Anda di halaman 1dari 20

OLAHRAGA ATLETIK

Disusun Oleh :

Nama : ABID IKRAM

Kelas : XII IT B

SMKS GLOBE NATIONAL PLUS 2

BATAM
Penjaskes | ATLETIK 1
BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang
Atletik adalah gabungan dari beberapa jenis olahraga yang secara garis besar dapat
dikelompokkan menjadi lari, lempar, dan lompat. Pada makalah ini akan dijelaskan mengenai
atletik beserta cabang-cabangnya tersebut. Sesuai dengan tugas Penjaskes yang diberikan untuk
dapat lebih memahami mengenai Atletik, maka kami menyusun makalah atau karya ilmiah ini
demi memenuhi indikator tersebut.

Rumusan Masalah

Masalah yang akan dibahas dalam karya tulis ini adalah :

 Pengertian, sejarah, fungsi, dan tujuan Atletik


 Pengelompokkan atletik
 Teknik dan peraturan atletik

Manfaat Penulisan

Tentunya karya tulis ini memiliki manfaat baik bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada
umumnya. Adapun manfaatnya adalah sebagai berikut :

 Penulis bisa lebih memahami apa yang dimaksud dengan atletik serta cabang-cabang
dalam atletik tersebut
 Mengetahui bagaimana sejarah terbentuknya cabang olahraga atletik
 Pembaca bisa mengetahui lebih banyak mengenai atletik

Penjaskes | ATLETIK 2
BAB II PEMBAHASAN
Pengertian Atletik
Atletik adalah gabungan dari beberapa jenis olahraga yang secara garis besar dapat
dikelompokkan menjadi lari, lempar, dan lompat. Kata ini berasal dari bahasa Yunani "athlon"
yang berarti "kontes". Istilah athletic dalam bahasa Inggris dan athletic dalam bahasa Jerman
mempunyai pengertian yang luas meliputi berbagai cabang olahraga yang bersifat perlombaan
atau pertandingan. Atletik adalah olahraga yang tumbuh dan berkembang bersamaan dengan
kegiatan alami manusia.
Menurut Mochamad Djumidar A. Widya (2004) dalam bukunya Gerak-Gerak Dasar Atletik
Dalam Bermain, menyebutkan bahwa atletik adalah salah satu unsur dari Pendidikan Jasmani
dan Kesehatan yang merupakan komponen-komponen pendidikan keseluruhan yang
mengutamakan aktivitas jasmani serta pembinaan hidup sehat dan pengembangan jasmani,
mental, sosial dan emosional yang serasi, selarasa dan seimbang.
Bahkan didalam SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: 0413/U/1987 disebutkan
bahwa atletik adalah cabang olahraga yang wajib diberikan di semua jenjang pendidikan karena
atletik adalah ibu dari semua cabang olahraga, sehingga atletik penting sejak anak-anak usia
dini.

Sejarah Atletik
Atletik adalah event asli dari Olimpiade pertama ditahun 776 sebelum Masehi dimana
satu-satunya event adalah perlombaan lari atau stade. Ada beberapa “Games” yang digelar
selama era klasik Eropa: Panhellenik Games The Pythian Game (dimulai 6 Sebelum Masehi)
digelar di Argolid setiap dua tahun. The Isthmian Game (dimulai 523 Sebelum Masehi) digelar di
Isthmus dari Corinth setiap dua tahun. The Roman Games Berasal dari akar Yunani murni,
Roman game memakai perlombaan lari dan melempar. Bukannya berlomba kereta kuda dan
bergulat seperti di Yunani, olahraga Etruscan memakai pertempuran galiatoral, yang juga sama-
sama 527 Sebelum Masehi) digelar di Delphi tiap empat tahun. The Nemean Games (dimulai 51
memakai panggung). Masyarakat lain menggemari kontes atletik, seperti bangsa Kelt, Teutonik,
dan Goth yang juga digemari orang Roma. Tetapi, olahraga ini sering dihubungkan dengan
pelatihan tempur. Di masa abad pertengahan anak seorang bangsawan akan dilatih dalam
berlari, bertarung dan bergulat dan tambahan berkuda, memanah dan pelatihan senjata.
Kontes antar rival dan sahabat sangat umum di arena resmi maupun tidak resmi.

