Anda di halaman 1dari 61

PEDOMAN

PENULISAN
KARYA TULIS
ILMIAH

JURUSAN KEPERAWATAN
POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
TAHUN AKADEMIK 2017/2018
TIM PENYUSUN
DOSEN PRODI
KEPERAWATAN
MAGELANG

Kontributor

Putrono, S.Kep., Ns., M.Kes.


Sawab. S.Kep., Ns., M.Kep.
Sugih Wijayanti, S.Kep, Ns., M.Kes.
Erna Erawati, S.Kep, Ns., M.Kep.
Hermani Triredjeki, S.Kep., Ns., M.Kes.
Adi Isworo, S.KM., M.Kes.
Drs. Moh. Hanafi, M.Kes.
Sunarko, S.Pd., M.Med.Ed.
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah
memberikan kekuatan kepada kami untuk menyelesaikan penyusunan Pedoman
Penyusunan Karya Tulis Ilmiah : Studi Kasus bagi Pendidikan Diploma III
Keperawatan.
Buku ini disusun sebagai bentuk upaya dalam menjawab adanya dinamika
regulasi dan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Standar Nasional
Pendidikan Tinggi (SNPT) telah mengisyaratkan bahwa pendidikan Diploma III
Keperawatan merupakan pendidikan vokasi yang tidak menyelenggarakan
pembelajaran metode riset (penelitian); dan karenanya perlu dilakukan perubahan
mendasar dalam desain kegiatan penyusunan karya tulis ilmiah (KTI) bagi Pendidikan
Diploma III Keperawatan, khususnya di Poltekkes Kemenkes Semarang.
Kehadiran buku ini diharapkan mampu memberikan warna dan kekhasan dari
teknik penyusunan karya tulis ilmiah jenjang Diploma III Keperawatan; dan secara
praktis mampu memfasilitasi mahasiswa dalam meningkatkan pencapaian
kompetensi / tujuan perkuliahan mereka.
Akhirnya, kami mengucapkan terimakasih kepada segenap pihak yang telah
memberikan dukungan bagi tersusunnya buku ini dan segenap kritik dan saran sangat
kami harapkan bagi perbaikan dimasa yang akan datang.

Penyusun
SAMBUTAN KETUA
JURUSAN KEPERAWATAN SEMARANG

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah melimpahkan rahmat kepada kita semua
sehingga TIM KTI berhasil menyelesaikan penyusunan buku Pedoman Penyusunan Karya Tulis
Ilmiah bagi Pendidikan Diploma III Keperawatan.
Buku ini merupakan hasil kerja keras dari Tim KTI dan beberapa pihak yang telah membantu
tersusunnya pedoman ini. Untuk itu, kami atas nama Ketua Jurusan menyampaikan terimakasih
kepada seluruh pihak yang telah membantu penyusunan buku ini
Semoga kehadiran buku ini dapat meningkatkan dinamika pada pendidikan Diploma III
Keperawatan sekaligus mampu meningkatkan kompetensi lulusan Diploma III Keperawatan
sebagaimana yang kita cita-citakan bersama.
Sekali lagi kami sampaikan selamat kepada seluruh tim yang telah berhasil menyelesaikan
penyusunan dan semoga ke depan akan muncul inovasi yang lebih baik dalam rangka
meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

Semarang,10 Agustus 2017

Ketua Jurusan Keperawatan ,

Putrono,S.Kp., Ns., M.Kes.


BAB I
PENDAHULUAN

A. Dasar Pemikiran
1. Standar Kompetensi Perawat Diploma III yang mencakup ketiga ranah kompetensi
yang tertuang pada Standar Kompetensi Perawat Indonesia, yaitu Praktik profesional,
legal, etis, dan peka budaya; Pemberian asuhan dan Manajemen keperawatan; serta
Pengembangan kualitas personal dan profesional.

2. Rumusan capaian pembelajaran pada program pendidikan Diploma III Keperawatan


adalah:
a. Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang keahliannya
secara mandiri. (CP.S.10)
b. Menguasai konsep keperawatan sebagai landasan dalam memberikan asuhan
keperawatan secara holistic dan komprehensif. (CP.P.4)
c. Menguasai teknik pengumpulan, klasifikasi, dokumentasi, dan analisis data
serta informasi asuhan keperawatan. (CP.P.12)
d. Mampu mengumpulkan data, menganalisa dan merumuskan masalah,
merencanakan, mendokumentasikan, dan menyajikan informasi asuhan
keperawatan. (CP.K.5)
e. Memecahkan masalah pekerjaan dengan sifat dan konteks yang sesuai dengan
bidang keahlian terapannya, didasarkan pada
f. pemikiran logis dan inovatif, dilaksanakan dan bertanggung jawab atas
hasilnya secara mandiri. (CP.U.3)
g. Menyusun laporan tentang hasil dan proses kerja dengan akurat dan sahih,
mengomunikasikan secara efektif kepada pihak lain yang membutuhkannya.
(CP.U.4)
h. Mendokumentasikan, menyimpan, mengamankan, dan menemukan kembali
data untuk menjamin kesahihan dan mencegah plagiasi. (CP.U.8)

B. Dasar Hukum

1. Undang Undang RI Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi;


2. Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang KKNI.
3. Permenristek Dikti Nomor 44 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan
Tinggi;
4. Permendiknas Nomor 17 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Penanggulangan
Plagiat di Perguruan Tinggi;
5. Kurikulum inti D III Keperawatan tahun 2014.

C. Tujuan
1. Tujuan Umum
Buku Panduan ini disusun untuk memberikan pedoman kepada para pengelola
pendidikan Diploma III Keperawatan untuk merumuskan panduan bagi
pembimbing dan mahasiswanya dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah.

2. Tujuan Khusus
a. Pembimbing dan mahasiswa memahami latar belakang diterapkannya KTI.
b. Pembimbing dan mahasiswa memahami alur penyusunan KTI.
c. Pembimbing dan mahasiswa memahami desain penelitian deskriptif.
d. Pembimbing dan mahasiswa memahami kerangka acuan penyusunan proposal dan
laporan KTI.
e. Pembimbing dan mahasiswa memahami teknik penulisan proposal dan laporan
KTI.
f. Pembimbing dan mahasiswa memahami evaluasi KTI.

D. Lingkup Karya Tulis Ilmiah


Sesuai capaian pembelajaran program pendidikan Diploma III Keperawatan, lingkup
karya tulis ilmiah adalah asuhan keperawatan baik di tatanan klinik maupun
komunitas dengan fokus studi pada tindakan keperawatan.
BAB II
TUGAS AKHIR PROGRAM DIPLOMA III KEPERAWATAN DAN
ALUR PENYUSUNAN KTI

Pada bagian ini diuraikan tentang tugas akhir program diploma III keperawatan
dan alur penyusunan Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang berupa langkah-langkah proses
pelaksanaan KTI.
A. Karya Tulis Ilmiah Diploma III Keperawatan
Karya Tulis Ilmiah yang dikenal pula sebagai Tugas Akhir program diploma
III, perlu memperhatikan beberapa hal sebagai berikut;
1. Karya Tulis Ilmiah mahasiswa dalam bentuk studi kasus.
2. Pendekatan penulisan KTI disusun berdasarkan kaidah metodologi ilmiah yang
baku.
3. Evaluasi dan penilaian KTI dilakukan melalui pembimbingan, dan penilaian
karya ilmiah sesuai ketentuan penilaian di institusi.
4. Penyusunan KTI dibimbing sedikitnya oleh 1 (satu) orang pembimbing yang
memiliki keahlian untuk itu.
5. Pembimbing I adalah dosen program studi yang memiliki keahlian sesuai topik
KTI mahasiswa.
6. Pembimbing I sekurang-kurangnya memiliki Jabatan akademik Asisten Ahli
dan bergelar Magister (S2) dengan dasar pendidikan keprofesian.
7. Jika diperlukan dan memungkinkan, diperbolehkan adanya Pembimbing II,
yaitu dosen yang berkeahlian khusus di bidang kajiannya yang relevan.
8. Ujian KTI dilaksanakan apabila telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
9. Penguji KTI diprioritaskan kepada dosen dengan jabatan fungsional menurut
bidang keahlian yang sesuai dengan bidang tugas akhir yang
diuji.

Dengan memperhatikan peraturan tersebut diatas dan mempertimbangkan


proses pembelajaran yang telah berjalan, maka jurusan keperawatan merumuskan
model KTI mahasiswa Diploma III Keperawatan dalam bentuk karya tulis ilmiah
(KTI) studi kasus yang dibimbing oleh 2 (dua) orang pembimbing TA terdiri dari
pembimbing I dan II sesuai ketentuan tersebut.

