Anda di halaman 1dari 8

PENGARUH KREDIT SIMPAN PINJAM TERHADAP PENDAPATAN KOPERASI

PADA KP-RI “ABDI WIYATA” PERIODE 2009 – 2013 ”

Oleh
Friska Salindri Pratiwi
Jurusan Akuntansi FEB Universitas Dian Nuswantoro
friskapratiwi25@gmail.com

ABSTRAK
The purpose of this study is knowing the influence of the provision of credit to the
level of income on cooperative in KP-RI “Abdi Wiyata”.
The collecting data method used was library study and documentation (data collection
indirecly). This research using the census so that the population of this research is used in
cash book KP-RI “Abdi Wiyata”, and the sample of data on income and credit contained in
KP-RI “Abdi Wiyata”.
The result of credit on incomecooperativeof KP-RI “Abdi Wiyata” during 2010 to
2013 showed that the existence of the influence of credit on icome cooperative, because the
credit granted would raise income cooperative.

Keywords: Credit and Income Cooperative

Pendahuluan kelembagaan koperasi, sebagaimana


Pada masa sekarang ataupun yang bentuk praktek pengembangan koperasi
akan datang, masyarakat Indonesia yang telah dilakukan.
khususnya kalangan menengah kebawah Dengan demikian, koperasi sangat
masih membutuhkan koperasi. Alasan berperan penting dalam mewujudkan
utama kebutuhan tersebut adalah dasar tujuan pembangunan negara Indonesia
pemikiran ekonomi dalam konsep dalam mensejahterakan ekonomi rakyat
pendirian koperasi, seperti untuk Indonesia. Tujuan koperasi adalah untuk
meningkatkan kekuatan penawaran, meningkatkan kesejahteraan anggota pada
meningkatkan skala usaha bersama, khususnya dan masyarakat pada
pengadaan pelayanan yang selama ini umumnya, sekaligus sebagai bagian yang
tidak ada, serta pengembangan kegiatan tidak terpisahkan dari tatanan
lanjutan (pengolahan, pemasaran, dan perekonomian nasional yang demokratis
sebagainnya) dari kegiatan anggota. dan berkeadilan, hal ini dijelaskan dalam
Alasan lainnya adalah terdapat peluang Undang – Undang Republik Indonesia No.
yang diberikan koperasi untuk 17 Tahun 2012 Pasal 4 tentang
mengembangkan potensi usaha tertentu Perkoperasian.
(yang tidak berkaitan dengan usaha Koperasi dapat bergerak kedalam
anggota) atau karena memanfaatkan segala kegiatan ekonomi tetapi hal ini
fasilitas yang disediakan pihak lain tidak berarti bahwa suatu koperasi dapat
(pemerintah) yang mensyaratkan bergerak dalam kegiatan – kegiatan yang
terlepas dari kepentingan – kepentingan pendapatan adalah jumlah penghasilan
anggota koperasi yang bersangkutan. yang diterima lebih besar daripada jumlah
Koperasi mempunyai peran penting dalam pengeluaran (biaya) yang dikeluarkan
membantu masyarakat golongan sebagai hasil penjualan dari barang atau
menengah kebawah dalam meningkatkan jasa suatu badan usaha yang timbul dari
kesejahteraan perekonomiannya. penyerahan barang dagangan atau jasa
Operasional koperasi diarahkan agar aktivitas usaha lainnya di dalam suatu
mampu mendorong laju pertumbuhan periode. Sehingga pendapatan dapat
ekonomi dengan tetap memberikan disimpulkan sebagai penghasilan yang
perhatian dan meningkatkan perannya diterima akibat adanya aktivitas yang
dalam membantu anggota koperasi untuk menambah penghasilan perusahaan atau
meningkatkan taraf hidup ke arah yang instansi, seperti penjualan barang dan jasa,
lebih makmur. Seiring dengan laba yang diperoleh, bunga ataupun
perkembangan zaman, koperasi juga ikut aktivitas lainnya. Dari penjelasan tersebut
berkembang kearah yang lebih maju. Akan maka dapat disimpulkan bahwa
tetapi perkembangan koperasi itu tidak pendapatan koperasi berasal dari bunga
serta merta merubah prinsip serta fungsi pinjaman.
awal dari pembentukan koperasi. Seiring dengan perkembanganjaman,
Salah satu bidang usaha produk dari koperasiterdiridariberbagaimacamjenisnya,
koperasi adalah pemberian kredit. Kredit salahsatunyayaitu Koperasi Pegawai
didalam koperasi adalah semua jenis Republik Indonesia (KPRI).Kegiatan
pinjaman uang yang harus dibayar kembali pokok KPRI adalah menerima simpanan