Di abad 19 organisasi formal dari event modern dimulai. Ini termasuk dengan olahraga
reguler dan latihan di rezim sekolahan. Royal Millitary College di Sandhurst mengklaim
menggunakan ini pertamakali di tahun 1812 dan 1825 tetapi tanpa bukti nyata. Pertemuan
yang paling tua diadakan di Shrewsbury, Shropshire di 1840 oleh Royal Shrewsbury School
Hunt. Ada detail dari seri pertemuan tersebut yang ditulis 60 tahun kemudian oleh C.T
Penjaskes | ATLETIK 3
Robinson dimana dia seorang murid disana pada tahun 1838 sampai 1841. Eeck Military
Academy dimana Woolwich menyelenggarakan sebuah kompetisi yang diorganisir pada tahun
1849, tetapi seri reguler pertama dari pertemuan digelar di Exeter College, Oxford dari 1850.
Atletik modern biasanya diorganisir sekitar lari 400m di trek di hampir semua even yang ada. Acara
lapangan (melompat dan melempar) biasanya memakai tempat di dalam trek. Atletik termasuk di dalam
Olimpiade modern di tahun 1896 dan membentuk dasar-dasarnya kemudian. Wanita pertama kali
dibolehkan berpartisipasi di trek dan lapangan dalam event Olimpiade tahun 1928. Sebuah badan
pengelola internasional dibentuk, IAAF dibentuk tahun 1912. IAAF menyelenggarakan beberapa
kejuaraan dunia outdoor di tahun 1983. Ada beberapa pertandingan regional seperti kejuaraan Eropa,
Pan-American Games dan Commonwealth Games. Sebagai tambahan ada sirkuit Liga Emas professional,
diakumulasi dalam IAAF World Athletics Final dan kejuaraan dalam ruangan seperti World Indoor
Championship. Olahraga tersebut memiliki profil tinggi selama kejuaraan besar, khususnya Olimpiade,
tetapi yang lain kurang populer.

AAU (Amateur Athletic Union) adalah badan pengelola di Amerika Serikat sampai runtuh
dibawah tekanan profesionalisme pada akhir tahun 1970. Sebuah badan baru bernama The
Athletic Congress (TAC) dibentuk, dan akhirnya dinamai USA Track and Field (USATF atau USA
T&F). Sebuah tambahan, organisasi dengan struktural yang lebih kecil, Road Runner Club of
America (RRCA) juga ada di USA untuk mempromosikan balap jalanan. Di masa modern, atlet
sekarang bisa menerima uang dari balapan, mengakhiri sebutan “amatirisme” yang ada
sebelumnya.

Fungsi dan Tujuan Pembelajaran Atletik


Prinsipnya adalah pembinaan proses dan kebenaran gerak. Sehingga lebih berfungsi dan bertujuan
untuk:
a. pemenuhan minat untuk bergerak,
b. pengenalan dasar-dasar gerak atletik dalam bentuk permainan,
c. merangsang pertumbuhan dan perkembangan jasmani (bertambahnya tinggi dan berat
badan yang harmonis) serta perkembangan gerak,
d. memelihara dan meningkatkan kesehatan serta kesegaran jasmani,
e. membantu merehabilitasi kelainan gerak pada usia dini,
f. menghindari rasa kebosanan,
g. membantu menanamkan rasa disiplin, kerjasama, kejujuran, mengenal akan peraturan dan
norma-norma lainnya,
h. menangkal pengaruh buruk yang datangnya dari luar.

Penjaskes | ATLETIK 4
Ruang Lingkup Pembelajaran Pendidikan Jasmani
Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Tahun 2007 Ruang lingkup
pembelajaran mata pelajaran pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan bermuara pada
cabang atletik, karena mencakup semua aktivitas gerak dalam cabang atletik yaitu:

a) Eksplorasi gerak, keterampilan gerak lokomotor non-lokomotor dan gerak manipulatif


kedalam semua cabang permainan jasmani dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya
(Dasar-dasar gerak jalan dan lari, lompat serta lempar)
b) Aktivitas pengembangan, meliputi: mekanika sikap tubuh, komponen kebugaran
jasmani, bentuk postur tubuh serta aktivitas lainnya
c) Aktivitas senam dan gerak ritmik, meliputi: ketangkasan sederhana dengan alat dan
tanpa alat, gerak bebas, senam aerobik, dan aktivitas lainnya.
d) Aktivitas air atau gerak akuatik, meliputi renang, permainan di air, keselamatan,
keterampilan gerak di air dan aktivitas lainnya.

Pengelompokkan Atletik

 Lari

- Reaksi
Lari merupakan salah satu nomor yang paling dominan di kecabangan atletik yaitu dimana
nomor-nomor lari itu paling banyak diperlombakan. Dalam perlombaan nomor lari tidak
hanya melakukan lari saja, tapi dibutuhkan suatu reaksi yang cepat ketika melakukan
awalan lari dan juga dibutuhkan kecepatan yang maksimal untuk nomor-nomor pendek
seperti nomor 60m, 100m, 200m, dan lainnya. Dengan reaksi yang cepat seorang atlet
bisa melakukan awalan yang lebih baik dibandingkan dengan atlet yang reaksi lambat.
Maka dari itu diperlukan sekali latihan-latihan yang bisa mendukung reaksi kita untuk bisa
cepat lagi. Ini adalah salah satu contoh latihan-latihan reaksi untuk pemula, untuk
latihannya kita bisa menggunakan suara (bunyi), atau dengan sentuhan, seperti contoh
untuk suara, kita bisa menyuruh atlet untuk berbaring tengkurap dengan posisi kepala
berada pada arah berlawanan dengan arah yang digunakan untuk berlari (belakang).
Kemudian kita memberitahu kepada atlet, bahwa jika anda terdengar suara hitungan
angka 5, anda harus berlari kebelakang. Kita bisa mengecoh konsentrasi mereka dengan
menyebut angka 15, 50, dan lain-lainnya. Dan jika kita menyebut angka 5, mereka pasti
bereaksi dengan membangun badan mereka, berbalik dan lari kearah belakang. Inilah
salah satu contoh untuk melatih reaksi untuk atlet pemula tetapi menggunaakan tepuk
tangan.

