Anda di halaman 1dari 6

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DALAM MEMILIH

MAKANAN JAJANAN SEHAT DENGAN OBESITAS PADA MAHASISWA


FKM UNIVERSITAS JAMBI

Proposal Penelitian

Diajukan Oleh:

MELLY FEBRIYANTI

( N1A117047 )

PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS JAMBI

TAHUN 2019
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Makanan jajanan sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan


masyarakat, baik diperkotaan maupun di pedesaan. Budaya jajan menjadi bagian
dari keseharian hampir semua kelompok usia dan kelas sosial, termasuk anak usia
sekolah, remaja sampai orang dewasa. Konsumsi akan makanan jajanan di
masyarakat terus meningkat mengingat dengan makin terbatasnya waktu anggota
keluarga untuk mengolah makanan sendiri. Keunggulan makanan jajanan adalah
murah dan mudah di dapat, serta cita rasanya yang enak dan cocok dengan selera
kebanyakan masyarakat.1

Aspek negatif makanan jajanan yaitu apabila dikonsumsi berlebih dapat


menyebabkan terjadinya kelebihan asupan energy yang akan menyebabkan
terjadinya obesitas. Obesitas merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan
peningkatan simpanan lemak pada jaringan adiposa, serta peningkatan Indeks
Massa Tubuh (IMT) ≥ 27 (WHO, 2014). Prevalensi obesitas meningkat secara
signifikan di seluruh belahan dunia selama beberapa dekade terakhir dan dianggap
sebagai masalah kesehatan masyarakat yang serius (Akın et al., 2015). Angka
prevalensi obesitas pada perempuan dewasa ˃ 18 tahun di Indonesia tahun 2007
sebesar 14,80%, namun pada tahun 2013 naik menjadi 32,90% (Kemenkes RI,
2013). Penyebab kejadian obesitas dapat dilihat dari berbagai bidang terutama
dibidang gizi, saat ini telah terjadi perubahan gaya hidup yang tidak sehat seperti
kurangnya konsumsi buah dan sayur, tingginya konsumsi garam dan meningkatnya
konsumsi makanan yang tinggi lemak serta berkurangnya aktivitas fisik terjadi
pada sebagian masyarakat terutama di perkotaan (Dwiningsih & Pramono, 2013).
Obesitas secara langsung memengaruhi masalah kesehatan tubuh lainnya yaitu
meningkatnya risiko penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes melitus, dan
penyakit jantung koroner (WHO, 2014).
Mahasiswa dalam rentang usianya digolongkan sebagai remaja akhir dan
dewasa awal, yaitu antara usia 18-21 tahun dan 22-30 tahun (monka, Knoers &
haditoni, 2001). Seperti diketahui, mayoritas mahasiswi Universitas Jambi,
termasuk mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) dikategorikan
sebagai usia remaja akhir hingga usia dewasa awal (18-25 tahun). Pada usia
dewasa awal ini, masalah obesitas merupakan masalah yang dianggap serius
karena hal ini berkaitan dengan penampilan seorang individu yang dapat
mempengaruhi kehidupan sosialnya. Yang kita tau kebanyakan mahasiwa FKM
UNJA merupakan anak kost yang kegiatanya tidak teratur yang mempunyai
kebiasaan makan tidur, dan sedikit mengkonsumsi sayuran bahkan sedikit
beraktivitas fisik (olah raga misalnya) yang menjadi masalah utama obesitas
(kegemukan).

Pengetahuan merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi gaya


hidup dan pola makan seseorang. Seseorang yang memiliki keterbatasan
pengetahuan terutama tentang gizi cenderung memiliki gaya hidup dan pola makan
yang buruk, begitu pula sebaliknya (Bonaccio et al., 2013). Pengetahuan tentang
gizi berhubungan dengan pola konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat,
kondisi ini telah dibuktikan oleh penelitan yang dilakukan oleh Nurmasyita,
Widjanarko, & Margawati (2015). Konsumsi makanan pokok yang tinggi
karbohidrat dapat meningkatkan risiko kejadian obesitas bila tidak disertai dengan
aktivitas fisik yang sesuai. Aktivitas fisik menjadi perilaku penting yang dapat
mencegah obesitas. Peningkatan aktivitas fisik sebesar 150 menit/minggu melalui
kegiatan sehari-hari dapat menurunkan berat badan pada obesitas (WHO, 2014).

