Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH PRAKTIKUM BIOKIMIA

MEKANISME KERJA ENZIM SCHARDINGER

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Praktikum Biokimia Farmasi

Disusun Oleh :
1. Kurnia Puspitasari (201310410311179)
2. Eliya Uzlifatul Jannah (201310410311180)
3. Maya Dwi Wulan Sari (201310410311186)

Dosen Pembimbing :
Dra. Uswatun Chasanah, M.Kes.,Apt
Raditya Weka Nugraheni,S.Farm.,Apt

PROGRAM STUDI FARMASI


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya
maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul
“Mekanisme Kerja Enzim Schardinger”
Dalam penulisan makalah ini penulis merasa banyak kekurangan-
kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan
kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak
sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.
Semoga materi ini dapat bermanfaat dan khususnya bagi penulis sehingga
tujuan yang diharapkan dapat tercapai. Amiinn.

Malang, 28 April 2016

Penulis

ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ........................................................................................................ ii

DAFTAR ISI...................................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................... 1

1.1. Latar belakang ..................................................................................................... 1

1.2. Rumusan masalah ............................................................................................... 1

1.1. Tujuan ................................................................................................................. 1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ........................................................................................ 2

2.1 Dasar Teori.......................................................................................................... 2

2.2 Prinsip Reaksi Biokimia...................................................................................... 3

BAB III PROSEDUR PRAKTIKUM ................................................................................. 4

3.1 Alat dan Bahan .................................................................................................... 4

3.2 Cara Kerja ........................................................................................................... 4

3.3 Bagan Alir ........................................................................................................... 4

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ............................................................................ 6

4.1 Hasil Praktikum .................................................................................................. 6

4.2 Pembahasan ........................................................................................................ 8

BAB V PENUTUP ............................................................................................................. 9

5.1 Kesimpulan ......................................................................................................... 9

DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................... 10

LAMPIRAN.......................................................................Error! Bookmark not defined.

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang


Susu merupakan bahan makanan yang bernilai gizi tinggi karena
mengandung hampir semua zat-zat yang diperlukan oleh tubuh. Susu merupakan
bahan pangan yang tersusun oleh lemak, protein, air, karbohidrat, mineral dan
vitamin-vitamin dengan nilai gizi yang tinggi dan seimbang. Didalam susu juga
terdapat sejumlah mikroba, baik mikroba yang patogen maupun mikroba yang
non patogen.
Air susu merupakan bahan makanan yang mudah rusak, oleh sebab itu
perlu mendapat perawatan secara khusus. Setelah itu air susu diperah, segera
dibawa ke kamar susu, kemudian disaring. Penyaringan itupun perlu dilakukan
dengan segera guna menghindari agar jangan sampai kuman-kuman yang hinggap
pada kotoran di dalam air susu mendapat kesempatan untuk berkembang-biak
lebih lanjut. Sesudah air susu disaring, barulah ditakar. Hal ini dilakukan untuk
mengetahui jumlah produksi. Kemudian air susu dari beberapa ekor sapi tersebut
dicampur perlahan-lahan sampai menjadi campuran air susu yang homogen.
Susu mengandung suatu enzim yang mengkatalisis oksidasi macam-
macam aldehid menjadi asam. Reaksinya berlangsung secara anaerobik dan dapat
ditunjukkan bila ada akseptor hidrogen yang sesuai seperti metilen
biru. Berdasarkan teori tersebut, maka dilakukanlah percobaan ini untuk
mengaplikasikan, membuktikan dan menguji kebenaran dari teori tersebut agar
dapat lebih mudah untuk dipahami dan dipelajari.