Penjaskes | ATLETIK 5
- Kecepatan
Ketika kita telah mendapatkan reaksi yang cepat, kita tidak hanya bisa bergantung pada
itu saja karena nomor lari itu jarak yang paling minimalnya hanya 60 meter, sedangkan
reaksi yang dihasilkan itu hanya dibutuhkan karena untuk menghasilkan awalan yang baik
dan cepat agar lari bisa maksimal, maka dari itu diperlukan latihan untuk kecepatan,
karena ini factor untuk menentukan hasil finish yang maksimal. Untuk melatih kecepatan
pada seorang pemula kita bisa menggunakan model latihan yang sederhana, yang berupa
mainan agar atlet itu sendiri tidak merasa jenuh terhadap program latihannya. Kita bisa
mengelola suatu permainan yang bisa membuat mereka untuk mengacu kecepatannya,
yaitu sebagai contohnya, kita membuat suatu perlombaan lari bolak-balik untuk
mengumpulkan bola kecil dari tempat satu ketempat kedua, dengan jarak kira – kira
25 meter, kemudian kita juga harus memberi suatu hukuman untuk yang kalah, seperti
push up 10 kali atau menggendong yang menang yang tujuannya agar mereka bisa lari
maksimal untuk mengumpul bola – bola itu.
Selain model permainan diatas, kita juga bisa menggunakan bentuk permainan yang
lainnya, seperti lari zigzag yang berfungsi untuk melatih kecepatan dan kecerdikan karena
dengan lari yang berliku-liku seperti itu mereka selalu menca ri ide untuk bagaimana
caranya biar malaju cepat, yaitu dengan teknik-teknik yang mereka temukan sendiri.
Tetapi dalam permainan ini mereka harus dibuat suatu perlombaan biar
mereka selalu semangat untuk melaksanakannya.

 Lompat
Di atletik tidak hanya ada nomor lari saja, tetapi juga ada nomor-nomor yang lainnya
seperti lompat, sedangkan lompat itu sendiri terbagi menjadi; lompat jauh, lompat tinggi,
dan lompat gala. Dimana pada ini semua merupakan gabungan antara kecepatan,
kekuatan, dan ketangkasan dalam upaya untuk melompat semaksimal mungkin. Pada
nomor lompat sangat diperlukan sekali kekuatan kaki, karena kaki digunakan sebagai
tumpuan dan mendarat ketika melakukan lompatan. Pada model latihan lompat untuk
pemula kita bisa memilih beberapa permainan yg sering kita jumpai dalam kehidupan kita
sehari-hari, seperti contoh; lari karung karena pada permainanini memerlukan
lompatan untuk menuju ke garis finish, sehingga
dengan otomatisnya kita akanmeloncat–loncat sampai ke garis finish, dan inilah yang
kita perlukan pada cabang atletik terutama pada nomor lompat.
Selain lomba lari karung kita juga bisa menggunakan permainan yang lainnya, yang
tujuannya biar seorang atlet pemula itu tidak merasa jenuh dan bosen terhadap latihan
dan permainan yang seperti itu terus, kita seorang pelatih harus mampu berfikir kreatif,
yaitu mencari permainan sperti apa lagi yang harus digunakan untuk latihan melompat.
Ini adalah contoh yang kedua untuk model latihan melompat untuk pemula, yaitu;
permaianan melompat kardus, dimana kita bisa menyuruh atlet kita untuk melompat
kardus mie baik dengan cara kekiri dan
kekanan maupun\ depan\belakang\dengan\satusyarattanpa menyentuh karsus tersebut.

Penjaskes | ATLETIK 6
 Lempar
Lempar adalah merupakan salah satu nomor yang ada di kecabangan atletik, lempar itu
sendiri juga terbagi antara beberapa nomor, seperti lemar lembing, cakram, dan tolak
peluru. Pada nomor lempar sangat berbeda sekali dengan baik nomor lari maupun
nomor lompat, karena pada keduanya ini yang lebih dominan dibutuhkan hanya
kekuatan kaki berbeda dengan lempar yang sangat memerlukan sekali kekuatan tangan
untuk melempar sejauh mungkin. Untuk melatih kekuatan tangan itu sendiri, untuk
seorang atlet yang pemula kita juga bisa memanfaatkan atau menggunakan permainan
sebagai modal kita untuk melatih, dengan permain yang kita selalu gunakan ini
diharapkan kita juga bisa melihat atlet-atlet yang memiliki bakat tertentu. Untuk nomor
lempar ini kita bisa mengunakan permainan lempar bola kecil dengan memasang target
lempar dihapannya, kira - kira 10 meter. Dengan memberi kesempatan 10 kali
lemparan untuk masing - masing dari mereka, kemudian kita menghitung jumlah
lemparan yang mengenai sasaran, dari keduanya kita lihat siapa yang mengenai
sasaran yang paling banyak itu yang menang. Fungsi dari permainan ini sendiri
adalah untuk melatih kekuatan tangan sejauh mana melemparnya dan juga berfungsi
untuk selalu fokus terhadap sasaran.