bersama bunganya oleh peminjam serta dari anggota dan memberikan pinjaman
adanya kesepakatan pelunasan pinjam (kredit) kepada anggota yang memerlukan
meminjam. Marleni,dkk (2014) dana. Salah satu koperasi yang bergerak
menjelaskan yang disebut kredit adalah dalam bidang simpan pinjamyaitu KP-RI
semua jenis pinjaman uang yang dibayar “Abdi Wiyata”.KP-RI “Abdi Wiyata”
kembali bersama bunganya oleh peminjam merupakan koperasi yang bergerak di
serta kesepakatan pinjam meminjam antara lingkupinstansisekolahyaitu di SMP
koperasi dengan pihak lain yang NEGERI 1 PETARUKAN,
mewajibkan pihak peminjam melunasi tepatnyaberadadalamwilayahkecamatanPet
hutangnya dalam jangka waktu tertentu arukan, kabupatenPemalang.KP-RI “Abdi
dengan pemberian bunga. Pemberian Wiyata” merupakankoperasi yang
kredit bisa disebut juga sumber pendapatan anggotanyaterdiridaripegawainegeri yang
koperasi karena dari kegiatan tersebut memilikipendapatantetapdanrelatifrendah,
koperasi memperoleh penghasilan berupa tetapiseiringdenganperkembanganperekon
bunga. Sampai saat ini pendapatan bunga omian KP-RI “Abdi Wiyata”
yang terdapat pada entitas penyedia tidaklahlagihanyaberanggotakanpegawaine
keuangan khususnya seperti koperasi geri,
sangatlah berkontribusi terhadapat tetapiberanggotakanmasyarakatdilingkung
pendapatan keseluruhan koperasi. ansekolahataukoperasi yang
Sehingga dapat diasumsikan semakin membutuhkandanagunamengembangkanus
besar besar jumlah kredit yang dikeluarkan ahanyadengansyarat yang
maka kemungkinan semakin besar pula telahditentukandalammanajemen KP-RI
pendapatan bunga yang diperoleh “Abdi Wiyata”.
koperasi. KP-RI “Abdi Wiyata”
Pemberian kredit yang diberikan didirikandengantujuanuntukmeningkatkant
oleh koperasi kepada peminjam sangat arafhiduppegawainegeridankhususnyaangg
berpengaruh terhadap pendapatan ota KP-
koperasi. Menurut Marleni,dkk (2014) RI.Selainuntukkesejahteraananggotanya,
KP-RI “Abdi Wiyata” Subjek penelitian ini adalah KP-RI
didirikanuntukmensukseskan program “Abdi Wiyata” dengan populasi buku kas
pemerintahdalampemberdayaankoperasida dan sampel data kredit dan pendapatan.
n UKM.KP-RI “Abdi Jenis data yang digunakandalam penelitian
Wiyata”jugadapatdijadikansebagaisuatuwa ini adalah datakuantitatif. Data kuantitatif
dahbagiPegawaiNegeri yang adalahjenis data yang berupa angka –
inginmengembangkanpotensikewirausahaa angkayang dapat dihitung dan dapat
n yang merekamiliki.KP-RI “Abdi diukur.Sumber data yang digunakan
Wiyata” mewajibkan anggotanya untuk dalam penelitian ini adalah datasekunder,
melakukan simpanan pokok dan simpanan yaitu data yang sudah ada ataudata yang
wajib, selain itu juga mewajibkan khusus diperoleh secara tidaklangsung yaitu
bagi yang ingin mengembangkan usahanya melalui mediaperantara berupa buku kas
melakukan simpanan bantu modal. dan RAT “Abdi Wiyata” tahun 2009 –
Simpanan bantu modal digunakan untuk 2013. Adapun teknik pengumpulandata
membantu anggotanya yang membutuhkan yang digunakan dalam penelitianini adalah
modal dalam berwirausaha. sebagai berikut :
Berbagai macam kredit yang (1) Study pustaka atau library
diberikan oleh KP-RI “Abdi Wiyata” yaitu research menurut Wandirah dan Atmaja
kredit istimewa, kredit berjangka I, kredit (2013) adalah teknik pengumpulan data
jangka II, dan kredit bulanan. Selama lima melalui buku – buku literatur laporan –
tahun berturut – turut yaitu dari tahun 2009 laporan yang berhubungan dengan objek
sampai tahun 2013 kredit yang diberikan penelitian, seperti buku – buku ajar yang
oleh KP-RI “Abdi Wiyata” tidak selalu berkaitan dengan koperasi, kredit dan
mengalami peningkatan. Hal ini pendapatan. (2) Dokumentasi, adalah
dikarenakan tingkat kebutuhan seseorang metode dokumen yang artinya data
terhadap dana mengalami fluktuasi, artinya penelitian berupa faktur, jurnal, surat –
ada saat – saat tertentu seseorang surat, notulen hasil rapat, memo, atau
membutuhkan dana atau uang yang lebih dalam bentuk laporan program. Dalam
guna memenuhi kebutuhannya. Dengan penelitian ini menggunakan peraturan –
