Anda di halaman 1dari 17

TEORI AKUNTANSI

PENCARIAN PRINSIP PRINSIP & PENETAPAN KEBIJAKAN AKUNTANSI

KELOMPOK 12

ANGGOTA KELOMPOK :

ARI KURNIAWAN (1402164049)

NUR HASIAH H (1402160262)

TEGUH MUSLIM (1402164057)

AK – 40 – 01
Pencarian Prinsip-Prinsip

Pecarian Dimulai
Kata prinsip diturunkan dari kata Latin principe, yang berarti pertama dalam
pengertian tingkat dasar. Karena buku teks pertama yang dihadapi mahasiswa akuntansi
merupakan buku tingkat dasar, istilah Dasar-dasar Akuntansi sepenuhnya tepat. Apa yang
kita pelajari dalam pelajaran akuntansi pertama kali adalah prinsip-prinsipnya dalam
pengertian materi yang pertama dalam hal waktu dan yang pertama dalam hal kesulitan.
Prinsip-prinsip akuntansi mungkin menjadi pelajaran pertama, tetapi ini bukanlah pelajaran
mengenai kebenaran mendasar dari akuntansi. Untuk mempelajari hal ini, sebagai lawan
dari pengenalan ke unsur-unsur prakteknya, seseorang harus beralih ke pelajaran teori
akuntansi.

Usaha-usaha Pertama
Banyak individu dan kelompok mulai bekerja pada tahun 1930an untuk menguak
apa yang seharusnya yang mereka anggap sebagai prinisp-prinsip akuntansi. Sebagai yang
pertama keluar dari perkumpulan, yang mungkin agak memalukan bagi AIA adalah
American Accounting Association (AAA). Dibawah kepemimpinan professor Michigan
William Paton, yang dipilih sebagai direktur peneliti pertama dari AAA pada awal 1936,
AAA menerbitkan dan Principles Underlying Corporate Financial Statement. 5 harapan
yang dinyatakan adalah akan mungkin “untuk menyepakati suatu fondasi dari
pertimbangan mendasar yang akan cenderung menghilangkan variasi acak dalam prosedur
akuntansi yang berasal bukan dari kekhasan masing-masing perusahaan, tetapi dari
berbagai ide ahli keuangan dan eksekutif perusuhaan mengenai apa yang mungkin tepat,
sah atau persuasive bagi investor pada suatu waktu tertentu”. Secara khusus, Asosiasi
mencoba untuk menghilangkan kebingungan yang timbul dari penilaian kembali aktiva
yang naik dan turuun sesuai dengna perubahan dalam tingkat harga dan kondisi usaha yang
diperkirakan dengan menekankan dasar biaya untuk akuntansi: ini sesungguhnya hanya
mencerminkan ketidakpercayaan akademisi akan pertimbangan subyektif manajer
keuangan. Suatu tinjauan atas praktik akuntansi pada waktu itu jelas memperlihatkan dasar
yang baik untuk ketidak percayaan mereka: sayangnya, ketidak percayaan tidak selalu
mengarah pada teori akuntansi yang baik.

Fondasi Awal
Pernyataan sementara pada prinsip-prinsip akuntansi dari AAA, yang dijelaskan
dalam bagian sebelumnya, tidak tampak dalam keadaan vakum. Paton sendiri sudah
menulis suatu tesis doktoral yang dipublikasikan dengan judul Accounting Theory
tahun1992. Buku ini radikal bahkan dari ukuran standar sekarang. Didalamnya ia
mendukung pandangan liberal yaitu, secara ideal, semua perubahan nilai yang dapat
dipercaya dalam arah apapun, dari sebab apapun, seharusnya disajikan dalam akun…”Di
atas segalanya adalah penting,” ia mengatakan, “bahwa laporan akuntansi menyajikan
suatu gambaran data kini dalam bentuk dolar aktual seakurat tanggal laporan.” Ia juga
menekankan bahwa “dalam analisis yang layak bunga yang dibayarkan ke pemegang
obligasi tidak dapat dikatagorikan sebagai beban operasi sementara pengembalian ke
pemegang saham diperlakukan sebagai pembagian dari pendapatan bersih,” yaitu, yang
kita sebut sekarang laba bersih .
Paton bukan satu-satunya orang yang memberikan sumbangan awal dan penting
pada literatur. Profesor Stanford, John Canning memberi sumbangan yang berharga pada
teori akuntansi dalam Econimics of Accounting. Sub judul Suatu Analisis Kritis atas Teori
Akuntansi,” membantu menjelaskan sumbangannya. Dua bidang yang dibahas paling
penting oleh Canning adalah penelitian aktiva dan pengukuran laba.

