Anda di halaman 1dari 3

EKOTON Vol. 9, No.

1:75-77 April 2009 ISSN 1412-3487

KOMUNIKASI SINGKAT

ARSITEKTUR HIJAU: Arsitektur Ramah Lingkungan

Deddy Erdiono

Staf Pengajar Fakultas Teknik Jurusan Arsitektur Universitas Sam Ratulangi Manado
`
Abstrak. Kegelisahan untuk mengantisipasi masalah pemanasan global hampir
melibatkan seluruh disiplin keilmuan, tidak terkecuali arsitektur. Karenanya, arsitek yang
mengemban amanah sebagai “sang pengubah wajah dunia”, nampaknya juga harus
segera ikut bertanggung jawab untuk menyikapi isyu global ini dengan sejumlah kiat-kiat
yang terkait dengan dunia rancang bangun arsitektur hijau ramah lingkungan. Beberapa
pendekatan yang perlu untuk dilakukan meliputi perilaku manusia itu sendiri sebagai
penghuni/pemakai, pengaturan masalah bangunan dan lingkungannya, perekayasaan
bentuk dan ruang, pemanfaatan enerji alternatif, pemakaian material bangunan dll.

Kata kunci: pemanasan global, rancang bangun, arsitektur hijau ramah lingkungan.

DEGRADASI KUALITAS Kualitas udara bersih yang semakin


LINGKUNGAN sulit diperoleh akibat efek rumah kaca
Isyu pemanasan global harus membutuhkan filterisasi melalui penghijauan
ditanggapi dunia arsitektur dengan lingkungan, layout bangunan yang sederhana
berempati, tanggap dan memberikan solusi dengan ruang yang mengalir, serta bukaan-
terhadap masalah lingkungan. Krisis global bukaan ruang yang cukup untuk kepentingan
tersebut harus sanggup menggugah sirkulasi udara dan pencahayaan alami
kesadaran kita dengan tindakan tindakan (minimal 40%).
nyata yang dapat dilakukan setelah
mengetahui pokok-pokok permasalahannya. UPAYA PENGHEMATAN DAN
Beberapa konsep pembangunan hemat enerji PERUBAHAN PERILAKU MANUSIA
dan ramah lingkungan mengacu pada Fakta akibat pemanasan global
bangunan yang murah, mudah dan mendorong lahirnya berbagai inovasi produk
berdampak luas, seperti pengembangan kota industri terus berkembang dalam dunia
hijau (green city), properti hijau (green arsitektur dan bahan bangunan. Konsep
property), bangunan hijau (green building), pembangunan arsitektur hijau menekankan
kantor/sekolah hijau (green school/office), peningkatan efisiensi dalam penggunaan air,
hingga produk hijau (green product) terus energy, dan material bangunan, mulai dari
dilakukan untuk mengurangi pemanasan desain, pembangunan, hingga pemeliharaan
global dan krisis ekonomi global. bangunan itu ke depan. Desain rancang
Penurunan kualitas lingkungan bangunan memerhatikan banyak bukaan
akibat pemanasan global diperparah dengan untuk memaksimalkan sirkulasi udara dan
tidak terkontrolnya penentuan dan cahaya alami. Sedikit mungkin
pemanfaatan ruang kota, rasio antara lahan menggunakan penerangan lampu dan
terbangun dengan ruang terbukanya, ground pengondisian udara pada siang hari.
covering ruang terbuka untuk parkir dan Perilaku manusia saat ini harus
jalan dengan aspal/beton semakin tanggap dan peduli dengan dampak
mempersempit daerah resapan air pemanasan global yang terjadi akibat efek
(catchment area). rumah kaca. Perubahan perilaku manusia
____________________________________________________________
© Pusat Penelitian Lingkungan Hidup & Sumberdaya Alam (PPLH-SDA),
Lembaga Penelitian, Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia,
April 2009
76 D. ERDIONO

