Anda di halaman 1dari 28

Sidang pertama/ sidang pemeriksaan

Pemandu Sidang : Mohon perhatian, pada hari ini Hari Senin tanggal 7 Maret 2016
sidang perkara perdata dengan nomor urut register : 04/PDT.G/2016/PN.RHL tanggal 19
Februari 2016 tentang Perbuatan Melawan Hukum akan segera di mulai. Majelis memasuki
ruang sidang, hadirin dimohon berdiri.

Pemandu Sidang : Hadirin dimohon duduk kembali.

Hakim Ketua : Baik, kepada hadirin yang hadir pada saat ini dimohon tenang, apabila
saudara mengganggu jalannya persidangan, saudara dapat dikeluarkan dari ruang sidang,
saudara juga dapat dituntut karena mengganggu jalanannya persidangan.

Hakim Ketua : Pada harin ini senin tanggal 7 Maret 2016 Pengadilan Negeri Rokan Hilir
yang memeriksa dan mengadili perkara perdata dengan nomor urut register :
04/PDT.G/2016/PN.RHL tanggal 19 Februari 2016 dalam pokok perkara Perbuatan Melawan
Hukum antara Jusman Sagala sebagai Penggugat melawan Ramses Marbun sebagai Tergugat.
Dengan ini sidang dinyatakan dibuka dan terbuka untuk umum. (tokok palu 3 kali).

Juru Panggil hadirkan para pihak kedalam ruang sidang.

Juru panggil : Bagi para pihak dipersilahkan memasuki ruang sidang.

Hakim Ketua : Baik, kepada saudara Penggugat, apakah saudara hadir dalam persidangan
hari ini sebagai pihak prinsipal atau kuasanya?

KH. Penggugat : Kami hadir disini sebagai Kuasa Hukum Penggugat Jusman Sagala, yang
mulia.

Hakim Ketua : Adakah surat kuasa dan izin praktek saudara?

KH. Penggugat : ada yang mulia.

Hakim Ketua : Baik, kepada pihak Tergugat, apakah saudara hadir disini sebagai pihak
prinsipal atau kuasanya?

KH. Tergugat : Kami disini sebagai Kuasa Hukum dari pihak Tergugat yaitu Ramses
Marbun, yang mulia.

Hakim Ketua : Adakah surat kuasa dan surat izin praktek saudara?
KH. Tergugat : ada yang mulia.

Hakim Ketua : Baik, kepada saudara Penggugat dan saudara Tergugat silahkan saudara maju
kedepan untuk menunjukkan surat izin praktek dan surat kuasa saudara. Silahkan

(KH. Penggugat dan KH. Tergugat menghadap meja majelis hakim).

Hakim Ketua : Baik silahkan kembali.

Hakim Ketua : Kepada kuasa Penggugat, apakah saudara keberatan atas surat kuasa dari
pihak Tergugat.

KH. Penggugat : kami tidak keberatan yang mulia.

Hakim Katua : baik, kepada pihak Tergugat, apakah saudara mengerti maksud surat gugatan
yang diajukan pihak Penggugat?

KH. Tergugat : Mengerti Majelis hakim.

Hakim Ketua : Baik, berdasarkan pasal 1 ayat 7 peraturan mahkamah agung nomor 1 tahun
2008 , majelis hakim menawarkan upaya mediasi selama 40 hari kepada kedua belah pihak.
Adapun mediator dapat dipilih daftar namanya di Pengadilan Negeri Rokan Hilir ini, apabila
kedua belah pihak tidak memilih daftar nama yang telah tercantum dalam Pengadilan Negeri
Rokan Hilir, saudara dapat memilih mediator yang memiliki sertifikat secara resmi.

Baik, kepada pihak Penggugat, apakah saudara bersedia melalukan upaya mediasi?

KH. Penggugat : Kami bersedia melakukan upaya mediasi yang mulia.

Hakim Ketua : Kepada pihak Tergugat, apakah saudara bersedia melakukan upaya mediasi?

KH. Tergugat : Ya, yang mulia, seperti perihalnya penggugat kamipun bersedia melakukan
mediasi.

Hakim Katua : Baik, kepada pihak Penggugat, apakah saudara sudah menetapkan mediator
untuk upaya mediasi pada hari ini?

KH. Penggugat : Kami belum menyiapkan mediator untuk upaya mediasi majelis hakim.
Kami akan memilihnya dipengadilan.
Hakim Katua : Kepada saudara tergugat, apakah saudara sudah menetapkan mediator untuk
upaya mediasi pada hari ini?

KH. Tergugat : kami belum menetapkan majelis hakim.

Hakim Katua : baik, kepada kedua belah pihak selahkan maju kedepan untuk memilih salah
seorang mediator yang telah terdaftar di Pengadilan Negeri Rokan Hilir ini. Kepada para
pihak silahkan maju kedepan.

(KH. Penggugat dan KH. Tergugat maju kemeja majelis hakim)

Hakim ketua : Baik, silahkan kembali.

Hakim ketua : baik, karena ada kesepakatan dari kedua belah pihak, maka mediator yang
dipilih adalah Bapak Andry Eswin Sugandhi Oetara, SH., MH.

Hakim Ketua : baik bagi kedua belah pihak, kepada pihak penggugat, berapa lama waktu
yang saudara butuhkan untuk melakukan upaya mediasi?

KH. Penggugat : kami butuh waktu 14 hari untuk melakukan upaya mediasi yang mulia.

Hakim ketua : baik. Kepada saudara Tergugat, apakah saudara setuju 14 hari untuk
melakukan upaya mediasi?

KH. Tergugat : ya, yang mulia, seperti prihalnya penggugat kami setuju dengan waktu 14
hari kedepan.

Hakim Ketua : Baiklah karena telah ada kesepakatan, maka sidang akan ditunda 14 hari
kedepan, untuk melakukan upaya mediasi.

Kepada saudara panitera 14 hari kedepan hari apa dan tanggal berapa?

Panitera : 14 hari kedepan, jatuh pada hari senin tanggal 21 maret 2016 yang mulia.

Hakim Ketua : tepat pada pukul 9 apakah ada agenda sidang lainnya?

Panitera : tidak ada yang mulia.

Hakim Ketua : Baiklah, karena ada kesepakatan dari majelis hakim, maka sidang akan
ditunda 14 hari kedepan yaitu jatuh pada taanggal 21 maret 2016 tepat pada pukul 9 dengan
agenda penyampaian hasil proses mediasi dan penyerahan surat jawaban dari pihak Tergugat.
Kami ingatkan kepada kedua belah pihak untuk menghadiri sidang selanjutnya tanpa melalui
panggilan karena pemberitahuan ini sudah merupakan panggilan yang sah bagi kedua belah
pihak. Apakah saudara mengerti?

KH. P/ T : mengerti yang mulia.

Hakim Ketua : baiklah dengan ini sidang dinyatakan ditutup (tokok palu 1 kali)

Pemandu Sidang : Majelis hakim meninggalkan ruang persidangan, hadirin dimohon berdiri.

