Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Keperawatan merupakan suatu bentuk pelayanan professional yang
merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang didasarkan pada
ilmu dan kiat keperawatan, berbentuk pelayanan biopsikososial dan spiritual
yang komprehensif, ditujukan kepada individu, keluarga, masyarakat baik
sakit maupun sehat yang mencakup seluruh proses kesehatan manusia.
Praktek keperawatan adalah tindakan mandiri perawat profesional melalui
kerja sama yang bersifat kolaboratif dengan klien dan tenaga kesehatan lain
dalam memberikan asuhan keperawatan sesuai lingkup, wewenang dan
tanggung jawabnya.
Keluarga berasal dari bahasa Sansekerta : kula dan warga “keluarga”
yang berarti “anggota” kelompok, kerabat. Keluarga adalah lingkungan
dimana beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah. Keluarga
adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari atas kepala keluarga dan
beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat dibawah suatu
atap dalam keadaan saling ketergantungan.
Pelayanan keperawatan keluarga mencakup Upaya Kesehatan
Perorangan (UKP) dan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) yang diberikan
kepada klien sepanjang rentang kehidupan dan sesuai tahap perkembangan
keluarga. Ruang lingkup praktik keperawatan komunitas meliputi:
1. Upaya-upaya peningkatan kesehatan (promotif),
2. Pencegahan (preventif),
3. Pemeliharaan kesehatan dan pengobatan (kuratif),
4. Pemulihan kesehatan (rehabilitatif) dan
5. Mengembalikan serta memfungsikan kembali baik individu, keluarga,
kelompok dan masyarakat ke lingkungan sosial dan masyarakatnya
(resosialisasi).

1
Dalam memberikan asuhan keperawatan komunitas, kegiatan yang ditekankan
adalah upaya preventif dan promotif dengan tidak mengabaikan upaya kuratif,
rehabilitatif dan resosialitatif.

B. Rumusan Masalah
1. Apa defenisi ruang lingkup keperawatan keluarga?
2. Apa jenis ruang lingkup keperawatan keluarga?

C. Tujuan

1. Tujuan Umum

Mahasiswa mampu memahami ruang lingkup keperawatan keluarga.

2. Tujuan Khusus
a) Mahasiswa mampu mengetahui ruang lingkup keperawatan keluarga.
b) Mahasiswa mampu mengetahui jenis ruang lingkup keperawatan
keluarga.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Ruang Lingkup Keperawatan Keluarga

2
Pelayanan keperawatan keluarga mencakup Upaya Kesehatan
Perorangan (UKP) dan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) yang diberikan
kepada klien sepanjang rentang kehidupan dan sesuai tahap perkembangan
keluarga. Ruang lingkup praktik keperawatan komunitas meliputi:

1. Upaya-upaya peningkatan kesehatan (promotif),


Upaya promotif dilakukan untuk meningkatkan kesehatan individu,
keluarga, kelompok dan masyarakat dengan jalan memberikan:
a) Penyuluhan kesehatan masyarakat.
b) Peningkatan gizi
c) Pemeliharaan kesehatan perseorangan
d) Pemeliharaan kesehatan lingkungan
e) Olahraga secara teratur
f) Rekreasi
g) Pendidikan seks.

2. Pencegahan (preventif),
Upaya preventif ditujukan untuk mencegah terjadinya penyakit dan
gangguan terhadap kesehatan individu, keluarga, kelompok dan
masyarakat
Melalui kegiatan:
a. Imunisasi massal terhadap bayi, balita serta ibu hamil
b. Pemeriksaan kesehatan secara berkala melalui posyandu,
puskesmas maupun kunjungan rumah
c. Pemberian vitamin A dan yodium melalui posyandu, puskesmas
ataupun di rumah.
d. Pemeriksaan dan pemeliharaan kehamilan, nifas dan menyusui.