demikian maka pendapatan yang diperoleh peraturan dan laporan buku kas KP-RI
oleh KP-RI “Abdi Wiyata” juga “Abdi Wiyata” (Indriantoro dan
mengalami fluktuasi, pendapatan ini Supomo:2014).
bersumber dari bunga. Metode analisis dalam penelitian ini
Adapun rumusan masalah yang akan adalah sebagai berikut :
dibahas sesuai latar belakang diatas adalah 1. Statistik Deskriptif
apakah pemberian pinjaman (kredit) Statistik deskriptif adalah statistik
berpengaruh terhadap pendapatan koperasi yang berfungsi untuk mendeskripsikan
pada KP-RI “Abdi Wiyata” Tahun Buku atau memberi gambaran terhadap objek
2009 – 2013 ? yang diteliti tanpa melakukan analisis dan
Metode Penelitian membuat kesimpulan yang berlaku umum
Penelitian ini diawali dengan (Sugiyono,2011).
pengumpulan data – data mengenai kredit 2. Uji Regresi Sederhana
simpan pinjam dan pendapatan selama Menurut Sugiyono (2011) regresi
lima tahun berturut – turut yaitu tahun sederhana didasarkan pada hubungan
2009 – 2013, kemudian data dianalisis fungsional ataupun kausal satu variabel
menggunakan SPSS 21.0 dengan metode independen dengan satu variabel
analisis deskriptif, uji regresi linear dependen. Analisis ini digunakan untuk
sederhana, uji koefisien determinasi, dan mengetahui ada tidaknya pengaruh kredit
uji koefisien korelasi. simpan pinjam dalam meningkatkan
pendapatan KP-RI “Abdi Wiyata”. Uji
regresi dibagi menjadi dua, yaitu uji model yang bernaung dalam instansi sekolah
(uji F) dan uji hipotesis (uji t). Uji F adalah yaitu SMP N 1 PETARUKAN. Adapun
Uji F pada dasarnya menunjukkan apakah jenis kredit yang terdapat pada KP-RI
semua variabel independen yang “Abdi Wiyata” yaitu sebagai berikut :
dimasukkan dalam model mempunyai 1. Kredit Istimewa
pengaruh secara bersama-sama terhadap Kredit istimewa I merupakan kredit
variabel dependen (Ghozali,2013). Uji F yang berlangsung selama 36X atau 24X
dapat diterima jika nilai signifikansinya < angsuran dengan jumlah maksimal
0,05. Uji t adalah pada dasarnya pinjaman Rp 30.000.000,-. Bunga dari
menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu kredit ini adalah 0,8% dan dikenai SWK
variabel penjelas/independen secara 1%.
individual dalam menerangkan variasi
variabel dependen (Ghozali,2013). 2. Kredit Jangka I
Hipotesis dapat diterima jika nilai Kredit jangka I merupakan kredit yang
signifikansinya < 0,05 sedangkan jika nilai berjalan selama 18X angsuran dengan
signifikannya > 0,05 maka hipotesis jumlah maksimal pinjaman sebesar Rp
ditolak. 20.000.000,-. Bunga dari kredit ini adalah
3. Uji Korelasi Determinasi 1% dan dikenai SWK 1%.
Koefisien determinasi digunakan 3. Kredit Jangka II
untuk mengetahui seberapa besar peranan Kredit jangka II merupakan kredit
variabel satu dengan variabel lainnya. yang berjalan selama 10X angsuran
Menurut Wandirah dan Atmaja (2013) dengan jumlah maksimal pinjaman sebesar
koefisien determinasi menunjukkan Rp 15.000.000,-. Bunga dari kredit ini
persentase pengaruh semua variabel adalah 1,25% dan dikenai SWK 1%.
independen yang terdapat didalam 4. Kredit Bulanan
persamaan terhadap variabel dependennya. Kredit bulanan merupakan kredit yang
4. Uji Koefisien Korelasi berjalan bulanan, artinya kredit harus
Menurut Sugiyono (2011) korelasi dilunasi pada bulan berikutnya dan jika
digunakan untuk mencari hubungan dan belum lunas maka anggota wajib
membuktikan hipotesis hubungan dua membayar bunganya setiap bulan. Bunga
variabel bila data kedua variabel berbentuk dari kredit ini adalah 1,5% dan dikenai
interval atau ratio, dan sumber data dari SWK 1%.
dua variabel atau lebih tersebut adalah Hasil dari pengujian analisis data yaitu
sama. sebagai berikut :
Untuk dapat memberikan 1. Uji Statistik Deskriptif
penafsiran terhadap koefisien korelasi
yang ditemukan tersebut besar atau kecil,
maka dapat berpedoman pada ketentuan
yang terdapat pada tabel berikut ini :
Internal Tingkat
Koefisien Hubungan
0,00 – 0,199 Sangat rendah 2. Uji Regresi Sederhana
0,20 – 0,399 Rendah a. Uji F
0,40 – 0,599 Sedang
0,60 – 0,799 Kuat
0,80 – 1,000 Sangat Kuat