Bangkitnya Investor
Pergeseran paling penting dalam pemikiran dasar akuntansi yang muncul dari
tulisan-tulisan ini dan diskusi pada akhir 1920an dan awal 1930an adalah perubahan dalam
tujuan akuntansi dari menyajikan informasi ke manajemen dan kreditur menjadi
menyajikan keuangan untuk investor dan pemegang saham. Tekanan untuk perubahan
dalam tujuan ini muncul dari sektor keuangan dan perdagangan saham, bukan dari akuntan.
Perubahan dalam tujuan laporan keuangan menyebabkan:
1. Berkurangnya penekanan pada neraca sebagai laporan nilai-nilai.
2. Konsekuensi meningkatnya penekanan pada laporan laba rugi dan suatu konsep laba
yang seragam.
3. Kebutuhan pengungkapan menyeluruh mengenai informasi yang relevan, dengan
menyajikan laporan keuangan yang lebih lengkap dan meningkatkan penggunaan catatan
kaki.
4. Penekanan pada konsistensi pelaporan, khususnya sehubungan dengan laporan laba
rugi.
Ada juga bukti penggunan arbitrase yang meningkatkan selama periode
penangguhan pos-pos kerugian dan keuntungan yang memungkinkan perataan laba satu
tahun ke tahun berikutnya. Tindakan-tindakan ini mendorong upaya-upaya pada tahun
1930an untuk memebentuk standar yang lebih baikuntuk penyajianlaporan laba rugi.
Menarik untuk dicatat bahwa perubahan-perubahan dalam pemikiran akuntansi ini
bukan hasil langsung dari jatuhnya pasar saham atau depresi besar Tahun 1930-an, tetapi
adalah akibat dari perubahan-perubahan institusional yang telah dimulai lebih awal dan
yang belum di adaptasi oleh akuntan.

Upaya – upaya Penting Lainnya


Proses pencarian prinsip akuntansi terus berlangsung. Mulai Tahun 1938, melalui
publikasi Underhill Moore, A Statement of Accounting Principles, 14 yang ditujukan untuk
“menetapkan prinsip-prinsip dan aturan-aturan akuntansi yang mengatur apa yang
seharusnya tampak di neraca dan laporan laba rugi dan dalam akun-akun daripadanya hal
itu disusun. , dan diakhiri dengan Accounting Concepts of Profit dari Stephen Gilman,
pembahasan menyeluruh yang pertama mengenai teori akuntansi sejak pergeseran
penekanan dari sudut pandang neraca ke laporan laba rugi, secara efektif menutup periode
perkembangan teori akuntansi dalam periode ini. Akan tetapi, perdebatan atas berbagai
kata-kata menyembunyikan masalah yang jauh lebih serius, yaitu siapa yang menentukan
pengungkapan informasi keuangan dan dengan cara apa. Selanjutnya masuk pada era
terbitnya Accounting Research Study mulai dari No. 1 dari Maurice Moonitz dan J.B.
Canning, hingga No. ke 7 dari Paul Grady. Dinamisasi penerimaan dan penolakan terjadi
di sini yang pada intinya ingin menemukan kesepahaman tentang pembentukan postulat
dasar, perumusan prinsip-prinsip secara luas, pengembangan aturan atau pedoman lain
untuk aplikasi prinsip dalam situasi-situasi khusus serta penelitian akuntansi.

PENCARIAN DIPERCEPAT
Pencarian prinsip akuntansi luas diperbaharui segera setelah perang. Kembali lagi, AAA
memimpin dengan mengeluarkan revisi prinsip-prinsip sementara 1948 yang sekarang
diberi judul Accounting Concepts and Standart. Komite AAA pada Prosedur Akuntansi
juga melanjutkan pekerjaaan dan pada tahun 1953 telah menerbitkan 17 buletin baru. Akan
tetapi, seperti sebelumnya, pendekatan mereka bersifat sepotong-sepotong dan tidak
dimaksudkan untuk meneruskan pencarian prinsip-prinsip secara luas. Mereka juga tidak
terikat pada keanggotaan AIA. Mereka hanya diminta untuk menemukan kewenangan
penting untuk praktik-praktik yang mereka pilih.

Accounting Research Division


Pada tahun 1959, bertindak atas rekomendasi special committee on research
program, Institut direorganisasi untuk memajukan “ekspresi tertulis mengenai apa yang
merupakan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum, sebagai pedoman untuk
anggota-anggotanya dan pihak lainnya. Satu dari tujuan reorganisasi adalah agar dapat
menanggulangi masalah luas dari akuntansi keuangan pada empat tingkat:
1. Pembentukan postular dasar.
2. Perumusan prinsip-prinsip secara luas.
3. Pengembangan aturan atau pedoman lain untuk aplikasi prinsip dalam situasi-situasi
khusus.
4. Penelitian.

