Anda di halaman 1dari 6

THAHAROH

1. Arti thaharah
Thaharah menurut bahasa yaitu “bersih”, sedangkan menurut syariat yaitu bersih dari
hadast kecil dan najis.Hadast terbagi menjadi dua macam hadast kecil dan hadast besar.
Hadast kecil dapat di hilangkan dengan berwudhu atau tayamum dan hadast besar di
bersihkan dengan mandi.
Thaharah ini sangat penting shalat tidak sah apabila tidak melakukan thaharah, nabi
Muhammad saw bersabda :
‫ال يقبل هللا صالة بغير طهور(رواه مسلم‬
‘Artinya : Allah tidak menerima solah yang tidak dengan bersuci (HR muslim)

Thaharoh, dalam ilmu fikih pada kitab bidaayatul mujtahid karangan Imam Al qoodi
abu walid Muhammad ibnu ahmad bin Muhammad bin ahmad ibnu rusyd alqurtubi
“kitaabu attahaaroru”
a. Berwudhu c. Tayamum
b. Mandi d. Menghilangkan najis

2. Macam macam air


Di dalam kitab Fathul qoriibu lmujiib karangan saikh Muhammad bin qoosim al
ghoza al musamma pada ‘kitaabu ahkaamu toharoh’ hal 3 air yang dapat di pakai untuk
bersuci ada 7 macam,
‫ ماء البحر و ماء النهر وماءالبئر و ماء العن وماء التلج و ماء‬,‫المياه الثي يجوز التطهير بها سبع مياه ماء السماء‬
‫البرد‬
‘ air yang dapt digunakan untuk bersuci itu ada 7 macam air yaitu ;
 Air hujan
 Air laut
 Air sungai
 Air sumur
 Mata air
 Salju
 Air embun
Air dibagi menjadi 4 bagian :
Pertama,
‫طاهر مطهر غير مكروه استعماله و هو ماء المطلق‬
‘ Suci dan mensucikan dan tidak makruh di gunakannya yaitu air mutlak’
Artinya ; airnya mutlak atau sewajarnya bukan air yang telah bersyarat
Kedua ,
‫طاهر مطهر مكروه استعماله و هو ماء المشمس‬
‘Suci dan mensucikan dan makruh di gunakan, yaitu air musams ‘
Artinya ; airnya suci dan mensucikan tetapi makruh untuk di gunakan seperti,
air musams atau air yang terjemur
Ketiga,
‫طاهرغيرمطهرلغيره و هو ماء الستعمل والمتغير بما خالطه من الطاهرات‬
‘Suci tidak mensucikan yaitu air musta’mal dan yang bercampur dengan campuran air
suci’
Artinya ; air musta’mal itu air yang bekas di gunakan berwudhu atau mandi,
dan air yang bercampur umpamanya air kopi,air the dsb.

Keempat ,
‫ماء نجس وهو الذى حلت نجاسة‬
‘air najis yang terkena najis’
Air yang brnajis ada dua macam :
 Jika air itu sedikit kemudian kemasukan najis, maka ia tidak sah
dipakai bersuci baik berubah sifatnya ataupun tidak
 Jijka air itu banyak, dan bila kemasukan najis yg terlalu sedikit yg
tidak merubah sifatnya maka tetap suci, dan jika berubah sifatnya
maka tidak dapat di gunakan bersuci