Sidang kedua

Hakim Ketua : Baik kepada para hadirin saya peringatkan kepada saudara, agar saudara tetap
tenang dalam persidangan ini, apabila saudara mengganggu jalannya persidangan, saudara
dapat dikeluarkan dari ruang sidang, saudara juga dapat dituntut katena mengganggu jalannya
persidangan.

Hakim Ketua : Pada hari ini senin tanggal 21 maret 2016 sidang lanjutan perkara perdata
dengan nomor register 04/Pdt.G/2016/PN.RHL dalam pokok perkara perbuatan melawan
hukum antara Jusman Sagala sebagi Penggugat melawan Ramses Marbun sebagai Tergugat.
Dengan agende pemberitahuan proses mediasi dan juga penyerahan surat jawaban dari pihak
Tergugat, dengan ini sidang dinyatakan dibuka dan terbuka untuk umum. (tokok Palu 1 kali)

Hakim Ketua : baik sesuai agenda persidangan 14 hari yang lalu, agenda persidangan hari ini
adalah penyampaian hasil mediasi dan juga penyerahan surat jawaban dari pihak Tergugat.

Hakim Katua : berdasarkan hasil laporan dari pihak mediator Bpk. Andry Eswin Sugandhi
Oetara, SH., MH bahwasannya mediasi yang telah dilakukan tidak mencapai kesepakan.
Kepada saudara Penggugat, apakah benar upaya mediasi tersebut tidak mencapai kesepakan?

KH. Penggugat : benar yang mulia, kita tidak mencapai kesepakan dalam melakukan upaya
mediasi tersebut.

Hakim Katua : kepada pihak tergugat, apakah benar upaya mediasi tersebut tidak mencapai
kesepakatan ?

KH. Tergugat : Benar yang mulia, seperti halnya yang dikatakan pihak penggugat, kami
belum mencapai kesepakatan dalam proses mediasi.
Hakim Ketua : baik karena dalam proses mediasi tidak tercapai suatu kesepakan, maka
persidangan akan dilanjutkan dengan penyerahan surat jawaban oleh Tergugat.

Kepada saudara Penggugat, apakah saudara tetap pada keyakinan anda mengenai surat
gugatan saudara?

KH. Penggugat : Ya, yang mulia kami akan tetap pada pendirian kami.

Hakim katua : baik, Kepada pihak Tergugat, apakah saudara sudah siap dengan surat jawaban
saudara ?

KH. Tergugat : sudah yang mulia

Hakim Katua : Baik, silahkan maju kedepan untuk menyerahkan surat jawaban saudara
beserta salinannya.

(KH. Tergugat maju kemeja majelis Hakim)

Hakim Katua : kepada saudara Penggugat, silahkan maju untuk mengambil salinan surat
jawaban dari pihak Tergugat.

(KH. Penggugat maju kemeja majelis hakim)

Hakim Katua : silahkan kembali.

Hakim Ketua : baik, Kepada saudara Penggugat, apakah perlu surat jawaban Tergugat
dibacakan?

KH. Penggugat : kami rasa tidak perlu yang mulia

Hakim Katua : Apakah saudara ingin menanggapi surat jawaban Tergugat ?

KH. Penggugat : ya, yang mulia, kami akan menanggapinya dalam bentuk reflik.

Hakim katua : berapa lama waktu yang anda butuhkan untuk menyusun surat reflik saudara?

KH. Penggugat : Kami membutuhkan waktu 7 hari untuk menyusun reflik yang mulia.

Hakim Katua : kepada saudara Tergugat, apakah saudara bersepakat dengan apa yang
disampaikan pihak Penggugat ?

KH. Tergugat : kami sepkat yang mulia.


Hakim Katua : baik, berdasarkan kesepakan keduabelah pihak , maka sidang akan ditunda
sampai 7 hari kedepan, untuk memberikan waktu kepada Penggugat dalam menyusun reflik.
Kepada saudra panitera, 7 hari kedepan jatuh pada hari apa dan tanggal berapa?

Panitera : hari senin tanggal 28 maret 2016 yaang mulia

Hakim ketua : tepat pada pukul 9 apakah ada agenda persidangan yang lainnya ?

Panitera : tidak ada yang mulia.

Hakim ketua : Baik, sidang akan ditunda 7 hari kedepan, yaitu pada hari senin tanggal 28
maret 2016 tepat pukul 9 dengan agenda penyerahan reflik dari pihak Penggugat.

Hakim Katua : Baik dengan ini sidang dinyatakan ditutup (tokok palu 1 kali)

Sidang ketiga

Hakim Ketua : Pada hari ini senin tanggal 28 maret 2016 sidang lanjutan perkara perdata
dengan nomor register 04/Pdt.G/2016/PN.RHL dalam pokok perkara perbuatan melawan
hukum antara Jusman Sagala sebagi Penggugat melawan Ramses Marbun sebagai Tergugat.
Dengan agenda penyerahan reflik dari pihak Penggugat, dengan ini sidang dinyatakan dibuka
dan terbuka untuk umum. (tokok Palu 1 kali)

Hakim Ketua : baik sesuai dengan agenda persidangan minggu lalu, agenda persidangan hari
ini adalah penyerahan reflik dari pihak Pengugat.

Hakim katua : baik, Kepada saudara Penggugat, apakah saudara sudah siap dengan reflik
saudara?

KH. Penggugat : siap yang mulia.

Hakim ketua : kepada saudara Tergugat apakah saudara telah menerima salinan reflik dari
pihak Penggugat ?

KH. Tergugat : Kami belum menerimanya yang mulia.

Hakim ketua : Baik, bagi pihak Penggugat, silahkan saudara maju untuk menyerahkan salinan
reflik saudara.
Hakim ketua : kepada pihak Tergugat, silahkan maju untuk menerima salinan reflik dari
pihak Penggugat.

Hakim katua : silahkan kembali.

Hakim Ketua : baik, Kepada saudara tergugat, apakah perlu reflik dari penggugat dibacakan ?

KH. Tergugat : kami rasa tidak perlu yang mulia.

Hakim ketua : apakah saudara ingin menanggapi reflik dari Penggugat ?

KH. Tergugat : ya, yang mulia, kami akan menanggapinya dalam bentuk duplik.

Hakim Ketua : berapa lama waktu yang anda butuhkan untuk menyusun duplik saudara?

KH. Tergugat : kami membutuhkan waktu 14 hari untuk menyusun duplik yang mulia.

KH. Penggugat : kami rasa waktu 14 hari cuku lama yang mulia. Yang saya kira, Pihak
tergugat terkesan mengulur ngulur waktu, jadi menurut kami dalam waktu 7 hari cukup
menyelesaikan duplik yang mulia.

Hakim ketua : kepada saudara tergugat, apakah saudara sepakat dengan waktu yang
disampaikan pihak penggugat

KH. Tergugat : kami sepakat yang mulia.

Hakim ketua : baik, berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak, untuk memberikan waktu
kepada saudara Tergugat dalam menyusun duplik, maka sidang ditunda 7 hari kedepan.
Kepada saudara panitera , 7 hari kedepan jatuh pada hari apa dan tanggal berapa?

Panitera ; hari senin, tanggal 4 april 2016 yang mulia.

