Anda di halaman 1dari 8

BAB IV

METODE PENELITIAN

A. Desain Penelitian

Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian

eksperimen semu (Quasi Experiment). Menurut Sugiyono (2012) metode

penelitian Quasi Experiment merupakan penelitian yang digunakan untuk

mengetahui ada tidaknya akibat dari “sesuatu” yang dikenakan pada subjek yang

diteliti dengan mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam

kondisi yang terkendali. Hal ini berarti eksperimen merupakan kegiatan percobaan

untuk meneliti suatu peristiwa atau gejala yang muncul pada kondisi tertentu.

Desain penelitian yang digunakan adalah desain quasi-eksperimen dengan

rancangan perlakuan ulangan (pre test post test with Control group), yaitu

rancangan penelitian yang hanya menggunakan satu kelompok subyek serta

melakukan pengukuran sebelum dan sesudah pemberian perlakuan pada subyek

(Notoatmodjo, 2012). Adapun skema penelitian dapat dilihat pada skema dibawah

ini :

Pretest Perlakuan Posttest

O1 O2
X
O3 O4

54
55

Keterangan :

X : Dilakukan penyuluhan pengelolaan sampah rumah tangga

O1 : Keadaan pengetahuan subyek sebelum intervensi

O3 : Keadaan sikap subyek sebelum intervensi

O2 : Keadaan pengetahuan subyek sesudah intervensi

O4 : Keadaan sikap subyek sesudah intervensi

B. Waktu dan Tempat Penelitian

Menurut Mack (2005 ), peneliti memilih tempat penelitian atau informan

untuk menggambarkan berbagai variasi berdasarkan karakteristik yang mewakili

topic yang diteliti ( misalnya, letak geografis, kelompok etnis, status ekonomi

sosial, usia, pendidikan, profesi, dan lain-lain ). Dalam situasi ini, sejumlah kecil

lokasi atau informan khusus dipilih untuk menghasilkan informasi yang valid dan

mampu “digeneralisir”.

Oleh karena itu, penelitian ini akan dilakukan pada bulan Desember tahun

2018 di Jorong Baringin Kenagarian Baringin Kecamatan Limo Kaum Kabupaten

Tanah Datar. Karena setelah melihat permasalahan kesehatan lingkungan yang ada

di Nagari Baringin, Jorong Baringin menjadi wilayah yang cukup bermasalah. Hal

ini dikarenakan kondisi pemukiman padat penduduk, dan rata-rata pendidikan

masyarakat menengah ke bawah, serta kurangnya kesadaran masyarakat dalam

mengelola sampah rumah tangga dengan baik.


56

C. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi adalah keseluruhan objek penelitian atau objek yang diteliti

tersebut (Notoadmojo 2010). Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu

yang mewakili Kepala Keluarga di Jorong Baringin Kenagarian Baringin

Kecamatan Limo Kaum Kabupaten Tanah Datar yang berjumlah 745 KK.

2. Sampel

Sampel adalah sebagian yang diambil dari keseluruhan objek yang

diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi (Notoatmodjo 2010).

Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto (2006), apabila subjek kurang dari

100 lebih baik diambil semuanya sehingga penelitianya merupakan penelitian

populasi. Jika subjeknya sebesar atau lebih 100 dapat diambil antara 10-15 %

atau 20-25 % atau lebih. Berdasarkan pendapat tersebut, maka pengambilan

sampel dalam penelitian ini adalah 10% dari seluruh populasi yang berjumlah

745 orang, dan didapatkan sampel sebanyak 74 orang.

Metode pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah

Quota Sampling. Menurut Sugiyono (2001) sampling kuota adalah teknik

untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu

sesuai kebutuhan penelitian sampai jumlah (kuota) yang diinginkan.


57

D. Teknik Pengumpulan Data

Salah satu cara dalam melengkapi penelitian ini, dengan menggunakan

teknik pengumpulan data, hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan data yang

lengkap yang nantinya dapat mendukung keberhasilan dalam penelitian ini. Untuk

memperoleh data penelitian ini, maka digunakan tehnik pengumpulan data sebagai

berikut :

1. Data Primer

Data primer merupakan sumber data yang diperoleh langsung dari

sumber asli (tidak melalui perantara). Pada penelitian ini, peneliti

mendapatkan data primer melalui kuesioner yang dibagikan kepada

masyarakat, dimana kuesioner merupakan data primer dengan metode survey.