Kurangnya pengetahuan tentang perilaku makan dan perilaku hidup serta


aktivitas fisik yang rendah juga merupakan faktor kelebihan berat badan (Hidayat,
2013). Berat badan berlebih atau obesitas juga berhubungan dengan masalah
kesehatan mental (Santrock, 2012). Obesitas dapat mengurangi harga diri dan
menyebabkan masalah-masalah emosional (Looker and Gregson, 2005 dalam
Wisudyasz, 2010). Ini terkait dengan body image seseorang, yaitu penilaian
terhadap tubuh sendiri menyangkut bentuk, ukuran, dan penampilan umum.
Ketidakpuasan individu terhadap tubuhnya dapat menyebabkan individu
mempunyai harga diri yang rendah atau bahkan depresi, kecemasan sosial dan
menarik diri dari situasi sosial (Cash et al., 2003 dalam Julianti, 2015). Depresi
ditandai dengan kesedihan, kehilangan minat atau kesenangan, perasaan bersalah
atau harga diri yang rendah, susah tidur, kehilangan nafsu makan, perasaan
kelelahan, dan kurang konsentrasi. Berlatar belakang hal di atas, maka peneliti
tertarik untuk meneliti “Hubungan pengetahuan dan sikap dalam memilih makanan
jajanan sehat dengan obesitas pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Jambi”.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka rumusan masalah “Apakah ada


Hubungan antara pengetahuan dan sikap dalam memilih makanan jajanan sehat
dengan obesitas pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas
Jambi”. ?

1.3 Tujuan Penelitian


1.3.1 Tujuan umum

Menganalisis Hubungan antara pengetahuan dan sikap dalam memilih


makanan jajanan sehat dengan obesitas pada mahasiswa Fakultas Kesehatan
Masyarakat Universitas Jambi

1.3.2 Tujuan Khusus


Adapun tujuan khusus dari penelitian ini :
1. Mempelajari karakteristik Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Jambi
2. Mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa FKM UNJA tentang
konsumsi makanan jajanan sehat dengan obesitas.
3. Mengetahui sikap mahasiswa FKM UNJA tentang konsumsi makanan
jajanan sehat dengan obesitas.

1.4 Manfaat penelitian


Adapun manfaat dari penelitian :
1.4.1 Bagi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jambi

Untuk memberikan informasi terbaru dan dapat dijadikan bahan referensi


pustaka serta wacana tentang hubungan pengetahuan dan sikap dalam memilih
makanan jajanan sehat dengan obesitas pada mahasiswa Fakultas Kesehatan
Masyarakat Universitas Jambi.

1.4.2 Bagi Responden

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan kepada


responden akan pentingnya pengetahuan dan sikap untuk dalam memilih
makanan jajanan sehat.

1.4.3 Bagi Peneliti

Hasil penelitian ini diharapkan mampu menambah pengetahuan dan


sebagai pengalaman dalam merealisasikan teori yang telah didapat dibangku
kuliah, khususnya mengenai mengenai hubungan pengetahuan dan sikap dalam
memilih makanan jajanan sehat.
DAFTAR PUSTAKA

1. Ellis Endang, Ai Nurhayati dan tati Setiawati. 2009. Analisis Perilaku Gizi
Remaja di Daerah Perkotaan dan Pedesaan.Laporan Penelitian LPPM
Universitas Pendidikan Indonesia.
2. Beverage Instute For Health & wellness. (2013). Siklamat.
http://www.beverageinstituteindonesia.org/article/cyclamate/ diakses
tanggal 08 Desember 2015 pukul 23.39
3. Febriyanti, N. K., Adiputra, I. N., & Sutadarma, I. W. G. (2015).
Hubungan indeks massa tubuh dan aktivitas fisik terhadap daya tahan
kardiovaskular pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas
Udayana. Erepo Unud, 831, 1–14.
4. Memish, Z. a, El Bcheraoui, C., Tuffaha, M., Robinson, M., Daoud, F.,
Jaber, S., Al Rabeeah, A. a. (2014). Obesity and associated factors--
Kingdom of Saudi Arabia, 2013. Preventing Chronic Disease, 11, E174.
https://doi.org/10.5888/pcd11.140236