B. Langkah-Langkah Proses Pelaksanaan KTI


Adapun langkah-langkah proses pelaksanaan KTI sebagai berikut:
1. Langkah Pertama (Pengusulan Topik dan Pembimbing):
a. Mahasiswa mengajukan topik/judul awal penelitian sesuai dengan
peminatannya diajukan kepada Koordinator Karya Tulis Ilmiah yang telah
ditentukan.
b. Selanjutnya setiap mahasiswa diberikan kebebasan memilih Dosen
Pembimbing yang sesuai dengan judul KTI. Dosen pembimbing terdiri dari
pembimbing utama dan pembimbing pendamping yang ditentukan
berdasarkan persyaratan yang berlaku, kemudian diserahkan kembali
kepada Koordinator KTI untuk penerbitan Surat Tugas/SK Direktur.
2. Langkah Kedua (Penyusunan Proposal):
a. Setelah terbit SK Pembimbing KTI, mahasiswa melakukan proses
penyusunan proposal penelitian sesuai Kalender Akademik. Proposal
dinyatakan layak untuk diujikan jika telah melalui proses
konsultasi/bimbingan dan dinyatakan layak untuk dipertahankan dihadapan
penguji oleh kedua pembimbing.
b. Selanjutnya mahasiswa mengajukan Ujian Proposal kepada bagian
administrasi akademik dan sarana prasarana untuk persiapan kelengkapan
ujian proposal.
c. Hasil ujian proposal bisa layak/lulus dan tidak lulus/tidak layak untuk
ditindak lanjuti sebagai penelitian. Jika ada revisi maka dilakukan proses
revisi.
d. Jika dinyatakan tidak layak maka mahasiswa diwajibkan untuk mengulangi
lagi langkah kedua mulai dari proses bimbingan proposal sampai ujian
proposal lagi.
3. Langkah Ketiga (Pelaksanaan Penelitian):
a. Sebelum pelaksanaan pengambilan data, mahasiswa harus mengurus surat
ijin penelitian dan ethical clearance bila perlu. Untuk mengurus surat ijin
caranya: menyerahkan proposal penelitian yang telah disetujui penguji
kepada administrasi akademik sebanyak 3 eksemplar (untuk: lahan tempat
penelitian, administrasi akademik dan mahasiswa).
b. Mahasiswa diperkenankan melakukan pengumpulan data untuk penelitian
setelah memenuhi syarat-syarat administratif, serta sepengetahuan dari
kedua pembimbing.
c. Hasil penelitian dinyatakan memenuhi syarat untuk diujikan jika telah
melalui proses bimbingan dan dinyatakan layak untuk dipertahankan
dihadapan penguji oleh kedua pembimbing.
4. Langkah Keempat (Ujian Sidang Hasil KTI):
a. Mahasiswa mengajukan ujian hasil penelitian sebagai Ujian sidang KTI
kepada ketiga Penguji.
b. Setelah memperoleh persetujuan dari penguji, mahasiswa melapor kepada
penanggungjawab KTI dan sarana prasarana untuk menyiapkan sarana
sidang KTI.
c. Ujian sidang KTI dapat dilaksanakan jika mahasiswa telah memenuhi
syarat-syarat administratif dan akademis.
d. Ujian sidang KTI dinyatakan lulus atau tidak lulus.
e. Jika ada revisi mahasiswa diberikan kesempatan memperbaiki KTI selama
1 minggu.
f. Jika dinyatakan tidak lulus, maka mahasiswa harus mengulang langkah
ketiga sampai dinyatakan layak untuk ujian ulang oleh kedua pembimbing.
g. KTI yang sudah diperbaiki dimintakan persetujuan penguji dan disahkan
oleh ketiga penguji, kemudian KTI digandakan dengan ketentuan sebagai
berikut:
1) 3 buah CD lengkap (untuk Penguji)
2) 1 buah CD format jurnal (untuk perpustakaan)
3) 3 buah buku jilid hard cover (untuk lahan, perpustakaan, Prodi)

C. Pelaksanaan penelitian dan bimbingan penelitian


1. Pengajuan topik (judul penelitian) dan pemilihan Pembimbing
2. Koordinator KTI
3. Penerbitan SK Pembimbing (Direktur)
4. Proses bimbingan proposal
5. Pengajuan ujian proposal
6. Pelaksanaan ujian proposal
a. Lulus
b. Revisi
c. Perijinan dan etical proposal
d. clearance penelitian
e. Pengajuan ujian sidang KTI
f. Administrasi
g. akademik Sarana prasarana
h. Pelaksanaan ujian KTI
i. Lulus ujian sidang Tidak Lulus ujian sidang
j. Perbaikan Maksimal 2 Minggu yang disetujui dan disahkan oleh :
1) Tim Penguji
2) Ketua Perwakilan Jurusan
k. Digandakan (CD dan fisik) Sesuai kebutuhan :
1) CD 3 (Pembimbing lengkap)
2) CD format jurnal (perpus)
3) Fisik 3 (lahan, perpustakaan, Prodi)
4) Selesai Mengisi (Form 7)
BAB III
KARYA TULIS ILMIAH PENELITIAN DESKRIPTIF
(DESAIN STUDI KASUS)

A. Pengertian Penelitian Deskriptif


Penelitian deskriptif, menurut Danim (2003) adalah penelitian yang dimaksudkan
untuk mendeskripsikan secara sistematis dan akurat suatu situasi atau area populasi
tertentu yang bersifat faktual. Penelitian ini juga dimaksudkan untuk memotret
fenomena individual, situasi, atau kelompok tertentu yang terjadi.

B. Tujuan Penelitian Deskriptif


Adapun tujuan penelitian deskriptif ini adalah mendeskripsikan seperangkat
peristiwa atau kondisi populasi tertentu (Danim, 2003).

C. Ciri-Ciri Penelitian Deskriptif


Ciri-ciri dominan penelitian deskriptif menurut Danim (2003), sebagai berikut:
1. Bersifat mendeskripsikan kejadian atau peristiwa yang bersifat faktual.
2. Dilakukan secara survei, karena itu penelitian deskriptif sering disebut sebagai
penelitian survei.
3. Bersifat mencari informasi faktual & dilakukan secara mendetail.
4. Mengidentifikasi masalah-masalah atau untuk mendapatkan justifikasi keadaan
dan praktik-praktik yang sedang berlangsung.
5. Mendeskripsikan tentang subyek yang sedang dikelola oleh kelompok orang
tertentu dalam waktu yang bersamaan.

D. Desain Penelitian Deskriptif


Berbagai buku sumber yang menyebutkan, terdapat berbagai jenis penelitian
deskriptif. Desain penelitian deskriptif merujuk pada Nursalam (2003), yaitu desain
penelitian studi kasus dan desain penelitian survei. Lebih lanjut dalam pedoman ini
akan diuraikan tentang penelitian studi kasus.
1. Penelitian Studi Kasus
Penelitian studi kasus adalah penelitian yang mempunyai ciri-ciri sebagai
berikut:
2. Merupakan rancangan penelitian yang mencakup pengkajian satu unit
penelitian secara intensif, misal satu pasien, keluarga, kelompok, komunitas
atau Institusi. Meskipun jumlah subyek cenderung sedikit, jumlah variabel yang
diteliti sangat luas (Nursalam, 2003).
3. Unit yang menjadi kasus secara mendalam dianalisis baik dari segi yang
berhubungan dengan keadaan kasus itu sendiri, faktor-faktor yang
mempengaruhi, kejadian-kejadian khusus yang muncul sehubungan dengan
kasus, maupun tindakan dan reaksi kasus terhadap suatu perlakuan atau
pemaparan tertentu (Notoatmodjo,S., 2005).
4. Meskipun hanya berbentuk unit tunggal, namun dianalisis secara mendalam
serta menggunakan berbagai teknik secara integratif (Notoatmodjo,S., 2005)

E. Langkah-langkah Penelitian Deskriptif


Adapun langkah-langkah penelitian deskriptif, sebagai berikut:
1. Memilih masalah penelitian.
2. Merumuskan dan mengadakan pembatasan masalah, kemudian berdasarkan
masalah tersebut diadakan studi pendahuluan.
3. Menghimpun informasi dan teori-teori sebagai dasar menyusun kerangka
konsep penelitian.
4. Menentukan desain penelitian.
5. Menentukan populasi dan sampel/subyek penelitian.
6. Merumuskan dan memilih teknik pengumpulan data.
7. Menentukan alat pengumpulan data yang akan digunakan.
8. Melaksanakan pengumpulan data.
9. Melakukan pengolahan dan analisis data.
10. Menarik kesimpulan.
11. Menyusun dan mempublikasikan laporan penelitian.