3. Pemeliharaan kesehatan dan pengobatan (kuratif),


Upaya kuratif ditujukan untuk merawat dan mengobati anggota-
anggota keluarga, kelompok dan masyarakat yang menderita penyakit
atau masalah kesehatan, melalui kegiatan:
a) Perawatan orang sakit di rumah (home nursing)
b) Perawatan orang sakit sebagai tindak lanjut perawatan dari
puskesmas dan rumah sakit

3
c) Perawatan ibu hamil dengan kondisi patologis di rumah, ibu
bersalin dan nifas
d) Perawatan payudara
e) Perawatan tali pusat bayi baru lahir.

4. Pemulihan kesehatan (rehabilitatif)


Upaya rehabilitatif merupakan upaya pemulihan kesehatan bagi
penderita-penderita yang dirawat di rumah, maupun terhadap
kelompok-kelompok tertentu yang menderita penyakit yang sama,
misalnya kusta, TBC, cacat fisik dan lainnya., dilakukan melalui
kegiatan:
a) Latihan fisik, baik yang mengalami gangguan fisik seperti penderita
kusta, patah tulang maupun kelainan bawaan
b) Latihan-latihan fisik tertentu bagi penderita-penderita penyakit
tertentu, misalnya TBC, latihan nafas dan batuk, penderita stroke:
fisioterapi manual yang mungkin dilakukan oleh perawat.

5. Mengembalikan serta memfungsikan kembali baik individu, keluarga,


kelompok dan masyarakat ke lingkungan sosial dan masyarakatnya
(resosialisasi).
Upaya resosialitatif adalah upaya mengembalikan individu, keluarga
dan kelompok khusus ke dalam pergaulan masyarakat, diantaranya
adalah kelompok-kelompok yang diasingkan oleh masyarakat karena
menderita suatu penyakit, misalnya kusta, AIDS, atau kelompok-
kelompok masyarakat khusus seperti Wanita Tuna Susila (WTS), tuna
wisma dan lain-lain. Di samping itu, upaya resosialisasi meyakinkan
masyarakat untuk dapat menerima kembali kelompok yang mempunyai
masalah kesehatan tersebut dan menjelaskan secara benar masalah
kesehatan yang mereka derita. Hal ini tentunya membutuhkan

4
penjelasan dengan pengertian atau batasan-batasan yang jelas dan dapat
dimengerti.

B. Jenis ruang lingkup keperawatan keluarga


1. Promosi kesehatan
Perawat melalukan promosi kesehatan kepada keluarga keluarga
dalam meningkatkan perilaku hidup sehat. Pada keluarga dapat
dilakukan promosi kesehatan dengan cara membiasakan perilaku hidup
bersih dan sehat (PHBS) rumah tangga yaitu upaya untuk
memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu,mau dan mampu
melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam
gerakan kesehatan di masyarakat. Kegiatan PHBS contohnya seperti
menggunakan air bersih, mencuci tangan pakai sabun, gunakan jamban
sehat, memberantas jentik dirumah sekali seminggu, tidak merokok di
dalam rumah untuk mencegah keterpaparan asap rokok bagi keluarga
yang tidak merokok. Sasaran promosi kesehatan ini yaitu seluruh
anggota keluarga rumah tangga.

2. Pencegahan penyakit
Pencegahan atau Penanganan terbaik untuk mengatasi penyakit
adalah dengan mencegah terjadinya penyakit melalui manajemen dan
modifikasi perilaku kesehatan (Glasgow, Orleans, & Wagner, 2001).
Proses modifikasi perilaku kesehatan tersebut dapat dilakukan dengan
optimal jika tenaga kesehatan dapat meningkatkan peran serta keluarga
untuk mendukung upaya peningkatan kesehatan.
Eksplorasi pengalaman keluarga dalam membangun koping dan
mekanisme adaptasi penting bagi perawat agar mampu memberikan
edukasi yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi klien.Perawat

5
melakukan tindakan pencegahan spesifik pada anggota keluarga agar
bebas dari penyakit atau cidera melalui kegiatan:
a) Imunisasi
b) Pencegahan merokok
c) Program kebugaran fisik
d) Scranning dan follow up berbagai kasus. Seperti : hipertensi,
pencegahan komplikasi e. DM dan screning osteoporosis.