Hasil dan Pembahasan


KP-RI “Abdi Wiyata” merupakan
salah satu jenis koperasi simpan pinjam
Dari hasil tabel diatas dapat Hasil pengujian hipotesis
disimpulkan bahwanilai sig. < 0,05 yang menunjukkan bahwa kredit simpan pinjam
artinya variabel Kredit Simpan Pinjam (X) berpengaruh terhadap pendapatan koperasi
berpengaruh secara simultan terhadap pada KPRI “Abdi Wiyata”. Hal ini
Pendapatan Koperasi (Y). dikarenakan bertambahnya tingkat
b. Uji t kebutuhan anggota dan kelancaran anggota
dalam pembayaran, dengan bertambahnya
tingkat kebutuhan angggota maka
pengajuan kredit simpan pinjam akan
meningkat dan koperasi akan mendapatkan
penghasilan berupa bunga yang nantinya
akan menjadi perputaran modal di dalam
Hasil pengujian hipotesis yang koperasi itu sendiri.
ditunjukkan oleh tabel diatas menyebutkan Rata – rata pemberian kredit yang
nilai sig. < 0,05 sehingga dapat dilakukan oleh KP-RI “Abdi Wiyata”
disimpulkan bahwa variabel kredit simpan tahun 2009 adalah sebesar Rp 14.400.000,-
pinjam berpengaruh terhadap pendapatan . Hasil ini diperoleh dari jumlah kredit
koperasi dengan kata lain hipotesis yang diberikan selama tahun 2009 dibagi
diterima. dengan 12 bulan. Sedangkan jumlah kredit
3. Uji Koefisien Determinasi terendah terjadi pada bulan oktober yaitu
sebesar Rp 7.800.000,- dan jumlah kredit
tertinggi terjadi pada bulan september
sebesar Rp 23.200.000,-. Rata – rata
jumlah pendapatan pada tahun 2009
sebesar Rp 2.116.267,-. Hasil ini diperoleh
dari jumlah pendapatan yang diperoleh
selama tahun 2009 dibagi dengan 12
Hasil tabel diatas menunjukkan bulan. Oleh karena itu, dapat dilihat bahwa
nilai R Square sebesar 0,503 (50,3%). jumlah pendapatan terendah selama tahun
Sehingga dapat dikatakan bahwa variabel 2009 terjadi pada bulan oktober yaitu
pendapatan koperasi (Y) pada model dapat sebesar Rp 550.000,- dan pendapatan
dijelaskan oleh variabel koperasi simpan tertinggi terjadi pada bulan maret sebesar
pinjam (X) sebesar 50,3% sedangkan Rp 2.628.400,-.
sisanya dipengaruhi oleh variabel lain Pada tahun 2010 rata – rata
diluar model. pemberian kredit yang dilakukan oleh KP-
4. Uji Koefisien Korelasi RI “Abdi Wiyata” adalah sebesar Rp
19.016.667,-. Dengan jumlah kredit
terendah terjadi pada bulan september
yaitu sebesar Rp 700.000,- dan jumlah
kredit tertinggi terjadi pada bulan
november yaitu sebesar Rp 32.000.000,-.
Sedangkan rata – rata jumlah pendapatan
pada tahun 2010 sebesar Rp 2.317.700,-.
Dari tabel diatas nilai korelasi Oleh karena itu, dapat dilihat bahwa
sebesar 0,710, nilai tersebut terletak pada jumlah pendapatan terendah selama tahun
rentang 0,60-0,799 sehingga dapat 2010 terjadi pada bulan september yaitu
disimpulkan kredit simpan pinjam sebesar Rp 0,- dan pendapatan tertinggi
berhubungan kuat dengan pendapatan terjadi pada bulan maret sebesar Rp
koperasi dalam KP-RI “Abdi Wiyata”. 2.905.900,-.
Pada tahun 2011 rata – rata dari anggotaberdasarkan kebutuhan dan
pemberian kredit yang dilakukan oleh KP- pembayaranya pun tepat waktu sesuai
RI “Abdi Wiyata” adalah sebesar Rp denganperjanjiannya bersama koperasi.
29.100.000,-. Dengan jumlah kredit Apabila kebutuhan anggota meningkat, hal
terendah terjadi pada bulan agustus yaitu iniakan menyebabkan jumlah kredit di
sebesar Rp 1.000.000,- dan jumlah kredit koperasi akan meningkat.
tertinggi terjadi pada bulan desember yaitu Denganbertambahnya kebutuhan anggota,