2. Data Sekunder

Data-data sekunder yang berupa keterangan-keterangan, catatan-

catatan, laporan dan sebagainya yang ada kaitannya dengan masalah yang

akan diteliti. Pada pelaksanaanya penulis mencari sumber-sumber tertulis

dilokasi penelitian tentang jumlah masyarakat yang menjadi populasi. Tehnik

ini dilakukan dengan mencatat data tertulis guna mempelajari data yang sesuai

dengan penelitian. Data sekunder diantaranya adalah data timbulan sampah di

Kecamatan Limo Kaum yang didapatkan dari data Dinas Lingkungan Hidup,

data kependudukan di Kenagarian Baringin yang didapatkan dari Wali Nagari

Baringin.
58

3. Observasi

Merupakan pencatatan yang sistematis dan perekaman peristiwa,

perilaku, dan benda-benda di lingkungan sosial tempat studi berlangsung

(Spradley dalam Evi, 2016). Observasi yang peneliti lakukan adalah melihat

kondisi lingkungan di Jorong Baringin dan perilaku masyarakat Jorong

Baringin tentang pengelolaan sampah rumah tangga.

E. Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kuesioner dengan 20

pertanyaan pengetahuan dan 20 pertanyaan sikap, dimana pertanyaan tersebut

akan mengukur tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat tentang pengelolaan

sampah rumah tangga. Kuesioner dalam penelitian ini dipakai karena data yang

diperlukan adalah angka-angka yang berupa skor nilai, sehingga dari skor yang

didapatkan peneliti dapat melihat tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat

tentang cara pengelolaan sampah rumah tangga. Instrumen lain yang digunakan

dalam penelitian ini adalah ballpoint dan kamera untuk keperluan dokumentasi.

F. Prosedur Penelitian

1. Menentukan responden dengan Quota Sampling.

2. Meminta responden untuk mengisi kuesioner yang telah berisi 20 pertanyaan

pengetahuan dan 20 pertanyaan sikap tentang pengelolaan sampah rumah

tangga sebelum dilakukan intervensi.


59

3. Menjelaskan manfaat dan tujuan penelitian.

4. Menciptakan lingkungan yang nyaman dan mengizinkan keluarga responden

untuk menemani selama dilaksanakannya intervensi.

5. Memberikan intervensi berupa penyuluhan tentang pengelolaan sampah

rumah tangga yang sesuai dengan standar kesehatan lingkungan.

6. Meminta responden untuk mengisi kuesioner yang telah berisi 20 pertanyaan

pengetahuan dan 20 pertanyaan sikap tentang pengelolaan sampah rumah

tangga setelah dilakukan intervensi.

7. Melakukan penghitungan skor untuk melihat selisih skor yang didapatkan

responden sebelum dengan sesudah dilakukan penyuluhan.

G. Teknik Pengolahan Data

1. Reduksi data adalah proses pemilihan, pemusatan perhatian pada

penyederhanaan, pengabstrakan, dan transformasi data “kasar” yang muncul

dari catatan-catatan tertulis dilapangan (Muhammad Idrus,2007).

2. Penyajian Data adalah sekumpulan informasi tersusun yang member

kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan.

dengan mencermati penyajian data ini akan lebih mudah memahami apa yang

sedang terjadi dan apa yang harus dilakukan (Muhammad Idrus,2007).

3. Penarikan kesimpulan adalah proses dari permulaan pengumpulan data,

mulai mencari arti benda-benda, mencatat keteraturan, pola-pola penjelasan,


60

konfigurasi-konfigurasi yang mungkin, alur sebab-akibat dan proporsi

(Muhammad Idrus,2007).

Penarikan kesimpulan dilakukan dengan merangkum hasil intervensi

yang telah dilakukan, yaitu dengan membandingkan pengetahuan dan sikap

masyarakat tentang pengelolaan sampah rumah tangga sebelum dan setelah

dilakukan intervensi.

H. Analisis Data

1. Analisis Univariat

Analisis univariat merupakan analisis tiap variabel yangdinyatakan

dengan menggambarkan dan meringkas data dengan carailmiah dalam bentuk

tabel atau grafik. Analisa univariat bertujuan untuk menjelaskan atau

mendeskripsikan karakteristik setip variabel penelitian (Notoatmodjo, 2010).

Data univariat yang dianalisis pada penelitian ini adalah data demografi,

dihasilkan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase variabelnya.

2. Analisis Bivariat

Analisis Bivariat merupakan analisis yang digunakan untukmengetahui

hubungan antara dua variabel yang bersangkutan (variabel independen dan

variabel dependen). Analisis bivariat ini digunakan untuk mengetahui

efektivitas penyuluhan terhadap pengetahuan dan sikap masyarakat tentang

pengelolaan sampah rumah tangga sebelum dan sesudah dilakukan intrvensi.

Dimana diukur nilai sebelum dilakukan penyuluhan (pre test) dan setelah
61

dilakukan penyuluhan (post test). Kemudian melihat perubahan skor yang

didaptkan responden.