PENCARIAN BERGESER
Serangan-serangan pada pendekatan postulat/prinsip mulai memuncak dari arah-
arah lain. Profesor Berkeley, William Vatter mempertanyakan keseluruhan perusahaan. Ia
pertama kali menyanggah bahwa sebelum seseorang dapat menunjukan suatu masalah
dalam akuntansi, seseorang harus menetapkan suatu maksud atau tujuan. Oleh karena itu,
ia menekankan bahwa tujuan-tujuan, bukan postulat-postulat, yang merupakan blok utama
dalam membangun suatu toeri akuntansi.ia kemudian menenkankan, prinsip adalah alat
agar tujuan dapat dicapai. Hal itu akan menjadi subyek dari “kovensi”, seperti kesepakatan
untuk membuat laporan keuangan: dan untuk “doctrin”, seperti keinginan untuk
konsistensi dalam pelaporan. Postulan dalam kerangka dasar seperti itu hanya “pengisi”
untuk menutup rantai logika yang terputus. Ia mengatakan, dalam teori yang sempurna,
tidak akan ada potulan.

Suatu Pernyataan Teori Akuntansi Dasar


Serangan Vatter pada pendekatan postulat/prinsip yang dinyatakan dalam dokumen baru
terbit dari American Accounting Association tahun 1966, berjudul A Statement of Basic
Accounting Theory dan dikenal dengan singkatannya ASOBAT. Ini dimulai dengan suatu
penegasan bahwa akuntansi adalah “proses mengidentifikasi, mengukur, dan
mengomunikasikan informasi akuntansi untuk memungkinkan pertimbangan dan
keputusan yang terinformasi oleh pemakai informasi tsb”. Dengan demikian ASOBAT
menamakan dirinya sebagai pernyataan teori akuntansi baru pertama yang berorientasi
pada pemakai. Ini tidak berarti bahwa akuntansi tidak dianggap sebagai berorientasi
pemakai sebelum ini.
ASOBAT berusaha untuk mengelakkan kesulitan-kesulitan menentukan
keinginan-keinginan investor tertentu dengan menyarankan bahwa ketentuan informasi
keuangan seharusnya terkena empat standar atau kriteria. Komite menyimpulkan bahwa
satu-satunya cara agar pendekatan baru ini dapat direalisasikan adalah dengan perluasan
data, yaitu dengan melaporkan banyak ukuran dan beberapa jumlah memenuhi kisaran
kebutuhan yang cukup luas.
ASOBAT lebih berpegaruh dari pada pernyataan AAA yang mendahuluinya,
Orientasi pemakai telah berlanjut mendominasi penetapan standar akuntansi, seperti halnya
penggunaan tujuan.

APB Statement No. 4


APB Statement no.4 adalah suatu dokumen penting. Sebagai besar darinya telah
digabungkan dalam Kerangka dasar Konseptual FASB. Bagian terbesar dari apa yang tidak
digabungkan secara jelas, seperti beberapa segi akuntansi, terus menggambarkan
“perumusan GAAP paling otoritatif yang tersedia.”
Secara ringkas, Statement no.4 bukan teori praktik akuntansi ataupun pernyataan
jelas dari prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum. Menurut kata-kata profesor
California, George Staubus, Pernyataan itu adalah “seperangkat tujuan akuntansi keuangan
yang baik disejajarkan dengan sutau seperangkat prinsip yang secraa jelas tidak
mencukupi untuk apa yang dibutuhkan gun memenuhi tujuan.”
Kerangka Dasar Konseptual
Komite, mengusulkan agar istilah prinsip diganti dengan istilah standar, yang
didefinisikan sebagai “pemecah masalah-masalah akuntansi keuangan.” Mereka merasa
istilah baru ini akan “lebih deskriptif bagi sebagian besar pernyataan Board dan juga bagi
sejumlah besar upaya yang sedang berlangsung.komite juga menyarankan organisasi baru
dinamakan lembaga standar akuntansi dan bukan lembaga prinsif akuntansi.

PENCARIAN DENGAN MELIHAT KE BELAKANG


Istilah prisip-prinsip akuntansi yang berlaku umu (GAAP), meskipun muncul
dalam setiap laporan auditor, sama tidak berarti apa-apa sekarang seperti ketika pertama
kali diciptakan. Tidak adaya kesepakatan pada prinsip akuntansi adalah topik laporan
komite yang disiapkan oleh American Accounting Association tahun 1973 berjudul
Statement on Accounting Theory and Theory Acceptance – Pernyataan pada Teori
Akuntansi dan Penerimaan Teori (SATTA).