Hakim ketua : tepat pada pukul 9 apakah ada agenda sidang yang lainnya?

Panitera : tidak ada yang mulia.

Hakim Ketua : baik, dengan ini sidang dinyatakan ditunda 7 hari kedepan, yaitu pada hari
senin 4 april 2016, dengan agenda penyerahan duplik dari pihak Tergugat.

Haim Ketua : Baiklah dengan ini sidang dinyatakan ditutup.


Sidang keempat

Hakim Ketua : Pada hari ini senin tanggal 4 april 2016 sidang lanjutan perkara perdata
dengan nomor register 04/Pdt.G/2016/PN.RHL dalam pokok perkara perbuatan melawan
hukum antara Jusman Sagala sebagi Penggugat melawan Ramses Marbun sebagai Tergugat.
Dengan agenda penyerahan duplik dari pihak Tergugat, dengan ini sidang dinyatakan dibuka
dan terbuka untuk umum. (tokok Palu 1 kali)

Hakim Ketua : baik sesuai dengan agenda persidangan minggu lalu, agenda persidangan hari
ini adalah penyerahan duflik dari pihak tergugat.

Hakim ketua : baik, kepada pihak Tergugat, apakah saudara sudah siap, dengan duplik
saudara?

KH. Tergugat : sudah yang mulia.

Hakim ketua : baik kepada saudara tergugat, silahkan saudar maju untuk menyerahkan duplik
saudara.

Hakim ketua : kepada saudara Penggugat, apakah perlu duplik dari saudara Tergugat
dibacakan.

KH. Penggugat : kami rasa tidak perlu yang mulia.

Hakim ketua : baik, karena proses jawab menjawab telah selesai, maka sidang akan
dilanjutkan dengan pembuktian. Kepada saudara Penggugat alat bukti apa saja yang akan
saudara ajukan.

KH. Penggugat : kami akan menyerahkan alat bukti tertulis dan keterangan saksi yang mulia.

Hakim ketua : apakah alat bukti saudara sudah siap ?

KH. Penggugat : kami belum siap dengan alat bukti kami yang mulia.

Hakim ketua : berapa lama waktu yang anda butuhkan untuk menyiapkan alat bukti saudara.

KH. Penggugat : kami membutuhkan waktu 7 hari yang mulia, mengingat alat bukti itu
sangat penting dalam persidangan.

Hakim ketua : kepada saudara tergugat, apakah saudara sepakat dengan apa yang
disampaikan pihak penggugat.
Kh. Tergugat : kami sepakat yang mulia.

Hakim ketua : baik karena para pihak telah sepakat dengan waktu 7 hari yang telah
ditentukan, maka sidang ditunda 7 hari kedepan.

Kepada saudara panitera 7 hari kedepan jatuh pada hari apa dan tanggal berapa?

Panitera : jatuh pada hari senin tanggal 11 april 2016, yang mulia

Hakim ketua : tepat pada pukul 9 apakah, ada agenda lain

Panitera : tidak ada yang mulia

Hakim ketua : baiklah dengan ini sidang dinyatakan ditunda sampai 7 hari mendatang, yaitu
pada hari senin tanggal 11 april 2016 tepat pada pukul 9, dengan agenda penyerahan alat
bukti dari saudara penggugat.

Hakim ketua : baik dengan ini sidang dinyatakan ditutup. (tokok palu 1 kali)

Sidang kelima :

Hakim Ketua : Pada hari ini senin tanggal 11 april 2016 sidang lanjutan perkara perdata
dengan nomor register 04/Pdt.G/2016/PN.RHL dalam pokok perkara perbuatan melawan
hukum antara Jusman Sagala sebagi Penggugat melawan Ramses Marbun sebagai Tergugat.
Dengan agenda penyerahan alat bukti dari pihak Penggugat, dengan ini sidang dinyatakan
dibuka dan terbuka untuk umum. (tokok Palu 1 kali)

Hakim Ketua : baik sesuai dengan agenda persidangan minggu lalu, agenda persidangan hari
ini adalah penyerahan, pemeriksaan alat bukti dari pihak Pengugat.

Hakim ketua : kepada saudara Penggugat, apakah saudara sudah siap dengan alat bukti
saudara ?

KH. Penggugat : siap yang mulia.

Hakim ketua : alat bukti apa saja yang akan saudara ajukan ?

KH. Penggugat : kami mengajukan alat bukti tertulis yang mulia.

Hakim ketua : baik, silahkan saudara maju kedepan untuk menunjukkan alat bukti saudara.
Hakim ketua : Kepada saudara tergugat, silahkan saudara maju kedepan untuk memeriksa
alat bukti tertulis dari pihak penggugat.

Hakim ketua : kepada saudara penggugat, apakah saudara akan mengajukan alat bukti lain?

KH. Penggugat : iya yang mulia, kami akan menghadirkan para saksi yang mulia.

Hakim ketua : berapa orang saksi yang akan saudara hadirkan ?

KH. Penggugat : 2 orang yang mulia.

Hakim ketua : baik, apakah saudara saudara sudah siap dengan saksi saudara ?

KH. Penggugat : siap yang mulia.

Hakim ketua : silahkan saudara hadirkan saksi kedalam ruang sidang

KH. Penggugat : ya yang mulia.

Hakim ketua : kepada saudara saksi, apakah saudara mengerti maksud dan tujuan saudara
dihadirkan dalam persidangan ini ?

Saksi. P. 1 : mengerti yang mulia.

Hakim ketua : apakah saudara sudah siap bersaksi untuk persidangan hari ini

Saksi. P.1 : siap yang mulia

Hakim ketua : baik, silahkan saudara maju kedepan untuk memperlihatkan kartu identitas
saudara.

Hakim ketua : baik, kepada saksi 1, nama saudara, tempat tanggal lahir, alamat, agama,
pekerjaan, kewarganegaraan indonesi, apakah benar?

Saksi. P. 1 : benar yang mulia.

Hakim ketua : kepada saudara saksi, apakah saudara bersedia untuk disumpah ?

Saksi. P. 1 : bersedia yang mulia

Hakim ketua : baik, karena saudara saksi sekalian beragama islam, maka sumpah akan
dilakukan menurut aturan agam islam.
Hakim ketua : dipersilahkan kepada saksi untuk maju kedepan, untuk di ambil sumpahnya

Hakim ketua : kepada hakim anggota 1 dipersilahkan untuk membackan sumpahnya.

Hakim Anggota 1 : baik, terimakasih yang mulia, kepada saudara saksi, silahkan saudara
ikuti dan dengarkan kata kata saya. Bismillahirohmanirohim, Demi allah saya bersumpah,
bahwa saya akan memberikan keterangan sebenar benarnya, dan tidak lain dari yang sebenar
benarnya. Baik silahkan duduk kembali.

Hakim katua : baiklah saudara saksi, saudara saksi telah diambil sumpahnya, oleh karena itu
saudara saksi harus memberikan keterangan yang sebenar benarnya, apa bila saudara saksi
memberikan keterangan palsu, saudara dapat dituntut berdsarkan pasal 242 KUHP karena
telah memberikan keterangan palsu. Apakah saudara mengerti ?