F. Teknik Statistik Deskriptif


Menurut Notoatmodjo (2005), jenis data hasil penelitian terbagi atas 2 jenis, yaitu
data kualitatif dan data kuantitatif. Pada desain penelitian studi kasus, data yang
dihimpun adalah data kualitatif. Data kualitatif adalah data yang berhubungan
dengan kategorisasi,karakteristik atau sifat suatu variabel. Biasanya tidak
berhubungan dengan angka-angka dan sering tidak dikaitkan dengan analisis
statistik, sehingga data ini disebut dengan data nonstatistik (Notoatmodjo, 2005).
Data disajikan dalam bentuk narasi.
BAB IV
KERANGKA PENULISAN DAN CONTOH
KARYA TULIS ILMIAH

Pada bagian ini akan diuraikan secara rinci hal-hal yang harus dituliskan dalam Karya
Tulis Ilmiah lengkap beserta contohnya.
A. Kerangka Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Kerangka penulisan proposal maupun Karya Tulis Ilmiah untuk penelitian
deskriptif, baik desain studi kasus maupun survei terdiri dari: 1) Bagian Awal, 2)
Bagian Inti dan 3) Bagian Akhir.

1. Kerangka Penulisan Proposal KTI


a. Bagian Awal
1) Halaman Sampul Depan
2) Halaman Sampul Dalam
3) Halaman Persetujuan
4) Kata pengantar
5) Halaman Daftar Isi
6) Halaman Daftar Tabel
7) Halaman Daftar Gambar
8) Halaman Daftar Lampiran
2. Bagian Inti
a. BAB I PENDAHULUAN
1) Latar Belakang Masalah
2) Rumusan Masalah
3) Tujuan Penelitian
4) Manfaat Penelitian
b. BAB II TINJAUAN PUSTAKA
1) Teori Dasar yang relevan (dapat terdiri dari beberapa sub bab yang
relevan dengan topik penelitian)
c. BAB III METODE PENELITIAN
1) Jenis/Desain/Rancangan Penelitian
2) Subyek Penelitian
3) Fokus studi
4) Definisi Operasional Fokus Studi
5) Instrumen Penelitian
6) Metode Pengumpulan Data
7) Lokasi & Waktu Penelitian
8) Analisis Data dan Penyajian Data
9) Etika Penelitian
3. Bagian Akhir
a. Daftar Pustaka
b. Lampiran
1) Jadwal Kegiatan
2) Informasi & Pernyataan Persetujuan (Informed Consent)
3) Instrumen Penelitian, dst

B. Kerangka Penulisan KTI (Pelaporan Hasil Penelitian)


1. Bagian Awal
a. Halaman Sampul Depan
b. Halaman Sampul Dalam dan Prasyarat Gelar
c. Halaman Pernyataan Keaslian
d. Halaman Persetujuan
e. Halaman Pengesahan Penguji
f. Halaman Kata Pengantar
g. Halaman Abstrak (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris)
h. Halaman Daftar Isi
i. Halaman Daftar Tabel
j. Halaman Daftar Gambar
k. Halaman Daftar Lampiran
l. Daftar Arti Lambang, Singkatan dan Istilah
2. Bagian Inti
a. BAB I: PENDAHULUAN
1) Latar Belakang Masalah
2) Rumusan Masalah
3) Tujuan Penelitian
4) Manfaat Penelitian
b. BAB II: TINJAUAN PUSTAKA
Teori Dasar yang relevan (dapat terdiri atas sub-sub bab sesuai dengan topik
penelitian)
c. BAB III: METODE PENELITIAN
1) Jenis/Desain/Rancangan Penelitian
2) Subyek Penelitian
3) Fokus Studi
4) Definisi Operasional Fokus Studi
5) Instrumen Penelitian
6) Metode Pengumpulan Data
7) Lokasi & Waktu Penelitian
8) Analisis Data dan Penyajian Data
9) Etika Penelitian
d. BAB IV: HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
1) Hasil Penelitian
2) Pembahasan
3) Keterbatasan Penelitian
e. BAB V: SIMPULAN DAN SARAN
1) Simpulan
2) Saran
3. Bagian Akhir
a. Daftar Pustaka
b. Lampiran
1) Jadwal Kegiatan
2) Surat Ijin Penelitian
3) Informasi & Pernyataan Persetujuan (Informed Consent)
4) Instrumen Penelitian
5) Tabulasi Data (Jika ada) Tambahan
6) Hasil Penghitungan Statistik (jika ada), dst
7) Lembar konsul