Teori Akuntansi Rumit


Kerumitan analisis ini telah menyebabkan ketidaksetujuan yang berkepanjangan
pada tujuan-tujuan akuntansi yang tepat dan sifat lingkungan ekonomi tempat ia bekerja.
Pada mulanya, akuntansi di Amerika Serikat memusatkan perhatian pada kreditur,
kemudian ia mengasumsikan peran kepengurussan bagi investor, dan sekarang lebih
mencoba untuk memberikan informasi bagi keputusan investasi. Sejumlah peneliti
akademis menyatakan bahwa mereka telah menemukan bukti statistik bahwa pasar modal
efisien dalam pengertian bahwa mereka dengan cepat merangkum semua informasi yang
tersedia ke dalam harga saham.
Akuntansi Mempunyai Konsekuensi Ekonomi
Contoh-contoh konsekuensi ekonomi langsung dan tidak langsung dari aturan-
aturan akuntansi berlimpah. Misalnya, jika seseorang diwajibkan oleh standar untuk
mengungkapkan situasi keuangan yang lebih buruk dari pada yang diharapkan, pemegnag
saham yang ada mungkin akan menderita bila harga saham jatuh. Demekian pula, bonus
manajer puncak, yang didasarkan pada laba yang dilapor kan, akan jatuh. Tambahan lagi
banyak perusahaan mempunyai persetujuan utang dengan kreditor mereka yang
memaksakan pembayaran kembali utang jika laba bersih jatuh dibawah suatu tingkat
tertentu atau jika rasio utang terhadap modal naik terlalu tinggi. Oleh karena itu, perubahan
apapun dalam aturan akuntansi, dapat mempunyai serangkaian pengaruh ekonomi yang
sangat penting pada beraneka ragam orang.
Dalam dunia dimana aturan keuangan dianggap mempunyai konsekuensi-
konsekuiensi ekonomi, wajar orang mengharapkan bahwa perdebatan tentang aturan-
aturan ini diungkapkan dalam istilah ekonomi bukan istilah teoritis dan secara khusus
bukan istilah global. Dalam situasi semacam itu, prinsip, postuiat, dan kerangka dasar
kenseptual mempunya nilai yang terbatas. Ini tudak berarti bahwa hal itu sama sekali tidak
berguna. Bahasa dan terminologi adalah latihan-latihan intelektual yang sangat berharga.

Kebenaran dan Konsekuensi?


FASB berargumen bahwa standar-standar akuntansi seharusnya diukur tidak oleh
pengaruh langsungnya pada individu, tetapi dalam pengertian nilai bagi masyarakat secara
keseluruhan untuk mempunyai sistem inormasi keuangan yang dapat diandalkan.
Perspektif yang lebih mudah dipertahankan adalah aturan-aturan akuntansi lebih
mudah dan secara langsung diturunkeu dari Kerangka Dasar Konseptual. Sayangnya,
seperti APB Statment no.4 sebelumnya, ada beberapa hubungan logis antara pihak-pihak
khusus dan teori umum. Oleh karena itu, penetapan standar secara relatif tetap dalam
keadaan belum tuntas. Secara singkat, akuntansi bukan latihan mekanisme atau
serangkaian aturan yang dapat diterapkan oleh komputer. Ia merupakan ilmu sosial yang
terbaik. Beberapa akan berkata ini masih termasuk seni. Ia mensyaratkan, dan akan terus
mensyaratkan, pertimbangan profesional yang bertanggung jawab.
Penetapan Kebijakan Akuntansi

Alternatif-alternatif

Cara suatu perusahaan melaporkan keadaan keuangannya menynjukkan kebijakan


akuntansinya. Sebagian kebijakan ditetapkan oleh badan-badan regulator yang berwenang
seperti SEC dan FASB; lainnya ditetapkan oleh perusahaan itu sendiri.

Kosekuensi Sosial dan Ekonomi KebijakanAkuntansi

Cara kebijakan akuntansi ditetapkan cenderung controversial; sebagian karena kebijakan


mempunyai kosekuensi ekonomi bagi perusahaan dan pemakai sifat luas kosekuensi ini
menjadi topic dalam banyak riset sekarang ini.