sebesar Rp 41.000.000,-. Sedangkan rata – maka jumlah kredit akan bertambah pula.
rata jumlah pendapatan pada tahun 2011 Sedangkan faktor penurunan kredit
sebesar Rp 3.155.950,-. Oleh karena itu, simpan pinjam disebabkan oleh sudah
dapat dilihat bahwa jumlah pendapatan tercukupinya kebutuhan setiap anggota
terendah selama tahun 2011 terjadi pada sehingga tidak memerlukan tambahan
bulan agustus yaitu sebesar Rp 500.000,- uang untuk memenuhi kebutuhannya, pada
dan pendapatan tertinggi terjadi pada bulan bulan – bulan tertentu koperasi mengalami
maret sebesar Rp 3.758.400,-. fokum kegiatan atau kurang maksimalnya
Rata – rata pemberian kredit yang kegiatan seperti pada bulan oktober
dilakukan oleh KP-RI “Abdi Wiyata” ditahun 2009, bulan september ditahun
tahun 2012 adalah sebesar Rp 31.716.667,- 2010, bulan agustus ditahun 2011 – 2013,
. Dengan jumlah kredit terendah terjadi ini dipengaruhi oleh adanya KTS/libur
pada bulan agustus yaitu sebesar Rp sekolah dan bulan ramadhan, dan
7.000.000,- dan jumlah kredit tertinggi disebabkan juga karena adanya
terjadi pada bulan juni yaitu sebesar Rp pembayaran anggota yang tidak tepat
44.500.000,-. Sedangkan rata – rata jumlah waktu.
pendapatan pada tahun 2012 sebesar Rp Beberapa faktor yang
3.877.846,-. Oleh karena itu, dapat dilihat mempengaruhi pendapatan koperasi adalah
bahwa jumlah pendapatan terendah selama keadaan perekonomian yang semakin
tahun 2012 terjadi pada bulan agustus membaik yang mengakibatkan tingkat
yaitu sebesar Rp 750.000,- dan pendapatan usaha semakin meningkat dan pinjaman
tertinggi terjadi pada bulan maret sebesar yang diberikan oleh koperasi pada anggota
Rp 4.734.650,-. lebih besar. Semakin meningkatnya kredit
Pada tahun 2013 rata – rata simpan pinjam maka dapat mempengaruhi
pemberian kredit yang dilakukan oleh KP- tingkat pendapatan yang diperoleh oleh
RI “Abdi Wiyata” adalah sebesar Rp koperasi.
28.625.000,-. Dengan jumlah kredit Faktor yang mempengaruhi
terendah terjadi pada bulan agustus yaitu peningkatan pendapatan adalah adanya
sebesar Rp 500.000,- dan jumlah kredit kelancaran pembayaran oleh setiap
tertinggi terjadi pada bulan november yaitu anggota dan faktor penurunan pendapatan
sebesar Rp 38.500.000,-. Sedangkan rata – adalah terjadinya kredit macet, adanya
rata jumlah pendapatan pada tahun 2013 reshuffle kepemimpinan, pembayaran tepat
sebesar Rp 2.486.267,-. Oleh karena itu, waktu dan umumnya pengambilan kredit
dapat dilihat bahwa jumlah pendapatan yang terjadi adalah kredit bulanan
terendah selama tahun 2013 terjadi pada sehingga mengakibatkan pendapatan dari
bulan agustus yaitu sebesar Rp 416.000,- bulan ke bulan berikutnya selama lima
dan pendapatan tertinggi terjadi pada bulan tahun berturut – turut bernilai relatif sama.
Juni sebesar Rp 3.530.000,-. Kemudian pada bulan – bulan tertentu
Beberapa faktor yang koperasi mengalami fokum kegiatan atau
mempengaruhi kenaikan kredit adalah kurang maksimalnya kegiatan seperti pada
keadaan perekonomian yang kurang baik bulan oktober ditahun 2009, bulan
yang mengakibatkankebutuhan anggota september ditahun 2010, bulan agustus
pun meningkat, adanya pengajuan kredit ditahun 2011 – 2013, ini dipengaruhi oleh
adanya KTS/libur sekolah dan bulan penelitian yang terdapat pada KP-RI “Abdi
ramadhan. Wiyata” yaitu semakin banyaknya kredit
Dari tahun 2009–2013, rata–rata yang dikeluarkan oleh koperasi maka akan
