Anda di halaman 1dari 4

KLIPING BIOLOGI

PENYAKIT PENYAKIT PADA SISTEM


PENCERNAAN

NAMA : GEO DEVARA A.P


KELAS : XI MIPA 4
SMA NEGERI 17 BANDUNG
2017-2018
Penyakit pada sistem pencernaan

1) Diare

Diare merupakan keadaan buang air besar yang terjadi terlalu sering dengan feses
yang banyak mengandung air. Diare menyebabkan tubuh kehilangan banyak air.
Diare yang berlangsung lama menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi akan
mengakibatkan tubuh terasa lemas karena banyak kehilangan air dan garam
mineral.
Penyebab penyakit diare yang terpenting adalah peradangan usus (misalnya kolera
dan disentri), kekurangan gizi (misalnya kelaparan dan kekurangan zat putih telur),
keracunan makanan, atau tidak tahan terhadap makanan tertentu.
Diare dapat ditularkan melalui feses yang mengandung kuman penyebab diare.
Feses tersebut dikeluarkan oleh penderita diare yang buang air besar di sembaran
tempat. Feses akan mencemari lingkungan, misalnya tanah, sungai, atau air sumur.
Orang sehat yang menggunakan air tercemar tersebut dapat tertular diare.
Penyakit diare diberi minum garam oralit. Fungsinya, untuk mencegah terjadinya
kekurangan cairan tubuh akibat diare. Jika tidak ada oralit, diberi larutan garam-
gula. Caranya, satu gelas air the (masak) ditambah dua sendok teh gula pasir dan
seujung sendok teh garam dapur. Diaduk rata, dan diberikan kepada penderita
sebanyak mungkin. Bila diare tidak berhenti dalam satu hari, segera bawa
penderita ke dokter.
Pencegahan diare dapat dilakukan dengan cara berikut :
 Buang air besar di WC, jangan di sembaran tempat.
 Cuci tangan sebelum makan dan sesudah buang air besar.
 Minum air dan makan makanan yang sudah dimasak.
 Pada bayi, diberi ASI.

2) Sembelit

Sembelit terjadi bila buang air besar lambat. Hal ini terjadi karena usus
besar menyerap air secara berlebihan sehingga feses menjadi kering dan keras.
Beberapa faktor penyebab sembelit adalah :
 Kurang minum
 Kurang makanan berserat
 Tidak membiasakan diri buang air besar setiap hari
 Kurangnya aktivitas fisik
 Kehamilan
 Dalam kondisi sakit
 Stress
Untuk membantu meringankan penderita sembelit, banyak minum air putih dan
makan makanan yang banyak mengandung serat.
Jika penderita dibawa ke dokter maka dokter akan memberikan obat mineral oil
atau docusate sodium. Obat-obat ini berfungsi untuk melunakkan kotoran,
sehingga pembuangan feses melalui anus lebih mudah.
Beberapa tips berikut akan mencegah sembelit, yaitu :
 Makan dengan jadwal teratur. Pilih makanan yang banyak mengandung serat,
misalnya buah-buahan yang banyak mengandung serat, misalnya buah-buahan
segar dan sayuran.
 Hindari makan makanan berlemak tinggi dan terlalu manis.
 Banyak minum air putih. Untuk laki-laki, rata-rata 2,9 liter per hari (12 gelas).
Sedangkan untuk wanita 2,2 liter per hari (9 gelas).
 Rajin berolahrga.
 Biasakan buang air besar setiap hari.
 Jangan menggunakan obat pencahar (pelancar buang air besar) secara
berlebihan.

3) Tukak Lambung (Maag)

Tukak lambung adalah luka pada lapisan lambung atau usus dua belas jari, yang
dikenal dengan sakit maag. Gejala umum penyakit maag adalah pegal-pegal di
punggung selama beberapa hari atau beberapa minggu. Gejala ini terjadi 2-3 jam
setelah makan atau terjadi tengah malam ketika perut kosong. Gejala-gejala
lainnya yaitu berat badan berkurang, kurang nafsu makan, kembung, mual, dan
muntah-muntah.
Semula, sakit maag dianggap sebagai akibat terlalu banyak mengkonsumsi
makanan pedas. Sampai akhirnya, di tahun 1982, Dr. Barry Marshall (seorang
dokter gastroenterolog dari Australia) menemukan bakteri Helicobacter pylori)
sebagai salah satu penyebab penyakit maag. Namun, penyakit maag juga bisa
disebabkan penggunaan obat-obatan non-steroidal antiinflammatory agents,
misalnya aspirin.
Gejala-gejala penyakit tukak lambung yang ringan dapat diobati dengan antasid.
Namun, jika penyakit maag ini disebabkan oleh bakteri H. pylori, pengobatan
dilakukan dengan pemberian antibiotik (misalnya tetracyclin dan amoxilin).
Penyebaran penyakit tukak lambung akibat infeksi bakteri H. pylori masih sulit
diduga. Saat ini para peneliti sedang berupaya menemukan vaksin untuk mencegah
infeksi ini.
4) Radang Usus Buntu (Appendicitis)

Radang usus buntu merupakan akibat yang timbul dari infeksi yang terjadi pada
usus buntu. Gejala penyakit ini adalah sakit perut. Sakit perut yang dirasakan
biasanya di perut bagian bawah sebelah kanan.
Radang usus buntu terjadi jika lubang yang menghubungkan usus buntu
dengan usus besar tersumbat. Penyumbatan dapat terjadi karena lendir
yang menebal atau masuknya benda keras. Lendir atau benda keras ini lama
kelamaan akan mengeras dan menyumbat lubang usus buntu. Selanjutnya bakteri
yang secara alami berada dalam usus buntu menginfeksi dinding usus buntu.
Infeksi inilah yang menyebabkan usus buntu meradang dan menimbulkan rasa
sakit.
Radang usus buntu dapat diatasi dengan operasi. Operasi dilakukan untuk
memotong usus buntu dan menutup lubang bekas pemotongan usus buntu.

5) Radang pada Dinding Lambung (Gastritis)

Radang dinding lambung merupakan peradangan yang terjadi pada membran


mukus yang melapisi lambung. Gejala radang dinding lambung misalnya kesulitan
bernapas, feses hitam bercampur darah, sakit kepala, dan rasa tidak nyaman di
perut bagian atas. Radang dinding lambung dapat disebabkan terhadap makanan
tertentu, alkohol, obat-obatan (misalnya aspirin), racun (misalnya amonia dan
merkuri), dan bakteri tertentu.
Pengobatan radang dinding lambung bergantung pada penyebabnya. Misalnya,
radang dinding lambung yang disebabkan racun diobati
dengan anticholinergic seperti methantheline bromide. Radang dinding lambung
yang disebabkan bakteri diobati dengan antibiotik. Radang dinding lambung dapat
dicegah dengan menghindari alkohol, aspirin, dan membiasakan pola makan yang
sehat dan seimbang.