Regulasi Akuntansi: Pro dan Kontra

Pendukung regulasi menunjuk pada kegagalan-kegagalan di pasar yang membuat campur


tangan pemerintah menjadi penting. Kritikus regulasi berpendapat bahwa kalaupun
kegagalan-kegagalan itu ada, regulasi pemerintah sudah terbukti tidak efektif.

Pengelolaan Kebijakan Akuntansi

Sebagian kebijakan akuntansi dapat diselesaikan dengan alasan-alasan teknis; kebijakan-


kebijakan lainnya dapat diselesaikan dengan kompromi.

Kebijakan akuntansi adalah batang tubuh standar akuntansi, pendapat, penafsiran,


aturan, dan regulasi yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan dalam pelaporan
keuangan mereka.

Beberapa pilihan kebijakan dibuat oleh perusahaan dalam batasan alternative yang
tersedia bagi mereka. Misalnya, perusahaan dapat memilih apakah akan memakai LIFO
atau FIFO untuk tujuan pengukuran persediaan. Pilihan-pilihan yang dibuat oleh
pemerintah dan badan-badan swasta yang resmi membentuk regulasi kebijakan akuntansi.
Bab ini membahas dua pertanyaan fundamental:

1. Siapa yang seharusnya membuat kebijakan akuntansi?


2. Bagaimana seharusnya kebijakan akuntansi dibuat?
Alternatif-Alternatif

Adalah bermanfaat untuk mengetahui, sejak awal, berbagai cara penetapan


kebijakan akuntansi selama ini. Di Amerika Serikat, misalnya, SEC dan FASB merupakan
regulator-regulator uatama kebijakan akuntansi. Tetapi ada banyak organisasi lain yang
mencoba menetapkan standar akuntansi.

Pembuatan Kebijakan pada Tingkatan Perusahaan

Secara historis, upaya di Amerika Serikat dalam hal penetapan standar formal
dimulai tahun 1929. AIA dengan cepat menanggapi keprihatinan NYSE setelah
kehancuran 1929 dengan menciptakan Special Committee on Coorporation with Stock
Exchange di bawah kepemimpinan George O. May, ketua AIA. Korespodensi antara
komite ini dan Committee on Stock List di NYSE diterbitkan pada tanggal 21 januari 1934,
dalam sebuah pamphlet yang berjudul Audits of Corporate Accounts.

Pembuatan Kebijakan di atas Tingkat Perusahaan

Apapun kekuatan dan kelemahan usulan-usulan May, sesungguhnya usulan-usulan


itu terbunuh oleh runtuhnya perekonomian setelah kehancuran pasar saham. Pada tahun
1933, masyarakat membutuhkan obat yang lebih kuat daripada sekedar pengungkapan.
Hasilnya adalah dua peraturan utama yang mempengaruhi akuntansi, Truth-in-securities
Act tahun 1933 dan Securities Exchange Act tahun 1934; serta dibentuknya Securities and
Exchange Commission pada tanggal 26 juni 1934, dengan keyakinan bahwa pengawas atas
lembaga-lembaga keuangan akan “menghasilkan pasar modal yang lebih efisien” dengan
“memberikan lebih banyak keyakinan pada para investor” bahwa mereka akan
mendapatkan seluruh informasi.

SEC bahkan telah menerbitkan tafsiran APB Opinion. Pada tahun 1973, misalnya,
SEC menerbitkan ASR 146 sebagai penafsiran APB 16. Tindakan ini bukan hanya
ditentang oleh AsSEC AICPA, tetapi menyebabkan salah satu kantor akuntan besar
mengajukan tuntutan terhadap SEC dengan alas an bahwa:

1. Masalah ini seharusnya ditangani oleh FASB karena SEC tidak boleh menafsirkan
suatu ketentuan yang belum diterima oleh SEC.
2. Jika SEC merupakan badan pertimbangan, SEC seharusnya tidak dapat
membatalkan ketentuan FASB dengan dekrit administrative.
3. SEC seharusnya diwajibkan untuk mengikuti prosedur pertimbangan, termasuk
draf eksposur dan dengar pendapat.

Keluhan kantor CPA ini menyatakan bahwa SEC melanggar Administrative


Procedures Act dengan tidak membuat pemberitahuan kepada masyarakat dan
mengizinkan diadakannya dengar pendapat atau komentar sebelum menerbitkan suatu
terbitan.

SEC pernah membatalkan ketentuan-ketentuan FASB dalam kesempatan-


kesempatan tertentu dan mengambil inisiatif dalam kesempatan-kesempatan lain.