3. Macam macam najis


Najis itu adalah kotoran seperti(air kencing, darah, nanah, bangkai, bekas jilatan
anjing atau babi dan lain sebagainya).
Menurut pembagiannya najis di bagi menjadi 3 bagian :
a. Najis ringan,
Ialah air kencing bayi laki laki yang umurnya kurang dari dua bulan, dan
belum makan selain susu.
Cara membersihkannya, hanya dengan memercikkan air kebagian yg terkena
najis sampai bersih
b. Najis berat
Ialah najis di jilat anjing atau babi,
Cara membersihkannya, hilangkan dahulu benda najis itu, kemudian dicuci
dengan air bersih tujuh kali salah satunya dengan campuran tanah
c. Najis sedang
Ialah kotoran manusia atau binatang, air kencing, bangkai(selain belalang dan
ikan), darah, nanah, dll
Cara membersihkannya, cukup denganmembasuh atau mengalirkan air
sampai bersih atau hilang semua sifat nya
Menurut wujudnya najis di bagi menjadi dua
1. ‘Ainy, berwujud benda
2. Hukmi , hanya hukumnya sajah sedang wujud bendanya tidak ada.
Macam macam najis yang di maafkan
1. Bangkai binatang yang darah nya tidak mengalir
2. Najis yang amat sedikit sekali
3. Nanah atau darah dari kudis, yang belum sembuh
4. Debu yang campur najis
5. dll
4. Berwudhu
Berwudhu adalah membersihkan anggota anggota wud’lu untuk menghilangkan
hadast kecil, wud’lu merupakan syarat untuk syahnya shalat yang di kerjakan orang
sebelum mengerjakn sholat. Perintah berwud’lu ini terdapat dalam surat al maidah 6 ;
  
   
  
  
  
…… 
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, Maka
basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh)
kakimu sampai dengan kedua mata kaki,”
Ada pun syarat syah nya berwud’lu yaitu ;
a. Islam,
b. Mumayyiz, orang yang dapat membedakan yg baik dan benar
c. Dikerjakan ,menggunakan air yang suci dan mensucikan
d. Tidak ada sesuatu anggota wudlu itu yg dapat merobah air yg digunakan
untuk berwud’lu.
e. Tidak ada sesuatu benda yang menghalangi sampainya air wudlu pada
anggota wud’lu.
Dan Rukun wudu itu ada 6 :
a. Niat wudhu, ketika membasuh muka
b. Membasuh muka
c. Membasuh dua belah tangan sampai siku
d. Basuhlah sebagian dari rambut kepala
e. Membasuh kedua kaki sampai dengan mata kaki
f. Tertib
Sunat wudhu ialah :
a. Membaca basmallah
b. Membasuh tangan sampai pergelangan tangan terlebih dahulu
c. Berkumur kumur
d. Membersihkan hidung
e. Menyela janggut yang tebal
f. Mendahulukan anggota kanan dari pada kiri
g. Menyapu atau mengusap semua kepala
h. Menyapu (mengusap) kedua telinga
i. Menyela jari tangan dan jari kaki
j. Mentiga kalikan pembasuhan
k. Berturut turut
l. Berdo’a sesudah berwudhu
ُ‫س ْولُه‬ َ ‫ َوأ َ ْش َهد ُ ا َ َّن ُم َح َّمدًا‬,ُ‫أ َ ْش َهد ُ ا َ ْن الَ ِإلَهَ اِالَّ هللاُ َو ْحدَهُ الَش َِري َْك لَه‬
ُ ‫ع ْبدُهُ َو َر‬
‫ط ِ ِّه ِر ْين ََو ْج َع ْلن َْي ِمن ِع َبادِك‬
َ َ‫اج َع ْلنِي ِمنَ ْال ُمت‬ْ ‫اج َع ْلنِي ِمنَ الت َّ َّوا ِبيْنَ َو‬
ْ ‫اللَّ ُه َّم‬
َ‫صا ِل ِحيْن‬
َّ ‫ال‬
“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan tidak ada yang
menyekutukanNya. Aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba-
Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku orang yang ahli bertobat,
jadikanlah aku orang yang suci, dan jadikanlah aku dari golongan orang-
orang yang saleh.”

Hal hal yang membatalkan wudhu ;


a. Adanya salah satu yang keluar dari perut melalui salah satu dari dua jhalan
kotor.
b. Tidur atau tertidur dengan duduk yang tidak tetap
c. Hilang akal sebab gila, pingsan, mabuk, dsb
d. Tersentuh kemaluan dengan telapak tangan
e. Tersentuhnya kulit laki laki dengan kulit perempuan (bukan muhrim) atau
pun sebaliknya.