Penjaskes | ATLETIK 7
BAB III TEKNIK DAN PERATURAN
ATLETIK
Peraturan Atletik
 Kompetisi Frekuensi Kejuaraan Dunia Atletik IAAF 2 tahun sekali
 Kejuaraan Dunia Atletik Dalam Ruang IAAF 2 tahun sekali
 Kejuaraan Dunia Lintas Alam IAAF Setahun sekali
 Kejuaraan Dunia Setengah Maraton IAAF Tidak lagi dilangsungkan
 Kejuaraan Dunia Lari Jalan Raya IAAF Setahun sekali
 Kejuaraan Dunia Atletik Junior IAAF 2 tahun sekali
 Kejuraan Dunia Atletik Remaja IAAF 2 tahun sekali
 Kejuaraan Dunia Jalan Cepat IAAF 2 tahun sekali
 Piala Dunia Atletik IAAF 4 tahun sekali Liga Emas IAAF Setahun sekali
 Final Atletik Dunia IAAF Setahun sekali

Lintasan dan Lapangan Dalam Ruangan


Ada dua musim dalam lintasan dan lapangan. Ada musim indoor,selama musim dingin
dan musim outdoor, digelar selama musim semi dan panas. Kebanyakan lintasan indoor adalah
200m dan terdiri dari empat atau enam jalur. Seringkali sebuah lintasan indoor memiliki
belokan yang lurus untuk mengkompensasikan belokan yang ketat. Dalam lintasan indoor atlet
berkompetisi sama dengan event lintasan di outdoor dengan pengecualian untuk lari 100m dan
110/100m haling rintang (diganti dengan sprint 60m dan 60 m hlang rintang di tingkat
kebanyakan dan kadang 55m sprint dan 55m haling rintang di tingkat SMA) dan lari 10.000m,
jalan cepat 300m, dan 400m haling rintang. Indoor juga mendapat tambahan lari 3000m yang
normalnya pada tingkat kampus dan elit dibandingkan memakai 10.000m. marathon 5.000m
adalah event lari jauh yang paling umum, walaupun ada situasi dengan jarak lebih jauh pernah
dilombakan. Di medio abad 20, ada seri perlombaan duel di Madison Square Garden (New York)
lintasan indoor, beberapa menampilkan dua orang berlomba marathon (26,2 mil). Tetapi, ini
sangat jarang terjadi. Dalam keadaan tertentu, ada juga balapan 500m dibandingkan 400m
yang ada normalnya di event outdoor, dan di kejuaraan kampus indoor dua-duanya
dilombakan.
Di event lapangan, perlombaan indoor hanya menampilkan lompat tinggi, lompat galah,
lompat jauh, lompat ganda dan menembak. Lembar lembing, lempar bola besi dan tolak peluru
ditambahkan hanya untu event outdoor, dimana normalnya tidak ada ruang yang cukup dalam
stadion indoor pada perlombaan tersebut. Event unik dari perlombaan indoor (terutama di
Amerika Utara) adakah lempar beban seberat 300, 600, 1000 dan 35 pon. Di Negara lain,
Penjaskes | ATLETIK 8
terutama Norwegia, lompat jauh berdiri dan lompat tinggi berdiri juga dilombakan, bahkn di
Kejuaraan Nasional untuk atlet multi-event ada Pentathlon untuk wanita (yaitu 60m halang
rintang, lompat jauh, tolak peluru dan 800m) dan heptathlon untuk pria (yaitu 60m halang
rintang, lompat jauh, tolak peluru, 60m lari, lompat galah dan 1000m lari) indoor. Untuk
outdoor ada heptathlon untuk wanita dan decathlon.

Lintasan dan Lapangan Luar Ruangan


Lintasan dan Lapangan luar ruangan biasanya dimulai dan diakhiri selama musim semi.
Kebanyakan lintasan adalah berbentuk oval untuk keadaan 400m. Tetapi, beberapa lintasan tua
berukuran 440 yardm dimana ada beberapa lintasan yang tidak oval dan tidak 400m/440 yard
karena keadaan geografis. Lintasan modern memakai permukaan yang dikaretkan, dan lintasan
yang lebih tua memakai pasir atau kerikil. Lintasan normalnya memakai 6-10 jalur dan bisa
termasuk sebuah jalur langkah dan selokan di salah satu belokan. Jalur ini isa ada di luar atau di
dalam lintasan, membuat tikungan yang lebih sempit atau lebar. Sangat umum dimana lintasan
itu akan mengelilingi sebuah lapangan bermain yang dipakai untukAmerican Football, sepak
bola, atau lacrosse. Lapangan di dalam ini biasanya dikenal dengan lapangan dalam dan
permukaanya memakai rumput atau karpet buatan, dan tempat diaman tim menggelar
kamping selama turnamen panjang. Tetapi lempar lembing, bola besi dan cakram biasanya
dilombakan di luar lapangan di lapangan lain karena membutuhkan ruangan yang lebih luas,
dan implementasinya mungkin bisa merusak lapangan yang dipakai atau lintasan.