Profesor Charles Horngren dari Stanford menyamakan hubungan antara SEC dan
para akuntan public dengan hubungan antara manajemen puncak dan manajemen yang
lebih rendah. Walaupun SEC, dengan kekuasaannya untuk menentukan prinsip akuntansi,
sudah mendelegasikan tugasnya melalui prinsip desentralisasi kepada CAP, dan kemudian
kepada APB dan FASB, sebagai manajemen puncak SEC mempertahankan kekuasannya
untuk menetapkan batasan-batasan dan melaksanakan hak veto.

Perbandingan Internasional

Negara-negara lain juga mengatur kebijakan akuntansi tetapi sifat regulasi itu
sangat berbeda antara satu Negara dengan Negara lain. Dalam beberapa Negara, seperti
Inggris dan Belanda, penetapan kebijakan akuntansi tidak begitu formal. Sebaliknya, di
banyak Negara Eropa lainnya, akuntansi cenderung mengikuti aturan-aturan yang seragam
yang ditentukan oleh undang-undang yang menuju pada struktur yang jauh lebih banyak
daripada di Amerika Serikat.

Perbedaan yang utama terletak dalam hal kegunaan akun-akun. Memang


merupakan bagian dari tradisi Anglo-Saxon bahwa laporan keuangan dibuat untuk
kepentingan investor, kreditor, dan pihak-pihak lain.
Proses penetapan standar akuntansi juga berbeda jauh. Bangsa inggris, misalnya,
membentuk Accounting Standards Committee (ASC) yang bukannya tidak sama dengan
APB dalam hal proses dan strukturnya.

Orang-orang kanada juga mempunyai suatu Accounting Standards Committee yang


lagi-lagi menyerupai APB. Sejak disetujuinya Canada Business Corporation Act tahun
1975, standar-standar yang diamandatkan oleh masyarakat kanada mempunyai kekuatan
hokum otomatis.

Selain badan-badan nasional tersebut, kebijakan akuntansi juga ditetapkan pada


tingkat internasional melalui Internasional Accounting Standards Committee (IASC).
Badan ini dibentuk pada tahun 1973 oleh para wakil badan-badan professional dari
sebagian besar Negara berkembang dan sejak it uterus tumbuh hingga benar-benar
mewakili seluruh masyarakat internasional.

Ikhtisar Alternatif-Alternatif

Banyaknya system alternatif yang baik di dalam suatu Negara maupun dianta
Negara-negara yang berbeda mengindikasikan bahwa tidak ada satu solusi yang baik
mengenai bagaimana cara terbaik untuk menetapkan kebijakan akuntansi.

Selain itu, dalam beberapa system standar akuntansu ditetapkan pada hakikatnya
atas dasar politis. System pajak, dalam sebagian besar Negara, merupakan contoh
perangkat standar akuntansi yang ditentukan secara politis.

Berbagai kemungkinan ini menghasilkan delapan system potensial yang


diperlihatkan dalam peraga dibawah ini. Dalam bagian-bagian berikut ini, akan dibahas
keuntungan berbagai alternatif tersebut.

Sistem-sistem Alternatif untuk Menetapkan kebijakan Akuntansi di Amerika Serikat

Regulasi oleh Secara teknis Secara politis


1. Pemerintah Kongres
2. Badan pemerintah SEC
3. Badan-badan swasta FASB
4. pengungkapan

KONSEKUENSI SOSIAL DAN EKONOMI KEBIJAKAN AKUNTANSI

Semua keputusan yang menyangkut kebijakan akuntansi pasti mempunyai


konsekuensi ekonomi. Jika tidak ada konsekuensi ekonomi, tidak ada perlunya keputusan
kebijakan itu. Konsekuensi yang diinginkan meliputi perbaikan informasi yang tersedia
bagi investor dan pemakai lain, sehingga memungkinkan dihasilkannya keputusan
ekonomi yang lebih baikatau turunnya biaya pengumpulan informasi bagi pemakai.

Pemakai yang Terkena Dampak Kebijakan

Sebagian kebijakan ini dapat mengubah kekayaan ekonomi atau arus kas pemakai
secara langsung. Kebijakan lainnya mungkin mempengaruhi perilaku individu seperti
pelanggan, pegawai, dan masyarakat umum terhadap perusahaan.