5. Mandi
Menurut syariat mandi yaitu meratakan air pada seluruh badan untuk membersihkan
hadast besar. Shalat baru syah apabila kita suci dari hadast besar dan kecil, cara
menghilangkan hadast besar yaitu dengan mandi wajib. Allah SWT berfirman,
   
  
    
     
 ………….  
43. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam
Keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri
mesjid) sedang kamu dalam Keadaan junub[301], terkecuali sekedar berlalu saja, hingga
kamu mandi.
Adapun kita di perintahkan mandi (sunah mandi), khususnya dalam peristiwa
peristiwa penting, yakni ;
1. Ketika hendak pergi shalat jum’at
2. Ketika hendak pergi shalat Hari Raya
3. Ketika hendak pergi shalat Gerhana
4. Ketika hendak pergi shalat istisqo
5. Ketika sudah memandikan mayat
6. Ketika baru masuk islam
7. Ketika sadar dari, pingsan, mabuk, gila
8. Ketika hendak ihrom
9. Ketika hendak berkumpul dengan orang banyak
10. Ketika tubuh kita kotor
11. Ketika masuk negri makkah
Dan hal hal yang menyebabkan orang wajib mandi ialah ;
1. Berkumpulnya laki istri, karena bersetubuh
2. Keluarnya nutfah, sebab mimpi atau sebab lain
3. Karena Haid
4. Karena nifas (sesudah melahirkan anak)
5. Karena melahirkan anak
6. Mati

Rukun mandi ada 3 perkara ;


1. Niat,
2. Menghilangkan najis , yang sekira ada di badan
3. Meratakan air ke seluruh kulit tubuh beserta rambut rambutnya.
Adapun sunat mandi itu, diantaranya sebagai berikut ;
1. Membaca basmallah
2. Berwudhu sebelum mandi
3. Menggosok badan dengan tangan
4. Menyilang nyilangi rambut yang tebal
5. Memulai membasuh kepala kemudian anggota tubuh sebelah kanan
6. Mentiga kalikan pembasuhan anggota badan
7. Beriiringan

6. Tayammum
Tayammum adalah salah satu cara bersuci , sebagai ganti berwudhu atau mandi,
apabila berhalangan memakai air.
Sebab sebab di perbolehkannya tayammum yaitu ada tiga perkara,
1. Tidak ada air
2. Ketika dalam perjalanan yang sulit menemukan air
3. Sebab sakit yang tidak boleh terkena air

Syarat syarat tayammum yaitu ;


a. Adanya udzhur,
b. Telah dating waktu sholat
c. Mencari air terlebih dahulu, bagi yang sebabnya tidak ada air
d. Menggunakn debu yang suci
Adapun fardhu tayammum ada 4 yaitu ;
a. Niat
‘Sahaja aku tayamum kerana menguruskan sembahyang, karena allah
ta’ala ‘
b. Mengusap muka dengan debu tanah, dari tangan yang telah di letakan ke
debu
c. Mengusap kedua tangan sampai siku, dengan debu dari tanah yang baru di
letakkan ke debu jadi dua kali memukul atau meletakan ke debu
d. Tertib , berurutan
Sunat tayammum ;
a. Membaca basmallah
b. Mendahulukan anggota yang kanan
c. Menipiskan debu di telapak tangan
d. Berturut turut tidak di selingi oleh antara yang lama
Yang membatal kan tayammum ;
a. Semua yang membatalkan wudhu
b. Melihat air bagi yang sebabnya ketiadaan air
c. Karena murtad atau kafir
Sesudah tayammum bleh atau sah mengerjaka sholat fardu sekali sajah, dan
seterusnya boleh mengerjakan shalat sunat seberapa suka .
Dan bila akan sholat fardhu lagi maka hendak ber tayammum lagi.
Cara mengerjakannya ;
a. Lebih dahulu cari debu atau tanah yang berdebu
b. Membaca basmallah
c. Berniat,
d. Menepukan kedua belah telapak tangan ke atas debu
e. Menghapuskan(mengusapkan) ke muka seperti halnya berwudhu
f. Menepukkan ke dua telapak tangan saekali lagi ke atas debu
g. Menghapuskan(mengusapkan) telapak tangan kiri ke tangan kanan sampai
sikut dan sebalik nya

SUMBER :
 Kitab Fathul qorib al mujiib karangan Ibnu Qosim Alghozi
 Ilmu fikih islam lengkap karangan Drs.H.Moh.Rifa’i
`