Saksi. P. 1: mengerti yang mulia.

Hakim ketua : baik, kepada saudara saksi, diharapkan tidak tegang dalam memberikan
kesaksian. Kepada saudara saksi, apakah saudara dalam keadaan sehat, jasmani, dan rohani ?

Saksi. P. 1 : ya, saya dalam keadaan sehat jasmani dan rohani yang mulia

Hakim ketua : apakah saudara dipaksa dalam memberikan kesaksian?

Saksi. P. 1 : tidak yang mulia.

Hakim ketua : baik, kepada saudara saksi, apakah saudara mengenal saudara jusman sagala ?

Saksi. P. 1 : ya saya mengenalnya yang mulia

Hakim ketua : apakah saudara memiliki hubungan darah atau hubungan kluarga kepada
saudara jusman sagala.

Saksi. P. 1 : tidak yang mulia.

Hakim Ketua : baik, kepada saudara saksi, apakah saudara mengetahui objek sengketa
perkara ini?

Saksi. P. 1 : Ya yang mulia, saya mengetahui objek sengketa perkara ini, yaitu satu bidang
tanah pertanian/perkebunan yang terletak di RT. 02 RW. 02 Dsn. Pondok Pulau, Kep.
Tanjung Medan, Kec. Tanjung Medan, Kab. Rokan Hilir.
Hakim ketua : apakah anda salah satu dari anggota jusman sagala?

Saksi. P. 1 : tidak yang mulia, saya pernah menjabat sebagai Sekretaris Desa Tanjung Medan

Hakim ketua : sejak kapan anda menjabat sebagai sekretaris desa tanjung medan ?

Saksi. P. 1 : saya menjabat sebagai sekretaris desa tanjung medan sejak tanggal 10 maret
1992 sampai dengan bulan November 2005.

Hakim ketua : apa tugas saudara sebagai sekretaris desa tanjung medan?

Saksi. P. 1 : bahwa tugas saya mengurus administrasi desa, surat menyurat dan lain lain yang
berhubungan dengan urusan masyarakat.

Hakim ketua : saudara saksi, apakah anda mengetahui berapa luas tanah yang dimiliki
kelompok Penggugat atau kelompok Jusman Sagala?

Saksi. P. 1 ; ya, saya mengetahui yang mulia, bahwa luas tanah yang yang dimiliki kelompok
Penggugat atau kelompok jusman sagala yaitu 200 hektar tanah perkebunan milik penggugat
atau kelompok Jusman sagala.

Hakim ketua : baik, pertanyaan dari saya cukup, apakah dari hakim anggota 1 ada
pertanyaan?

Hakim anggota 1 : baik, terimakasih yang mulia, kepada saudara saksi tadi anda berkata
bahwa anda mengetahui luas tanah milik penggugat atau kelompok jusman sagala, berapa
luas objek yang bersengketa dalam perkara ini?

Saksi. P. 1 : luas objek yang bersengketa adalah bagian dari tanah yang 200 hektar tersebut
dan yang kuasai oleh tergugat yaitu sekita 30 hektar yang batas batasnya yaitu sebelah timur
berbatasan dengan jl. Lintas pondok pulau ke pondok cabe, sebelah barat berbatasan dengan
parit bekoan di balik parit bekoan tanah penggugat jusman sagala, sebelah utara dengan tanah
suwandi, misdar, wagino, dan sumardi, sebelah selatan dengan parit bekoan dibaliknya tanah
pendeta saut banjar nahor.

Hakim Anggota 1 : baik, apakah ada tanaman diatas objek perkara tersebut ? jika ada siapa
yang menanamnya ?

Saksi. P. 1 : ada majelis hakim, diatas objek perkara tersebut adalah pohon kelapa sawit, dan
yang menanam pohon kelapa sawit tersebut adalah kelompok jusman sagala.
Hakim anggota 1 : baik, terimaksih. Cukup yang mulia.

Hakim ketua : baik, kepada hakim angota 2 apakah ada pertanyaan

Hakim anggota 2 : baik, terimakasih yang mulia. Saudara saksi, tadi saudara berkata bahwa
yang menanan pohon kelapa sawit tersebut adalah kelompok jusman sagala. Apakah pihak
tergugat ada menanam pohon kelapa sawit juga di atas tanah objek perkara?

Saksi. P. 1 : ada yang mulia, tergugat juga menanan pohon kelapa sawit di atas tanah objek
perkara.

Hakim Anggota 2 : apakah saudara mengetahui tindakan apa yang dilakukan kelompok
jusman sagala setelah mengetahu bahwa tergugat, atau ramses marbun juga menanam pohon
kelapa sawit di objek tersebut .

Saksi. P.1 : pihak penggugat tidak melarangnya secara langsung majelis hakim, tetapi
melaporkan ke penghulu tanjung medan membuat surat melarang tergugat, supaya tergugat
tidak menggarap tanah objek perkara tersebut, sebelum ada penyelesaiannya, tetapi tidak di
indahkan oleh tergugat.

Hakim anggota 2 : baik terimakasih. Cukup yang mulia.

Hakim ketua :baik, kepada pihak Penggugat, apakah ada yang ingin ditanyakan kepada saksi?

KH. Penggugat : ada yang mulia. Saudara saksi, apakah anda mengetahui bukti surat apa
yang dimiliki penggugat?

Saksi.P.1 : saya mengetahui yang mulia, bahwa penggugat mempunyai alas hak atau surat
kepemilikannya atas tanah tersebut berupa SKRPT (surat keterangan riwayat
pemilik/penguasaan tanah) dan SKGR (surat keterangan ganti rugi) yang diterbitkan oleh
Kepala desa atau penghulu.

KH. Penggugat : cukup yang mulia.

Hakim ketua : baik, kepada pihak tergugat apakah ada yang ingin ditanyakan kepada saksi?

KH. Tergugat : ada yang mulia. Saudara saksi, bagaimana prosedur agar dapat izin untuk
memiliki objek tersebut ?
Saksi. P.1 : prosedurnya adalah, dapat izin terlebih dahulu dari kepala desa atau penghulu,
setelah itu tanah dibersihkan atau di imas tumbangkan, setelah dibersihkan di tanami dan baru
diurus surat riwayat penguasaan/pemilikan tanah (SKRPT) dengan membayar biaya
administrasi sebesar Rp. 250.000,- pada waktu itu perpancang atau perdua hektar

KH. Tergugat : apakah saudara tidak ada mengeluarkan atau membuat ataupun
menandatangani surat surat mengenai tanah objek perkara untuk dan atas nama tergugat ?

Saksi. P.1 : tidak ada pak.

KH. Tergugat : cukup yang mulia.

Hakim ketua : baiklah, terimakasih, atas keterangan yang saudara berikan. Keterangan
saudara sangat membantu jalannya proses persidangan. Namun apabila sewaktu waktu kami
membutuhkan keterangan lanjutan, apakah saudara bersedia menghadiri persidangan
selanjutnya ?

Saksi P 1; bersedia yang mulia.