Konsekuensi-konsekuensi Ekonomi

Pemakai Konsekuensi ekonomi


Investor dan kreditor Keputusan keuangan
Biaya pengumpulan dan analisis informasi keuangan
Biaya penyusunan dan nantinya, mungkin, revisi
kontrak yang didasarkan pada angka-angka akuntansi.
Korporasi Biaya penerbitan laporan-laporan keuangan.
Perubahan harga saham perusahaan melalui informasi
baru atau perbedaan volatilitas angka penghasilan.
Manajemen Perilaku manajemen
Nasional Alokasi sumber daya
Lain-lain Kebijakan regulator
Persepsi masyarakat mengenai perusahaan.
REGULASI AKUNTANSI : PRO DAN KONTRA

Kegagalan Pasar

Argumentasi ekonomi yang klasik untuk regulasi adalah bahwa pasar dalam beberapa hal
telah gagal. Dalam hal akuntansi, regulasi dianggap perlu karena pasar dianggap gagal
untuk menghasilkan jumlah informasi yang secara sosial optimal. Oleh karena itu, regulasi
diperlukan untuk melindungi kepentingan masyarakat.

Barang public dan free rider

Argumentasi kedua untuk regulasi oleh pemerintah adalah adanya barang publik (public
good), yang didefinisikan oleh seseorang tanpa mempengaruhi kenikmatan orang lain.
Contoh yang klasik adalah pertahanan nasional. Karena sifatnya, barang public tidak
dengan mudah, kalaupun bisa diperdagangkan di pasar. Oleh karena itu, secara tradisional
barang publik dikelola oleh pemerintah.

Informasi akuntansi dianggap sebagai barang public karena penggunaannya oleh seorang
investor tidak menghalangi informasi ini digunakan oleh yang lainnya. Jika ada yang
mencoba untuk membuat investor membayar untuk laporan keuangan itu, ia harus
berhadapan dengan masalah yang disebut free rider : yaitu individu-individu yang
menikmati manfaat tanpa membayar.

Para penentang regulasi mengingatkan bahwa publikasi informasi keuangan tidak


seluruhnya tanpa manfaat bagi perusahaan, karena sebenarnya perusahaanlah yang
beruntung dengan adanya pasar modal yang teratur untuk mendapatkan dana modal, dan
pemegang saham perusahaanlah yang beruntung jika mereka melihat bahwa ada pasar
untuk saham mereka.

Daya Banding dan Kredibilitas

Komparabilitas pengungkapan antarperusahaan seringkali dianggap perlu untuk


memudahkan pembuatan prediksi dan keputusan keuangan oleh para kreditor, investor,
serta pihak-pihak lainnya dan untuk menghindari kegagalan pasar. Keseragaman dianggap
menyederhanakan proses pembandingan perusahaan-perusahaan yang berlainan, sehingga
memperkecil biaya pencarian bagi para pemakai.
Keseragaman juga diyakini meningkatkan kredibilitas laporan keuangan. Hal ini umumnya
disertai oleh pernyataan bahwa tersedianya banyak alternative memungkinkan perusahaan
melaporkan kinerja keuangan mereka sebaik-baiknya dengan menggunakan apa yang
disebut sebagai akuntansi kreatif.

Regulasi

Orientasi pada Krisis

Para ahli teori menyatakan bahwa hamper tanpa kecuali awal regulasi terjadi sebagai reaksi
terhadap suatu krisis yang tidak dapat diidentifikasi. Setiap krisis biasanya diikuti oleh
banyak tuduh menuduh dan ini dapat dimengerti, karena banyak orang kehilangan
sejumlah besar uang dalam krisis seperti ini.

Peranan regulasi setelah bencana ekonomi bencana ekonomi ini menimbulkan hasil yang
aneh bahwa sifat khusus bencana itu cenderung mewarnai regulasi yang dihasilkan.
Keruntuhan pasar saham tshun 1929, disebabkan sebagian besar oleh praktik-praktik
akuntansi yang tidak sehat, seperti menaikan nilai aktiva hingga sebesar nilai pasar.

Capture Theory

Dilemma yang dihadapi badan-badan regulator adalah bahwa mereka diharuskan untuk
memenuhi anggaran ini setiap tahunnya. Mungkin saja dalam tahun tertentu, sebenarnya
tidak ada kebutuhanyang mendesak untuk mengadakan regulasi. Bahkan mungkin saja
kebutuhan akan regulasi dalam industry tertentu sudah sepenuhnya terpenuhi. Sayangnya,
politik internal badan regulator itu jarang yang memperbolehkan badan itu menghindari
regulasi pada titik tertentu.

Reaksioner

Para kritikus juga menunjukkan bahwa regulasi lebih bersifat reaktif daripada proaktif,
maksudnya, para regulator selalu berperang dalam pertempuran yang terakhir. APB
misalnya tidak berhasil menyetujui aturan-aturan yang tepat untuk megelola penyatuan
(pooling) sampai bum investasi yang menimbulkannya berlalu

Mengelola Kebijakan Akuntansi


Kebijakan akuntansi harus memperhitungkan sumber-sumber alternative dan mengizinkan
sumber sumber non akuntansi menyediakan informasi jika hal itu lebih efisien dan
biayanya lebih rendah bagi perusahaan dan investor bila digabungkan.