Event
Ada variasi lain selain yang ditulis dibawah, tetapi lomba dengan panjang tidak biasa
(contohnya 300m) dilangsungkan lebih jarang. Balapan yang tidak lazim biasanya digelar selama
musim indoor karena lintasan 200m dalam ruangan. Dengan pengecualian lari mil, lomba
berdasarkan jarak kerajaan jarang sekali digelar di lintasan sejak kebanyakan lintasan diubah
dari seperempat mil (402,3m) ke 400m. Hampir semua catatan rekor untuk jarak kerajaan tidak
dilangsungkan kembali. Bagaimanapun, IAAF dalam buku rekornya masih memasukan rekor
dunia mil (dipegang oleh Hicham El Guerroj dari Maroko dan Svetlana Masterkova dari Rusia
untuk wanita) karena perbedaan signifikan yang mendunia.

1. Event Lintasan

 Sprint: event yang termasuk 400m. Event yang umum adalah 60m (hanya didalam
ruangan), 100m, 200m dan 400m.
 Jarak Menengah: event dari 800m sampai 3000m, 800m, 1500m, satu mil dan 3000m.
 Lari berintang,lomba (biasanya 300m) dimana pelarinya harus melewati rintangan
seperti penghalang dan rintangan air.
 Jarak Jauh: berlari diatas 5000 m. Biasanya 5000 m dan 10000 m. yang kurang lazim
ialah 1, 6, 12, 24 jam perlombaan.

Penjaskes | ATLETIK 9
 Halang Rintang: 110 m halang rintang tinggi (100 m untuk wanita) dan 400 m haling
rintang menengah (300 m di beberapa SMA).
 Estafet: 4 x 100m estafet, 4 x 400 m estafet , 4 x 200 m estafet , 4 x 800 m estafet , dll.
Beberapa event, seperti estafet medley, jarang dilangsungkan kecuali estafet karnaval
besar.
 Lari jalanan: dilangsungkan di jalanan terbuka, tapi biasanya diakhiri di lintasan.
 Event biasa adalah 5km, 10km, setengah marathon dan marathon.lomba jalan cepat
event biasa adalah 10km, 20 km dan 50 km.

2. Event Lapangan

o Event melempar
 tolak peluru
 lempar peluru
 lempar lembing
 lempar cakram
o Event lompat
 lompat tinggi
 lompat galah
 lompat jauh
 lompat ganda

3. Event yang sangat tidak biasa

 lompat tinggi berdiri


 lompat jauh berdiri
 lompat ganda berdiri

4. Event ganda atau kombinasi


 Triathlon / Trilomba
 Pentathlon / Pancalomba
 Heptathlon
 Decathlon / Dasalomba

Pertambahan nomor yang dipertandingkan bagi wanita dari tahun ke


tahun:

1987: Lari 10.000 m putri dan Jalan cepat 10 km putri


1993: Loncat jangkit putri
1995: Lari 5.000 m putri
1999: Lompat galah putri dan lempar martil putri
2005: Lari halang rintang 3000 m putrid

Penjaskes | ATLETIK 10
Arena
Bisa dikatakan bahwa atletik merupakan perwujudan dari moto Olimpiade, "Citius,
Altius, Fortius", yang berarti lebih cepat, lebih tinggi, lebih kuat.
Dalam atletik, sang olahragawan diharuskankan untuk berlari lebih cepat, melompat lebih tinggi
dan melempar lebih jauh dari lawannya. Dahulu kala di Olympia, perlombaan tersebut hanyalah
lomba lari yang terkadang mempersulit pelarinya dengan memakaikan baju perang atau
membawa tameng prajurit. Saat ini, atletik telah menjadi cabang olahraga yang cukup populer
di turnamen olahraga. Termasuk dalam cabang atletik adalah jarak 100m hingga marathon
42.195km, dari lempar martil hingga lompat tinggi.
Arena atletik dibagi menjadi empat: jalur, jalan, lapangan dan gabungan.
Pada jalur termasuk: lari jarak pendek (100m, 200m, 400m), jarak menengah (800m, 1500m)
dan jarak jauh (5000m, 10,000m), lari rintang (100m dan 400m untuk wanita, 110m dan 400m
untuk pria), marathon (4 x 100m dan 4 x 400m) dan lari rintang 3000m.

 Arena lapangan termasuk: lompat jauh, lompat tinggi, lompat galah, lempar lembing,
lempar martil, tolak peluru, dll. Untuk Lompat galah dan lempar martil khusus wanita
baru dimainkan pertama kali di Olimpiade Sydney 2000.

 Arena jalan termasuk marathon untuk pria dan wanita, 20km dan 50km jalan cepat
untuk pria dan 10km untuk wanita.

 Gabungan: merupakan heptatlon untuk wanita dan dekatlon untuk pria. Para atlet
bersaing pada sejumlah cabang jalur dan lapangan selama kurang lebih dua hari. Nilai
diberikan berdasarkan banyaknya lomba yang berhasil diselesaikan ,oleh masing-masing
dan peserta dengan nilai terbanyak adalah pemenangnya.

Jenis Lari dalam Atletik :

a. Lari jarak pendek,


b. Lari jarak menengah,
c. Lari panjang,
d. Lari estafet, dan
e. Lari halang rintang

Nomor dalam lempar yaitu :


1. Lempar Cakram

Penjaskes | ATLETIK 11
Lempar cakram adalah salah satu cabang olahraga atletik. Cakram yang dilempar
berukuran garis tengah 220 mm dan berat 2 kg untuk laki-laki, 1 kg untuk perempuan.