Hakim ketua : baiklah, terimakasih, kepada saudara saksi penggugat, saudara dapat
meninggalkan ruang sidang ini, namun terlebih dahulu saudara dapat mengambil kartu
identitas saudraa.

Hakim ketua : baiklah kepada saudara saksi 2, silahkan dihadirkan.

KH. Penggugat : kepada saudara saksi 2, silahkan masuk kedalam ruang sidang.

Hakim ketua : kepada saudara saksi, apakah saudara mengerti maksud dan tujuan saudara
dihadirkan dalam persidangan ini ?

Saksi. P. 2 : mengerti yang mulia.

Hakim ketua : apakah saudara sudah siap bersaksi untuk persidangan hari ini

Saksi. P.2 : siap yang mulia

Hakim ketua : baik, silahkan saudara maju kedepan untuk memperlihatkan kartu identitas
saudara.

Hakim ketua : baik, kepada saksi, nama saudara, tempat tanggal lahir, alamat, agama,
pekerjaan, kewarganegaraan indonesi, apakah benar?
Saksi. P. 2 : benar yang mulia.

Hakim ketua : kepada saudara saksi, apakah saudara bersedia untuk disumpah ?

Saksi. P. 2 : bersedia yang mulia

Hakim ketua : baik, karena saudara saksi sekalian beragama islam, mkaka sumpah akan
dilakukan menurut aturan agam islam.

Hakim ketua : dipersilahkan kepada saksi untuk maju kedepan, untuk di ambil sumpahnya

Hakim ketua : kepada hakim anggota 1 dipersilahkan untuk membackan sumpahnya.

Hakim Anggota 1 : baik, terimakasih yang mulia, kepada saudara saksi, silahkan saudara
ikuti dan dengarkan kata kata saya. Bismillahirohmanirohim, Demi allah saya bersumpah,
bahwa saya akan memberikan keterangan sebenar benarnya, dan tidak lain dari yang sebenar
benarnya. Baik silahkan duduk kemabali.

Hakim katua : baiklah saudara saksi, saudara saksi telah diambil sumpahnya, oleh karena itu
saudara saksi harus memberikan keterangan yang sebenar benarnya, apa bila saudara saksi
memberikan keterangan palsu, saudara dapat dituntut berdsarkan pasal 242 KUHP karena
telah memberikan keterangan palsu. Apakah saudara mengerti ?

Saksi. P. 2 : mengerti yang mulia.

Hakim ketua : baik, kepada saudara saksi, diharapkan tidak tegang dalam memberikan
kesaksian. Kepada saudara saksi, apakah saudara dalam keadaan sehat, jasmani, dan rohani ?

Saksi. P. 2 : ya, saya dalam keadaan sehat jasmani dan rohani yang mulia

Hakim ketua : apakah saudara dipaksa dalam memberikan kesaksian?

Saksi. P. 2 : tidak yang mulia.

Hakim ketua : baik, kepada saudara saksi, apakah saudara mengenal saudara jusman sagala ?

Saksi. P. 2 : ya saya mengenalnya yang mulia

Hakim ketua : apakah saudara memiliki hubungan darah atau hubungan kluarga kepada
saudara jusman sagala.

Saksi. P. 2 : tidak ada yang mulia.


Hakim ketua : baik, saudara saksi, apakah saudara mengetahui bahwa penggugat mempunyai
lahan perkebunan seluas 200 hektar yang terletak di RT. N02 RW. 02 Dsn. Pondok Pulau,
Kep. Tanjung Medan, Kec. Tanjung Medan, Kab. Rokan hilir ?

Saksi. P. 2 : saya mengetahu yang mulia.

Hakim ketua : baik, kepada saudara saksi, keterangan apa yang akan anda berikan untuk
kesaksian dalam perkara ini ?

Saksi. P. 2 : saya pernah bekerja merintis membuka lahan tersebut untuk kelompok jusman
sagala yang mulia. Kemudian melakukan minas tumbang dan pembersihan lahan dan juga
membeko jalan dan parit sekeliling lahan pada tahun 2003 dengan menggunakan excavator.
Kemudian saya bersama 3 teman saya memulai merintis lahan perkebunan milik kelompok
jusman sagala pada tahun 1996.

Hakim ketua : baik terimaksih. Apakah ada pertanyaan dari hakim anggota 1 ?

Hakim anggota 1 : ada yang mulia, saudara saksi, anda bilang tadi anda pernah bekerja
dengan saudara jusman sagala dati tahun 1996, berapa upah yang anda terima dari penggugat
atau saudara jusman sagala?

Saksi. P. 2 : benar majelis hakim, upah yang saya terima yaitu Rp. 100.000,- perpanjang atau
per dua hektar.

Hakim anggota 1 : sejak tahun berapa objek sengketa antara penggugat dan tergugat terjadi?

Saksi. P. 2 : sengketa antara penggugat dan tergugat terjadi sejak tahun 2005 lalu, sejak
tergugat mulai memasuki dan menguasai lahan kelompok jusman sagala tersubut.

Hakim anggota 1 : baik, cukup yang mulia.

Hakim ketua : baik, apakah dari hakim anggota 2 ada yang ingin ditanyakan kepada saudara
saksi ?

Hakim anggota 2 : ada yang mulia. Baik, saudara saksi, apakah di atas objek tersebut, ada
kelompok lain yang melakukan kegiatan, seperti menimas tumbang, selain kelompok jusman
sagala?

Saksi. P. 2 : ada yang mulia, yaitu kelompok MT. Limbong, setelah kelompok jusman sagala.
Hakim anggota 2 : apakah tergugat termasuk kedalam kelomok jusman sagala?

Saksi. P. 2 : setahu saya tidak majelis hakim.

Hakim anggota 2 : baik, cukup yang mulia.

Hakim ketua : baik, apakah dari pihak penggugat ada yang ingin ditanyakan kepada saudara
saksi?

KH. Penggugat : ada yang mulia. Saudara saksi, apakah ada surat yang mengatas namakan
tergugat untuk objek perkara tersebu seperti surat keterangan riwayat pemilikan/penguasaan
tanah (SKRPT)?

Saksi. P. 2 : setahu saya tidak ada pak

KH. Penggugat : cukup yang mulia.

Hakim ketua : baik, apakah dari pihak tergugat ada yang ingin dikatakan kepada saudara
saksi ?

KH. Tergugat : ada yang mulia. Saudra saksi, apakah penggugat atau jusman sagala ada atau
pernah menjual tanah tersebut?

Saksi. P. 2 : ada pak, pada tahun 2002 kepada pak martin, lebih kurang 100 hektar.

KH. Tergugat : cukup yang mulia

Hakim ketua : baiklah, terimakasih, atas keterangan yang saudara berikan. Keterangan
saudara sangat membantu jalannya proses persidangan. Namun apabila sewaktu waktu kami
membutuhkan keterangan lanjutan, apakah saudara bersedia menghadiri persidangan
selanjutnya ?

Saksi P 2; bersedia yang mulia.

Hakim ketua : baiklah, terimakasih, kepada saudara saksi penggugat, saudara dapat
meninggalkan ruang sidang ini, namun terlebih dahulu saudara dapat mengambil kartu
identitas saudraa.