Kedua, sudah jelas bahwa kebijakan akuntansi tidak dapat dibatasi pada penentuan metode
pengukuran, aturan pengungkapan, serta bentuk penyajian karena adanya konsekuensi-
konsekuensi ekonomi dan sosial yang berkaitan dengan keputusan-keputusan alternative.
Kebijakan akuntanis harus memperhitungkan biaya dan manfaat informasi keuangan, baik
yang langsung maupun tidak langsung.

Ketiga, kebijakan akuntansi tidak dapat dibatasi pada kelompok tertentu, seperti preferensi
manajemen, akuntan, individu atau pasar atau kepentingan kelompok kelompok khusus
lainnya dalam masyarakat.

Pemerintahan oleh Rakyat

Pemberlakuan standar-standar yang tidak berkaitan dengan manajemen secara implisit


mendistribusikan kembalikekayaan itu dari manajemen. Dalam tradisi demokrasi adalah
peran pemerintah yang telah dipilih sebagaimana mestinya oleh rakyat, untuk
mendistribusikan kembali kekayaan sesuai dengan suara mayoritas rakyat. Para akuntan
tidak mempunyai hak konstitusional untuk memperbesar kekayaan sebagian orang dengan
mengorbankan sebagian lainnya.

Pendelegasian wewenang untuk bertindak

Banyak pendapat yang diajukan bahwa konsekuensi ekonomi yang merugikan akan timbul
jika metode upaya berhasil ini diwajibkan. Dari sudut pandang kebijakan nasional,
konsekuensi-konsekuensi ini berpusat pada dampak yang mungkin ada pada kompetensi,
karena yang menggunakan metode biaya penuh sebagian besar produsen minyak dan gas
yang lebih kecil.

Delegasi berdasarkan Perundangan

Dalam hal amerika serikat, mandat penting yang tampaknya diberikan oleh kongres kepada
akuntan melaui SEC adalah untuk menciptakan suatu sistem akuntansi, yang ditandai oleh
keseragaman dan komparabilitas, tanpa memperhatikan dampaknya pada kekayaan.
Peranan FASB

Jika dilihat dari sudut ini, peranan regulator-regulator seperti FASB jadi lebih jelas.
Pertama-tama, mereka harus menyusun kebijakan-kebijakan yang dapat diterima oleh
semua pihak. Kedua, FASB harus mengetahui keinginan masyarakat agar dapat
menyatukan diri dengan kepentingan masyarakat. Tugas FSAB karenanya adalah
membujuk berbagai konstituennya untuk menerima kebaikan-kebaikan kebijakan-
kebijakan yang menyangkut kepentingan masyarakat itu. Jika pada titik ini tidak tercapai
suatu consensus, FSAB harus berkewajiban untuk mengalihkan permasalahannya kepada
kongres melalui SEC untuk mendapatkan pemecahan

Politik Vs Prinsip

Aturan perilaku menghendaki suatu proses politik. Tawar menawar, balas jasa, pengaruh
sesungguhnya merupakan permainan kekuatan. Taruhan dalam permainan ini adalah
penghasilan bisnis dan objeknya adalah melaporkan pada saat anda ingin melaporkannya.
Komentar ini menyiratkan bahwa pendekatan politis secara diametric bertentangan dengan
pendekatan teknis. Oleh karena itu, jalan dari pengukuran menuju politik dan sebaliknya
bukanlah indicator kegagalan dalam proses penetapan standar, melainkan suatu hasil alami
dari fakta bahwa standar mempunyai konsekuensi

Pencarian Konsensus

Kunci keberhasilan FASB adalah kemampuannya membentuk consensus. Teorema Arrow


khususnya janggal untuk sebuah badan seperti FASB karena teorema itu menyatakan
bahwa, dengan semua upaya terbaik FASB untuk bertindak demokratis, FASB pasti akan
memberlakukan keinginannya sendiri pada para konstituennya, kecuali jika FASB dapat
memperoleh izin dengan suara bulat untuk usulan-usulannya

Kebutuhan akan konsensus ini sudah dihargai sejak awal hal itu jelas terlihat dari pilihan
frasa prinsip akuntansi yang berlaku umum. Dasar pemikirannya adalah menetapkan suatu
konsensus dengan meletakan suatu fondasi intelektual untuk menjadi dasar bagi masing
masing perusahaan dalam membentuk praktik mereka sendiri, dengan disertai oleh
pengungkapan kebijakan mereka secara lengkap.