2. Tolak Peluru
3. Lontar Martil
4. Lempar Lembing

Macam – Macam Start


1. Start berdiri (Flting Start)
2. Start melayang (Flying Start)
3. Start Jongkok (Cruched Start)

Cara Melakukan Start Jongkok Start pendek, cara melakukannya ialah lutuk kaki belakang
diletakkan/ditempakkan pada ujung kaki yang muka, jaraknya satu kepal. Jadi boleh dikatakan
ujung kaki belakang hamper sejajar dengan tumit kaki yang muka. Kedua lengan lurus sejajar
dengan bahu, letakkan dibelakang garis start. Bukan telapak tangan yang mengenai tanah,
tetapi pinggiran dari telunjuk dan ibu jari. Pandangan kemuka kurang lebih 1 setengah m,
usahakan badan jangan sampai renggang/tegang dan usahakan berat badan berada kedua
belah tangan. Sehingga bila ada tanda untuk berangkat sudah mudah untuk
meluncur/bergerak. Karena dalam start ini harus dapat mengubah keadaan sikap badan dari
yang stabil/seimbang kepada sikap yang labil/ tidak seimbang. Latihan Start untuk Lari

Hal – hal yang harus dihindari :

1. Tidak cukup dorongan kedepan dan kurangnya lutut diangkat.


2. Menjejakkan kaki keras – keras ketanah dan mendaratkannya dengan tunit.
3. Tubuh condong sekali kedepan atau melengkung sekali kedepan.
4. Memutar kepala dan menggerakan bahu secara berlebihan.
5. lengan diayunkan terlalu keatas dan ayunan terlampau jauh menyilang dada.
6. Pelurusan tang kurang sempurna dari kaki yang akan dilangkahkan.
7. Berlari Zig Zag dengan gerakan kekiri dan kanan.
8. Pada aba – aba komando siap kepala diangkat, dagu terlalu tinggi atau terlalu rendah,
langkah yang kurang sempurna dan condong kedepan secara tiba – tiba

Hal – hal yang harus di utamakan :

1. Membuat titik tertinggi pada kaki yang mengayun (kaki yang bebas) sama besar
eksensinya dengan kaki yang mendorong (kaki yang menyentuh tanah)
2. Membuat kaki yang dilangkahkan seelastius mungkun.

Penjaskes | ATLETIK 12
3. Menjaga posisi tubuh sama seperti jalan biasa.
4. Menjaga kepala tetap tegak dan pandangan lurus kedepan.
5. Mengayunkan lengan sejajar dengan pinggul dan sedikit menyilang kebadan.
6. Membuwat gerak kaki yang sempurna dengan langkah secara horizontal.
7. Lari pada satu garis lurus dengan meletakkan kaki yang satu tepat di depan kaki yang lain.
8. Pada komando siap gerakan tubuh condong kedepan dan bila tanda “bunyi” pistol
dibunyikan tubuh bergerak kedepan dengan lengan dan kaki

Nomor lompat
 Lompat Jauh

Yang menjadi tujuan dari lompat jauh adalah pencapain jarak lompatan yang sejauh
jauhnya. Maka untuk mencapai jarak lompat yang jauh, terlebih dahulu si pelompat harus
memahami unsur-unsur pokok pada lompat.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam awalan :

Awalan, yaitu untuk mendapat kecepatan pada waktu akan melompat. Awalan itu harus
dilakukan dengan secepat-cepatnyaserta jangan mengubah langkah pada saat akan
melompat. Jarak awalan biasanya 30 – 50 meter.
Tolakan, yaitu menolak sekuat-kuatnya pada papan tolakan dengan kaki terkuat ke atas
(tinggi dan kedepan).

Sikap badan diudara, yaitu harus diusahakan badan melayang Selama mungkin dan
diusahakan badan tetap seimbang.

Sikap badan pada waktu jatuh/mendarat, yaitu sipelompat harus mengusahakan


jatuh/mendarat dengan sebaik-baiknya jangan sampai jatuhnya badan atau lengan ke
belakang, karena akan merugikan.mendaratlah dengan kedua kaki dan lengan kedepan.

Macam – macam gaya yang umum digunakan :

1. Gayajongkok atau Truck (kauer)


2. Gayaberjalan diudara atau Lauf (walking/running in the air)
3. Gayamenggantung atau melenting atau schnepper/hang.

Hal – hal yang perlu dihindari :

1. Memperpendek atau memperpanjang langkah terakhir sebelum bertolak.


2. Bertolak dari tumit dengan kecepatan yang tidak memadai.

Penjaskes | ATLETIK 13
3. Badan miring jauh kedepan atau kebelakang.
4. Fase yang tidak seimbang.
5. Gerak kaki yang premature.
6. Tak cukup angkatan kaki pada pendaratan.
7. Satu kaki turun mendahului kaki lain pada darat.