1.2. Rumusan masalah


1. Bagaimana mekanisme kerja enzim schardinger?

1.3. Tujuan
1. Mengetahui mekanisme kerja enzim schardinger dan peran methylene
blue formaldehyde
2. Mengetahui kerja enzim schardinger pada berbagai kondisi

1
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Dasar Teori


Susu mengandung suatu enzim yang mengkatalisis oksidasi macam-macam
aldehidmenjadi asam. Reaksinya berlangsung secara anaerobik dan dapat
ditunjukkan bilaada akseptor hidrogen yang sesuai seperti : metilen biru. Jalannya
reaksi dapat dilihatdari perubahan warna biru (bentuk oksidasi) menjadi tak
berwarna (bentuk reduksi) (Patong, dkk., 2012).
Uji metilen biru dapat memberikan gambaran perkiraan jumlah bakteri yang
terdapat dalam susu. Pada uji ini akan ditambahkan sejumlah zat yang biru ke
dalam susu, kemudian diamati waktu yang dibutuhkan oleh bakteri dalam susu
tersebutuntuk melakukan aktifitas yang dapat mengakibatkan perubahan warna zat
tersebut. Semakin tinggi jumlah bakteri dalam susu tersebut, semakin cepat
terjadinya perubahan warna zat tersebut. Uji metilen biru didasarkan pada
kemampuan bakteri dalam susu untuk tumbuh dan menggunakan oksigen terlarut,
sehingga menyebabkan perubahan penurunan kegiatan oksidasi-reduksi dari
campuran tersebut. Maka akibatnya metilen biru yang ditambahkan akan tereduksi
menjadi putih metilen. Selain itu bekerja pula enzim yang disebut Schardinger
enzyme (Girindra, 1990).
Enzim Schardinger merupakan enzim yang termasuk golongan enzim
oksidaseterdapat antara lain di dalam susu ncubato dikenal pula sebagai enzim
xanthineoksidase karena dapat mengoksidase xanthine. ncubator juga dapat
mengoksidasialdehid. Di dalam percobaan ini ncubator blue digunakan sebagai
penangkaphydrogen (Anonim, 2012).
Pada reaksi, formaldehid netral yang teroksidasi oleh enzim schardinger
yangterdapat dalam susu tersebut. Formaldehid memberikan gugus aldehid yang
dapatdioksidasi oleh enzim schardinger. Oleh karena itu, susu yang tadinya
berwarna birusetelah dimasukkan dalam inkubator selama beberapa menit
berubah warna menjadi putih.

2
2.2 Prinsip Reaksi Biokimia

Enzim Schardinger terdiri dari dua jenis yaitu xanthin oksidase dan xanthine
dehydrogenase. Keduanya dapat mengalami interkonvensi satu sama lain
sehingga dapat berubah dari jenis satu ke jenis yang lainnya. Di dalam xanthine
oksidase mengkatalis oksidasi hypoxanthine menjadi xanthin dan oksidasi
xanthine menjadi asam urat. Xanthin dehydrogenase juga mengkatalis
dehydrogenase aldehida. Hydrogen yang lepas ditangkap oleh suatu akseptor.
Dalam praktikum ini methylene blue bertugas menjadi akseptor hydrogen.

3
BAB III
PROSEDUR PRAKTIKUM

3.1 Alat dan Bahan


 Alat
o 3 tabung reaksi
o 1 buah rak kayu
o Pipet tetes
o Incubator
 Bahan
o 6 ml susu mentah dan 3 ml susu masak
o 8 tetes methylene blue formaldehid
o 8 tetes paraffin cair

3.2. Cara Kerja


1. Siapkan tiga tabung reaksi, tandai dengan P, Q dan R
2. Kedalam tabung P dan Q tambahkan masing-masing 3 ml susu mentah,
sedangkan kedalam tabung R masukkan 3 ml susu yang sudah masak
3. Tambahkan 6 tetes methylene blue formaldehid (25 mg MB dilarutkan
dalam 195 ml air dan 5 ml formaldehid 40%) kedalam tiga tabung dan
kocoklah sampai warnanya rata
4. Tambahkan 8 tetes paraffin cair kedalam tabung P. Jangan Dikocok!
5. Inkubasi ke tiga tabung pada 37ºC selama setengah jam. Amatilah
perubahan warna yang terjadi dalam masing-masing tabung.