C. Penjelasan dan Contoh KTI


Pada bagian ini diuraikan tentang penjelasan serta contoh-contoh penulisan
Proposal Penelitian maupun Laporan Penelitian (KTI).
1. Bagian Awal
Bagian awal meliputi:
a. Halaman Sampul Depan
Halaman Sampul Depan merupakan sampul dari Karya Tulis Ilmiah yang
memuat hal berikut secara berurutan:
1) Logo Institusi
2) Judul Karya Tulis Ilmiah
3) Nama Lengkap Penulis (Mahasiswa), tanpa kata “oleh”
4) NIM (Nomor Induk Mahasiswa)
5) Nama institusi dan Tahun Penulisan Laporan
Judul diketik dalam huruf capital (font 14, Bold, Times New Roman),dengan
spasi tunggal harus singkat, tepat, informatif (jumlah kata dalam Judul
berkisar 5 sampai 12 kata). Apabila judul tidak dapat dibuat menjadi judul
yang singkat, maka dapat dibuat Sub Judul di bawah Judul Pokok dengan
huruf kecil dalam kurung ( ) dan merupakan kalimat penjelasan. Perhatikan
pemenggalan kata pada penulisan judul. Halaman sampul depan dicetak di
atas hard cover berwarna sesuai kebijakan institusi.
b. Halaman Sampul Dalam
Halaman Sampul Dalam memiliki kemiripan dengan Sampul Halaman
Depan. Perbedaannya adalah:
1) Di bawah Judul ditulis prasyarat: Karya Tulis Ilmiah ini disusun sebagai
salah satu persyaratan menyelesaikan Program Pendidikan Diploma III
Keperawatan.
2) Dicetak di atas kertas putih yang sama dengan kertas naskah KTI.
c. Pernyataan Keaslian Tulisan (untuk hasil penelitian)
Pernyataan keaslian tulisan berisi ungkapan penulis bahwa Karya Tulis
Ilmiah yang ditulisnya bukan merupakan pengambilan tulisan atau pikiran
orang lain yang diaku sebagai tulisan atau pemikirannya sendiri.
Pengambilalihan karya orang lain untuk diaku sebagai karya sendiri
merupakan tindak kecurangan yang lazim disebut plagiat. Penulis Karya
Tulis Ilmiah harus menghindarkan diri dari tindak kecurangan ini.
d. Lembar Persetujuan dan Pengesahan
Terdiri dari 2 (dua) halaman:
1) Lembar pertama adalah Lembar Persetujuan Pembimbing Karya Tulis
Ilmiah. Hal-hal yang dicantumkan adalah: 1). Karya Tulis Ilmiah
oleh..............ini telah disetujui untuk diuji; 2). Nama lengkap dan NIM
Mahasiswa; 3) Nama lengkap beserta gelar Pembimbing I dan
Pembimbing II dan Tanda Tangan; 4) Tempat, tanggal,bulan, dan tahun
disetujui Pembimbing. ( Format terlampir)
2) Lembar kedua adalah Lembar pengesahan untuk proposal dan untuk
Karya Tulis Ilmiah. Lembar pengesahan ini baru diberikan setelah ada
penyempurnaan isi oleh mahasiswa yang bersangkutan sesuai dengan
saran-saran yang diberikan oleh para Penguji pada saat Ujian Sidang
proposal maupun KTI. Pada lembar ini terdapat tanggal, bulan, tahun
dilaksanakan ujian; nama lengkap, NIP, dan tanda tangan dari masing-
masing Penguji.
e. Kata Pengantar
Di dalam halaman Kata Pengantar dicantumkan ucapan terima kasih penulis
Karya Tulis Ilmiah yang ditujukan kepada orang-orang, lembaga, organisasi
dan/atau pihak-pihak lain yang telah banyakmembantu dalam
mempersiapkan, melaksanakan dan menyelesaikan penulisan Karya Tulis
Ilmiah.Tulisan Kata Pengantar diketik dengan huruf kapital, simetris di
batas atas bidang pengetikan dan tanpa tanda titik. Teks kata pengantar
diketik dengan spasi ganda (dua spasi). Panjang teks tidak lebih dari dua
halaman kertas ukuran A4. Kemudian, pada akhir teks dicantumkan kata
“Penulis” tanpa menyebut nama terang, dan ditempatkan di pojok kanan
bawah.
f. Abstrak
Abstrak hanya untuk Hasil Penelitian. Pada bagian awal dan terpisah dari
teks Abstrak, dicantumkan Judul Karya Tulis Ilmiah secara lengkap
(termasuk sub judul) yang diketik dengan huruf kecil kecuali huruf-huruf
pertama dari masing-masing kata dan bukan kata penghubung. Nama
Penulis Karya Tulis Ilmiah dicantumkan di bawah judul, diikuti dengan
tahun lulus Ujian Karya Tulis Ilmiah yang diketik dalam tanda kurung. Di
bawah nama dituliskan nama Program Studi (tidak boleh disingkat) dan
nama Institusi. Kemudian dicantumkan nama Dosen Pembimbing Utama
dan Pendamping lengkap dengan gelar akademiknya.Dalam abstrak
dicantumkan kata kunci yang ditempatkan di bawah nama dosen
pembimbing. Jumlah kata kunci ini sekitar lima buah. Katakunci diperlukan
untuk komputerisasi sistem informasi ilmiah. Dengan kata kunci, kita bisa
menemukan judul-judul karya tulis beserta abstraknya dengan mudah.Di
dalam teks abstrak disajikan secara padat inti sari Karya Tulis Ilmiah yang
mencakup latar belakang, tujuan penelitian, metode yang digunakan, hasil-
hasil yang diperoleh, simpulan yang dapat ditarik,dan saran yang
diajukan.Teks Abstrak diketik dengan spasi tunggal (satu spasi, font 12
times new roman) dan panjangnya tidak lebih dari 200 kata, merupakan
satu paragraf ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
g. Daftar Isi
Daftar Isi merupakan petunjuk bagi pembaca tentang topik tertentu dalam
Karya Tulis Ilmiah dan nomor halaman. Daftar Isi memuat judul besar
(bab), judul kecil (sub bab atau sub-sub bab) diketik dengan spasi tunggal
jika lebih dari satu baris dan disertai nomor halamannya.
h. Daftar Lampiran
Daftar lampiran memuat nomor urut lampiran, judul lampiran, nomor
halaman letak Lampiran. Judul Lampiran yang memerlukan lebih dari 2
baris diketik dengan spasi tunggal, antara Judul lampiran yang satu dengan
Judul lampiran yang lain diberi jarak 2 spasi.
i. Daftar Tabel
Daftar Tabel memuat nomor urut tabel, judul tabel, nomor halaman letak
tabel. Penulisan dalam tablel dengan spasi 1 font 10-11. Judul tabel yang
memerlukan lebih dari 2 baris diketik dengan spasi tunggal,antara judul
tabel yang satu dengan judul tabel yang lain diberi jarak 2 spasi.
j. Daftar Gambar
Daftar Gambar memuat nomor urut gambar, judul gambar, nomor halaman
letak gambar. Judul gambar yang memerlukan lebih dari 2 baris diketik
dengan spasi tunggal, antara Judul gambar yang satu dengan Judul gambar
yang lain diberi jarak 2 spasi.
k. Daftar Istilah dan Singkatan
Daftar istilah dan singkatan memuat beberapa arti lambang singkatan dan
istilah yang banyak digunakan pada naskah Karya Tulis Ilmiah.
2. Bagian Inti
Bagian Inti dari Karya Tulis Ilmiah sebagai berikut:
a. Bab I: Pendahuluan
Pada Bab Pendahuluan memuat:
1) Latar Belakang
Latar Belakang berisi uraian tentang (1) apa yang menjadi perhatian
atau masalah dalam Studi Kasus, (2) alasan mengapa masalah itu
dianggap penting, (3) masalah tersebut didukung oleh fakta empiris
(pemikiran induktif) termasuk hasil-hasil penelitian terdahulu, sehingga
dapat mempertegas bahwa masalah tersebut perlu diteliti dengan studi
kasus, namun pada penelitian studi kasus, diperbolehkan tanpa data
yang berupa angka-angka kejadian di lapangan (studi pendahuluan). (4)
harapan dari peneliti tentang pentingnya dilakukan penelitian, (5)
kesenjangan-kesenjangan yang ditemukan yang nantinya akan
memunculkan pertanyaan penelitian.
2) Rumusan Masalah
Perumusan Masalah merupakan upaya untuk menyatakan secara tersurat
pertanyaan-pertanyaan yang ingin dicarikan jawabannya. Dapat juga
dikatakan bahwa perumusan masalah merupakan pernyataan secara
lengkap dan terinci mengenai ruang lingkup masalah/fokus studi yang
akan diteliti berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah.
Rumusan masalah disusun secara singkat,padat dan jelas, dituangkan
dalam bentuk kalimat tanya. Rumusan masalah penelitian studi kasus
cukup 1 (satu) saja.
Contoh Rumusan Masalah (studi kasus):
Bagaimanakah kemandirian pasien menarik diri sebelum dan sesudah
dilakukan terapi musik.
3) Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian mengungkapkan tentang sasaran yang ingin dicapai
dengan penelitian terhadap masalah yang telah dikemukakan pada
bagian sebelumnya. Rumusan tujuan penelitian dituangkan dalam
bentuk kalimat pernyataan secara jelas, tegas, tidak bermakna ganda dan
konsisten dengan rumusan masalah.Rumusan tujuan penelitian studi
kasus hanya berupa 1 (satu) rumusan saja.
Contoh Tujuan (studi kasus):
Mendeskripsikan stigma keluarga yang memiliki anggota keluarga
skizofrenia
4) Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian memuat uraian tentang implikasi temuan penelitian
yang bersifat praktis terutama bagi:
a) Masyarakat secara luas sebagai pengguna hasil penelitian.
b) Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi keperawatan.
c) Peneliti yang mungkin akan dikembangkan untuk penelitian lebih
lanjut.
Contoh Manfaat Penelitian:
Penelitian ini, diharapkan memberikan manfaat bagi:
1. Masyarakat: membudayakan pengelolaan hipertensi secara mandiri
melalui pengelolaan atau manajemen stress dengan cara tindakan
relaksasi progresif secara mandiri.
2. Bagi Pengembangan Ilmu dan Teknologi Keperawatan:
a. Sebagai penelitian pendahuluan untuk mengawali penelitian
lebih lanjut tentang tindakan relaksasi progresif secara tepat
dalam memberikan asuhan keperawatan pasien hipertensi.
b. Sebagai salah satu sumber informasi bagi pelaksanaan penelitian
bidang keperawatan tentang tindakan relaksasi progresif pada
klien hipertensi pada masa yang akan datang dalam rangka
peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi keperawatan.
c. Peneliti: memperoleh pengalaman dalam melaksanakan aplikasi
riset keperawatan di tatanan pelayanan keperawatan, khususnya
penelitian tentang pelaksanaan tindakan relaksasi progresif pada
klien hipertensi sedang.
b. Bab II: Tinjauan Pustaka
Pada Bab Tinjauan Pustaka ditekankan pada penulisan teori-teori yang
diuraikan secara sistematis dan relevan dengan variabel penelitian. Untuk
studi kasus tidak perlu memuat kerangka konsep penelitian.
Contoh Sub Judul
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Pustaka
1. Perilaku Kesehatan
a. Pengertian Perilaku Kesehatan
b. Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Perilaku
c. Komponen Perilaku Kesehatan
2. HIV/AIDS
3. Remaja
4. Perilaku Remaja dalam Pencegahan Penularan HIV/AIDS
B. Kerangka Konseptual (untuk KTI jenis survey)

c. Bab III: Metode Penelitian


Pada Bab ini diuraikan tentang metode yang diterapkan mahasiswa dalam
Penelitian yang akan dilaksanakan. Bab ini berisi tentang desain/rancangan
penelitian, subyek penelitian, fokus studi yang akan diteliti, definisi
operasional, cara pengumpulan data, dan instrument pengumpulan datanya,
serta cara pengolahan data.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Rancangan Penelitian
Penelitian menggunakan Studi Kasus. Jelaskanlah Desain Penelitian
Deskriptif yang dipilih untuk penelitian yang akan dilaksanakan
B. Subyek Penelitian
Untuk studi kasus tidak dikenal populasi dan sampel, namun lebih
mengarah kepada istilah subyek penelitian oleh karena yang menjadi
subyek penelitian satu atau lebih klien (individu, keluarga, atau
masyarakat kelompok khusus) yang diamati secara mendalam.Subyek
penelitian perlu dirumuskan kriteria inklusi dan eksklusi.
C. Fokus Studi
Fokus Studi adalah kajian utama dari masalah yang akan dijadikan titik
acuan penelitian.
Contoh Fokus Studi:
Perubahan tekanan darah klien hipertensi yang mendapat tindakan
relaksasi progresif.