Hal – hal yang harus diperhatikan/dilakukan

1. Pelihara kecepatan sampai saat menolak


2. Capailah dorongan yang cepat dan dinamis dan balok tumpuan.
3. Rubahlah sedikit posisi lari, baertujuan mencapai posisi lebih tegak.
4. Gunakan gerakan kompensasi lengan yang baik
5. Capailah jangkuan gerak yang baik.
6. Gerak akhir agar dibuwat lebih kuat dengan menggunakan lebih besar daya
kepadanya.
7. Latihan gerakan pendaratan.
8. Kuasai gerak yang betul dari lengan dan kaki dalam meluruakan dan
membengkokkan.

 Lompat tinggi

Tujuan dari lompat tinggi agar dapat mencapai lompatan yang setinggi -tingginya. Pada lompat
tinggi sama halnya dengan lompat jauh, yaitu memerlukan :

langkah, 5 Awalan biasanya ancang – ancang itu di pergunakan 3 langkah dan 7 langkah dan
sebagainya, serta langkah yang terakhir panjang dan berat badan dibelakang.
Sikap badan saat berada di atas mistar. Sikap badan saat waktu jatuh dan mendarat.

Macam macam gaya pada lompat tinggi :

1. GayaGunting (Scissors)

Gayagunting ini beleh dikatakangayaSwenney, sebab pada waktu sebelumnya (yang lalu)
masih digunakangayajongkok.Terjadi pada tahun 1880 – permulaan abad ke 20. maka
antara tahun 1896 swenny mengubahnya darigayajongkok itu menjadigayagunting.
Karenagayajongkok kurang ekonomis.

Cara melakukan:

Si pelompat mengambil awalan dari tengah.Bila si pelompat pada saat akan melompat,
memakai tumpuan kaki kiri (bila ayunan kaki kanan), maka ia mendart (jatuh) dengan

Penjaskes | ATLETIK 14
kaki lagi. Di udara badan berputar ke kanan, mendarat dengan kaki kiri, badan
menghadap kembali ke tempat awalan tadi.

2. Gaya guling sisi (Western Roll) Pada gaya ini sama dengan gaya gunting, yaitu tumpuan
kaki kiri jatuh kaki kiri lagi dan bila kaki kanan jatuhnyapun kaki kanan hanya beda
awalan, bdari tengah tapi dari samping.

3. GayaGuling (Straddle)

Cara melakukan :

Pelompat mengambil awalan dari samping atara 3, 5, 7, 9, langkah:

Tergantung ketinggian yang pentung dalam mengambi awalan langkahnya ganjil. Pada
saat akan melompat langkah yang terkhir panjang.Menumpu pada kaki kiri atau kanan,
maka ayunan kaki kiri/kanan kedepan. Setelah kaki ayun itu melewati mistar cepat
badan balikkan, hingga sikap badan diatas mistar telungkup.pantat usahaka lebih tinggi
dari keoala, jadi ppertama kali kena kepala tunduk.Pada waktu mendarat atau jatuh
yang adalah kaki kanan dan tangan kanan bila tumpuan menggunakan kaki kiri, lalu
bergulingnya yaitu menyusur punggung tangan dan berakhir pada bahu dan berkhir
dengan cepat.

4. GayaFosbury Flop

Cara melakukannya :

Awalan,haus dilakukan dengan cepat dan menikung/agak

melingkar,dengan langkah untuk awalan tersebut kira – kira 7-9 langkah

Tolakan, Untuk tolakan kaki hampir sama dengan lompat tinggi yang lainny. Yakni harus
kuat dengan bantuan ayunan kedua tangan untuk membantu mengangkat seluruh
badan. Bila kaki tolakan menggunakan kaki kana, maka tolaka harus dilakukan disebelah
kiri mistar. Pada waktu menolak kaki bersamaan dengan kedua tangan keatas disamping
kepala, maka badan melompat keaas dan membuwat putaran 180 derajat dan dilakukan
bersama-sama. Sikap badan diatas mistar, Hendaknya sikap badan diatas mistar
terlentang dengan kedua kaki tergantung lemas, dan dagu agak ditarik ke dekat dada
dan punggung berada diatas mistar pada karet busa merupakan busur yang
melenting.Cara mendarat, mendarat dengan ukuran(ukuran 5 x 5 meter dengan tinggi
60 cm lebih) dan di atasnya ditutup dengan matras sekitar 10 – 20 cm, dan yang
mendarat pertama kali adalah punggumg dan bagian belakang kepala.

Penjaskes | ATLETIK 15
Hal-hal yang perlu diperhatikan :

1. Lari awalan yang terlalu cepat


2. Meluruskan kaki penolak terlalu jauh kedepan.
3. Gerak kombinasi kaki yang tidak sempurna.
4. Badan condong mendekati mistar.
5. Posisi tangan pada mistar terlalu tinggi.
6. Melewati mistar dalam posisi duduk.
7. Membuat lengkung badan terlalu awal.
8. Gerak terlambat dari gaerk angkat kaki akhir.