3.2 Bagan Alir


Disiapkan 3 tabung reaksi, diberi tanda P, Q dan R

Tabung P dan Q tambahkan masing-masing 3 ml susu mentah

Tabung R masukkan 3 ml susu yang sudah masak

4
Tambahkan 6 tetes methylene blue formaldehid (25 mg MB dilarutkan
dalam 195 ml air dan 5 ml formaldehid 40%) kedalam tiga tabung

Kocoklah sampai warnanya rata

Tambahkan 8 tetes paraffin cair kedalam tabung P. Jangan Dikocok!

Inkubasi ke tiga tabung pada 37ºC selama setengah jam. Amatilah


perubahan warna yang terjadi dalam masing-masing tabung

5
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Praktikum

P Q R

Larutan sampel sebelum diberi penambahan Methylene Blue


Formaldehid

P Q R

Larutan sampel setelah diberi penambahan Methylene Blue


Formaldehid kemudian dikocok ad homogen.

Cincin Bening

P Q R
Larutan sampel P setelah diberi paraffin cair terdapat cincin
transparan diatas larutannya dan sampel R memiliki warna lebih
biru dibandingkan larutan P & Q selanjutnya sampel diinkubasi

6
Cincin
Bening
P Q R
Larutan sampel setelah diinkubasi 37 dderajat C selama 30 menit.

Cincin Bening

Cincin
Berwarna
Biru

P Q R

Tabung P Q R
Biru muda
Warna Putih susu Putih susu
keputihan
Warna Cincin
pada larutan bening biru Tidak ada
bagian atas

7
4.2 Pembahasan
Susu mengandung enzim schardinger yang dapat mengkatalisis aldehid
menjadi asam. Yang reaksinya berlangsung secara anaerob yang bisa ditunjukkan
dengan akseptor hidrogen yang sesai seperi metilen blue.
Pada praktikum ini, dilakukan percobaan untuk mengetahui mekanisme
kerja enzim shardinger dalam berbagai kondisi. Percobaan ini dilakukan dengan
cara disiapkan tiga tabung reaksi yang ditandai dengan P, Q dan R. Masing-
masing tabung diisi dengan 3 ml susu pada tahung P dan Q serta pada tabung R
diisi dengan susu yang telah dimasak sebelumnya. Kemudian pada masing-masing
tabung ditambahkan 6 tetes metilen blue formaldehid. Pada tabung P ditambahkan
parafin cair dan ketiga tabung diinkubasi pada 37°C selama 30 menit.
Setelah diinkubasi didapat kan hasil, pada tabung P warnanya tetap putih
dan terdapat cincin bening yaitu parafin. Hal ini dikarenakan parafin berfungsi
untuk menahan udara atau oksigen agar tidak masuk ke dalam tabung sehingga
enzim schardinger dapat bereaksi dengan formaldedid yang bekerja secara
anaerob.
Pada tabung Q setelah diinkubasi terdapat perubahan warna menjadi putih
kebiruan pada bagian atas larutan. Hal ini dikarenakan metilen blue mengalami
reduksi kembalidan metilen blue tidak dapat secara keseluruhan menangkap ion
H+ .
Setelah diinkubasi, pada tabung R berisi susu yang sebelumnya mengalami
pemanasan dan ditambahkan metilen blue tidak terjadi perubahan warna dari biru
menjadi putih hal ini dikarenakan pemanasan yang dilakukan menghambat kerja
enzim schardinger atau mengalami denaturasi. Sehingga enzim tidak dapat
bereaksi dengan formaldehid.

8
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
1. Enzim dapat dirusak dengan adanya pemanasan
2. Parafin cair dapat menghalangi udara yang akan masuk kedalam tabung
sehingga mencegah adanya reaksi dengan udara
3. Kerja enzim schardinger dapat dilihat dengan adanya perubahan warna
dari biru menjadi puth setelah diinkubasi

9
DAFTAR PUSTAKA

Murray Robert K., Granner Daryl K., Rodwell Victor K., 2012, Biokimia
Harper (edisi ke-27), Jakarta :PenerbitBukuKedokteran (EGC).

10
LAMPIRAN

11