D. Definisi Operasional
Pada bagian ini berisi tentang penjelasan/definisi yang dibuat oleh
peneliti tentang fokus studi yang dirumuskan secara operasional yang
akan digunakan pada penelitian ini dan bukan merupakan definisi
konseptual berdasarkan literatur.
Contoh Definisi Operasional:
Perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS pada remaja adalah
pemahaman, sikap, dan tindakan remaja untuk mencegah penularan
HIV/AIDS yang diukur dari aspek pengetahuan tentang pencegahan
penularan HIV/AIDS, respons evaluatif (sikap) tentang pencegahan
penularan HIV/AIDS, dan perbuatan untuk mencegah penularan
HIV/AIDS.

E. Tempat dan Waktu


Pada bagian ini berisi penjelasan tentang tempat/lokasi penelitian
maupun waktu yang digunakan.

F. Pengumpulan Data
Prosedur pengumpulan data dan instrumen pengumpul data yang
digunakan dalam penelitian, diuraikan pada bagian ini.Penyusunan
bagian awal instrumen dituliskan karakteristik responden:umur,
pekerjaan, sosial ekonomi, jenis kelamin, dll. Jenis instrument yang
sering digunakan pada ilmu keperawatan diklasifikasikan menjadi 5
bagian (Nursalam, 2003), yaitu:
1. Biofisiologis (Pengukuran yang berorientasi pada dimensi fisiologis
manusia, baik invivo maupun invitro)
2. Observasi (terstruktur dan tidak terstruktur) Observasi dapat
dilaksanakan dengan menggunakan beberapa model instrumen,
antara lain:
3. Catatan Anecdotal: mencatat gejala-gejala khusus atau luar biasa
menurut urutan kejadian
4. Catatan Berkala: mencatat gejala secara berurutan menurut waktu
namun tidak terus menerus
5. Daftar Cek List: menggunakan daftar yang memuat nama observe
disertai jenis gejala yang diamati
6. Wawancara (terstruktur dan tidak terstruktur) Kuesioner
(pengumpulan data secara formal untuk menjawab pertanyaan
tertulis)
7. Skala
Instrumen penelitian yang digunakan dalam Penelitian hendaknya
telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Dalam melakukan
pengumpulan data, peneliti harus cermat, intensif dan komprehensif
sehingga didapatkan data yang akurat.

G. Cara Pengolahan Data


Penelitian studi kasus data diolah menggunakan aturan-aturan yang
disesuaikan dengan pendekatan studi kasus. Pada umumnya, jenis
Penelitian ini pengolahan datanya secara naratif bersumber dari fokus
studi dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Tidak menutup
kemungkinan apabila subyek penelitian lebih dari 5 (lima) boleh
dilakukan analisa statistik deskriptif.

H. Penyajian Data
Penyajian data disesuaikan dengan desain penelitian deskriptif yang
dipilih. Untuk Penelitian Studi Kasus: data disajikan secara
tekstular/narasi dan dapat disertai dengan cuplikan ungkapan verbal dari
subyek penelitian yang merupakan data pendukungnya.

I. Etika Penelitian
Jelaskan etika yang harus ditaati oleh peneliti dalam melaksanakan
suatu penelitian. Jika perlu, terutama jika penelitian ini dianggap dapat
membahayakan responden, maka peneliti juga harus mencantumkan
ethical clearance.
d. Bab IV: Hasil Penelitian dan Pembahasan
Bagian ini terdiri dari 2 bagian yaitu, bagian pertama: berisikan tentang
uraian hasil yang diperoleh dari penelitian. Bagian kedua: memuat uraian
tentang pembahasan atas temuan-temuan penelitian/studi kasus yang telah
dikemukakan pada bagian pertama dan keterkaitannya dengan teori. Bagian
ini juga dilengkapi dengan keterbatasan dari penelitian yang dilaksanakan.

Contoh Sub Judul


BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Pada bagian ini menguraikan paparan data yang diperoleh sesuai dengan
fokus studi sebagai objek yang diamati secara prioritas terhadap 2
subjek studi kasus /lebih ( contoh : fokus perawatan luka,kepatuhan
minum obat ,dll ) , dengan merujuk pada rumusan masalah atau
tujuan dilaksanakannya penelitian. Deskripsi data hasil penelitian
tentang fokus studi dilaporkan sebagai Hasil penelitian yang telah
diolah secara narasi, dan/atau distribusi frekuensi yang disertai grafik,
histogram atau yang lain. Isi dari hasil penelitian memuat:Gambaran
umum situasi lingkungan dilaksanakannya penelitian (Ruang Rawat
Inap, Poliklinik, Masyarakat). Pemaparan tentang variabel penelitian
atau jika fokus studi harus dipaparkan secara mendalam atau intensif
dari hasil penelitian baik melalui wawancara maupun observasi atau
pengukuran lain yang bisa didapatkan dari subyek penelitian maupun
sumber-sumber lain yang dapat dipertanggung jawabkan (perawat atau
anggota keluarga yang terkait). Perkembangan tentang fokus studi yang
dipaparkan dari waktu ke waktu secara detail atau mendalam (jika
desain yang digunakan adalah observasional).

B. Pembahasan
Pembahasan atas temuan-temuan penelitian yang telah dikemukakan di
dalam hasil penelitian, mempunyai arti penting bagi keseluruhan
kegiatan penelitian. Adapun tujuan pembahasan adalah: menjawab
masalah studi kasus dengan merujuk bagaimana tujuan penelitian dapat
dicapai. Pembahasan menjelaskan dan mengintegrasikan keterkaitan
temuan-temuan dalam penelitian dengan teori yang mendasarinya dalam
Bab 2. Pembahasan akan menjadi lebih menarik dan relevan jika di
dalamnya dicantumkan juga temuan-temuan orang lain yang sudah
lebih dulu melakukan penelitian dan mendukung hasil studi kasus yang
disajikan. Dapat juga dicantumkan hasil penelitian orang lain yang
berbeda sehingga peneliti mampu memberikan penjelasan.

C. Keterbatasan
Pada Bagian ini uraikanlah tentang hal-hal yang mempengaruhi hasil
penelitian. keterbatasan penelitian, meliputi aspek teoritis, metodologis
maupun hal-hal yang menghambat jalannya penelitian.

e. Bab V: Kesimpulan dan Saran


Pada bagian penutup ini memuat 2 (dua) hal pokok, yaitu simpulan dan
saran.
1) Simpulan
Simpulan dibuat dalam bentuk narasi, dimana Isi dari kesimpulan
tersebut terkait dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian.Dengan
kata lain, simpulan penelitian terikat secara substansif terhadap temuan-
temuan penelitian yang mengacu pada tujuan penelitian yang telah
ditetapkan sebelumnya. Simpulan dapat juga ditarik dari hasil
pembahasan, namun yang benar-benar relevan dan mampu memperkaya
temuan hasil penelitian yang diperoleh.

2) Saran
Saran yang diajukan hendaknya selalu bersumber dari temuan
penelitian, pembahasan dan kesimpulan hasil penelitian. Dengan
demikian saran tersebut tidak keluar dari batas-batas lingkup dan
implikasi penelitian.Saran yang baik bersifat terperinci, spesifik dan
operasional sertaditujukan kepada pihak-pihak terkait yang relevan
dengan hasil dari focus study .