Hal-hal yang harus di utamakan :

1. Lari awalan dengan kecepatan yang terkontrol.


2. Hindari kecondongan tubuh kebelakang terlalu banyak.
3. Capailah gerakan yang cepat pada saat bertolak dan mendekati mistar.
4. Usahakan angkat vertikan pada saat take off/pada saat kaki bertolak meninggalkan
tanah.
5. Doronnglah bahu dan lengan keatas pada saat take off.
6. Lengkungkan punggung di atas mistar.
7. Usahakan mengangkat yang sempurna dengan putaran kedalm dari lutut kaki ayun
(bebas).
8. Angkat kemudian luruskan kaki segera sesudah membuat lengkung

Cabang-cabang atletik :
Pria:
- 10000m
- 100m
- 110m Lari Rintang
- 1500m
- 200m
- 20km Jalan Cepat
- 3000m Lari Rintang
- 400m
- 400m Lari Rintang
- 4x100m Maraton
- 4x400m Maraton
- 5000m
- 50km Jalan
- 800m
- Decathlon

Penjaskes | ATLETIK 16
- Lempar Cakram
- Lempar Martil
- Lompat Tinggi
- Lempar Lembing
- Lompat Jauh
- Maraton
- Lompat Galah
- Tolak Peluru
- Triple Jump

Wanita:
- 10000m
- 100m
- 100m Lari Rintang
- 1500m
- 200m
- 20km Jalan Cepat
- 3000m Lari Rintang
- 400m
- 400m Lari Rintang
- 4x100m Maraton
- 4x400m Maraton
- 5000m
- 800m
- Lempar Cakram
- Lempar Martil
- Heptathlon
- Lompat Tinggi
- Lempar Lembing
- Lompat Jauh
- Maraton
- Lompat Galah
- Tolak Peluru
- Triple Jump

Modifikasi Pembelajaran Atletik


modifikasi pembelajaran yang kreatif dan efektif, berikut ini disajikan beberapa contoh materi
bahasan dan jenis modifikasi pembelajaran atletik bagi kelas 1, 2 dan 3 yang telah disesuaikan
dengan karakteristik dan perkembangan anak dengan pendekatan keterampilan proses dan
metode bermain yang menyenangkan dengan pengalaman gerak meliputi tiga aspek yaitu :

Penjaskes | ATLETIK 17
Dasar-dasar gerakan jalan dan lari

Θ Berbagai bentuk gerakan jalan dan lari individual:


1. Lari/jalan ke depan, ke belakang dan ke samping
2. Lari/jalan angkat paha, tumit menyentuh pantat, langkah kuda.
3. Lari/jalan dengan ujung kaki
4. Lari/jalan membawa benda
5. Lari/jalan pada lintasan berkelok-kelok
6. Lari/jalan naik turun tangga
7. Lari/jalan meniru gerak binatang (kuda, gajah, ular, beruang, dll)
8. Lari/jalan sambil jongkok
9. Berjalan diatas balok titian

Θ Berbagai bentuk gerakan jalan dan lari berpasangan atau tim:


1. Lari/jalan bersalaman
2. menepuk satu tangan dengan tangan lawan
3. menepuk kedua tangan dengan tangan lawan
4. bergandengan pada siku membuat satu putaran
5. bergandengan tangan setinggi bahu, membuat putaran
6. bergandengan dua tangan membuat satu putaran

Bentuk-bentuk Modifikasi Pembelajaran Atletik dengan Bermain


a. Gambar modifikasi pembelajaran gerak dasar jalan dan lari
b. Gambar modifikasi pembelajaran gerak loncat dan lompat
c. Gambar modifikasi pembelajaran gerak melempar

Penjaskes | ATLETIK 18
BAB IV PENUTUP
SIMPULAN
Dalam penulisan makalah atletik ini kami dapat menyimpulkan :

- Atletik merupakan cabang olahraga yang meliputi lari, lompat dan lempar
- Atletik merupakan induk dari semua cabang olahraga karena hampir semua gerakan
terdapat dalam atletik

begitu banyaknya cara kita untuk melatih seorang atlet pemula dengan menggunakan
permainan yang intinya dari permainan itu berfungsi untuk menghibur dan melatih secara tak
langsung, karena disuatu sisi mereka tidak sadar atas latihan-latihan dasar dari atletik karena
mereka merasa keasyikan dalam menjalankan permainan tersebut yang dapat menghilangkan
kejenuhan dan kebosanan yang terjadi pada diri mereka dan kita sebagai pembimbing juga bisa
melihat bakat-bakat atlet tersebut dari aktivitas mereka di permainan tersebut. Banyak cara
yang bisa kita lakukan untuk mengelola permainan menjadi suatu bahan latihan, maka dari itu
kita yang insyaallah menjadi pelatih ini akan selalu dituntut untuk menjadi seorang pelatih yang
kreatif yang tujuannya agar anak didik kita tidak mudah merasa jenuh atas program latihan
yang kita beri.

Penjaskes | ATLETIK 19
KATA PENUTUP

Alhamdulillahirobbilalamin Puji syukur saya ucapkan kepada Allah SWT.

Terimakasih sekali lagi kami ucapkan kepada guru pembimbing kami yang telah
membimbing kami dalam pembuatan kumpulan ilmiah ini.

Atas segala kekeliuran dalam perangkaian kata dan kata-kata yang kami tulis, kami mohon
maaf. Semoga kumpulan ilmiah ini bermanfaat. Saran dan kritik akan kami terima.

Penjaskes | ATLETIK 20