kredit simpan pinjam sebesar Rp meningkatkan pendapatan koperasi.
14.400.000,- sedangkan pendapatan
koperasi sebesar Rp 2.116.267,- pada Penutup
tahun 2009, pada tahun 2010 kredit simpan Berdasarkan hasil pembahasan diatas
pinjam sebesar Rp 19.016.667,- dan maka penulis dapat menarik kesimpulan
pendapatan koperasi sebesar Rp sebagai berikut : (1) Terdapat pengaruh
2.317.700,-, tahun 2011 kredit simpan signifikan kredit simpan pinjam terhadap
pinjam sebesar Rp 29.100.000,- dan pendapatan koperasi pada KP-RI “Abdi
pendapatan koperasi sebesar Rp Wiyata” periode 2009 – 2013, hal ini
3.155.950,-, pada tahun 2012 kredit menunjukkan semakin besar kredit yang
simpan pinjam sebesar Rp 31.716.667,- diberikan kepada anggota akan
dan pendapatan koperasi sebesar Rp mempengaruhi besarnya pendapatan
3.877.846,-, pada tahun 2013 kredit koperasi. (2) Terdapat fluktuasi
simpan pinjam sebesar Rp 28.625.000,- peningkatan dan penurunan tentang kredit
dan pendapatan koperasi sebesar Rp simpan pinjam pada KP-RI “Abdi Wiyata”
2.486.267,-. Apabila dibandingkan dari selama lima tahun berturut – turut.
tahun ke tahun kredit simpan pinjam selalu Peningkatan terjadi pada tahun 2009 –
mengalami peningkatan pada tahun 2009 – 2012, sedangkan penurunan terjadi pada
2012, peningkatan tersebut mengakibatkan tahun 2013. (3) Terdapat fluktuasi
pendapatan yang diperoleh juga meningkat peningkatan dan penurunan tentang
meskipun tidak signifikan. Hal ini pendapatan koperasi. Peningkatan terjadi
disebabkan oleh rata – rata kredit yang pada tahun 2009 – 2012 dan penurunan
diberikan lunas secara bulanan dan tepat terjadi pada tahun 2013.
waktu. Sedangkan penurunan kredit Berkaitan dengan kesimpulan diatas
simpan pinjam yang terjadi pada tahun maka penulis memberikan beberapa saran
2013 mengakibatkan pendapatan koperasi yaitu (1) Pihak koperasi sebaiknya lebih
juga menurun, hal ini disebabkan oleh rata memaksimalkan pemberian kredit kepada
– rata kredit yang diberikan kepada anggota supaya pendapatan koperasi bisa
anggota menurun. Keadaan kredit simpan memaksimalkan, karena keadaan kredit
pinjam dan pendapatan koperasi tertinggi simpan pinjam dan pendapatan yang
berada pada tahun 2012 dengan jumlah terdapat pada KP-RI “Abdi Wiyata”
kredit simpan pinjam sebesarRp mengalami fluktuasi peningkatkan dan
380.600.000,- dan pendapatan koperasise penurunan. (2) Bagi Peneliti selanjutnya
besar Rp 46.534.150,- dan jumlah rata-rata yang ingin mengambil topik bahasan yang
kredit Rp 31.716.667,- serta pendapatan sama sebaiknya menambah variabel
koperasi Rp 3.877.846,- sedangkan jumlah independen yang mempengaruhi
kredit simpan pinjam dengan pendapatan pendapatan koperasi, seperti simpanan,
koperasi terendah berada pada tahun 2009 SHU, dan kinerja pengurus atau staff
yaitu jumlah kredit simpan pinjam sebesar koperasi.
Rp 172.800.000,- serta pendapatan
koperasi Rp 25.395.200,- dengan rata-rata
kredit Rp 14.400.000,- dan rata-rata
pendapatan Rp 2.116.267,-.
Tingkat keeratan hubungan kredit
simpan pinjam terhadap pendapatan Daftar Pustaka
koperasi jika dilihat dari uji korelasi adalah
kuat. Hasil ini didukung oleh data
Anaroga, Pandji, dkk. 2002. Koperasi, Rudianto. 2010. Akuntansi Koperasi.
Kewirausahaan, dan Usaha Kecil. Erlangga. Jakarta
Rineka Cipta. Jakarta
Sugiyono. 2011. Statistik untuk
Buku Kas KP-RI “Abdi Wiyata Tahun Penelitian. ALFABETA, cv.
Periode 2009 – 2013 Bandung