3. Bagian Akhir
Bagian akhir dari Karya Tulis Ilmiah bisa memuat Daftar Rujukan,Pernyataan
Keaslian Tulisan dan Lampiran-Lampiran.
1) Daftar Rujukan
Bahan pustaka yang dimasukkan dalam daftar rujukan harus sudah
disebutkan dalam teks Karya Tulis Ilmiah. Artinya, bahan pustaka
yanghanya dipakai sebagai bahan bacaan tetapi tidak dirujuk dalam
tekskarya tulis ilmiah tidak boleh dimasukkan dalam daftar
rujukan.Sebaliknya, semua bahan pustaka yang disebutkan dalam
batangtubuh Karya Tulis Ilmiah harus dicantumkan dalam daftar
rujukan.Tatacara penulisan daftar rujukan disesuaikan dengan kebijakan
institusi.(Harvard,Vancouver,APA dll)
2) Lampiran-Lampiran
Lampiran-lampiran hendaknya berisi keterangan-keterangan yang
dipandang penting untuk Karya Tulis Ilmiah seperti instrumen penelitian,
data mentah hasil penelitian, surat ijin, dan tanda bukti telah melaksanakan
pengumpulan data penelitian, dan masih bisa ditambah dengan hal yang
lain. Keterangan penting itu ditaruh dalam lampiran dengan maksud agar
tidak mengganggu kelancaran informasi yang terdapat dalam bagian inti
Karya Tulis Ilmiah. Untuk mempermudah pemanfaatannya, setiap lampiran
harus diberi nomor urut dengan menggunakan angka Arab.
BAB 5
EVALUASI KARYA TULIS ILMIAH

A. Ujian Proposal
Ujian Proposal dilaksanakan setelah mahasiswa melalui proses bimbingan dan
proposal dinyatakan layak untuk diuji. Tim Penguji 3 orang terdiri dari: Ketua
Penguji dan Anggota Penguji .Proses ujian dipimpin oleh Ketua Penguji. Ketua
Penguji ditetapkan sesuai ketetapan Institusi.Aspek yang dievaluasi adalah
sistematika dan cara penulisan, isi tulisan, penyajian dan responsi. Sistematika
penulisan meliputi: kerangka penulisan, kesinambungan antar alinea, antar Bab
KTI. Cara Penulisan meliputi: penggunaan bahasa, susunan kalimat, pengetikan,
penulisan kutipan, penulisan sumber bacaan/daftar pustaka. Aspek isi
tulisan,meliputi keseluruhan bagian inti KTI mulai dari pendahuluan, tinjauan
pustaka dan metode penelitian secara lengkap. Pada proses penyajian,yang dinilai
adalah ketepatan waktu, kejelasan, penggunaan media danpenampilan.
Kemampuan mempertanggungjawabkan proposal dinilai dalam aspek responsi
yang meliputi: ketepatan menjawab, kemampuan mengemukakan argumentasi,
penguasaan dan penampilan selama tanyajawab berlangsung (format penilaian
ujian proposal terlampir).Proses Ujian berlangsung selama 1 jam, dengan rincian:
10 menit untuk penyajian, 45 menit tanya jawab oleh penguji , dan 5 menit terakhir
untuk penentuan Hasil Ujian Proposal.

B. Ujian Sidang
Ujian Sidang dilaksanakan setelah mahasiswa melalui proses pengambilan data,
bimbingan penulisan hasil serta telah dinyatakan layak untuk diuji oleh
pembimbing. Tim Penguji orang terdiri dari:
Ketua Penguji dan Anggota Penguji . Proses Ujian dipimpin oleh Ketua Penguji.
Ketua Penguji ditetapkan sesuai ketetapan Direktur. Penguji Proposal sama dengan
Penguji Hasil. Aspek yang dievaluasi adalah sistematika dan cara penulisan, isi
tulisan, penyajian dan responsi. Sistematika penulisan meliputi: kerangka
penulisan, kesinambungan antar alinea, antar Bab KTI. Cara penulisan meliputi:
penggunaan bahasa, susunan kalimat, pengetikan, penulisan kutipan, penulisan
sumber bacaan/daftar pustaka. Aspek isi tulisan, meliputi keseluruhan bagian inti
KTI mulai dari pendahuluan, tinjauan pustaka dan metode penelitian secara
lengkap, hasil penelitian dan pembahasan serta kesimpulan dan saran. Pada proses
penyajian, yang dinilai adalah ketepatan waktu, kejelasan, penggunaan media dan
penampilan. Kemampuan mempertanggung jawabkan proposal dinilai dalam aspek
responsi yang meliputi: ketepatan menjawab, kemampuan mengemukakan
argumentasi, penguasaan dan penampilan selama tanya jawab berlangsung (format
penilaian ujian proposal terlampir).Proses ujian berlangsung selama 1 jam, dengan
rincian: 10 menit untuk penyajian, 45 menit tanya jawab oleh Penguji dan 5 menit
terakhir untuk penentuan Hasil Ujian Sidang.Disamping itu penilaian ujian
proposal dan ujian sidang, juga diberikan penilaian untuk proses pembimbingan
mulai sejak awal penulisan proposal sampai penyusunan hasil penelitian oleh dua
orang pembimbing.

C. Penilaian Hasil Evaluasi Karya Tulis Ilmiah


Skor akhir dialihkan menjadi huruf mutu sesuai dengan Standar Nasional
Pendidikan Tinggi.
D. PRESENTASI ILMIAH
Presentasi ilmiah adalah menyampaikan hasil kajian terhadap topik tertentu secara
ilmiah. Dibutuhkan strategi khusus dan persiapan yang matang untuk menghasilkan
presentasi ilmiah yang bermutu.

Banyak faktor yang mempengaruhi sukses tidaknya suatu presentasi ilmiah. Faktor
diri penyaji, faktor luar seperti penguji, kondisi lingkungan, dan audien, serta
sarana dan prasarana pendukung presentasi. Faktor penyaji menjadi penting
disiapkan karena kesiapan diri penyaji baik secara mental dan fisik akan
menentukan berhasil tidaknya sebuah presentasi ilmiah. Namun demikian jangan
pernah menyepelekan faktor di luar penyaji terutama yang berkaitan bagaimana
menggunakan peralatan (media) presentasi.

Presentasi yang sukses ditentukan oleh materi (50%), pendekatan psikologis (20%),
metode penyampaian (20%), dan kepribadian diri penyaji (10%) (IPB, 2012).
Meskipun hanya 10% namun faktor penyaji menjadi sangat kuat pengaruhnya
untuk keberhasilan presentasi. Oleh karena itu diperlukan langkah-langkah yang
efektif agar presentasi ilmiah sukses antara lain penyiapan materi presentasi,
penyiapan sebelum melakukan presentasi, dan saat melakukan presentasi, serta saat
mengakiri presentasi.

Menyiapkan materi presentasi – penyaji harus menyiapkan bahan presentasi sesuai


dengan waktu dan sarana yang tersedia. Media audiovisual dapat digunakan seperti
slide power point dengan LCD. Penyaji harus menyusu secara sistematis dengan
cara membuat iktisar dan membuat butir-butir yang penting agar audien termasuk
penguji dapat mengikuti alur presentasi dengan jelas. Penyaji memulai dengan
pendahuluan singkat mengarah pada pada masalah yanag akan disampaikan. Jika
menggunakan slide via LCD tuliskan hal-hal penting sehingga yang tertulis dalam
media benar-benar materi paling penting, karena penyaji harus menyadari bahwa
media HANYA SEBAGAI PEMBANTU dalam proses presentasi bukan sebagai
PRESENTER! Dalam satu slide umumnya paling banyak berisi 8 baris dengan
huruf yang tegas, tidak banyak warna, dan tidak menggunakan animasi baik pada
huruf, gambar, ataupun pada slidenya.

Persiapan sebelum melakukan presentasi – banyak hal yang harus disiapkan oleh
penyaji sebelum presentasi. Sebelum membuat suatu presentasi perlu dikaji siapa
yang akan menjadi audien (apakah hanya penguji atau ada audien lain?). Penyaji
harus datang di tempat presentasi lebih awal dari yang dijadwalkan untuk
mengecek kesiapan dan fungsi komponen-komponen presentasi (materi, slide,
LCD, laser pointer). Jika memungkinkan lakukan pemanasan seperlunya dan
latihan presentasi 1 (satu) hari sebelum hari presentasi di depan teman-teman atau
bahkan pembimbing untuk mendapatkan masukan dan memastikan waktu yang
digunakan

sesuai dengan yang disediakan. JANGAN LUPA MENCERMATI FORMAT


PENILAIAN PRESENTASI jika memungkinkan.

Saat melakukan presentasi – sesaat sebelum memulai presentasi jangan lupa


,emarik napas dalam untuk mengatasi perasaan gugup yang berpengaruh pada
kecepatan dan intonasi bicara. Jangan menyampaikan presentasi sebelum diberi
kesempatan oleh moderator ujian. Setelah diberi kesempatan oleh moderator,
sampaikan kata-kata pembuka yang berwibawa dan menarik seperti “terima kasih,
selamat siang / asaslamualaikum wr wb, saya [nama] akan menyampaikan laporan
kasus dengan judul [judul laporan kasus]...” dst.

Pada saat menyampaikan pokok pikiran, tetaplah menjaga kontak mata dengan
audien terutama dewan penguji. Jangan membaca seluruh teks yang disiapkan di
slide, namun cukup memberikan penekanan dan elaborasi pada bagian-bagian yang
perlu. Berbicaralah dengan ucapan yang jelas, tidak tergesa-gesa, dan tunjukkan
emosi dan rasa yang sesuai dengan materi yang dipresentasikan.