harus segera dilakukan adalah penghematan justru akan lebih menghemat biaya.
enerji, pemanfaatan enerji alternatif terkait Kreatifitas desain sangat dibutuhkan untuk
dengan upaya-upaya penggunaan material menghasilkan bangunan berbahan lokal
bangunan dan upaya-upaya penghematan menjadi lebih menarik, keunikan khas local,
lainnya. mudah diganti dan diperoleh dari tempat
Untuk penghematan pemakaian listrik, sekitar. Motif dan ornamen lokal pada
kita dapat menggunakan lampu hemat enerji, dekorasi bangunan juga memberikan nilai
mempertahankan suhu AC pada 250C, tersendiri.
membuka tirai jendela agar pencahayaan Pemanfaatan material bekas atau sisa
alami bisa masuk ke dalam ruangan secara untuk bahan renovasi bangunan juga dapat
optimal, ventilasi yang cukup untuk menghasilkan bangunan yang indah dan
pergerakan udara maksimal pencahayaan fungsional. Kusen, daun pintu/jendela, kaca,
alami. Matikan peralatan listrik yang tidak lantai teraso/keramik, tangga dan pagar besi
diperlukan (bukan pada posisi standby). bekas masih bisa dirapikan, diberi sentuhan
Kebutuhan pemakaian air untuk baru dan dipakai ulang sehingga dapat
bangunan harus mulai dikurangi (reduce), memberikan suasana baru pada bangunan,
mendaur ulang buangan air bersih (recycle) lebih murah dan kuat.
dan pengisian kembali air tanah (recharge)
dengan pembuatan sumur resapan air BANGUNAN DAN LINGKUNGAN
(1mx1mx2m) atau dengan lubang-lubang Rasio pemanfaatan ruang untuk
resapan biopori (10cmx1m). Semua air bangunan dan lingkungannya (skala
limbah dimasukkan ke dalam sumur resapan bangunan dan proporsi ruang terbuka) harus
air dengan sistem pengolahan konvensional memerhatikan Koefisien Dasar
agar kita tidak tergantung pada sistem Bangunan/Building Coverage Ratio
lingkungan yang ada. Cara hemat (KDB/BCR) dan Koefisien Dasar Hijau
penggunaan air lainnya adalah tutup kran (KDH) yang berkisar 40-70% ruang
bila tak diperlukan, jangan biarkan air kran terbangun berbanding 30-60% untuk ruang
menetes percuma, hemat air saat cuci tangan terbuka yang bisa dimanfaatkan ruang hijau
dan cuci piring/gelas, pilih dual flash untuk untuk bernapas dan menyerap air, parkir
toilet dan selalu habiskan air yang anda area, area olahraga terbuka dan lain-lain.
minum. Seberapa besar bangunan yang akan
Untuk pengolahan sampah, penghuni dibangun diusahakan menggunakan KDB
sebaiknya bisa menyediakan tempat yang sekecil mungkin (efisien dan efektif),
pengolahan sampah mandiri sejak dari volume bangunan dijaga agar biaya
sumbernya. Penghuni diajak mengurangi pembangunan, pengoperasian dan
(reduce) pemakaian barang sulit terurai. pemeliharaan terkendali dan lebih hemat.
Sampah anorganik bisa dijual ke pemulung Gerakan kembali kea lam mendorong
dan sampah organik bisa diolah menjadi bangunan lebih terbuka terhadap ruang luar.
kompos, sehingga tidak ada sampah yang Kelenturan ruang dalam, teras dan taman
terbuang (zero waste) . sebagai kesatuan perluasan ruang. Bangunan
dirancang dengan massa ruang, keterbukaan
PENGGUNAAN MATERIAL ruang dan hubungan antar ruang yang cair,
BANGUNAN teras lebar, ventilasi bersilangan dan void
Undang-undang nomor 28 Tahun 2002 berimbang yang secara klimatik tropis
tentang Bangunan Gedung mendorong berfungsi untuk sirkulasi pengudaraan dan
pembangunan berarsitektur lokal, terasa pencahayaan alam merata ke seluruh
lebih ramah lingkungan dan selaras dengan ruangan agar hemat enerji. Penciptaan ruang
lingkungan asal. Penggunaan material lokal bersama yang disediakan sebagai tempat
ARSITEKTUR HIJAU 77

bercampurnya berbagai kegiatan multifungsi pada daak beton untuk menambah luasan
seperti ruang tamu dan ruang keluarga, ruang hijau kota. Atap-atap bangunan
ruang keluarga dan ruang makan, ruang dikembangkan menjadi taman atap (roof
makan dan ruang ruang belajar, ruang makan garden, green roof) yang mempunyai nilai
dan dapur, ruang keluarga dan ruang belajar ekologis tinggi (suhu udara turun,
bersama/ruang kerja dan lain-lain. pencemaran berkurang, ruang hijau
Konsep kedekatan dengan alam bertambah). Tema desain bangunan yang
membuat rumah menjadi tidak sempurna mengakrabi alam semakin didambakan
tanpa kehadiran taman yang mampu masyarakat sebagai obat kerinduan pada
menambah nilai lebih bangunan dan alam.
lingkungan. Nilai ekologis sangat kental.
Taman dibuat sederhana, praktis dan mudah REFERENSI
pemeliharaannya, tetapi memiliki fungsi Sanda, A. 2007. Harus Ramah Lingkungan.
ekologis yang besar. Opini . Harian Kompas, 6 Pebruari
Taman dengan sedikit jenis tanaman 2007.
(rumput atau tanaman pengalas lainnya, 1-3 Joga, N. 2007. Memaknai Rumah Modern
pohon bambu pembatas) memberi efek hijau Tropis. Opini. Harian Kompas, 24 Mei
yang kuat, hamparan koral dan 2-3 sumur 2007.
resapan air akan memperbesar daya resap air -------------------. 2008. Bangunan Hijau,
tanah. Kehadiran pohon berfungsi Hemat dan Ramah Lingkungan. Harian
menyaring sinar matahari yang masuk Kompas. 29 Mei 2008.
berlebihan, meredam panas dalam bangunan, -------------------. 2008. Memadukan
mengawetkan cat dinding, menciptakan Bangunan Hemat Enerji dan Ramah
keteduhan dan menghasilkan efek bayangan Lingkungan. Harian Kompas. 23
pada dinding dan lantai. Oktober 2008
Tanaman merambat pada dinding yang Papanek, V. 1995. The Green Imperative:
dilengkapi rangka kawat berfungsi untuk Ecology and Ethics in Design and
meredam kebisingan, menyerap debu dan Architecture. THAMES AND
gas polutan, menahan radiasi panas matahari HUDSON, 30 Bloomsbury Street,
dan menyejukkan suhu ruangan dalam London WCIB 3QP.
bangunan. Keterbatasan lahan dan
konsekuensi atas lahan terbangun ISSN 1412-3487
mendorong pembuatan atap-atap rumput