Hakim ketua : kepada saudara tergugat, apakah saudara sudah siap dengan alat bukti saudara?

Kh. Tergugat : belum yang mulia, kami meminta waktu 7 hari untuk menyiapkannya.
Hakim ketua : baik, kami berikan waktu kepada pihak tergugat, untuk menyelesaikan
penyusunan alat bukti saudara, dalam persidangan selanjutnya. Dan sidang ditunda 7 hari
kedepan untuk menyelesaikan alat bukti saudara.

Hakim ketua : kepada saudara oanitera 7 hari kedepan jatuh pada hari apa dan tanggal berapa

Panitera : hari senin, tanggal 18 april 2016 yang mulia

Hakim ketua : baiklah, dengan ini sidang dinyataklan ditunda untuk 7 hari kedepan, dengan
agenda penyampaian alat bukti dari pihak tergugat.

Hakim ketua : baiklah dengan ini sidang dinyatakan ditutup. (tokok palu 1 kali)

Sidang ke 6

Hakim Ketua : Pada hari ini senin tanggal 18 april 2016 sidang lanjutan perkara perdata
dengan nomor register 04/Pdt.G/2016/PN.RHL dalam pokok perkara perbuatan melawan
hukum antara Jusman Sagala sebagi Penggugat melawan Ramses Marbun sebagai Tergugat.
Dengan agenda penyerahan bukti dari pihak Penggugat, dengan ini sidang dinyatakan dibuka
dan terbuka untuk umum. (tokok Palu 1 kali)

Hakim Ketua : baik sesuai dengan agenda persidangan minggu lalu, agenda persidangan hari
ini adalah pemeriksaan alat bukti yang diajukan dari pihak tergugat.

Hakim ketua : kepada saudara Tergugat, apakah saudara sudah siap dengan alat bukti
saudara ?

KH. Tergugat : siap yang mulia.

Hakim ketua : alat bukti apa saja yang akan saudara ajukan ?

KH. Tergugat : kami mengajukan alat bukti tertulis yang mulia.

Hakim ketua : baik, silahkan saudara maju kedepan untuk menunjukkan alat bukti saudara.

Hakim ketua : Kepada saudara Penggugat, silahkan saudara maju kedepan untuk memeriksa
alat bukti tertulis dari pihak tergugat.

Hakim ketua : kepada saudara tergugat, apakah saudara akan mengajukan alat bukti lain?
KH. tergugat : iya yang mulia, kami akan menghadirkan para saksi yang mulia.

Hakim ketua : berapa orang saksi yang akan saudara hadirkan ?

KH. tergugat : 2 orang yang mulia.

Hakim ketua : baik, apakah saudara saudara sudah siap dengan saksi saudara ?

KH. tergugat : siap yang mulia.

Hakim ketua : silahkan saudara hadirkan saksi kedalam ruang sidang

KH. tergugat : ya yang mulia.

Hakim ketua : kepada saudara saksi, apakah saudara mengerti maksud dan tujuan saudara
dihadirkan dalam persidangan ini ?

Saksi. T. 1 : mengerti yang mulia.

Hakim ketua : apakah saudara sudah siap bersaksi untuk persidangan hari ini

Saksi. T.1 : siap yang mulia

Hakim ketua : baik, silahkan saudara maju kedepan untuk memperlihatkan kartu identitas
saudara.

Hakim ketua : baik, kepada saksi, nama saudara, tempat tanggal lahir, alamat, agama,
pekerjaan, kewarganegaraan indonesi, apakah benar?

Saksi. T. 1 : benar yang mulia.

Hakim ketua : kepada saudara saksi, apakah saudara bersedia untuk disumpah ?

Saksi. T. 1 : bersedia yang mulia

Hakim ketua : baik, karena saudara saksi beragama islam, mkaka sumpah akan dilakukan
menurut aturan agam islam.

Hakim ketua : dipersilahkan kepada saksi untuk maju kedepan, untuk di ambil sumpahnya

Hakim ketua : kepada hakim anggota 1 dipersilahkan untuk membackan sumpahnya.


Hakim Anggota 1 : baik, terimakasih yang mulia, kepada saudara saksi, silahkan saudara
ikuti dan dengarkan kata kata saya. Bismillahirohmanirohim, Demi allah saya bersumpah,
bahwa saya akan memberikan keterangan sebenar benarnya, dan tidak lain dari yang sebenar
benarnya. Baik silahkan duduk kemabali.

Hakim katua : baiklah saudara saksi, saudara saksi telah diambil sumpahnya, oleh karena itu
saudara saksi harus memberikan keterangan yang sebenar benarnya, apa bila saudara saksi
memberikan keterangan palsu, saudara dapat dituntut berdsarkan pasal 242 KUHP karena
telah memberikan keterangan palsu. Apakah saudara mengerti ?

Saksi. T. 1: mengerti yang mulia.

Hakim ketua : baik, kepada saudara saksi, diharapkan tidak tegang dalam memberikan
kesaksian. Kepada saudara saksi, apakah saudara dalam keadaan sehat, jasmani, dan rohani ?

Saksi. T. 1 : ya, saya dalam keadaan sehat jasmani dan rohani yang mulia

Hakim ketua : apakah saudara dipaksa dalam memberikan kesaksian?

Saksi. T. 1 : tidak yang mulia.

Hakim ketua : baik, kepada saudara saksi, apakah saudara mengenal saudara ramses marbun?

Saksi. T. 1 : ya saya mengenalnya yang mulia

Hakim ketua : apakah saudara memiliki hubungan darah atau hubungan kluarga kepada
saudara ramses

Saksi. T. 1 : tidak yang mulia.

Hakim Ketua : baik, kepada saudara saksi, apakah saudara pernah bekerja dengan saudara
tergugat ?

Saksi. T. 1 : iya yang mulia, saya pernah bekerja dengan tergugat, untuk membuka lahan
seluas 3 hektar, dengan menimas tumbang, menebang dan membakar hutan untuk dijadikan
kebun di pondok cabe, desa tanjung medan, yang bekerja saat itu kami ada 3 orang, buyung
dan limbong.

Hakim ketua : pada saat anda bekerja dengan penggugat, bagaimana keadaan tanah di lokasi
tersebut ?
Saksi. T. 1 : pada saat itu lokasi tanah masih berupa hutan lebat, pohon kayu besar dan tidak
ada akses melalui darat untuk menuju ke lokasi tersebut, pada saat itu kami menuju kesana
menggunakan perahu/bot.

Hakim ketua : baik terimakasih. Dari hakim anggota 1 apakah ada yang ingin ditanyakan?

Hakim anggota 1 : baik, terimaksih yang mulia. Saudara saksi, berapa lama saksi
mengerjakan tanah tersebut ?

Saksi. T. 1 : sekitar 3 bulan, dan setelah 2 bulan nimas tumbang lahan tersebut dikeringkan,
dan kemudian dibakar.

Hakim anggota 1 : berapa upah yang diberi tergugat kepada saudara ?