Selesaikan presentasi ilmiah tepat waktu, dan siapkan kata-kata penutup yang
singkat, berwibawa dan menarik seperti “demikian presentasi dari saya, terima
kasih, selamat siang / wassalamualaikum wr wb...”

Catatan: pada pengantar hindari kata MAAF akan terkesan tidak siap.

PENUTUP

Demikian pedoman penulisan laporan kasus dibuat agar dapat dijadikan rujukan
dalam menyusun laporan ilmiah khususnya di lingkungan Jurusan Keperawatan
Poltekkes Kemenkes Semarang.
DAFTAR PUSTAKA

Ali Saukah (Eds). (2003). Pedoman penulisan ilmiah KTI tesis disertasi: Artikel makalah
laporan penelitian. Malang: Biro Administrasi Akademik, Perencanaan dan Sistem
Informasi Universitas Negeri Malang.

American Psychological Association. (2001). Publication manual of the American


Psychological Associaton (4 th Ed). Washington, DC: APA.

Institut Pertanian Bogor. (2012). Pedoman penulisan karya ilmiah. Bogor: IPB Press.
LAMPIRAN-LAMPIRAN

Lampiran 1: Contoh halaman sampul PROPOSAL laporan kasus


Lampiran 2: Contoh halaman sampul HASIL laporan kasus(lembar pertama)
Lampiran 3: Contoh halaman judul (lembar kedua)
Lampiran 4: Contoh lembar persetujuan pembimbing
Lampiran 5: Contoh lembar pengesahan
Lampiran 6: Contoh prakata
Lampiran 7: Contoh daftar pustaka
Lampiran 8: Contoh pernyataan keaslian tulisan
Lampiran 9: Ukuran bidang pengetikan
Lampiran 10: Contoh penjilidan akhir laporan hasil penelitian
Lampiran 11: Contoh form CV (Curriculum Vutae)
Lampiran 12: Contoh lembar bimbingan
Lampiran 13: Kisaran nilai
Lampiran 14: Berita acara ujian proposal / laporan kasus
Lampiran 15: Form penilaian uji proposal laporan kasus
Lampiran 16: Form penilaian Uji laporan kasus
Lampiran 17: Form nilai bimbingan (proposal / laporan kasus)
Lampiran 1: Contoh halaman sampul PROPOSAL laporan kasus
PROPOSAL LAPORAN KASUS

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KANKER PAYUDARA DENGAN


FOKUS STUDI PENGELOLAAN NYERI
DI RSUD TIDAR MAGELANG

KTI
Disusun untuk memenuhi sebagai syarat mata kuliah Tugas Akhir
Pada Program Studi D III Keperawatan Magelang

Oleh :
Akbar Tanjung
NIM. P1337420114009

PROGRAM STUDI D III KEPERAWATAN MAGELANG


JURUSAN KEPERAWATAN
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG
2018
Lampiran 2: Contoh halaman sampul HASIL laporan kasus

LAPORAN KASUS

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KANKER PAYUDARA DENGAN FOKUS


STUDI PENGELOLAAN NYERI
DI RSUD TIDAR MAGELANG

KTI
Disusun untuk memenuhi sebagai syarat mata kuliah Tugas Akhir Pada
Program Studi D III Keperawatan Magelang

Oleh :
Akbar Tanjung
NIM. P1337420114009

PROGRAM STUDI D III KEPERAWATAN MAGELANG


JURUSAN KEPERAWATAN
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG
2018
Lampiran 3: Contoh halaman judul HASIL laporan kasus (lembar kedua)
LAPORAN KASUS

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KANKER PAYUDARA DENGAN


FOKUS STUDI PENGELOLAAN NYERI
DI RSUD TIDAR MAGELANG

KTI
Disusun untuk memenuhi sebagai syarat mata kuliah Tugas Akhir
Pada Program Studi D III Keperawatan Magelang

Akbar Tanjung
NIM. P1337420114009

PROGRAM STUDI D III KEPERAWATAN MAGELANG


JURUSAN KEPERAWATAN
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG
2018
Lampiran 4: Contoh lembar persetujuan pembimbing
LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING

Hasil laporan kasus oleh Akbar Tanjung, NIM. 1.1.10463, dengan judul
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KANKER PAYUDARA
DENGAN FOKUS STUDI PENGELOLAAN NYERI
DI RSUD TIDAR MAGELANG

ini telah diperiksa dan disetujui untuk diuji.

Magelang, 12 Maret 2018

Pembimbing

contoh

Putrono, S.Kep., Ns., M.Kes.


NIP. 196108031989031005
Lampiran 5: Contoh lembar pengesahan
LEMBAR PENGESAHAN

Hasil Laporan Kasus oleh Akbar Tanjung, NIM 1.1.30328, dengan judul
Asuhan Keperawatan pada Kanker Payudara
dengan Fokus Studi Pengelolaan Nyeri
di RSUD Tidar Magelang
ini telah dipertahankan di depan dewan penguji pada tanggal ……………….
[catatan: tanggal menyesuaikan]

Dewan Penguji

Arwani, SKM.BN.Hons.MN. Ketua Penguji ( ................................................)


NIP. 196512181995011001

Shobirun, BN.Hons, MN. Anggota ( ................................................)


NIP. 196801201993121001

Putrono, SKep, Ns, MKes Anggota ( ................................................)


NIP. 196108031989031005

Mengetahui,
Ketua Jurusan Keperawatan
Semarang

Putrono, S.Kep., Ns., M.Kes.


NIP. 196108031989031005
Lampiran 6 : Contoh prakata
Prakata
Alhamdulillah, dengan memanjatkan puji syukur ke hadlirat Alloh SWT, atas
rahmat dan hidayah-Nya, penulis mampu menyelesaikan laporan kasus tentang
Asuhan Keperawatan Kanker Payudara dengan Fokus Studi Pengelolaan Nyeri di
RSU Tidar Magelang sesuai dengan waktu yang direncanakan.
Penulis menyadari bahwa kegiatan penulisan ini dapat diselesaikan berkat
adanya dukungan dari berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini penulis
menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada Direktur Politeknik Kesehatan
Kemenkes Semarang atas dukungan dana yang dibutuhkan dalam pelaksanaan
penelitian ini, Ketua Jurusan Keperawatan, Ketua Program Studi Diploma III
Keperawatan Semarang, Direktur RSUD Tidar Magelang, dan klien yang dengan
sukarela berpartisipasi dalam asuhan keperawatan.
Peneliti berharap semoga hasil penulisan ini dapat memberikan manfaat
khususnya untuk pengelolan klien dengan masalah nyeri karena kanker payudara
stadium III. Penulis menyadari bahwa laporan kasus ini masih jauh dari sempurna,
oleh karena itu masukan dan kritik untuk perbaikan penulisan karya ilmiah pada
masa mendatang sangat penulis harapkan.
ampiran 9 : Contoh daftar pustaka
Lampiran 7: Contoh daftar pustaka
DAFTAR PUSTAKA

Anderson, J.E., & Valentine, W. L. (1994). The Preparation of articles for publication
in the Journals of the American Psychological Association. Psycological
Bulletin, 41, 345-376.

Arwani. (2003). Komunikasi keperawatan. Jakarta: EGC.

Calfee, R.C., & Valencia, R. R. (2001). APA guide to preparing manuscripts for
Journal Publication. Washington, D.C: American Psychological Association.

Lampiran 8: Contoh pernyataan keaslian tulisan


PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN

Saya yang bertandatangan di bawah ini :

Nama:
NIM :

Menyatakan dengan sebenarnya bahwa KTI yang saya tulis ini adalah benar-benar
merupakan hasil karya saya sendiri; bukan merupakan pengambilalihan tulisan atau
pikiran orang lain yang saya aku sebagai hasil tulisan atau pikiran saya sendiri.

Apabila di kemudian hari terbukti atau dapat dibuktikan laporan pengelolaan kasus
ini adalah hasil jiplakan, maka saya bersedia menerima sanksi atas perbuatan
tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Magelang, .....................................

Yang membuat Pernyataan,

Tanda tangan

Nama Terang
Lampiran 9: Ukuran bidang pengetikan
Tempat nomor halaman
4 cm

1 cm
4 cm

AREA PENGETIKAN
3 cm

1 cm
3 cm

Tempat nomor halaman bab baru


Lampiran 10: Contoh penjilidan akhir laporan

LAPORAN
KASUS
Halaman
Sampul
laporan kasus
JUDUL (lihat Contoh)

NAMA
NIM

LOGO
TAHUN
Lampiran 11: Contoh Form CV (Curriculum vitae)

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

1. Nama Lengkap :
2. NIM :
3. Tanggal Lahir :
4. Tempat Lahir :
5. Jenis Kelamin :
6. Alamat rumah: a. Jalan :
b. Kelurahan :
c. Kecamatan :
d. Kab / kota :
e. Propinsi :
7. Telpon: a. Rumah :
b. HP :
c. E-mail :

B. RIWAYAT PENDIDIKAN
1. Pendidikan SD di ........ , lulus tahun ......
2. Pendidikan SLTP di ........ , lulus tahun ......
3. Pendidikan SLTA di ........ , lulus tahun ......

