Penilaian indikator kinerja klinis

3) Pengukuran pencapaian sasaran keselamatan pasien

4) Pelaporan insiden keselamatan pasien

5) Analisis dan tindak lanjut

6) Penerapan manajemen risiko

3. Jejaring dan Jaringannya

Kegiatan pokok.

1. Mengkoordinir kegiatan dan pelaksasaan kegiatan jaringan dan jejaring.


a. Usulan kepada kepala UPTD Puskesmas Jiken untuk membahas pelaksasaan

bimbingan tehnik ke jaringan yang ada di wilayah Puskesmas Jiken di antaranya,

Puskesmas pembantu, Bidan Di Desa , dan Puskesling.


b. Usulan advokasi / surat pemberitauan ke Kepala Desa tentang akan di adakannya

pelayanan Puskesmas Keliling.


c. Usulan untuk sosialisasi ke jaringan tentang kerangka acuan Puskesmas

pembantu,Puskesmas keliling, Bidan Desa.


d. Usulan tentang ketenagan sarana , prasarana,pembiayaan dan tranSOPrtasi.
e. Usulan tentang SK penanggung jawab Puskesmas Pembamtu.
f. Usulan tentang SK penanggung jawab Jejaring.
2. Monitoring dan evaluasi hasil pelaksanaan kegiatan .
a. Menilai target sasaran dan indicator pelayanan.
b. Melihat dan menilai ketaatan SOP di setiap jenis pelayanan.
c. Melaksanakan pendataan sarana, tenaga,obat obatan , tranSOPrtasi dan

pembiayaan.
d. Monitoring kedisiplinan petugas di jaringan pada jam pelayanan dan kebersihan

tempat pelayanan.
3. Sebagai fasilitator.
Memfasilitasi pembahasan masalah yang ada hubungannya dengan pelayanan di

jaringan baik indifidu, kelompok, keluarga dan masyarakat.

4. Menyusun laporan.
a. Pengambilan data
b. Pencatatan.
c. Menganalisa data.
d. Membuat RTL.
5. Melaksanakan tugas lain yang di berikan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya.
a. Membantu kegiatan pelayanan posyandu balita dan lansia.
b. membantu pelayanan KIA/kb.
c. Pembantu persalinan di Puskemas rawat inap.

III. PENUTUP

16
Pelayanan kesehatan bermutu berorientasi pada kepuasan pelanggan atau pasien. Dimensi
mutu tersebut menyangkut mutu bagi pemakai jasa pelayanan kesehatan, maupun penyelenggara
pelayanan kesehatan.
Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator kualitas pelayanan. dan banyaknya kunjungan
pasien ke Puskesmas tidak lepas dari kebutuhan akan pelayanan kesehatan .
Kualitas pelayanan publik sangat ditentukan oleh sistem dan tenaga pelayanan. Namun
ketenagaan pelayanan seringkali menghadapi kendala dalam hal jumlah, sebaran, mutu dan
kualifikasi, sistem pengembangan karir, dan kesejahteraan tenaga pelaksana pelayanan.
Permasalahan yang muncul menimbulkan persepsi rendahnya kualitas pelayanan, yang berawal
dari kesenjangan antara aturan dan standar yang ada dengan pelaksanaan pelayanan yang tidak
bisa menyesuaikan.
Masyarakat menghendaki pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu,
managemen resiko dan keselamatan pasien perlu diterapkan dalam pengelolaan
Puskesmas dalam memberikan pelayanan kesehatan.
Pedoman ini menyampaikan hasil kajian tentang ketenagaan, sarana dan pengendalian
mutu pelayanan puskesmas. Agar Puskesmas dapat menjalankan fungsinya secara
optimal perlu dikelola dengan baik, baik kinerja pelayanan, proses pelayanan
maupun sumber daya yang digunakan.

17