Saksi. T. 1 : Rp. 150.000,- majelis hakim

Hakim anggota 1 : cukup yang mulia

Hakim ketua : kepada hakim anggota 2

Hakim anggota 2 : baik, terimakasih yang mulia. Saudra saksi, apakah setelah saudra
mengerjakan lahan tersebut, saudara ada kembali kelahan tersebut untuk melihatnya, dan
apakak saudara tergugat tidak pernah mengatakan kepemilikan lahan tersebut?

Saksi. T. 1 : ada majelis hakim, saya diajak oleh saudara Mangara Tompang Limbong. Dan
tergugat tidak pernah mengatakan tanah tersebut milik siapa majelis hakim.

Hakim anggota 2 : cukup yang mulia.

Hakim ketua : baik, dari pihak tergugat apakah ada yang ingin ditanyakan kepada saudara
saksi?

KH. Tergugat : ada yang mulia. Saudara saksi, saudara bekerja dilahan tersebut, atas
keinginan saudara atau ada yang mengajak saudara?

Saksi. T. 1 : saya bekerja disana karena diajak saudara Mangara Tompang Limbong pak.

KH. Tergugat : apakah saudara mangara tompang limbong ada mengatakan bahwa lahan
tersebut itu milik siapa?

Saksi. T. 1 : ada pak, dia mengatakan, inilah lahan milik pak marbun atau tergugat
KH. Tergugat : cukup yang mulia

Hakim ketua : baik, dari pihak penggugat apakah ada yang ingin ditanyakan kepada saudara
saksi?

KH. Penggugat : ada yang mulia. Saudara saksi, apakah saudara mengetahui letak lahan
tersebut terletak di kepenghuluan apa,?

Saksi. T. 1 : saya tidak mengetahui lahan tersebut terletak di kepenghuluan mana pak, namun
saya mengingat letak lokasi tersebut.

KH. Penggugat : saudara saksi, apakah saudra mengetahui berap luas objek tersebut? Dan
apakah saudara pernah melihat surat suratnya?

Saksi. T. 1 : luas tanah milik tergugat seluas 30 hektar, dan saya tidak pernah melihat surat
suratnya pak.

KH. Penggugat : cukup yang mulia.

Hakim ketua : baik, terimakasih.

Hakim ketua : baiklah, terimakasih, atas keterangan yang saudara berikan. Keterangan
saudara sangat membantu jalannya proses persidangan. Namun apabila sewaktu waktu kami
membutuhkan keterangan lanjutan, apakah saudara bersedia menghadiri persidangan
selanjutnya ?

Saksi T. 1; bersedia yang mulia.

Hakim ketua : baiklah, terimakasih, kepada saudara saksi penggugat, saudara dapat
meninggalkan ruang sidang ini, namun terlebih dahulu saudara dapat mengambil kartu
identitas saudraa.

Hakim ketua : baiklah kepada saudara saksi 2, silahkan dihadirkan.

KH. Penggugat : kepada saudara saksi 2, silahkan masuk kedalam ruang sidang.

Hakim ketua : kepada saudara saksi, apakah saudara mengerti maksud dan tujuan saudara
dihadirkan dalam persidangan ini ?

Saksi. T. 2 : mengerti yang mulia.


Hakim ketua : apakah saudara sudah siap bersaksi untuk persidangan hari ini

Saksi. T.2 : siap yang mulia

Hakim ketua : baik, silahkan saudara maju kedepan untuk memperlihatkan kartu identitas
saudara.

Hakim ketua : baik, kepada saksi, nama saudara, tempat tanggal lahir, alamat, agama,
pekerjaan, kewarganegaraan indonesi, apakah benar?

Saksi. T. 2 : benar yang mulia.

Hakim ketua : kepada saudara saksi, apakah saudara bersedia untuk disumpah ?

Saksi. T. 2 : bersedia yang mulia

Hakim ketua : baik, karena saudara saksi sekalian beragama islam, mkaka sumpah akan
dilakukan menurut aturan agam islam.

Hakim ketua : dipersilahkan kepada saksi untuk maju kedepan, untuk di ambil sumpahnya

Hakim ketua : kepada hakim anggota 1 dipersilahkan untuk membackan sumpahnya.

Hakim Anggota 1 : baik, terimakasih yang mulia, kepada saudara saksi, silahkan saudara
ikuti dan dengarkan kata kata saya. Bismillahirohmanirohim, Demi allah saya bersumpah,
bahwa saya akan memberikan keterangan sebenar benarnya, dan tidak lain dari yang sebenar
benarnya. Baik silahkan duduk kemabali.

Hakim katua : baiklah saudara saksi, saudara saksi telah diambil sumpahnya, oleh karena itu
saudara saksi harus memberikan keterangan yang sebenar benarnya, apa bila saudara saksi
memberikan keterangan palsu, saudara dapat dituntut berdsarkan pasal 242 KUHP karena
telah memberikan keterangan palsu. Apakah saudara mengerti ?

Saksi. T. 2 : mengerti yang mulia.

Hakim ketua : baik, kepada saudara saksi, diharapkan tidak tegang dalam memberikan
kesaksian. Kepada saudara saksi, apakah saudara dalam keadaan sehat, jasmani, dan rohani ?

Saksi. T. 2 : ya, saya dalam keadaan sehat jasmani dan rohani yang mulia

Hakim ketua : apakah saudara dipaksa dalam memberikan kesaksian?


Saksi. T. 2 : tidak yang mulia.

Hakim ketua : baik, kepada saudara saksi, apakah saudara mengenal saudara ramses marbun?

Saksi. T. 2 : ya saya mengenalnya yang mulia

Hakim ketua : apakah saudara memiliki hubungan darah atau hubungan kluarga kepada
saudara ramses marbun.

Saksi. T. 2 : tidak ada yang mulia.

Hakim ketua : baik, saudara saksi, apakah saudara memiliki jabatan di desa pondok cabe?

Saksi. T. 2 : iya yang mulia, saya kepada dusun pondok cabe tanjung medan dari tahun 2013
sampai dengan sekarang.

Hakim ketua : apakah saudara tau apa yang diperkarakan oleh penggugat dan tergugat?

Saksi. T. 2 : iya yang mulia, saya mengetahuinya, yaitu satu bidang tanah yang terletak
dipondok cabe desa tanjung medan.

Hakim ketua : apakah saudara tahu letak objek sengketa tersebut ?

Saksi. T. 2 : ya, saya mengetahuinya yang mulia, karena jarak objek sengketa dengan tempat
tinggal saya kira kira 2 km.

Hakim ketua : baik, kepada hakim anggota 1 apakah ada yang ingin ditanyakan

Hakim anggota 1 : baik, terimakasih yang mulia. Saudara saksi, apakah saudara berada di
kantor kec. Tanjung medan pada saat mediasi antara penggugat dan tergugat dilakukan?

Saksi. T. 2 : ya majelis hakim, saya berada disana

Hakim anggota 1 : apakah saudara tahu akhir dari mediasi tersebut?

Saksi. T. 2 : saya tidak mengetahuinya majelis hakim

Hakim anggota 1 : apakah saudara mengetahui mengenai surat larangan yang di keluarkan
dari kantor kec. Tanjung medan?