C. RIWAYAT ORGANISASI (Jika ada)

D. DAFTAR PRESTASI (Jika ada)

Magelang, ............................2018

Lampiran 12: Contoh Lembar Bimbingan


LEMBAR BIMBINGAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH
PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN
JURUSAN KEPERAWATAN – POLTEKKES KEMENKES SEMARANG

Nama Mahasiswa :……………………………....………………….


NIM :………………………………………………….
Nama Pembimbing :………………………………………………….
Judul KTI :………………………………………………….

NO HARI / MATERI SARAN TANDATANGAN Monitor


TANGGAL BIMBINGAN PEMBIMBING KAPRODI

Magelang, ..........................................

Ketua Program Studi DIII


Keperawatan Semarang.

.......................................
NIP.
Lampiran 13: Kisaran Nilai
No Kisaran Nilai Huruf Mutu Angka Mutu

1 ≥ 79 A 4

2 74 – 78 A/B 3.5

3 69 - 73 B 3

4 64 - 68 B/C 2.5

5 56 - 63 C 2

6 51 - 55 D 1

7 0 - 50 E 0
Lampiran 14: Berita Acara Ujian Proposal / Laporan Kasus

FM-POLTEKKES-SMG-BM-05-01/R0

BERITA ACARA UJIAN SIDANG


(PROPOSAL/LAPORAN KASUS)*

Pada hari
ini……………….tanggal………………….bulan………….tahun………….,
mahasiswa :
Nama :_____________________
NIM :_____________________
Prodi : DIII KEPERAWATAN ……………………………..
Jurusan : Keperawatan

Dengan judul Karya Tulis Ilmiah (Proposal/Laporan kasus) * :


……………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………

Dinyatakan : LULUS / LULUS DENGAN REVISI* /LAYAK/TIDAK LAYAK **

Dalam Ujian Sidang Karya Tulis Ilmiah (proposal/Laparan Kasus)* dengan


nilai………..(……………), Mahasiswa diwajibkan untuk melakukan perbaikan
sesuai saran-saran dari Tim Penguji. Apabila berdasar hasil penelitian dari Tim
Penguji, Karya Tulis Ilmiah/Laporan Kasus dianggap tidak sah maka
keputusan ini akan ditinjau kembali.

*Coret yg tidak perlu (Ujian laporan kasus)


** Coret yg tidak perlu (Ujian proposal)

Magelang,
Mahasiswa Ketua Penguji,

_____________ __________________
NIM. NIP.

Tim Penguji :

No JABATAN N A M A TANDA TANGAN


1 Ketua Penguji 1.
2 Penguji 1 2.
3 Penguji 2 3.
Lampiran 15: Form Nilai Ujian Proposal

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG


JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI D III KEPERAWATAN

Nama Mahasiswa
NIM
Tempat Ujian
Tanggal Ujian
Nama Penguji
Tandatangan Penguji

No ASPEK YANG DINILAI BOBOT NILAI


A. PRESENTASI (10)
1. Jelas dalam mengemukakan intisari proposal laporan kasus 2
2. Waktu yang disediakan digunakan secara optimal 2
3. Tatapan mata fokus pada penguji / audien 2
4. Mampu menggunakan media dengan baik 2
5. Bersikap santun 2
B. RESPONSI / TANYA JAWAB (25)
1. Menguasai alasan pengambilan kasus 9
2. Menguasai teori / konsep 8
3. Menguasai metodologi laporan kasus yang akan dilakukan 8
C. ISI TULISAN
Bab I Pendahuluan (15)
1. Latar belakang mendukung tujuan penulisan laporan kasus 10
2. Tujuan laporan kasus ditulis dengan tepat 3
3. Manfaat laporan kasus mendukung pengembangan keperawatan 2
Bab II Tinjauan Pustaka (15)
1. Tinjauan pustaka sesuai dengan rencana kasus yang akan ditulis 7
2. Tinjauan pustaka mengarahkan pada rencana pembahasan kasus 8
Bab III Metoda Penulisan (15)
1. Ketepatan Teknik pengumpulan data 4
2. Kesesuaian alat pengumpul data 4
3. Ketepatan prosedur penetapan sampel (pemilihan klien asuhan) 3
4. Kesesuaian analisis data 4
Daftar Pustaka (10)
1. Cara penulisan kutipan sesuai dengan panduan 2
2. Cara penulisan daftar pustaka sesuai dengan yang ada di kutipan 2
3. Menggunakan sumber up to date / relevan (1-10 tahun terakhir), kecuali 6
teori
D. ETIKA PENULISAN (10)
1. Tidak ada unsur plagiarisme 6
2. Tidak ada unsur fabrikasi (mengarang) data 2
3. Tidak ada unsur falsifikasi (memalsu) data 2
Jumlah 100
NILAI

Semarang, ........................................
Penguji,
.................................................
NIP.
Lampiran 16: Form Nilai Uji Laporan Kasus

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG


JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI D III KEPERAWATAN
Nama Mahasiswa
NIM
Tempat Ujian
Tanggal Ujian
Nama Penguji
Tandatangan Penguji

No ASPEK YANG DINILAI BOBOT NILAI


A. PRESENTASI (10)
1. Jelas dalam mengemukakan intisari proposal laporan kasus 2
2. Waktu yang disediakan digunakan secara optimal 2
3. Tatapan mata fokus pada penguji / audien 2
4. Mampu menggunakan media dengan baik 2
5. Bersikap santun 2
B. RESPONSI / TANYA JAWAB (20)
1. Menguasai alasan pengambilan kasus 5
2. Menguasai teori / konsep 4
3. Menguasai metodologi laporan kasus yang akan dilakukan 4
4. Menguasai hasil dan pembahasan 5
5. Menguasai simpulan 2
C. ISI TULISAN
Bab I Pendahuluan (10)
1. Latar belakang mendukung tujuan penulisan laporan kasus 5
2. Tujuan laporan kasus ditulis dengan tepat 3
3. Manfaat laporan kasus mendukung pengembangan keperawatan 2
Bab II Tinjauan Pustaka (10)
1. Tinjauan pustaka sesuai dengan rencana kasus yang akan ditulis 4
2. Tinjauan pustaka mengarahkan pada rencana pembahasan kasus 6
Bab III Metoda Penulisan (10)
1. Ketepatan Teknik pengumpulan data 2
2. Kesesuaian alat pengumpul data 3
3. Ketepatan prosedur penetapan sampel (pemilihan klien asuhan) 2
4. Kesesuaian analisis data 3
Bab IV Hasil dan Pembahasan (15)
1. Hasil laporan kasus disajikan sesuai dengan tujuan laporan kasus 7
2. Hasil pembahasan didukung dengan sumber yang relevan 8
Bab V Simpulan (5)
1. Simpulan mengacu pada tujuan penelitian 3
2. Saran diberikan secara operasional perbaikan 2
Daftar Pustaka (10)
1. Cara penulisan kutipan sesuai dengan panduan 2
2. Cara penulisan daftar pustaka sesuai dengan yang ada di kutipan 2
3. Menggunakan sumber up to date / relevan (1-10 tahun terakhir), kecuali teori 6
D. ETIKA PENULISAN (10)
1. Tidak ada unsur plagiarisme 6
2. Tidak ada fabrikasi data 2
3. Tidak ada falsifikasi data 2
Jumlah 100
NILAI
Lampiran 17: Form Nilai Bimbingan (proposal / laporan kasus)

Nama Mahasiswa
NIM
Tempat Ujian
Tanggal Ujian
Nama Pembimbing

ASPEK PENILAIN Bobot Nilai


1. Datang tepat waktu saat bimbingan 10
2. Aktif dalam proses bimbingan 10
3. Memiliki argumentasi yang kuat dalam mengemukaan pendapat 30
4. Memiliki etika yang baik selama proses bimbingan 25
5. Melakukan upaya perbaikan sesuai saran pembimbing 25
Jumlah 100

Nilai

Magelang, ......................
Pembimbing

............................................
.
NIP
49 |B u k u P e d o m a n P e n u l i s a n K a r y a T u l i s I l m i a h D I I I K e p e r a w a t a n J u r u s a n KeperawatanSemarann
g