Ghozali, Imam. 2013. Aplikasi Analisis http://yogyakarta.kemenag.go.id/file/file/e


Multivariate Dengan Program IMB ffi/gwae1394682340.pdf. Undang–
SPSS 21. Badan Penerbit Undang Republik Indonesia Nomor
Universitas Diponegoro. Semarang 17 Tahun 2012 Tentang
Perkoperasian
Hasibuan, Malayu S.P. 2008. Dasar –
Dasar Perbankan. PT.Bumi Aksara. Wandirah Ayu dan I Made Dwita Atmaja.
Jakarta 2013. Pengaruh Kredit Simpan
Pinjam Terhadap Pendapatan
Indriantoro, Nur dan Bambang Supomo. Koperasi Pada Koperasi Tani Satya
2014. Metodelogi Penelitian Jaya Keloncing Periode 2006 –
Bisnis.BPFE-Yogyakarta. 2011. Singaraja : Jurusan Akuntansi
Yogyakarta Program Diploma III, FEB
Undiksha
Iyan, Rita Yani dan Yuliani. 2013. Peran
Kredit Koperasi Simpan Pinjam
Terhadap Pendapatan dan Usaha
Anggotanya Di Kecamatan
Tembilahan Kabupaten Indragiri
Hilir. Pekanbaru : Jurusan Ilmu
Ekonomi Progdi Ekonomi
Pembangunan Fakultas Ekonomi
Universitas Riau Kampus Bina
Widya, Pekanbaru

Marleni, Ni Luh Pt.Sri,dkk. 2014.


Pengaruh Kredit Terhadap
Pendapatan Pada Koperasi
Pegawai Negeri (KPN). Singaraja :
Jurusan Manajemen Universitas
Pendidikan Ganesha Singaraja,
Indonesia

Nurdianah, Nunuy. 2009. Pengaruh


Kredit Simpan Pinjam Terhadap
Pendapatan Koperasi Pada
Koperasi Pegawai Kesehatan
Purwakarta Di Dinas Kesehatan
Kabupaten Purwakarta. Bandung :
Program Studi Keuangan dan
Perbankan Fakultas Ekonomi
Universitas Komputer Indonesia,
Bandung