Saksi. T. 2 : saya tidak mengetahuinya majelis hakim

Hakim anggota 1 : baik, cukup yang mulia.


Hakim ketua : baik, hakim anggota 2

Hakim anggota 2 : baik, terimaksih yang mulia. Saudara saksi, apakah saudra mengetahui
darimana penggugat memperoleh lahan tersebut?

Saksi. T. 2 : setau saya tergugat mendapatkan lahan tersbut dari menimas tumbanhg sendiri
majelis hakim.

Hakim anggota 2 : saat membuka lahan tersebut, ada tidak penggugat meminta izin kepada
pihak desa?

Saksi. T. 2 : saya tidak tahu majelis hakim.

Hakim anggota 2 : cukup yang mulia

Hakim ketua : baik, kepada pihak tergugat apakah ada yang ingin tanyakan kepada saudara
saksi ?

KH. Tergugat : ada yang mulia. Saudara saksi, apakah ada surat surat yang dikeluarkan oleh
pihak desa tentang kepemilikan tanah tersebut?

Saksi. T. 2 : setau saya belum ada surat surat tentang kepemilikan tanah yang dikeluarkan
oleh kepala desa/ penghulu mengenai tanah tergugat yang jadi objek perkara sekarang pak.

KH. Tergugat : cukup yang mulia.

Hakim ketua : baik, kepada pihak penggugat apakah ada yang ingin ditanyakan kepada
saudara saksi?

KH. Penggugat : ada yang mulia. Saudara saksi, bagaimana prosedur untuk melakukan nimas
tumbang dalam lahan tersebut

Saksi. T. 2 : sebelum nimas tumbang harus lapor ke kepala desa/pengghulu untuk mengambil
pancangan dan mengurus administrasi yang dikeluarkan oleh penghulu/kepala desa.

KH. Penggugat : cukup yang mulia.

Hakim ketua : baik, terimakasih.

Hakim ketua : baiklah, terimakasih, atas keterangan yang saudara berikan. Keterangan
saudara sangat membantu jalannya proses persidangan. Namun apabila sewaktu waktu kami
membutuhkan keterangan lanjutan, apakah saudara bersedia menghadiri persidangan
selanjutnya ?

Saksi T. 1; bersedia yang mulia.

Hakim ketua : baiklah, terimakasih, kepada saudara saksi tergugat, saudara dapat
meninggalkan ruang sidang ini, namun terlebih dahulu saudara dapat mengambil kartu
identitas saudraa.

Hakim ketua : baik, karena telah berakhirnya agenda pemeriksaan saksi, maka sidang
selanjutnya adalah kesimpulan dari para pihak, sidang ditunda 7 hari kedepan untuk
menyelesaikan kesimpulan dari para pihak.

Hakim ketua : kepada saudara panitera 7 hari kedepan jatuh pada hari apa dan tanggal berapa

Panitera : hari senin, tanggal 25 april 2016 yang mulia

Hakim ketua : baiklah, dengan ini sidang dinyataklan ditunda untuk 7 hari kedepan, dengan
agenda penyerahan kesimpulan dari pihak penggugat maupun tergugat.

Hakim ketua : baiklah dengan ini sidang dinyatakan ditutup. (tokok palu 1 kali)

Sidang ke 7

Hakim Ketua : Pada hari ini senin tanggal 25 april 2016 sidang lanjutan perkara perdata
dengan nomor register 04/Pdt.G/2016/PN.RHL dalam pokok perkara perbuatan melawan
hukum antara Jusman Sagala sebagi Penggugat melawan Ramses Marbun sebagai Tergugat.
Dengan agenda penyerahan kesimpulan dari para pihak, dengan ini sidang dinyatakan dibuka
dan terbuka untuk umum. (tokok Palu 1 kali)

Hakim Katua : Panitera hadirkan para pihak kedalam ruang sidang.

Panitera : bagi para pihak dipersilahkan memasuki ruang sidang.

Hakim Ketua : baik sesuai dengan agenda persidangan minggu lalu, agenda persidangan hari
ini adalah penyerahan kesimpulan dari para pihak.

Hakim ketua : kepada saudara penggugat, apakah saudara sudah siap dengan kesimpulan
saudara ?
KH. Penggugat : siap yang mulia

Hakim ketua : kepada saudara tergugat, apakah saudara sudah siap dengan kesimpulan
saudara ?

Kh. Tergugat : siap yang mulia

Hakim ketua : baik, kepada saudara penggugat dan saudara tergugat silahkan saudara maju
untuk menyerahkan kesimpulan saudara dan kemudian untuk saling memeriksa.

Hakim ketua : silahkan kepada hakim anggota 1 untuk meanjutkan.

Hakim anggota 1 : kepada pihak penggugat, apakah ada yang ingin disampaikan sebelum
putusan pengadilan

KH. Penggugat : ada majelis hakim

Hakim anggota 1 : silahkan

KH. Penggugat : mohon majelis hakim dalam mengadili dan memberi putusan yang seadil
adilnya

Hakim anggota 1 : baik, kepada pihak tergugat, apakah ada yang ingin disampaikan sebelum
putusan pengadilan.

KH. Tergugat : ada yang mulia. Seperti halnya pihak penggugat kamipun menuntut majelis
hakim untuk memberikan putusan yang seadil adilnya.

Hakim anggota 1, cukup yang mulia.

Hakim ketua : baiklah, karna proses jawab menjawab telah selesai, dan masing masing pihak
telah menyeraklan kesimpulannya, maka kami dari majelis hakim membutuhkan waktu 14
hari dalam penyusunan putusan.

Kepada saudara panitera 14 hari kedepan jatuh pada hari apa dan tanggal berapa

Panitera : jatuh pada hari senin tanggal 9 mei 2016 yang mulia

Hakim ketua : baiklah dengan ini sidang dinyatakan ditunda 14 hari kedepan, yaitu pada hari
senin tanggal 9 mei 2016 dengan agenda pembacaan putusan.

Baiklah dengan ini sidang dinyatakan ditutup.


Sidang ke 8

Hakim Katua : Baik kepada para hadirin saya peringatkan kepada saudara, agar saudara tetap
tenang dalam persidangan ini, apabila saudara mengganggu jalannya persidangan, saudara
dapat dikeluarkan dari ruang sidang, saudara juga dapat dituntut katena mengganggu jalannya
persidangan.

Hakim Ketua : Pada hari ini senin tanggal 9 mei 2016 sidang lanjutan perkara perdata dengan
nomor register 04/Pdt.G/2016/PN.RHL dalam pokok perkara perbuatan melawan hukum
antara Jusman Sagala sebagi Penggugat melawan Ramses Marbun, Dkk sebagai Tergugat.
Dengan agenda pembacan putusan, dengan ini sidang dinyatakan dibuka dan terbuka untuk
umum. (tokok Palu 1 kali)

Hakim Katua : Panitera hadirkan para pihak kedalam ruang sidang.

Panitera : bagi para pihak dipersilahkan memasuki ruang sidang.

Hakim Ketua : baiklah kepada para pihak, dan pengunjung sidang, silahkan dengarkan
dengan baik, putusan yang akan dibacakan oleh majelis hakim.

Putusan...............