Anda di halaman 1dari 5

Laporan Operasi

FAKOEMULSIFIKASI DENGAN PEMASANGAN INTRAOKULAR LENS


(IOL)

Oleh:

Maichel Yorgen

14014101014

Supervisor Pembimbing :

Dr. Ivonne Ramenusa, SpM

BAGIAN/SMF ILMU KESEHATAN MATA

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI

RSUP PROF. Dr. R.D. KANDOU

MANADO

2016
LEMBAR PENGESAHAN

Laporan Operasi dengan Judul:

“Fakoemulsifikasi dengan Pemasangan Intraokular Lens (IOL)”

Telah dikoreksi dan disetujui pada tanggal Mei 2016

Supervisor Pembimbing:

Dr. Ivonne Ramenusa SpM

ii
FAKOEMULSIFIKASI DENGAN PEMASANGAN INTRAOKULAR LENS
(IOL)

A. Identitas Pasien
1. Nama : Tn. Mohammad Duda
2. Umur : 58 tahun
3. Jenis Kelamin : Laki-laki
4. Agama : Islam
5. Suku : Gorontalo
6. Alamat : Kel Maasing lingkungan IV, Kec Tuminting
7. Pekerjaan : Petani
8. Diagnosis : Katarak Senilis Stadium Matur Okulus Dextra
9. Jenis Operasi : Fakoemulsifikasi dengan Pemasangan IOL
10. Hari/tanggal : Kamis, 12 Mei 2016
11. Jam/Lama operasi : 12.30 WITA/15 menit
12. Lokasi operasi : Balai Kesehatan Mata Masyarakat (BKMM)
Provinsi Sulawesi Utara
13. Operator : dr. Ivonne Ramenusa SpM
14. Dokter muda : Maichel Yorgen, S.Ked

B. Persiapan Pre Operasi


Ada beberapa tahapan yang dilakukan sebelum operasi, yaitu :
1. Pasien mengisi informed consent dan diberi penjelasan tentang operasi
yang akan dilakukan meliputi tahapan operasi, lamanya operasi
berlangsung, obat-obat yang diberikan sebelum dan sesudah operasi,
komplikasi yang dapat terjadi setelah operasi).
2. Pemeriksaan status generalis yaitu pemeriksaan tanda-tanda vital
meliputi tekanan darah, nadi, respirasi, dan suhu. Pada pasien
didapatkan tekanan darah : 170/90 mmHg, nadi : 92x/menit, respirasi :
20 x/menit dan suhu : 36,6˚C.
3. Pemeriksaan status oftalmologis meliputi pemeriksaan visus dan tekanan
intraokuler. Pada pasien didapatkan visus okulus dextra (VOD) : 1/60 dan visus
okulus sinistra (VOS) : 6/9.
4. Tetesi pantocain 0,5% di okulus dextra agar pasien tidak merasakan nyeri,
kemudian TIO diukur. Hasil pengukuran TIO dekstra dan sinistra dalam batas
normal.
5. Jam 12.00 WITA mata kanan ditetesi mydriatil 0,5% (eye drop) ED tiap 5 menit
sebanyak 3 kali agar pupil melebar. Serta ditetesi noncort ED sebanyak 1 tetes.
6. Mata yang akan dioperasi ditetesi xylocaine jelly 2%, 1 menit sebelum operasi.

C. Tahapan Operasi

Operasi dimulai jam 12.30 WITA

1. Operasi dimulai pada jam 12.30 WITA, penderita di bawa ke ruang operasi dan
dibaringkan terlentang di meja operasi. Mikroskop diatur sedemikian rupa
sehingga lapangan pandang operasi jelas.
2. Mata kanan ditetesi dengan pantokain 0,5%. Selanjutnya ditetes dengan solujod
5% pada kantus medial/lateral dan forniks porterior/superior.
3. Daerah palpebra didesinfeksi dengan povidone iodine, kemudian dibersihkan
dengan alkohol 70%.
4. Dipasang eye drape kemudian speculum mata
5. Operator melihat melalui mikroskop dan membuat insisi sepanjang kira-kira 2,7
mm pada sisi kornea yang teranestesi.
6. Injeksi tryphan blue ke COA untuk mewarnai kapsul anterior
7. Kemudian cairan viskoelastik dimasukkan ke COA untuk menjaga COA tetap
dalam
8. Kapsulotomi anterior dengan menggunakan cystitome melalui insisi pada kornea.
9. Dilakukan hidrodiseksi dan hidrodelienasi untuk memisahkan inti lensa dari
korteks kemudian dilakukan fakoemulsifikasi dengan teknik horizontal choop
menggunakan mesin fako unit.
10. Korteks lensa dikeluarkan dengan cara irigasi aspirasi menggunakan mesin fako
unit.

4
11. Insersi lensa intraokuler foldable pada bilik mata belakang dilakukan in the bag,
setelah sebelumnya diberikan bahan viskoelastik.
12. Bahan viskoelastik dikeluarkan dengan cara irigasi aspirasi menggunakan mesin
fako unit.
13. Luka operasi ditutup tanpa jahitan. Operasi selesai jam 12.45 WITA.

D. Diagnosis Post Operasi


Pseudofakia okulus sinistra

E. Terapi Post Operasi


1. Levofloxacin /3 jam OD
2. Polydex /3 jam OD