3. Pemulihan kesehatan
Keperawatan membantu keluarga dalam fase penyembuhan atau
pemulihan kesehatan bagi anggota keluarga setelah mengalami cidera.
Penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan diselenggarakan untuk
mengembalikan status kesehatan akibat penyakit, mengembalikan fungsi
badan akibat cacat atau menghilangkan cacat. Penyembuhan penyakit
dan pemulihan kesehatan dilakukan dengan pengobatan dan atau
perawatan.
Pengobatan dan atau perawatan dapat dilakukan berdasarkan
ilmu kedokteran dan ilmu keperawatan atau cara lain yang dapat
dipertanggungjawabkan. Pelaksanaan pengobatan dan atau perawatan
berdasarkan ilmu kedokteran atau ilmu keperawatan hanya dapat
dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan
kewenangan untuk itu.Pemerintah melakukan pembinaan dan
pengawasan terhadap pelaksanaan pengobatan dan atau perawatan
berdasarkan cara lain yang dapat dipertanggungjawabkan.

4. Intervensi keperawatan
Untuk proses penyembuhan maka seorang perawat harus
memberikan intervensi keperawatan dalam pemenuhan kebutuhan dasar
atau manusia bagi anggota keluarga melalui terapi modalitas dan

6
komplementer keperawatan. Kebutuhan dasar manusia meluputi :
kebutuhan fisiologis, rasa nyaman, cinta kasih, harfa diri dan aktualisasi
diri. Sedangkan jenis terapi keperawatan antara lain :
Pembimbingan terhadap keluarga untuk mengatasi masalah kesehatan
akibat perilaku yang tidak sehat, batuk efektif, relaksasi, tarik napas
dalam, latihan room dll.
Empat intervensi utama perawat keluarga dititik beratkan kepada
pencegahan.
a. Primer proaktif mencegah stessor, mempermudah mendapatkan
fasilitas kesehatan. Contoh : memberi pendkes untuk mencegah
penyakit, menciptakan suasana harmonis di keluarga.
b. Sekunder screening, vaksinasi, deteksi awal timbulnya
penyakit.
c. Tersier rehabilitasi untuk mencegah morbiditas lebih lanjut.
Contohnya ROM bagi penderita stroke.
d. Direct care bekerja sama dengan keluarga yang merupakan
sistem pendukung utama untuk menyembuhkan.

7
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Pelayanan keperawatan keluarga mencakup Upaya Kesehatan Perorangan
(UKP) dan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) yang diberikan kepada klien
sepanjang rentang kehidupan dan sesuai tahap perkembangan keluarga.
1. Promosi kesehatan
Perawat melalukan promosi kesehatan kepada keluarga keluarga dalam
meningkatkan perilaku hidup sehat.
2. Pencegahan penyakit
Pencegahan atau Penanganan terbaik untuk mengatasi penyakit adalah
dengan mencegah terjadinya penyakit melalui manajemen dan modifikasi
perilaku kesehatan (Glasgow, Orleans, & Wagner, 2001).
3. Pemulihan kesehatan

8
Keperawatan membantu keluarga dalam fase penyembuhan atau pemulihan
kesehatan bagi anggota keluarga setelah mengalami cidera. Penyembuhan
penyakit dan pemulihan kesehatan diselenggarakan untuk

B. Saran
Dengan dibuatnya makalah tentang ruang lingkup keperawatan keluarga ini,
diharapkan nantinya akan memberikan manfaat bagi para pembaca terutama
pemahaman yang berhubungan dengan ruang lingkup keperawatan keluarga
dan jenis ruang lingkup keperawatan keluarga. Namun penulis juga menyadari
bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu saran maupun
kritik yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan
penulisan makalah ini, dengan demikian penulisan makalah ini bisa
bermanfaat bagi penulis atau pihak lainyang membutuhkanny

DAFTAR PUSTAKA

Sudiharto. 2005. Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Pendekatan Keperawatan


Transkultural. Jakarta: EGC